cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika
Published by IKIP PGRI JEMBER
ISSN : 26206447     EISSN : 26206455     DOI : -
Core Subject : Education,
"LAPLACE: Jurnal Pendidikan Matematika" is intended to disseminate the results of research on Mathematics Education as one form of publication of Tri Darma Perguruan Tinggi which has been made by Lecturers, Teachers, Alumni and Experts. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: -Mathematics Education -Realistic Mathematics Education -Design Research -School Mathematics -PISA Problems
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Peningkatan Prestasi Belajar dengan Pembelajaran Talking Stick dan Media Tangram Wardatus Sholeha; Rahaju Rahaju; Tri Candra Wulandari
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.79 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v2i2.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah model pembelajaran talking stick dengan menggunakan media tangram yang dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi segiempat pada siswa kelas VIIF SMP Budi Mulia Pakisaji, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan sumber data adalah siswa kelas VIIF sebanyak 28 siswa. Prosedur pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes tulis, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pembelajaran dengan model talking stick dan media tangram yang dapat meningkatkan prestasi belajar dilaksanakan dengan langkah-langkah; guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang heterogen, menjelaskan materi menggunakan media tangram, guru meminta setiap kelompok berdiskusi menyelesaikan Lembar kerja kelompok, guru meminta perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi, guru menyiapkan tongkat/stick dan menjelaskan menjelaskan langkah-langkah dan aturan talking stick, guru memutar musik dan memberikan tongkat kepada salah satu siswa, kemudian tongkat dijalankan secara estafet, saat musik berhenti, siswa yang memegang tongkat harus menjawab soal, jika jawaban siswa benar, maka siswa akan mendapat hadiah, diakhir pelajaran guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Hasil pembelajaran dengan model talking stick dan media tangram menunjukkan peningkatan dari tahap pratindakan ke siklus 1 sebesar 27,97%, sedangkan peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 11,78%.
Efektivitas Pembelajaran Penemuan Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Materi Barisan dan Deret Mohammad Kholil; Olvi Safianti
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.551 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v2i2.246

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran penemuan terbimbing terhadap hasil belajar matematika siswa materi barisan dan deret. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember, teknik samplingnya adalah purposive sampling dan sampelnya siswa kelas XI A dan XI B. Metode pengumpulan datanya menggunakan tes, wawancara dan observasi, dan analisis datanya menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji T terhadap pre-test kelas eksperimen dan kontrol diperoleh > artinya ditolak dan Ha diterima. Sedangkan hasil uji T terhadap post-test kelas eksperimen dan kontrol diperoleh = 2,485 > = 2,052 artinya ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, terdapat pengaruh pembelajaran penemuan terbimbing terhadap hasil belajar matematika siswa materi barisan dan deret.
Pengaruh Penerapan Problem Based Learning (PBL) Terhadap Metakognisi Siswa Ainun Hamimah; Era Dewi Kartika
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.65 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v2i2.247

Abstract

Metakognisi merupakan sebuah pengaturan proses kognitif yang sangat mendukung kegiatan belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap metakognisi siswa pada materi turunan fungsi kelas XI MA Raudlatul Ulum II Putukrejo Gondanglegi. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan bentuk one group pre test-post test design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Inventori berupa Metacognitive Activities Inventory (MCA-I) yang dikembangkan oleh Cooper dan Sandi-urena (2009). Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis Uji paired sampel t-test untuk pengujian perbedaan skor yang diperoleh siswa dari data pretest (tes awal) dan posttest (tes akhir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap metakognisi siswa kelas XI di MA Raudlatul Ulum II Gondanglegi. Hasil uji paired sampel t-test ditemukan nilai t sebesar 9,130 dengan sig (2-tailed) 0,000. Oleh karena nilai signifkansi (sig.) kurang dari 0,05 (sig. < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap metakognisi siswa.
Pengembangan Modul dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Francelina Ernia; Nopem K Sumitro; Yunis Sulistyorini
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.424 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v2i2.248

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan modul matematika pada materi himpunan untuk siswa kelas VII dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) (2) mendeskripsikan kevalidan dan keefektifan modul matematika pada materi himpunan dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk siswa kelas VII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengunakan model pengembangan Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Pada tahap Analysis, peneliti melakukan analisis kurikulum, analisis karakteristik siswa, analisis kebutuhan siswa. Pada tahap Design, peneliti mengumpulkan buku referensi, penyusunan peta kebutuhan modul, membuat kerangka modul, menetapkan desain tampilan modul, menyusun desain instrumen penilaian. Pada tahap Development, peneliti mengembangkan modul sesuai dengan desain awal, menilai kualitas modul, dan melakukan revisi awal. Pada tahap Implementation, modul diujicobakan dalam pembelajaran di kelas VII A SMP Negeri 1 Talun. Pada tahap Evaluation, dilakukan evaluasi terhadap modul yang telah diujicobakan. Penelitian ini menghasilkan modul matematika materi himpunan dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) yang valid dengan skor rata-rata 3,55 yang termasuk dalam kategori sangat valid. Modul juga dinyatakan efektif dengan skor rata-rata angket respon siswa 3,10 yang menunjukan kategori baik, dan hasil tes evaluasi yang skor rata-ratanya 83,90 dan menunjukan kategori baik.
Tinjauan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Model Pembelajaran Inkuiri dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Fera Widi Astuti; Firjon Separtagus; Shohibi Shohibi
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.985 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v2i2.249

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif kausal yang ingin mengetahui penerapan model pembelajaran inkuiri dan kemampuan berpikir kritis pengaruhnya terhadap hasil belajar. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) apakah ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar?, 2) apakah ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar, dan 3) apakah ada pengaruh model pembelajaran inkuiri dan kemampuan berpikir kritis secara bersama-sama terhadap hasil belajar? Tujuan: 1)mengetahui adakah pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar, 2) mengetahui adakah pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar, 3)mengetahui adakah pengaruh model pembelajaran inkuiri dan kemampuan berpikir kritis secara bersama-sama terhadap hasil belajar. Responden penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 dan IPA2 sejumlah 66 siswa di SMA Negeri Plus Sukowono semester ganjil tahun ajaran 2016/2017,pengambilan sampel menggunakan metode population resech .Daerah penelitian ditentukan dengan metode judgmen area. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kausal. Alat pengumpul data menggunakan metode angket, tes serta metode bantu dokumentasi dan wawancara. Derajad valid dan reliabel alat dengan uji validitas dan reliabilitas. Uji analisis instrumen menggunakan: 1) uji deskriptif, 2) uji normalitas, 3) uji homogenitas,4) uji multikolinieritas,5) uji heterokedastisitas. Uji hipotesis dengan: 1) analisis regresi, 2) uji F, 3) uji t, 4) uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) nilai sig. dari variabel model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar 0.000, kesimpulan sig. > 0,05, berarti terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar, 2) nilai sig. dari variabel kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar adalah 0.000, kesimpulan sig. > 0,05, ini berarti terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar, 3) hasil output analisis regresi diperoleh Fhitung 52.402 dengan sig. 0,000, karena >0,05 maka terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri dan kemampuan berpikir kritis secara bersama-sama terhadap hasil belajar. Saran yang diajukan agar para guru menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dan analisis faktor internal kemampuan berpikir kritis karena dapat meningkatkan hasil belajar utamanya pada mata pelajaran kimia.
Pengaruh Teams Game Tournament Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Qurrota A’yun; Dimas Anditha Cahyo Sujiwo
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.144 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v2i2.250

Abstract

Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang menekankan dalam kerjasama dan bertukar pikiran antar anggota kelompok dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pembelajaran koperatif ini memberi peluang untuk seluruh siswa saling bahu membahu menyelesaikan tugas-tugas dalam kegiatan pembelajaran. Setiap aktivitas pembelajaran ini memberi tanggung jawab besar terhadap setiap siswa dalam tugas-tugas dalam kelompoknya. Dalam penelitian ini Game yang digunakan adalah menggunakan game puzzle dalam kegiatan pembelajarannya. Puzzle ini adalah sebuah alat peraga yang memiliki manfaat dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran matematika. selanjutnya one-group pretest postest desain merupakan rancangan penelitian ini. Jenis penelitian ini digunakan untuk mengukur awal suatu kelompok atau kelas yang disebut pretest kemudian diberikan sebuah stimulusrangsangan lalu dilakukan pengukuran kembali yang disebut postest. Data-data yang terkumpul selanjutnya dihitung menggunakan uji t. Analisis yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pembelajaran Teams Game Tournament terhadap sahil belajar siswa. Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian ini didapatkan data untuk a = 5%, dk 25 diperoleh t-hitung = 3,18 yang menunjukkan bahwa nilai t-hitung lebih dari nilai t-tabel, nilai tersebut menyebabkan bahwa untuk Ha diterima sementara untuk H0 ditolak, kesimpulannya bahwa rata - rata nilai siswa setelah dilakukan tindakan pemberian Teams Game Tournament lebih dari rata-rata nilai sebelum pemberian tindakan pembelajaran Teams Game Tournament. Berdasarkan analisis yang dilakukan ini, menunjukkan terdapat pengaruh pembelajaran Teams Game Tournament terhadap prestasi belajar matematika siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Artikulasi dan Team Games Tournament Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Eugenia Wajo; Era Dewi Kartika
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.614 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v3i1.308

Abstract

Pembelajaran matematika di SMAK Baleriwu Danga masih didominasi oleh pembelajaran konvensional. Siswa selalu diposisikan sebagai obyek dan dianggap tidak tahu atau belum mengetahui, sementara guru memposisikan diri sebagai sumber yang mempunyai pengetahuan. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa pada materi SPLDV lebih cenderung rendah. Begitu pula dengan kemampuan representasi siswa di sekolah sampai saat ini masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari jawaban siswa dalam mengerjakan soal. Siswa kurang mampu menerjemahkan suatu permasalahan ke dalam model matematika atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Artikulasi dan Team Games Tournament (TGT) terhadap kemampuan representasi matematis siswa kelas X SMAK Baleriwu Danga pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode eksperimen. Pengambilan kelas dalam penelitian ini adalah “Randomized Posttest-Only Control Design” yaitu tiga kelompok yang masing-masing dipilih secara random kemudian diberikan tes akhir pada ketiga kelompok tersebut. Dimana kelas X IPA 1 dan IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 1 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian yang dilakukan adalah persentasi nilai kemampuan representasi matematis siswa kelas Artikulasi sebesar 81,75%, kelas TGT sebesar 66,09% dan kelas kontrol sebesar 62,84%.
Pengukuran, Assessment dan Evaluasi dalam Pembelajaran Matematika Nur Fitriani Zainal
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.961 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v3i1.310

Abstract

Evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dapat dijadikan pertimbangan bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran. Istilah-istilah yang digunakan dalam sistem evaluasi, yaitu pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Penelitian ini merupakan library research yang mengkaji referensi tentang pengukuran, assessment, dan evaluasi dalam pembelajaran matematika. Dalam kegiatan pembelajaran, evaluasi didahului oleh penilaian (assessment), sedangkan penilaian didahului oleh pengukuran. Dalam pengukuran, dilakukan kegiatan membandingkan hasil pengamatan dengan kriteria. Kemudian, hasil pengukuran ditafsirkan dan dideskripsikan dalam proses penilaian. Selanjutnya, evaluasi, yaitu menetapkan nilai atau implikasi perilaku. Jenis instrumen yang digunakan pada penilaian adalah tes dan non-tes. Langkah dalam menganalisis hasil non-tes, yaitu: a) mentransfer data kualitatif hasil angket menjadi data kuantitatif dan b) membandingkan total skor (rerata skor) tiap siswa dengan total skor netral (rerata skor netral). Di sisi lain, langkah yang digunakan untuk menganalisis hasil tes, yaitu: a) menskor dan b) penafsiran skor tes.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Mempelajari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Daniel Cardo A.P.; Durotun Napisah; Dominggus Dengi Wungo; Geffi Dio Utama; Mika Ambarawati
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.314 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v3i1.311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam mempelajari materi sistem persamaan linear tiga variabel. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas X IPS-2 SMA Islam NU Pujon diketahui bahwa banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan sebagai berikut: 1) kesulitan dalam memahami konsep dan definisi, 2) kesulitan dalam penerapan sikap cermat dan teliti siswa dalam menyelesaikan masalah konstektual sistem persamaan linear tiga variabel, 3) kesulitan dalam menyusun konsep SPLTV, 4) kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode eliminasi dan subtitusi, 5) kesulitan dalam penarikan kesimpulan penyelesaian masalah konstektual sistem persamaan linear tiga variabel
Kemampuan Berpikir Logis Matematis Materi Pecahan pada Siswa Berkemampuan Awal Tinggi Lilis Wulandari; Ulum Fatmahanik
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.116 KB) | DOI: 10.31537/laplace.v3i1.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir logis matematis siswa kelas IV MI Darussalam Lembeyan Kulon Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan berkemampuan awal tinggi dalam menyelesaikan soal pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 24 siswa kemudian di ambil 1 siswa berkemampuan awal tinggi. Pengambilan data dilakukan dengan cara memberikan tes dalam bentuk soal dengan jawaban yang mengacu pada indikator berpikir logis matematis dan melakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan awal tinggi mampu memenuhi semua indikator berpikir logis matematis, yaitu: (1) tahap memahami soal (2) tahap merencanakan penyelesaian soal (3) menentukan langkah-langkah yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal (4) tahap menyelesaikan soal (5) tahap memberikan kesimpulan yang logis pada hasil akhir jawaban.