cover
Contact Name
Angga Yasir
Contact Email
anggayasir92@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26550679     EISSN : 26552701     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) merupakan kumpulan hasil pengabdian masyarakat dan ulasan (review) yang dilakukan oleh dosen baik secara pribadi maupun bekerja sama dengan mahasiswa atau pihak lainnya di bidang kefarmasian dan kesehatan serta keilmuan lain terkait. Hasil pengabdian yang dipublikasikan dalam jurnal ini berbentuk pengabdian eksperimental maupun non eksperimental. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (April dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SEKOLAH DI SMA NEGERI 17 BANDAR LAMPUNG gusti ayu rai saputri; Anisa Nur Pratiwi; Anggy Amelia Nurzula Dara; Anggy Ariyanca; Rama Dalita
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.8785

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta didik, guru, dan  masyarakat lingkungan sekolah sebagai hasil pembelajaran. Permasalahan yang muncul di sekolah menengah atas negeri menunjukan siswa/siswi tidak melakukan PHBS seperti jarang melakukan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, jarang menggunakan jamban sehat, jarang membuang sampah pada tempatnya sehingga terjadi beberapa kasus kejadian penyakit dseperti diare, cacingan, typoid, dan maag. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran PHBS pada siswa/siswi di sekolah menengah atas negeri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/siswi kelas sepuluh (X) di SMAN 17 Bandar Lampung yang berjumlah 109. Penelitian ini menggunakan intrumen kuesioner PHBS di sekolah. Data dianalisis  dengan menggunakan nilai mean dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil observasi sebelum penyuluhan menunjukan bahwa dari responden yaitu sebanyak (32%) siswa/siswi sudah mengetahui dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, dan responden sebanyak (68%) siswa/siswi masih belum mengetahui cara berperilaku hidup bersih dan sehat. PHBS pada siswa/siswi ini harus lebih ditingkatkan lagi dengan cara pemberdayaan UKS bekerjasama dengan perawat yang ada di puskesmas terdekat dengan melakukan penyuluhan tentang PHBS.Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan Sekolah, Kebersihan, PHBS
PEMANIS DAN PEWARNA PADA MAKANAN JAJANAN Tutik Tutik; Eka Fitriani; Falla Falla; Kharisma Budi Utami; Nisa A Febriasti; Mitfha Meliya Putri
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.7853

Abstract

Zat pewarna dan pemanis buatan, merupakan bahan tambahan makanan yang dapat memberikan kesan warna yang baik dan manis terhadap produk makanan jajanan.Rhodamin B dan Metanil Yellow sering dipakai untuk mewarnai kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, sosis, makaroni goreng, minuman ringan, cendol, manisan, gipang dan ikan asap.Sakarin merupakan garam natrium dari asam sakarin yang memiliki tingkat kemanisan 300 kali dari gula biasa (sukrosa) dan Siklamat merupakan salah satu jenis pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan 30 kali daripada sukrosa. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini merupakan untuk mengedukasi anak anak tentang bahaya pewarna dan pemanis buatan.Penyuluhan kesehatan merupakan suatu upaya yang direncanakan untuk menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat sadar, tahu dan mau melakukan suatu anjuran yang diharapkan untuk meningkatkan status kesehatan. Jajanan anak sekolah yang kurang terjamin kesehatannya dapat berpotensi menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan dan jika berlangsung lama akan menyebabkan malnutrisi. Oleh karena itu, perlu diadakan sosialisasi untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada orang tua maupun anak-anak mengenai pentingnya memilih jajanan. Kata Kunci : Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Informasi.
PENYULUHAN UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Nofita Nofita; David Desbrianto; Deby Amabel; Dwi Wijaya; Tiara Veronica Inezia
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.9176

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat. terutama pada daerah Karang Maritim. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Aedes aegypti merupakan vektor yang paling utama, namun spesies lain seperti A. albopictus juga dapat menjadi vektor penular. Selain kedua spesies ini masih ada beberapa spesies dari nyamuk Aedes yang bisa bertindak sebagai vektor untuk virus dengue seperti A. rotumae, A.cooki dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang penatalaksanaan serta pencegahan pada Demam Berdarah Dengue. Metode kegiatan ini menggunakan wawancara serta tanya jawab. Hasil kegiatan yang di dapatkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat mengenai penatalaksanaan dan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue terdapat peningkatan. Dilihat dengan cara tanya jawab untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan yang di dapatkan oleh peserta setelah dilakukan penyuluhan. Kata Kunci: DBD, Penyuluhan, Pencegahan.
Konseling, Informasi, dan Edukasi Pengetahuan tentang Penggunaan Obat yang Baik dan Benar Berdasarkan Bentuk Sediaan Obat martianus perangin angin; putri damayanti; rita suprehaten; rizka amaliah putri; rizki tribuana sari; rusmingtyas hasri mardani
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.7860

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional saat ini telah menjadi masalah dalam pelayanan kesehatan di unit-unit pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap warga di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur masih belum memahami terkait penggunaan  obat yang tepat sesuai dengan jenis bentuk sediaan obat karena dipengaruhi oleh faktor kurang jelasnya informasi yang diberikan, terbatasnya waktu dalam memberikan informasi obat dan tidak adanya media informasi mengenai penggunaan sediaan obat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar responden dapat mengetahui dan memahami tentang penggunaan obat yang baik dan benar sesuai dengan bentuk sediaannya. Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan Konseling, Informasi, dan Edukasi dengan penyuluhan menggunakan media pamflet untuk menambah pemahaman  ibu-ibu di Posyandu Teratai I kemudian dilakukan sesi tanya jawab untuk melihat perkembangan pengetahuan dari ibu-ibu di Posyandu Teratai I. Hasil kegiatan didapatkan bahwa responden memahami tentang penggunaan obat yang baik dan benar sesuai dengan bentuk sediaannya. Dilihat dari hasil sesi tanya jawab bahwa setelah dilakukannya penyampaian materi warga lebih memahami cara penggunaan obat berdasarkan bentuk sediannya.
PENYULUHAN DBD (Demam Berdarah Dengue) MENGGUNAKAN TANAMAN SERAI SEBAGAI PENGUSIR NYAMUK BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KEDIRI KECAMATAN GADINGREJO PRINGSEWU Abdul Hamid Alfikri; Annisa Primadiamanti
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.8936

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditandai dengan demam 2–7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit (trombositopenia), adanya hemokonsentrasi yang ditandai dengan kebocoran plasma (peningkatan hematokrit, asites, efusi pleura, hipoalbuminemia). Sasaran penyuluhan ini adalah masyarakat Desa Kediri yang masih minim terhadap pengetahuan penyakit DBD dengan tujuan umum untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya pengetahuan tentang penatalaksanaan penyakit DBD. Kemudian memiliki tujuan khusus agar masyarakat dapat dan mampu mengetahui pencegahan dan penanganan awal dari penyakit DBD tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 Desember 2021 bertempat di Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu. Berdasarkan data peserta sebanyak 27 peserta diberikan kuesioner sebelum penyampaian materi, terdapat 9 peserta yaitu 32% yang belum memahami materi. Sedangkan setelah penyampaian materi, peserta diberikan kuesioner kembali dan terdapat 3 peserta yaitu 11% yang masih belum memahami materi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat di Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu.Kata kunci : demam berdarah, serai, penyuluhan.
PENGENALAN MACAM-MACAM VITAMIN YANG TERKANDUNG PADA BUAH DAN SAYUR Annisa Primadiamanti; Vani Wahyudiningrum; Vika Imroatul Qoni'ah; Visca Nabella
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.8202

Abstract

Vitamin merupakan komponen organik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit (mikronutrien). Walaupun hanya dibutuhkan sedikit, vitamin berperan sangat penting dalam fungsi-fungsi tubuh seperti pertumbuhan, pertahanan tubuh, dan metabolisme.  Secara garis besar, vitamin sendiri dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B dan vitamin C, sedangkan vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam lemak. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan edukasi kepada siswa/siswi pentingnya mengenal macam – macam vitamin. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh tim mahasiswa yang didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, dan guru kelas V. Peserta kegiatan adalah siswa/siswi Madrasah Ibtidiyah Hidayatul Islamiyah kelurahan Sumber Agung Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Jumlah peserta sebanyak 20 siswa/siswi. Hasil kuisioner sebelum materi dijelaskan terdapat 70% siswa/siswi yang sudah mengenal macam – macam vitamin, dan saat materi sudah dijelaskan hasil kuisioner menjadi 90%. Hal ini dikarenakan siswa/siswi menyimak materi dengan baik, dan mudah memahami materi yang diberikan.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL KELOR UNTUK MENGATASI PENYAKIT DEGENERATIF Saddam Husein; Alfi Lestari; Alivia Dela Syahputri; Chelsea Cidera Mentari; Ari Subki Eka Putra
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.8767

Abstract

Penyakit degeneratif adalah penyakit tidak menular yang disebabkan oleh penurunan fungsi organ tubuh kronis akibat proses penuaan atau proses lain termasuk peradangan kronis. Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya mempengaruhi fungsi organ secara menyeluruh, Penyakit degenerative semakin berkembang karena menurunnya aktivitas fisik, gaya hidup dan pola makan. Daun kelor (Moringa oleifera)  termasuk tanaman  herbal yang tumbuh di Indonesia, merupakan sumber daya alam yang sering digunakan bagi kesehatan. . Ekstrak tanaman herbal kelor yang mengandung berbagai phytochemical seperti alkaloid, flavonoid, steroid, glikosida dan lain-lain dapat digunakan sebagai antimikroba, antioksidan, antikanker, antidiabetes dan antihipertensi dan manfaat lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan penyuluhan pentingnya mengetahui penyakit degeneratif dan cara pencegahan terhadap penyakit ini dengan tanaman obat tradisional daun kelor. Dan dengan adanya kegiatan ini akhirnya masyarakat dan pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Sumber Agung Kemiling, Bandar Lampung, Lampung menjadi paham serta mengerti bagaimana pencegahan penyakit degeneratif dengan menggunakan tanaman obat tradisional daun kelor.
EDUKASI TENTANG HUBUNGAN ANTARA KETERPAPARAN ASAP ROKOK DAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI SMAN 1 KATIBUNG,LAMPUNG SELATAN Annisa Primadiamanti; Auliya Nurrahmah; Dewa Ayu Ketut Devi; Difa Aryan Maulana; Fegy Seftia; Ferry Pratama
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i1.10722

Abstract

Kebiasaan merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat. Dampak kesehatan yang paling jelas terlihat adalah terkait munculnya penyakit-penyakit degeneratif akibat rokok seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). World Health Organization (WHO) menyebutkan PPOK merupakan penyebab kematian ketiga di dunia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi tentang hubungan keterpaparan bahaya asap rokok pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Edukasi menggunakan data kuisioner dengan sampel 30 responden siswa SMAN 1 Katibung. Data pretest diperoleh dari kuisioner awal sebanyak 30 lembar yang dibagikan kepada 30 responden yang hadir, kemudian dilakukan scoring. Kemudian penyampaian materi terkait asap rokok dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) selama 45 menit dan dilanjutkan sesi diskusi. Data posttest diperoleh dari kuisioner yang dibagikan setelah penyampaian materi. Kemudian dilakukan scoring. Penilaian akhir dilakukan dengan melihat peningkatan persentase pemahaman peserta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah berdasarkan data kuisioner awal yang telah diberikan kepada 30 responden, terdapat 67% peserta yang belum memahami materi. Sedangkan, setelah penyampaian materi pada pengisian kuisioner terakhir yang telah diberikan kepada 30 responden, terdapat 90% peserta yang sudah memahami materi yang disampaikan.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari edukasi ini memberikan peningkatan pengetahuan kepada siswa SMA Negeri 1 Katibung yang berada di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL KELOR UNTUK MENGATASI PENYAKIT HIPERTENSI Tutik Tutik; Ramadhani Fitriana; Sagita Feronica; Ulfa Nafila Umri
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i1.7861

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah di atas normal. Masalah hipertensi perlu diwaspadai karena tidak ada tanda gejala khusus pada penyakit ini dan beberapa orang masih merasa sehat untuk beraktivitas seperti biasanya. Hal ini yang membuat hipertensi sebagai silent killer, orang akan tersadar memiliki penyakit ini ketika gejala yang dirasakan  semakin parah dan memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Gejala yang sering dikeluhkan penderita hipertensi adalah sakit kepala, pusing lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, mual, muntah, epitaksis, dan kesadaran. Faktor resiko penyebab hipertensi diantaranya adalah umur, jenis kelamin, obesitas, alkohol, genetik, stess, asupan garam berlebihan, merokok, pola aktifitas fisik, penyakit ginjal dan diabetes melitus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan penyuluhan pentingnya mengetahui penyakit hipertensi dan cara pencegahan terhadap penyakit hipertensi dengan tanaman obat tradisional daun kelor. Dan dengan adanya kegiatan ini akhirnya masyarakat dan pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Sumber Agung Kemiling, Bandar Lampung, Lampung menjadi paham serta mengerti bagaimana pencegahan penyakit hipertensi dengan menggunakan tanaman obat tradisional daun kelor. Kata Kunci : Penyakit Hipertensi, Daun Kelor, Penyuluhan
PENYULUHAN KENALI GEJALA DAN CARA PENANGANAN DISENTRI PADA SEKOLAH DI SMA NEGERI 17 BANDAR LAMPUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Satria Wijaya; Lintang Imtitsal Nabila; Rama Dalita; Risha Wulandari
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i1.8911

Abstract

Disentri merupakan suatu infeksi yang menimbulkan luka dan menyebabkan tukak yang terbatas di colon yang ditandai dengan gejala paling khas yang disebut sebagai sindroma disentri, yakni sakit di perut yang sering disertai dengan tenesmus, berak, dan tinja mengandung darah dan lendir yang berasal dari bakteri Shigella dysentriae. Adanya darah dan lekosit dalam tinja merupakan suatu bukti bahwa kuman penyebab disentri tersebut menembus dinding kolon dan bersarang di bawahnya sehingga terjadilah diare. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/siswi kelas sepuluh (X) di SMAN 17 Bandar Lampung yang berjumlah 109. Penelitian ini menggunakan intrumen kuesioner di sekolah. Data dianalisis  dengan menggunakan nilai mean dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil observasi sebelum penyuluhan menunjukan bahwa dari responden yaitu sebanyak (32%) siswa/siswi sudah mengenali gejala dan cara penanganan disentri, dan responden sebanyak (68%) siswa/siswi masih belum mengetahui cara mengenali gejala dan cara penanganan disentri. Pengetahuan Disentri pada siswa/siswi ini harus lebih ditingkatkan lagi dengan cara pemberdayaan UKS bekerjasama dengan perawat yang ada di puskesmas terdekat dengan melakukan penyuluhan tentang bahayanya disentri.Kata Kunci : Disentri, Gejala dan Penanganan, Penyuluhan disekolah

Page 7 of 14 | Total Record : 134