cover
Contact Name
Putri Pradnyawidya Sari
Contact Email
putr003@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
putr003@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
ISSN : 23031700     EISSN : 25795899     DOI : -
Jurnal Komunika is a scientific communication media publishing research finding/critical analysis focused on communication, media, and information technology. It is published twice in a year, in June and November.
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
Peran KIM Daerah Tertinggal dalam Memanage Informasi untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Sekitar Trisnani Trisnani
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 6, No 1 (2017): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.128 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v6i1.987

Abstract

Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa KIM belum berperan sebab dalam mencari, mengumpulkan dan mengelola informasi hasilnya masih rendah dibawah rata-rata. Dikatakan masih rendah karena petugas KIM dalam mencari informasi belum maksimal, kategori berperan apabila diatas rata-rata 50% dalam mencari informasi. Pencarian Informasi yang dominan, informasi pendidikan dan kebudayaan, menjadi informasi yang penting dan dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak di usia sekolah sebagai generasi penerus dan masa depan. Mengelola informasi untuk bahan diskusi dalam pertemuan KIM, Informasi yang penting dan perlu diketahui masyarakat, oleh petugas KIM dibagikan ke masyarakat, bisa melalui fasilitas yang ada seperti papan pengumuman, dan selebaran serta KIM sebagian besar belum memiliki usaha. Faktor yang menghambat untuk pengembangan KIM antaralain minimnya anggota KIM yang atif, sarana dan prasarana yang kurang memadai, anggota KIM kurang memahami penyebaran informasi melalui internet, pendidikan SDM KIM yang masih rendah. kurangnya komunikasi antar pengurus, dana tidak cukup untuk operasional pengembangan Kelompok Informasi Masyarakat.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI PERCEPATAN BERUSAHA OLEH EKONOMI KREATIF Putri Pradnyawidya Sari
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 3 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.208 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i3.1824

Abstract

Kontribusi Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengalami peningkatan setiap tahun, bahkan pertumbuhannya  berada diatas pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih, pertambangan dan penggalian, pertanian, peternakkan, kehutanan dan perikanan, jasa-jasa dan industri pengolahan. Berdasarkan hal tersebut maka terbitlah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2018 mengenai perijinan berusaha melalui One Single Submission (OSS) yaitu sebuah sistem perijinan online yang terintegrasi. Salah satu tujuan OSS adalah untuk mempermudah perizinan berusaha terutama bagi pelaku ekonomi kreatif. Hadirnya OSS membuat Dinas Perizinan Pelayanan Publik di daerah merubah prosedur perizinan dan sistem manajemen maupun infrastruktur yang sudah ada. Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas maka penelitian ini bermaksud merumuskan Perencanaan Strategis Pengembangan SI/TI terkait sistem perizinan usaha yang berkaitan dengan pengintegrasian One Single Submission (OSS). Hasil dari penelitian ini adalah suatu rumusan strategis untuk mengembangkan sistem perizinan yang terintegrasi dengan OSS. Dengan menggunakan metode Perencanaan Strategis Sistem Informasi (PSSI) dan analisis SWOT di Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi untuk studi kasus maka penelitian ini menghasilkan sebuah rencana strategis pengembangan sistem informasi salah satunya integrasis sistem dengan OSS.
PENGGUNAAN PORTAL WEB OLEH KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Wahyudiyono Wahyudiyono
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 5, No 2 (2016): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.611 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v5i2.848

Abstract

Jurnalisme warga mulai menjadi tren baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita. Jurnalisme warga (citizen journalism) adalah aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa (bukan wartawan). Konsep jurnalisme warga didasarkan warga masyarakat yang berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita dan informasi. Jurnalisme warga banyak dilakukan kelompok informasi masyarakat (KIM). KIM tersebut menulis beritanya dalam portal web sendiri atau portal web milik pemerintah. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana penggunaan portal web oleh anggota KIM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Narasumber adalah pejabat pembina KIM, pengurus pada tiga KIM dan tokoh mayarakat. Hasil penelitian menunjukkan anggota KIM banyak membuat berita melalui portal web. Mereka senang menulis dalam portal web sebab sering dibaca oleh pejabat pemerintah. Berita tentang keluhan warga, dengan cepat mendapat respon dari pemerintah. Penulisan berita melalui portal web dinilai efektif untuk menyampaikan permasalahan warga pada pejabat pemerintah tetapi kurang efektif untuk menyampaikan informasi pada masyarakat karena belum banyak masyarakat yang menggunakan internet.
ANALISIS AKSES DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL OLEH RUMAH TANGGA DAN INDIVIDU DI KOTA BATU JAWA TIMUR Trisnani Trisnani
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 2 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.807 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i2.1627

Abstract

Analisis Akses dan Penggunaan Media Sosial oleh Rumah Tangga Dan Individu di Kota Batu Jawa Timur, survei ini telah dilakukan pada bulan Juni 2017. Menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, permasalahnya seberapa besar pemanfaatan media sosial oleh penggunanya? Hasilnya sebagian besar akun media sosial yang sering di akses adalah Facebook,Instagram, Google+, Linkedin, Twitter, Path, WhatsApp, BBM, Youtube. Rata-rata lama responden mengakses media sosial dalam satu hari 1-3 jam/hari. Topik yang sering menjadi perhatian di media sosial adalah hiburan. Sedangkan di grup instant messaging adalah topik pekerjaan yang menjadi viral, karena bertepatan dengan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Akun instant messaging yang sering digunakan adalah WhatsApp. Rata-rata lama berkomunikasi melalui instant massaging dalam satu hari adalah 1-3 jam. Ternyata jenis kelamin laki-laki lebih sering menggunakan WhatsApp daripada perempuan. Laki-laki lebih banyak mengikuti grup instant messaging dari pada perempuan. Berdasarkan pendidikan handphone (2G) lebih sering digunakan oleh SMP untuk berkomunikasi.
Pemanfaatan UML (Unified Modeling Language) Dalam Perancangan Sistem Informasi E-Commerce Jenis Customer-To-Customer Fifin Sonata
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.824 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1832

Abstract

Persaingan bisnis e-commerce semakin ketat.Terdapat beberapa jenis e-commerce yang sering dijumpai. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah jenis C2C (Customer-to-Customer). E-commerce jenis ini memfasilitasi transaksi langsung antara pembeli dan penjual. Penelitian ini bermaksud mengembangkan model C2C dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language). Kebaruan dari pemodelan C2C dengan menggunakan UML terletak pada karakteristik UML yang memungkinkan identifikasi terhadap objek mana saja yang memengaruhi sistem. Pemodelan C2C  dengan menggunakan UML dapat memberikan manfaat kepada customer e-commerce yang masih awam terhadap transaksi C2C dan kepada penjualnya. Penelitian ini menghasilkan bentuk rancangan pemodelan menggunakan UML yang  memungkinkan setiap objek terlihat jelas dan mudah dimengerti.
Analisis Komunikasi Organisasi Antara Event Project Team dan Account Executive di Event Organizer Twisbless Innaka Dwi Hasanti
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.752 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.2072

Abstract

Berhasilnya sebuah event membutuhkan komunikasi yang baik antara project team dan account executive yang terlibat dalam event tersebut. Project team bertugas untuk menyelenggarakan acara sedangkan tugas dari account executive adalah menjadi mediator antara project team dengan kliennya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola komunikasi yang berlangsung  antara project team dan account executive di event organizer Twisbless serta mengetahui hambatan komunikasi yang ada di dalam organisasi tersebut. Kerangka konseptual  yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan Twisbless yang berperan sebagai project team dan account executive. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi terhadap empat orang narasumber yang bekerja di Twisbless. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi yang digunakan oleh project team dan account executive di Twisbless adalah komunikasi internal dan eksternal . Komunikasi internal berlangsung dalam empat arah yaitu, komunikasi ke atas, komunikasi ke bawah, komunikasi diagonal, dan komunikasi horizontal. Adapun hambatan yang ada dalam proses komunikasi organisasi yaitu gangguan teknis, gangguan semantik, rintangan fisik, gangguan psikologis dan perbedaan kerangka berpikir, yang kesemuanya akan menimbulkan masalah apabila event yang diselenggarakan tidak sesuai dengan ekspektasi klien.
Mengukur Resiko Pemborosan Perangkat Pendukung TIK Menggunakan ISO 31000 dan ISO 50002 Aria Dwi Azzida
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.343 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1726

Abstract

Pemborosan listrik merupakan masalah lingkungan yang semakin banyak mendapatkan perhatian saat ini. Terjadinya pemborosan umumnya disebabkan oleh konsumsi listrik yang berlebihan. Pemborosan akan mengakibatkan turunnya tegangan listrik dan melonjaknya tagihan listrik. Penelitian ini membahas tentang pengukuran risiko pemborosan listrik pada lampu dan AC sebagai perangkat pendukung TIK pada Laboratorium Terintegrasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan framework ISO 31000 sebagai kerangka manajemen risiko dan ISO 52000 sebagai kerangka audit energi. Studi ini menghitung biaya konsumsi listrik yang dihasilkan dari perhitungan watt, jumlah dan lama penggunaan lampu dan AC dalam 3 skenario keadaan. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai dari skenario terbaik adalah Rp1.031.103/bulan, skenario rata-rata sebesar Rp2.548.392/bulan, dan skenario terburuk sebesar Rp6.625.819/bulan. Potensi pemborosan yang dihasilkan dari perbandingan selisih dari ketiga skenario yaitu rata-rata dan terbaik adalah Rp1.517.289/bulan, sedangkan selisih antara skenario terburuk dan terbaik adalah Rp5.594.717/ bulan.
Analisis Implementasi Kebijakan Industri Radio Siaran dan Musik Rekaman di Indonesia Berdasarkan Aspek Ekonomi Politik Komunikasi Muntadliroh Muntadliroh
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.572 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1688

Abstract

Saat ini, industri radio siaran dan musik rekaman di Indonesia sedang menghadapi persaingan dengan munculnya internet. Meskipun pemerintah telah merumuskan kebijakan yang mengatur operasionalisasi radio siaran dan musik rekaman, kedua industri tersebut perlu memikirkan cara untuk mempertahankan eksistensinya di masa kini. Untuk itu, tulisan ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan industri radio siaran dan musik rekaman di Indonesia dari perspektif ekonomi politik komunikasi Vincent Mosco (2009). Hasilnya menunjukkan bahwa praktik komodifikasi konten musik yang dipromosikan melalui radio telah membantu mengenalkan musik Indonesia dan memunculkan fetishisme selebritas dari industri musik rekaman. Praktik spasialisasi telah melahirkan konglomerasi oleh kelompok media besar yang menguasai jaringan radio nasional, sedangkan spasialisasi horizontal dilakukan oleh perusahaan musik rekaman seperti PT Music Factory Indonesia (MFI) melalui strategi co-branding dengan KFC untuk memasarkan musiknya. Praktik strukturasi melahirkan hegemoni kebudayaan musik asing, nasional, dan lokal. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi kebijakan UU Penyiaran No. 32 tahun 2002 dan UU Telekomunikasi No. 36 Tahun 1999 Indonesia belum sepenuhnya membela kepentingan rakyat.
Strategi Public Relations dalam Manajemen Isu Keamanan Pangan di Pizza Hut Indonesia Kiki Kustiawati; Aan Setiadarma; Anjang Priliantini
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.479 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1876

Abstract

Pada akhir 2017, Pizza Hut Indonesia menghadapi isu menyangkut higienitas makanan yang mereka sajikan. Isu ini bermula dari berita yang dimuat di beberapa media online dan unggahan di media sosial yang kemudian menjadi viral. Jika dibiarkan, berita negatif ini akan berpengaruh buruk bagi citra Pizza Hut. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengelola isu tersebut. Penelitian deskriptif kualitatif ini berusaha menggambarkan upaya yang dilakukan oleh Pizza Hut Indonesia terkait hal itu, Upaya tersebut terbagi dalam beberapa tahap, yaitu tahap analisis, eksplorasi informasi, pembuatan keputusan, implementasi, dan penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima tahap tersebut sesuai dengan tahapan manajemen isu menurut Chase dan Jones. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Pizza Hut Indonesia telah menerapkan strategi yang baik dalam mengelola isu tersebut melalui mediasi dengan pelanggan yang merasa dirugikan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pembeli di restoran tersebut.
Rencana Strategis Penerapan Sistem Informasi Eksekutif e-Government Pemerintah Provinsi Papua Melkior Nikolar Ngalumsine Sitokdana
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.28 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1762

Abstract

Pemerintah Provinsi  Papua terus menggalakkan penerapan e-government dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Namun,  nampaknya implementasi e-government sejauh ini  belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan karena para eksekutif  sering  lamban dalam mengambil kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan studi rencana strategis penerapan sistem informasi eksekutif di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Penelitian ini  menggunakan pendekatan Ward and Peppard sedangkan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi menggunakan pendekatan PESTLE (Political, Economic, Social, Technology, Legal, Environment). Analisis lingkungan internal dan eksternal sistem informasi dan teknologi informasi (SI/TI) dan perumusan strateginya menggunakan pendekatan SWOT (strength, weakness, opportunity,  threat), sedangkan portofolio aplikasi dan pengembangan Sistem Informasi Eksekutif mengacu pada Kerangka Fungsional Sistem Kepemerintahan (Government Functional Framework) yang ditetapkan Kementerian Kominfo RI. Berdasarkan hasil analisis dan perumusan rencana strategis, ada dua rekomendasi yang diusulkan yaitu:  pertama perlu adanya roadmap pengembangan e-government  yang disusun secara holistik dan komprehensif. Selanjutnya, perlu dilakukan sosialisasi dan pengawasan secara berkala pada seluruh unit organisasi agar bersungguh-sungguh menerapkan aplikasi e-government guna  mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Kedua, penerapan  aplikasi e-government yang mengacu pada  Kerangka Fungsional Sistem Kepemerintahan dan ditetapkan oleh Kementerian Kominfo RI perlu disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Hal ini penting, mengingat Papua merupakan Daerah Otonomi Khusus dan  memiliki berbagai persoalan terkait affirmative action terhadap orang asli Papua.

Page 6 of 11 | Total Record : 104