JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
JKP terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember dengan nomor eISSN: 2549-841X. Adapun tujuannya adalah mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian teoritis (invited authors) dalam bidang bimbingan dan konseling yang belum pernah dipublikasikan. Penulis bisa berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati bimbingan dan konseling. Cakupan dan ruang lingkup materi terdiri dari: Pertama kurikulum bimbingan dan konseling. Kedua teknik bimbingan dan konseling. Ketiga media bimbingan dan konseling. Keempat bimbingan dan konseling berbasis teknologi dan informasi. Kelima penilaian dan evaluasi bimbingan dan konseling. Keenam Lesson Study, dan lainnya yang terkait dengan peningkatan kualitas konselor.
Articles
83 Documents
ANALISIS TERHADAP SUDUT PANDANG G. HUSSEIN RASSOOL TENTANG KONSELING PSIKOANALITIK DALAM PERSPEKTIF ISLAMI
Nusuki, Nusuki;
Rohmatullah, Baiq
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 5 No 2 (2021): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v5i2.4964
Tujuan Konseling Islami adalah memfungsikan seoptimal mungkin nilai-nilai keagamaan dalam kebulatan pribadi atau tantangan masyarakat, sehingga dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan masyarakat. Konseling psikoanalitik memiliki pandangan, pemikiran, dan praktik yang berbeda. Sigmund Freud menempatan pandangannya dalam teori bahwa pendekatan psikoanalitik yang dalam pembahasan-pembahasan ahli sebelumnya dianggap sebagai pendekatan psikologis yang menganut paham ateis, pandangan Freud yang menganggap agama sebagai reaksi manusia atas ketakutan dalam dirinya dan anggapan bahwa Tuhan hanyalah refleksi dari oedius complex, serta tentang agama adalah ilusi yaitu kepercayaan yang dasar utamanya adalah angan-angan. penelitian ini dilakukan dengan kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Metode penelitian yang dipilih dalam tulisan ini adalah penelitian pustaka (Library Research). Data dikumpulkan dari dokumen dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa. Hasil penelitian peneliti masih menyesuikannya
LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MENGGUNAKAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK UNTUK PERSIAPAN KARIR SISWA
Yulianti, Dewi;
Hadi, Muhammad Alfan
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 5 No 2 (2021): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v5i2.4963
Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi siswa kelas X DPIB 2 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selong yakni masalah persiapan dalam memilih karir, yang disinyalir terjadi karena kurangnya pemahaman mendalam yang dimiliki siswa. Untuk persiapan karirnya Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman memilih karir pada siswa kelas X DPIB 2 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selong sebelum dan sesudah diberi layanan bimbingan klasikal serta untuk mengetahui efekivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan pemahaman memilih karir pada siswa kelas X DPIB 2 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selong. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen. Subyek penelitian ialah siswa kelas X DPIB 2 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selong. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket pemahaman pemilihan karir siswa. Data dianalisis dengan analisis deskripsi dan uji hipotesis menggunakan rumus T-test. Hasil penelitian menunjukkan data kondisi awal siswa sebelum mendapatkan layanan bimbingan klasikal masuk dalam kategori sedang dengan skor (43,65) dan kondisi siswa setelah mendapat layanan bimbingan klasikal masuk dalam kategori tinggi dengan skor (47,25). Terdapat pengaruh bimbingan klasikal untuk meningkatkan pemahaman memilih karir pada siswa dengan hasil t-hitung 9,25 ˃ t-tabel 2,042 yang artinya signifikan. Maka dapat dinyatakan bahwa layanan bimbingan klasikal dapat untuk meningkatkan pemahaman dalam persiapan memilih karir pada siswa kelas X DPIB 2 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selong.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA
Siregar, Muhammad Deni;
Yunitasari, Dukha;
Suryawadi, Suryawadi
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 5 No 2 (2021): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v5i2.5076
Tujuan di adakan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini untuk mengetahui prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode demonstrasi pada kelas IV SDN 3 Filial SDN 1 Sajang. Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), meliputi: (1) Perencanaan (Planning), (2) Pelaksanaan dan Observasi (Acting and Observing), dan (3) Refleksi (Reflecting). Data di kumpulkan dengan tes tertulis, observasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan yaitu : prestasi siswa Kelas IV SDN 3 Filial SDN 1 Sajang dalam mengidentifikasi serta mendeskripsikan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan menyusun laporan hasil pengamatan dalam bentuk LKS yang terkait dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi, metode demonstrasi sebagai salah satu metode pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas IV SDN 3 Filial SDN 1 Sajang dalam pembelajaran IPA dengan Materi Makhluk Hidup dan lingkungannya, metode demonstrasi sebagai salah satu metode pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan siswa Kelas IV SDN 3 Filial SDN 1 Sajang dalam menulis laporan hasil pengamatan dalam bentuk LKS pada pembelajaran IPA.
TIPS -TIPS FLOW DALAM BELAJAR
Takiuddin, Muhamad
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 5 No 2 (2021): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v5i2.4710
Flow adalah pengalaman psikologis yang dapat dialami oleh setiap orang, merupakan salah satu bentuk kebahagiaan yang dapat terjadi diberbagai macam aktivitas, termasuk aktivitas belajar. Sebagain siswa tampaknya masih jarang mengalami flow pada saat melakukan kegiatan belajar, bisa jadi karena mereka tidak tahu cara untuk dapat menciptakan flow pada saat melakukan kegiatan belajar. Tips-tips belajar yang dapat membuat siswa mengalami flow perlu dicoba agar dapat merasakan sesnsai flow ketika melakukan kegiatan belajar. Metode yang dipakai untuk menemukan tips-tips agar dapat mengalami flow pada saat melakukan kegiatan belajar adalah mengkaji berbagai literature tentang teori flow, serta beberapa hasil penelitian berkaitan dengan flow. Dari hasil kajian tersebut ditemukan beberapa tips yang dapat digunakan agar dapat mengalami flow pada saat melakukan aktivitas belajar baik di sekolah maupun pada saat belajar diluar sekolah.
LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR SISWA
Aulia, Fitri;
Kamaria, Kamaria;
Musifuddin, Musifuddin
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 5 No 2 (2021): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v5i2.4965
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsep diri siswa dalam pengambilan keputusan karier melalui layanan bimbingan klasikal pada siswa kelas XII IPA MA NW Sakra. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan One Group Pre Test Post Test Design. Teknik pengumpulan data menggunakan pengisian angket dengan skala 1-4. Data dianalisis menggunakan paired sample t test dengan data berdistribusi normal dengan menggunakan bantuan program SPPS V.22. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung > ttabel (6,276 > 1,696) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan konsep diri dalam pengambilan keputusan karir siswa kelas XII IPA MA NW Sakra efektif digunakan.
Penanaman Nilai-Nilai Keimanan Melalui Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Humanistik Untuk Mengurangi Persepsi Pergaulan Bebas
Ripli, Muhammad .;
Nusuki, Nusuki;
Apriani, Sri
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 1 No 1 (2017): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v1i1.2355
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian layanan konseling kelompok dapat mengurangi persepsi pergaulan bebas siswa kelas VIII SMPN 2 Sakra. Karena data-data yang diperoleh berupa angka-angka, maka jenis penelitian yang digunakan adalah True- Experimental Design, desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design,sedangkan instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah instrumen berupa angket.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Sakra, sedangkan sampel dalam penelitian adalah siswa kelas VII-A dan VIII-E. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Stratitified Random Sampling (sampel berstrata) dan menggunakan sistem undian untuk menentukan populasi dan sampel sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data digunakan data angket. Instrumen dianalisis menggunakan teknik statistik treatmen. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa adanya korelasi yang signitifikan antara konseling kelompok dengan persepsi siswa terhadap konseling kelompok di SMPN2 Sakra, dengan r hitung= 61,011 dan r tabel = 2,074 (r hitung ˃ r tabel) dengan taraf signitifikasi 5 %. Penelitian ini ditemukan korelasi positif antara pemberian layanan konseling kelompok dengan persepsi siswa terhadap konseling kelompok, maka makin baik pula kemampuan persepsi siswa terhadap pergaulan bebas di SMPN 2 Sakra sangat ditentukan oleh pelaksanaan pemberian layanan konseling kelompok di SMPN 2 Sakra.
Eksplorasi Etnomatematika Masyarakat Suku Sasak Lombok Terhadap Penanaman Karakter Budaya
Yazid, Muhammad;
Mahmudah, Rifaatul
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 2 No 1 (2018): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v2i1.2361
Eksplorasi etnomatematika masyarakat Suku Sasak Lombok merupakan pengenalan matematika melalui varian budaya. Tujuannya untuk merubah mindset anak terhadap matematika yang selama ini tidak relevan untuk menjawab permasalahan yang ada di lingkungan hidupnya . Salah satunya pengintegrasian budaya kedalam matematika atau sebaliknya. Etnomatematika sudah menjadi disiplin ilmu dan menjadi perhatian inovasi matematika, karena pengajaran matematika di sekolah masih bersifat formal dan abstrak, sehingga dirasa tidak ada manfaat belajar matematika. Output yang dihasilkan siswa selain tertarik akan tertanam nilai karakter cinta terhadap budaya dan matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika masyarakat Suku Sasak Lombok. Untuk menanamkan karakter cinta matematika melalui budaya. Analisis data penelelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dari hasil eksplorasisertapendekatan etnografi, sehingga Pengumpulan data dari Multi methods (pengamatan, studi dokumenter, diskusi kelompok terfokus, dan wawancara mendalam (indepth interview).
Ketidakseimbangan Bakat Dan Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Dan Budi Pekerti Di SMPN 5 Yogyakarta (Ditinjau Dari Ilmu Psikologi )
Hamdini, Izmi Rafi;
Aulia, Fitri
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 1 No 1 (2017): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v1i1.2356
Keterbakatan (giftedness) merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki bakat-bakat yang unggul. Setiap peserta didik mempunyai potensi yang berbeda-beda. Perbedaan terletak pada jenis bakat. Ada yang berbakat dalam bermusik, ada yang berbakat dalam mengoperasikan angka-angka, ada yang berbakat dalam mengoperasikan kata-kata. Semua bakat tersebut saling berhubungan satu sama lain tetapi bekerja sendiri-sendiri, maksudnya adalah bahwa setiap peserta didik akan memiliki semua bakat tersebut akan tetapi hanya memiliki satu bakat yang lebih dengan diberikannya pelayanan khusus bagi anak- anak yang berbakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakseimbangan bakat dan prestasi akademik Siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi. Dalam pendekatan ini, menggunakan metode wawancara, sociometry, penilaian diri, pengumpulan data, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa ketidakseimbangan bakat dan prestasi akademik Siswa dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti disebabkan oleh faktor lingkungan keluarga yaitu di dalam lingkungan keluarga tersedianya pelayanan dalam mengembangkan bakatnya namun kurangnya pelayanan khusus untuk pengembangan Pendidikan Agama Islamnya, sedangkan dalam lingkungan sekolah, juga tidak diadakannya pelayanan khusus bagi anak yang berbakat seperti Siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti
Pengaruh Konseling Rebt Untuk Mencegah Pernikahan Dini Pada Siswa Kelas Xi IPS Di SMAN 1 Labuhan Haji
Partha, I Dewa Putu
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 2 No 1 (2018): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v2i1.2362
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendekatan konseling REBT untuk mencegah pernikahan dini pada siswa kelas XI IPS SMAN 1 Labuhan HajiTahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian subyek tunggal menggunakan desain (A-B). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan satu orang siswa yang bermasalah sebagai sampel yaitu yang diambil dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan angket. Analisis data dilakukan padafase baseline (A)dan fase intervensi(B), danmenggunakan rumus eksperimen subyek tunggal dengan menghitung banyaknya data poin (skor) dalam setiap kondisi, banyaknya variabel terikat yang ingin diubah, tingkat stabilitas data dan perubahan level data dalam satu kondisi atau antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian layanan pendekatan konseling REBT untuk mencegah pernikahan dini pada siswa kelas XI IPS SMAN 1 Labuhan Haji.
Perspektif Orang Tua Terhadap Implementasi Pendidikan Inklusif Di Taman Kanak-Kanak
Tejaningrum, Dhiarti
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 1 No 1 (2017): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/jkp.v1i1.2357
Pendidikan inklusif menganut konsep pembelajaran yang ramah. Hal ini berarti bahwa anak dan guru belajar bersama sebagai suatu komunitas belajar tanpa membedakan; guru menempatkan anak sebagai pusat pembelajar, guru mendorong pertisipasi aktif anak dalam belajar, serta memiliki minat untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Perencanaan dan persiapan harus diperhatian oleh semua pihak sebagai satu kesatuan dalam berjalannya pendidikan inklusif. Kesiapan sebuah sekolah untuk kelas inklusif kuncinya adalah penyatuan yang lebih besar siswa- siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) supaya berhasil bagi semua pihak yang berkepentingan. Di dalam pendidikan inklusif peran orangtua dan masyarakat merupakan bagian yang integral dalam mencapai keberhasilan sesuai tujuan pendidikan yang direncanakan secara optimal. Untuk melihat lebih lanjut bagaimana keterlibatan ataupun perspektif orangtua terhadap pendidikan inklusif penulis memberikan gambaran melalui penelitian kualitatif (studi kasus) melalui hasil wawancara terhadap tiga orangtua yang memiliki anak ABK sebagai narasumber. Dari hasil wawancara dari tiga perspektif orang tua terhadap pendidikan inklusi dapat di ambil kesimpulan bahwa tujuan dari pendidikan inklusif belum berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan inklusif itu sendiri, pada kenyataannya masih melihat kemungkinan-kemungkinan dalam menerima peserta didik dan permasalahan SDM yang dimiliki sekolah juga menjadi sorotan dalam menentukan diterima atau tidaknya peserta didik ABK