cover
Contact Name
Syifania Hanifah Samara
Contact Email
jafh@fpk.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jafh@fpk.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Fish Health
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017309     EISSN : 25280864     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Aquaculture And Fish Health (JAFH) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fisheries. These contributions came from innovative researches that encourage science and technology development in the field of fisheries and marine science on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities.
Arjuna Subject : -
Articles 331 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP RETENSI PROTEIN DAN RETENSI LEMAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Lukman Arif Kurniawan; Muhammad Arief; Abdul Manan; Daruti Dinda Nindarwi
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 6 No. 1 (2017): JAFH Vol. 6 No. 1 Februari 2017
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.141 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v6i1.11272

Abstract

Permintaan komoditi udang vaname yang cukup tinggi mendorong berkembangnya budidaya udang intensif. Seiring dengan berkembangnya budidaya intensif, maka meningkatkan padat penebaran dan jumlah pakan yang diberikan. Pakan merupakan salah satu unsur penting dalam budidaya yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Hal ini menyebabkan pentingnya pakan sehingga perlu penambahan probiotik. Probiotik dapat mengatur lingkungan mikrobial pada usus dan menghasilkan enzim protease dan lipase yang dapat memecah protein dan lemak menjadi molekul lebih sederhana sehingga akan mempermudah proses pencernaan dan penyerapan dalam saluran pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik berbeda pada pakan terhadap peningkatan retensi protein dan retensi lemak udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juni - Juli 2016 di PT. SWK (Surya Windu Kartika) Banyuwangi, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian probiotik berbeda yaitu P0 (tanpa pemberian probiotik), P1 (probiotik A), P2 (probiotik B) dan P3 (probiotik C) pada pakan. Analisis data menggunakan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik berbeda pada pakan memberikan pengaruh yang sangat nyata (p<0,01) terhadap peningkatan retensi protein udang vaname. Rata-rata peningkatan retensi protein terbaik terdapat pada perlakuan P2 (4,55%) kemudian diikuti oleh perlakauan P3 (3,69%), P1 (3,55%) dan P0 (1,20%). Pemberian probiotik berbeda pada pakan tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05) terhadap peningkatan retensi lemak udang vaname. 
Pemanfaatan Limbah Red Bigeye (Priacanthus macracanthus) Surimi Sebagai Alternatif Pakan Ikan Fifit Erliyana Safitri; Muhammad Arief; Mirni Lamid
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 5 No. 1 (2016): JAFH Vol. 5 No. 1 Februari 2016
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.913 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v5i1.11315

Abstract

Pakan satu dari beberapa komponen penting dalam kegiatan budidaya intensif. Harga pakan akan mempengaruhi biaya produksi dan keuntungan yang diperoleh dari usaha budidaya. Salah satu diantaranya yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif adalah limbah ikan Swangi pada produk surimi. Salah satu usaha untuk pengolahan limbah tersebut yaitu melalui proses kimiawi. Pengolahan secara kimiawi yaitu dengan cara penambahan asam organik yaitu asam formiat dan propionat. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas penambahan asam organik sebanyak 0% (P0), 1,5% (P1), 3% (P2), dan 4,5% (P3) dengan masing-masing ulangan lima kali. Parameter yang diamati adalah kandungan nutrisi selama 7 hari dengan kondisi aerob.Data dianalisis dengan Analysis of Variance serta guna mengetahui perlakuan yang paling baik digunakan Uji Jarak Berganda Duncan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penambahan asam dengan dosis yang berbeda pada limbah surimi menghasilkan kandungan nutrisi pakan yang berbeda sangat nyata (p<0,01). Kandungan nutrisi terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan kandungan protein kasar (51,0048%), lemak kasar (8,6659%), serat kasar (3,9991), bahan kering (88,6422%) dan abu sebesar (26,011%). 
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Daun Turi Putih (Sesbania grandiflora) Terhadap Populasi Chlorella Sp. Maulida Rosa Umainana; Ahmad Shofy Mubarak; Endang Dewi Masithah
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 1 (2019): JAFH Vol. 8 No. 1 Februari 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.028 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i1.11219

Abstract

Chlorella sp. adalah salah satu pakan alami dalam pembenihan ikan laut karena kandungan protein yang tinggi dan mudah dicerna. Nutrien makro dan mikro dalam media kultur Chlorella sp. sangat penting untuk mendapatkan nilai produktivitas kultur yang tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrien dari Chlorella sp. Sesbania grandiflora merupakan kelompok tanaman legum memiliki kemampuan bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium leguminoserum yang mampu mengikat unsur nitrogen dari udara. Kandungan unsur kimia dalam S. grandiflora secara kualitatif dan kuantitatif dapat memenuhi kebutuhan unsur makro dan mikro yang sangat penting bagi pertumbuhan Chlorella sp. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk S. grandiflora terhadap populasi Chlorella sp. dan konsentrasi optimal pupuk S. grandiflora pada kultur Chlorella sp. Metode penelitian ini adalah eksperimental, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter utama dalam penelitian ini yaitu kandungan populasi Chlorella sp., sedangkan parameter penunjang dalam penelitian ini terdiri dari: kualitas air medium. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk Sesbania grandiflora yang menghasilkan populasi tertinggi adalah perlakuan K (10,5x105 sel/ml) yang terjadi pada pada hari kesepuluh diikuti oleh perlakuan B (10,4x105 sel/ml) dan perlakuan C (9,5x105 sel/ml) yang terjadi pada hari kesepuluh. 
PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS ENZIM PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP KANDUNGAN SERAT KASAR, BAHAN ORGANIK DAN BETN Pramono Kusuma Wardani; Muhammad Arief; Muhammad Anam Al-Arif
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 3 No. 1 (2014): JAFH Vol. 3 No. 1 January 2014
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.75 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v3i1.12987

Abstract

Manajemen pakan merupakan salah satu unsur yang sangat menunjang suatu kegiatan usaha budidaya perikanan, sehingga pakan yang tersedia harus memadai dan memenuhi kebutuhan ikan tersebut. Ketersediaan pakan ikan yang efektif, efisien, ramah lingkungan, dan dengan harga yang terjangkau perlu diperhatikan. Nutrisi dalam pakan sangat penting karena beberapa nutrisi tersebut merupakan sumber energi bagi ikan. Nutrisi pakan dalam ransum hendaknya tersedia dalam jumlah yang cukup dan seimbang sebab keseimbangan bahan pakan dalam ransum sangat berpengaruh terhadap daya cerna. Enzim bekerja secara spesifik pada substrat yang kebanyakan terdapat di dalam bahan pakan baik berupa serat kasar yang merupakan bentuk molekul besar sehingga nantinya dapat diserap dan digunakan langsung. Enzim yang ditambahkan sebagai suplemen pada pakan untuk memecah faktor anti nutrisi yang terdapat di dalam campuran pakan, kebanyakan dari senyawa tersebut tidak mudah dicerna oleh enzim endogeneous di dalam ikan dan dapat mengganggu pencernaan normal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi pada masyarakat, mahasiswa, dan pembudidaya ikan pada khususnya mengenai pengaruh pemberian beberapa dosis enzim pada pakan komersial terhadap kandungan serat kasar, bahan organik, dan BETN, sehingga bermanfaat bagi semua pihak khususnya terhadap bidang perikanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol (P0), pemberian Enzim 2,5% (P1), pemberian Enzim 5% (P2) dan pemberian Enzim 7,5% (P3) dengan masing-masing ulangan lima kali. Parameter yang diamati adalah kandungan serat kasar, bahan organik dan BETN setelah fermentasi selama 5 jam. Data tentang kandungan serat kasar, bahan organik dan BETN yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan Uji F metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian enzim pada pakan komersial dapat menurunkan kandungan serat kasar dari sebesar 10,6487% (P0) menjadi sebesar 8,7038% (P1), dapat menurunkan kandungan BETN dari sebesar 34,4230% (P0) menjadi sebesar 34,1849% (P1), dan pada kandungan bahan organik tidak berpengaruh. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada dosis enzim 2,5% terhadap ikan uji serta dilakukan penelitian lebih lanjut dengan lama inkubasi yang berbeda pada perlakuan > 5 jam untuk mengetahui pengaruh lama inkubasi enzim pada pakan komersial terhadap kandungan serat kasar, BETN dan bahan organik.
Penambahan Lisin Pada Pakan Komersial Terhadap Laju Pertumbuhan, Rasio Konversi Pakan Dan Efisiensi Pakan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) Andy Pramana; Agustono Agustono; Tri Nurhajati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 7 No. 1 (2018): JAFH Vol. 7 No. 1 Februari 2018
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.233 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v7i1.11226

Abstract

Produksi nasional udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di Indonesia hanya sekitar 400.000 ton hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang belum terpenuhi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kegiatan budidaya udang air tawar dapat dilakukan dengan pengembangan pakan alternatif atau feed additive yang dapat mempercepat pertumbuhan sehingga memperpendek masa produksi. Lisin merupakan salah satu feed additive yang berperan dalam pembentukan karnitin. Karnitin berpengaruh pada pertumbuhan dan oksidasi lemak dalam udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan lisin pada pakan komersial terhadap laju pertumbuhan, rasio konversi pakan dan efisiensi pakan udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Perlakuan pada penelitian ini adalah pakan komersial tanpa penambahan lisin, pakan komersial dengan penambahan 0,5 %, pakan komersial dengan penambahan 1 %, pakan komersial dengan penambahan 1,5 % dan pakan komersial dengan penambahan 2 %. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisa statistik menggunakan Analisis Varian (ANAVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin pada pakan komersial tidak berbeda nyata (p> 0,05) dari tingkat pertumbuhan, rasio konversi pakan dan efisiensi pakan udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Kebutuhan protein dan lisin dalam udang galah belum terpenuhi sehingga laju pertumbuhan relatif lambat. Kualitas air udang media pemeliharaan oksigen terlarut 6,9-7,3 ppm, pH 7-8, suhu 29-30 ° C dan amonia 0-0,25 mg / l. 
TEKNIK PEMBENIHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) SECARA ALAMI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR TAWAR (UPT PBAT) UMBULAN, PASURUAN Rizqi Ramadhan; Luthfiana Aprilianita Sari
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 7 No. 3 (2018): JAFH Vol. 7 No. 3 September 2018
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.589 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v7i3.11261

Abstract

Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Budidaya Air Tawar Umbulan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 18 Desember 2017 – 18 Januari 2018. Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk mengetahui secara langsung serta mendapatkan pengalaman secara jelas tentang teknik pembenihan ikan mas (Cyprinus carpio) dalam pengembangan lebih lanjut dan permasalahan dalam usaha pembenihan ikan mas yang di hadapi serta cara pemecahannya. Metode yang di gunakan pada PKL ini adalah metode deskriptif, dengan teknik pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data ini dilakukan secara observasi, wawancara dan partisipasi aktif. UPT PBAT Umbulan memiliki luas keseluruhan lahan 6,25 hektar. Pemijahan ikan mas dilakukan secara alami. Induk ikan mas yang digunakan berasal dari Punten dan Sukabumi. Perbandingan berat induk ikan mas antaraojantan dan betina yaitu 2 : 1. Parameter Kualitas air untuk pembenihan ikan mas Antara lain : suhu 26,6-31,05 C; pH 7,1- 7,36; dan DO 6,23-10,8 mg/l. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan nilai Fertilization Rate (FR) telur ikan mas sebesar 91,73%, Hatching Rate (HR) ikan mas sebesar 74,4% serta Survival Rate (SR) sebesar 30,44%. Pakan buatan yang digunakan dalam pemeliharan benih adalah pellet HI-PRO-VITE 781-3 yang telah dihaluskan dengan kadar protein 31%-33%. Benih ikan mas yang dipanen di UPT PBAT Umbulan memiliki ukuran 1-3 cm. UPT PBAT Umbulan mampu memproduksi benih sebanyak 50.000-100.000 ekor setiap bulan dengan harga benih diangka 10 Rp per benih ukuran 1-2 cm dan 50 Rp per benih ukuruan 5 cm. 
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS AIR DENGAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI KERAMBA JARING APUNG PROGRAM URBAN FARMING DI KOTA SURABAYA Dandi Pradana; Rahayu Kusdarwati; Sudarno Sudarno
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 6 No. 3 (2017): JAFH Vol. 6 No. 3 September 2017
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.035 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v6i3.11289

Abstract

Aspergillus terreus adalah jamur yang menyebabkan penyakit aspergillosis. Ikan yang terinfeksi menunjukkan bercak putih abu-abu di atas tubuh. Perdarahan ulkus diamati pada insang dan kulit. Infeksi menyebabkan kematian ikan. Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan serangan jamur dapat membahayakan ikan, lingkungan dan manusia yang memakannya. Penggunaan tanaman obat merupakan cara yang aman untuk menghambat dan membunuh pertumbuhan jamur serta ramah lingkungan. Salah satunya yaitu menggunakan ekstrak bawang putih (Allium sativum). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi minimum ekstrak bawang putih sebagai antijamur terhadap pertumbuhan Aspergillus terreus in vitro. Percobaan dilakukan di Balai Karantina Juanda Kelas I Surabaya pada bulan Juni - Juli 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi cakram kertas. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian dengan menggunakan ekstrak bawang putih konsentrasi 50% sampai 90% tidak menghasilkan zona bening di sekitar kertas, hal itu sama dengan kontrol negatif. Pada konsentrasi 100% tidak menunjukkan jamur tumbuh pada medium Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Ini sama dengan kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa daun kemangi tidak menunjukkan aktivitas antijamur dalam menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus terreus. 
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR PANAS Spirulina platensis PADA PAKAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN TOTAL HEMOSIT UDANG VANAME SETELAH DIINFEKSI DENGAN Vibrio harveyi Ayu Puspitarani; Woro Hastuti Satyantini; Rahayu Kusdarwati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 5 No. 3 (2016): JAFH Vol. 5 No. 3 September 2016
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.088 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v5i3.11329

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan suatu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi penting. Produksi udang vaname (Litopenaeus vannamei) mengalami kendala akibat adanya wabah penyakit. Salah satunya adalah akibat serangan bakteri Vibrio harveyi. Bakteri ini menyebabkan mortalitastinggi. Penanggulanganya umumnya menggunakan antibiotik namun berdampak pada munculnya resistensi bakteri dan residu pada udang. Aplikasi penggunaan bahan alami sebagai imunostimulan seperti Spirulina platensis dalam bentuk ekstrak air panas diketahui memiliki efek stimulator sehingga dapat meningkatkan respon imun pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Respon imun ini diperlihatkan dengan meningkatnya jumlah total hemosit yang berpengaruh langsung dengan nilai kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpemberian ekstrak air panas Spirulina platensis pada pakan terhadap total hemosit (Total Haemocyte Count) dan nilai kelangsungan hidup udang vaname setelah diuji tantang dengan bakteri Vibrio harveyi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (0 mg/kg, 200 mg/kg, 400 mg/kg, 600 mg/kg, dan 800 mg/kg) dan 4 kali ulangan. Udang vaname diberikan pakan dengan kandungan ekstrak air panas Spirulina platensis selama 14 hari kemudian pada hari ke-15 udang diuji tantang dengan cara diinjeksi dengan bakteri Vibrio harveyi dosis 106 CFU/ml pada bagian segmen abdominal. Pengamatan terhadap jumlah total hemosit (Total Haemocyte Count) yaitu pada hari ke-0, ke-14, ke-16 dan ke-26. Pengamatan terhadap nilai SR (Survival Rate) dilakukan selama sepuluh hari pasca udang diinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah total hemosit pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) akibat pemberian ekstrak air panas Spirulina platensis dibandingkan dengan perlakuan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air panas Spirulina platensis). Pemberian ekstrak air panas Spirulina platensis juga efektif meningkatkan nilai kelangsungan hidup (Survival rate) udang vaname pasca infeksi dengan bakteri Vibrio harveyi dengan perlakuan terbaik pada dosis sebesar 800 mg/kg pakan. 
Efisiensi pemberian pakan benih Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) dengan menggunakan pakan alami rotifera(Brachionus plicatilis) seto sugianto prabowo rahardjo
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.535 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.11825

Abstract

ABSTRAKIkan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan komoditas laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Bawal bintang (T. blochii) merupakan spesies budidaya perikanan laut yang terbilang masih baru di Indonesia. Permintaan terhadap ikan ini terus meningkat terutama dari pasar internasional seperti Singapura, Taiwan, Hong Kong, dan China.Agar populasi tetap seimbang untuk itu dilakukan kegiatan budidaya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok merupakan balai budidaya yang menerapkan pemberian pakan rotifera untuk pembenihan ikan bawal bintang (T. blochii),Dengan diberikannya rotifera diharapkan pada benih bawal bintang dapat tumbuh dengan cepat dan terpenuhinya nutrisi larva,sehingga didapatkan pertumbuhan yang cepat.Kata kunci : bawal bintang,pembenihan,rotifera
Study of Calcium Hydroxide (Ca(OH)2) and Sodium Bicarbonate (NaHCO3) Treatment Through The Dynamics of pH, COD, N/P Ratio Value and Plankton Abundance Daruti Dinda Nindarwi
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.717 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.12428

Abstract

Environmental quality cultivation of considerable influence against the survival and growth of living beings in the water. Improvements to the environmental conditions of cultivation in order to remain stable and optimal for aquatic organisms, including fish as aquaculture animals become very necessary one, namely the granting of Ca(OH)2 (calcium hydroxide) and NaHCO3 (sodium bicarbonate). The application of Ca(OH)2 and NaHCO3 in fish farming serves as the buffer pH of pond water. In addition, the application of both these materials also function as degradation organic matter chemically, control the ratio N/P and the abundance of plankton in the water. This research aims to know the dynamics of the pH value, COD, N/P ratio and abundance of plankton by administering calcium hydroxide (Ca(OH)2) and sodium bicarbonate (NaHCO3) in the water. Methodology this research uses descriptive survey method or a method of research that aimed to describe existing phenomena, which takes place at the moment or the past. The results of the measurement of the pH value before the grant of Ca(OH)2 and NaHCO3 that is of 6.6-6.8 whereas after the grant of Ca(OH)2 and NaHCO3, there is increased and decreased range between 6.8-7.4. The results of the measurement of the value of COD prior to the grant of Ca(OH)2 and NaHCO3 that is ranged between 72.5-32.5 mg/l while the after grant of Ca(OH)2 and NaHCO3, there is increased and decreased ranged between 26-55 mg/l, results of measurement of the value of the ratio N/P before the grant of  Ca(OH)2 and NaHCO3 on all points of observation that is ranged between 3.15 – 3.68 while following the grant of Ca(OH)2 and NaHCO3, there is a decrease and an increase in the value of the ratio N/P a row ranges between 1.67 – 1.8 and 13.8 – 15.18. Observations a total density of plankton showed before the grant of Ca(OH)2 and NaHCO3 that is in the range 206.250-1.103.125 x104 ind/l whereas after the grant of Ca(OH)2 and there is a decrease in the density of NaHCO3 total plankton reach 9.375x104 ind/l. Research has been done gives the conclusion that the grant of Ca(OH)2 and NaHCO3 pH value can increase and may decrease the value of the COD. the ratio N/P and a density of total plankton. Suggestions for research is expected to do further research about the grant of Ca(OH)2 and NaHCO3 pH Dynamics against, COD, N/P ratio and abundance of plankton in summer.

Page 7 of 34 | Total Record : 331


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): JAFH Vol. 14 No. 3 September 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): JAFH Vol. 14 No. 2 June 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): JAFH Vol. 13 No. 3 September 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): JAFH Vol. 13 No. 2 June 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): JAFH Vol. 13 No. 1 February 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): JAFH Vol. 12 No 3 September 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): JAFH Vol. 12 No. 2 June 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): JAFH Vol. 12 No. 1 February 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): JAFH Vol. 11 No. 3 September 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): JAFH Vol. 11 No. 1 February 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): JAFH Vol. 10 No. 3 September 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): JAFH Vol. 10 No. 2 June 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): JAFH Vol 10 No. 1 February 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): JAFH Vol. 9 No. 3 September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): JAFH Vol. 8 No. 1 Februari 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): JAFH Vol. 7 No. 3 September 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): JAFH Vol. 7 No. 2 Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): JAFH Vol. 7 No. 1 Februari 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): JAFH Vol. 6 No. 3 September 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): JAFH Vol. 6 No. 2 Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): JAFH Vol. 6 No. 1 Februari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): JAFH Vol. 5 No. 3 September 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): JAFH Vol. 5 No. 2 Juni 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): JAFH Vol. 5 No. 1 Februari 2016 Vol. 3 No. 1 (2014): JAFH Vol. 3 No. 1 January 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013 More Issue