cover
Contact Name
Angga Yasir
Contact Email
anggayasir92@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26550679     EISSN : 26552701     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) merupakan kumpulan hasil pengabdian masyarakat dan ulasan (review) yang dilakukan oleh dosen baik secara pribadi maupun bekerja sama dengan mahasiswa atau pihak lainnya di bidang kefarmasian dan kesehatan serta keilmuan lain terkait. Hasil pengabdian yang dipublikasikan dalam jurnal ini berbentuk pengabdian eksperimental maupun non eksperimental. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (April dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
SOSIALISASI MENGENAI BAHAYA MINUMAN KEMASAN BAGI KESEHATAN PADA ANAK DI TPA MASJID BAITUL SALAM BANDAR LAMPUNG Wijaya, Satria; Saputra, Rudi Bagas; Fajar, M. Surya; Pratama, Andre Putra
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.21045

Abstract

hasil analisis terkait dengan post test dan pre test, diperoleh informasi bahwa rata-rata pengetahuan responden terkait dengan bahaya konsumsi minuman manis kemasan bagi kesehatab tubuh pada anak di TPA masjid baitul sallam kecamatan tanjung senang kota Bandar lampung sebelum dilakukannya Sosisalisasi adalah 57,6%. Setelah dilakukannya Sosisalisasi diperoleh rata-rata penilaian sebesar 73,07%. Hasil yang diperoleh menjadi penanda keberhasilan peneliti dalam melakukan Sosisalisasi yang ditandai dengan adanya penambahan informasi dan pengetahuan mengenai bahaya konsumsi minuman manis kemasan bagi kesehatan tubuh pada anak di TPA masjid baitul sallam kecamatan tanjung senang kota Bandar lampung
PENYULUHAN MANFAAT DAUN KELOR SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN BUDIDAYA TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) DI DESA CIPADANG KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUBATEN PESAWARAN Tutik, Tutik; Prameswari, Nabilla Minerva; Zaila, Nor; Saraya, Novita
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19365

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman dengan berbagai manfaat kesehatan dan ekonomi, terutama sebagai sumber antioksidan alami yang kaya akan vitamin C, flavonoid, phenolic, dan karotenoid. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, mengenai manfaat daun kelor sebagai antioksidan dan teknik budidayanya. Metode yang digunakan meliputi survei berupa wawancara, diskusi, dan tanya jawab, didukung dengan leaflet, kuesioner, dan presentasi materi. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh 31 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dengan skor rata rata pengetahuan meningkat dari 50% menjadi 100%, menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan wawasan tentang cara pengolahan inovatif daun kelor sebagai bahan pangan dan obat-obatan bernilai ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman kelor secara optimal.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA : JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI OBAT MAAG DI PANTI ASUHAN KEMALA PUJI, KECAMATAN RAJABASA Amalia, Putri; Murti, Vichie Triana; Nuraini, Nanda; Sari, Putri Ratna
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23663

Abstract

PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA : JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI OBAT MAAG DI PANTI ASUHAN KEMALA PUJI, KECAMATAN RAJABASA *)Putri Amalia1, Vichie Triana Murti1, Nanda Nuraini1, Putri Ratna Sari1 1Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Jl. Pramuka No.27, Bandar Lampung, Lampung, 35153, Indonesia *)Email korespondensi: putriamalia@malahayati.ac.id  Abstract Gastric disorders, commonly known as dyspepsia or maag, frequently occur due to irregular eating habits, stress, or Helicobacter pylori infection. One alternative solution is the use of medicinal plants, specifically ginger (Zingiber officinale), which is recognized for its potential to alleviate gastric complaints. Scientifically, ginger contains bioactive compounds such as gingerol and flavonoids that function as anti-inflammatory and gastroprotective agents, and can reduce excessive gastric acid secretion. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of adolescents at Kemala Puji Orphanage, Bandar Lampung, regarding the utilization of ginger as a herbal remedy for gastric problems. The program was conducted through educational sessions, demonstrations on ginger-based herbal drinks, and assessments using pre-tests and post-tests to measure participants’ understanding. Results showed an increase in average knowledge scores from 56.3% before the program to 90.3% after, indicating a significant improvement in participants’ comprehension. Overall, this program effectively increased health literacy and promoted the use of scientifically supported herbal remedies, particularly ginger, as a natural alternative to maintain digestive health. Keywords: ginger, digestive disorder, herbal education, TOGA, gastric health  Abstrak Maag merupakan kelainan pada sistem pencernaan yang kerap muncul akibat kebiasaan makan yang kurang teratur, stres, atau infeksi bakteri Helicobacter pylori. Salah satu solusi alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah tanaman obat keluarga (TOGA), yaitu jahe (Zingiber officinale), yang dikenal memiliki khasiat untuk membantu mengurangi keluhan maag. Secara ilmiah, jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antiinflamasi dan pelindung lambung serta dapat menekan produksi asam lambung berlebih. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan remaja di Panti Asuhan Kemala Puji, Bandar Lampung, mengenai pemanfaatan jahe sebagai pilihan herbal dalam menangani gejala maag. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi pembuatan jamu jahe, dan evaluasi pemahaman peserta menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 56,3% sebelum kegiatan menjadi 90,3% setelah kegiatan, menandakan bahwa program berkontribusi secara signifikan dalam peningkatan pemahaman peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat literasi kesehatan dan mendorong pemanfaatan bahan herbal berbasis ilmiah, khususnya jahe, sebagai alternatif alami dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Kata Kunci: jahe, gangguan pencernaan, edukasi herbal, TOGA, kesehatan lambung
EDUKASI MENDAPATKAN MENYIMPAN DAN MEMBUANG OBAT DENGAN BENAR (DAGUSIBU) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Primadiamanti, Annisa; Hasanah, Liina Shonaatul; Haska, Anjhellika; Hillari, Gladys
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19951

Abstract

Peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat sangat penting untuk mengurangi risiko kesalahan dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Universitas Malahayati, dengan melibatkan 15 petugas kebersihan sebagai responden. Kegiatan ini dilakukan dalam satu sesi pertemuan yang meliputi survei lokasi, penyusunan administrasi, persiapan materi, penyuluhan, dan post-test. Penyuluhan berlangsung selama 40 menit menggunakan media poster dan presentasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman responden, dengan keberhasilan dari 47% pada pretest menjadi 100% pada post-test. Mayoritas responden mencapai kategori pemahaman baik. Edukasi DAGUSIBU memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan obat, serta mengurangi dampak negatif seperti pencemaran lingkungan akibat pembuangan obat yang tidak tepat. Penelitian ini merekomendasikan pelaksanaan kegiatan serupa secara berkelanjutan dan dengan responden yang lebih variatif untuk data yang lebih representatif.
PEMANFAATAN DAUN KELOR (moringa oleifera) SEBAGAI KOMODITI TANAMAN HERBAL BERKHASIAT OBAT DAN BAHAN PANGAN BERNUTRISI Purnama, Robby Candra; Nusantari, Candra Saka; Abelia, Bela; Putriana, Echa; Bahar, Erlangga Aditya; Safitri, Zafira; Putri, Aulia Rahma; Mayura, Dera
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v9i1.24491

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) telah dikenal secara luas sebagai tanaman herbal yang kaya akan nilai gizi dan beragam khasiat terapeutik, sehingga menjadi salah satu komoditi tanaman berpotensi tinggi dalam bidang pangan fungsional dan obat tradisional. Daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang meliputi protein esensial, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan yang berperan penting dalam mendukung kesehatan manusia dan pencegahan penyakit. Studi menunjukkan bahwa daun kelor mampu berkontribusi sebagai sumber nutrisi dan senyawa nutrasetikal yang bermanfaat dalam sistem pangan fungsional serta berbagai aplikasi medis tradisional dan modern seperti aktivitas antioksidan, anti-diabetes mellitus, antimikroba, serta efek hepatoprotektif. Selain itu, daun kelor dapat diolah menjadi produk pangan dan suplemen yang bernutrisi tinggi, berpotensi membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Dengan potensi gizi dan terapeutik yang luas, pemanfaatan daun kelor sebagai komoditas tanaman herbal perlu dikembangkan secara komprehensif untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.Kata kunci: daun kelor,tanaman herbal,pangan bernuterisi,komoditi local
IMPLEMENTASI PROGRAM CLEAN–UP HERO UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN HIDUP BERSIH DAN KECERDASAN DALAM PENGGUNAAN OBAT PADA ANAK Di PANTI ASUHAN HASBI RABBI BANDAR LAMPUNG Angin, Martianus Perangin; Setiawan, Fatma Aris; Suwarno, Fitria Malani; Fani, Dinda Novela; Sari, Indah Mutia; Adelia, Jovita Putri
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v9i1.24780

Abstract

Kurangnya kesadaran akan perilaku hidup bersih serta pemahaman penggunaan obat secara tepat masih menjadi tantangan bagi anak-anak di panti asuhan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penggunaan obat yang benar sesuai prinsip DAGUSIBU melalui pendekatan edukatif interaktif Clean-Up Hero. Program dilaksanakan di Panti Asuhan Hasbi Rabbi Bandar Lampung dengan melibatkan 25 anak berusia 8–13 tahun. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, permainan, dan simulasi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 62,8 meningkat menjadi 92,4 pada posttest (p = 0,000; p 0,05). Anak-anak menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan diri serta penggunaan obat yang aman dan rasional. Program Clean-Up Hero dan DAGUSIBU Anak terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dasar anak, serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di sekolah maupun lembaga sosial.
PEMANFAATAN INFUSA DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN HIPERTENSI DI DESA SIDODADI KECAMATAN PEKALONGAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Susanti, Dwi; Anggraini, Meylinda; Nurhasanah, Nurhasanah; Wardani, Salsabilla Ardhi
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v9i1.23180

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan 90-95% kasus didominasi oleh hipertensi esensial. Faktor risiko terjadinya hipertensi mencakup faktor risiko yang tidak dapat diubah (genetik, jenis kelamin, dan umur) dan faktor risiko yang dapat diubah (obesitas, kurang olahraga atau aktivitas fisik, merokok, stres, konsumsi alkohol, dan konsumsi garam). Daun alpukat mengandung senyawa flavonoid dan menunjukkan efek paling signifikan dalam menurunkan tekanan darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan bertujuan untuk memberikan edukasi guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat tentang pemanfaatan infusa daun alpukat sebagai alternatif pengobatan penyakit hipertensi di Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan Lampung Timur. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab dengan bantuan brosur dan alat demonstrasi. Hasil pretest dari 40 peserta penyuluhan menunjukkan persentase tingkat pengetahuan masyarakat cukup 73%, sedangkan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 88% pada hasil posttest. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sidodadi tentang pemanfaatan infusa daun alpukat sebagai alternatif obat hipertensi meningkat setelah dilakukannya penyuluhan.Kata kunci: Pengabdian, Penyuluhan, Infusa, Alpukat, Hipertensi
PENGOLAHAN INOVASI PANGAN BERGIZI: PEMANFAATAN DONAT DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN EDUKASI PEMBUATAN DONAT DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF CEMILAN SEHAT DAN BERGIZI Octonariz, Vito Zhafran; Retnaningsih, Agustina; Pastika, Yusinta; Ramadhani, Al Zetta; Anggraini, Dea; Ramadhani, Okta; Bekti, Thalita Oriza Azaria; Setiawati, Puji
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v9i1.24517

Abstract

Pangan fungsional merupakan pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dasar, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan tambahan. Daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan pangan lokal Indonesia memiliki kandungan gizi dan senyawa bioaktif yang tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan dan inovasi pengolahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri serta pengelola Pondok Pesantren Jabal An-Nur Al-Islami dalam pengolahan daun kelor menjadi produk pangan fungsional berupa donat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, edukasi gizi, dan praktik langsung pembuatan donat daun kelor yang dilaksanakan secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep pangan fungsional, manfaat gizi daun kelor, serta kemampuan mengolahnya menjadi cemilan sehat yang memiliki daya terima baik. Selain itu, peserta menunjukkan minat untuk memanfaatkan daun kelor sebagai bahan pangan alternatif dan peluang usaha skala rumah tangga. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi dan praktik pengolahan donat daun kelor efektif dalam meningkatkan literasi pangan, mendukung perbaikan status gizi, serta mendorong kemandirian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren.