cover
Contact Name
ISLAM TRANSFORMATIF
Contact Email
islamtransformatif.ejurnaliain@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
islamtransformatif.ejurnaliain@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies
ISSN : 2599218X     EISSN : 25992171     DOI : -
Core Subject : Religion,
Islam Transformatif merupakan pencarian dialogis, bagaimana agama harus membaca dan memberikan jawaban terhadap ketimpangan sosial. Adapun konsep teologis kritis disodorkan sebagai pendekatan memahami hubungan agama dengan kekuasaan, modernisasi dan keadilan rakyat.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Hubungan Matan dan Syarah Ta’līm Al-Muta’allim Ṭarīq Al-Ta’allum dengan Daulah ‘Aliyyah Utsmaniyyah serta Implikasinya dalam Pendidikan Islam di Nusantara Tatang Hidayat; Syahidin Syahidin; Arif Noor Dhaiman
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v4i2.3429

Abstract

The purpose of this study was to analyze the relationship of matan and syarah Ta'līm al-Muta'allim Ṭarīq al-Ta'allum with Daulah 'Aliyyah Uthmaniyyah and its implications in Islamic education in the Archipelago.  Islamic education is fixed in terms of teaching materials and learning methods, because it is part of sharia law that relies on evidence, while uslub (technique) and its facilities are constantly evolving. From this point of view, the analysis of the Book of Ta'līm al-Muta'allim Tarīq al-Ta'allum and  its implications in Islamic education in the Archipelago can be reviewed. This research uses qualitative approaches and descriptive methods. Based on the results of the research, the book ta'lîm al-Muta'allim Tarīq al-Ta'allum and its syarah reached the Archipelago through the relationship of Mecca as part of the Territory (governorate level/ Province) of Daulah 'Aliyyah Ottoman who was the Caliphate of the Muslims at that time with the Jawi Scholars who studied there. The Book of Ta'lîm al-Muta'allim Ṭarīq al-Ta'allum and its syarah are clearly seen in the Salafiyyah (Traditional) Pesantren Curriculum especially in Java Island. It can be determined that the "spirit" of the boarding school is the concept of Islamic Education described in the book of Ta’lîm al-Muta’allim Ṭarīq al-Ta'allum and its syarah, especially related to the adab to science and teachers.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan matan dan syarah Ta'līm al-Muta'allim Tarīq al-Ta'allum dengan Daulah ‘Aliyyah Utsmaniyyah serta implikasinya dalam pendidikan Islam di Nusantara. Pendidikan Islam bersifat tetap dari aspek materi ajar dan metode belajarnya, karena bagian dari hukum syariah yang bersandar pada dalil, sedangkan uslub (teknik) dan sarananya senantiasa berkembang. Dari sudut pandang inilah, analisis kitab Ta’lîm al-Muta’allim Tharîq at-Ta’allum dan implikasinya dalam pendidikan Islam di Nusantara dapat ditinjau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, kitab Ta’lîm al-Muta’allim Tarīq al-Ta'allum dan syarah-nya sampai ke Nusantara melalui hubungan Mekkah sebagai bagian Wilayah (setingkat Kegubernuran/Provinsi) dari Daulah 'Aliyyah Utsmaniyyah yang merupakan Kekhalifahan-nya kaum Muslimin saat itu dengan para Ulama Jawi yang belajar di sana. Kitab Ta’lîm al-Muta’allim Tarīq al-Ta'allum dan syarah-nya jelas terlihat dalam Kurikulum Pesantren Salafiyyah (Tradisional) terutama di Pulau Jawa. Dapat ditetapkan bahwa "ruh" dari pondok pesantren adalah konsep Pendidikan Islam yang dijelaskan dalam kitab Ta’lîm al-Muta’allim Tarīq al-Ta'allum dan syarahnya, terutama terkait adab terhadap ilmu dan guru.
Penguatan Paham Puritan dalam Program Latihan Khidmah Jamiyyah Organisasi Persatuan Islam di Garut Ihsan Kamaludin; Shifa Nisrina Sujana; Afifatus Sholikha
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v4i2.3436

Abstract

This article focuses on implementing the Social learning method, which is used by Persatuan Islam organization in Garut district (West Java) and aims to found the impact of the curriculum for Santri life to strengthen the puritanism among society. This is mainly because Pesantren Persatuan Islam, the Islamic educational institution from Indonesia, has led citizens to broaden their knowledge and skills. Santri (pesantren students) should take a preaching class, which becomes one of the most well-known curriculums to spread Islamic values in society. This is a qualitative-descriptive that uses observation and in-depth interviews. The study indicates the method in Pesantren Persatuan Islam Garut district has a huge impact on social skills since it can also implement in society. This is mainly because the strategies of the Persatuan Islam (Persis) organization give some social contributions, so the people become accustomed to the Persis activities and leading some members of society to enroll their children to some Persatuan Islam religious schools.          Artikel ini berfokus pada implementasi dari metode pembelajaran sosial yang diberlakukan oleh organisasi Persatuan Islam di Kabupaten Garut (Jawa Barat) dan bertujuan untuk menemukan dampak dari kurikulum pada kehidupan santri dalam rangka penguatan nilai purtan di masyarakat. Hal ini didasarkan pada Pesantren Persatuan Islam sebagai salah salah satu Lembaga Pendidikan Islam dari Indonesia telah membina masyarakat untuk dapat memperluas ilmu pengetahuan dan keahliannya. Santri (siswa pesantren) harus mendalami dakwah yang menjadi salah satu kurikulum paling populer sehingga mereka mampu untuk menyebarluaskan ajaran Islam puritan di kalangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik observasi serta wawancara kepada beberapa sumber penting yang berkaitan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode yang digunakan oleh Persatuan Islam Kab. Garut memberikan dampak yang besar pada kemampuan sosial sejak hal tersebut dapat diimplementasikan di dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena strategi yang digunakan oleh Persis memberikan kontribusi sosial sehingga orang-orang menjadi terbiasa dengan kegiatan Persis serta membuat masyarakat tertarik untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke beberapa pesantren Persatuan Islam.
Syair dalam Pendidikan Islam Madrasah As’ad Jambi Seberang 1944-1970 Nirwan Il Yasin; Siti Syuhada
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v4i2.3544

Abstract

Researchers and academicians have indeed done a lot of researches in Jambi. The aspects of the life the society of Jambi Seberang in all any studies have been carried out, one of them is historical studies. The research process was also carried out by involving in-depth studies which became a reference to previous studies in this research. The rhyme is one of the Jambi education learning process in the Jambi Seberang area that still needs to be revealed. This awareness also wants to be built in the midst of the many educational patterns that have been adjusted during the times. Rhyme in the 20th century has become a powerful method, in addition to the fact that the people of Jambi have already recognized the repertoire of this rhyme as part of the cultural speech of the people. One of the teachers who uses rhyme in his studies is  teacher Abdul Qodir Ibrahim. This research was using historical methods, namely: Heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The disclosure was made so that all forms of educational changes that exist in Jambi society can be appointed as the identity of the Jambi Sebrang society. This disclosure was made in the Jambi Seberang area, which is the first area of Islamic education in Jambi. This investigation tries to explain rhyme in the Islamic education of Jambi community, and the dynamics of its development process. Peneliti dan akademisi memang telah banyak melakukan penelitian di Jambi. Aspek sisi kehidupan masyarakat Jambi seberang dalam kajian apapun telah dilakukan. Salah satunya kajian sejarah. Proses penelitian ini pun dilakukan dengan melibatkan kajian yang mendalam yang menjadi referensi tinjauan terdahulu tentang penelitian ini. Syair dalam proses pembelajaran pendidikan Jambi di wilayah seberang Kota Jambi yang masih perlu untuk diungkap. Kesadaran ini juga ingin dibangun di tengah banyak pola pendidikan yang sudah disesuaikan pada perkembangan zamannya. Syair pada akhir abad 20 menjadi metode yang ampuh, disamping memang secara garis besar masyarakat Jambi telah mengenal khasanah syair ini sabagai bagian dari tutur kebudayaan masyarakatnya. Salah satu Tuan guru yang mengunakan syair dalam pembelajarannya yaitu Tuan guru Abdul Qodir Ibrahim. Dalam penelitian ini menggunakan metode ilmu sejarah yaitu: Heuristik, kritik, intepretasi, dan historiografi. Pengungkapan ini dilakukan agar segala bentuk proses perubahan pendidikan yang ada dalam masyarakat Jambi bisa diangkat sebagai identitas masyarakat Jambi. Pengungkapan ini dilakukan di wilayah Jambi Seberang yang merupakan wilayah pertama pendidikan Islam di Jambi. Dalam penelitian ini mencoba menjelaskan syair dalam pendidikan Islam masyarakat Jambi, dan dinamika proses perkembangannya. 
Tinjauan Tekstual Mufassir Nusantara tentang Perlindungan Hak-Hak Buruh di Indonesia Muhammad Bachrul Ulum
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v4i2.3612

Abstract

This research discusses the local ulama's interpretation of the verses of the Qur'an, which textually supports the optimization of the fulfillment of the rights of workers in Indonesia. The mufassirs are Prof. Quraish Shihab, Shaykh Nawawi Al-Jawi, and KH. Bisri Musthofa. Mufassir Nusantara has a crucial role as a mediator between local communities who issue legal products and the Koran text, which is the absolute decree of Allah SWT to humanity. This includes being a figure capable of providing Quranic solutions to various prophetic problems in society, including labor. This research is a literature study. The methodology used in this research is a qualitative research method by trying to dissect Mufassir Nusantara's thoughts against the texts of the Al-Quran. The researcher found that the interpretation of the local Mufassir has relevance to the study of the text of the Al-Quran verses, which are used as the basis of arguments for the fulfillment of labor rights in Indonesia.Penelitian ini membahas penafsiran ulama nusantara terhadap ayat -ayat Al-Qur’an yang secara tekstualitas mendukung optimalisasi pemenuhan hak- hak kaum buruh di Indonesia. Para Mufassir tersebut adalah Prof. Quraish Shihab, Syaikh Nawawi Al-Jawi, dan KH. Bisri Musthofa.  Mufassir Nusantara memiliki peran yang krusial sebagai mediator antara masyarakat lokal yang mengeluarkan produk hukum, dengan teks Al-Quran yang merupakan ketetapan absolut Allah SWT kepada umat manusia. Termasuk diantaranya menjadi tokoh yang mampu memberi solusi Qurany terhadap berbagai problem profetik masyarakat, diantaranya buruh. Penelitian ini merupakan studi pustaka. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan mencoba membedah pemikiran Mufassir Nusantara terhadap teks -teks Al-Quran. Peneliti menemukan bahwa penafsiran  Mufassir lokal  memiliki relevansi terhadap studi teks ayat-ayat Al-Quran yang digunakan sebagai dasar argumentasi pemenuhan hak -hak buruh di Indonesia.
Quality of Hadith Shalih in the Book of Sunan Abiy Dâwud Disputed by Nasr al-Dîn al-Albâniy and Shu'aib al-Arnauth Afdilla Nisa
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v5i1.4457

Abstract

This study intends to examine the quality of hadîth shalih in the book Sunan Abiy Dâwud which was disputed by Nâshir al-Dîn al-Albâniy and Syu'aib al-Arnauth, namely by using library research (library research), which is to collect accurate and relevant data. This is then processed with a descriptive qualitative analytical approach through inductive and comparative thinking methods. In addition, it also uses the hadîth research step to determine the quality of hadîth both from the side of the sanad and its eyes. Based on the analysis, it can be concluded that the hadiths termed shahih Abû Dâwud, which are also debated by  al-Albaniy and  al-Arnauth in assessing their quality, when tested with authentic criteria do not necessarily mean maqbûl or authentic quality. and hasan, but some have the status of dha'if. Thus hadîth shalih can contain two possibilities, namely lil i'tibâr (to be studied) or li al-ihtijâj (used as evidence). Penelitian ini bermaksud mengkaji kualitas hadîth shalih dalam kitab Sunan Abiy Dâwud yang diperselisihkan oleh Nâshir al-Dîn al-Albâniy dan Syu’aib al-Arnauth, yaitu dengan menggunakan library research (penelitian kepustakaan) yaitu mengumpulkan data-data yang akurat dan relevan dengan pembahasan ini kemudian diolah dengan metode pendekatan deskriptif analitis kualitatif melalui metode berfikir induktif dan komparatif. Di samping itu penulis juga menggunakan langkah penelitian hadis untuk mengetahui kualitas hadis baik dari sisi sanad maupun matan-nya. Berdasarkan analisa dapat disimpulkan bahwa hadis  yang diistilahkan shâlih Abû Dâwud, yang juga diperdebatkan  al-Albâniy dan al-Arnauth  dalam menilai kualitasnya, ketika diuji dengan kriteria ke-shahih-an tidak serta merta berarti maqbûl atau berkualitas shahih dan hasan,  akan tetapi ada yang berstatus dha’if. Dengan demikian hadîth shalih dapat mengandung dua kemungkinan yaitu lil i’tibâr  (untuk dikaji) atau  li al-ihtijâj (dijadikan hujjah).
The Concept of Makrifat in Syar Al-Ḥikam by Kyai Sholeh Darat Siswoyo Aris Munandar
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v5i1.4062

Abstract

This study explore the concept of Kyai Sholeh Darat's makrifat in Syar al-Ḥikam to bridge the general public so that they can know makrifat, and can be reached by today's society. This research method is qualitative research. While the data extracted comes from library information or commonly referred to as a literature study to obtain some data and information. The source of the data was taken from the book, namely the book Syarh al-Ḥikam by Kyai Sholeh Darat, while the supporting data were taken from other sources such as analyzing books, the internet, and other information related to the title of this study. The results of this study indicate that the concept of makrifat put forward by Kyai Sholeh Darat can cross now between groups so that it can be reached in this condition. A person who is wise today is someone who remembers Allah and needs Him so that he can help in everything that is faced, be it with technology, or other activities related to the day, both in social, cultural, economic, and political relations.Studi ini membahas tentang  konsep makrifat Kyai Sholeh Darat dalam Syarḥ al-Ḥikam untuk menjembatani masyarakat awam agar mampu mengetahui makrifat, dan dapat dipahami oleh masyarakat sekarang ini. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sedangkan data yang digali berasal dari informasi pustaka atau biasa disebut dengan studi pustaka (library research) untuk mendapatkan beberapa data dan informasi. Sumber data diambil dari buku utama yaitu kitab Syarh al-Ḥikam karya Kyai Sholeh Darat, sedangkan data pendukungnya diambil dari sumber-sumber yang lain seperti menganalisa buku-buku, internet dan informasi lainya yang berhubungan dengan judul penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep makrifat yang dikemukakan oleh Kyai Sholeh Darat yakni ini mampu melintasi antar kalangan, sehingga dipahami dalam kondisi sekarang ini. Seorang yang makrifat pada zaman sekarang ini adalah sesorang yang senantiasa mengingat Allah dan butuh kepada-Nya, sehingga mampu mengambil kebaikan dalam setiap apa yang dihadapi, baik itu dengan teknologi, maupun aktifitas lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan sosial, budaya, ekonomi dan politik.
Challenges and Problems of Learning Islamic Religious Education in the Digital Era Yeri Nofrianti; Arifmiboy Arifmiboy
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v5i1.4375

Abstract

AbstractThis study explains the challenges and solutions to problems that arise related to the presence of a digital based technology world, one of which leads to the world of Islamic education. Islamic religious education must reform and innovate its system. Because if this is not done, then Islamic Religious Education will be left behind, especially in relation to the learning process in the classroom. Currently, the presence of a sophisticated technology based learning model will certainly be a challenge and a separate problem for Islamic Religious Education, especially in the learning process that will be carried out, is Islamic Religious Education able to compete and not be left behind in today's digital era. This issue is certainly quite complicated for all related elements, because situations like this have never happened before. The research method used is Library Research, where the data taken comes from writings and literature that support this research. Preliminary findings show that today PAI must be able to compete and leave conventional ways to reform in accordance with the current situation. PAI is considered necessary to find solutions to the challenges and problems of Islamic Religious Education because this is an important aspect in the world of Islamic education, especially in order to be able to give birth to civilized humans and future leaders in accordance with Islamic teachings.Keywords: Challenges and Problems, Learning Islamic Religious Education, Digital EraAbstrakPenelitian ini menjelaskan tentang tantangan dan solusi dari permasalahan yang muncul berkaitan dengan hadirnya dunia tekhnologi berbasis digital, dimana salah satunya mengarah kepada dunia Pendidikan Islam. Pendidikan Agama Islam harus melakukan pembaharuan dan inovasi terhadap systemnya. Karena jika ini tidak dilakukan, maka Pendidikan Agama Islam akan semakin tertinggal, terutama dalam hubungannya dengan proses belajar di kelas. Saat ini hadirnya model pembelajaran berbasis tekhnologi yang canggih tentu akan menjadi tantangan dan problematika tersendiri bagi Pendidikan Agama Islam khususnya dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan, apakah Pendidikan Agama Islam mampu bersaing dan tidak tertinggal dalam era digital hari ini. Persoalan ini tentu cukup pelik dirasakan oleh semua unsur yang terkait, karena situasi dan keadaan seperti ini belum terjadi sebelumnya. Metode penelitian digunakan adalah Library Research, dimana data yang diambil berasal dari tulisan dan literatur yang mendukung penelitian ini. Hasil temuan awal menunjukkan bahwa hari ini PAI harus mampu bersaing dan meninggalkan cara-cara konvensional menuju pembaharuan yang sesuai dengan keadaan saat ini. PAI dianggap perlu mencarikan solusi atas tantangan dan problematika Pendidikan Agama Islam karena hal ini merupakan aspek penting dalam dunia Pendidikan Islam khususnya agar mampu melahirkan manusia beradab dan pemimpin masa depan yang sesuai dengan ajaran Islam.Kata Kunci: Tantangan dan Problematika, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Era Digital  
The Role of Personality Psychology in Islamic Religious Education Ahmad Yusuf; Mirza Mahbub Wijaya; Ahmad Mohdlori; Hadi Susilo; Muhamad Ansori; Muchammad Nuryadi
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v5i1.4271

Abstract

This article aims to discuss the role of personality psychology in Islamic Education. This research is a literature study with a descriptive-analytic approach. This research background is about the concept and definition of Personality psychology and its roles in Islamic Education. From the discussion of this article, it can be concluded that personality is a characteristic inherent in a person that distinguishes individuals from one another. Meanwhile, personality psychology is a science that specifically studies the symptoms of a person's psychological phenomena related to personality, namely the character, nature, and behavior of humans in daily life. There are many different definitions of personality in psychology. However, as a whole, it shows an understanding that fundamental, namely personality, is about individual differences. Meanwhile, in terms of the contribution of Personality Psychology, it has a crucial role in the educational process. Learning can run well if the teacher/educator can understand the characteristics of students as learning subjects in school institutions. Artikel ini bertujuan membahas peran psikologi kepribadian dalam Pendidikan Agama Islam. Jenis Penelitian ini adalah literatur dengan pendekatan deskriptif analitik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah bagaimana konsep dan definisi psikologi kepribadian serta bagaimanakah peranannya dalam Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian adalah ciri khas yang melekat pada diri seseorang yang membedakan individu satu dengan yang lainnya. Sedangkan psikologi kepribadian adalah ilmu yang secara khusus mempelajari gejala fenomena kejiwaan seseorang yang berkaitan dengan personalitas, yaitu watak, sifat dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat banyak perbedaan pengertian mengenai kepribadian dalam psikologi. Akan tetapi, secara keseluruhan menunjukkan adanya kesepahaman bahwa yang mendasar yaitu personalitas adalah mengenai perbedaan individual. Sedangkan dalam hal kontribusi, psikologi kepribadian memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan. Pembelajaran dapat berjalan dengan baik apabila dalam pelaksanaannya guru/pendidik memiliki kemampuan memahami karakteristik peserta didik selaku subyek pembelajar dalam lembaga sekolah.
Dynamics of The Study of The Quran in Indonesia: Language and Paradigm Muhammad Fajri
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v5i1.4130

Abstract

This paper describes the development of the study of the Quran in Indonesia. Through historical-analytical approach, it shows that since the arrival of Islam in Indonesia, the study of the Quran has always been developing. They were starting from oral translation until the birth of interpretive products with various dynamics in them. The research question is, what are the forms of the dynamics of the study of the Quran in Indonesia. This study shows that the study of the Quran in Indonesia is moving dynamically, especially in terms of language characters and paradigms. The languages and characters used vary, ranging from Arabic and Arabic script to local-national languages and scripts (Indonesian and Latin characters), such as jawi, lontara, and pegon. Furthermore, the paradigm is also dynamic, such as textual and contextual approaches. The textual approach has characteristics dealing with the linguistic area and historical context of the Quran, not touching the context in which the Quranic verse is studied. Then the contextual approach, which is not only a linguistic aspect but also pays attention to the context both when the Quran was revealed and the context in which the Quran lives, to see the universal meaning of the Quran. In Indonesia, contextual approaches have started in the reformative or modern-contemporary era, at the end of the 20th century AD, and have developed until now.Tulisan ini menjelaskan tentang perkembangan kajian al Quran di Indonesia. Melalui pendekatan historis-analitis dapat diketahui bahwa sejak masuknya Islam ke Indonesia, kajian al Quran selalu mengalami perkembangan. Berawal dari terjemahan secara lisan, hingga lahirnya produk-produk tafsir dengan berbagai dinamika di dalamnya. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah terkait apa saja bentuk dinamika kajian al Quran yang terjadi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian al Quran di Indonesia bergerak dinamis, terutama dalam aspek bahasa-aksara dan paradigma.  Bahasa dan aksara yang dipakai beragam, mulai dari bahasa dan aksara Arab sampai pada bahasa dan aksara lokal-nasional (bahasa Indonesia dan aksara latin), seperti aksara jawi, lontara, dan pegon. Sedangkan paradigmapun juga dinamis, yaitu pendekatan tekstual dan kontekstual.  Pendekatan tekstual memiliki karaktersitik berkutat pada wilayah linguistik dan konteks sejarah al Quran, tidak menyinggung konteks di mana ayat al Quran itu dikaji. Kemudian pendekatan kontekstual yang tidak hanya aspek linguistiknya saja, tetapi juga memerhatikan konteks saat al Quran itu diturunkan maupun konteks dimana al Quran itu hidup  untuk melihat makna universal al Quran. Di Indonesia, Pendekataan kontekstual sudah mulai terjadi di era reformatif atau modern-kontemporer, akhir abad ke-20 M dan berkembang sampai sekarang.
The Application of Islamic Spiritual Methods in Nursing Program Curriculum at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta and UIN Alauddin Makasar Dwi Setiowati; Peggy Rianti Kurnia Sukma; Rasdiyanah Rahim
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 2 (2021): July - December 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v5i2.4933

Abstract

This research focuses on describing the implementation of Islamic spiritual care of the clinical nursing students at the State Islamic University (UIN). The implementation of Islamic spiritual care has not been done well by nurses. Clinical nursing students are the forerunners of nurses, but no one has examined the description of the application of Islamic spiritual care carried out by clinical nursing students in State Islamic University (UIN). This research method was descriptive quantitative. Samples were students of the clinical nursing students of UIN Jakarta and UIN Alauddin Makassar, 40 respondents. The results showed that most respondents applied Islamic spiritual care well (52.5%). The most well-implemented component is instilling optimism for healing that comes from God (60%). Students need to improve their self-competence in Islamic religious knowledge to become more competent in providing Islamic care to patients. The head of the clinical nursing program needs to emphasize efforts to increase Islamic spiritual competence in the clinical practice setting of learning guidelines through the guidance process and learning achievement targets.Penelitian ini berfokus untuk mengetahui penerapan perawatan spiritual Islam mahasiswa Ners di Universitas Islam Negeri (UIN). Penerapan asuhan keperawatan secara holistik khususnya dalam aspek spiritual karena masih sangat minim dilakukan oleh perawat di tatanan pelayanan keperawatan. Mahasiswa merupakan cikal bakal perawat dan peneliti belum menemukan penelitian tentang penerapan perawatan Islam oleh mahasiswa Ners di lingkungan UIN. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu mahasiswa Ners UIN Jakarta dan UIN Makassar masing-masing 40 responden. Hasil menunjukkan sebagian responden menerapkan perawatan spiritual Islam dengan baik (52,5%). Komponen yang paling banyak diterapkan dengan baik yaitu menanamkan optimisme kesembuhan yang datang dari Allah (60%). Mahasiswa perlu meningkatkan kompetensi diri dalam ilmu agama islam sehingga menjadi lebih kompeten dalam mebrikan perawatah islam kepada paeien, program studi Ners perlu lebih menekankan pada upaya peningkatan kompetensi spiritual islam pada tatanan praktik klini pedoman pembelajaran, melalui proses bimbingan maupu target capaian pembelajaran.