cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
ISSN : 23564075     EISSN : 26562456     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology. Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
PENGARUH RENTANG WAKTU PENGATURAN POSISI TERHADAP KEJADIAN DEKUBITUS PADA PASIEN TIRAH BARING LAMA DI RSU PROPINSI NTB TAHUN 2013 Purnamawati, Dewi; Zulkifli, Zulkifli; Nursardjan, Nursardjan; Mawaddah, Ely
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains
Publisher : Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.889 KB)

Abstract

AbstrakDekubitus merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit, tingginya angka kejadian pasien dengan dekubitus mencerminkan rendahnya mutu pelayanan keperawatan, karenanya perlu adanya upaya pencegahan sejak dini yang merupakan tanggungjawab perawat. Pencegahan dekubitus salah satunya dengan melakukan pengaturan posisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektifitas rentang waktu pengaturan posisi 2 jam dan 3 jam terhadap kejadian dekubitus.Penelitian ini  menggunakan rancangan quasi eksperimental dengan post test only with control group. Populasi penelitian adalah semua pasien tirah baring lama di RSUP Nusa Tenggara Barat selama periode pengumpulan data, sedangkan sampel penelitian adalah pasien tirah baring lama dengan Kriteria inklusi sampel adalah berumur 14 – 80 tahun, memiliki resiko tinggi untuk terkena decubitus dengan nilai braden scale< 15, menjalani rawat inap selama 3 hari, dan tidak memiliki kemampuan untuk miring kiri dan kanan secara mandiri. Sedangkan kriteria ekslusinya adalah subjek sudah terkena dekubitus sejak awal masuk ruang perawatan, mengalami tirah baring atas instruksi pengobatan, merupakan kunjungan kedua dalam bulan tersebut. Tehnik  pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling, Untuk mengetahui pengaruh   waktu pengaturan posisi terhadap kejadian dekubitus dilakukan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% ( p ≤ 0,05 ). Hasil analisis pengaruh waktu pengaturan posisi terhadap kejadian dekubitus diperoleh ada sebanyak 1 dari 15 responden (16,67%)  yang dilakukan perubahan posisi setiap 2 jam mengalami dekubitus.  Sedangkan responden yang dilakukan perubahan posisi setiap 3 jam, ada 5 dari 15 (33,33%) responden mengalami dekubitus. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,084 (£ = 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kejadian dekubitus antara pasien yang dilakukan perubahan posisi setiap 2 jam dengan pasien yang dilakukan perubahan posisi setiap 3 jam. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan agar perawat dapat melakukan perubahan posisi setiap 2 jam pada pasien tirah baring lama. Kata Kunci :Dekubitus, Posisi, Tirah baring.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Masyarakat Dalam Membuang Sampah Di Dasan Tinggi Lingkungan Karang Anyar Pagesangan Timur Mataram EKA RUDY PURWANA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.605 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v2i2.46

Abstract

Sampah selalu timbul menjadi persoalan rumit dalam masyarakat yang kurang memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Ketidakdisiplinan mengenai kebersihan dapat menciptakan bayak masalah baik masalah social maupun masalah kesehatan akibat timbunan sampah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian penjelasan (Explanatory Research) Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan cross sectional study dengan Populasi responden pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Hasil Analisa data secara univariat,bivariat dan multivariate dengan regresi logistik hasil menunjukkan sebagian besar responden kelompok responden yang melakukan perilaku membuang sampah pada tempatnya lebih banyak dijumpai pada responden yang melakukan perilaku perilaku membuang sampah pada tempatnya sebanyak 19 orang (63,3%)variable berhubungan secara signifikan dengan perilaku membuang sampah yaitu karakteristik sikap, motivasi, , serta pengalaman mendapatkan penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Variable paling dominan memberikan pengaruh adalah variable motivasi. Dimana diperoleh  P wald  = 8,579  dengan  nilai adjusted OR exp (B) atau odds ratio sebesar 8.661 (Cl = 2,619 s/d 28,647) sikap menunjukkan pengaruh terbesar kedua setelah motivasi Dimana diperoleh  P wald  = 12,512 dengan exp (B) atau odds ratio sebesar 5,865 (CL = 1,796 s/d 19,159)
BIOLOGICAL RESPONSE MODIFIERS ACTIVITIES OF BUNI (ANTIDESMA BUNIUS)FRUITS FILTRATE TO ACTIVATED LYMPHOCYTES, MONONUCLEAR AND POLIMORPHONUCLEAR CELLS IN MALE MICE (RATTUS NORVEGICUS) WISTAR’S STRAIN INFECTED BY SALMONELLA TYPHIMURIUM Gunarti, Gunarti; Jiwintarum, Yunan; Nurhidayati, Nurhidayati
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains
Publisher : Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.889 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v1i1.14

Abstract

AbstractThis study aimed to know the natural activity of filtrate buni(Antidesma bunis)fruit as immunostimulant. Parameter of  this activities was the  number of activated lymphocytes, mononuclear and polimorphonuclear cells of mice wistar’s strain that  infected by Salmonella typhimurium. The group of study consisted of 2 control groups, and 4 experiment group which given 25%, 50%, 75%, 100% dose of buni (Antidesma bunis)fruits filtrate for 7 days. The data resulted were statically calculated by Kruskal-Wallis test dan Mann-Whitney test. The result as number of activated lymphocytes in control group 1 and 2, and in treatment groups consecutivelly 1,5; 6,4; 8,4; 8,8 and 7,6. The analysis of hyphotesis by Kruskall_Wallis test resulted p= 0,000 (p<0,05), and the Mann-Whitney test showedthere was a significant differentiate among the control group and treatmen groups with p< 0,05.While, the number of PMN and MN cells, find no effect in basophils, but there is a significant effect of buni (Antidesma bunis)fruits filtrateto amount of netrofil, eosinofil, total polimorphonuclear cells; and lymphocyte, monocyte, and total mononuclear cells (p<0,05). Conclusion the filtrate of buni (Antidesma bunius) fruits was able to increase the number of activated lyphocytes; polymorphonuclear and mononuclearleukocytes in the male mice infected by Salmonella typhimurium significantly.Keywords: Biological Response Modifiers Activities, Buni (Antidesma Bunius)Fruits, Activated Lymphocytes, Mononuclear And Polimorphonuclear Cells, Salmonella Typhimurium.
Pemanfaatan Kemangi (Ocimum Citriodurum) Sebagai Insektisida Alternatif Dalam Bentuk Elektrik Ershandi Resnhaleksmana
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.666 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v2i1.37

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Berbagai upaya yang dilakukan untuk meminimalkan terjadinya kasus DBD tersebut yaitu salah satu nya dengan melakukan pemberantasan vektornya yaitu nyamuk Aedes sp. Pemberantasan vektor DBD di masyarakat yang paling popular adalah dengan cara insektisida kimiawi. Insektisida adalah bahan yang mengandung persenyawaan kimia yang digunakan untuk membunuh serangga (Gandahusada dkk, 1998). Saat ini banyak dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bahan alam yang mampu digunakan sebagai alternatif insektisida alami dengan resiko paparan yang lebih kecil. Salah satu bahan alam yang memiliki efek insektisida adalah kemangi (Ocimum citriodorum). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan kemangi (Ocimum citriodorum) sebagai insektisida alternatif dalam bentuk elektrik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, sedangkan data yang dihasilkan adalah konsentrasi filtrat kemangi sebagai kandungan gabus mat elektrik terhadap prosentase kematian nyamuk Aedes sp. Hasil penelitian menunjukkan kemangi (Ocimum citriodorum) dapat dimanfaatkan sebagai insektisida alternativ dalam bentuk elektrik. Konsentrasi filtrat kemangi 10% menyebabkan 8% kematian nyamuk Aedes sp, konsentrasi filtrat kemangi 20% menyebabkan 44% kematian nyamuk Aedes sp, konsentrasi filtrat kemangi 40% menyebabkan 78% kematian nyamuk Aedes sp dan konsentrasi filtrat kemangi 80% menyebabkan 100% kematian nyamuk Aedes sp.
Efek Diuretik Daun Dan Buah Kacang Panjang (Vigna Sinensis Var. Sesquipedalis) Pada Hewan Coba Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Iswidhani Iswidhani; Maruni Wiwin Diarti; Nurhidayati Nurhidayati; Yunan Jiwintarum
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.413 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v2i1.28

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui efek diuretik sediaan rebusan dan sediaan segar daun dan buah Kacang panjang  (Vigna sinensis var. sesquipedalis)  pada hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Penelitian ini adalah penelitian true eksperimental di laboratorium dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Ada dua kelompok variabel independent yaitu daun kacang panjang dalam bentuk rebusan dan segar dan buah kacang panjang dalam bentuk rebusan dan segar, sedangkan variabel dependentnya ada tiga yaitu onset, durasi dan volume urine yang dikeluarkan hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Total perlakuan dalam penelitian ini adalah 18 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan volume urine hewan coba tikus putih pada kelompok K1(kontrol negatif) adalah 22.67 ± 2.5, K2 (kontrol positif)  Furosemid 39.3 ± 2.3, P1 38.67 ± 1.1, P2 33.33 ± 3.0, P3 31.00 ± 2.6, P4 25.33 ± 1.1, P5 40.67 ± 1.1, P6 35.00 ± 1.0, P7 30.67 ± 1.1, P8 26.33 ± 2.0, P9 37.33 ± 3.0, P10 31.00 ± 3.4, P11 29.33 ± 0.5, P12 25.33 ± 1.1, P13 39.33 ± 1.1, P14 32.67 ± 3.2, P15 30.00 ± 2.0, dan P16 25.33 ±2.3 dan rerata onset pengeluaran urine pada hewan coba tikus putih dengan durasi selama 5 jam adalah kelompok K1(kontrol negatif) adalah 9.67 kali, K2 (kontrol positif)  Furosemid 16 kali, P1 16 kali, P214.67 kali, P3 13.3 kali, P411 kali, P5 16 kali, P6 14.33 kali, P7 13 kali, P8 11 kali, P9 16 kali, P10 15.67 kali, P11 14 kali, P12 11.67 kali, P13 16 kali, P14 15.33 kali, P15 13.67 kali, dan P16 11.33 kali. Hasil uji stastistik  Two way Anova  atau Univariate analysis of variance tests of Between-Subjects Effect pada tingkat kepercayaan 95% (Pα = 0.05) menunjukkan bahwa nilai p=0.000<pα 0.05 pada setiap kelompok perlakuan. Kesimpulan terdapat efek diuretik sediaan rebusan dan sediaan segar daun dan buah Kacang panjang  (Vigna sinensis var. sesquipedalis) pada hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar diterima.
ANALISIS FAKTOR PREDISPOSISI TERJADINYA PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RS JIWA MUTIARA SUKMA PROVINSI NTB Emilyani, Desty
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS
Publisher : Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.889 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v3i1.51

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan respon terhadap stressor yang dihadapi oleh seseorang yang ditunjukkan dengan perilaku actual yaitu melakukan perilaku kekerasan, baik pada dirisendiri, orang lain maupun lingkungan yang bertujuan melukai orang lain secara fisik maupun psikologis. Berdasarkan data yang didapat di Rumah Sakit Jiwa Propinsi NTB dilaporkan bahwa jumlah pasien perilaku kekerasan yang dirawat inap terjadi peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran factor predisposisi terjadinyaperilakukekerasanpadapasienrawatinap di RSJP NTBTahun 2015.Desain penelitian ini adalah penelitian deskriftifdanwaktupenelitianmenggunakanRetrospektif, lokasipenelitianini  disemuaRuangRawatInapRSJP NTB. Populasi penelitian ini adalah pasien perilaku kekerasan dalam rentang respon asertif sampai dengan agresif yang bersedia menjadi responden sebanyak 45 orang dan sampel dalam penelitian menggunakan Accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor predisposisi terjadinya perilaku kekerasan yaitu factor psikologis62% dominan, factor perilaku7% dominan, faktor social budaya 7% dominan, factor bioneurologis 100% tidak dominan sebagai predisposisi terjadinya perilaku kekerasan. Sesuai hasil penelitian ini, diharapkan kepada perawat yang bertugas untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan keperawatan pada pasien perilaku kekerasan melalui standar asuhan keperawatan yang optimal kepada pasien.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TB PARU DENGAN KECEMASAN PADA PENDERITA TB PARU DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP NTB Sumartini, Ni Putu
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains
Publisher : Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.889 KB)

Abstract

AbstrakSekitar sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB dimana sebagian besar penderita TB adalah usia produktif (15-55 tahun). Indonesia sendiri merupakan negara berkembang sebagai penderita terbesar ketiga  di dunia setelah India dan Cina (Depkes RI, 2006).  Menurut Engram dalam Doengoes (2000) penderita TB Paru menunjukkan kurang pengetahuan mengenai kondisi, aturan pengobatan yang berhubungan dengan kurangnya informasi. Pasien TB yang belum mengetahui proses penyakitnya akan mengalami kecemasan. Kecemasan muncul pada penderita TB Paru karena kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya yang akhirnya membuat kondisi penderita menjadi muncul perasaan tak berdaya dan tak ada harapan. Kecemasan yang berlebihan menyebabkan terjadinya penekanan sistem imun yang berakibat pada penghambatan proses penyembuhan dan mempercepat terjadinya komplikasi sehingga memerlukan waktu  perawatan yang lebih lama. Data Medical Record RSUP NTB, jumlah kasus TB Paru di Instalasi Rawat Inap tahun 2011 berjumlah 253 kasus. Pada  studi pendahuluan yang peneliti lakukan terhadap 20 penderita TB Paru terdapat 80% mengalami kecemasan. Sampel penelitian sebanyak 30 orang, dan tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan pedoman wawancara dan observasi dari Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) . Desain penelitian menggunakan  studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Analisa data yang digunakan adalah uji Spearman Rank dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden terdapat 56,7% dengan tingkat pengetahuan kurang, 23,3% dengan tingkat pengetahuan cukup dan 20% dengan tingkat pengetahuan baik. Sebanyak 40% mengalami kecemasan berat, 33,3% mengalami kecemasan sedang dan 26,7%  mengalami kecemasan ringan. Berdasarkan analisa data diperoleh hasil R hitung sebesar 0,776 dengan taraf signifikan 5% dan R tabel sebesar 0,377 sehingga R hitung > R tabel (0,776 > 0,377) maka Ho ditolak. Pada penelitian ini ada hubungan pengetahuan tentang TB Paru dengan tingkat kecemasan pada penderita TB Paru di Instalasi Rawat Inap RSUP NTB. Kepada penderita TB Paru disarankan meningkatkan pengetahuannya tentang TB Paru dengan banyak berkonsultasi pada petugas kesehatan dan mencari informasi dari para penderita TB Paru yang sembuh maupun sedang dalam pengobatan supaya tidak mengalami kecemasan yang berlebihan.Kata kunci : Kecemasan, Pengetahuan, TB Paru.
PREVALENCE OF CANDIDIASIS BASED ON THE TEST RESULT OF WOMEN’S SEDIMENTS AND URINE CULTURE WHO SUFFER DIABETES MELLITUS AT PUSKESMAS IN WEST LOMBOK REGENCY Danuyanti, I Gusti Ayu Nyoman; Rohmi, Rohmi; Resnhaleksmana, Ersandhi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains
Publisher : Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.889 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v1i1.10

Abstract

AbstractDiabetes mellitus is a predisposing factor for the incidence of genital candidiasis. Women with diabetes mellitus have extra sugar in the vaginal wall, so that the urine of women with diabetes mellitus are likely to be found Candida albicans. The cause of candidiasis related to the way we take care of the reproductive organs, which means he12alth status is influenced by behavioral factors. The purpose of this study to determine patterns of hygiene and sanitation women with diabetes mellitus in the case of thrush, so it can be a known cause of candidiasis due to excess glucose in the blood factors or because the behavior of the diabetic patient. The method used analytic observational with the variables measuring cross sectional against 76 respondents drawn from the health center and Kediri Narmada, West Lombok district with 21.05% prevalence of candidiasis. Examination of candidiasis infection obtained based on the examination of urine sediment and culture of women with DM. Overall women with diabetes could be at risk or infected with Candida albicans even though the disease are predisposing factors of candidiasis vaginitis.Keywords: Candidiasis, Urine sediment, Urine culture, Diabetes mellitus  
Uji Potensi Ubi Jalar Varietas Sukuh (Ipomea Batatas. L) Sebagai Media Pertumbuhan Fungi Dermatofita Agrijanti Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.741 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v2i1.33

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui potensi Ubi Jalar Varietas Sukuh (Ipomea batatas. L) sebagai media pertumbuhan Dermatophytes jamur dengan membandingkan dengan media  Sabaouroud Dextrosa Agar (SDA). Penyebab penyakit kulit yang sering disebut Kurap adalah Genus Mycosporum dalam penelitian ini digunakan isolat murni. Ubi jalar sebagai sumber makanan utama karbohidrat menempati tingkat keempat setelah padi, jagung dan ubi kayu. Tanaman ubi jalar memiliki banyak keuntungan, yaitu umbi telah kandungan karbohidrat yang tinggi sebagai sumber energi, daun ubi jalar kaya akan vitamin A dan sumber protein yang baik, dapat tumbuh di daerah marjinal di mana tanaman lain tidak dapat tumbuh sebagai sumber pendapatan petani karena dapat dijual sewaktu-waktu, dan dapat disimpan dalam bentuk tepung dan starch.16 "Jumlah R (replikasi) ulangan r = 4 (empat) di lapangan dan r = 3. 6 Data yang diperoleh sebagai hasil dari pertumbuhan jamur pada media Sabaoriud Dextrosa Agar (SDA) dan media Ubi Jalar Varietas Sukuh (Ipomea batatas. L) dianalisis secara deskriptif. Periksaan data dalam bentuk pengamatan, diameter koloni, dan pembentukan spora. Pengamatan dilakukan mulai dari seminggu setelah inokulasi, dua minggu tiga minggu dan empat minggu, karena pertumbuhan jamur terhenti setelah empat minggu inkubasi. Hasil pengamatan makroskopik dari dua jenis media tidak ada perbedaan n dalam hal warna koloni, bentuk dan konsistensi, sedangkan dalam hal pertumbuhan koloni dengan pengamatan koloni pada diameter, media SDA pertumbuhan lebih subur. Pertumbuhan Dermatofit lebih baik pada media SDA karena kandungan karbohidrat lebih tinggi dari Varietas Ubi Jalar Sukuh (batatas Ipomea. L), tetapi fungsi pembentukan spora di media Varietas Ubi Jalar Sukuh (Ipomea batatas. L) lebih unggul karena spora jelas terlihat karena karena pertumbuhan media SDA pertumbuhan tertekan spora. Pengamatan spora diperlukan untuk identifikasi spesies fungi.
UJI MUTU MIKROBIOLOGIS PADA MADU KEMASAN YANG BEREDAR DI KECAMATAN CAKRANEGARA Rohmi, Rohmi; Anam, Haerul; Andrianto, Mohamad Rovan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains
Publisher : Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.889 KB)

Abstract

AbstrakMadu yang dikemas dan dikonsumsi tidak selamanya memiliki kualitas yang terjamin, dapat disebabkan oleh proses pengolahan yang kurang memperhatikan kebersihan, dalam proses produksi dan kebersihan alat sehingga mikroorganisme dapat tumbuh dan berkembangbiak. Uji mutu mikrobiologis merupakan salah satu uji yang dilakukan untuk mengetahui mutu produk makanan atau minuman berdasarkan adanya suatu mikroorganisme. Penelitian dilakukan untuk mengetahui mutu mikrobiologis madu kemasan yang beredar di Kecamatan Cakranegara. Uji mutu mikrobiologis madu berdasarkan peraturan BPOM terdiri dari 3 parameter yaitu perhitungan Angka Lempeng Total (ALT), nilai Most Probable Number (MPN) dan perhitungan Angka Kapang Khamir. Penelitian bersifat Observasional analitik dan berdasarkan waktunya yaitu Cross sectional. Menggunakan tehnik pengambilan sampel Non Random Purposif Sampling sehingga didapatkan 5 sampel. Data hasil penelitian diuji dengan analisa deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa 2 sampel madu tidak memenuhi persyaratan mikrobiologis yaitu pada sampel madu nomor 1 dengan nilai ALT total yaitu 80.000 CFU/mL,  AKK 10 CFU/mL dan pada madu nomor 3 dengan AKK 290 CFU/mL.Kata kunci : Madu , Uji mutu mikrobiologis.

Page 4 of 32 | Total Record : 319


Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 01 (2026): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains More Issue