cover
Contact Name
Januar Dwi Christy
Contact Email
christy@griyahusada.id
Phone
+6281332211312
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Dukuh Pakis II Baru no. 110 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Midwifery Journal
ISSN : 24071676     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Midwifery Journal publishes the latest peer reviewed research to inform the safety, quality, outcomes and experiences of pregnancy, birth and maternity care for childbearing women, their babies and families. The journal’s publications support midwives and maternity care providers to explore and develop their knowledge, skills and attitudes informed by best available evidence. Midwifery Journal provides an interdisciplinary forum for the publication, dissemination and discussion of advances in evidence, controversies and current research, and promotes continuing education through publication of systematic and other scholarly reviews and updates. Midwifery articles cover the cultural, clinical, psycho-social, sociological, epidemiological, education, managerial, workforce, organizational and technological areas of practice in preconception, maternal and infant care, maternity services and other health systems.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal" : 24 Documents clear
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6 BULAN – 2 TAHUN Tjahjani, Ely
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.68 KB)

Abstract

Diare adalah buang air besar yang lebih sering dari biasanya dengan konsistensi yang lebih encer. Berdasarkan hasil survei data sekunder di BPS Ny. Ayu, angka kejadian diare pada tahun 2016 masih tinggi dari target yaitu sebesar 21,36%. Diare dapat disebabkan karena bayi tidak diberikan ASI eksklusif, jika kejadian diare tidak ditangani akan terjadi dehidrasi dan membawa dampak yang buruk pada bayi. Oleh karena itu masalah ini dipandang perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare di BPS Ny. Ayu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel secara probability sampling dengan teknik sistematic random sampling dengan populasi seluruh bayi usia 6 bulan ? 2 tahun sebanyak 628 orang dan jumlah sampel sebanyak 199 orang. Pengambilan data secara sekunder dari register anak. Hasil penelitian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang dan analisa dengan uji chi-square dengan a = 0,05. Hasil: Bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif sebesar 53,77%,dan bayi yang menderita diare sebesar 50,25%. Berdasarkan hasil uji chi-square pada pemberian ASI eksklusif didapatkan ?2Hitung  > ?2tabel yaitu 6,8 > 3,84 sehingga H0 ditolak. Diskusi: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare. Oleh karena itu untuk menurunkan angka kejadian diare maka petugas kesehatan harus memberi KIE dan penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan  hal - hal yang mungkin terjadi jika tidak diberikan ASI eksklusif, agar menciptakan bayi yang sehat.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DALAM PEMBERIAN ASI Setyowati, Endang Buda
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.231 KB)

Abstract

Jumlah ibu menyusui di RS DKT Gubeng Pojok dari tahun 2015 sampai 2016 menurun yaitu 27,4% menjadi 24,69%. Selain itu survey pendahuluan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dalam pemberian ASI, dari 10 ibu didapatkan 30% berpengetahuan kurang, 40% berpengetahuan cukup, 30% berpengetahuan baik. Sedangkan ibu yang memberikan ASI 30% dan tidak memberikan ASI 70%. Berdasarkan masalah ini dipandang perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dalam pemberian ASI. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang membawa bayi umur 1 sampai 9 bulan (ibu yang membawa anaknya imunisasi di RS DKT Gubeng Pojok) sebanyak 64 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Non Probability Sampling yaitu menggunakan Accidental Sampling sebanyak 64 orang dengan menggunakan kuesioner kemudian diolah menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang. Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan mayoritas ibu yang memberikan ASI berpengetahuan baik (66,67%) dan ibu yang tidak memberikan ASI mayoritas berpengetahuan cukup (66,67%) Diskusi: Mayoritas ibu yang memberikan ASI berpengetahuan baik tentang gizi seimbang dan ibu yang tidak memberikan ASI mayoritas berpengetahuan cukup tentang gizi seimbang. Maka sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan khususnya pada ibu tentang gizi seimbang ibu menyusui dan pentingnya memberikan ASI, sehingga harapan semua ibu dapat memberikan ASI bisa terwujud. Dukungan dari suami dan keluarga sangatlah penting terutama mendukung ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang serta memberikan ASI pada bayinya.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA SMA TENTANG PENDIDIKAN SEKS DAN SIKAP REMAJA SMA TENTANG SEKS BEBAS Humune, Hermina
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.491 KB)

Abstract

Dewasa ini kehidupan seks bebas telah merebak di kalangan kehidupan remaja dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja tentang seks dan faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap prilaku seks remaja. Survei yang dilakukan pada remaja oleh BKKBN tahun 2014 menyebutkan 63% remaja di beberapa kota besar di Indonesia termasuk Jawa Timur telah melakukan seks pranikah. Angka Drop Out siswa SMA Negeri 1 Turen 3,69% mayoritas karena hamil diluar nikah. Hasil studi pendahuluan pada tanggal 18 Maret 2016 dari 8 siswa yang di wawancarai terdapat 87,5% Siswa SMA dengan pengetahuan kurang tentang pendidikan seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja SMA tentang Pendidikan Seks dan Sikap Remaja SMA tentang Seks Bebas di SMA Negeri 1 Turen. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi di ambil dari seluruh siswa SMA Negeri 1 Turen tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 892 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik  ?accidental sampling? sebanyak 167 remaja SMA. Data kemudian diklasifikasikan, dibuat tabulasi frekuensi, tabulasi silang kemudian disimpulkan. Hasil : Dari 167 remaja didapatkan 53,89% remaja memiliki pengetahuan baik tentang pendidikan seks, 56,89% remaja memiliki sikap setuju tidak melakukan seks bebas, sedangkan dari tabulasi silang yang memiliki pengetahuan baik tentang pendidikan seks dan memiliki sikap setuju tidak melakukan seks bebas sebanyak 57,89% remaja. Diskusi :. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja SMA tentang pendidikan seks mayoritas baik. Bidan sebagai pelaksana diharapkan dapat bekerja sama dengan guru SMA untuk memberikan materi tentang pendidikan kesehatan reproduksi dan pada orang tua diharapkan memberikan pendidikan seks secara dini pada anak remaja.
PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU HAMIL TERHADAP KEIKUTSERTAAN SENAM HAMIL Juaria, Henny
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.509 KB)

Abstract

Senam hamil adalah latihan fisik berupa beberapa gerakan tertentu yang dilakukan khusus untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. Berdasarkan data di Puskesmas Jagir Surabaya dari periode Januari 2015 ? Desember 2016 jumlah ibu hamil  yang mengikuti program senam hamil mengalami penurunan yang besar (56,58%) dibanding dengan periode Januari 2014 ? Juni 2015 jumlah ibu yang mengikuti senam hamil mengalami peningkatan (31,24%). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pekerjaan ibu hamil terhadap keikutsertaan senam hamil. Metode Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik cross sectional. Populasinya adalah semua ibu hamil trimester III (?28 minggu ? 40 minggu) berjumlah 244 orang dan teknik pengambilan sample yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah 71 orang. Data diperoleh dari data sekunder dan hasil diolah dalam tabel frekuensi, tabulasi silang dan di uji dengan Chi-Square dengan ketentuan c2tabel 3,84 (a = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki tingkat pendidikan rendah tidak mengikuti senam hamil yaitu sebanyak 82,35% dan ibu yang bekerja mayoritas tidak ikut senam hamil yaitu sebanyak 77,42%. Hasil uji Chi-Square antara pendidikan dengan keikutsertaan senam hamil yaitu c2Hitung > c2Tabel (4,45 > 3,84) dan dari aspek pekerjaan didapatkan c2Hitung > c2Tabel (6,54  > 3,84). Diskusi: Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan keikutsertaan senam hamil dan ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan keikutsertaan senam hamil. Oleh sebab itu, diharapkan petugas kesehatan mampu untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan dengan cara memberikan informasi pentingnya melakukan senam hamil melalui penyuluhan, diskusi atau pengadaan senam hamil rutin
TINGKAT UMUR DAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMPSIA Wilujeng, Rachel Dwi
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.884 KB)

Abstract

Pre - eklamsia adalah penyakit dengan tanda ? tanda hipertensi, edema dan proteinuri yang timbul karena kehamilan yang terjadi dalam triwulan 3 (Hanifa,2002). Dalam 3 tahun terakhir ini kejadian pre ? eklamsia di RS Brawijaya Surabaya pada tahun 2014 - 2015 mengalami peningkatan sebesar 0,84% dan terjadi peningkatan dari tahun 2015 ? 2016 sebesar 1,12%. Kejadian pre - eklamsia pada tahun 2017 menggambarkan kejadian pre ? eklamsia pada ibu hamil berdasarkan umur dan paritas periode Januari ? Juni 2017 dan angka toleransi menurut Dinkes Jatim yaitu sebesar 5% bisa berdampak pada partus prematurus sampai dengan kematian janin dalam rahim, sedangkan pada ibu bisa terjadi inpending eklamsia sampai dengan eklamsia, dan bisa menjadi kematian pada ibu. Faktor yang dapat meningkatkan kejadian pre eklamsia yaitu pada umur <20 tahun maupun > 35 tahun cenderung mengalami pre eklamsia dan pada multigravida dapat terjadi pre eklamsia karena semula rahim ibu kosong tanpa ada janin kemudian terjadi kehamilan.  Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif populasi penelitian adalah semua ibu hamil yang periksa bulan Januari ? Juni 2017sebanyak 530 orang sampel penelitian sebanyak 86 orang penelitian secara sistematik random sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan kejadian pre-eklamsia sebanyak 15 orang (17,44%) ibu hamil mayoritas > 35 sebanyak 12 orang ( 27,27%) dengan grandemulti sebanyak 6 orang (27,27%). Pada umur didapatkan mayoritas kejadian ibu hamil yang mengalami pre-eklamsia terjadi pada umur ? 35 tahun sebanyak 12 orang (27,27%). Sedangkan pada paritas didapatkan mayoritas kejadian ibu hamil yang mengalami pre-eklamsia terjadi pada grademulti sebanyak 6 orang (27,27%). Diskusi: Hal ini dapat disimpulkan bahwa kejadian pre-eklamsia dipengaruhi umur dan paritas. Oleh karena itu, untuk menurunkan kejadian pre - eklamsia diperlukan pemeriksaan sejak dini dan rutin pada kehamilan, sehingga dapat dideteksi dini adanya komplikasi dan segera mengobatinya, mengatur diet makanan dan diharapkan kehamilan pada umur reproduksi (20-35 tahun) sehingga pre-eklamsia pada ibu hamil dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
UMUR DAN PARITAS IBU TERHADAP KEJADIAN KANKER SERVIKS Pontoh, Arimina Hartati
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.05 KB)

Abstract

Penderita kanker mulut rahim di Indonesia  tahun 2014 ternyata jumlahnya sangat banyak. Menurut Dinas Kesehatan Kota Surabaya angka kejadian kanker serviks di Surabaya tahun 2016 sebesar 20%. Berdasarkan data sekunder di RS Brawijaya Surabaya, kanker serviks mengalami peningkatan 25,1% pada tahun 2016. Maka masalah ini dipandang perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui adakah gambaran antara umur dan paritas ibu terhadap kejadian kanker serviks di RS Brawijaya Surabaya. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan sampel jenuh. Populasi ibu pap smear sebanyak 137 orang dan jumlah sampel 137 orang. Pengambilan data secara sekunder dari rekam medik pemeriksaan pap smear. Hasil penelitian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang dan dianalisa. Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang menderita kanker serviks mayoritas adalah umur ibu >35 tahun sebanyak 21 orang (62,19%) sedangkan pada paritas mayoritas grandemultipara sebanyak 22 orang (34,37%) Diskusi: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran antara umur dan paritas ibu pap smear dengan terjadinya kejadian kanker serviks. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya kejadian kanker serviks, bidan hendaknya melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan melakukan upaya pendeteksian dini terhadap kanker serviks.
PEMBERIAN PASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DENGAN KEJADIAN DIARE Bainuan, Lina Darmayanti
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.837 KB)

Abstract

Angka kejadian dan kematian diare pada anak di negara-negara yang sedang berkembang masih tinggi. Lebih-lebih pada anak yang mendapat susu formula, angka tersebut lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan anak-anak yang mendapat ASI, yang melindungi bayi terhadap infeksi. Data yang diperoleh di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya mengenai data kejadian diare dalam tiga tahun terakhir pada bayi yakni mulai tahun 2014-2016 dapat disimpulkan bahwa dari tahun 2014-2016 di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya terjadi peningkatan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan sebanyak 3-4% dan melebihi angka toleransi,  sedangkan angka toleransi dari Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya terhadap kejadian diare pada balita sebesar 10%. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan Survey Cross Sectional. Populasi penelitian adalah Seluruh bayi berusia 0-6 bulan di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya sebanyak 1.849 bayi. Pengambilan sampel secara probability sampling dengan sistematik random samplingdan didapatkan besar sampel 225 bayi.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bayi yang mendapatkan PASI menderita diare sebesar 124 bayi (86,71 %) dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI tidak menderita diare sebesar 62 bayi (75,61 %). Dengan uji Chi-Square didapatkan hasil sebagai berikut, bahwa x2 hitung > x2 tabel (87,84 > 3,84), yang artinya ada hubungan antara pemberian PASI pada bayi usia 0-6 bulan dengan kejadian diare. Diskusi: ada hubungan antara pemberian PASI pada bayi usia 0-6 bulan dengan kejadian diare di rumah sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya. Oleh karena itu, bidan sebagia tenaga kesehatan perlu menggalakan dan memotiuvasi para ibu untuk terus memebrikan ASI eksklusif 0-6 bulan.
BEBERAPA FAKTOR TERJADINYA PERSALINAN SECTIO CAESAREA Sugiarti, Sugiarti
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.554 KB)

Abstract

Sectio Caesarea adalah suatu persalinan buatan, dimana janin dilahirkan melalui insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat dalam keadaaan utuh dan berat janin diatas 500 gram. Persalinan dengan Sectio Caesarea dilakukan berdasarkan indikasi ibu dan janin. Di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya angka kejadian persalinan  Sectio Caesarea Tahun  2015 sebanyak 1003 orang (80%) dari angka persalinan normal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor terjadinya persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Surabaya tahun 2016. Metode: Penelitian ini menggunakan design deskriptif, populasi ibu Sectio Caesarea tahun 2016 adalah 534 orang. Pengambilan sampel menggunakan Tehnik Systematik Random Sampling dengan sampel yaitu sebagian ibu bersalin Sectio Caesarea tahun 2016 sebanyak 174 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari registrasi ibu bersalin kemudian diolah menggunakan tabulasi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas ibu bersalin Sectio Caesarea dengan paritas primipara (55,17%) dan bekerja (64,94%). Pada indikasi Sectio Caesarea berdasarkan usia terjadi pada ibu usia > 35 tahun (1,15%), riwayat persalinan yang lalu dengan operasi Caesar (32,76%), ketuban pecah dini (14,37%), atas permintaan ibu sendiri (31,03%), bayi besar (3,45%), kelainan letak janin (13,22%) dan  fetal distress (3,45%). Kesimpulan: kejadian Sectio Caesarea mayoritas terjadi pada ibu dengan riwayat persalinan yang lalu operasi. Maka dari itu diharapkan ibu sebelum hamil atau dalam masa hamil rutin memeriksakan kehamilannya sesuai standar yaitu minimal 4x kunjungan, penyuluhan dikelas antenatal dengan didampingi suami, mengikuti senam hamil dan orientasi dikamar bersalin sehingga ibu siap dalam menghadapi persalinan.
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6 BULAN – 2 TAHUN Tjahjani, Ely
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.68 KB)

Abstract

Diare adalah buang air besar yang lebih sering dari biasanya dengan konsistensi yang lebih encer. Berdasarkan hasil survei data sekunder di BPS Ny. Ayu, angka kejadian diare pada tahun 2016 masih tinggi dari target yaitu sebesar 21,36%. Diare dapat disebabkan karena bayi tidak diberikan ASI eksklusif, jika kejadian diare tidak ditangani akan terjadi dehidrasi dan membawa dampak yang buruk pada bayi. Oleh karena itu masalah ini dipandang perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare di BPS Ny. Ayu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel secara probability sampling dengan teknik sistematic random sampling dengan populasi seluruh bayi usia 6 bulan ? 2 tahun sebanyak 628 orang dan jumlah sampel sebanyak 199 orang. Pengambilan data secara sekunder dari register anak. Hasil penelitian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang dan analisa dengan uji chi-square dengan a = 0,05. Hasil: Bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif sebesar 53,77%,dan bayi yang menderita diare sebesar 50,25%. Berdasarkan hasil uji chi-square pada pemberian ASI eksklusif didapatkan ?2Hitung  > ?2tabel yaitu 6,8 > 3,84 sehingga H0 ditolak. Diskusi: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare. Oleh karena itu untuk menurunkan angka kejadian diare maka petugas kesehatan harus memberi KIE dan penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan  hal - hal yang mungkin terjadi jika tidak diberikan ASI eksklusif, agar menciptakan bayi yang sehat.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DALAM PEMBERIAN ASI Setyowati, Endang Buda
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 1 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.231 KB)

Abstract

Jumlah ibu menyusui di RS DKT Gubeng Pojok dari tahun 2015 sampai 2016 menurun yaitu 27,4% menjadi 24,69%. Selain itu survey pendahuluan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dalam pemberian ASI, dari 10 ibu didapatkan 30% berpengetahuan kurang, 40% berpengetahuan cukup, 30% berpengetahuan baik. Sedangkan ibu yang memberikan ASI 30% dan tidak memberikan ASI 70%. Berdasarkan masalah ini dipandang perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dalam pemberian ASI. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang membawa bayi umur 1 sampai 9 bulan (ibu yang membawa anaknya imunisasi di RS DKT Gubeng Pojok) sebanyak 64 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Non Probability Sampling yaitu menggunakan Accidental Sampling sebanyak 64 orang dengan menggunakan kuesioner kemudian diolah menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang. Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan mayoritas ibu yang memberikan ASI berpengetahuan baik (66,67%) dan ibu yang tidak memberikan ASI mayoritas berpengetahuan cukup (66,67%) Diskusi: Mayoritas ibu yang memberikan ASI berpengetahuan baik tentang gizi seimbang dan ibu yang tidak memberikan ASI mayoritas berpengetahuan cukup tentang gizi seimbang. Maka sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan khususnya pada ibu tentang gizi seimbang ibu menyusui dan pentingnya memberikan ASI, sehingga harapan semua ibu dapat memberikan ASI bisa terwujud. Dukungan dari suami dan keluarga sangatlah penting terutama mendukung ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang serta memberikan ASI pada bayinya.

Page 1 of 3 | Total Record : 24