cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
ISSN : 23564075     EISSN : 26562456     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology. Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
Pengaruh Teknik Relaksasi Pernapasan Terhadap Inkontinensia Urine Pada Usia Lanjut Di Pstw “ Meci Angi “Bima HARIS AB
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.216 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v2i2.42

Abstract

Inkontinensia urine merupakan pelepasan urine secara tidak terkontrol dalam jumlah yang cukup banyak sehingga diperkirakan prevalensia inkontinensia urine berkisar antara 15-30% pasien geriatri yang dirawat di rumah sakit. Teknik relaksasi yaitu intervensi yang diajarkan kepada pasien untuk memodifikasi prilaku kesehariaannya terhadap kontrol kandung kemih.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi berupa penurunan frekwensi keluhan inkontinensia urine pada usila. Penelitian ini menggunakan penelitian Pra-Eksperimental dengan menggunakan desain One Group Pra Test- Post Test. Sample penelitian adalah usia lanjut yang menderita inkontinensia urine  di Panti Sosial Tresna Werdha “ Meci angi “ Bima. Teknik pengambilan sampel dengan aksidental sampling, didapat 10 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data menggunakan uji statistik t-test dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh P =  0,00 dengan taraf kesalahan 5 % (0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh teknik relaksasi terhadap inkontinensia urine pada usia lanjut di Panti Sosial Tresna Werdha “ Meci Angi “ Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik relaksasi mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap Inkontinensia Urine pada usia lanjut di Panti Sosial Tresna Werdha “ Meci Angi “ Bima. Pada responden diharapkan dapat melakukan Teknik Relaksasi secara mandiri agar dapat menurunkan frekuensi keluhan inkontinensia urine yang dialami tersebut.
Uji Potensi Air Rebusan Cacing Tanah Jenis Perionyx Excavates Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi Secara Invitro Ika Maulida Oktavi; Zainal Fikri; Rohmi Rohmi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.224 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i1.103

Abstract

Pengobatan penyakit menggunakan bahan alami sudah banyak dilakukan di masyarakat, contohnya pengobatan menggunakan cacing tanah.Cacing tanah telah dipercaya oleh masyarakat dalam mengobati penyakit, salah satunya adalah penyakit demam tifoid.Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana potensi cacing tanah jenis Perionyx excavatus dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Metode yang digunakan adalah metode difusi agar dengan cara sumuran menggunakan pelarut aquadest steril pada media MHA. Cacing tanah yang telah direbus kemudian air rebusannya dibuat beberapa konsentrasiair rebusan cacing tanah.Jumlah perlakuan dalam penelitian ini adalah sebanyak 25 unit perlakuan termasuk kontrol. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, tidak terdapat hambatan terhadap  pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.Sehingga pengolahan cacing tanah jenis Perionyx excavatus dengan caradirebus selama 15 menit dengan suhu 72ºC, tidak bagus dalam proses pemisahan antibakteri pada cacing tanah. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi acuan oleh masyarakat dalam memilih cara pengolahan cacing tanah untuk dijadikan sebagai obat.
Efektivitas Krim Ekstrak Sarang Burung Walet Terhadap Penyembuhan Luka Mencit Di Kota Bima Abdul Haris
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.097 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i2.150

Abstract

Luka merupakan hal yang sering terjadi dan dapat mengenai semua orang di seluruh dunia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Luka merupakan kerusakan fisik yang terjadi ketika tubuh seseorang secara tiba-tiba terpajan kekuatan yang berlebihan atau terputusnya kontinuitas suatu jaringan oleh karena adanya cedera atau pembedahan. Anak-anak yang berusia 5-15 tahun cukup rentan mendapatkan cedera, pada usia itu anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan mempunyai keinginan untuk menelusuri sesuatu serta bereksperimen yang tidak seimbang dengan kemampuan dalam memahami atau bereaksi terhadap bahaya. Anak-anak usia SD yang mengalami cedera sebanyak 42,56% terdiri dari cedera ringan 36,89% dan cedera berat 5,67%. Jenis cedera yang paling umum adalah tergores 31,2% kemudian cedera karena memar, terkilir, tergigit, robek, luka bakar, kecelakaan lalu lintas, kemasukan benda kecil, dan patah tulang 1,1% (Kuschithawati; 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas sarang burung walet dalam proses penyembuhan luka mencit. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design dengan jumlah sampel 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 3 kelompok. Analisis dalam penelitian ini adalah analisa bivariate dengan menggunakan uji one way anova. Hasil penelitian menunjukan lama waktu penyembuhan luka mencit yaitu pada hari ke 5 pada kelompok intervensi dengan krim ekstrak sarang burung walet 20% dengan nilai p value 0,001 (<0,05), kesimpulannya pemberian krim ekstrak sarang burung walet 20% lebih efektif dalam penyembuhan luka mencit dibandingkan dengan ekstrak sarang burung walet 10%.  
Identifikasi Tungau Debu Pada Kamar Kos Di Lingkungan Irigasi Kelurahan Taman Sari Kota Mataram Sukmawati, Sulvani; Fikri, Zainal; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.789 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.94

Abstract

Tungau Debu dapat menjadi pencetus timbulnya reaksi alergi seperti asma, rinitis, konjungtivitis, dan dermatitis atopik. Kebiasaan penghuni kamar kos yang melakukan hampir semua aktivitas ditempat tidur serta kebiasaan tidak membersihkan kamar kos secara menyeluruh memungkinkan tungau berkembang biak dengan baik. Tujuan Untuk mengetahui adanya tungau debu pada kamar kos di Lingkungan Irigasi Kelurahan Taman Sari Kota Mataram. Metode Penelitian ini merupakan Observasi Deskriptif atau Survey Descriptive, yaitu penelitian yang menggambarkan suatu keadaan secara obyektif tanpa mengetahui adanya hubungan sebab akibat. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 10 sampel dengan masing-masing sampel dilakukan pengambilan di empat titik yaitu kasur, jendela, pojok kamar dan rak buku atau lemari.Hasil penelitian ini menunjukkan 10 sampel yang diambil masing-masing diempat titik ditemukan tungau debu dengan jenis D. pteronissinus, G. destructor, D. farinae, B. tropicalis dan Larva tungau dari tempat pengambilan sampel yang berbeda. Tungau ditemukan pada semua kasur di seluruh lokasi pengambilan sampel, dilanjutkan dengan penemuan tungau di beberapa pojok kamar dan lemari serta tempat yang paling jarang ditemukan tungau adalah di jendela.
Analisis Kesadahan Air Alkali Yang Beredar Di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Lale Budi Kusuma Dewi; Ida Bagus Rai Wiadnya; Iswari Pauzi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.279 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i2.138

Abstract

Air alkali mengacu pada air elektrolisis yang dihasilkan dari mineral seperti magnesium dan kalsium, yang ditandai dengan hidrogen jenuh, pH tinggi, dan potensial reduksi oksidasi negatif. Air yang banyak mengandung ion kalsium dan magnesium disebut air sadah. Kadar maksimum kesadahan dalam air minum adalah 500 mg/liter, sedangkan persyaratan pH air minum adalah 6,5 sampai 8,5. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keamanan air alkali yang beredar di Kota Mataram berdasarkan kadar kesadahan. Terhadap 30 sampel air alkali dengan pH label 9, 10 dan 11 masing-masing sebanyak 10 sampel dilakukan analisa kadar kesadahan. Rata-rata kadar kesadahan air alkali dengan pH label 9, 10 dan 11 berturut-turut adalah 99 mg/liter, 118 mg/liter dan 117 mg/liter. Berdasarkan kadar kesadahan, air alkali yang beredar di Kota Mataram masih layak konsumsi.
Studi Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Tbc Pemakai Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Paket Di Puskesmas Cakranegara Heri Susanto; Maruni Wiwin Diarti; Iswari Fauzi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.105 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i1.85

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Faktor risiko penting untuk perkembangan TBC aktif salah satunya adalah diabetes mellitus. DM adalah penyakit tidak menular yang bersifat kronis dan akan melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan penderitanya memiliki kemungkinan 3 kali lebih tinggi untuk menderita TBC aktif. Pengobatan TBC pada  penderita DM sulit sembuh dengan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar glukosa darah sewaktu pada pasien TBC pemakai Obat Anti Tuberkulosis (OAT) paket di Puskesmas Cakranegara. Penelitian ini menggunakan metode  penelitian deskriptif, dimana peneliti melihat gambaran kadar glukosa darah sewaktu pada pasien TBC pemakai OAT paket di Puskesmas Cakranegara dengan jumlah responden 31 pasien TBC. Hasil penelitian yang didapatkan dari 31 responden pasien TBC yang berobat didapatkan pasien TBC sputum BTA positif yang belum minum obat rerata kadar glukosa darah sewaktu 176 mg/dL yang telah berobat 2 bulan rerata glukosa darah 144 mg/dL, yang telah berobat 5 bulan rerata glukosa darah 107 mg/dL dan yang telah berobat 6 bulan rerata glukosa darahnya 159 mg/dL Secara keseluruhan rerata kadar glukosa darah sewaktu pada penderita tuberkulosis di Puskesmas Cakranegara 145 mg/dL. Kesimpulan hasil penelitian ini kadar glukosa darah sewaktu pada penderita tuberkulosis di Puskesmas Cakranegara masuk dalam kategori belum pasti diabetes melitus.
Analisis Kadar Trigliserida Pada Pelari Berdasarkan Jenis Lari Yang Dilakukan Ni Luh Putu Pebrita; Ida Bagus Rai Wiadnya; Lale Budi Kusuma Dewi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.3 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i1.121

Abstract

Latar belakang : Trigliserida merupakan salah satu lemak didalam tubuh. Peningkatan kadar trigliserida terjadi karena kegemukan, konsumsi alkohol, serta kurangnya aktivitas sehingga menyebabkan penumpukan trigliserida dalam darah. Penurunan kadar trigliserida dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengatur gaya pola hidup seperti pengaturan diet dan aktivitas fisik. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh jenis - jenis lari terhadap kadar trigliserida pada pelari. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah Pra-Experiment. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 27 orang. Hasil penelitian berupa kadar trigliserida pelari dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk melihat perbedaan hasil kadar trigliserida sebelum dan setelah melakukan lari. Hasil Penelitian : Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah sebelum lari (119,56) > setelah lari 100m (75,11), sebelum lari (88,11) > setelah lari 1500m (67,22), sebelum lari (71,44) > setelah lari 5000m (56,33). Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan probabilitas pada kelompok lari 100m dan 1500m adalah (Sig) 0,008 dan pada kelompok lari 5000m adalah (Sig) 0,007 yaitu hasil tersebut berarti nilai P < α 0,05. Kesimpulan : Semakin jauh jarak lari yang ditempuh seorang pelari maka semakin besar pula penurunan kadar trigliserida yang didapat oleh pelari tersebut.
Pemberian Jus Buah Pir Yali (Pyrus Bretschneideri) Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Darah Hewan Coba Kelinci (Oryotolagus Cuniculus) Hana Fatinah; Erlin Yustin Tatontos; Lalu Sri Gede
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.066 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.108

Abstract

Kolesterol adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, jika terdapat dalam jumlah yang tinggi atau melebihi batas normal akan menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK) akibat dari arterosklerosis. Salah satu faktor yang dapat menurunkan kadar kolesterol adalah mengonsumsi buah pir Yali (P. bretschneideri) yang mengandung serat dan vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah diketahui pengaruh pemberian jus buah Pir Yali (P. bretschneideri) terhadap kadar kolesterol total pada darah hewan coba kelinci (O. cuniculus). Rancangan penelitian ini bersifat pra-eksperiment. Perlakuan terdiri atas pemberian campuran kuning telur ayam ras dan air gula pasir 90 % untuk hiperkolesterol, dan pemberian jus buah Pir Yali masing-masing 1 kali sehari pada 6 ekor kelinci dengan dosis sesuai berat badan hewan coba kelinci dan analisa data disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus buah Pir Yali dapat menurunkan kadar kolesterol total darah hewan coba kelinci, sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian jus buah Pir Yali terhadap kadar kolesterol total pada darah hewan coba kelinci. Saran pada peneliti selanjutnya apabila akan melakukan penelitian tentang pemberian buah Pir Yali  terhadap kadar kolesterol total sebaiknya menggunakan ekstrak buah Pir Yali.
Hasil Pemeriksaan Serum Glutamik Oksaloasetik Transaminase (Sgot) Dan Serum Glutamik Pyruvik Transaminase (Sgpt) Pada Pasien Dengan Hasil Hbsag Positif Di Rsud Praya Nispahayati Nispahayati; Agrijanti Agrijanti; I Wayan Getas
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.304 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i1.99

Abstract

Penyakit hepatitis B merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia dan jenis yang paling serius dari virus hepatitis, yang mengenai dua kali lipat lebih banyak dibandingkan hepatitis C. Penyakit hepatitis B sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Namun hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati.Cara mendeteksi adanya penyakit hepatitis, perlu dilakukan serangkaian  tes fungsi hati yang sifatnya enzimatik (menguji kadar enzim), yaitu: Enzim yang berkaitan dengan kerusakan hati, antara lain SGOT dan SGPT. Indikator paling awal untuk mendiagnosa infeksi virus hepatitis B adalah antigen permukaan hepatitis  B/HBsAg. Penanda serum ini dapat muncul paling cepat dua minggu setelah individu terinfeksi, dan akan tetap ada selama fase akut infeksi. Jika penanda serum ini tetap ada setelah 6 bulan, maka klien dapat menderita hepatitis kronis dan menjadi carrier. Vaksin hepatitis B tidak akan menyebabkan HBsAg positif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Gambaran Hasil Pemeriksaan  SGOT dan SGPT pada Pasien dengan Hasil HBsAg Positif  di Rumah Sakit Umum Daerah Praya diperoleh jumlah hasil pemeriksaan SGOT yang meningkat dengan hasil HBsAg positif adalah  72.8%, sedangkan hasil SGPT meningkat dengan hasil HBsAg positif adalah  64%.
Gambaran Tingkat Infeksi Cacing Soil Transmitted Helminth (STH) Pada Pengrajin Gerabah Di Desa Banyumulek Lombok Barat Fahril Rizal Saputra; Ida Bagus Rai; Zainal Fikri
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.302 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i2.143

Abstract

Infeksi cacing adalah sebagai infestasi satu atau lebih cacing parasit usus yang terdiri dari golongannematoda usus. Diantara nematoda usus ada sejumlah spesies yang penularannya melalui tanah atau biasa disebut dengan cacing jenis STH yaitu Ascaris lumbricoides, Necator americanus, Trichuris trichuira dan Ancylostoma duodenale. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat infeksi cacing soil transmitted helminth (STH) pada pengrajin gerabah di Desa Banyumulek Lombok Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode observational analitik dengan pendekatan cross-sectional, teknik pengambilan sampel dengan cara teknik Non random Purposive Sampling,dan Analisis hasil penelitian dilakukan secara deskriptif. Jumlah Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang. Dari 30 sampel yang diperiksa di dapatkan 1 diantaranya positif terinfeksi kecacingan nematoda usus dengan ditemukannya telur cacing jenis Hookworm dengan persentase 3,33% sedangkan pada sampel lainya tidak ditemukan adanya nematoda usus atau negatif dengan persentase 96,66%. Dengan tingkat infeksi termasuk infeksi ringan. Jadi kesimpulannya adalah Telur cacing golongan STH yang didapatkan pada feses pengrajin gerabah adalah Hookworm dengan tingkat infeksi kecacingan termasuk dalam kategori infeksi ringan.

Page 7 of 32 | Total Record : 319


Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 01 (2026): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains More Issue