cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
Formulasi Clay Mask Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Etlingera elatior) serta Potensinya sebagai Antibakteri dan Antioksidan Arifin, Arfiani; Iqbal, Muhammad; Amri, Ayu Wandira A Baso
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1017

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat terutama pada daunnya mengandung senyawa flavonoid yang mampu bertindak sebagai antibakteri dan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun kecombrang yang memenuhi syarat mutu fisik, untuk mengetahui efek iritasi dari sediaan clay mask pada kulit serta untuk mengetahui potensi antibakteri dan antioksidan pada sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang didapatkan dibuat dalam sediaan clay mask yang sebelumnya dilakukan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) menggunakan metode dilusi cair dan diperoleh konsentrasi FI (1,5%), FII (2,5%), FIII (5%). Pengujian iritasi menggunakan metode patch test dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian yang diperoleh sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang memenuhi syarat mutu fisik, tidak terdapat iritasi, dan hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes diperoleh diameter zona hambat FI (12,89 ± 1,10), FII (14,28 ± 0,89), dan FIII (16,06 ± 0,89) dengan kategori kuat serta hasil pengujian aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang FI (93,184 ± 0,11), FII (90,798 ± 0,11), dan FIII (87,209 ± 0,04) dengan kategori kuat. Hasil analisis statistik pengujian aktivitas antibakteri menggunakan Analisis Varians (ANAVA) menunjukkan ketiga formula berbeda secara signifikan (nilai sig. < 0,05) dan hasil analisis statistik pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ketiga formula tidak terdapat perbedaan nyata antar perlakuan terhadap aktivitas antioksidan karena nilai sig. > 0.05.
Uji Aktivitas Antibakteri Dan Uji Toksisitas In Vitro Fraksi N-Butanol Daun Sawo Duren (Chrysophyllum cainito L.) Agiel, Fadillah Maryam Bau; Mubarak, Fhahri; Wahyuddin, Nurzadrina; Mus, Suwahyuni
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1020

Abstract

Sawo duren memiliki metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan fenolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat antibakteri fraksi n-butanol daun sawo duren (Chrysophyllum cainito L) dengan menggunakan difusi cakram dan tingkat toksisitasnya terhadap larva udang Arthemia salina Leach. Dengan pelarut etanol, 300 gram sampel dimaserasi. Kemudian, dalam ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-butanol, aktivitas antibakteri fraksi n-butanol diuji dengan metode difusi cakram. Zona hambat diperoleh pada konsentrasi 1,25%, 2,5%, dan 5%, masing-masing dengan nilai 7.45 ± 0.0, 9.41 ± 0.1, dan 11.43 ± 0.1. kemudian pada fraksi n-butanol daun sawo duren dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8 dan 10 ppm bersama dengan air laut sebagai kontrol. Kemudian, sebagai respons terhadap toksisitas, parameter kematian dihitung setelah 24 jam perlakuan. Hasil fraksi n-butanol dari daun sawo duren memiliki aktivitas antibakteri berspektrum luas dan efek toksisitas, dengan nilai LC50 sebesar 4.39 ppm yang termasuk dalam kategori sangat toksik. Hasil skrining fitokimia fraksi n-butanol menunjukkan bahwa flavanoid, alkaloid, dan fenolik semuanya bersifat positif.
Influence of CYP2C19 Metabolism and Ethnic Variability on Clopidogrel Effectiveness in Ischemic Stroke: A Review Khotib, Junaidi; Sauma, Anis Khoirun
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1024

Abstract

Clopidogrel is widely used to prevent secondary stroke and coronary heart disease. Its effectiveness depends on conversion to the active metabolite, a process mediated by cytochrome P450 2C19 (CYP2C19). Clopidogrel is less effective in secondary stroke prevention for carriers of CYP2C19 loss-od-function (LoF) alleles. This review examined research from 2019 to 2024 on how CYP2C19 enzyme metabolism affects clopidogrel’s effectiveness across ethic group and the resulting clinical outcomes in patients with ischemic stroke. A literature review was conducted using online research journals, with the population, intervention, comparison, and outcomes framework guiding the research questions. Ten studies were identified, primarily cohort studies, supplemented by several randomized control trials, which strengthen the evidence base. Most data came from Asian population with 1 – 2 LoF alleles (*2 and/or *3), including intermediate metabolizers (IM) or poor metabolizers (PM). The *1 allele was common in Europeans and Africans but found less frequently in Asians. Caucasian, European, African, and American populations were likely to carry gain-of-function alleles or be normal metabolizers. Bleeding risks did not differ significantly between carriers and noncarriers of the CYP2C19 LoF allele. In IM and PM, alternative P2Y12 inhibitors, such as prasugrel or ticagrelor, are recommended to optimize therapy.
Identifikasi Profil Sidik Jari (Fingerprint) Fitokimia, Kadar Total Fenol dan Kadar Total Flavonoid pada Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Yanti, Ni Luh Putu Kris Monika; Dewi, Ni Made Ayu Sukma; Suryanadi, Ni Kadek Ayu; Anggrayani, Putri Siswati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1025

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan tanaman obat, salah satunya daun kelor (Moringa oleifera L.) yang dikenal memiliki beragam metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, dan steroid/triterpenoid. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil fitokimia, total fenol, dan flavonoid daun kelor menggunakan KLT dan spektrofotometri UV-Vis. Setelah determinasi, pembuatan simplisia, dan ekstraksi dengan etanol 96% dan etil asetat, hasilnya menunjukkan simplisia dan ekstrak kelor mengandung metabolit sekunder. Analisis sidik jari fitokimia dengan KLT menunjukkan perbedaan kandungan senyawa berdasarkan asal tanaman, sementara ekstrak etanol 96% terbukti lebih efektif dalam mengekstraksi total fenol dan flavonoid secara signifikan dibandingkan ekstrak etil asetat. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, Independent Sample T-Test, dan Mann-Whitney. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak daun kelor positif mengandung metabolit sekunder. Analisis fingerprint menggunakan KLT memperlihatkan variasi pola bercak pada ekstrak dari daerah berbeda, yang mengindikasikan adanya perbedaan kandungan senyawa. Kandungan total fenol pada ekstrak etil asetat dan etanol 96% masing-masing 253,12 mg GAE/g dan 278,57 mg GAE/g, serta kadar flavonoid masing-masing 537,4 mg QE/g dan 593,4 mg QE/g. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% lebih efektif secara signifikan dibandingkan etil asetat dalam mengekstraksi senyawa bioaktif daun kelor.
Karakterisasi Senyawa dan Aktivitas Antidiabetik Ekstrak Etanol Batang Kesum Polygonum minus Huds. Pada Tikus Hiperglikemik Sukandiarsyah, Fadli; Ropiqa, Meri; Jumadilah, Rahmi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1035

Abstract

Tanaman Kesum (Polygonum minus Huds) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Barat sebagai bahan makanan bubur pedas. Kesum memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji lebih jauh mengenai kandungan senyawa dan manfaat batang tanaman kesum yang berpotensi sebagai obat herbal bagi khususnya sebagai antidiabetik. Penelitian ini menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 6 kelompok (KN : kel. normal, K- : kel. negatif (STZ), K+ : kel. Positif (STZ+metformin), P1 : kel. Perlakuan I (STZ+ ekstrak 25 mg/200g), P2 : kel. Perlakuan II (STZ+ ekstrak 50 mg/200g), P3 : kel. Perlakuan III (STZ+ekstrak 100mf/200g) dengan masing-masing 6 sampel tikus perlakuan. Analisis kandungan senyawa bioaktif dengan GC-MS, penentuan glukosa darah secara spektrofotometri, profil darah menggunakan hematology analyzer dengan prinsip impedance dan histopatologi pancreas dengan pewarnaan jaringan H&E. Analisis GC-MS ekstrak etanol batang kesum diperoleh senyawa yang dominan yaitu didominasi oleh Cyclopentadecanone;Cyclopropanetetradecanoic acid; Hexadecanoic acid; Borane, diethylmethyl-, 9-Octadecenal, Hexadecanoic acid, Urs-12-en-28-al. Senyawa tersebut dilaporkan diduga memiliki aktivitas bioaktif sebagai obat. Data yang didapatkan dianalisis dengan ANOVA one-way. Hasil pemeriksaan glukosa darah mengalami penurunan dengan dilakukan pemberian terapi ekstrak batang kesum. Profil darah pada parameter leukosit dan trombosit mengalami perbaikan dengan penurunan yang signifikan serta jumlah eritrosit, nilai hemoglobin dan hematokrit juga mengalami peningkatan sebagai tanda adanya perbaikan kondisi. Histopatologi pankreas menunjukan perbaikan sel endokrin dan ukuran diameter pulau Langerhans. Kesimpulan dari penelitian yaitu berdasarkan analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) pada setiap kelompok perlakuan.
Formulasi dan Uji Kesukaan Hand and Body Lotion Sari Buah Jeruk Lemon (Citrus Limon L.) Variasi Asam Stearat Wati, Henni; Yuniarto, Prayoga Fery; Diyani, Sherly Putri Arma; Megasari, Elly
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1039

Abstract

Aktivitas sehari-hari dan radikal bebas menyebabkan kulit menjadi kasar, kering, dan kusam, sehingga dibutuhkan hand body lotion yang bertujuan untuk melembabkan dan menutrisi seluruh kulit tubuh. Pada Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asam stearat terhadap mutu fisik sediaan hand and body lotion yang diformulasikan dengan sari buah jeruk lemon (Citrus limon L.) sebagai bahan aktif alami. Tiga formula hand and body lotion dibuat dengan konsentrasi asam stearat berbeda, yaitu 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3), sedangkan F0 digunakan sebagai formula kontrol tanpa bahan aktif. Setiap formula kemudian diuji karakteristik fisiknya meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas, uji iritasi, dan uji kesukaan (hedonic test). Hasil analisis penelitian pada uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas menunjukkan bahwa nilai p<0,05 sehingga variasi asam stearat berpengaruh terhadap mutu fisik hand and body lotion.  Formula F1 (asam stearat 5%) menunjukkan hasil terbaik dari pada F2 dan F3 dengan pH 4,54 yang sesuai pH kulit, daya sebar 6,46 cm, daya lekat 2,78 detik, viskositas 2.643 cP. Tetapi hasil uji hedonik menunjukkan F2 paling disukai panelis dengan hasil uji hedonik nilai skala kesukaan rata-rata yaitu 4.45, aroma 4.25, dan warna 4.50.  Formula hand and body lotion F2 mampu memberikan kemudahan penggunaan pada panelis yaitu saat di tuang.
Antihiperglikemia Postprandial Dari Ekstrak Daun Nipah (Nypa fruticans. Wurmb) Terhadap Tikus Normoglikemia Permata, Bangkit Riska; Raharjo, Danang
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1043

Abstract

Optimasi Formula Emulgel SNEDDS Naringenin sebagai Sediaan Antibakteri dengan Metode D-Optimal Mixture Design Candra, Dhimas Tiya; Kuncahyo, Ilham; Rahmawati, Ismi; Sari, Putri Rovita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1049

Abstract

Narigenin merupakan flavonoid dengan aktivitas sebagai antimikroba, namun kenyataanya kelarutan dalam air rendah, sehingga memerlukan formulasi sediaan emulgel Self nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS). Tujuan penelitian ini adalah dengan menggunakan software design expert diharapkan dapat menemukam formula optimal sebagai antibakteri yang disebut emulgel naringenin SNEDDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan D-Optimal Mixture Design untuk mengoptimalkan formula emulgel naringenin SNEDDS dengan berbagai konsentrasi Na-CMC, HPMC, dan propilen glikol dengan mempertimbangkan parameter kritis berupa daya lekat, daya sebar dan viskositas. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram selanjutnya evaluasi SNEDDS meliputi zeta potensial, ukuan partikel, dan persen transmitan dan drug load. Kombinasi emulgel naringenin SNEDDS yang paling efektif dengan Na CMC 4,2%,propilenglikol 13,2% dan HPMC 2,6%. Efektivitas antibakteri ditingkatkan oleh formulasi emulgel naringenin SNEDDS yang baru dikembangkan.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lotion Antinyamuk Kombinasi Minyak Atsiri Bunga Kenanga dan Sereh Wangi Pitaloka, Ria Indah Kusuma; Februyani, Nawafila; Sugito, Mar’atus Sholikhah; Maysatun, Siti Nur; Prawestri, Inggria Eka; Putri, Rahma
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1051

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia. Berbagai metode telah dikembangkan untuk mencegah gigitan nyamuk, salah satunya melalui penggunaan produk perlindungan berupa lotion antinyamuk. Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tumbuhan yang mengandung insektisida alami, seperti sereh wangi dan bunga kenanga. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan menguji stabilitas fisik sediaan lotion antinyamuk kombinasi minyak atsiri bunga kenanga dan sereh wangi. Lotion diformulasikan sebagai emulsi tipe minyak dalam air (o/w) dengan variasi konsentrasi emulgator asam stearat (10%, 15%, 20%) dan trietanolamin/TEA (2%, 3%, 4%). Stabilitas fisik diuji melalui parameter organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar organoleptik dengan tekstur halus, warna putih cerah, serta aroma khas citronella yang dipadukan kenanga. Nilai pH berkisar antara 6,00–6,96, dengan F1 dan F2 berada dalam rentang fisiologis kulit (4,5–6,5). Daya sebar berkisar 6–9 cm, daya lekat 6–13 detik, dan uji homogenitas menunjukkan F2 dan F3 homogen. Kesimpulan: Kombinasi minyak atsiri sereh wangi dan bunga kenanga berpotensi diformulasikan menjadi lotion antinyamuk yang stabil secara fisik dan memenuhi standar mutu sediaan topikal.
Optimasi Gel Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan Kombinasi HPMC dan Na-Cmc Menggunakan Metode Simplex Lattice Design Sarifuddin, Nurhidayah; Amalia, Shinta Dewi Gita; Pertiwi, Ratih Dyah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1057

Abstract

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri, sehingga berpeluang dikembangkan dalam bentuk sediaan topikal. Untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan penggunaan, ekstrak etanol daun belimbing wuluh diformulasikan dalam bentuk gel dengan kombinasi basis HPMC dan Na-CMC yang memengaruhi sifat fisik sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengoptimalkan gel ekstrak etanol daun belimbing wuluh menggunakan desain campuran Simplex Lattice Design dengan delapan formula kombinasi HPMC–Na-CMC pada total konsentrasi basis 3%. Evaluasi dilakukan terhadap respon pH, daya sebar, dan daya lekat. Hasil optimasi menunjukkan bahwa rasio HPMC : Na-CMC sebesar 50% : 50% dari total basis 3% (1,5% : 1,5%) merupakan formula optimum dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan, yaitu pH 6,03; daya sebar 5,64 cm; dan daya lekat 8,37 detik. Uji verifikasi formula optimum menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05) antara nilai prediksi dan nilai aktual, yang menandakan bahwa model mampu memprediksi respon secara akurat. Dengan demikian, gel ekstrak etanol daun belimbing wuluh dengan kombinasi HPMC dan Na-CMC tersebut berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal berbahan alam yang efektif dan stabil.