cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
PENYAKIT MENULAR DAN WABAH DALAM PL DAN PB Marmidi, Fransiskus Xaverius
LOGOS Vol 16 No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v16i2.1031

Abstract

Alkitab menyebut berbagai macam penyakit seperti yang dijelaskan oleh M. Sussman dalam artikelnya “Sickness and Disease”.[1] Fokus artikel ini adalah membahas penyakit menular dalam hubungannya dengan kata Ibrani neg̱a‘, lalu menjadi plēgē dalam kata Yunani, yang mempunyai arti: “pukulan”, “tulah”, “wabah”, atau “malapetaka”. PL membawa konsep bahwa Tuhan terlibat aktif dalam mendatangkan atau mengirim penyakit bagi orang atau bangsa tertentu. Sedangkan PB mengangkat penyakit untuk menunjukkan bahwa Yesus datang untuk melenyapkannya. Dalam perbedaan ini, mungkinkah ada kesatuan atau kesamaan teologi yang diangkat oleh PL dan PB?. 
PENDIDIKAN SAUDARA KAPUSIN GENERASI BARU Pelaku Aktif dan Inspiratif di Zaman Aktual Nadeak, Largus
LOGOS Vol 18 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v18i1.1176

Abstract

Pedoman Pendidikan Kapusin yang berlaku secara internasional, dan dijabarkan di jajaran (lokal) agar sesuai dengan kontes budaya dan zaman, merupakan sarana untuk mereformasi materi dan pola pendidikan Kapusin berkharisma. Pedoman ini membantu proses pembentukan saudara Kapusin generasi baru agar berperan aktif dan isnpsiratif di zaman aktualnya. Para saudara yang berpendidikan berlanjut berperan penting untuk menuntun para saudara berpendidikan awal, agar siap latih dan tetap belajar di zaman multikultur, perkembangan teknologi terutama bidang media sosial, serta pola hidup yang berubah dan baru. Injil Kristus yang dihidupi oleh St. Fransiskus adalah dasar pedoman pendidikan Kapusin di atasnya dibangun gagasan berharga dan pola pendidikan yang relevan. St. Fransiskus memesankan agar para saudara menghayati Injil terutama hidup bersaudara dengan love freely given, fidelity to Poverty and obedience to the Church. Pelaku aktif dan inspiratif di zaman aktual adalah pribadi berinegritas, matang dalam 5 dimensi: kharismatis, manusiawi, rohani, intelektual, dan misi. Pribadi yang berintegritas berpengaruh di konteks anthropological pluralism and the digital world (cyber-anthropology). Kekayaan berakar kharisma serta budaya berbeda perlu dipelajari, serta kemajuan bersayap baru dalam wajah teknologi baru khusunya teknologi media sosial, pantas digeluti secara bertanggung jawab. Anggur baru harus ditempatkan dalam kantong kulit baru. Dengan menghidupi dan mengobarkan nyala kharisma kapusin bernew mindset dalam new contexts, para saudara Kapusin generasi baru hidup bersuka cita untuk membangunkan dunia.
COMMUNION AND DIALOGUE FOR MISSION IN THE CONTEXT OF ASIA Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.868

Abstract

Gereja Katolik adalah Gereja yang berciri misioner. Dimensi misioner ini diterima dari Allah Tritunggal. Karena itu Gereja tidak ada tanpa misi. Karena misilah maka Gereja didirikan. Namun demikian dalam konteks Asia di mana terdapat agama-agama besar dunia, tidaklah mudah melaksanakan misi apabila misi dimengerti secara sempit yakni mewartakan Yesus Kristus sebagai satusatunya Juruselamat kepada orang yang belum menjadi warga Gereja. Berdialog dengan penganut agama yang berbeda pada level hidup sehari-hari merupakan kewajiban bagi penganut agama yang berbeda di Asia, tak terkecuali umat Katolik. Di sanalah umat Katolik memberi kesaksian tentang imannya yang menawan bagi penganut agama lainnya sebab bukan jumlah umat yang menjadi tekanan utama, melainkan Kerajaan Allah makin dialami umat beriman yang saling berinteraksi.
MARIA BUNDA ALLAH ADALAH BUNDA TIAP ORANG BERIMAN Mahulae, Kristinus C
LOGOS Vol 10 No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v10i1.883

Abstract

Santa Maria, yang mengandungkan serta melahirkan Yesus, dengan setia menyertai Yesus Puteranya dalam jalan salibNy sampai ke detikdetik terakhir Yesus tergantung di kayu salib. Maria dengan setia mendampingi para murid/rasul yang merasa ketakutan di hadapan orang-orang Yahudi sampai turunnya Roh Kudus yang dijanjikan. Maria dengan setia mendampingi jemaat perdana. Dengan cepat jemaat perdana melihat dan merenungkan hidup Maria. Jemaat berimanmenyapa Maria dengan sapaan malaekat Gabriel ‘salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu’. Kemudian salam ini dikembangkan jemaat beriman dengan menambahkan kata-kata Elisabeth ketika dia dikunjungi Maria. Dengan cepat jemaat beriman menyampaikan permohonan kepada Maria, agar Maria mendoakan tiap orang beriman ‘santa Maria bunda Allah, doakanlah kami’. Doa ini telah menjadi harta karun gereja katolik dan kaum beriman. Maria yang disapa dan didoakan menjawab kaum beriman dengan penampakan-penampakan dirinya yang sudah terjadi beberapa kali di tempat-tempat yang berbeda. Kiranya tulisan ini membangun dan mendorong kita untuk makin mendekatkan diri kita kepada Maria, bunda Yesus, agar dia juga menjadi bunda kita orang beriman kepada Yesus Puteranya.
PERANAN AGAMA DALAM PEMBANGUNAN KABUPATEN SAMOSIR Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 12 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v12i1.862

Abstract

Agama pasti memberi peranan signifikan dalam pembangunan manusia, sebab agama-agama mengajarkan kepada para penganutnya hal-hal yang secara moral baik dan benar. Bahwa beberapa penganut agama belum berperilaku sesuai dengan ajaran agamanya, sebagaimana terdapat dalam Statistik Kabupaten Samosir, tidaklah dengan sendirinya meniadakan atau menyangkal peranan agama dalam pembangunan masyarakat. Sarasehan tentang “Peranan Agama dalam Pembangunan Kabupaten Samosir” yang diorganisir oleh Pemerintah Kabupaten Samosir dan dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat bertujuan untuk mendongkrak relevansi dan kontribusi agama, khusunya para penganut agama, dalam meningkatkan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik, adil, jujur dan damai. Untuk tujuan itu, salah satu peranan signifikan agama yang dielaborasi dalam tulisan ini adalah edukasi moral. Karena mayoritas besar penganut agama yang terdapat di Kabupaten Samosir adalah Kristen, maka edukasi moral itu didekati dari sudut kekristenan. Edukasi moral itu terkadung dalam Alkitab, khususnya dalam dekalog atau Sepuluh Perintah Allah. Tiga abad sebelum kekristenan, landasan moral ini telah digariskan oleh Aristoteles.
HISTORIA ECCLESIASTICA RUFINUS DARI AQUILEIA DAN HISTORIA ECCLESIASTICA THEODORETUS DARI CYRRUS (Sebuah Studi Perbandingan) Situmorang, Sihol
LOGOS Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v10i2.878

Abstract

Tujuan penulisan sebuah karya historis, termasuk Sejarah Gereja, tak bisa dilepaskan dari penulisnya. Harapan, kegelisahan dan perjuangan penulis menjadi unsur yang turut menentukan pemilihan dokumen dan alur sejarah yang ia kemukakan. Rufinus dan Theodoretus memiliki kepentingan yang berbeda Dalam melaporkan peristiwa, baik mengenai relasi Gereja dan kekaisaran, maupun peristiwa internal Gereja. Rufinus menempatkan semua aktivitas misioner Gereja Katolik pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus dan bukan pada periode kekaisaran Konstansus. Dengan itu Rufinus mau menyatakan bahwa aktivitas misioner ini dapat terjadi karena kehendak yang Ilahi pada masa  pemerintahan seorang kaisar yang ideal, seorang princeps religiosus.  Theodoretus, uskup Cyrrus, hidup dalam periode kala sejumlah guncangan tengah menimpa baik Gereja maupun Kekaisaran Romawi. Sebagai pembela setia iman ortodoks, Theodoretus berhadapan dengan sejumlah aliran heritik dan kekafiran yang mengancam kedamaian dalam Gereja. Untuk itu, Theodoretus sangat menekankan pentingnya koalisi antara pemimpin Gereja dengan kaisar penganut ajaran iman ortodoks. Kerja sama itulah yang melahirkan damai baik dalam Gereja maupun Kekaisaran. Serangan terhadap kekafirkan, khususnya aliran heretik, dan penekanan peranan para rahib menjadi unsur dominan dalam Sejarah Gereja yang ditulis oleh Theodoretus. Untuk mencapai maksudnya, Thedoretus tak sungkan-sungkan memodifikasi alur sejarah.
DOSA ASAL MENURUT AGUSTINUS Situmorang, Sihol; Sihombing, Agustian Ganda
LOGOS Vol 17 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v17i1.1037

Abstract

Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna sekaligus sebagai pusat dan puncak segala ciptaan. Kepada manusia, yang diciptakan Allah menurut citra-Nya, Allah menganugerahkan rahmat khusus, yakni akal budi dan kehendak bebas. Namun, manusia salah menggunakan rahmat itu dan akhirnya jatuh ke dalam dosa. Keadaan ini dipahami sebagai dosa asal yang diwariskan kepada generasi manusia berikutnya. Esensi dan eksistensi dosa asal menjadi salah satu topik diskusi yang hangat di kalangan para teolog sejak permulaan kekristenan. Dalam tulisan ini diuraikan pemikiran seorang tokoh dan sekaligus teolog besar dalam Gerea, yakni Agustinus dari Hippo, seputar dosa asal. 
ANALISIS RETORIKA SEMITIK ALKITABIAH : Satu Upaya Hermeneutika Lintas Iman & Lintas Tekstual Solichin, Vitus Rubianto
LOGOS Vol 18 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v18i2.1314

Abstract

Hermeneutical awareness in the biblical study is very important to underline in order to have a solid formation amidst the various approaches and methodological choices. This paper intends to present a method of interpretation which tends to be open and dialogical, which can be developed for studying other classical religious texts, perhaps even philosophical texts. The Rhetorical Analysis founded at Gregorian University at Rome, Italy, as a new method to understanding the bible can apparently be offered as a model of a cross-cultural hermeneutic that is across disciplines, and even inter-faiths. This rhetorical analysis is called “biblical” because it focuses on the specific characteristics of the biblical literary tradition itself. Rooted in Semitic culture, this tradition exhibits a marked tendency towards symmetrical and parallel compositions. This rhetorical method is called “semitic” to distinguish it from the classical one, which was developed in the Greco-Roman culture and which is often considered the only rhetoric in the world. The study of the various forms of parallelism and other rules that characterize the composition of the Semitic style helps us to determine the structure of the text more precisely, and thus of course leads to a more adequate understanding of the message it contains.
TEOLOGI ABAD PERTENGAHAN : (Teologi Skolastik) Dasar, Karakter dan Titik Berangkat Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 13 No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i2.873

Abstract

Kekhasan teologi abad pertengahan terletak pada sisi intrinsik budaya asali yang menjadi landasan berteologi, yaitu budaya iman kristiani sendiri (respublica christiana). Inti teologi abad ini bersumber pada misterisitas Allah sendiri. Allah mewahyukan diri-Nya dalam Putera-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Maestro Utama dan Otoritas Tertinggi. Sabda-Nya diterima sebagai otoritas tertinggi dalam merumuskan iman Gereja. Misteri Allah yang mewahyukan diri ini didekati, dipelajari, diklasifikasi dan didalami  dalam terang iman dan kebenaran (ratio). Sisi internal yang memperlihatkan pembaharuan teologi abad ini ditemukan dalam konsep mengenai “teologi” itu sendiri, metode dan status epistemologinya. Teologi menjadi sebuah ilmu, namun bukan ilmu umum, melainkan ilmu dalam konsep teknis, yaitu cognito rei per causas (akal menjadi media untuk mencari sebab atau alasan). Sebagai sebuah ilmu yang otonom, “teologi tidak lagi menjadi perluasan sederhana dari karya eksegetis, melainkan karya yang sama sekali baru dan berbeda dari ilmu-ilmu yang lain sebab berakar pada misteri (hal-hal supranatural), obyek dari dunia iman (materinya) dan dipadukan dengan kriteria.
SEBUAH PEMAHAMAN TENTANG SPIRITUALITAS PENDUDUK ASLI BATAK TOBA DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Donobakti, Yohanes Anjar
LOGOS Vol 16 No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v16i2.1032

Abstract

Spirituality is the dynamic motion of total life driven by the Holy Spirit that flows from the depths of the heart of oneself, lead him/her to the true actions and bring to the meaning of  life. This definition emerged and formed from the experiences oneself in every moment of his/her lives. Spirituality is always associated with every aspect of life in which he/she lives and works, in situations of joy and sorrow, with what and whom he/she interacts and communicates. Came to realize that the reality of the experience of life and the struggle to form a person's quality of life and character make him/her having a deep spirituality. Life will be more meaningful when people are aware and recognize that every event and experience the life through the intervention of God in everything around. We can feel the power of God (the Divine) presents and works in every word and action, in every step of the way of our life. Touched, awared and moved by God, the writer realizes that there is a process and a dynamic relation between human reality and divine reality in an indigenious people spirituality. As we have to know that the indigenious people have a spirituality. They see spirituality as a way of life in which all people are free to be themselves and practice life according to their norms. Therefore, this article is a reflection and understanding of the writer about spirituality of indigenious people, especially Batak Toba tribe in North Sumatera.