cover
Contact Name
Reni Oktaviani
Contact Email
aksis@unj.ac.id
Phone
+6285920169388
Journal Mail Official
aksis@unj.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25809040     DOI : https://doi.org/10.21009
Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a high-qualified open access Journal which is managed by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Indonesian Literature and Language Education), Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Jakarta and published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Institute of Research and Community Service) of the Universitas Negeri Jakarta. The journal is published biannually in June and December. The journal welcomes contributions from research on field or literature studies as well as on theoretical and critical studies, which includes the scope of Indonesian language education, Indonesian literary education, Indonesian language, and Indonesian literature.
Articles 199 Documents
Analysis of Hypnoselling Linguistic Encoding Forms in Online Promotion Copywrting Techniques Nurul Setyorini; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.366 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.040106

Abstract

This study is a type of qualitative research. It is called qualitative because the data collection procedure uses written words. The researcher of this study uses words to represent, describe, and compare data. Data analysis method used is content analysis of written communication. The content analysis method is applied because the unit of analysis used is in the form of words, phrases, and sentences in the copywriting text. The findings of this study utilize particular forms of words, phrases, and clauses, such as: free, bonus, secret offers from us, want to start a business but confused where to start, are you still confused learning graphic design or engineering design on the internet, what goods can be sold with 200,000 profit, do not have products to sell, minimal capital so you cannot stock products, and do not have selling skills. Abstrak Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dinamakan kualitatif karena prosedur pengambilan data menggunakan kata-kata tulisan. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan kata-kata untuk menggambarkan data, mendeskripsikan data, dan membandingkan data. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis isi komunikasi tulis. Metode analisis isi digunakan, sebab unit analisis yang digunakan berupa kata, frasa, dan kalimat pada teks copywriting. Hasil temuan pada penelitian ini memanfaatkan bentuk-bentuk kata, frasa, dan klausa tertentu, seperti: gratis, bonus, penawaran rahasia dari kami, Mau mulai berbisnis tapi bingung mulai dari mana, kamu masih bingung belajar desain grafis atau desain teknik di internet, Jual barang apa yang untung per packnya 200 000, dan tidak punya produk yang akan dijual, modal minim sehingga tidak bisa stok produk, dan tidak punya keahlian berdagang. Kata kunci: enkode, linguistik, copywriting, hypnoselling
Sociolingustics Approach: Impoliteness Strategy in Instagram Cyberbullying in @Lambe_Turah’s post of KPAI’s Case Marisa Puteri Sekar Ayu Santosa
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.78 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.04015

Abstract

Social media is used by most Indonesian people, it brings good and bad influence. One of the bad influences is cyberbullying. Cyberbullying that is found in Instagram is different from other social media. Instagram has become the source of hate campaign by the occurrence of gossip account. @Lambe_turah is one of the biggest gossip accounts in Indonesia. The posts in @Lambe_turah have triggered its followers to perform cyberbullying to the person in their post, in this research is about KPAI. The aim of this study is to investigate the comments which contain cyberbullying by using impoliteness strategy proposed by Culpeper (2005). This study uses qualitative approach. It is shown by the data collection method which is done by examining documents. The analysis of this study is done by interpreting the collected data. The result shows that negative impoliteness is the most common impoliteness strategy to be used in cyberbullying. The second impoliteness strategy that is used in cyberbullying is bald on record. From both of these strategies, it can be concluded that cyberbullying tend to attack the addressee directly by using various types of statements. Abstrak Media sosial digunakan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, ini bisa membawa pengaruh baik dan buruk bagi penggunanya. Salah satu pengaruh buruknya adalah cyberbullying perundungan secara online). Cyberbullying yang ditemukan di Instagram berbeda dengan media sosial yang lain. Instagram menjadi sumber dari kampanye kebencian yang berasal dari akun gosip. @Lambe_turah adalah salah satu akun gosip terbesar di Indonesia. Unggahan di akun @Lambe_turah telah memicu para pengikutnya atau yang disebut followers untuk melakukan cyberbullying kepada orang yang ada pada unggahan terkait, dalam penelitian ini penulis menggunakan KPAI. Tujuan dari penelitian ini ada untuk menginvestigasi komen-komen yang mengandung cyberbullying dengan menggunakan strategi ketidaksopana yang digagas oleh Culpeper (2005). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, ini terlihat dari metode pengumpulan data yang dilakukan dengan meneliti dokumen. Analisis dari penelitian ini dilakukan dengan menginterpretasi data-data yang sudah didapat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tipe ketidaksopanan negatif adalah strategi ketidaksopanan yang paling sering digunakan pada cyberbullying, dan yang kedua adalah secara langsung. Dari teratas kedua yang digunakan dalam cyberbullying, bisa disimpulkan bahwa pelaku penindasan di media sosial lebih banyak melakukan penyerangan langsung dengan menggunakan berbagai macam tipe umpatan. Kata kunci: cyberbullying, sosiolinguistik, strategi ketidaksopanan
Register Mobile Ads on Olx Online Sale and Purchase Sites: Sociolinguistic Studies Rizqi Hidayatulloh; Tri Pujiati
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.763 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.040112

Abstract

Advertisements in online trading sites OLX is a communication process that certainly varies in shape. This study aims to (1) describe the form of registers, (3) describe the meaning of registers, and (3) describe the language functions in the registers contained in advertisements of mobile phone in online trading sites OLX. This study uses descriptive qualitative method with Sociolinguistics perspective. Data are taken from OLX advertisement by using sampling method which then captured the screen data for further categorization and analysis. The results of the study are that (1) the form of registers contained in advertisements of mobile phone on the OLX online trading site contains a single form and complex form of affixation, abreviation and repetition; (2) the meaning of register on mobile phone at OLX online trading site is in the form of lexical, grammatical meaning, and contextual meaning; and (3) language functions in OLX online buying and selling of mobile phone registers are instrumental functions, regulatory functions, representation functions, interactional functions, and personal functions. Abstrak Iklan dalam situs jual beli online OLX merupakan sebuah proses komunikasi yang tentu bervariasi bentuknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk register, (2) mendeskripsikan makna register, dan (3) mendeskripsikan fungsi bahasa pada register yang terdapat pada iklan ponsel dalam situs jual beli online OLX. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diambil dari iklan OLX yang dikumpulkan dengan menggunakan metode sampling yang kemudian data di tangkap layar untuk selanjutnya di kategorikan dan di analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk register yang terdapat dalam iklan ponsel pada situs jual beli onlie OLX yaitu bentuk tunggal dan bentuk kompleks berupa afiksasi, abreviasi dan pengulangan; (2) makna register iklan ponsel pada situs jual beli online OLX berupa makna leksikal, gramatikal, dan makna konteekstual; dan fungsi bahasa pada register jual beli online OLX berupa fungsi instrumental, fungsi regulasi, fungsi representasi, fungsi interaksional, dan fungsi personal. Kata kunci : sosiolinguistik, ragam bahasa dan register
At Tahlil At Taqabuli (Contrastive Analysis) Vocabulary in Indonesian and Arabic Azisi; Faisal Faliyandra
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.726 KB)

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the differences between Indonesian vocabulary and Arabic based on time, number, persona and sentence structure. The method in this study is synchronous plosive. The research is based on three stages, namely (1) The data provision phase, (2) The data analysis stage, and (3) the presentation stage of the data analysis results. This research Data is a vocabulary that shows the meaning of time, number, persona, and sentence structure in Bahasa Indonesia and Arabic. The results of the study are the difference forms between Indonesian vocabulary and Arabic based on times, numbers, and persona. At the level of time, there is a difference in the past, nowadays, and times will come. At the level of the number there are differences in the number of singularist and pluralist numbers. Then, at the persona, there is a difference of first-person persona, a second-person persona, and a third-person persona. In the sentence structure there are differences that generally located in the subject/Fa'il. The subject is ahead in the sentence structure in B1, but the subject or Fa'il in B2 is located in the second order (in the past) and in the first order (in the medium). Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsi perbedaan bentuk kosakata bahasa Indonesia dan bahasa Arab berdasarkan kala, jumlah, persona dan struktur kalimat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sinkronis kontrastif. Kemudian, penelitian ini didasarkan pada tiga tahap, yaitu (1) tahap penyediaan data, (2) tahap analisis data, dan (3) tahap penyajian hasil analisis data. Data penelitian ini adalah kosakata yang menunjukkan makna kala, jumlah, persona dan struktur kalimat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Hasil penelitian berupa perbedaan bentuk kosakata bahasa Indonesia dan bahasa Arab berdasarkan kala, jumlah, dan persona. Pada tataran kala terdapat perbedaan kala lampau, kala sekarang, dan kala akan datang. Pada tataran jumlah terdapat perbedaan jumlah singularis dan jumlah pluralis. Kemudian, pada tataran persona terdapat perbedaan persona orang pertama, persona orang kedua, dan persona orang ketiga. Dalam struktur kalimat terdapat perbedaan yang pada umumnya terletak pada subyek/fa’il. Subyek berada di depan dalam struktur kalimat dalam B1, namun subyek atau fa’il dalam B2 terletak di susunan kedua (dalam kala lampau) dan pada susunan yang pertama (dalam kala sedang). Kata kunci: kala, kata, persona, struktur kalimat, analisis kontrastif
Teacher Strategies in Improving Literacy Comprehension Skills in Grade IV Students in Primary Schools Ahmad Hariandi; Asril Asril; Zubaedah Zubaedah
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.143 KB)

Abstract

This study aims to describe the strategies implemented by teachers in improving literacy comprehension in grade IV F students of SD Negeri 47 / IV Jambi City. This research is a qualitative research. The subjects in this study were the fourth grade F. homeroom teacher. The data in this study were obtained through observations during the learning process, the interview with the homeroom teacher IV F, as well as documentation of learning activities, lesson plans, and reading texts in student books. After the data is collected, the data is checked using triangulation techniques and analyzed using the Miles and Huberman models with the stages of reducing data, presenting data, and drawing conclusions / verification. The results of this study indicate that the strategies implemented by teachers in improving literacy comprehension in grade IV F students of SD Negeri 47 / IV Jambi City, are ReQAR strategies, with the steps used by teachers in learning as follows: 1) teachers begin by conditioning students first before learning begins; 2) the teacher asks students to silently read the reading text; 3) the teacher asks questions to students; 4) the teacher asks students to ask questions; 5) teachers and students do question and answer about the reading text. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diimplementasikan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal pada peserta didik kelas IV F SD Negeri 47/IV Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru wali kelas IV F. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil observasi selama proses pembelajaran berlangsung, wawancara terhadap guru wali kelas IV F, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran, RPP, dan teks bacaan pada buku siswa. Setelah data terkumpul, data dicek menggunakan triangulasi teknik dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan mereduksi data, menyajikan data, dan mengambil kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang diimplementasikan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal pada peserta didik kelas IV F SD Negeri 47/IV Kota Jambi, adalah strategi ReQAR, dengan dengan langkah yang digunakan guru dalam pembelajaran sebagai berikut: 1) guru mengawali dengan mengkondisikan peserta didik terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai; 2) guru meminta peserta didik untuk membaca dalam hati teks bacaan tersebut; 3) guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik; 4) guru meminta peserta didik bertanya; 5) guru dan peserta didik melakukan tanya jawab mengenai teks bacaan. Kata kunci: strategi guru, membaca pemahaman literal
Analysis of Directive Speech Acts in Mata Najwa Youtube Channel Because of Corona: Why Indonesia Is Not Like Singapore Anindya Prawita; Asep Purwo Yudi Utomo
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.367 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.040109

Abstract

The translation of a speech often requires for attention. That's because in speech, speakers may have another purpose. Another purpose in the speech could be get the speech partner to do something. In that case, it is referred to as a directive speech. The purpose of this research is to describe directive speech that is found in Mata Najwa's youtube channel entitled "Gara-Gara Corona: Mengapa Indonesia Tak seperti Singapura". The data in this research is a sampling of the sources. The methods used in analysis are theoretical approaches and methodological approaches. Research shows that there are six types of speech function in Mata Najwa's youtube channel entitled "Gara-Gara Corona: Mengapa Indonesia Tak Seperti Singapura" that is directives command, ordered, demand, urging, suggest, and cue. Based on analysis, the most dominant function of directive speech is suggesting speech. The value of this research is to complement previous studies on directive speech. Abstrak Penerjemahan suatu tuturan sering memerlukan perhatian. Hal tersebut terjadi karena di dalam tuturan, penutur mungkin saja memiliki maksud lain. Maksud lain dalam tuturan tersebut bisa saja untuk menyuruh mitra tutur melakukan sesuatu. Dalam hal ini, disebut sebagai tindak tutur direktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam saluran youtube Mata Najwa dengan judul “Gara-Gara Corona: Mengapa Indonesia Tak Seperti Singapura”. Data dalam penelitian ini adalah penggalan tuturan para narasumber dalam program tersebut. Metode yang digunakan dalam analisis adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Hasil penelitian menunjukkan ada enam jenis fungsi tindak tutur direktif dalam saluran youtube Mata Najwa dengan judul “Gara-Gara Corona: Mengapa Indonesia Tak Seperti Singapura”, yaitu tindak tutur direktif memerintah, meminta, menyuruh, mendesak, menyarankan, dan memberi aba-aba. Berdasarkan hasil analisis, fungsi tindak tutur direktif yang paling dominan adalah tuturan direktif menyarankan. Manfaat penelitian ini adalah untuk melengkapi penelitian terdahulu mengenai tindak tutur direktif. Kata kunci: tindak tutur direktif, saluran youtube, Mata Najwa, analisis, pragmatik
Analysis of Directive Speech Actions in the Liam and Laila Films and its Relevance as Teaching Material in Class XI SMA Suryo Daru Santoso; Ria Saputri
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.199 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.04018

Abstract

The purpose of this study is to describe: (1) the form and function of directive speech acts contained in the Liam and Laila film conversations and (2) the relevance of directive speech acts in Liam and Laila films as teaching material in class XI of high school. This research is a qualitative descriptive type, the object of research is speech in conversation in the film Liam and Laila which is focused on directive speech act analysis. The data in this study are in the form of utterances which are thought to include forms of directive speech acts taken from conversations in the film Liam and Laila. The data collection techniques used are competent, free listening and note taking techniques, while the data analysis technique uses the matching method. The results showed: (1) the form and function of speech acts include: requests (asking, asking, pressing, and inviting), questions (asking and interrogating), commands (willing, asking, demanding, and requiring), prohibitions (prohibiting and limiting) ), granting permission (approving, allowing and forgiving), advice (advising and warning). (2) The directive speech acts in the Liam and Laila films can be used as teaching materials for class XI high school students in KD 3.19 Identifying the contents and language of the drama that is read or watched. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) bentuk dan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat pada percakapan film Liam dan Laila dan (2) relevansi tindak tutur direktif dalam film Liam dan Laila sebagai bahan ajar di kelas XI SMA. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif, objek penelitian berupa tuturan-tuturan dalam percakapan pada film Liam dan Laila yang difokuskan pada analisis tindak tutur direktif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang diduga termasuk bentuk tindak tutur direktif yang diambil dari percakapan pada film Liam dan Laila. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan metode padan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) bentuk dan fungsi tindak tutur meliputi: permintaan (meminta, memohon, menekan, dan mengajak), pertanyaan (bertanya dan menginterogasi), perintah (menghendaki, menyuruh, menuntut, dan mensyaratkan), larangan (melarang dan membatasi), pemberia izin (menyetujui, membolehkan, dan memaafkan), nasihat (menasihati dan memperingatkan). (2) Tindak tutur direktif dalam film Liam dan Laila dapat digunakan sebagai bahan ajar siswa kelas XI SMA pada KD 3.19 Mengidentifikasi isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton. Kata kunci: tindak tutur direktif, film Liam dan Laila, bahan ajar, kelas XI SMA
Speech Situation Analysis Allfy Rev Propose for Linka in The Twilight and Morning Music Videos Amilia Buana Dewi Islamy
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.934 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.040116

Abstract

Speech situation needs to be understood as the cause of the occurrence of speech events in which there are certain speech acts. Speech situation analysis is important to analyze because it is related to understanding the purpose of speech. The purpose of analyzing the situation of the speech is to minimize misunderstandings in communication by understanding. By analyzing the situation of speech can be determined the type of speech act. In addition, the intent will be understood with rational reasons. Music trends that combine with personal life aside from being a place for expressing the expression of the author can also attract the market. The themes of love become the theme of choice by people in early adulthood. Responding to the video, there are two contradictory assumptions about marrying at a young age, some consider it positive and some consider it negative. This study aims to explain through the analysis of the speech situation, that the speaker has a specific purpose. That purpose must be understood in full so that the community is able to assess objectively. The research approach is a pragmatic approach and a qualitative descriptive approach. The data of this research is in the form of speech fragments which are suspected to be directive speech acts. The data source in this study is the speech contained in the music video Dusk and Morning. Data collection techniques using the technique of free and involved involved proficient and note taking techniques. The data analysis method is in the form of a matching method, while the method of presenting the results of data analysis uses the informal method. From this research it is expected to find the meaning in a music video and the value of mutual respect that will be useful with references in life. Abstrak Situasi tutur perlu dipahami sebagai penyebab dari munculnya peristiwa tutur yang di dalamnya terdapat tindak tutur tertentu. Analisis situasi tutur menjadi penting untuk dianalisis karena berkaitan dengan pemahaman maksud dari tuturan. Tujuan dari menganalisis situasi tutur adalah untuk meminimalkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi dengan cara memahami. Dengan menganalisis situasi tutur dapat ditentukan jenis tindak tutur. Selain itu, maksud akan dipahami dengan alasan yang rasional. Tren musik yang digabungkan dengan kehidupan pribadi selain sebagai wadah pengungkapan ekspresi pengarangnya, juga dapat menarik pasar. Tema-tema cinta menjadi tema pilihan oleh orang-orang yang berada pada usia dewasa awal. Terhadap video tersebut terdapat dua anggapan yang bertentangan tentang menikah di usia muda, ada yang menganggapnya positif dan ada yang menganggapnya negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan melalui analisis situasi tutur, bahwa penutur memiliki maksud tertentu. Maksud itu harus dipahami secara utuh agar masyarakat mampu menilai secara objektif. Pendekatan penelitian ini berupa pendekatan pragmatik dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan tuturan yang diduga merupakan tindak tutur direktif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu tuturan yang terdapat pada video musik Senja dan Pagi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data berupa metode padan, sedangkan metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Dari penelitian ini diharapkan dapat menemukan maksud dalam sebuah video musik dan nilai saling menghargai yang akan berguna dengan referensi dalam kehidupan. Kata kunci: situasi tutur, tindak tutur direktif, ajakan,konteks tuturan, melamar
Ecocritism in Sepotong Senja untuk Pacarku by Seno Gumira Ajidarma Himatul Ulya; Khoirunnisa Khoirunnisa; Evi Chamalah
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.404 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.040113

Abstract

Nature was created with a specific purpose by God, as the best creatures created by God it is fitting to preserve nature to run according to the purpose it was created. Never damage an existing order. This in literature can be studied in ecology. In an ecological literature, it is used as a message that the writer wishes to convey to his readers to maintain his environment. The research with literary ecology was conducted using a descriptive qualitative method with a pragmatic approach. The source of the data used is the collection of short stories Sepotong Senja untuk Pacarku by Seno Gumiro Ajidarma with data containing ecocritical meaning. The technique he uses himself is literature study by reading hermeneutics or learning about interpretations of meaning. The research instrument used is the data kit. The results of this study are found data or messages of the author to invite to protect the environment found from several short stories. Abstrak Alam diciptakan deng maksud tertentu oleh Tuhan, sebagai makhluk terbaik yang diciptakan oleh Tuhan sudah sepatutnya menjaga alam agar berjalan sesuai tujuan diciptakannya. Jangan pernah merusak tatanan yang sudah ada. Hal tersebut dalam sastra dapat dipelajari dalam ekologi. Dalam sebuah karya sastra ekologi dijadikan sebagai suatu pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembacanya untuk tetap menjaga lingkunngannya. Penelitian dengan ekologi sastra tersebut dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data yang digunakan yaitu kumpulan cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku karya Seno Gumiro Ajidarma dengan data yang mengandung makna ekokritisme. Teknik yang digunakannya sendiri yaitu studi pustaka dengan cara membaca secara hermeneutika atau mempelajari tentang interpretasi makna. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu katu data. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan data atau pesan penulis untuk mengajak menjaga lingkungan yang ditemukan dari beberapa judul cerpen. Kata kunci: ekokritisme, kumpulan cerpen, sepotong senja untuk pacarku
Communication of Java Language in The Form of Transmigration Families in Kalimantan Ngalimun
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.454 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.040104

Abstract

This research will focus on the use of Javanese communication related to the form of family greetings that can be seen from the completeness of its elements. Javanese communication forms of family greetings are divided into three, namely: complete greeting forms, incomplete greeting forms, and a combination of complete greeting forms and incomplete greeting forms. Whereas based on the meanings and meanings of language communication, the form of family greetings can be in the form of self-names, kinship terms, paraban, national titles, adjective transpositions, and beatings. Factors that influence Javanese communication in the form of family greetings are the position of parents towards their children viewed from various aspects of course higher, but related to the use of the form of greeting it turns out that its use often shows a respectful form of greeting. This can be related to the role of the first person as a parent whose obligation is to educate and direct their children to be good children, who have good manners and can respect others and also their own parents. Other things that affect the form of family greetings are the first person, second person, third person, the meaning of the speaker, the color of the emotion, the tone of the speech, the subject, speech sequence, form of discourse, speech facilities, speech scenes, speech environment, and linguistic norms. Abstrak Penelitian ini akan difokuskan pada penggunaan komunikasi bahasa Jawa yang berkaitan dengan bentuk sapaan keluarga yangdapat dilihat dari kelengkapan unsur-unsurnya. Komunikasi bahasa Jawa bentuk sapaan keluarga dibedakan menjadi tiga, yaitu: bentuk sapaan lengkap, bentuk sapaan tak lengkap, dan gabungan bentuk sapaan lengkap dan bentuk sapaan tak lengkap. Sedangkan berdasarkan makna dan artinya komunikasi Bahasa bentuk sapaan keluarga dapat berupa nama diri, istilah kekerabatan, paraban, gelar kebangsawaan, transposisi ajektif dan poyokan. Faktoryang mempengaruhi komunikasi Bahasa Jawa dalam bentuk sapaan keluargaadalah posisi orang tua terhadap anak-anaknya dilihat dari berbagai segi tentunya lebih tinggi, namun berkaitan dengan pemakaian bentuk sapaan ternyata sering sekali penggunaannya justru menunjukan bentuk sapaan yang hormat. Hal ini dapat dikaitkan dengan peran orang pertama sebagai orang tua yang salah satu kewajibannya adalah mendidik dan mengarahkan anak-anaknya agar menjadi anak yang baik, yang memiliki sopan santun dan dapat menghormati orang lain dan juga orang tuanya sendiri. Hal lain yang mempengaruhi bentuk sapaan keluarga adalah orang pertama, orang kedua, orang ketiga, maksud penutur, warna emosi, nada suasana bicara, pokok pembicaraan, urutan bicara, bentuk wacana, sarana tutur, adegan tutur, lingkungan tutur, dan norma kebahasaan. Kata kunci: bentuk sapaan, komunikasi Bahasa Jawa

Page 8 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2024): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021 Vol 5 No 2 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 2, Desember Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020 Vol 4 No 2 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 2, Desember Vol 3 No 1 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 1, Juni 2019 Vol 3 No 2 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 2, Desember Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018 Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember Vol 1 No 1 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 1, Juni 2017 Vol 1 No 2 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 2, Desember More Issue