cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 378 Documents
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica) dan Buah Tin (Ficus carica) Kurnia Rahayu Purnomo Sari; Marchaban Marchaban; Rahma Alfi Saadati; Tiara Agustinata Haryanto; Irrena Ervany
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1000

Abstract

Paparan sinar UV dapat memicu pembentukan radikal bebas dalam tubuh secara massif yang dapat menyebabkan sistem antioksidan endogen tidak dapat menetralkannya. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif dengan pemberian senyawa antioksidan eksogen untuk dapat membantu menurunkan ROS. Antioksidan yang cenderung aman adalah yang berasal dari bahan alam. Salah satu contoh tanaman yang mengandung antioksidan adalah buah tin dan daun pegagan yang berpotensi untuk dikombinasikan sehingga dapat memberikan efek sinergis sebagai antioksidan. Ekstrak Daun Pegagan (EDP) dan Buah Tin (EBT) diekstraksi secara terpisah dengan etanol 70%. Identifikasi ekstrak dilakukan terhadap kandungan fitokimia, kandungan Fenolik Total dan kandungan Flavonoid Total. Uji kandungan fenolik total dihitung sebagai asam galat dan kandungan flavonoid total dihitung sebagai kuersetin. Kedua ekstrak kemudian dikombinasikan dengan 3 jenis kombinasi berbeda dan diuji daya penangkapan radikal DPPH sebagai parameter antioksidan. Kadar Fenolik Total pada EBT dan EDP masing-masing sebesar 0,228 ± 0,13 % b/b dan 0,186 ± 0,005 % b/b. Kadar Flavonoid Total dari ekstrak EBT dan EDP berturut-turut adalah 0,030 ± 0,001 % b/b dan 0,202 ± 0,002% b/b. Dari ketiga kombinasi diperoleh kombinasi 75:25 (EBT:EDP) memberikan hasil paling optimal dengan IC50 43,25 ± 4,84 µg/mL dan masuk dalam kategori antioksidan sangat kuat.
Formulasi Sunscreen Ektrsak Biji Alpukat (Persea americana) dan Lidah Buaya (Aloe vera) : Studi Nilai Aktivitas Antioksidan Vivi Ramadhani; Emaliya Sahidah Aulia Sari; Marsya Aprilia; Magvira Magvira; Nurhidayah Nurhidayah; Jasril Jasril; Hurria Hurria
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1001

Abstract

Kanker kulit menjadi masalah kesehatan global yang meningkat akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Indonesia sebagai negara tropis dengan intensitas sinar matahari tinggi memiliki risiko lebih besar, sehingga diperlukan perlindungan kulit yang efektif. Sunscreen merupakan salah satu cara pencegahan, namun penggunaan bahan kimia sintetis sering menimbulkan iritasi dan alergi. Pemanfaatan bahan alami dengan kandungan antioksidan tinggi menjadi alternatif yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi Sunscreen berbasis ekstrak biji alpukat (Persea americana) dan gel lidah buaya (Aloe vera), serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antioksidannya. Ekstrak biji alpukat diperoleh melalui metode maserasi dengan etanol 96%, sedangkan lidah buaya digunakan dalam bentuk gel segar. Formula Sunscreen dibuat dalam tiga konsentrasi ekstrak: F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, uji iritasi, dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berwarna coklat, berbau khas biji alpukat, bertekstur semisolid, serta homogen. Nilai pH berkisar 5–6 sesuai pH kulit normal, daya sebar 6,4–6,9 cm, serta tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan ditunjukkan melalui nilai IC??, yaitu F1 = 119 ppm (sedang), F2 = 51 ppm (kuat), dan F3 = 10 ppm (sangat kuat). Formula F3 dinilai paling efektif karena memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat, stabil secara fisik, dan aman digunakan. Dengan demikian, ekstrak biji alpukat dan gel lidah buaya berpotensi menjadi bahan aktif dalam inovasi Sunscreen alami yang aplikatif di bidang kosmetik.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Gel Dari Fermentasi Kombucha Dan Sari Buah Nanas (Ananas Comosus L.) M. Ramadhan Saputro; Soni Muhsinin; Muhamad Reza Pahlevi; Rika Sri Mustopa
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1014

Abstract

Indonesia beriklim tropis dengan paparan sinar ultraviolet (UV) tinggi yang dapat memicu pembentukan radikal bebas dan menyebabkan kerusakan kulit serta penuaan dini. Oleh karena itu, diperlukan antioksidan untuk menetralisir efek tersebut. Kombucha sebagai hasil fermentasi teh mengandung polifenol dan probiotik yang berpotensi sebagai antioksidan, sedangkan sari buah nanas kaya akan vitamin C dan enzim bromelin yang juga berperan sebagai antioksidan serta pelembap kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan kombinasi fermentasi kombucha dan sari nanas serta memformulasikannya dalam bentuk gel pelembap. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan evaluasi sifat fisik gel meliputi pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 15% kombucha dan 75% sari nanas memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 39,374 µg/mL. Formula gel terbaik diperoleh pada basis F1 dengan pH 5,32, viskositas 4356 cPs, daya sebar 6,36 cm, daya lekat 5,63 detik, serta nilai IC50 60,120 µg/mL. Kesimpulannya, gel pelembap berbahan alami ini efektif sebagai antioksidan dan berpotensi melindungi kulit dari kerusakan.
Studi Etnofarmasi Tumbuhan Obat Tradisional Suku Dayak Sekubang, Kalimantan Barat Chris Octavianus; Mangardi Mangardi; Herdina Mayangsari Sumedhi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1015

Abstract

Dayak Sekubang merupakan bagian subsuku Dayak yang ada di kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kehidupan sehari-hari mereka dekat dengan penggunaan tumbuhan dalam pengobatan yang biasanya dilakukan oleh Dukun/Pentama. Metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan dalam studi etnofarmasi ini dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan apa saja yang digunakan oleh Dukun/Pentama dalam praktik pengobatannya. Instrumen penelitian berupa lembar wawancara semi terstruktur kepada Dukun/Pentama, lembar observasi partisipatif dan lembar wawancara terstruktur kepada pasien digunakan dalam penelitian ini. Data hasil penelitian yang diperoleh dari observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dengan Dukun/Pentama serta wawancara terstruktur dengan pasien yang pernah menggunakan jasa Dukun/Pentama mengungkapkan bahwa terdapat 29 spesies tumbuhan yang digunakan, tumbuhan dengan nilai Species Used Value tertinggi adalah Jahe (Zingiber officinale var.amarum) dengan nilai 0,89. Dari data juga diketahui bahwa daun adalah bagian tumbuhan yang paling sering digunakan oleh Dukun/Pentama dalam pengobatan.
Combined Peperomia pellucida – Phyllanthus niruri Extracts: Pharmacokinetic, Target Prediction, and Total Phenolic Evaluation La Ode Muhammad Anwar; Marselina Marselina; Embriana Dinar Pramestyani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1048

Abstract

The rising burden of chronic diseases has accelerated the search for phytotherapeutic combinations that offer multi-target pharmacological actions with lower toxicity. While Peperomia pellucida and Phyllanthus niruri are renowned for their individual antioxidant and anti-inflammatory properties, there is a significant gap in understanding their combined pharmacokinetic behavior and molecular interactions. This study aims to evaluate the pharmacological potential of combined P. pellucida and P. niruri extracts through an integrated approach encompassing phytochemical analysis, pharmacokinetic profiling, and protein-target interaction predictions. Bioactive compounds retrieved from the KNaPSacK JAMU database were analyzed using TargetNet and pkCSM to assess ADMET (Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion, and Toxicity) characteristics. Concurrently, the Total Phenolic Content (TPC) of various extract combinations was determined experimentally in triplicate using the Folin–Ciocalteu method to quantify phenolic constituents, serving as a literature-based indicator of potential antioxidant activity. A total of twenty-two bioactive compounds were identified, predominantly comprising lignans, flavonoids, and triterpenoids. Pharmacokinetic modeling revealed a favorable predicted pharmacokinetic profile characterized by predicted good oral absorption, effective clearance rates, low hepatotoxicity, and the absence of CYP2D6 enzyme inhibition. In silico analysis indicated binding affinity to oxidoreductase enzymes (CYP1A2, polyphenol oxidase 2), nuclear receptors (estrogen and retinoic acid), and key regulatory enzymes such as COX-2 and PTPN1. Notably, TPC values increased proportionally with the concentration of P. pellucida, peaking at 212.44 ± 1.06 mg GAE/g at a 20:80 ratio (P. niruri:P. pellucida). The integration of experimentally measured TPC and in silico findings suggests that phenolic-rich formulations of this combination may possess a favorable pharmacokinetic profile and the potential to modulate multiple biological targets, supporting their further investigation as multi-target phytopharmaceuticals.
Formulasi Sediaan Spray Gel Tabir Surya Ekstrak Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis L.) Dengan Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Dian Rahmaniar Trisnaputri; Muhammad Isrul; Rismayanti Fauziah; Wa Ode Ida Fitriah; Nur Herlina Nasir; Risky Juliansyah Putri; Nur Hatidjah Awaliyah Halid; Putri Mega Wijayanti; Riski Melani Putri; Rina Andriani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1052

Abstract

Kulit jeruk manis (Citrus sinensis L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung antioksidan yang dapat digunakan sebagai SPF (Sun Protection Factor). Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan sediaan spray gel tabir surya ekstrak kulit jeruk manis (Citrus sinensis L.) dan untuk mengetahui aktifitas tabir surya sediaan spray gel dari ekstrak kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis L.)  dengan penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor). Penelitian ini merupakan penelitian analitik, sampel diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh ekstrak kental 151,2 gram. Populasi dalam penelitian ini yaitu kulit jeruk manis, ekstrak kental diformulasi dalam bentuk sediaan spray gel pada konsentrasi ekstrak 1%,2%,3% dan 4%. Selanjutnya dilakukan evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, homogenitas, uji viskositas, uji daya sebar, daya lekat dan penentuan nilai SPF meggunakan alat spektrofotometri UV-Vis.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spray gel ekstrak kulit jeruk manis (Citrus sinensis L.), memenuhi syarat evaluasi fisik. Spray gel tabir surya ekstrak kulit jeruk manis (Citrus sinensis L.) dengan konsentrasi 4% memiliki nilai SPF yang lebih tinggi yaitu 1,90 masuk dalam kategori minimal yang menunjukan bahwa sediaan memiliki efek perlindungan terhadap radiasi sinar UV.
Antioxidant Activity Evaluation of Extracts from Different Accessions of Red Betel (Piper ornatum) Leaves in East Java Province Rini Anggi Arista; Yayuk Mulyati; Baiq Argiya Indriati Utari; Eka Nurul Qomaliyah; Erni Yulianti; Nikmatul Fitriyah; Arina Lubna Qotrun Nadah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1062

Abstract

As a natural antioxidant, the red betel leaves (Piper ornatum) exhibit several biological functions. The purpose of this study is to assess the phytochemical profile and antioxidant activity of several red betel leaves accessions that come from different parts of East Java Province, including Jombang (JB), Blitar (BL), Batu (BT), Trenggalek (TG), and Probolinggo (PB). The secondary metabolite content and antioxidant activity of the five accessions were evaluated qualitatively using phytochemical screening, and their antioxidant activity was measured using the DPPH assay at a single concentration of 500 ppm following maceration extraction with 70% ethanol. Alkaloids, flavonoids, phenols, saponins, and tannins were found in all accessions of red betel leaves (Piper ornatum) ethanol extracts from the East Java Province.  The highest antioxidant activity of red betel leaves ethanol extract was obtained from the Blitar (BL), Batu (BT), and Jombang (JB) accessions, with inhibition percentages of 98.13 ± 0.52, 95.64 ± 0.90, and 95.18 ± 0.17%, respectively. Meanwhile, lower antioxidant activity was observed in the ethanol extracts of red betel leaves from the Probolinggo (PB) and Trenggalek (TG) accessions, with inhibition percentages of 91.54 ± 0.41% and 91.16 ± 1.18%, respectively. These differences were statistically significant (p < 0.05, one-way ANOVA, Tukey). The antioxidant activity correlates with the phenolic and flavonoid content of the plant, supporting the potential of red betel leaves as a natural antioxidant source.
Karakterisasi dan Stabilitas Fisik Sediaan Nanokrim Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata) Erlina Fatmasari; Nor Latifah; Risa Ahdyani; M. Renaldy Noor Agika; Fitria Noor Hafifah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1075

Abstract

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sunscreen Krim Kombinasi Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) dengan Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) Sebagai Antioksidan dan SPF Inayah Inayah; Putri Amalia; Ade Maria Ulfa
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1080

Abstract

Daun ubi jalar ungu dan daun ungu memiliki aktivitas antioksidan serta sunscreen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik krim sunscreen berbasis minyak dalam air (M/A) yang diformulasikan dengan kombinasi ekstrak daun ubi jalar ungu dan ekstrak daun ungu dalam berbagai konsentrasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan dalam sediaan krim konsentrasi F0 (0%), F1 (3%:3%), F2 (4%:2%), dan F3 (2%:4%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, aktivitas antioksidan (metode DPPH), serta penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF). Hasil menunjukkan ekstrak daun ubi jalar ungu dan ekstrak daun ungu positif mengandung fenolik, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid. Daun ubi jalar ungu negatif steroid. Seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang baik, dengan krim berwarna hijau tua hingga hijau muda,  pH 6,47 – 8,40, daya sebar 5,1 – 6,8 cm, daya lekat 11,78 – 47,35 detik, viskositas sebelum stabilitas (5462 – 8838 cPs) dan setelah stabilitas (1427 – 6047 cPs). Nilai IC50 sebelum stabilitas F1 (67.60 ppm), F2 (57.82 ppm), F3 (49.96 ppm). Nilai IC50 setelah stabilitas F1 (173.89 ppm), F2 (160.30 ppm), F3 (148.70 ppm). Nilai SPF sebelum stabilitas F1 (3,39), F2 (1,07), F3 (1,00). Nilai SPF setelah stabilitas F1 (1,85), F2 (2,07), F3 (2,49). Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada pH dan aktivitas antioksidan setelah uji stabilitas (p<0,05). Kesimpulannya, krim kombinasi ekstrak daun ubi jalar ungu dengan ekstrak daun ungu ini berpotensi sebagai sunscreen alami dengan aktivitas antioksidan sedang dan proteksi minimal, namun masih memerlukan optimasi formula untuk meningkatkan efektivitas dan stabilitas.
Innovative Nutraceutical Drink Combining Purple Sweet Potato and Rosella Extracts with Immunomodulatory and Antidiabetic Properties Wahyunita Yulia Sari; Muhamad Fauzi Ramadhan; Faiq Hanif Mubarok; Dela Anggriyani; Nafa Fajri Ramadhani; May Tri Hastari; Khusnul Khotimah; Marriska Setyaningsih
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1089

Abstract

As part of the Advanced Indonesia 2045 vision, this study explores the potential of milk-based nutraceuticals enriched with purple sweet potato (Ipomoea batatas var. Ayumurasaki) and rosella (Hibiscus sabdariffa L.) extracts. This research aimed to evaluate the immunomodulatory and antidiabetic activities of three drink formulations (FI, FII, FIII). Male mice were divided into groups (n=5 per group). Immunomodulation was assessed using the carbon clearance method (0.2 ml/20 g BW dosage for 7 days) compared to Stimuno as a positive control. Antidiabetic activity was tested on alloxan-induced hyperglycemic mice (150 mg/kg BW) for 7 days, with glibenclamide as the reference. Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by the Duncan test (p < 0.05). Proximate analysis confirmed all formulations met nutritional standards for protein and fat. In the immunomodulatory assay, all formulations significantly increased the phagocytosis constant (K) and reduced the carbon elimination half-life (t1/2) compared to the healthy control (p < 0.05), with FIII showing the highest activity. For the antidiabetic test, FI, FII, and FIII significantly reduced fasting blood glucose (FBG) levels starting from day 3, reaching near-normal levels by day 7, comparable to glibenclamide. The synergistic combination of anthocyanins and vitamin C in these formulations effectively enhances macrophage activity and controls glycemic levels, making them viable nutraceutical candidates for health promotion.