cover
Contact Name
Syifania Hanifah Samara
Contact Email
jafh@fpk.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jafh@fpk.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Fish Health
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017309     EISSN : 25280864     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Aquaculture And Fish Health (JAFH) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fisheries. These contributions came from innovative researches that encourage science and technology development in the field of fisheries and marine science on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities.
Arjuna Subject : -
Articles 331 Documents
Uji LC50 Ekstrak Akar Tuba dan Pengaruhnya Terhadap Status Kesehatan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Tanbiyaskur Tanbiyaskur; Yulisman Yulisman; Danang Yonarta
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.681 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.11985

Abstract

Bahan kimia yang digunakan sebagai bahan anastesi ikan dan senyawa antimikroba sudah harus diminimalisir untuk keamanan pangan. Bahan kimia dapat membawa dampak negatif karena dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Pendekatan yang dapat dilakukan  untuk mengatasi hal tersebut dengan penggunaan bahan alami yaitu ekstrak akar tuba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak akar tuba terhadap status kesehatan ikan nila. Penelitian  ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana digunakan 5 perlakuan pada uji toksisitas letal dan 6 perlakuan pada uji toksisitas subletal dengan masing-masing perlakuan dilakukan  3 kali ulangan. Konsentrasi perlakuan ekstrak akar tuba yang digunakan pada pengujian toksisitas letal adalah 0 ml/l, 0,001 ml/l, 0,002 ml/l, 0,003 ml/l, 0,004 ml/l. Hasil pengujian toksisitas letal digunakan pada pengujian toksisitas subletal untuk mendapatkan nilai LC50 96 Jam. Hasil pengujian darah ikan nila pada uji toksisitas letal berturut-turut yaitu  jumlah total eritrosit PO : 11,3 x 105 sel/mm3, P1 : 2,6 x 105 sel/mm3, P3 : 2,2 x 105 sel/mm3, P4 : 1,7 x 105 sel/mm3, P5 :1,9 x 105 sel/mm3. Kadar Hematokrit PO : 25%,  P1 : 23%, P2 : 19 %, P3 : 15%, P4 :17%. Kadar Hemoglobin PO : 10,13 g/dl,  P1 : 7,7 g/dl,  P2 : 6,4 g/dl,  P3 : 5,0 g/dl, P4 : 5,7 g/dl . Hasil pengujian pada uji toksisitas subletal menunjukkan angka mortalitas ikan nila yaitu PO : 0%,  P1 : 6,27%,  P2 : 13,77%,  P3 : 14,17%, P4 : 37,10%, P5 : 77,10%. Hasil Pengujian toksisitas subletal menunjukkan  bahwa  LC50-96 jam ekstrak akar tuba  diperoleh nilai sebesar 0,003 ml/ L.
APLIKASI PROBIOTIK, IMUNOSTIMULAN, DAN MANAJEMEN KUALITAS AIR DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus Vannamei) DI KECAMATAN UJUNG PANGKAH, KABUPATEN GRESIK Nina Nurmalia Dewi, S.Pi., M.Si; Kismiyati Kismiyati; Rozi Rozi; Gunanti Mahasri; Woro Hastuti Satyantini
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.679 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.15127

Abstract

Udang vannamei merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis penting. Tingginya permintaan terhadap udang vannamei menyebabkan pentingnya kegiatan budidaya. Namun adanya berbagai permasalahan pada budidaya udang vannamei menyebabkan diperlukannya suatu teknologi untuk meningkatkan produksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan penyediaan probiotik, aplikasi immunostimulan, dan pengukuran kualitas air di tambak yang ada di Desa Pangkah Wetan dan Pangkahkulon, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik sebagai upaya untuk peningkatan produksi hasil panen tambak udang vannamei. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan, peragaan, diskusi, dan demoplot di lapangan. Hasil kegiatan ini adalah anggota kelompok mitra berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Materi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan melindungi udang dari penyakit, menjaga kualitas air, dan menekan kematian udang untuk peningkatan produksi. Hasil pengukuran kualitas air dilapangan menunjukkan bahwa kondisi suhu di tambak kelompok mitra yaitu 320C, kecerahan 50 cm, warna air kecoklatan, dan pH 7.
PEMELIHARAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN SISTEM AKUAPONIK DI DESA KARANG ENDAH, GELUMBANG, KABUPATEN MUARA ENIM SUMATRA SELATAN Marini Wijayanti; Husnul Khotimah; Ade Dwi Sasanti; Sefti Heza Dwinanti; Madyasta Anggana Rarassari
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.032 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.14901

Abstract

Akuaponik adalah gabungan budidaya ikan dan tanaman hidroponik dengan sistem resirkulasi.  Akuaponik merupakan salah satu alternatif yang dapat memanfaatkan limbah budidaya ikan serta mampu menghemat penggunaan lahan dan air. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada para pembudidaya mengenai pemeliharaan ikan nila dan tanaman kangkung dengan sistem akuaponik. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2018. Pemeliharaan ikan nila dengan sistem akuaponik dilakukan selama 37 hari, dikolam beton ukuran 3x1,5x1 m3, dengan jumlah ikan yang ditebar 200 ekor.  Hasil pemeliharaaan didapatkan pertumbuhan ikan nila sebesar 3,31±0,68 cm dan 21,59±4,28 g.  Laju pertumbuhan spesifik ikan nila sebesar 2,07%.hari-1 dengan kelangsungan hidup sebesar  95%. Tanaman kangkung mengalami pertumbuhan sebesar 47,86±2,81 cm dan 16,85±2,74 g.
Study on the Suitability of Green Mussel (Perna viridis) Culture in North Sea Waters of Java, Ketapang Village, Tangerang District, Banten Province rinrin haryanti; Achmad Fahrudin; Handoko Adi Susanto
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.079 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.15131

Abstract

Green mussel is one of the fisheries resources have to be developed to prospective higheconomically valuable commodities .This is proportional to the nutrition beef , eggs and chicken .This indicates that green shell are mostly potential can be developed through the cultivation .The study is done at july until august sea north of java in 2019 , the village Ketapang , Mauk district , Tangerang , Banten .The data under the four station representing village ketapang waters .The methodology used by approaching purposive sampling method uses the data analysis by the ratings point .The village ketapang skoring waters that is both life and research sites support green shell that could be used as the green mussel cultivation .
MANAJEMEN PEMBENIHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) MARWANA DI SATUAN PELAYANAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH, PURWAKARTA, JAWA BARAT Muhammad Akbarurrasyid; Siti Nurazizah; Furqon Saepul Rohman
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.898 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.15667

Abstract

Peningkatan produksi ikan mas (Cyprinus carpio) tidak terlepas dari ketersediaan bibit ikan mas. Maka diperlukan keberlanjutan bibit ikan mas, salah satu nya adalah bibit ikan mas marwana. Keberlanjutan bibit ikan mas marwana dapat dilakukan dengan menerapakan system manajemen dalam kegiatan produksi bibit ikan mas marwana. Penerapan system manajemen pembenihan dapat dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang berasal dari data hasil pengamatan, observasi, wawancara dan partisipasi langsung dan kemudian di deskripsikan dalam bentuk uraian singkat. Kegiatan pembenihan ikan mas marwana harus dilakukan dengan manajemen pembenihan yang tepat dan sesuai untuk menunjang keberhasilan pembenihan. Pembenihan dapat dimulai dengan perencanaan pemeliharaan induk, manajemen pakan induk dan seleksi induk. Selain itu penerapan system pelaksanaan persiapan pemijahan, proses pemijahan, pasca pemijahan, penetasan telur dan pemeliharaan larva. Penerapan system perencanaan dan pelaksanaan dikontrol dengan menerapkan system pengawasan pembenihan yang bertujuan untuk mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan melalui upaya pengendalian. Upaya pengendalian dalam system pengawasan terdiri dari pengendalian terhadap hambatan dan gangguan.
KANDUNGAN FORMALIN PADA UDANG VANAME SETELAH PERENDAMAN FORMALIN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA Okky Hermawan; Ahmad Taufiq Mukti; M. Yasin
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.719 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.15915

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditi ekspor unggulan di Indonesia. Udang juga merupakan salah satu produk perikanan yang mudah busuk (high perishable), oleh karena itu dibutuhkan suatu proses untuk meminimalisir pembusukan. Pengawetan adalah salah satu cara untuk meminimalisir pembusukan. Cara yang sering digunakan untuk mempertahankan kualitas atau mengawetkan suatu produk perikanan adalah dengan menggunakan es batu,. Akan tetapi, banyak pelaku bisnis menilai tidak praktis dan harganya relatif mahal, akhirnya menggunakan formalin untuk proses pengawetan. Penggunaan formalin pada makanan dapat membahayakan manusia jika terpapar lebih dari ambang batasnya. Selain itu, penggunaan formalin sebagai pengawet pada makanan juga tidak diperboehkan, baik dalam peraturan dalam maupun luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan formalin pada udang vaname setelah direndam pada formalin dengan dosis yang berbeda. Deteksi formalin tersebut dilakukan di balai besar laboratorium kesehatan (BBLK), Surabaya menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil fungsi linier, semakin tinggi konsentrasi formalin yang diberikan, maka semakin banyak formalin yang terkandung dalam udang vaname dengan mendapatkan hasil tertinggi yaitu 430,2 ppm pada perlakuan perendaman 5 % selama satu jam.
The Addition of Lemuru Fish Oil in Bran Suspension to Successful Induction of M. macrocopa Ephippia Production Reni Oktaviani; Ahmad Shofy Mubarak; Sudarno Sudarno
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.106 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.15443

Abstract

The production M. macrocopa ephippia limited by availability of poly unsaturated fatty acids (PUFAs) in feed. The lack amount of ω-3 fatty acids in rice bran suspension limits ephippia production. Lemuru fish oil containing EPA has potential to enrich in rice bran suspension to increase ephippia production. The purpose of this study to determine the affect addition of lemuru fish oil in rice bran suspension and the optimal concentration of lemuru fish oil in rice bran suspension which results the highest ephippia production. This study used Completely Randomized Design (CRD) method with 5 treatments adding fish oil in rice bran suspension of 0%, 1.5%, 3%, 4.5%, and 6%), with 4 replications. Sexual female offspring are produced from cultures with density 660 ind /L with regulated feed concentration. Furthermore, offspring are cultured with feed according the treatment. During the culture, daily production, total production and production ephippia per  parent. These results indicate addition of lemuru fish oil to rice bran suspension as feed of  M. macrocopa affect the production ephippia. The addition of lemuru fish oil with concentration  6ml / 100g in rice bran produce the highest total M. macrocopa ephippia production  (3452 ± 43.0 grains / Liter)
PATOGENESIS Gyrodactylus : PENENTUAN DERAJAT INFESTASI, PENGAMATAN GEJALA KLINIS DAN PATOLOGI INSANG IKAN MAS (Cyprinus carpio) Putri Desi Wulan Sari; Gunanti Mahasri; Koesnoto Koesnoto
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.901 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.16215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenesis infestasi Gyrodactylus yang menginfestasi insang ikan mas (Cyprinus carpio). Patogenesis diamati berdasarkan tingkat derajat infestasi, pengamatan gejala klinis dan patologi insang ikan mas (Cyprinus carpio). Sebanyak 1.440 ekor ikan mas terinfestasi Gyrodactylus diambil dan diamati gejala klinis, penentuan derajat infestasi serta dilakukan pengamatan patologi anatomi dan histopatologi insang. Hasil pengamatan sampel menunjukkan pada tingkat infestasi ringan dan berat, kerusakan yang ditimbulkan antara lain hiperplasia, hipertropi dan hemoragi. Sedangkan ikan mas normal menunjukkan gambaran histopatologi insang yang normal.
Growth, Pigment and Protein Production of Spirulina platensis under different Ca(NO3)2 concentrations Muhammad Fakhri; Prive Widya Antika; Arning Wilujeng Ekawati; Nasrullah Bai Arifin
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.922 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.15769

Abstract

Spirulina platensis is a filamentous cyanobacterium that has been commerically used for fish feed and human food supplement. Low-cost production of Spirulina is needed when considering large-scale culture especially for industrial purposes. The aim of this study was to explain the effect of calcium nitrate (Ca(NO3)2) on growth, biomass, pigment, and protein production of S. platensis and to determine the best calcium nitrate concentration for Spirulina production.The microalgae was cultured at four calcium nitrate concentrations (1, 1.5, 2.0 and 2.5 g/L) with salinity of 15 ppt, constant light intensity of 4,000 lux and photoperiod of 24:0 light:dark cycles for 4 days. The results showed that different calcium nitrate concentrations remarkably affected the growth, biomass production, pigment and protein content of S. platensis (p<0.05). The highest specific growth rate of 0.721 day-1 and biomass concentration of 1.512 g/Lwere achieved at calcium nitrate concentration of 2.5 g/L. Moreover, the algae had the highest chlorophyll-a, carotenoid and protein content at 2.5 g L-1. Increasing calcium nitrate concentration from 1 to 2.5 g/L led to an increase in biomass, pigment and protein production of S. platensis. However, there was no significant difference between 2 and 2.5 g L-1 calcium nitrate concentrations. We suggest that 2-2.5 g/L Ca(NO3)2 concentration can be used profitably for S. platensis production.
Pengaruh Pemberian Pakan Yang Berbeda Terhadap Variasi Morfologi Ikan Komet (Carassius auratus) seto sugianto prabowo rahardjo; Nailul Izzah
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.11818

Abstract

ABSTRAKIkan komet (Carassius auratus) merupakan salah satu komoditas ikan hias yang digemari masyarakat karena keindahan dan pergerakan pada tubuhnya yang membuat masyarakat Indonesia tertarik terhadap ikan ini. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang tertarik terhadap ikan ini maka diperlukan pembenihan ikam komet yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami dan pakan  buatan terhadap hatching rate (HR) dan survival rate (SR) serta morfologi ikan komet. Metode penelitian ini secara deskriptif dengan menggunakan 2 perlakuan pemberian pakan alami yaitu chlorella sp dengan daphnia sp dan pellet PF800. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan alami (chlorella sp+daphnia sp) dan pakan pellet PF800 berpengaruh terhadap hatching rate (HR), survival rate (SR) dan morfologi ikan komet. Perlakuan pemberian pakan pellet PF800 menunjukkan hasil terbaik yaitu hatching rate (HR) sebesar 93,98% ; survival rate (SR) sebesar 85,12%. Hal ini dikarenakan jumlah nilai gizi pada pakan alami dan pellet PF800 sangat baik untuk pertumbuhan larva ikan komet sedangkan pakan alami memberikan warna tubuh pada ikan komet paling cerah bila dibandingkan dengan pakan pellet PF800. Kata kunci : Ikan komet, pellet, chlorella, daphnia

Page 9 of 34 | Total Record : 331


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): JAFH Vol. 14 No. 3 September 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): JAFH Vol. 14 No. 2 June 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): JAFH Vol. 13 No. 3 September 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): JAFH Vol. 13 No. 2 June 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): JAFH Vol. 13 No. 1 February 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): JAFH Vol. 12 No 3 September 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): JAFH Vol. 12 No. 2 June 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): JAFH Vol. 12 No. 1 February 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): JAFH Vol. 11 No. 3 September 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): JAFH Vol. 11 No. 1 February 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): JAFH Vol. 10 No. 3 September 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): JAFH Vol. 10 No. 2 June 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): JAFH Vol 10 No. 1 February 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): JAFH Vol. 9 No. 3 September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): JAFH Vol. 8 No. 1 Februari 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): JAFH Vol. 7 No. 3 September 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): JAFH Vol. 7 No. 2 Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): JAFH Vol. 7 No. 1 Februari 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): JAFH Vol. 6 No. 3 September 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): JAFH Vol. 6 No. 2 Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): JAFH Vol. 6 No. 1 Februari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): JAFH Vol. 5 No. 3 September 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): JAFH Vol. 5 No. 2 Juni 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): JAFH Vol. 5 No. 1 Februari 2016 Vol. 3 No. 1 (2014): JAFH Vol. 3 No. 1 January 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013 More Issue