cover
Contact Name
Syifania Hanifah Samara
Contact Email
jafh@fpk.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jafh@fpk.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Fish Health
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017309     EISSN : 25280864     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Aquaculture And Fish Health (JAFH) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fisheries. These contributions came from innovative researches that encourage science and technology development in the field of fisheries and marine science on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities.
Arjuna Subject : -
Articles 331 Documents
JENIS-JENIS IKAN LAYANG (Decapterus spp) BERDASARKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN BAGAN DI TELUK DORERI, KABUPATEN MANOKWARI, PROVINSI PAPUA BARAT Sampari Suruan; Frankly Lahumeten; Roni Bawole; Ridwan Sala
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.014 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.13379

Abstract

Ikan layang (Decapterus spp) merupakan komponen utama dari sumberdaya ikan pelagis kecil yang sering tertangkap oleh nelayan bagan perahu di perairan Teluk Doreri, namun belum diketahui secara pasti jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) yang tertangkap oleh nelayan bagan perahu di perairan ini, sehingga dapat berakibat terhadap jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) secara spesies, jika tidak dapat dikelola secara berkelanjutan, sedangkan informasi ini sangat perlu diketahui untuk menunjang pengelolaan jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) perairan laut Teluk Doreri Kabupaten Manokwari dalam rangka pengelolaan perikanan tangkap secara berkelanjutan dan terpadu. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis ikan layang yang tertangkap oleh nelayan bagan di Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari di bulan April 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung. Survei dilakukan pada 6 bagan nelayan yang melakukan operasi penangkapan di perairan Teluk Doreri. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Berdasarkan hasil yang didapatkan, nelayan biasanya melakukan operasi peangkapan pada 2 lokasi penangkapan, yaitu belakang Pulau Mansinam dan sekitar perairan Anday, dimana ke 2 lokasi ini merupakan target Fishing ground nelayan bagan. Hasil identifikasi jenis-jenis ikan layang menunjukan bahwa, dari 6 bagan nelayan yang melakukan penangkapan ikan layang, ditemukan 3 jenis ikan layang (Decapterus spp) yang sering tertangkap oleh bagan nelayan di sekitar perairan Teluk Doreri, yaitu jenis Decapterus macarellus, Decapterus akaadsi dan Decapterus macrosoma. Diperlukan kajian lebih lanjut dalam menunjang prospek perikanan ikan layang di Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia.
The Comparison of Water Spinach (Ipomoea aquatica) Density Using Aquaponic System Through Reduced Concentration of Ammonia (NH3), Nitrite (NO2), Nitrate (NO3) And Its Influence On Conversion Rate and Feed Efficiency To Increase The Survival Rate And Growth Rate of African Catfish (Clarias sp.) Intensive Prayogo Prayogo
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.685 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.13626

Abstract

In intensive aquaculture farming activities will generate solid waste and liquid waste that comes from feces and leftover fish feed. The waste accumulation can lead to deterioration of water quality that affects the physiological processes, behavior, growth, and mortality of fish. Technological innovation is needed for the management of water quality and increase productivity as a result of shrinkage of cultivated land. One of the technological innovations that can be applied, namely the incorporation of fish farming with crops through Aquaponics system. This study aims to determine the effects of water spinach optimum density to absorb waste ammonia (NH3), nitrate (NO3) and nitrite (NO2) optimally to increase the survival rate and growth rate of african catfish (Clarias sp.) intensive As well as to see its effect on conversion rates and feed efficiency with aquaponics system. The method used is the experimental method. The experimental research is used to determine the effect of certain variable towards a group under controlled conditions. The results of measurements of ammonia levels during P0 showed that the treatment significantly different (p <0.05) with treatment P1; P2; and P3. P3 treatment with water spinach number 40 stems provide maximum results in lowering the concentration of ammonia compared with treatment P0 (without spinach), P1 (20 water spinach), and P2 (30 water spinach). The measurement results nitrite levels during the observation showed that all treatments there were no significant differences (p> 0.05). The measurement results also showed that the nitrate content whole of observation results showed that all treatments there were no significant differences (p> 0.05). The best feed conversion ratio was found in P3 treatment of 1.08. The best feed efficiency was found in P3 treatment 92,25%. The highest survival rate was found in P3 treatment (88.69%) in maintenance medium and lowest survival rate was in P0 treatment (26,71%) without water spinach  (control). The highest specific growth rate was found in P3 treatment (1.15%), while the lowest specific growth rate was in treatment P0 (0.79%).Results of water quality measurement supporting all treatments decreased and increased. The supporting water quality are temperature, pH, and dissolved oxygen. The decrease and increase in support water quality is caused by environmental factors such as weather. Other parameters were observed in addition to supporting the water quality is water spinach plant growth. Value growth water spinach is best found in treatment P3. In the treatment P3 water spinach growth rose 5.14 cm with an initial size of 10.92 into 16.06.
OPTIMALISASI DOSIS PROBIOTIK TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA SISTEM BIOFLOK Suprianto Suprianto
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.336 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.13156

Abstract

Ikan nila merupakan komoditas ikan bernilai ekonomi yang sangat penting. Intensifikasi budidaya ikan nila berdampak kurang baik terhadap lingkungan. Tingginya penggunaan pakan buatan menyebabkan pencemaran perairan. Salah satu cara mengurangi penggunaan pakan buatan adalah dengan sistem bioflok. Penelitian ini bertujuan menganalisis dosis optimal probiotik terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila pada sistem bioflok. Metode yang digunakan  adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penambahan dosis probiotik P1 (0,007 ml/l), P2 (0,008 ml/l), P3 (0,009 ml/l), dan Kontrol (0 ml/l) sebagai perlakuan. Bobot mutlak, panjang mutlak, dan kelangsungan hidup ikan nila sebagai variabel utama. Analisis polynomial orthogonal digunakan untuk menentukan dosis optimal probiotik. Dosis optimal probiotik berdasarkan bobot mutlak adalah 0,0036 ml/l dengan hasil bobot mutlak 26,00 g. Dosis optimal probiotik berdasarkan panjang mutlak adalah 0,0028 ml/l dengan hasil panjang mutlak 33,40 cm. Kelangsungan hidup ikan nila tertinggi adalah 77% pada dosis probiotik 0,007 ml/l.
ANALISIS IN VITRO AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN SISIK NAGA (Drymoglossum pilosellaoides) TERHADAP BAKTERI Vibrio harveyi DAN Vibrio parahaemolyticus Azis Hamzah
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.424 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.11984

Abstract

Penelitian ini mengenai bioaktifitas ekstrak daun sisik naga (Drymoglossum pilosellaoides) terhadap pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi dan Vibrio parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktifitas dan  efektifitas antibakteri ekstrak daun sisik naga terhadap pertumbuhan bakteri V. harveyi dan V. parahaemolyticus. Pengujian daya hambat dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan 5 variasi konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5% dan 6,25% b/v pada media TSA (Tryptone Soya Agar) dan TCBS (Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose) yang diinkubasi selama 2x24 jam. Digunakan pula antibiotik berupa chloramphenicol 10-1 (= 30 µg) sebagai kontrol positif, dan sebagai kontrol negatif digunakan akuades. Ekstrak daun sisik naga. mengandung flavonoid, saponin dan tanin yang bersifat antibakteri dan memiliki kemampuan mematikan bakteri uji, dengan efektifitas diameter hambatan V. harveyi 14,8 mm pada konsentrasi 100% b/v, sedangkan bakteri V. parahaemolyticus 11,8 mm pada konsentrasi 50% b/v. Efektifitas daya hambat tertinggi pada konsentrasi 50% terhadap bakteri  V. parahaemolitycus yaitu sebesar 45,5%, Sedangkan pada konsentrasi 100% memiliki efektifitas daya hambat sebesar 56,3% terhadap bakteri V. harveyi.
UJI PATOGENITAS BAKTERI Pseudomonas sp. PADA UDANG VANAME (Litopanaeus vannamei) SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK Ismi Habib Pahlawi
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.387 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.13380

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kematian udang vaname yang diinfeksi bakteri Pseudomonas sp. Bakteri Pseudomonas sp. diisolasi dari sedimen tambak udang. Uji patogenitas menggunakan udang vaname (7-9 gram) yang diinfeksi bakteri Pseudomonas sp. dengan kepadatan 102, 104, 106, 108 sel/ml secara intramuscular sebanyak 0,1 ml/ekor. Perlakuan kontrol diinfeksi menggunakan NaCl fishiologis sebanyak 0,1 ml/ekor. Tingkat mortalitas dan gejala klinis diamati setap 6 jam pada 24 jam pertama dan selanjutnya selama 24 jam hingga 10 hari. Hasil yang diperoleh dari uji patogenitas bakteri Pseudomonas sp. pada udang vaname menunjukkan tingkat kematian sebesar 0% pasca infeksi. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri Pseudomonas sp. tidak menyebabkan kematian pada udang vaname. Gambaran gejala klinis yang ditunjukkan berupa hepatopankreas berwarna hijau kehitaman dengan tekstur yang padat dan menunjukkan kenampakan yang sama dengan perlakuan kontrol. Warna tubuh udang vaname setelah diinfeksi bakteri Pseudomonas sp. menunjukkan gambaran yang sama dengan kontrol yaitu berwarna putih transparan. Karapas dan ekor udang vaname setelah diinfeksi menunjukkan tidak adanya kerusakan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Pseudomonas sp., gambaran tersebut menunjukkan kenampakan yang sama dengan perlakuan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri Pseudomonas sp. tidak patogen terhadap udang vaname dan infeksi bakteri Pseudomonas sp. tidak berpengaruh terhadap perubahan morfologi makroskopis dan tingkah laku.
LIMBAH BANDENG (Chanos chanos Forsskal) SEBAGAI SUMBER PROTEIN PENGGANTI TEPUNG IKAN DALAM PAKAN UDANG GALAH (Macrobracium rosenbergii de Man) Arning Wilujeng Ekawati; Muhammad Fakhri; Joko Abdillah; Wiwit Nor Indahsari
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.36 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.15048

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan jumlah terbaik pemanfaatan tepung limbah bandeng (Chanos chanos) sebagai sumber protein pengganti tepung ikan dalam pakan udang galah (M. rosenbergii de Man). Penelitian ini  menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Pakan yang digunakan sebagai perlakuan adalah pakan iso protein 35% dan iso energi 3,40 kkal/g dengan perbedaan subtitusi protein tepung limbah bandeng terhadap tepung ikan, yaitu: (A) 0%; (B) 25%; (C) 50%; (D) 75%; dan (E) 100%. Parameter yang diamati dan dianalisis terdiri dari:  kelulushidupan, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, rasio efisiensi protein, dan retensi protein pada udang galah (M. rosenbergii de Man). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tepung limbah bandeng sebagai sumber protein hewani pengganti tepung ikan dengan persentase yang berbeda dalam formula pakan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati pada udang galah (M. rosenbergii de Man). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan tepung limbah bandeng dapat menggantikan tepung ikan sebagai sumber protein dalam pakan udang galah (M. rosenbergii de Man) hingga 100%.
EFFECT OF WONDERFUL KOLA SEED MEAL (Buccholzia coriacea) ON GROWTH, MASCULINIZING POTENCY AND GONAD GROSS MORPHOLOGY OF THE NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus, LINNAEUS 1758) Felix Eze; Eyo Victor Oscar
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.313 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.14789

Abstract

This study was aimed to investigate the effect of Buchholcia coriacea on the masculinization of Oreochromis niloticus. Five days old mixed sex of O. niloticus (mean weight 0.2g, mean length 0.45mm) were subjected to powdered B. coriacea seeds meal (BSM) at 0, 2, 4, 6, 8, 10g/kg twice daily for 1 month in an indoor experimental plastic basin capacity (50cm in diameter and 30cm deep) in duplicates with a total of six treatments in a complete randomized design. After which there were later fed with a normal diet in an outdoor concrete tank of size 1m3 for another one month. One way ANOVA and LSD were used to analyze the experimental data. The result obtained in this study showed that fish fed with 4g/kg BSM powdered BSM had the highest number (83.33%) of males which was significantly higher (p<0.05) compared to all other treatments categories. The highest survival rate (100%) was recorded in fish fed with 6g/kg BSM. The highest mean length, mean weight and weight gain observed are 0.488mm, 4.68g, and 4.65g respectively. The result of the histology showed that B. coriacea altered the sex of O. niloticus due to the presence of a hormone called dopamine in the kola. Conclusively, B. coriacea showed potential reproduction control in Oreochromis niloticus.
Studi Komunitas Bakteri pada Sistem Resirkulasi pada Budidaya Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Wahyu Isroni; Dyah Setyawati; Nurul Maulida
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3566.592 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.15059

Abstract

Ikan lele (C. gariepinus) merupakan jenis ikan konsumsi yang mulai merebut perhatian pelaku usaha budidaya karena dapat dilakukan pada lahan sempit dan jumlah air yang terbatas dengan padat tebar tinggi. Terbatasnya sumber daya alam seperti air dan lahan, menjadikan intensifikasi sebagai pilihan yang paling memungkinkan dalam meningkatkan produksi budidaya ikan lele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu suatu peneitian yang diakukan untuk pemberian gambaran secara objektif. Perlakuan yang digunakan adalah padat penebaran yang berbeda (100 ekor/m3, 300 ekor/m3, dan 500 ekor/m3) untuk mengetahui komunitas bakteri pada kepadatan berbeda. Pengambilan sample air dilakukan 3 kali selama masa pemeliharaan yaitu hari ke-1, hari ke-30 dan hari ke-60. Sedangkan parameter pendukung yaitu kualitas air dilakukan tiap pagi dan sore selama 60 hari.  Terdapat tiga komponen dalam sistem resirkulasi yang digunakan yaitu kolam pemeliharaan ikan, bak swirl-filter, dan bak biofilter. Pada kolam 1 hari pertama menunjukkan kepadatan 5.7x104 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Bacillus subtilis dan Bacillus megaterium. Pada kolam 1 hari ke-30 menunjukkan kepadatan 8.3x104 CFU/mL,  spesies yang ditemukan yaitu Bacillus subtilis. Pada kolam 1 hari ke-60 menunjukkan kepadatan 3.1x104 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Empedobacter brevis. Pada kolam 2 hari pertama menunjukkan kepadatan 3.2x103 CFU/mL,  spesies yang ditemukan yaitu Bacillus subtilis. Pada kolam 2 hari ke-30 menunjukkan kepadatan 3.5x103 CFU/mL,  spesies yang ditemukan yaitu Spingomonas paucimobilis. Pada kolam 2 hari ke-60 menunjukkan kepadatan 3.7x105 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Empedobacter brevis. Pada kolam 3 hari pertama menunjukkan kepadatan 1.4x103 CFU/mL,  spesies yang ditemukan yaitu Staphilococus vitulus dan Bacillus megaterium. Pada kolam 3 hari ke-30 menunjukkan kepadatan 1.7x103 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Stapilococus xylosus dan Bacillus cereus. Pada kolam 3 hari ke-60 menunjukkan kepadatan 3.6x105 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Bacillus subtilis dan Bacillus lincheniformis.
PEMBESARAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI PT. DEWI LAUT AQUACULTURE GARUT JAWA BARAT Kurniawan Wahyu Hidayat; Ighfirli Amatullah Nabilah; Siti Nurazizah; Bobby Indra Gunawan
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.56 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.12931

Abstract

Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu jenis udang yang memiliki prospek dan profit yang menjajikan, hal ini ditunjukan oleh harga dan permintaan yang relatif tinggi dari tahun ke tahun. Dalam kegiatan budidaya udang vaname harus memerhatikan segala aspek mulai dari persiapan lahan sampai dengan saat panen. Dengan berkembangnya teknologi, kegiatan budidaya udang vaname dilakukan dengan teknologi dan inovasi baru yaitu budidaya udang vaname supra intensif. Kegiatan budidaya supra intensif adalah mengimplementasikan sistem budidaya yang konsisten dan terkontrol, yaitu dengan menggunakan benih yang bermutu, nutrisi yang cukup, dan dikelola dengan manajemen modern. Tujuan dari praktek kerja lapang ini adalah untuk mengetahui proses kegiatan pembesaran udang vaname di PT. Dewi Laut Aquaculture dari mulai persiapan lahan, sterilisasi, pembentukan air, penebaran benur, pemeliharaan sampai panen. Metode kerja yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapang adalah dengan cara mengikuti langsung kegiatan pembesaran udang vaname dimulai dari persiapan lahan sampai dengan panen. Dari hasil pemeliharaan selama 65 hari menghasilkan panen dengan SR 85,05%, biomasa 1080,54 kg dengan ABW 6,41g/ekor. Kualitas air yang diukur selama praktik masih dalam kisaran yang optimal bagi pertumbuhan udang yaitu Suhu air (°C) 28 – 30, pH 7,5 – 8,5, DO 4,78 – 7,30, serta amonia 0,01 – 0,21. Dikarenakan terindikasi Infectious Myonecrosis Virus (IMNV), maka udang dipanen lebih awal.
Kajian Efek Paparan Exponential Dan Square Wave dalam Metode Elektroporasi Terhadap Motilitas Dan Viabilitas Sperma Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) abd raheem raheem faqih; Septi Anitasari; Angga Wiratama
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.605 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.15086

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode (Square wave dan Eksponensial) terhadap pergerakan (motilitas) dan kemampuan hidup (viabilitas) sperma ikan nilem (Osteochilus hasselti). Dengan harapan nantinya dapat menjadi dasar pijakan dalam transfer gen pada ikan nilem (Osteochilus hasselti) dengan menggunakan metode elektroporasi, dengan sperma ikan sebagai media transfer gen. Metode transfer gen sejenis ini masih belum dilakukan di Indonesia. Umtuk itu penelitian sperma yang digunakan sebagai media untuk memasukkan DNA asing ke dalam sel telur perlu dilakukan. Salah aspek yang perlu dikaji antara lain penelitian tentang pengaruh medan listrik dengan metode yang berbeda terhadap motilitas dan viabilitas sperma ikan.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Breeding (Budidaya Perairan) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, sedangkan untuk analisa data digunakan adalah Uji t karena terdiri dari 2 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Sebagai perlakuan adalah metode Square wave dan eksponensial juga dilakukan 2 kontrol yaitu pengamatan sperma sebelum dan sesudah perlakuan. Parameter utama dalam penelitian ini adalah motilitas dan viabilitas sperma ikan nilem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektroporasi dengan metode Square Wave lebih baik hasilnya jika dibandingkan dengan metode Eksponensial. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata motilitas sperma ikan nilem dengan menggunakan metode square wave sebesar 34%, sedangkan dengan metode eksponensial sebesar 11%. Demikian pula hasil nilai rata-rata viabilitas sperma ikan nilem dengan menggunakan metode Square Wave sebesar 56%, sedangkan dengan menggunakan metode Eksponensial sebesar 25%. Hasil pengamatan sperma sebelum elektroporasi diperoleh nilai motilitas sebesar 71,3% dan viiabilitas sebesar 75%, sedangkan sesudah elektroporasi diperoleh nilai motilitas sebesar 46,6% dan viabilitas sebesar 52,6%.

Page 8 of 34 | Total Record : 331


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): JAFH Vol. 14 No. 3 September 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): JAFH Vol. 14 No. 2 June 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): JAFH Vol. 13 No. 3 September 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): JAFH Vol. 13 No. 2 June 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): JAFH Vol. 13 No. 1 February 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): JAFH Vol. 12 No 3 September 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): JAFH Vol. 12 No. 2 June 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): JAFH Vol. 12 No. 1 February 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): JAFH Vol. 11 No. 3 September 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): JAFH Vol. 11 No. 1 February 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): JAFH Vol. 10 No. 3 September 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): JAFH Vol. 10 No. 2 June 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): JAFH Vol 10 No. 1 February 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): JAFH Vol. 9 No. 3 September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): JAFH Vol. 8 No. 1 Februari 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): JAFH Vol. 7 No. 3 September 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): JAFH Vol. 7 No. 2 Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): JAFH Vol. 7 No. 1 Februari 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): JAFH Vol. 6 No. 3 September 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): JAFH Vol. 6 No. 2 Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): JAFH Vol. 6 No. 1 Februari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): JAFH Vol. 5 No. 3 September 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): JAFH Vol. 5 No. 2 Juni 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): JAFH Vol. 5 No. 1 Februari 2016 Vol. 3 No. 1 (2014): JAFH Vol. 3 No. 1 January 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013 More Issue