cover
Contact Name
Syifania Hanifah Samara
Contact Email
jafh@fpk.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jafh@fpk.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Fish Health
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017309     EISSN : 25280864     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Aquaculture And Fish Health (JAFH) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fisheries. These contributions came from innovative researches that encourage science and technology development in the field of fisheries and marine science on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities.
Arjuna Subject : -
Articles 331 Documents
PENGARUH SUPPLEMENTASI Lactobacillus plantarum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Dara Puspita Anggraeni; Muhamad Ali; Ali Haris; Muhamad amin
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.624 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.15367

Abstract

Fitat merupakan salah satu senyawa antinutrisi pada pakan dengan bahan dasar yang mengandung biji-bijian seperti kedelai. Senyawa tersebut dapat mengikat protein dan mineral-mineral penting di dalam saluran pecernaan ikan sehingga dapat menyebabkan daya cerna pakan menjadi rendah. Senyawa yang dapat memecah fitat adalah enzim fitase. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri penghasil enzim fitase (Lactobacillus plantrarum) terhadap tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. L. plantarum diberikan melalui penyemprotan pada pakan komersial dengan konsentrasi berbeda; 0 log CFU/g sebagai kontrol (P1); 3.50 ± 0.24 log CFU/g (P2), dan 7.05 ± 0.11 log CFU/g (P3). Ikan nila dipelihara pada bak plastik selama 45 hari dan diberi pakan komersil dengan dan campuran probiotik tersebut diatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi probiotik berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Pertumbuhan terbaik diperoleh pada konsentrasi 7.05 ± 0.11 log CFU/g (P3) dengan laju pertumbuhan spesifik 3.04 % BW/hari (berat) dan 2.89% BL/hari (panjang). Disamping itu, ikan yang menerima suplementasi probiotik juga menunjukkan nilai rasio konvesrsi pakan yang lebih baik, yakni 1.25±0.03, dibandingkan dengan kontrol (1.33 ±0.03). Namun tingkat kelangsungan hidup ikan nila yang diberi tambahan probiotik tidak berbeda nyata dengan kontrol (tanpa penambahan probiotik), ~91%. Hasil ini menunjukkan bahwa Oleh karenanya, probiotik Lactobacillus plantrarum ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan ujicoba pada skala yang lebih besar.
THE OCCURRENCE AND SEQUENCE ANALYSIS OF MILKY HEMOLYMPH DISEASE IN LOBSTER PANULIRUS HOMARUS FROM DIFFERENT LOCATIONS IN INDONESIA Sudewi Sudewi; Zeny Widiastuti; Ida Komang Wardana; Ketut Mahardika
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1549.751 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.15913

Abstract

Among the high significance diseases in spiny lobster farming, Milky Hemolymph Disease of Spiny Lobster (MHD-SL) is considered as the most devastating disease which caused in mortality up to 80 % and morbidity to 100%. Investigations of this disease were mostly performed for farmed lobster and no observation was conducted for wild lobster. This study was carried out first, to investigate milky hemolymph disease occurrence both in wild and farmed spiny lobster Panulirus homarus from different locations by PCR analysis. Second, to perform nucleotide sequence analysis in order to identify, and to describe relationship of the milky disease agent obtained in this study with the disease agent from several geographical regions by phylogenetic analysis. Adult farmed lobsters were collected from Lombok, Pangandaran and Pegametan, while wild lobsters were obtained from Jembrana, Lombok, and Banyuwangi coastal areas. One farmed lobster from Pegametan and two farmed lobsters from Lombok were infected with the milky disease. Nucleotide sequence analysis demonstrated that the causative agent of milky disease obtained in this study (MHD-1, 2, and 3) exhibited 99% homologous nucleotide sequence with milky disease agent from Vietnam that was uncultured Rickettsia-like Bacteria (RLB). As a consequence, further work is needed most importantly on how to cultivate milky disease agent in order to find proper methods to alleviate milky disease problems. This paper is the first report on phylogenetic analysis of milky disease from Indonesia that pointed out a closed relationship between milky disease in the present study and from Vietnam, Madagascar, Mozambique and Tanzania.
EFFECTIVENESS ANALYSIS OF MARKETING SYSTEM ANUGERAH MINA LESTARI SMEs USING FACEBOOK SOCIAL MEDIA Lina Asmara Wati; Hartati Kartikaningsih; Mimit Primyastanto; Supriyadi Supriyadi; Rhytia Ayu Christianty Putri
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.304 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.15292

Abstract

This time, in the digital era, a business cannot be separated from digital marketing, this is by the explanation of technological developments. The existence of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia is a driving factor in the creation of national economic development because it can spur economic growth. The high use of social media, especially Facebook in Indonesia, encourages business people to use social media as marketing media. This is also done by Anugerah Mina Lestari  SMEs. So that researchers feel they are researching the Effectiveness of the UKM Mina Lestari Marketing System Using Facebook Social Media. The research used the EPIC Model which involved 80 samples. The sample is part of the population of product buyers from Anugerah Mina Lestari SMEs. The effectiveness of the Anugerah Mina Lestari SME marketing system through Facebook social media that was analyzed using the EPIC Model with four variables (Empathy, Persuasion, Impact, Communication), showed an EPIC Rate of 2.943 which means that the Anugerah Mina Lestari SMEs marketing system through Facebook social media can be assessed effectively.
PENGELOLAAN KAWASAN REKLAMASI YANG BERKELANJUTAN: STUDI KASUS REKLAMASI DI TELUK TERING PULAU BATAM INDONESIA Management of sustainable coastal reclamation areas: A case study of the reclamation of Tering bay in Batam Island, Indonesia Rudianto Rudianto; Andik Isdianto
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.489 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.15379

Abstract

Lokasi Batam sangat strategis karena terletak di rute perdagangan internasional dan terletak di pusat segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapura (IMS-GT). Mempertimbangkan meningkatnya permintaan lahan di Pulau Batam, Pemerintah Kota Batam telah memperluas area melalui proses reklamasi untuk kawasan industri dan komersial lainnya. Proses reklamasi secara signifikan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan di Pulau Batam. Kondisi kerusakan akan semakin parah sehingga akan menyebabkan buruknya kualitas perairan akibat pencemaran perairan pesisir dan laut. Salah satu area reklamasi adalah Tering bay. Reklamasi teluk Tering saat ini dalam kondisi dengan kualitas air yang sangat buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengelolaan kawasan teluk Tering yang berkelanjutan, mengingat reklamasi merupakan kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). PLS digunakan untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara variabel laten dalam reklamasi pantai, serta membentuk model konstruktif. Sementara itu, metode AHP berguna untuk menentukan skala prioritas penanganan pengelolaan kawasan reklamasi pesisir yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai reklamasi berkelanjutan diperlukan pengelolaan yang baik. Manajemen meliputi: peningkatan peran masyarakat, pemerintah daerah, sektor swasta dan pengetatan peraturan. Namun, manajemen harus memperhatikan proses erosi dan abrasi dengan mempertimbangkan bahwa wilayah ini memiliki gelombang laut yang cukup kuat. Abstract Batam's location is very strategic as it lies on international trade routes and is located in the center of Indonesia-Malaysia-Singapore (IMS-GT) growth triangle. Considering the increasing land demand in Batam Island, Batam City government has expanded the area through reclamation process for industrial and other commercial area. Reclamation process has significantly impacted the deterioration of environmental quality in Batam Island. The condition of the damage will become more severe so that it will cause the poor quality of waters due to pollution of coastal and marine waters. One of the reclaimed areas is Tering bay. The reclamation of the Tering bay is currently under conditions with very poor water quality. The purpose of this research  is to study the management of Tering bay area which is sustainable, considering the reclamation is an activity that become the society need.The method used in this research using Partial Least Square (PLS) and Analytical Hierarchy Process (AHP) method. PLS is used to determine whether or not there is a relationship between latent variables in coastal reclamation, as well as forming a constructive model. Meanwhile, AHP method is useful to determine the priority scale of handling management of coastal reclamation area sustainable.The results show that to achieve sustainable reclamation requires good management. The management includes: increased role of community, local government, private sector and tightening of rules. However, the management should pay attention  to the process of erosion and abrasion with  considering that this region has a strong enough sea waves.  
OPTIMALISASI PENGGUNAAN KOMBINASI FERMENTASI IKAN RUCAH DAN DEDAK PADI PADA PAKAN SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Evi Widiastuti; Muhammad Arief; Agustono Agustono
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.053 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.19508

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) mudah berkembang biak, pertumbuhan cepat, ukuran badan relatif besar, tahan terhadap penyakit, mudah beradaptasi dengan lingkungan, harga relatif murah dan mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi sebagai sumber protein hewani. Salah satu kendala yang dihadapi dalam proses pembudidayaan ikan nila (Oreochromis niloticus) yaitu tingginya harga bahan baku pembuatan pakan sehingga perlu dicari bahan baku pakan alternatif yang murah, berkualitas dan tersedia sepanjang waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi fermentasi ikan rucah dan dedak padi pada pakan sebagai substitusi tepung ikan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Kedokteran Hewan dan Laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari  mulai tanggal 12 Januari - 21 Februari 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah : 40% tepung ikan, 0% hasil fermentasi (kontrol) (P0), 34% tepung ikan, 6% hasil fermentasi (P1), 28% tepung ikan, 12% hasil fermentasi (P2), 22% tepung ikan, 18% hasil fermentasi (P3), 16% tepung ikan,24% hasil fermentasi (P4). Analisis data menggunakan Analisis Varian (Anova) dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi fermentasi ikan rucah dan dedak padi pada pakan memberikan pengaruh yang berbeda (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p>0,05) terhadap efisiensi pakan. Pertumbuhan terbaik pada perlakuan P3 (2,63%). Efisiensi tertinggi diperoleh pada perlakuan P3(57,82).
Identifikasi dan Predileksi Ektoparasit Lernaea yang Menyerang Ikan Gurami (Osphronemus gouramy, Lac) Di Desa Ngrajek Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang Annisa Novia Damayanti; Kismiyati Kismiyati; Setiawan Koesdarto
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.942 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.17984

Abstract

Ikan gurami menjadi salah satu komoditas yang banyak dikembangkan oleh para petani karena permintaan pasar cukup tinggi, pemeliharaan mudah dan harga yang relatif stabil. Ikan gurami mempunyai bentuk badan agak panjang, pipih dan tertutup sisik yang berukuran besar serta terlihat kasar dan kuat. Keberhasilan suatu usaha budidaya ikan tidak terlepas dari masalah penyakit pada ikan. Keberadaan ektoparasit dapat menyebabkan penurunan kualitas tampilan ikan sehingga dapat menurunkan nilai jual ikan. Hal ini disebabkan karena parasit menyebabkan perubahan warna ikan dan kerusakan bagian tubuh ikan. Salah satu parasit yang sering menjangkit ikan adalah Lernaea yang menyerang ikan gurami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ektoparasit Lernaea dan predileksinya pada ikan gurami (O. gouramy, Lac) di Desa Ngrajek, Magelang. Metode yang digunakan adalah metode survei dan pengambilan sampel menggunakan metode purpose random sampling. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif yaitu penyajian data dengan memaparkan data dalam bentuk penjelasan, angka dan gambar yang dideskripsikan sehingga lebih mudah dibaca dan dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lernaea yang berhasil diidentifikasi adalah L. cyprinacea, L. oryzophila dan L. osphronemi. Spesies-spesies tersebut diidentifikasi berdasarkan bentuk holdfast, kaki renang, uropoda, kantung telur dan panjang tubuh. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 100 X kemudian digambar dengan skala 2,5 cm. Predileksi Lernaea yang menyerang ikan gurami adalah pada permukaan tubuh, sirip, insang dan mata. Namun, di Desa Ngrajek Lernaea banyak menyerang di daerah sirip karena bagian sirip merupakan bagian yang memiliki jaringan yang tipis sehingga Lernaea mudah menancap.
Laju Respirasi, Pertumbuhan, dan Sintasan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) Dikultur Pada Berbagai Salinitas Syamsu Alam; Andi Adam Malik; Khairuddin Khairuddin
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.172 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.16814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar salinitas yang berpengaruh optimal terhadap laju respirasi, pertumbuhan, dan sintasan ikan mas. Benih ikan mas sebagai sampel dengan panjang 3-5 cm  yang diproduksi oleh BBI Karrang dengan padat tebar 20 ekor/m2 (SNI 01-6133,1999).  Pakan yang digunakan adalah pakan komersial berkadar protein 36% dengan dosis 20% dari berat badan. Salinitas dibuat dengan menambahkan garam curah (tidak beryodium) pada media kultur sesuai dengan perlakuan. Rancangan penelitian yaitu  Rancangan Acak Lengkap.  Laju respirasi tertinggi pada perlakuan D dan terendah pada A. Pertumbuhan berat pada minggu 1 seragam, selanjutnya minggu 2 mulai bervariasi. Minggu kedua hingga akhir penelitian pengaruh faktor nutrisi menjadi penting dimana penundaan pemberian pakan mempengaruhi pertambahan bobotnya. Laju pertambahan bobot tertinggi didapatkan pada perlakuan B (2.77 gram), selanjutnya A (2.74 gram), C (2.62 gram), dan D (2.58 gram). kosentrasi salinitas media kultur berpengaruh nyata terhadap sintasan benih ikan mas. Sintasan benih ikan mas semakin menurun dengan bertambanya waktu penelitian. Pemeliharaan benih ikan mas pada salinitas yang berbeda berpengaruh terhadap sintasan dan laju respirasi, tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhannya semakin tinggi salinitas maka pertumbuhan, sintasan semakin menurun, namun laju respirasi cenderung meningkat. Konsentrasi salinitas media kultur yang optimal untuk pemeliharaan benih ikan mas yaitu 4 ppt.
Evaluasi Beberapa Desain Pipa Mikropori Sebagai Sistem Aerasi Dalam Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) Intensif Berbasis Teknologi Bioflok Sumitro Sumitro; Arfan Afandi; Kurniawan Wahyu Hidayat; Rifqah Pratiwi
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.771 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.16692

Abstract

Teknologi bioflok dapat memperbaiki kualitas air pada sistem budidaya ikan lele intensif dan bioflok juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi ikan. Namun adanya kebutuhan oksigen bakteri heterotrof yang sangat banyak pada teknologi bioflok mengakibatkan kandungan oksigen terlarut pada media pemeliharaan relatif rendah sehingga dapat menghambat pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan pipa mikro-pori sebagai diffuser aerasi pada budidaya ikan lele intensif berbasis teknologi bioflok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah bentuk atau model difuser pipa mikro-pori berbentuk linear pada sistem bioflok (BFT L), diffuser bentuk sirkular (BFT S), diffuser paralel (BFT P), serta batu aerasi sebagai kontrol (BFT K). Hasil penelitian menunjukkan pipa mikro-pori menghasilkan oksigen terlarut yang lebih tinggi pada kisaran 3-5,7 mg L-1 dibanding kontrol (batu aerasi). Tingkat kelangsungan hidup ikan tertinggi terdapat pada perlakuan BFT L sebesar 78,67% P <0.05) . Laju pertumbuhan harian tertinggi terdapat pada perlakuan BFT L dan BFT S yaitu sebesar 6,80 % hari-1 dan 6,68 % hari-1 (P <0.05). Penggunaan pipa mikro-pori sebagai diffuser aerasi juga dapat meningkatkan rasio konversi pakan dan retensi protein lebih tinggi dibanding  menggunakan batu aerasi (P <0.05).Kata Kunci : Bioflok, Ikan Lele, Intensif, Pipa Mikro-pori, Oksigen Terlarut, Kinerja Produksi
In Vivo Test of Rhizophora mucronata Mangrove Extract From Pangandaran Coast Towards Nile Tilapia Oreochromis niloticus infected by Vibrio harveyi Yeni Mulyani; Kiki Haetami; Lesta Krismawati Baeha; Sulastri Arsad; Fiddy Semba Prasetiya
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.16211

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Rhizophora Mucronata’s bark extract in curing Vibrio harveyi infection in nile tilapia fish by challenge testing (in vivo test). It was conducted in October 2018-May 2019 at the Central Laboratory of Universitas Padjadjaran and Building-4 of Aquaculture and Hatchery Laboratory in the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Padjadjaran. This research used microdilution method to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value of R.mucronata’s bark extracts and laboratory experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) model for challenge testing (in vivo) which consisted of 5 treatments and 3 replicates where the given treatment varied in concentrations. These various concentrations that were given started from A (0 ppm / control), B (16 ppm), C (32 ppm), D (48 ppm), and E (64 ppm). The observed parameters were inhibitory antibacterial activity for MIC and survival rate, as well as clinical symptoms and water quality for the challenge test. Survival Rate data of nile tilapia seedlings was analyzed by regression analysis. The observation results of MIC, MBC values, clinical symptoms and water quality were analyzed descriptively. The results showed the Minimum Inhibitory Concentration value of R.mucronata bark extract at a concentration of 6,250 ppm while its Minimum Bacteriocidal Concentration value at 50,000 ppm. The fish tolerance test results towards the extract (LC50 test) is 64 ppm. Differences in treatment produced results that have significant effects on survival rate. The use of Rhizophora Mucronata bark extract at a dose of 64 ppm resulted in the highest survival rate of Nile tilapia fish as high as 76.66%.
PENGARUH IMBANGAN PROTEIN DAN ENERGI PAKAN BUATAN YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Arbialailatul Rohma; Agustono Agustono; Muhammad Arief
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.098 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.18248

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai nilai ekonomis penting dan merupakan salah satu komoditas unggulan air tawar. Prospek ikan nila ditandai dengan terus meningkatnya produksi. Kekurangan kebutuhan benih ikan nila (Orechromis niloticus) dapat diatasi dengan cara mempercepat pertumbuhan. Salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan dapat dilakukan dengan pemberian pakan yang tepat. Fungsi pakan yang utama bagi ikan adalah sebagai sumber energi yang berperan dalam menunjang pertumbuhan, beraktivitas dan bereproduksi, oleh karena itu pakan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan energi bagi ikan. Protein merupakan sumber energi yang utama bagi ikan. Keseimbangan antara protein dan energi pakan perlu diperhatikan dalam menyusun komposisi pakan ikan, dengan demikian perlu diketahui kadar protein dan keseimbangan yang tepat antara protein dan energi yang terkandung dalam pakan agar tercapai pertumbuhan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai imbangan protein dan energi pada pakan buatan terhadap laju pertumbuhan serta efisiensi pakan ikan nila. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan yaitu P1 (20%, 2487,80 kkal/kg), P2 (25%, 2451,09 kkal/kg), P3 (30%, 2414,40 kkal/kg) dan P4 (35%, 2377,70 kkal/kg). data yang diperoleh diolah dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan imbangan protein dan energi yang berbeda menghasilkan laju pertumbuhan harian dan efisiensi pakan yang berbeda sangat nyata (p<0,01). Pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) yang terbaik terdapat pada perlakuan P3 sebesar 2,62%, dan efisiensi pakan tertinggi terdapat pada perlakuan P3 sebesar 24,02%.

Page 10 of 34 | Total Record : 331


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): JAFH Vol. 14 No. 3 September 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): JAFH Vol. 14 No. 2 June 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): JAFH Vol. 13 No. 3 September 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): JAFH Vol. 13 No. 2 June 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): JAFH Vol. 13 No. 1 February 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): JAFH Vol. 12 No 3 September 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): JAFH Vol. 12 No. 2 June 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): JAFH Vol. 12 No. 1 February 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): JAFH Vol. 11 No. 3 September 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): JAFH Vol. 11 No. 1 February 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): JAFH Vol. 10 No. 3 September 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): JAFH Vol. 10 No. 2 June 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): JAFH Vol 10 No. 1 February 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): JAFH Vol. 9 No. 3 September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): JAFH Vol. 8 No. 1 Februari 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): JAFH Vol. 7 No. 3 September 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): JAFH Vol. 7 No. 2 Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): JAFH Vol. 7 No. 1 Februari 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): JAFH Vol. 6 No. 3 September 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): JAFH Vol. 6 No. 2 Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): JAFH Vol. 6 No. 1 Februari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): JAFH Vol. 5 No. 3 September 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): JAFH Vol. 5 No. 2 Juni 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): JAFH Vol. 5 No. 1 Februari 2016 Vol. 3 No. 1 (2014): JAFH Vol. 3 No. 1 January 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013 More Issue