Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Articles
319 Documents
Efektivitas Massage Mulai Dari Bahu Sampai Kepala Terhadap Tingkat Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi
A Haris;
Nurwahidah Nurwahidah
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.28 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v4i1.75
Penyakit hipertensi mungkin belum banyak diketahui oleh banyak kalangan sebagai penyakit berbahaya. Masyarakat awam lebih faham jika disebut penyakit darah tinggi. Mungkin selama ini kita menyangka bahwa gangguan darah tinggi atau hipertensi hanya menyerang mereka yang sudah berumur tinggi saja (lanjut usia), namun ternyata dalam beberapa dekade terakhir, penyakit yang satu ini menyerang mereka yang usianya terbilang muda. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage mulai dari bahu sampai kepala terhadap tingkat nyeri kepala pada pasien hipertensi di RSUD BIMA. Hasil setelah diberikan tindakan massage bahu intensitas nyeri nyeri yang dirasakan responden berada pada tingkat nyeri ringan yaitu sebanyak 7 responden (70%). Dari hasil SPSS dengan pendekatan T-test di peroleh nilai P:0,000 di bandingkan dengan nilai α:0,05 (0,000 < 0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh massage mulai dari bahu sampai kepala. terhadap tingkat nyeri kepala pada pasien hipertensi RSUD BIMA
Uji Daya Hambat Filtrat Daun Ciplukan (Physalis Angulata Linn) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcusaureus
Siti Risma Rahayu;
Maruni Wiwin Diarti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.315 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v5i2.113
Bakteri staphylococcus aureus merupakan bakteri berbentuk cocus dan bersifat gram positif, bakter iini dapat menyebabkan penyakit infeksi dan pengobatan yang biasadilakukan adalah dengan memberikan obat antibiotic atau senyawa kimia terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri staphylococcus aureus ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh filtrate daun ciplukan terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus.Metode Penelitian ini merupakan penelitian true-experimental dan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah filtarat daun ciplukan (Physalisangulatalinn) yang diambil dari daun ciplukan yang masih segar. Data hasil diperoleh dengan melakukan ujistatistik yaitu uji kruskalwalis.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada konsentrasi 100% terbentuk diameter zona hambat dengan rata-rata 20.333 mm, dan pada konsentrasi 75%, 50% dan 25% tidak terbentuk adanya diameter zona hambat.
Identifikasi Bakteri Salmonella Sp Pada Lalat Hijau (Chrysomya Megacephala)
Putu Femila;
Yunan Jiwintarum;
Erlin Yustin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.616 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v5i1.100
Lalat hijau (Chrysomya megacephala) hinggap pada makanan yang busuk, ikan yang mulai membusuk serta sampah dan bangkai yang busuk. Pembusukan disebabkan oleh bakteri. Bakteri-bakteri penyebab penyakit yang di bawa oleh lalat antara lain Salmonella typhi, Vibrio cholera,Shigella disentry. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional deskriptif atau exploratory study, yang bertujuan untuk mengetahui gambaran bakteri Salmonella sp pada lalat hijau (Chrysomya megacephala). Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non random purposif sampling, adanya populasi lalat hijau (Chrysomya megacephala) yang berada ditempat penjualan ikan yang berada di Pasar Kota Mataram. Sampel diambil pada 5 pasar yang tersebar di Kota Mataram dan diambil sebanyak 2 sampel. Data dianalisa secara deskriptif. Dengan hasil penelitian ditemukan positif (+) Salmonella typhi dengan presentase 70% dan Salmonella para typhosa dengan presentase 20%. Dan tidak ditemukannya spesies bakteri Salmonella entritidis.
Pengaruh Lama Penundaan Pengecatan Setelah Fiksasi Apusan Darah Tepi Terhadap Morfologi Eritrosit
Nurul Warsita;
Zainal Fikri;
Pancawati ariami
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.641 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v6i2.145
Sediaan apus darah bertujuan untuk menilai morfologi eritrosit, leukosit, dan trombosit. Dalam pengecatan Giemsa sebelumnya sediaan apus darah difiksasi menggunakan methanol absolute. Tujuan untuk Mengetahui adanya pengaruh lama penundaan pengecatan setelah fiksasi apusan darah tepi terhadap morfologi eritrosit. Penelitian Quasi Experimental dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Non Random Purposive Simple. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan analisis uji Chi- square. Hasil: Pengamatan mikroskopis terhadap warna dan ukuran eritrosit dengan lama penundaan pengecatan selama 1, 2, 3, 4 dan 5 hari memiliki morfologi kriteria yang baik. Perubahan bentuk krenasi pada eritrosit terjadi mulai penundaan hari ke 2 (20%) dengan kriteria sedang, hari ke 3 (60%) dengan kriteria sedang, hari ke 4 (60%) dengan kriteria sedang, hari ke 5 (40%) dengan kriteria sedang dan (40%) dengan kriteria buruk. Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p sebesar 0,048 (<0,05) dengan tingkat kepercayaan 95%, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama penundaan pengecatan setelah fiksasi apusan darah tepi terhadap morfologi krenasi eritrosit. Kesimpulan: Pengaruh lama penundaan pengecatan setelah fiksasi berupa perubahan morfologi eritrosit yang membentuk krenasi terjadi sejak hari kedua penundaan.
Efektivitas Sediaan Minyak Sumbawa Terhadap Kadarkolesterol Total Pada Tikus Putih (Rattusnorvegicus) Strain Wistar Yang Diberi Diet Hiperkolesterolemia
Aeni Halawiya;
Erlin Yustin Tatontos;
Agrijanti Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.386 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v4i2.91
Hiperkolesterolemia merupakan suatu keadaan dimana kadar kolesterol yang tinggi didalam darah. Hiperkolesterolemia merupakan faktor utama untuk terjadinya arterosklerosis. Pemberian obat tradisional minyak Sumbawa diharapkan mampu menurunkan kadar kolesterol total darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh sediaan minyak Sumbawa terhadap kadar kolesterol total tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar yang diberi diet hiperkolesterolemia. Penelitian ini merupakan penelitian Pra Eksperimen dengan desain penelitian One Grup Pre test Post test, menggunakan 5 ekor hewan tikus b erusia dua sampai empat bulan. Setelah adaptasi selama satu minggu dan telah berhasil dibuat hiperkolesterolemia dengan telur puyuh dan larutan Propiltiourasil (PTU), dilakukan pemeriksaan pretest kadar kolesterol total. Perlakukan diberikan selama 9 hari dan dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol total posttest. Rerata hasil pemeriksaan kadar kolesterol total pada hewan coba tikus putih (R. norvegicus) strain wistar sebelum perlakuan hiperkolesterol adalah 107.80 mg/dl.Rerata hasil pemeriksaan kadar kolesterol total pada hewan coba tikus putih (R. norvegicus) strain wistar setelah perlakuan hiperkolesteroladalah 148.75 mg/dl.Rerata hasil pemeriksaan kadar kolesterol total pada hewan coba tikus putih (R. norvegicus) strain wistar setelah pemberian minyak Sumbawa adalah 121.75 mg/dl.
Kacang Kedelai Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas Aeruginosa
Siti Danela;
Lalu Sri Gede;
Pancawati Ariami
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.472 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v6i1.127
Kacang kedelai (Glycine max L. Merr) merupakan sumber protein, dan lemak, serta sebagai sumber vitamin A, E, K, dan beberapa jenis vitamin B dan mineral K, Fe, Zn, dan P. Pada penelitian ini masalah yang akan di jawab apakah penggunaan kacang kedelai (Glycine max L.Merr) dapat digunakan sebagai media alternatif untuk pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan biji kacang kedelai (Glycine max L. Merr) sebagai media alternatif untuk pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Metode penelitian yang digunakan bersifat Quasi experiment dengan rancangan penelitian Posstest Only Control Group Design. Data hasil dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tepung kacang kedelai dapat menumbuhkan bakteri Pseudomonoas aeruginosa padakonsentrasi 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tepung kacang kedelai dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein untuk pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa.
Kombinasi Sediaan Bubuk Kombinasi Daun Serai (Cymbopogon Citrates) Dan Daun Mengkudu (Morinda Citrifolia) Sebagai Insektisida Alami Terhadap Pediculus Humanus Capitis
Feni Wahyuni;
Erlin Yustin Tatontos;
Nurul Inayati
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.69 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v4i1.81
Pediculus humanus capitis adalah parasit yang menyebabkan penyakit Pedikulosis kapitis. Parasit yang menghisap darah dan menghabiskan seluruh siklus hidup di manusia. Daun mengkudu dan daun serai mengandung senyawa aktif yang diduga berfungsi sebagai insektisida alami yang dapat membunuh Pediculus humanus capitis. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh sediaan bubuk kombinasi daun serai (C. citrates) dan daun mengkudu (M. citrifolia) sebagai insektisida alami terhadap P. humanus capitis. Metode Penelitan: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperiment dengan sampel kutu kepala yang diberi bubuk kombinasi daun serai (C. citrates) dan daun mengkudu (M. citrifolia) perbandingan 1: 1, 1: 2, 2: 1 dan aquadest sebagai kontrol. Kematian kutu kepala diamati seama 60 menit. Analisis data menggunakan Kruskal-Wallis dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian: Hasil persentase menunjukkan kematian kutu kepala pada perbandingan 1: 1, 1: 2 , 2: 1 adalah 0,00%, 6,25%,15,41%. Kesimpulan: Bubuk kombinasi daun serai (C. citrates) dan daun mengkudu (M. citrifolia) berpengaruh sebagai insektisida alami terhadap P. humanus capitis.
Pengaruh Kadar Glukosa Urine Metode Benedict, Fehling Dan Stick Setelah Ditambahkan Vitamin C Dosis Tinggi/ 1000 Mg
Febrian Sulfia;
Zainal Fikri;
Iswari Fauzi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.442 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v5i2.118
Glukosa urine adalah pemeriksaan urine rutin, pemeriksaan dasar yang dapat dipakai untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Secara rutin pemeriksaan glukosa urine ditekankan terhadap kemungkinan adanya glukosa dalam urine atau glukosuria. Glukosa dalam urine dapat deteksi dengan cara yang berbeda-beda. Pada pemeriksaan glukosa urine sebaiknya penderita jangan makan zat reduktor vitamin C. karena zat tersebut dapat memberikan hasil positif palsu dengan cara reduksi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa urine metode benedict, fehling, dan stick pada urine setelah ditambahkan vitamin C. Metode Penelitian ini bersifat Observasional Deskriptif. Penelitian ini berlangsung menggunakan Non Random Purposive Sampling. Sampel urine setelah ditambahkan vitamin C dosis tinggi/ 1000 mg kemudian di periksa menggunakan metode benedict, fehling dan stick. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini positif kadar glukosa pada urine setelah ditambahkan vitamin C dosis tinggi/ 1000 mg dan setiap metodenya terjadi perbedaan positifitas. Kesimpulan pada penelitian ini adalah urine yang ditambahkan vitamin C dosis tinggi/ 1000 mg berpengaruh secara signifkan terhadap perbedaan kadar glukosa urine pada metode benedict, fehling dan stick.
Pemberian Obat Cacing Albendazol Terhadap Hasil Pemeriksaan Kecacingan Golongan Sth Pada Feses Siswa Sdn Bunduduk Lombok Tengah
Masniati Masniati;
Maruni Wiwin Diarti;
Iswari Fauzi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.447 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v5i1.105
Angka kecacingan berdasarkan hasil survey cacingan anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Ubung adalah sebesar 96,3% dengan angka tertinggi terjadi di Sekolah Dasar Negeri Bunduduk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian obat cacing Albendazole terhadap hasil pemeriksaan kecacingan golongan STH pada feses siswa SDN Bunduduk Lombok Tengah. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan rancangan one grop pre dan post study yaitu melakukan observasi atau pengukuran variabel pada satu saat tertentu.Tehnik pengambilan sampel secara total sampling, dengan jumlah responden 143 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer melalui pemeriksaan feses siswa SDN Bunduduk yang menjadi subjek penelitian. Pemeriksaan feses dilakukan 2 kali, yaitu sebelum pemberian obat Albendazol, 21 hari setelah pemberian obat Albendazol. Analisis statistik menggunakan SPSS uji Mcnemar dengan taraf signifikannya < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna secara statistik dalam hal pemberian obat Albendazole terhadap hasil pemeriksaan kecacingan golongan STH dengan nilai p.value 0,000 yang berarti nilai lebih kecil dari nilai α 0,05 ( 0,000<0,05 ) Dari penelitian ini diharapkan untuk siswa SDN Bunduduk khususnya dan siswa SDN wilayah Puskesmas Ubung pada umumnya mempunyai kesadaran yang tinggi akan pentingnya minum obat cacing secara periodik sesuai dengan program Puskesmas khusus program UKS.
Pemberian Buah Kurma (Phoenix Dactylifera) Ke Penderita Anemia Pada Remaja Putri Terhadap Kadar Hemoglobin Di Sma Negeri 1 Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan
Arini Pradita Roselyn;
Ari Khusuma;
Annisa Agata
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.267 KB)
|
DOI: 10.32807/jambs.v5i1.96
Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Kurma mengandung zat besi dalam jumlah cukup tinggi yang dapat berfungsi untuk meningkatkan kadar hemoglobin di dalam sel darah sehigga dapat mencegah terjadinya anemia.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Design dengan rancangan Non Equivalent Control Group. Sample dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas XI (sebelas) SMA Negeri 1 Natar yang mengalami anemia sebanyak 50 siswi yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. buah kurma diberikan sebanyak 400 gr (66,7 gr/hari) selama 6 hari. kelompok intervensi diperoleh nilai rata-rata perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan buah kurma adalah 1,93200 dengan standar deviasi 0,48881, kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata perbedaan antara sebelum dan sesudah adalah 0,15200 dengan standar deviasi 0,23650. Nilai p value adalah 0,000 (<0,05), yang artinya Ada perbedaan rata-rata kadar hemoglobin setelah pada kelompok intervensi yang diberikan buah kurma dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan apapun. Saran dalam penelitian ini agar mejadikan buah kurma sebagai upaya untuk peningkatan kadar hemoglobin oleh penderita anemia.