cover
Contact Name
Angga Yasir
Contact Email
anggayasir92@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26550679     EISSN : 26552701     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) merupakan kumpulan hasil pengabdian masyarakat dan ulasan (review) yang dilakukan oleh dosen baik secara pribadi maupun bekerja sama dengan mahasiswa atau pihak lainnya di bidang kefarmasian dan kesehatan serta keilmuan lain terkait. Hasil pengabdian yang dipublikasikan dalam jurnal ini berbentuk pengabdian eksperimental maupun non eksperimental. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (April dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
SOSIALISASI MENGENAI BAHAYA MINUMAN KEMASAN BAGI KESEHATAN PADA ANAK DI TPA MASJID BAITUL SALAM BANDAR LAMPUNG Wijaya, Satria; Saputra, Rudi Bagas; Fajar, M. Surya; Pratama, Andre Putra
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.21045

Abstract

hasil analisis terkait dengan post test dan pre test, diperoleh informasi bahwa rata-rata pengetahuan responden terkait dengan bahaya konsumsi minuman manis kemasan bagi kesehatab tubuh pada anak di TPA masjid baitul sallam kecamatan tanjung senang kota Bandar lampung sebelum dilakukannya Sosisalisasi adalah 57,6%. Setelah dilakukannya Sosisalisasi diperoleh rata-rata penilaian sebesar 73,07%. Hasil yang diperoleh menjadi penanda keberhasilan peneliti dalam melakukan Sosisalisasi yang ditandai dengan adanya penambahan informasi dan pengetahuan mengenai bahaya konsumsi minuman manis kemasan bagi kesehatan tubuh pada anak di TPA masjid baitul sallam kecamatan tanjung senang kota Bandar lampung
PENYULUHAN MANFAAT DAUN KELOR SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN BUDIDAYA TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) DI DESA CIPADANG KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUBATEN PESAWARAN Tutik, Tutik; Prameswari, Nabilla Minerva; Zaila, Nor; Saraya, Novita
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19365

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman dengan berbagai manfaat kesehatan dan ekonomi, terutama sebagai sumber antioksidan alami yang kaya akan vitamin C, flavonoid, phenolic, dan karotenoid. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, mengenai manfaat daun kelor sebagai antioksidan dan teknik budidayanya. Metode yang digunakan meliputi survei berupa wawancara, diskusi, dan tanya jawab, didukung dengan leaflet, kuesioner, dan presentasi materi. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh 31 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dengan skor rata rata pengetahuan meningkat dari 50% menjadi 100%, menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan wawasan tentang cara pengolahan inovatif daun kelor sebagai bahan pangan dan obat-obatan bernilai ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman kelor secara optimal.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA : JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI OBAT MAAG DI PANTI ASUHAN KEMALA PUJI, KECAMATAN RAJABASA Amalia, Putri; Murti, Vichie Triana; Nuraini, Nanda; Sari, Putri Ratna
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23663

Abstract

PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA : JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI OBAT MAAG DI PANTI ASUHAN KEMALA PUJI, KECAMATAN RAJABASA *)Putri Amalia1, Vichie Triana Murti1, Nanda Nuraini1, Putri Ratna Sari1 1Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Jl. Pramuka No.27, Bandar Lampung, Lampung, 35153, Indonesia *)Email korespondensi: putriamalia@malahayati.ac.id  Abstract Gastric disorders, commonly known as dyspepsia or maag, frequently occur due to irregular eating habits, stress, or Helicobacter pylori infection. One alternative solution is the use of medicinal plants, specifically ginger (Zingiber officinale), which is recognized for its potential to alleviate gastric complaints. Scientifically, ginger contains bioactive compounds such as gingerol and flavonoids that function as anti-inflammatory and gastroprotective agents, and can reduce excessive gastric acid secretion. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of adolescents at Kemala Puji Orphanage, Bandar Lampung, regarding the utilization of ginger as a herbal remedy for gastric problems. The program was conducted through educational sessions, demonstrations on ginger-based herbal drinks, and assessments using pre-tests and post-tests to measure participants’ understanding. Results showed an increase in average knowledge scores from 56.3% before the program to 90.3% after, indicating a significant improvement in participants’ comprehension. Overall, this program effectively increased health literacy and promoted the use of scientifically supported herbal remedies, particularly ginger, as a natural alternative to maintain digestive health. Keywords: ginger, digestive disorder, herbal education, TOGA, gastric health  Abstrak Maag merupakan kelainan pada sistem pencernaan yang kerap muncul akibat kebiasaan makan yang kurang teratur, stres, atau infeksi bakteri Helicobacter pylori. Salah satu solusi alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah tanaman obat keluarga (TOGA), yaitu jahe (Zingiber officinale), yang dikenal memiliki khasiat untuk membantu mengurangi keluhan maag. Secara ilmiah, jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antiinflamasi dan pelindung lambung serta dapat menekan produksi asam lambung berlebih. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan remaja di Panti Asuhan Kemala Puji, Bandar Lampung, mengenai pemanfaatan jahe sebagai pilihan herbal dalam menangani gejala maag. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi pembuatan jamu jahe, dan evaluasi pemahaman peserta menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 56,3% sebelum kegiatan menjadi 90,3% setelah kegiatan, menandakan bahwa program berkontribusi secara signifikan dalam peningkatan pemahaman peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat literasi kesehatan dan mendorong pemanfaatan bahan herbal berbasis ilmiah, khususnya jahe, sebagai alternatif alami dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Kata Kunci: jahe, gangguan pencernaan, edukasi herbal, TOGA, kesehatan lambung
EDUKASI MENDAPATKAN MENYIMPAN DAN MEMBUANG OBAT DENGAN BENAR (DAGUSIBU) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Primadiamanti, Annisa; Hasanah, Liina Shonaatul; Haska, Anjhellika; Hillari, Gladys
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19951

Abstract

Peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat sangat penting untuk mengurangi risiko kesalahan dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Universitas Malahayati, dengan melibatkan 15 petugas kebersihan sebagai responden. Kegiatan ini dilakukan dalam satu sesi pertemuan yang meliputi survei lokasi, penyusunan administrasi, persiapan materi, penyuluhan, dan post-test. Penyuluhan berlangsung selama 40 menit menggunakan media poster dan presentasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman responden, dengan keberhasilan dari 47% pada pretest menjadi 100% pada post-test. Mayoritas responden mencapai kategori pemahaman baik. Edukasi DAGUSIBU memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan obat, serta mengurangi dampak negatif seperti pencemaran lingkungan akibat pembuangan obat yang tidak tepat. Penelitian ini merekomendasikan pelaksanaan kegiatan serupa secara berkelanjutan dan dengan responden yang lebih variatif untuk data yang lebih representatif.