cover
Contact Name
Muliyadi
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282233159448
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kelurahan Tanah Tinggi Barat Kecamatan Kota Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : https://doi.org/10.32763/juke
Core Subject : Health, Social,
JUKE : Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate is an national peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of health Science. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the health of science. The Jurnal Kesehatan follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 384 Documents
Pengalaman Keluarga Sebagai Caregiver Pasien Skizofrenia : Systematic Review: Skizofrenia Silvia Nuruddani
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v14i1.244

Abstract

Gangguan jiwa merupakan suatu sindrom yang dapat menimbulkan permasalahan pada satu atau lebih fungsi kehidupan. Skizofrenia merupakan bagian dari gangguan jiwa yang ditandai dengan penyimpangan perilaku dan pembicaraan yang aneh, pikiran yang tidak koheren atau pikiran yang tidak logis, perilaku dan pembicaraan yang aneh, delusi dan halusinasi, dimana kondisi ini terjadi karena perubahan pada struktur fisik otak, dan struktur kimia otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga sebagai caregiver dengan anggota keluarga yang menderita skizofrenia. Desain yang digunakan adalah systematic review yaitu mengumpulkan artikel terkait masalah pengalam keluarga sebagai caregiver pada penderita skizofrenia. Pengalaman keluarga sebagai caregiver pada penderita skizofrenia menjadi salah satu faktor dalam kesembuhan dan mencegah kekambuhan pada pasien skizofrenia, dimana dengan adanya dukungan keluarga penderita skizofrenia dapat mendapatkan perawatan yang lebih baik dan benar. Dengan hal itu, diharapkan terhadap masyarakat dan anggota keluarga memberikan stigma yang positif terhadap penderita skizofrenia, dan terhadap tenaga medis meningkatan program pelayanan kesehatan jiwa keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memaksimalkan fungsi perawatan dirumah.
Literature Review: Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Pada Balita Megaratri Puspitasari
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v14i1.250

Abstract

Status gizi pada balita dipengaruhi oleh dua faktor, salah satunya faktor langsung yang terdiri dari asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Penyakit infeksi membuat balita kehilangan zat gizi yang ditandai dengan menurunnya nafsu makan sehingga zat gizi dalam tubuh berkurang dan membuat status gizi pada balita menjadi kurang baik. Literature review ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mencari jurnal melalui portal garuda dan google scholar dengan rentang tahun 2016 hingga 2020. Kata kunci yang digunakan dalam mencari artikel yang sesuai dengan penelitian yaitu pada portal garuda dan google scholar adalah “penyakit infeksi, status gizi pada balita”. Hasil penelusuran yang didapatkan pada portal garuda 7 artikel dan google scholar 6190 artikel dimana hanya 12 artikel yang sesuai dengan penelitian ini. Penyakit infeksi yang berkaitan dengan status gizi pada balita diantaranya nafsu makan menurun, asupan dalam tubuh berkurang, balita pernah menderita penyakit infeksi, makanan tercemar, sanitasi dan kondisi lingkungan sekitar yang kurang baik serta kurang dalam menjaga kebersihan. Kesimpulan pada penelitian ini penyakit infeksi memiliki keterkaitan dengan status gizi pada balita.
Hubungan Panjang Badan Lahir dan Riwayat Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting Balita Alsri Windra Doni; Elda Yusefni; Dewi Susanti; Putri Kartika Wulandari
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v13i2.267

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan sampai usia 2 tahun sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Data Riskesdas prevalensi stunting secara nasional tahun 2007 sebesar 36,8 %, tahun 2013 sebesar 37, 2% dan tahun 2018 sebesar 30,8% . Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan panjang badan lahir dan riwayat imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode study literatur review jenis narrative review. Populasi penelitian ini Anak balita umur 12–59 bulan. Sampel penelitian dengan literatur yang diambil saat study literature review. Tahapan pengumpulan data berpedoman pada studi study literature review. Hasil penelitian ada hubungan panjang badan lahir dan riwayat imunisasi dasar dengan kejadian stunting dimana panjang badan lahir dapat memicu stunting dan riwayat imunisasi dasar yang tidak lengkap berisiko terjadinya stunitng. Kesimpulan diketahui mayoritas kejadian stunting terjadi pada anak balita. Disarankan kepada petugas kesehatan lebih meningkatkan upaya untuk mencegah stunitng di wilayah kerjanya masing-masing.
Hubungan Asupan Makanan Sumber Protein dan Vitamin C dengan Proses Penyembuhan Luka Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Diabetes Center Kota Ternate nur m ali
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v13i2.268

Abstract

Kota Ternate merupakan Kota dengan prevalensi diabetesi terbesar dibandingkan 9 Kabupaten/Kota di Maluku Utara yaitu 2,9%. Ulkus kaki diabetes (UKD) merupakan salah satu komplikasi kronik diabetes melitus yang sering dijumpai dan ditakuti karena pengelolaannya sering mengecewakan dan berakhir dengan amputasi, bahkan kematian (Yuanita, 2011). Pengelolaan  penyakit DM dengan komplikasi ulkus kaki difokuskan dengan menjaga keseimbangan kadar glukosa darah dalam memperlambat terjadinya komplikasi, memperbaiki dan menjaga keadaan umum termasuk status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan makanan sumber protein dan vitamin C dengan penyembuhan luka pasien DM tipe 2.  Jenis penelitian non eksperimen dengan desain korelasional (Corelation Research). Hasil yang diperoleh bahwa Jumlah asupan protein tertinggi responden berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan rendah adalah asupan lebih yaitu hanya 1 orang (3,3%). Asupan vitamin C tertinggi pada kategori kurang yaitu sebanyak 18 orang (60.%) dan jumlah terendah adalah sebanyak 12 orang (40%). jenis protein yang banyak di konsumsi adalah jenis asupan protein hewani yaitu sebanyak 29 orang (96,7%) dan hanya 1 orang (3,3%) yang mengkonsumsi jenis protein nabati. Asupan Jenis Vitamin C terbanyak adalah sayur dan buah yaitu sebanyak 14 orang (46,7%), sedangkan yang paling rendah adalah responden mengkonsumsi buah sebanyak 6 orang (20%). Dapat disimpulkan bahwa Tidak Ada hubungan antara asupan protein, jenis protein, asupan vitamin C dan jenis vitamin C dengan penyembuhan luka pasien DM tipe 2 di Diabetes Center Kota Ternate
Pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok Stimulasi Sensori Terhadap Psikososial Lanjut Usia Di Panti Werdha Himo-Himo Kota Ternate Tahun 2019 arini krisnawati
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v13i2.271

Abstract

The state of deterioration in the condition of the elderly can cause balance disorders that lead to the elderly towards a progressive deterioration, especially psychological aspects. Group activity therapy is a therapeutic modality performed by nurses on a group of clients who have the same nursing problems, activities are used as therapy and groups  are used as targets of care. In the group there is a dynamic interaction that is interdependent, mutually needing and becomes a laboratory where clients practice new adaptive behaviors to improve old maladactive behaviors. The research method used quantitative with a quasi-experimental design using a pre-post test control group. The sample used by purposive sampling amounted to 40 people. Collecting data using observation techniques and guided interviews. The psychosocial observation sheet for the elderly is developed into 18 observations and each observation requires an alternative answer option. Data analysis using the Wilcoxon test. The results of the data test obtained a p-value of 0.000, then H1 was accepted and H0 was rejected because the p value was less than 0.05, meaning that there was an effect of Sensory Stimulation Group Activity Therapy on the Psychosocial Elderly at the Himo-Himo Home for the Elderly in Ternate City in 2019. Sensory stimulation group activity should be adapted to the ability of the elderly and must be liked by the elderly and in accordance  with the conditions
DETERMINAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KOTA PALOPO Miftahul Jannah
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v14i1.276

Abstract

Merokok masih menjadi salah satu masalah terbesar dalam kesehatan. Kebiasaan ini merupakan salah satu risiko bagi kesehatan global yang dapat menyebabkan kematian manusia. Saat ini, perilaku merokok semakin merata, bukan hanya perilaku orang dewasa tetapi juga telah menjadi gaya hidup anak remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perilaku merokok remaja dan menganalisis determinan yang mempengaruhi perilaku merokok tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2020 di Kota Palopo. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara online oleh 302 siswa-siswi sekolah menengah atas yang diambil secara acak dari total empat sekolah. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 16,6% responden yang pernah merokok. Uji multivariat dengan regresi logistik ganda menunjukkan bahwa faktor pengetahuan (OR=3,789, 95% CI: 1,755-8,176), sikap (OR=3,515, 95% CI: 1,771-6,977) dan kemudahan mengakses rokok (OR= 4,493, 95% CI: 1,677-12,037) berhubungan dengan perilaku merokok remaja setelah dikontrol oleh dukungan keluarga. Kemudahan mengakses rokok merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku merokok remaja. Siswa-siswi yang mudah mengakses rokok berisiko 4,493 kali untuk merokok dibanding yang tidak mudah mengakses rokok setelah dikontrol oleh pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini adalah siswa-siswi yang berpengetahuan rendah, memiliki sikap negatif dan mudah mengakses rokok lebih berisiko untuk berperilaku merokok.
Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Terhadap Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus dalam Pengobatan di UPT Diabetes Center Kota Ternate Muhlisa Muhlisa; Amira Bin Seh Abubakar
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v13i2.283

Abstract

Diabetes mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai “kencing manis” adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat disfungsi sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Maluku Utara merupakan salah satu Provinsi di Indonesia dengan prevalensi sekitar 1,1% (Riskesdas, 2013). Pada bulan Januari sampai dengan Desember 2016 rata-rata kunjungan pasien DM per bulan adalah 163. Kepatuhan terhadap pengobatan pasien DM merupakan faktor penting untuk mencapai tujuan pengobatan dan efektif untuk mencegah beberapa komplikasi DM, terapi yang tepat dapat membawa banyak dampak positif bagi Kesehatan atau kesembuhan pasien yaitu kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat dalam jangka waktu lama, bahkan seumur hidup penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan Kegiatan Terapi Kelompok pada kepatuhan pengobatan pasien DM di wilayah kerja Pusdalops Kota Ternate tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pasien di wilayah kerja Pusdalops Kota Ternate. Pertama, pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi kemudian dianalisis dengan mengkategorikan data, mendeskripsikan ke dalam unit-unit, mensintesis, mengorganisir ke dalam pola, menentukan apa yang penting untuk dipelajari dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan Group Therapy Activities terhadap kepatuhan minum obat (pValue = 0,814). Secara statistik umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan riwayat DM sebelumnya juga tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap kepatuhan minum obat (pValue> 0,05).
Pengaruh Penerapan Teknik Hypno Emotion Freedom terhadap Tingkat Stres Kerja Perawat di RSUD dr. H Chasan Boesoirie Ternate amin Nudin
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v14i1.341

Abstract

Perawat adalah tenaga profesional yang mempunyai tanggung jawab dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di rumah sakit dan mempunyai peran penting dalam penyelenggaraan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pusat pelayanan di rumah sakit yang membutuhkan tanggung jawab dan aktivitas perawat yang tinggi adalah Emergency Room Service (IGD), Intensive Room (ICU) dan perawatan bedah. Permintaan beban kerja yang tinggi ini menyebabkan perawat di bagian pelayanan berisiko mengalami stres. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra eksperimen dengan rancangan one group pre-test-post-test in paired groups. Sampel yang digunakan adalah 46 perawat. Analisis data menggunakan uji Independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden yang mengalami stres kerja sedang sebanyak 14 (61%) sebelum diberikan terapi Hypno EFT, dan mengalami penurunan stres menjadi stres ringan 10 orang (43%) setelah diberikan terapi Hypno EFT. . Sedangkan dari 9 responden (39%) yang mengalami stres kerja ringan, semuanya mengalami penurunan stres. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Independent Simple t-test sebesar 0,000 dimana nilai <p-value (0,05) yang berarti terdapat pengaruh penerapan Hypno Emotional Freedom Technique terhadap tingkat stres kerja karyawan. perawat di dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Hypno EFT dapat menjadi pilihan untuk mengurangi stres sehingga tenaga perawat khususnya dapat terus menjaga dan meningkatkan kinerja dan kinerja pelayanan keperawatan.
Analisis Karakteristik Individu dengan Gejala Cacingan pada Anak Kampung Pasar Keputran Surabaya Noer Farakhin; Dwi Handayani; Renjani Sulistianah
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v14i2.247

Abstract

Latar Belakang: Anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya 57% bergejala cacingan, sebagian besargejala yang dimiliki di antaranya, batuk, perut sering sakit, anemia, kurus, pucat, nafsu makan kurang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik individu dengan gejala cacingan pada anak usia 6-15 tahun di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan studi epidemiologi deskriptif pendekatan kuantitatif rancangan cross sectional dengan menggunakan sumber data sekunder. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia 6-15 tahun berjumlah 42 responden. Penelitian ini mengambil total populasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi tabulasi silang dengan melihat nilai OR dan probabilitas. Hasil: Penelitian menunjukan 59,5% responden bergejala cacingan. Responden yang lebih berisiko mengalami gejala cacingan berkarakteristik perempuan (35,7%; OR = 1,050; P = 51%), usia ≥ 10-15 tahun (26,7%; OR = 1,440; P = 59%), status giziwasted (4,7%; OR = 1,739; P = 63%), status ekonomi bawah (40,5%; OR = 1,889; P = 65%) dan berpengetahua nkurang (23,8%; OR 1,600; P = 62%). Kesimpulan: Karakteristik individu yang berstatus gizi wasted, ekonomi bawah dan berpengetahuan kurang menunjukkan risiko mengalami gejala cacingan lebih besar dibandingkan dengan karakteristik lainnya.
Gambaran Personal Hygiene dengan Gejala Cacingan pada Anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya Renjani Sulistianah; Dwi Handayani; Noer Farakhin
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v14i2.253

Abstract

Latar Belakang: Penyakit cacingan banyak dijumpai di negara berkembang beriklim tropis dan subtropis, seperti Indonesia. Kejadian cacingan merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak dengan personal hygiene buruk. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran personal hygiene dengan gejala cacingan pada anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan studi epidemiologi deskriptif pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan seluruh total populasi yang berjumlah sebanyak 49 anak berusia 5-12 tahun. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi tabulasi silang dengan melihat nilai Odd Rasio (OR) dan probabilitas (P). Hasil:Hasil penelitian menunjukkan (38,8%) responden bergejala cacingan dan sebagian besar memiliki personal hygienebaik (73,5%). Responden yang memiliki kebiasaan defekasi yang buruk memiliki kemungkinan 1,059 kali mengalami gejala cacingan (P=51%). Kesimpulan: Personal hygiene yang buruk terutama pada kebiasaan defekasi dapat berisiko menimbulkan gejala cacingan pada anak. Oleh karena itu diharapkan peran orang tua dalam pola asuh dapat mengajarkan dan membiasakan anak untuk senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat.

Filter by Year

2014 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue