cover
Contact Name
Syifania Hanifah Samara
Contact Email
jafh@fpk.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jafh@fpk.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Fish Health
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017309     EISSN : 25280864     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Aquaculture And Fish Health (JAFH) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fisheries. These contributions came from innovative researches that encourage science and technology development in the field of fisheries and marine science on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities.
Arjuna Subject : -
Articles 331 Documents
Identifikasi Salmonella sp. Pada Cacing Sutra (Tubifex sp.) Tangkapan Dari Alam dan Hasil Budidaya Umidayati Umidayati; Sinung Rahardjo; Ilham Ilham; Mugi Mulyono
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3685.467 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.16139

Abstract

Cacing sutra merupakan pakan alami yang sangat dibutuhkan pada pembenihan ikan air tawar namun ketersediaannya tidak kontinyu dikarenakan kondisi alam  yang  terbawa arus pada musim penghujan, keberadaan  cacing sutra dialam juga di pengaruhi oleh  banyaknya bahan organik yang melimbah dari limbah rumah tangga yang cendung  adanya kontaminasi bakteri yang terdapat pada  cacing sutra tangkapan dari alam.Untuk memenuhi kebutuhan kontinyunitas cacing sutra di budidayakan  dengan media  yang sering adalah  kotoran ayam . Untuk penyedian pakan alami larva ikan sebaiknya di identifikasi bakteri pada cacing tangkapan dari alam dan hasil budidaya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Basah Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta pada bulan Mei – Juli 2019 dengan tujuan mengidentifikasi bakteri salmonella sp. pada media kotoran ayam dan cacing hasil tangkapan alam dan hasil budidaya.  Metode Identifikasi digunakan untuk penelitian ini dan hasilnya dianalis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pada cacing sutra dari alam positif mengandung salmonella sp dan sedangkan untuk hasil budidaya negatif tidak mengandung Salmonella sp.
Analysis of Water Quality for Marinculture in Moro, Karimun, Riau Islands with Principal Component Analysis Wiyoto Wiyoto; Irzal Effendi
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.283 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.17192

Abstract

Finding a good location is of important aspects in mariculture. This can be done by evaluating the water quality data. The aims of the study were to evaluate the seawater quality at Moro, Karimun, Riau Islands and to analyze its compatibility for mariculture by using principal component analysis (PCA) and multiple linear regressions. Generally, seawater qualities in the study area were in the tolerance range for mariculture. Surface water samples were collected from five different sampling points around Moro Sea. PCA results demonstrated that there were eleven variation factors which explained 95.4% of the total variance. In addition, based on PCA and multiple linear regressions, four water quality predictors for environmental quality could be identified, that is nitrite (NO2), temperature, pH and dissolved oxygen. Multiple linear regressions showed that the contribution of each parameter to the water quality was significant (R2=1, P < 0.05).
Histological Studies on Digestive System Development and Early Feeding Activity of Pangasius Hybrid Larvae Agus Putra AS; M. Fauzan Isma; Rindhira Humairani; Yusrizal Akmal
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3042.868 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.15810

Abstract

AbstractThis study was conducted to investigate the digestive system development and early feeding activity of Pangasius hybrid larvae. Four crossbreeding program in triplicate were examined between Pangasius hypopthalmus and Pangasius nasutus. Results showed that the digestive systems of both hybrid larvae were poorly developed immediately after hatching. The digestive system of the newly hatched larvae consisted of straight undifferentiated tube and anus still closed. The gastro intestinal tract, liver and pancreas were formed and developed by 2-dAH. The zymogen granules were also observed in the pancreas and thus imply that function of pancreas started before the exogenous feeding period. Gastric glands were only present and started to secrete enzyme on 6-dAH. Artemia were first seen in digestive tract of the larvae at 54-hAH. However, onset of exogenous feeding was detected at 60-hAH, whereas stomach became enlarged with isometric epithelium cells, which were different from the elongated cells in the intestinal part. Keywords: Pangasius, hybrid, digestive system, histology
SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEONG MAS PADA PAKAN BUATAN TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN LEMAK KASAR UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) Denis Fahmiyanto; Agustono Agustono; Tri Nurhajati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.86 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.18250

Abstract

Udang vanname (Litopenaeus vannamei) secara resmi dilepas melalui KEPMEN No. 41/Men/2001 sebagai varietas baru yang lebih unggul. Peningkatan produksi biomassa dalam suatu usaha budidaya harus memperhatikan faktor pemberian pakan. Komponen dalam pakan yang dimakan tidak semuanya dapat diserap dalam proses pencernaan. Bagian yang tidak dapat diserap tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk feses sehingga dapat ditentukan nilai kecernaan suatu bahan pakan tersebut. Bahan Kering dan Lemak Kasar merupakan beberapa nutrisi yang dapat diketahui nilai kecernaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kecernaan bahan kering dan lemak kasar pada pakan dimana tepung ikan disubstitusikan dengan tepung keong mas. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan yaitu P0 (pakan tanpa tepung keong mas), P1 (30% Tepung Ikan, 10% Tepung Keong Mas), P2 (20% Tepung Ikan, 20% Tepung Keong Mas) dan P3 (10% Tepung Ikan, 30% Tepung Keong Mas) dengan ulangan sebanyak 5 kali. Metode pengukuran nilai kecernaan yang digunakan adalah metode tidak langsung, yaitu penambahan indikator Cr2O3 dalam pakan sebanyak 0,5 %. Metode penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan percobaan. Parameter utama yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan lemak kasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat terlihat bahwa penggunaan tepung keong mas untuk substitusi tepung ikan pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 dapat meningkatkan kecernaan bahan kering secara berurutan sebesar 94,83%, 95,93%, 96,47% dan 96,10%. Penggunaan tepung keong mas untuk substitusi tepung ikan pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 juga mampu meningkatkan kecernaan bahan kering secara berurutan sebesar 90,01%, 89,75%, 96,47% dan 90,05%.
Potensi Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Dalam Upaya Penanggulangan Infestasi Lernaea Pada Ikan Maskoki (Carassius auratus) Aditya Gita Rohmatullah; Gunanti Mahasri; Sri Subekti
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.802 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.17976

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan apakah perasan buah mengkudu dapat digunakan untuk mengendalikan Lernaea pada ikan maskoki dan berapa konsentrasi optimal yang dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kelompok perlakuan dan empat ulangan, yaitu A (0%) sebagai kontrol, B (1%), C (2%), D (3%), dan E (4%). Parameter utama yang diamati adalah lepasnya Lernaea yang menempel pada ikan maskoki setelah perendaman dengan perasan buah mengkudu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Lernaea yang lepas pada perlakuan A (0%) adalah 0% (tidak ada yang lepas), perlakuan B (1%) dan perlakuan C (2%) adalah 6,25% (satu Lernaea yang lepas), perlakuan D (3%) adalah 12,5% (dua Lernaea yang lepas), dan perlakuan E (4%) adalah 25% (empat Lernaea lepas) terdapat perbedaan yang tidak nyata, akan tetapi hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan E (4%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah perasan buah mengkudu memiliki kemampuan untuk menanggulangi infestasi Lernaea pada ikan maskoki, dengan konsentrasi perasan sebesar 4% dan lama perendaman 60 menit. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk tidak menggunakan konsentrasi di atas 4% untuk menghindari kematian ikan.
Growth Response of Porphyridium sp. Culture on Glass and Plastic Container in Laboratory Scale Lutfiyah Al Adawiyah; Mohammad Faizal Ulkhaq; Hapsari Kenconojati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.941 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.17183

Abstract

Utilization of Porphyridium sp. began to be developed as an anticancer, anti-inflammatory, antibacterial, antifungal, and production of biogas and biodiesel so that necessary to carry out culture activities for ensure continuity of Porphyridium sp. This study aims to determine the type of culture container that showed the best growth response of Porphyridium sp. with the highest biomass. The stages in this research were preparation of containers and media sterilization, making diatom fertilizers and agar media, Culture of Porphyridium sp. on agar media, Culture of Porphyridium sp. in the test tube, and Culture of Porphyridium sp. in glass and plastic containers. The results showed that the growth response of Porphyridium sp. that cultured in glass containers (18,9 ± 0,21 x 105 cells/mL) was higher than plastic (15.57 ± 0,03 x 105 cells/ml).
Karakteristik Pepton dari Limbah Ikan Kurisi (Nemipterus sp.) sebagai Media Pertumbuhan Bakteri yang Terjamin Halal Moh. Dwi Pratomo; Dian W. Wardanidan; Nur A. Revonagara; Dinda Ersyah; Dwi Setijawati; Hefti Salis Yufidasari; Aziz Aziz Jaziri
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.702 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.16126

Abstract

Pepton merupakan sumber nitrogen sebagai media pertumbuhan mikroorganisme. Umumnya, pepton berasal dari hewan darat yaitu sapi dan babi serta turunannya. Penggunaan pepton yang berasal dari babi jelas diharamkan, sedangkan dari sapi dikhawatirkan terdapat penyakit BSE (bovine spongiform encephalopathy), dan TSE (transmissible spongiform encephalopathy) yang dapat menular ke manusia. Sebagai alternatif, pepton dari limbah pengolahan ikan yang sudah terjamin halal, salah satunya limbah ikan kurisi (Nemipterus sp.). Tujuan penelitian ini mendapatkan pepton dengan tiga perlakuan asam berbeda (asam sitrat, asam format dan asam propionat) menggunakan metode eksperimen, dengan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tiga jenis asam berpengaruh nyata terhadap nilai rendemen, total N, protein, protein terlarut, pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus serta biomassanya. Rata-rata tertinggi rendemen basah didapatkan 66,17% sedangkan rendemen kering 3,87% pada perlakuan asam format. Nilai pH tertinggi 5,3 pada asam sitrat. Uji karakteristik pepton limbah ikan kurisi menunjukan bahwa kandungan protein terlarut berkisar 2-4 g/L, total N 1-1.3 %, dan total protein 6-8.12 %. Asam amino yang terkandung terdiri dari asam amino esensial dan non-esensial. Nilai optical density dan biomassa bakteri ditumbuhkan pada media yang menggunakan pepton limbah ikan kurisi lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus pada media yang menggunakan pepton komersial. Temuan ini mengungkapkan bahwa pepton dari limbah ikan kurisi fisibel dikembangkan sebagai produk halal secara komersial untuk media pertumbuhan mikroba.
Pengaruh Perendaman Insektisida Permetrin Terhadap Daya Tetas Telur Argulus japonicus Devy Agustia Pratiwi; Kismiyati Kismiyati; Sudarno Sudarno
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.587 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.19506

Abstract

Parasit adalah organisme yang bergantung pada inang sebagai habitatnya dan mengambil makanan dari inang tersebut. Infestasi parasit merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh pembudidaya ikan hias. Argulus japonicus merupakan ektoparasit yang menginfestasi ikan air tawar di bagian sirip, kulit, insang dan operkulum. Daur hidup Argulus japonicus tergolong cepat, hal itu sangat membahayakan para pembudidaya, maka perlu dilakukan pengendalian terhadap Argulus japonicus dan telurnya. Pengendalian telur Argulus japonicus dapat dilakukan perendaman dengan insektisida permetrin. Prinsip kerja insektisida pyretroid berfungsi sebagai racun axonik yang merusak serabut saraf. Menurunnya daya tetas telur Argulus japonicus dapat terjadi akibat terikatnya sejenis protein di dalam saraf yang dikenal sebagai voltage-gated sodium channel sehingga menyebabkan embrio dalam telur tidak dapat berkembang dan tidak menetas. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa insektisida permetrin dapat mengurangi daya tetas telur Argulus japonicus. Daya tetas telur Argulus japonicus pada perlakuan A sebagai kontrol didapatkan persentase daya tetas telur 44%, pada perlakuan B konsentrasi 0,70 ppm persentase yang didapat sebayak 19,5%, perlakuan C dengan konsentrasi 0,80 ppm sebanyak 12%, perlakuan D konsentrasi 0,90 ppm sebayak 8% dan perlakuan E konsentrasi 1 ppm persentase yang didapat sebanyak 3%. Konsentrasi optimal dari pemberian insektisida permetrin pada media penetasan terdapat pada perlakuan E dengan daya tetas Argulus japonicus sebanyak 3 %.
Pemanfaatan Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Untuk Pengendalian Myxobolus Pada Ikan Mas Koi (Cyprinus carpio L.) Almira Fardani Lahay; Gunanti Mahasri; Sudarno Sudarno
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.823 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.17983

Abstract

Salah satu jenis ikan hias air tawar yang memiliki harga jual yang tinggi adalah ikan mas koi (Cyprinus carpio), akan tetapi di dalam pemeliharaan ikan mas koi tetap tidak lepas dari masalah kesehatan, terutama pada saat terserang penyakit, yang mengakibatkan kerugian ekonomis bagi para pembudidaya ikan mas koi. Penyakit dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, pakan maupun kondisi lingkungan yang kurang menunjang kehidupan ikan. Salah satu jenis penyakit yang banyak menyerang ikan mas koi adalah Myxobolusis yang disebabkan oleh parasit Myxobolus. Saat ini banyak tumbuhan tradisional yang sudah ditemukan memiliki zat anti parasit, Salah satu tumbuhan tersebut adalah buah mengkudu (Morinda citrifolia). Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan dan konsentrasi yang tepat perasaan buah mengkudu (Morinda citrifolia) untuk mengendalikan infeksi Myxobolus pada ikan mas koi. Metode penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah dosis perasan buah mengkudu yang berbeda yaitu A (0%), B (1%), C (2%), Dan D (3%) masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Analisis data menggunakan ANOVA dan Kruskall Wallis dan untuk mengetahui perlakuan terbaik dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan dan Uji Independent dua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis perasan buah mengkudu yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap infeksi myxobolus. Perlakuan yang tertinggi terdapat pada perlakuan C (2%) untuk pengamatan jumlah nodul, perlakuan D (3%) pada pengamatan ukuran nodul dan perlakuan D (3%) pada pengamatan skoring buka tutup operkulum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan perlakuan D (3%) merupakan perlakuan yang paling baik dalam pengendalian myxobolus.
Analisis Kondisi Kesehatan Ikan Patin Pangasius sp. yang Terinfeksi Bakteri Edwardsiella tarda Qurrota A'yunin; Budianto Budianto; Sri Andayani; Dwi Candra Pratiwi
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1802.727 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.16192

Abstract

Infeksi penyakit menjadi satu masalah yang masih sering timbul pada budidaya ikan patin. Salah satu penyakit yang sering timbul dalam budidaya ikan patin adalah penyakit MES (Motile Edwardsiella Septicemia) atau yang biasa dikenal dengan Edwardsielliosis. Penyebab penyakit MES adalah adanya infeksi dari bakteri Edwardsiella tarda.Bakteri E. tardamerupakan bakteri patogen yang memiliki dampak negatif bagi budidaya ikan air tawar. Analisis darah dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan ikan yang terinfeksi bakteri E. tarda. Sampel ikan patin diambil dari pembudidaya ikan di Kabupaten Sidoarjo. Hasil identifikasi isolat bakteri dari ikan patin menggunakan uji biokimia yaitu ikan positif terinfeksi Bakteri Edwardsiella tarda. Kondisi kesehatan ikan dapat dilihat melalui pemeriksaan darah meliputi eritrosit, leukosit, differensial leukosit (limfosit, monosit, dan neutrofil) dengan hasil 2,480±0.032; 3,460±0.087; 80,38±0.34; 12,85±0.12; dan 6,77±0.28 secara berturut-turut pada ikan patin normal, sedangkan pada ikan patin yang terinfeksi bakteri E. tardayaitu 1,695±0,041; 7,795±0,095; 52,15±0.26;33,61±0.52; dan 14,24±0.47 secara berturut-turut. Ikan patin yang terinfeksi bakteri Edwardsiella tardamenunjukkan kondisi kesehatan yang kurang baik, yang ditunjukkan dari peningkatan nilai leukosit, monosit, dan neutrofil sebagai bentuk respon kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri.  

Page 11 of 34 | Total Record : 331


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): JAFH Vol. 14 No. 3 September 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): JAFH Vol. 14 No. 2 June 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): JAFH Vol. 13 No. 3 September 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): JAFH Vol. 13 No. 2 June 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): JAFH Vol. 13 No. 1 February 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): JAFH Vol. 12 No 3 September 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): JAFH Vol. 12 No. 2 June 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): JAFH Vol. 12 No. 1 February 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): JAFH Vol. 11 No. 3 September 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): JAFH Vol. 11 No. 1 February 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): JAFH Vol. 10 No. 3 September 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): JAFH Vol. 10 No. 2 June 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): JAFH Vol 10 No. 1 February 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): JAFH Vol. 9 No. 3 September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): JAFH Vol. 8 No. 1 Februari 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): JAFH Vol. 7 No. 3 September 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): JAFH Vol. 7 No. 2 Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): JAFH Vol. 7 No. 1 Februari 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): JAFH Vol. 6 No. 3 September 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): JAFH Vol. 6 No. 2 Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): JAFH Vol. 6 No. 1 Februari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): JAFH Vol. 5 No. 3 September 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): JAFH Vol. 5 No. 2 Juni 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): JAFH Vol. 5 No. 1 Februari 2016 Vol. 3 No. 1 (2014): JAFH Vol. 3 No. 1 January 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013 More Issue