cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
ISSN : 23564075     EISSN : 26562456     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology. Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
Uji Screening Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Menggunakan Antibiotik Cefoxitin (fox) 30 µg Pada Pasien Penderita Abses Gigi di Klinik BPJS Mataram Yuliana Tri Risky; Agrijanti Agrijanti; Nurul Inayati
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.692 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i2.140

Abstract

Salah satu bakteri penyebab infeksi pada manusia adalah bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) pada pasien penderita abses gigi di klinik BPJS Mataram. jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, adapun pengertian dari metode deskriptif analisis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada 10 sampel swab abses pada gigi diperoleh 3 sampel yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, kemudian dilanjutkan dengan uji sensitivitas untuk mengetahui adanya bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) dengan menggunakan antibiotik Cefoxitin (fox) 30µg diperoleh hasil sensitif antibiotik untuk ketiga sampel. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ditemukan bakteri yang resistant terhadap antibiotik Cefoxitin (fox) 30 µg pada pasien penderita abses gigi di klinik gigi BPJS Mataram.
Profil Kadar Mda (Malondialdehide) Sebagai Penanda Kerusakan Seluler Akibat Radikal Bebas Pada Tikus Yang Diberikan Air Beroksigen Siti Zaetun; Lale Budi Kusuma Dewi; Ida Bagus Rai Wiadnya; Lalu Sri Gede
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.669 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.87

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif, karena ketidakseimbangan antara oksidan dan antioksidan yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel. Radikal bebas dapat meningkatkan peroksidasi lipid, yang terurai menjadi malondialdehyde (MDA) dalam darah. MDA adalah penanda cacat seluler yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil MDA (malondialdehyde) sebagai penanda cacat sel yang disebabkan oleh radikal bebas pada tikus yang diolah dengan air yang mengandung oksigen. Ini adalah penelitian eksperimental dengan 3 kelompok perawatan. Satu kelompok sebagai kontrol dan dua kelompok sebagai sampel yang diolah dengan air beroksigen selama 5 hari dengan volume tertentu. Data dianalisis dengan mengukur tingkat kontrol kelompok MDA dan sampel kelompok. Data diuji dengan Uji Kruskal Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar MDA pada kelompok yang diolah dengan air pentagonal, air heksagonal dan kelompok kontrol adalah 5,09 μM / L, 3,14 μM / L dan 3,06 μM / L. Analisis data menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat MDA pada kelompok perlakuan. Ini menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat MDA yang signifikan pada tikus yang diolah dengan air yang mengandung oksigen. Ini berarti tidak ada efek pada kerusakan seluler.
Pemanfaatan Larutan Garam Natrium Klorida (Nacl) Sebagai Pengawet Alternatif Pada Urine Untuk Pemeriksaan Urine Metode Carik Celup Baiq Nasha Islaeli; Maruni Wiwin Diarti; Yudha Anggit Jiwantoro
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.215 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i1.123

Abstract

Pemeriksaan urine dilakukan untuk kepentingan diagnosis, salah satunya adalah mengontrol pengobatan pada pasien DM. Diabetes Mellitus memiliki resiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK).Berdasarkan SOP In Microbiology, sampel urine harus segera diperiksa kurang dari 2 jam setelah pengambilan. Penundaan ini akan meningkatkan pertumbuhan bakteri. Jika terjadi penundaan, sampel urine dapat ditambahkan pengawet. Salah satu pengawet alternatif yang dapat menekan pertumbuhan bakteri adalah garam (NaCl). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat larutan garam natrium klorida (NaCl) sebagai pengawet alternatif pada urine untuk pemeriksaan urine metode carik celup. Penelitian ini merupakan penelitian Pra Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Sampel urine responden ditambahkan larutan garam NaCl konsentrasi 3,5%, 4,0%, dan 4,5% lalu didiamkan selama 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan garam konsentrasi 3,5%, 4,0%, dan 4,5% mampu mempertahankan kadar leukosit esterase dan nitrit pada urine yang didiamkan selama 12 jam. Jumlah eritrosit dalam urine dapat dipertahankan dengan penambahan larutan garam konsentrasi 3,5% dan 4,0%. Sedangkan penambahan larutan garam NaCl tidak berpengaruh terhadap glukosa urine yang didiamkan selama 12 jam. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah larutan garam NaCl konsentrasi 3,5% dan 4,0% dapat dijadikan sebagai pengawet alternatif pada urine untuk parameter leukosit esterase, nitrit, dan eritrosit.
Sediaan Spray Kombinasi Filtrat Rimpang Jeringo Dan Serai Wangi Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Lalat Rumah (Musca Domestica) Baiq Evianita Putri; Urip Urip; Yunan Jiwintarum; Danuyanti Danuyanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.974 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i1.77

Abstract

Lalat rumah (M. domestica) adalah lalat yang banyak terdapat di Indonesia, lalat ini dapat bertindak sebagai vector penyakit Typus, Diare, Disentri, Kolera dan kecacingan.  Pengendalian lalat rumah dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pengendalian alternatif yang dapat mengendalikan lalat secara efektif dan ramah lingkungan yaitu menggunakan insektisida nabati. Tujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi filtrat rimpang jeringo dan serai wangi sebagai insektisida nabati terhadap lalat rumah (M. domestica).Metode penelitian ini bersifat eksperimental di laboratorium dengan menggunakan 7 perlakuan dan 4 kali replikasi yaitu aquadest sebagai control, kombinasi filtrat rimpang jeringo dan serai wangi  konsentrasi 30%, 50%, 70%, 80%, 90% dan 100% dengan perbandingan 1:1. Hasil data kematian lalat rumah kemudian dilakukan uji statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan tingkat kepercayaan 95% atau   α = 0,05. Hasil : Berdasarkan hasil uji laboratorium pada kelompok kontrol dan kombinasi filtrat rimpang jeringo dan serai wangi konsentrasi 30% & 50% tidak terdapat lalat rumah yang mati, sedangkan pada konsentrasi 70% rerata jumlah kematian lalat rumah sebanyak 1 ekor dengan persentase kematian 16,6%.  Rerata jumlah  kematian lalat rumah pada konsentrasi 80% sebanyak 1 ekor dengan persentase kematian 20,8%, rerata jumlah kematian lalat rumah pada konsentrasi 90% sebanyak 2 ekor dengan persentase kematian 29,1% dan rerata jumlah kematian lalat rumah pada konsentrasi 100% sebanyak 2 ekor dengan persentase kematian 37,5%.
Kadar Hemoglobin Dan Jumlah Trombosit Terhadap Positivitas Malaria Di Puskesmas Meninting Dan Gunung Sari Lombok Barat Hasna Isnaini; Erna Kristinawati; Rohmi Rohmi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.84 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.114

Abstract

Malaria adalah penyakit yang akut atau kronis yang disebabkan Plasmodium sp dengan gejala demam, sakit kepala serta menggigil dan disertai dengan anemia dan limfa yang membesar. Anemia adalah kadar hemoglobin, jumlah eritrosit dan nilai hematokrit di bawah normal. Trombositopenia ditemukan pada malaria. Namun belum diketahui secara kuantitatif hubungan antara nilai positifitas malaria dengan kadar hemoglobin dan jumlah trombosit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Antara Nilai Positifitas Malaria Dengan Kadar Hemoglobin Dan Jumlah Trombosit di Puskesmas Meninting Lombok Barat. Penelitian ini merupakan Penelitian yang bersifat Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional, jumlah sampel menggunakan sampel jenuh, teknik pengambilan sampel Non-Random Aksidental Sampling. Variabel Penelitian berupa positifitas malaria, kadar hemoglobin dan jumlah trombosit. Analisis Data, menggunakan uji non parametrik  korelasi rank sperman dengan tingkat kepercayaan 95% (p α = 0,05). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kadar rerata hemoglobin pada penderita malaria P.falciparum dan Malaria P.vivax dengan positivitas 1 sampai 4 di puskesmas meninting dan puskesmas gunungsari adalah 10,6 g/dl sedangkan rerata jumlah trombosit adalah 101.000 mm3.Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa kadar Hemoglobin pada penderita malaria dibawah normal sedang jumlah trombosit pada penderita malaria tidak signifikan.
Investasi Kecacingan Pada Petugas Kebersihan Pasar Di Kecamatan Mataram Dan Kecamatan Cakranegara Eka Astiti Dewi; Erna Kristinawati; Nurul Inayati
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.093 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i1.101

Abstract

Penyakit kecacingan merupakan masalah  kesehatan terbanyak setelah malnutrisi. Kecacingan dapat terjadi pada semua kelompok  umur, Infeksi kecacingan dipengaruhi oleh prilaku dan lingkungan sekitar. Nematoda usus yang sering menginfeksi manusia adalah Nematoda usus golongan Soil Trasmitted Helminthes ini melalui tanah dan tahan akan suhu tropis seperti Indonesia  C.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Ascaris lumbricoides dan Trichiuris trichiura pada petugas kebersihan pasar Kecamatan Mataram dan Kecamatan Cakranegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif observasional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah adalah sampel feses dan jari – jari tangan petugas kebersihan pasar sebanyak 40 sampek. , pemeriksaan sampel feses menggunakan metode langsung yang menggunakan eosin 1 % dan metode sedimentasi untuk pemeriksaan jari – jari tangan.Berdasarkan hasil penelitian dari 40 sampel di temukan adanya telur cacing pada petugas kebersihan Pasar di Kecamatan Mataram Ascaris lumbricoides dan Trichiuris trichiura 4.16% dan pemeriksaan jari – jari tangan Ascaris lumbricoides 33.3%, sedangkan pada petugas kebersihan Pasar di Kecamatan Cakranegara  tidak di dapatkan telur cacing  pada pemeriksaan fesesnya dan pemeriksaan jari – jari tangan yang terdiri dari Ascaris lumbricoides 37.5%, Trichiuris trichiura 12.5%.
Perbedaan Kadar Kolesterol Total Menggunakan Antikoagulan EDTA (CH 2 CO 2 H), Natrium Sitrat (Na 3 C 6 H 5 O 7 ), dan Natrium Oksalat (Na 2 C 2 O4) Ni Putu Winda; Yudha Anggit Jiwantoro; Ari Khusuma
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.686 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i2.146

Abstract

Pemeriksaan laboratorium klinik merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan untuk menegakkan diagnose dan terapi suatu penyakit seperti hiperkolesterol nemia yang disebabkan karena peningkatan kadar kolesterol. Kadar kolesterol dapat dipengaruhi oleh Jenis sampel plasma. Plasma didapatkan darah yang dicampur dengan antikoagulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Perbedaan Kadar Kolesterol Total Menggunakan Antikoagulan EDTA (CH 2 CO 2 H), Natrium Sitrat (NA 3 C 6 H 5 O 7 ) dan Natrium Oksalat (NA 2 C 2 O 4 ). Rancangan penelitian ini menggunakan pre-eksperimen sebagai eksperimen dengan menggunakan darah yang ditambahkan antikoagulan EDTA, Natrium Sitrat dan Natrium Oksalat yang diukur kadar kolesterol menggunakan alat photometer 5010 dan menggunakan reagen kolesterol. Data yang diperoleh diukur menggunakan one way anova. Hasil penelitian menentukan kadar kolesterol dengan antikoagulan EDTA adalah 159,25 mg/dl, antikoagulan natrium sitrat adalah 110,5 mg/dl, antikoagulan natrium oksalat adalah 131,75 mg/dl. Uji anova p (0,000) ≤ 0,05. Hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan antikoagulan EDTA, Natrium Sitrat, dan Natrium Oksalat menunjukan ada perbedaan kadar kolesterol total.
Prevalensi Infestasi Cacing Usus Golongan Sth Pada Murid Sekolah Dasar Negeri 02 Tempos Di Dusun Alas Malang Desa Tempos Kecamatan Gerung Anhariyatni Anhariyatni; Pancawati Ariami; Gunarti Gunarti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.133 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.92

Abstract

Kecacingan merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh parasit cacing yang dapat membahayakan kesehatan. Penyakit kecacingan yang sering menginfeksi dan merugikan adalah infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah “Soil Transmitted Helminth (STH)”. Pada umumnya infeksi STH cenderung menginfeksi anak-anak usia Sekolah Dasar karena daya tahan tubuh yang masih rendah serta perilaku yang lebih sering kontak dengan tanah sebagai media penularan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Prevalensi Infestasi Cacing Usus Golongan STH pada Anak Sekolah Dasar Negeri 02 Tempos Di Dusun Alas Malang Desa Tempos Kecamatan Gerung .Penelitian ini bersifat Observasional deskriptif. Sampel yang digunakan adalah sampel feaces murid SDN 02 Tempos yang diambil sebanyak 92 sampel. Analisis secara deskriptif dengan menghitung prosentase infeksi kecacingan pada murid SD. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sampel feses murid SDN 02 Tempos di Dusun Alas Malang Desa Tempos Kecamatan Gerung didapat telur cacing usus golongan STH sebesar 34,8% yang terdiri dari Ascaris lumbricoides yaitu (6,5%), Trichuris trichiura (28,3%) ,dan cacing tambang (0%).
Studi Jamur Aspergillus fumigatus penyebab Aspergillosis di Pasar Cakranegara Kota Mataram dengan Media Pertumbuhan Potato Dextrose Agar (PDA) Ni Luh Gita Gandi; I Wayan Getas; Miftahul Jannah
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.106 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i1.128

Abstract

Aspergillosis merupakan penyakit opportunistik yang disebabkan oleh jamur Aspergillus fumigatus. Jamur ini tersebar secara kosmopolitan di seluruh dunia. Gejala penyakit aspergillosis ditandai dengan gangguan pernafasan, gangguan kulit, keracunan serta alergi. Penyakit ini dapat terjadi akibat masuknya spora jamur yang ada di udara melalui sistem inhalasi. Dimana jamur ini dapat ditemukan pada udara, makanan, sayuran, tanah, humus. Sehingga dapat dilakukan studi terhadap jamur Aspergillus fumigatus pada sumber-sumber ditemukannya jamur tersebut untuk pencegahan aspergillosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan menganalisis jamur Aspergillus fumigatus penyebab aspergillosis di Pasar Cakranegara Kota Mataram dengan Media Pertumbuhan Potato Dextrose Agar (PDA). Metode penelitian ini menggunakan Observasional deskriptif dengan teknik pengambilan sampel Non Random Purposive Sampling. Sampel penelitian berjumlah 15 sampel yang terdiri atas 3 jenis yaitu udara, sayuran dan makanan (jajanan pasar). Masing-masing sampel dipreparasi kemudian diisolasi dengan menggunakan media PDA dan diinkubasi selama 3x24 jam pada suhu 37ºC kemudian diidentifikasi dan dianalisis untuk ditemukan jamur Aspergillus fumigatus pada masing-masing sampel tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil dari 15 sampel yaitu 9 sampel positif (+) ditemukan Aspergillus fumigatus dan 6 sampel negatif (-) ditemukannya Aspergillus fumigatus. Rincian persentase pada masing-masing sampel yaitu pada sampel udara diperoleh 4 dari 5 sampel (80%) positif ditemukan Aspergillus fumigatus, pada sampel sayuran diperoleh 3 dari 5 sampel (60%) positif ditemukan Aspergillus fumigatus, dan pada sampel makanan diperoleh 2 dari 5 sampel (40%) positif ditemukan Aspergillus fumigatus. Persentase tertinggi ditemukan Aspergillus fumigatus terdapat pada sampel udara, yang merupakan kontak langsung penyebab aspergillosis. Dengan persentase total keseluruhan sampel yaitu ditemukan Aspergillus fumigatus sebanyak 60%.
Identifikasi Kapang Khamir Pada Penyimpanan Tape Ketan Putih (Oryza Sativa Glutinosa) Dengan Penambahan Air Perasan Daun Katuk (Sauropus Androgynus) Baiq Mira Nurhidayah; Pancawati Ariami; Siti Zaetun
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.525 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i1.83

Abstract

Tape ketan merupakan makanan tradisional hasil fermentasi yang terbuat dari beras ketan. Pembuatan tape ketan putih pada masyarakat biasanya dilakukan dengan menambahkan suatu bahan-bahan tertentu untuk memberikan aroma, rasa dan warna yang berbeda. Daun katuk tersebut juga mengndung klorofil sehinnga akan memberikan warna hijau pada tape ketan putih,adanya senyawa tannin, flavonoid dan saponnin dalam daun katuk yang bersifat antimikroba yang dapat menghambat proses fermentasi dan menghasilkan tape ketan dengan kualitas yang baik. Pada penelitian ini, digunakan air perasan daun katuk sebagai pewarna alami tape ketan, penelitian ini merupakan penelitian Pre eskperimental yang bertujuan untuk mengidentifikasi tape krtan putih dengan penambahan air perasan daun katuk, yang dikultur di media PDA (Potato dextrose agar). Dilakukan identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis pada media, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sampel tape ketan putih didapatkan jenis jamur Aspergillus flavus dan Saccharomyces cerevisiae, dan pada sampel tape ketan hijau didapatkan jenis jamur Aspergiluss niger dan Saccharomyces cerevisiae

Page 10 of 32 | Total Record : 319


Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 01 (2026): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains More Issue