cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
ISSN : 23564075     EISSN : 26562456     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology. Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
Pemberian Tepung Beras Merah (Oryza Nivara) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Hewan Coba Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Cindy Sanggar Velanie; Maruni Wiwin Diarti; Iswari Fauzi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.68 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.90

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin atau aktivitas insulin oleh karena itu akan menyebabkan peningkatan glukosa darah. Pemberian tepung beras merah dapat melindungi sel dari pengaruh buruk radikal bebas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung beras merah (Oriza nivara) terhadap penurunan kadar glukosa darah hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Penelitian ini menggunakan metode pra-ekspriment dengan rancangan penelitian One group pretest-postest dengan jumlah hewan coba tikus putih 5 ekor. Tikus putih diinduksikan aloksan 125 mg/BB secara intraperitoneal dan diberikan tepung beras merah (Oriza nivara). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian ini yaitu rerata hasil pemeriksaan kadar glukosa darah pada hewan coba tikus putih setelah pemberian tepung beras merah (Oriza nivara) adalah 169,4 mg/dl. Dengan hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,043, karena p < (α=0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemberian tepung beras merah (Oriza nivara) selama 14 hari berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar
Efektivitas Inkubator Portable Sebagai Alat Inovasi Penunjang Laboratorium Mikrobiologi Sudirman Halla; Rohmi Rohmi; Agrijanti Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.66 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i1.126

Abstract

Latar  Belakang : inkubator konvensional merupakan alat yang didesain untuk memenuhi kebutuhan pada proses inkubasi dilaboratorium mikrobiologi yang mengunakan komponen alat yang lumayan mahal dan membutuhkan tegangan listrik lumayan tinggi pada saat pengunaannya dilaboratorium. Sedangkan inkubator portable di rancang menggunakan bahan yang mudah di dapat dan relatif murah, pada saat penggunaannya dilaboratorium pun membutuhkan tegangan listrik yang sedikit, pada komponen alat inkubator portable di lengkapi dengan sensor suhu dan pengatur suhu seperti pada inkubator konvensional.Tujuan : Mendesain, merancang dan munguji  inkubator portable sebagai alat inovasi penunjang laboratorium mikrobiologi yang di lengkapi pengatur suhu dan LCD. Metode : penelitian ini merupakan jenis penelian “experimental”yang bertujuan untuk membuat alat sederhana yang bisa untuk menumbuhkan bakteri yang melalui proses inkubasi. Hasil dan Kesimpulan: rata rata pertumbuhan bakteri yang di tanam pada media NAP lalu di inkubasi pada inkubator portable dan inkubator konvensional sebagai kontrol didapat kan hasil dan kesimpulan baha inkubator portable layak di gunakan sebagi inkubator alternatif penunjang laboratorium mikrobiologi khususnya bidang inkubasi.
Pemberian Filtrat Buah Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Titer Imunoglobulin G (Igg) Pada Kelinci Jantan (Orytolagus Cuniculus) Dengan Teknik Hemaglutinasi Ni Luh Gita Dewi Lestari; Ida Bagus Rai Wiadnya; Lale Budi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.448 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i1.80

Abstract

Sistem imun merupakan sistem pertahanan penting bagi tubuh terhadap infeksi oleh mikroorganisme. Peningkatan imunitas dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat merangsang sistem imun, salah satunya adalah flavonoid dan alkaloid yang terdapat dalam buah pepaya muda(Carica papaya L.) yang mampu meningkatkan diferensiasi dan proliferasi limfosit B yang sangat penting dalam mengatur jumlah imunoglobulin. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh filtrat buah pepaya (Carica papaya L.) terhadap titer imunoglobulin G(IgG)pada kelincijantan (Orytolagus cuniculus). Desain penelitian adalahTrue Eksperimenmenggunakan Postest Control Grup Desain, dengan unit percobaan 16 ekor kelinci. Data yang dikumpulkan berupa titer IgG tanpa filtrat buah pepaya dan dengan filtrat buah pepaya(Carica papaya L. )dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75%. Hasil penelitian dimana rerata hasil pemeriksaan IgG pada kelinci tanpa filtrat buah pepaya adalah 0, pada filtrat buah pepaya konsentrasi 25% rerata titer IgG adalah 0, pada filtrat buah pepaya konsentrasi 50% rerata titer IgG adalah 0,35 dan pada filtrat buah pepaya konsentrasi 75% adalah 1,25. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallisdengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) menunjukkan bahwa probabilitasnya 0,002<0,05. Kesimpulan, Ada pengaruh yang signifikan filtrat buah pepaya (Carica papaya L.)terhadap titer IgG pada kelinci jantan(Orytolagus cuniculus) dengan teknik hemaglutinasi.
Inventarisasi Bacillus Thuringiensis Dengan Metode Cawan Sebar Pada Habitat Hidup Larva Anopheles Sp Pada Tanaman Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Di Kabupaten Lombok Tengah Putriawati Putriawati; Nurul Inayati; Agrijanti Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.738 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.117

Abstract

Beberapa bahan dapat digunakan untuk menekan larva nyamuk, diantaranya B. thuringiensis yang merupakan mikroba enthopatogenik yang dapat menjadi biolarvasida untuk menekan larva Anopheles sp. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi B.thuringiensis dari habitat hidup larva Anopheles sp pada tanaman Eceng gondok di Kabupaten Lombok Tengah (Desa Batujai). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif observatif dengan analisa data secara deskriftif untuk menentukan terdapat atau tidaknya B. Thuringiensis  setelah diinokulasi pada media.Pertumbuhan bakteri  setelah dilakukan preparasi sampel pada suhu 80°C selama 10 menit, diinkubasi pada suhu 30°C selama 24 jam. Kemudian di lakukan identifikasi/pemeriksaan sampel secara makroskopik dan mikroskopik di dapatkan hasil B.thuringiensis terdapat pada sampel larva. Hasil dari identifikasi ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan B.thuringiensis yaitu bentuk koloni bulat, pinggiran yang rata, warna koloni putih krim,  permukaan koloni datar dan halus serta sifat Gram yaitu basil Gram positif dengan endospora terletak di terminal/subterminal, dengan adanya kristal pada bakteri ini yang menandakan bahwa bakteri B.thuringiensis ini bersifat toksin terhadap larva Anopheles sp. Beedasarkan penelitian yang telah dilakukan inventarisasi Bacillus thuringiensis terdapat pada sampel Larva Anopheles sp pada tanaman Eceng gondok (Eichornia crassipes) di Kabupaten Lombok Tengah. Namun tidak terdapat Bacillus thuringiensis pada sampel tanah. 
Pengenceran Sabun Cair Cuci Tangan Terhadap Angka Lempeng Total Bakteri (Altb) Telapak Tangan Ziana Dia Ningsih; Ida Bagus Rai Wiadnya; Lale Budi Kusuma Dewi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.723 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i1.104

Abstract

Sabun cair cuci tangan disediakan diberbagai fasilitas umum  sudah mengalami proses pengenceran dengan jumlah yang berbeda-beda. Pengenceran sabun cair cuci tangan mengubah pH, konsentrasi antiseptik dan antibakteri sebagai kandungan tambahan yang terlarut di dalam sabun sehingga akan mempengaruhi kemampuan sabun dalam menghambat dan membunuh bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengenceran sabun cair cuci tangan terhadap Angka Lempeng Total Bakteri (ALTB) telapak tangan. Penelitian ini bersifat Observasional Deskriptif dengan rancangan One Group Pretest Posttest dan menggunakan teknik pengambilan sampel Non Random Purposive Sampling yang kemudian diperiksa dengan metode cawan tuang. Hasil penelitian ini didapatkan Angka Lempeng Total Bakteri (ALTB) telapak tangan setelah mencuci tangan dengan konsentrasi sabun 100% sebanyak Cfu/ml, pada konsentrasi sabun 80% sebanyak Cfu/ml, pada konsentrasi sabun 40% sebanyak Cfu/ml pada konsentrasi sabun 40% sebanyak Cfu/ml pada konsentrasi sabun 10% sebanyak Cfu/ml.  Ada pengaruh pengenceran sabun cair cuci tangan terhadap Angka Lempeng Total Bakteri (ALTB) telapak tangan.
Analisis Variasi Infeksi Malaria Terhadap Hasil Pemeriksaan Bilirubin Urine Metode Carik Celup Intan Mustika Nila; Maruni Wiwin Diarti; Iswari Pauzi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.794 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.152

Abstract

Latar Belakang : Malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh spesies Plasmodium. Infeksi Plasmodium dapat mengakibatkan gejala- gejala klinis seperti penyakit kuning, batuk, muntah terus menerus, gangguan saraf dan urine berwarna coklat. Urine berwarna coklat telah dikaitan dengan hemoglobinuria, myoglobinuria, dan bilirubinuria. Tingkat infeksi tinggi maka semakin banyak eritrosit didestruksi yang kemudian akan meningkatkan kadar bilirubin dalam urine penderita malaria. Tujuan : Mengetahui analisis variasi infeksi malaria terhadap hasil pemeriksaan bilirubin urine metode carik celup. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang besifat Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel menggunakan sampel jenuh, teknik pengambilan sampel dengan Non Random Accidental Sampling. Variabel penelitian berupa variasi infeksi malaria, kadar bilirubin urine dan metode carik celup. Data hasil pemeriksaan yang terkumpul menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil : Pada 4 pasien positif terinfeksi Plasmodium falciparum (Malaria Tropika) didapatkan hasil negatif bilirubin urine secara kualitatif maupun semi kuantitatif. Pada 3 pasien positif terinfeksi Plasmodium vivax (Malaria Tertiana) didapatkan hasil negatif bilirubin urine secara kualitatif maupun semi kuantitatif. Sedangkan pada 5 pasien positif Malaria mix menunjukkan hasil bilirubin urine 3 pasien secara kualitatif adalah +1 dengan kadar 1-17 mg/dl secara semi kuantitatif metode carik celup. Kesimpulan : Didapatkan hasil negatif bilirubin urine metode carik celup pada infeksi malaria tropika dan malaria tertiana sedangkan pada infeksi malaria mix didapatkan hasil positif bilirubin urine pada 3 sampel.
Studi Variasi Waktu Pengobatan Pasien Tb Paru Terhadap Kadar Hemoglobin Dan Nilai Laju Endap Darah Di Puskesmas Ubung Munawir Haris; Urip Urip; IGAN Danuyanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.789 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.95

Abstract

Penyakit tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang menyerang jaringan paru. Terdapat berbagai jenis pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis TB Paru yaitu pemeriksaan dahak mikroskop langsung, pemeriksaan LED. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui variasi waktu pengobatan TB Paru terhadap kadar hemoglobin dan nilai LED di Puskesmas Ubung. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ubung kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif. Sampel yang digunakan adalah darah responden yang memenuhi kriteria inklusi dan esklusi yang kemudian dilakukan pemeriksaan hemoglobin dan LED. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan kadar hemoglobin pada pasien yang akan menjalani pengobatan, 3 bulan dan 6 bulan pengobatan tidak terjadi penurunan kadar hemoglobin yang berarti. Sedangkan nilai LED pada pasien yang akan menjalani pengobatan terjadi peningkatan, 3 bulan pengobatan kecenderungan peningkatan dan pada 6 bulan pengobatan menunjukkan nilai yang normal
Penggunaan Bahan Dasar Pisang Ambon (Musa Acuminata) Sebagai Media Alternatif Untuk Pertumbuhan Jamur Aspergillus Niger Aida Wildatun Muthmainnah; Lalu Srigede; Yunan Jiwintarum
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.166 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i2.139

Abstract

Jamur adalah mikroorganisme yang tidak berklorofil sehingga dalam memenuhi kebutuhan pangannya sangat bergantung dari luar, media pertumbuhan yang baik adalah meia yang mengandung semua nutrien yang diperlukan oleh organisme yang akan ditumbuhkan salah satunya adalah karbohidrat, sumber karbohidrat dalam penelitian ini diperoleh dari tepung pisang ambon.Tujuan Penelitian mengamati pertumbuhan jamur Aspergillus niger pada media alternatif berbahan dasar pisang ambon dengan konsentrasi 10% dan konsentrasi 20% secara makroskopis dan mikroskopis.Metode Penelitian: penelitian ini bersifat deskriptif penelitian ini berlangsung menggunakan metode purposive sampling, jamur Aspergillus niger diisolasi dari bahan pangan dan ditumbuhkan pada media PDA ( potato Dextrose Agar ) dan media alternatif pisang ambon ( musa acuminata ) di amati selama 5 hari dengan melihat warna,diukur diameter koloni dan bentuk koloninya.Hasil penelitian: konsentrasi 10% dan konsentrasi 20% koloni tumbuh dengan baik dilihat secara makroskopis dan mikroskopis. Kesimpulan: bubuk pisang ambon dapat digunakan sebagai media alternatif untuk pertumbuhan jamur Aspergillus niger.
Pemberian Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di Rsud Bima A Haris; Dian Hidayanti; Awan Dramawan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.765 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.86

Abstract

Secsio caesar adalah pengeluaran bayi dengan menginsisi dinding abdomen dan uterus, tetapi bukan alternatif yang lebih aman karena di perlukan pengawasan khusus terhadap indikasi di lakukannya sectio caesaria. Tujuan penelitian: Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui efektivitas relaksasi benson terhadap penurunan nyeri pada ibu post-partum section caesarea di RSUD Bima. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Pra Eksperiment (one group pra Test post test Design). Sampel dalam penelitian ini adalah ibu post-partum section caesarea yang dirawat  di RSUD Bima sebanyak 30 orang. analisis data menggunakan uji statistik T Paired Test. Izin etik diperoleh dari Komisi Etik Poltekkes Kemenkes Mataram. Hasil: Uji statistik  T-Test  diperoleh  p value =  0.000 < 0.05 dengan tingkat kepercayaan 95 % CI interval tingkat perubahan yaitu sebanyak    0.415  %   yang  dan t hit lebih besar dari pada t tabel yaitu 10.179 > t tabel 2.042. Kesimpulan: Ada pengaruh Efektifitas relaksasi benson terhadap penurunan nyeri pada ibu post partum section caesaria di  RSUD Bima. saran Hasil penelitian ini diharapkan berguna  sebagai bahan informasi bagi perawat  tentang teknik relaksasi benson yang efektif terhadap penurunan nyeri post  section caesaria.
Pengaruh Cara Pengambilan Darah Kapiler Terhadap Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Penderita Diabetes Melitus Wiodi Nazhofatunnisa Umami; Siti Zaetun; Ari Khusuma
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.077 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i1.122

Abstract

Penggunaan darah kapiler untuk pemeriksaan glukosa darah sewaktu metode POCT sangat membantu penderita diabetes melitus dalam mengontrol kadar glukosa darahnya. Namun, seringkali penusukan yang kurang dalam menyebabkan darah yang keluar sedikit sehingga dilakukan pemijatan yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh cara pengambilan darah kapiler terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada penderita Diabetes Melitus. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan rancangan Quasi Experiment Design dengan sampel 16 orang yang dibagi menjadi 2 perlakuan. Hasil diuji dengan Independent Sample t-test atau Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar glukosa darah sewaktu tanpa pemijatan jari tangan kanan pada penderita diabetes melitus yaitu sebesar 303,1 mg/dL. Sedangkan rerata kadar glukosa darah sewaktu setelah pemijatan jari tangan kiri pada penderita diabetes melitus yaitu sebesar 284,4 mg/dL. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai p = 0,290 > α =  0,05. Tidak ada pengaruh cara pengambilan darah kapiler terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes melitus.

Page 8 of 32 | Total Record : 319


Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 01 (2026): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains More Issue