cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
ISSN : 23564075     EISSN : 26562456     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology. Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
Perbedaan Penyebab Infeksi Parasit Usus Manusia Pada Vektor Lalat Rumah (Musca Domestica) Dan Lalat Hijau (Chrysomya Megacephala) Di Pasar Kota Mataram Masratul Akhirah; Erna Kristinawati; Lina Sundayani; Fihirudin Fihirudin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.897 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i1.129

Abstract

Sanitasi dan lingkungan fisik yang buruk merupakan faktor utama timbulnya berbagai jenis penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh parasit usus seperti kecacingan, diare dan disentri. Penyakit-penyakit tersebut dapat ditularkan melalui lalat sebagai vektor mekanis pembawa penyakit seperti lalat rumah (Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomya megacephala). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab infeksi jenis parasit usus yang terdapat pada vektor lalat rumah (Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomya megacephala) di Pasar Kota Mataram. Penelitian yang bersifat observasional deskriptif atau exploratory study dengan sampel lalat rumah Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomya megacephala) masing-masing sebanyak 16 ekor lalat yang diambil dari 4 pasar di Kota Mataram, yaitu pasar Mandalika, pasar Cakranegara, pasar Pagesangan dan pasar Kebon Roek. Sehingga jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 8 sampel yang terdiri dari 4 sampel lalat rumah (Musca domestica) dan 4 sampel lalat hijau (Chrysomya megacephala) dimana setiap sampel berisi 16 ekor lalat. Hasil penelitian secara mikroskopis diperoleh persentase sampel positif parasit pada lalat rumah (Musca domestica) sebesar 25% dan lalat hijau (Chrysomya megacephala) sebesar 75% dengan ditemukannya kista dari golongan protozoa usus yakni Balantidium coli dan tidak ditemukan dari golongan nematoda usus. Sehingga tidak terdapat perbedaan penyebab infeksi parasit usus manusia yang terdapat pada vektor lalat rumah (Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomya megacephala)
PENAMBAHAN TAWAS TERHADAP ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI (ALTB) PADA AIR SUMUR Baiq Isni Amalia; Ershandi Resnhaleksmana; I Wayan Getas
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.79 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i1.84

Abstract

Air yang sehat harus memenuhi persyaratan sesuai parameter kualitas air yang ditentukan, meliputi 4 aspek yaitu, para meter fisik, kimia, biologis, dan radioaktif.  Menurut ketetapan pemerintah bahwa air bersih harus memenuhi persyaratan kualitas tertentu yaitu tidak berwarna, tidak berbau, rasanya dapat diterima oleh pengguna. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh penambahan tawas terhadap Angka Lempeng Total Bakteri (ALTB) pada air sumur. Sampel penelitian sebanyak 25 unit percobaan. Untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan terhadap masing-masing variabel dilakukan uji One Way Anova karena menggunakan skala data rasio pada variabel terikat. Hasil penelitian rerata jumlah angka lempeng total bakteri (ALTB) dengan penambahan tawas 0,1 gram adalah 37.780 CFU/ml; Rerata jumlah angka lempeng total bakteri (ALTB) dengan penambahan tawas 0,2 gram adalah 21.448  CFU/ml; Rerata jumlah angka lempeng total bakteri (ALTB) dengan penambahan tawas 0,3 gram adalah 6.781  CFU/ml; Rerata jumlah angka lempeng total bakteri (ALTB) dengan penambahan tawas 0,4 gram adalah 4.676 CFU/ml; Rerata jumlah angka lempeng total bakteri (ALTB) dengan penambahan tawas 0,5 gram adalah 2.785 CFU/ml; Terjadi penurunan yang signifikan terhadap angka lempeng total baktreri (ALTB) pada air sumur setelah penambahan tawas.
Pengaruh Waktu Penyimpanan Antisera Terhadap Daya Aglutinasi Metode Slide Raehun Raehun; Yunan Jiwintarum; Iswari Fauzi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.804 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i1.120

Abstract

Latar belakang: Penyimpanan reagen harus sangat diperhatikan agar mendapatkan hasil yang akurat. Antisera golongan darah merupakan reagen untuk melakukan pemeriksaan golongan darah metode slide, sebagai reagen alternatif dapat digunakan serum manusia.  Baik serum atau plasma harus segera dipisahkan dari sel-sel darah dan segera digunakan atau disimpan dalam jangka waktu tertentu agar kandungan antibodi dalam serum tetap dalam keadaan optimal saat digunakan.  Penyimpanan pada suhu ruang (15-25°C) selama 4 jam praktis tidak mengubah metabolit, enzim-enzim dan elektrolit-elektrolit.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh waktu penyimpanan antisera terhadap daya aglutinasi metode.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperimental Design).  Jumlah perlakuan sampel adalah 4 dengan replikasi sebanyak 6 kali sehingga menjadi 24 unit percobaan.  Analisis data dilakukan secara deskriptif, data yang dikumpulkan berupa data grade daya aglutinasi metode slide dengan menggunakan antisera dari serum sebagai reagen.Hasil: Didapatkan hasil daya aglutinasi pada 0 hari, 2 hari dan 4 hari penyimpanan antisera adalah +4, penyimpanan antisera pada 6 hari menyebabkan terjadinya perubahan daya aglutinasi menjadi +3.Kesimpulan: Ada pengaruh waktu penyimpanan antisera terhadap daya aglutinasi metode slide pada hari keenam penyimpanan
Infeksi Kecacingan Nematoda Usus Yang Ditularkan Melalui Tanah (Soil Transmitted Helminth) Pada Petani Sayur Sawi Hijau Di Desa Bug-Bug Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Ni Kadek Ayu Parweni; I Wayan Getas; Siti Zaetun
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.314 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.107

Abstract

Infeksi kecacingan dapat terjadi pada semua umur. Penyakit kecacingan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitas penderita hingga kerugian yaitu menurunkan kualitas sumber daya manusia. Pekerjaan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan frekuensi infeksi kecacingan, terutama pekerjaan yang berhubungan dengan tanah, salah satu profesi pekerjaan tersebut adalah petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran infeksi kecacingan nematode usus yang ditularkan melalui tanah ( Soil Transmitted Helminth ) pada petani sayur sawi hijau di Desa Bug-bug Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini bersifat observasi deskriptif menggunakan 28 sampel petani sayur sawi hijau yang diambil menggunakan teknik purposive sampling kemudian diperiksa menggunakan metode langsung dengan larutan pewarna Eosin 2%. Dari penelitian yang telah dilakukian dengan 28 sampel adalah ditemukan 2 orang petani sayur sawi hijau positif terinfeksi kecacingan spesies Trichuris trichiura. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu persentase petani sayur sawi hijau yang positif terinfeksi kecacingan nematode usus yang ditularkan melalui tanah ( Soil Transmitted Helminth ) adalah 7,14%. Infeksi disebabkan oleh nematode usus yang ditularkan melalui tanah ( Soil Transmitted Helminth ) spesies Trichuris trichiura
Air Rebusan Kaktus Pakis Giwang (Euphorbia Milli Ch Des Moulins) Sebagai Obat Alternatif Hepatitis B (Antihepatitis) Pada Hewan Coba Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Lalu Sri Gede; Siti zaetun
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.925 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i1.98

Abstract

Not many people know the benefits of forbia ornamental plants. One of the stems is an alternative medicine for hepatitis. Hepatitis is an inflammation of the liver caused by various factors. One of them is a viral infection to determine the effectiveness of boiled cactus fern cactus (Euphorbia milli Ch des Moulins) as antihepatitis in white mice (Rattus norvegicus).  Experimental (true experiment) to determine the effectiveness of giving boiled cactus stem stud water (Euphorbia milli Ch des Moulins) and interferol as anti hepatitis B virus in white mice (Rattus norvegicus) as control controls in white mice. Post-test only controlled group design study design. The sample size of 30 male white rats (Rattus norvegicus) was grouped into 2. The first group of controls was given antihepatitis (Interferon) and the second group was given boiled water with cactus stud earrings. Data were analyzed by the Independent Sample T Test 95% confidence level (Pα 0.05). Point-of-care testing (POCT) (hepatitis in the group of rats before being given fern cactus stew water studs (Euphorbia milli Ch des Moulins) was negative. In the group of rats given antihepatitis (Interferon) according to the dose in the control group for 1 week still gave a negative result: There was 1 result that was given and given 2 weeks of cactus fern boiled water negative results.The results of the analysis could not conclude because of the negative results so it was suggested to test HBV on another try like a squirrel to get maximum results Because mice are not hosts for the hepatitis B virus.
Pengaruh Variasi Infeksi Malaria Terhadap Positivitas Protein Urine Pada Penderita Malaria Dendi Arisandi; Erlin Yustin Tatontos; Urip Urip
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.809 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i2.142

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Parasit. Masuknya penyakit malaria dapat diketahui salah satunya dengan adanya peningkatan protein pada urine. Kadar protein dalam urin lebih dari 150 mg dapat dijumpai pada kerusakan- kerusakan membran kapiler glomerulus atau karena gangguan mekanisme reabsorbsi tubulus atau kerusakan-kerusakan pada kedua mekanisme tersebut. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi infeksi malaria terhadap positivitas protein urine pada penderita malaria. Penelitian ini merupakan penelitian yang besifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel menggunakan sampel jenuh, teknik pengambilan sampel dengan cara Accidental Sampling, variabel penelitian berupa variasi infeksi malaria dan positivitas protein urine. Jenis malaria yang banyak menginfeksi di wilayah kerja Puskesmas Meninting dan Puskesmas Penimbung adalah Malaria Falsiparum (Malaria Tropika) Malaria Vivaks (Malaria Tertiana) dan Malaria Mix dengan positivitas protein urine berbeda beda. Hasil uji Chi Square menunjukkan p = 0,892 Karena probabilitas lebih dari 0,05 (p<α = 0,05) artinya Ho diterima dan Ha di tolak. Tidak ada pengaruh variasi infeksi malaria terhadap positivitas protein urine pada penderita malaria
Lama Paparan Asap Rokok Terhadap Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Hewan Coba Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Hani Laili Katari; I Wayan Getas; Ershandi Resnhaleksmana
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.779 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.89

Abstract

Rokok membunuh hampir 6 juta orang pertahun, lebih dari lima juta perokok berasal dari perokok aktif dan lebih dari 600.000 merupakan perokok pasif. Tar, Nikotin, Radikal bebas, Timbal (Pb), dan Karbon Monoksida (CO) merupakan beberapa macam bahan kimia yang paling berbahaya dalam asap rokok. Tujuan Penelitian mengetahui pengaruh lama paparan asap rokok terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada hewan coba tikus putih (Rattusnorvegicus) galur wistar. Penelitian ini adalah quasi eksperimen menggunakan rancangan penelitian tidak acak yang didasari suatu pertimbangan dengan dua perlakuan. Lima ekor tikus menjadi kelompok kontrol dan lima ekor tikus lainnya menjadi kelompok perlakuan. Perlakuan dilakukan setiap hari selama 30 hari dengan pemaparan asap rokok setiap harinya dua batang. Rata-rata kadar hb sebelum dipapari asap rokok 21,2 g/dl, setelah terpapar asap rokok 15 hari 20,7 g/dl, dan setelah terpapar asap rokok 30 hari 19,0 g/dl. Persentase rata-rata kadar hemoglobin (Hb) awal dengan kadar hemoglobin (Hb) setelah pemaparan asap rokok selama 15 hari adalah 2,35%. Dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara lama paparan asap rokok terhadap kadar hemoglobin (Hb) tikus putih (Rattusnorvegicus) galur wistar.
Analisis Jenis Plasmodium Penyebab Malaria Terhadap Hitung Jumlah Trombosit Ni Nengah Yunita; Erlin Yustin Tatontos; Urip Urip
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.863 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i1.125

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium di dalam eritrosit, Penyakit malaria disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina, Malaria mempengaruhi hampir semua komponen darah, dan trombositopenia merupakan salah satu kelainan hematologis yang ditemui, dan banyak mendapat perhatian di literatur ilmiah. Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis Plasmodium penyebab infeksi malaria terhadap hasil hitung jumlah trombosit. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan case control, jumlah sampel menggunakan sampel jenuh, teknik pengambilan sampel  dengan Accidental Sampling yaitu mengambil kasus atau responden yang  kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Hasil analisis dari 32 sampel pasien didapatkan 12 sampel positif yaitu 4 pasien terinfeksi Plasmodium falciparum dengan rerata jumlah trombosit 86.250 sel/µl darah , 2 pasien terinfeksi Plasmodium vivax dengan rerata jumlah trombosit 73.000 sel/µl darah, dan 6 pasien terinfeksi Plasmodium mix dengan rerata jumlah trombosit 88.700 sel/µl darah.
Hasil Pemeriksaan Rheumatoid Arthritis (Ra) Pada Atlet Voli Di Lapangan Atletik Gomong Lawatametode Aglutinasi Latex Sri Hartini; Zainal Fikri; Agrijanti Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.659 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i1.79

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit peradangan yang terjadi pada sendi. Salah satu faktor pemicu terjadinya penyakit ini adalah cedera yang terjadi secara berulang kali. Cedera yang dialami dapat berupa cedera ringan, cedera sedang dan cedera berat. Sehingga atlet voli berpotensi mengalami penyakit peradangan pada sendi (Rheumatoid Arthritis).Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Hasil Pemeriksaan Rheumatoid Arthritis (RA) pada Atlet Voli di Lapangan Atletik Gomong Lawata Metode Aglutinasi Latex. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional deskriptif dengan teknik pengambilan sampel non random purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Data yang dikumpulkan merupakan data tentang gambaran hasil pemeriksaan Rheumatoid Arthritis (RA) pada serum atlet voli dengan menggunakan metode aglutinasi latex dan diamati terbentuknya aglutinasi. Hasil: Dari 30 responden negatif Rheumatoid Arthritis (RA), yang berarti cedera ringan pada atlet voli menunjukkan Rheumatoid Arthritis (RA) negatif, baik pada pria maupun wanita, baik usia muda maupun tua. Kesimpulan: Cedera ringan pada atlet voli menunjukkan Rheumatoid Arthritis (RA) negatif.
Prevalensi Kecacingan Golongan Sth (Soil Transmitted Helminth) Pada Anak Usia 3-6 Tahun Pasca Gempa Bumi Di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur Uci Hardiyanti; Urip Urip; Yunan Jiwintarum
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.857 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.116

Abstract

Soil Transmitted Helminth adalah  cacing golongan nematode yang memerlukan tanah untuk perkembangan bentuk infektifnya.Di Indonesia golongan cacing yang penting dan menyebabkan masalah kesehatan masyarakat adalah ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang yaitu : Necator  Americanus dan Ancylostoma duodenale.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui Prevalensi Kecacingan Golongan STH(Soil Transmitted Helminth) Pada Anak Usia 3-6 Tahun Pasca Gempa Bumi Di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bersifat Observasional Deskriptif (Survey deskriptif) yaitu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan suatu fenomena yang terjadi didalam masyarakat. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian ini yang positif di temukan spesies telur cacing STH (Soil Transmitted Helminthes) yaituTrichuris trichiura sebesar 13,1% , Ascaris lumbricoide sebesar 0 % dan hookworm sebesar 0% dan hasil yang negatif sebesar 86,9%. Kesimpulan bahwa di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur Pasca Gempa Bumi ditemukan anak yang terinfeksi telur cacing Trichuris trichiura sebanyak 13,1 % dengan tingkat infeksi ringan.

Page 6 of 32 | Total Record : 319


Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 01 (2026): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains More Issue