cover
Contact Name
Widiyanto
Contact Email
widiefree@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muarif@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
ISSN : 25491539     EISSN : 25794256     DOI : -
The Journal of Nonformal Education and Community Empowerment is published twice a year in June and December. This journal is published by the Department of nonformal Education Faculty of Education Semarang State University since 2012, in 2017 changed with the new ISSN and in collaboration with the Association of Indonesian Non-Formal Education Academics. Disclose research results on non-formal education focus areas covering topics, (1) Community Based Education: literacy, equity, courses, training, life skills, community counseling, community empowerment, social work; (2) Family-Based Education: parenting, early childhood education, play group, homeschooling.
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
PROSES PENGASUHAN TAMAN PENITIPAN ANAK (STUDI PADA TAMAN PENITIPAN ANAK DEWARUCI KIDS KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK) Oktaviana, Mikyarul Elma; Utsman, Utsman
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman pendidikan dan pengalaman mengasuh, proses pengasuhan dan hasil pengasuhan di Taman Penitipan Anak Dewaruci Kids Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian 4 pengasuh dan 1 kepala sekolah. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan (1)  Pengalaman mengasuh dan pengalaman pendidikan pengasuh di TPA Dewaruci Kids tergolong cukup memadahi karena sudah mengikuti beberapa pelatihan dan seminar, untuk pengalaman pendidikan sudah memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh satuan PAUD yaitu lulusan minimal SMA sederajat, (2) Proses pengasuhan tergolong cukup memadahi karena mulai dari perencanaan hingga  pelaksanaan terkonsep dengan rapi sesuai dengan NSPK (norma, standar, prosedur, kriteria) penyelenggaraan Taman Penitipan Anak yang ditentukan oleh Dirjen PAUDNI, (3) Hasil pengasuhan tergolong memadahi karena tersedianya sarana prasarana, APE indoor maupun outdoor masih layak pakai, tempat tidur yang nyaman, memperhatikan kandungan makan, pemeriksaan cek kesehatan setiap bulannya, serta sarana pendukung lainnya seperti buku administrasi, rak buku, loker dan komputer yang memadahi.This study aims to describe the experience of education and parenting  experiences, the process of parenting and to describe the results of parenting in Dewarucu children’s day care kabupaten Demak. This research used the qualitative approach with descriptive methods, the techniques of data collection are done with the interview, observation, and documentation. The subject of the research are four caretakers and one headmaster. The validity of the data used is the triangulation of data sources. The technique of data analysis used is descriptive qualitative with the stage as follows: data collection, data reduction, with drawal and presentation conclusions. The resultconclusion of the study are (1) the experience of parenting and caregiver education  in TPA dewaruci is adequate enough because it already follows some trainings and seminars for educational experience already meets the minimum standards set by PAUD the minimum high school graduate on the same level, (2) the process of parenting is quite adequate as starting from the planning to the concept of implementation neatly with NSPK (norm, standards, procedures, criteria) the children's day care is determined by the Director-General of PAUDNI, (3) results of parenting is adequate because of the availability of infrastructure, the APE is still decent indoor and outdoor wear, comfortable beds, pay attention to the content of the meal, an examination of health checks every month, as well as other supporting facilities like administration books, bookshelves, liqueur and computers are adequate. 
PEMBINAAN PENGEMIS, GELANDANGAN, DAN ORANG TERLANTAR DIBALAI REHABILITASI SOSIAL“SAMEKTO KARTI” PEMALANG Putro, Rizky Dwitanto; Sutarto, Joko
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Pembinaan PGOT di Balai Rehabilitasi Sosial “Samekto Karti” Pemalang serta mengetahui faktor pendorong dan faktor penghambat berikut cara penanganannya. Penelitian dilakukan di Balai Rehabilitasi Sosial “Samekto Karti” Pemalang dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 5 orang penerima manfaat, 2 orang instruktur pembinaan sebagai informan utama, dan Kepala Balai sebagai informan pendukung. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan yaitu teknik triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya Pembinaan PGOT ada beberapa tahap yaitu: pendekatan awal; pengungkapan dan pemahaman masalah; perencanaan program pelayanan; pelaksanaan pelayanan; pasca pelayanan. Faktor penghambat yang paling mendasar adalah kurangnya sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang kurang memadai, sementara faktor pendukung yaitu adanya kerjasama lintas sektoral yang menunjang proses pembinaan.This study aims to determine PGOT Development Patterns in Social Rehabilitation Center "Samekto Karti" Pemalang and identify factors driving and inhibiting factors following way of handling. Research conducted at the Center for Social Rehabilitation "Samekto Karti" Pemalang with a qualitative approach. The subjects were five beneficiaries, 2 instructors coaching as key informants, and Head of the supporting informers. The method of collecting the data were interviews, observation and documentation. The validity of the data used is triangulation techniques and methods. Stages of data analysis techniques through data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that in general there PGOT Coaching several steps: an initial approach; disclosure and understanding of the problem; program planning services; implementation services; post service. The most fundamental obstacle is the lack of infrastructure and human resources are inadequate , while contributing factor is the presence of cross-sectoral cooperation to support the development process.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN HIDUP MELALUI KURSUS MENJAHIT DI LKP ELISA TEGAL Sucipto, Nindri Rakhmadani; Sutarto, Joko
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses pemberdayaan serta faktor pendukung dan penghambat proses pemberdayaan masyarakat miskin melalui kursus menjahit di Lembaga Kursus Dan Pelatihan (LKP) Elisa Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian 1 pengelola LKP, 2 instruktur dan 3 warga belajar. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teori. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan proses pemberdayaan meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Faktor pendukung yang meliputi keterlibatan nara sumber dengan mitra kerja, instruktur yang sangat berkompeten, motivasi warga belajar, materi yang disesuaikan dengan standar dunia usaha dan industri serta faktor penghambat meliputi waktu pembelajaran yang sangat terbatas, perbedaan tingkat pendidikan warga belajar, keterlambatan dana dan ruang belajar yang kurang memadai.This study aims to describe the process of empowerment as well as factors supporting and inhibiting the process of empowerment of the poor through a sewing course in the Course And Training Institute Elisa Tegal. This study used a qualitative approach with descriptive methods, techniques of data collection is done by means of interviews, observation and documentation. The subject of research are one agency managers, two instructors and three resident learn. The validity of the data used is triangulation of data sources. The technique of data analysis used is descriptive qualitative with the stage as follows: data collection, data reduction, presentation and conclusion. The resultconclusion of the study are the process of empowerment includes lesson planning, implementation and evaluation of learning. Supporting factors include resource engagement with partners, instructors were very competent, motivation of learners, material adapted to the standards of business and industry and inhibiting factors include learning a very limited time, differences in the level of education learners, delays in funding and inadequate classrooms.
PEMBELAJARAN KEJAR PAKET C YANG TERINTEGRASI LIFESKILL DI UPTD SKB UNGARAN Saputra, Wendy Ariyadi; Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Kejar Paket C yang terintegrasi lifeskill dan aspek-aspek yang menentukan keberhasilan pembelajaran serta hasil pembelajaran di UPTD SKB Ungaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian kepala UPTD SKB Ungaran, 1 pamong belajar, 1 instruktur dan 4 warga belajar. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teori. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan proses pembelajaran meliputi tujuan, persiapan, kegiatan, materi, media, metode dan evaluasi pembelajaran. Aspek-aspek yang menentukan keberhasilan pembelajaran meliputi hambatan pembelajaran, kualitas instruktur, motivasi warga belajar dan keadaan lingkungan pembelajaran. Dan hasil pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dari segi kognitif warga belajar mendapatkan berbagai pengetahuan dalam hal menjahit. Dari segi psikomotorik warga belajar mampu menguasai teknik-teknik menjahit dan mengoperasikan mesin jahit. Dari segi afektif  dapat menumbuhkan sikap kedisiplinan dalam bekerja bagi warga belajar.The results of this study aimed to describe the learning process integrated Packet C lifeskill and aspects that determine the success of teaching and learning outcomes in UPTD SKB Ungaran . This study used a qualitative approach with descriptive methods , techniques of data collection is done by means of interviews , observation and documentation . SKB UPTD head of research subjects Ungaran , 1 tutors , 1 instructor and 4 people learn . The validity of the data used is triangulation . Technical analysis of the data was descriptive qualitative phase of data collection , data reduction , presentation and conclusion . The results of this study concluded the learning process includes objectives , preparation , activities , materials , media , methods and evaluation of learning . Aspects that determine the success of learning includes learning barriers , quality instructors , motivated learners and learning environment state . And learning outcomes that include cognitive, affective and psychomotor . In terms of cognitive learning community get a variety of knowledge in terms of tailoring . In terms of psychomotor learning community is able to master the techniques of sewing and operate the sewing machine . Affective terms can foster self- discipline in work for the learners
PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA KI HADJAR DEWANTORO KOTA SELATAN GORONTALO Rahmat, Abdul
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan menyimak anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Ki Hadjar Dewantoro Kec. Kota Selatan Kota Gorontalo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis metode bercerita terhadap kemampuan menyimak anak. Metode yang digunakan pada penelitian ini  adalah metode eksperimen one group pretest- posttest design. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 36 orang. Uji normalitas dengan menggunakan Uji Lilliefors  dan diperoleh  nilai L0 < Ltabel yaitu pada pre test nilai L00,138 dan  post test nilai L00,096 sedangkan  untuk nilai Ltabel0,149 data hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk data pre test dan post test berdistribusi normal. Homogenitas varians uji barlett statistik chi kuadrat diperoleh 0,983 < 3,841 maka data tersebut homogen, pengujian ini bertujuan untuk menentukan teknik uji hipotesis yang akan digunakan  karena data homogen  uji hipotesis yang digunakan adalah statistik uji t. Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu thitung 5,68 dan ttabel 1,67. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan  yang signifikan dari kemampuan menyimak anak sebelum dan sesudah pemberian perlakuan atau metode bercerita. Dengan perbedaan tersebut, dapat disimpulkan adanya pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan menyimak anak.
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF UNTUK PROGRAM PENDAMPINGAN ANAK JALANAN Martharini, Tiara Rahmania; Rasyad, Ach.; Moedzakir, Djauzi
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia masih banyak anak jalanan yang telah mengikuti pendampingan, tetapi tetap kembali ke jalanan. Menurut Wahyuni (2009:174) “pendampingan anak jalanan akan memperoleh keberhasilan apabila mampu mengubah dan menyentuh mindset anak jalanan disamping mementingkan hal yang bersifat hard skill”. Sehingga konsekuensi pendampingan yang ideal harus memiliki konsep perubahan mindset atau pembelajaran transformatif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk buku panduan pembelajaran yang didalamnya memuat model solusi dan panduan pelaksanaan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran transformatif program pendampingan anak jalanan. Metode penelitian ini didesain sebagai penelitian pengembangan, melalui penelitian pendahuluan awal. Validasi produk berdasarkan ahli bidang pendidikan luar sekolah, ahli media pembelajaran, dan pengguna lapangan. Hasil pengembangan produk adalah sebuah buku panduan yang didalamnya memuat model dan panduan pelaksanaan pembelajaran. Pada bab 1, 2, dan 3 berisi model pembelajaran berdasarkan permasalahan yang dianalisis. Pada bab 4 berisi langkah-langkah yang bisa dilaksanakan langsung di lapangan. Analisis terhadap hasil penilaian ahli bidang PLS dan ahli media pembelajaran mengkualifikasikan bahwa buku panduan cukup valid. Tanggapan dari 10 pengguna terbatas dan 20 pengguna luas menyatakan bahwa buku panduan ini memiliki intrepretasi layak digunakan. Penelitian pengembangan ini sementara hanya sampai pada tahap pengujian kelayakan, sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian efektivitas produk.
STRATEGI PEMBELAJARAN YANG DAPAT MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DI KOMUNITAS BELAJAR QARYAH THAYYIBAH Auliya, Falakhul; Suminar, Tri
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan pembelajaran bahwa banyaknya warga belajar yang tidak dapat mengembangkan potensinya sesuai kebutuhan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik kemandirian belajar yang dikembangkan pada warga belajar di Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) dan mendeskripsikan strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan kemandirian belajar warga belajar di KBQT.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari warga belajar dan pendamping. Informan pendukung pada penelitian ini yaitu pengelola. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data menggunakan model interaktif Miles-Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga belajar di KBQT memiliki karakteristik kemandirian belajar yaitu tidak tergantung kepada orang lain, menetapkan tujuan belajar, mendiagnosis kebutuhan belajar, memiliki rasa percaya diri dan tanggung jawab serta melakukan evaluasi diri. KBQT menerapkan strategi discovery learningdan strategi belajar mandiri yang dapat mengembangkan kemandirian belajar warga belajar. 
MODEL SOLUSI DAN PANDUAN PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF UNTUK PROGRAM PARENTING EDUCATION Fitriakristiani, Rona; Effendy, Muhadjir; Faisal, Sanapiah
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku panduan yang didalamnya memuat model pembelajaran transformatif untuk mengatasi permasalahan yang muncul pada program parenting education. Dimana program parenting education merupakan sebuah pendidikan dari lembaga PAUD yang diperuntukan kepada orang tua peserta didik, namun persoalan besar yang sedang dihadapi saat ini adalah banyaknya orang tua yang kurang berpartisipasi dalam kegiatan parenting education, mereka memiliki mindset yang salah terhadap program parenting education. Metode penelitian ini didesain sebagai penelitian pengembangan, melalui penelitian pendahuluan awal dengan tahap penelitian (1) Penelitian Pendahuluan; (2) Perencanaan dan Pengembangan Produk; (3) validasi ahli dan revisi; (4) uji validasi pengguna dan revisi; (5) Pelaporan.  Hasil pengembangan produk adalah sebuah buku panduan yang didalamnya memuat model dan panduan pelaksanaan pembelajaran. Subyek uji lapangan secara terbatas adalah Pendidik dan Pengelola di Gugus PAUD II Kecamatan Lowokwaru sedangkan subyek uji lapangan luas adalah Pendidik dan Pengelola di Gugus PAUD VI Klojen. Validasi dilakukan untuk melihat tingkat validitas produk. Validasi dilakukan sekali oleh ahli bidang PLS dan ahli model pembelajaran, dan uji lapangan berupa validasi pengguna untuk memberikan penilaian terhadap buku panduan pembelajaran transformatif . Tanggapan dari pengguna terbatas dan luas menyatakan bahwa buku panduan ini memiliki intrepretasi layak digunakan.This research aims to produce guidebooks which contain the transformative learning model to overcome the problems that appear on the program parenting education. Where parenting education was an education from an institution of early childhood education to devoted parents of children, but the big issues today is the parents less participate in the parenting education activities, they have the wrong mindset about parenting education. The research method was designed as a research development, beginning with the preliminary research through the research phase (1) Preliminary studies; (2) Planning and product development; (3) Expert validation and revision; (4) The user validation testing and revision; (5) Reporting. The results of product development is a guidebook which contains models and guide the implementation of instruction. The subject of limited field test was the educator and organizer in the cluster II of Lowokwaru while widely field test subjects are educators and organizer in the cluster VI of Klojen. Validations is done to see the level of the validity of the product. The validation is done by PLS and learning model expert, and field test in the form of user validation to provide assessment of transformative learning guidebook. Feedback from users is limited and widely stated that this Handbook has many decent used. 
PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN SOSIAL YANG ADAPTIF DALAM PEMBINAAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA DI BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KOTA KEDIRI Nindiya, Devi Candra
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Remaja sering menjadi sorotan dalam beberapa kajian kesehatan reproduksi. Hal tersebut terkait dengan kelompok usia remaja adalah kelompok usia yang paling rentan terinfeksi HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya. Remaja seringkali kekurangan informasi dasar mengenai kesehatan reproduksi, keterampilan menegosiasikan hubungan seksual, dan akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi yang terjangkau serta terjamin kerahasiaannya. Bimbingan sosial masyarakat merupakan suatu proses dimana suatu masyarakat berusaha untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan atau tujuan-tujuannya mengatur (atau menyusun) kebutuhan-kebutuhan ini, mengembangkan kepercayaan dan hasrat untuk menggarap kebutuhan-kebutuhan dan tujuan-tujuan ini, menemukan sumber-sumber (dari dalam dan atau dari luar masyarakat) untuk menggarap kebutuhan-kebutuhan dan tujuan-tujuan ini, mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan hal-hal ini, dan dalam pelaksanaan keseluruhannya ini memperluas dan mengembangkan sikap-sikap dan praktek-praktek kooperatif dan kolaboratif di dalam  masyarakat (Murray dalam Sutarso, 2005:173). Bimbingan sosial masyarakat seperti telah didefinisikan di atas merupakan salah satu dari proses dasar pekerjaan sosial, digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan dasar yang sama, dan menggunakan banyak metode-metode yang bersamaan seperti yang terdapat pada proses bimbingan sosial perseorangan dan bimbingan sosial kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Kediri. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan sosial kesehatan reproduksi remaja di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Kediri dilakukan melalui program sosialisasi. Namun dalam sosialisasi ini, masih terkendala waktu sehingga berjalan kurang maksimal. Dengan kendala ini, maka peneliti merekomendasikan untuk mengembangkan model bimbingan sosial yang adaptif yaitu bimbingan sosial model konseling dan terapi keluarga dalam pembinaan kesehatan reproduksi bagi remaja   ABSTRACT The teenagers often highlighted in several studies reproductive health. It is associatedwith this age group is the age group most vulnerable to HIV / AIDS and Sexually Transmitted Diseases (STDs) other. Teens often lack basic information on reproductive health, skills to negotiate sexual relations, and access to reproductive health services are accessible and confidentially. Social guidance to the public is a process by which a society seeks to determine the needs or objectives set (or make up) these needs, developing trust and a desire to work on the needs and goals, find sources (from within or from outside the community) to work on the needs and goals of these, take the necessary action with regard to these things, and in the implementation of the whole is to expand and develop the attitudes and practices of cooperative and collaborative in society (Murray in Sutarso, 2005: 173). Social guidance as defined above is one of the fundamental processes of social work, is used to achieve the same basic goal, and use a lot of the same methods as those in the process of individual social guidance and social assistance group. This study used a qualitative approach with descriptive methods. The location of this research carried out at the Agency for Women's Empowerment and Family Planning Kediri. Data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation, and field notes. The results showed that the implementation of social guidance adolescent reproductive health at the Agency for Women's Empowerment and Family Planning Kediri done through outreach programs. But in this socialization, still constrained time so it runs less than the maximum. With this constraint, the researchers recommend to develop a model of social adaptive guidance is guidance counseling and social model of family therapy in the development of reproductive health for adolescents.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMUDA PRODUKTIF DI PONDOK PESANTREN IHYAHUL KHOER Hidayat, Dayat
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis proses, hasil dan dampak pelatihan kewirausahaan untuk pemberdayaan kelompok pemuda produktif di pondok pesantren Ihyahul Khoer desa Cintalanggeng Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan menggunakan kualitatif metode studi kasus untuk mendeskripsikan secara detail, analisis tema atau pokok bahasan, dan interpretasi tentang pelatihan kewirausahaan untuk pemberdayaan kelompok pemuda produktif di pondok pesantren Ihyahul Khoer. Subyek penelitian ditentukan satu orang pengurus pondok pesantren dan tiga orang santri. Teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Tahapan penelitian melalui (a) orientasi, (b) eksplorasi, dan (3) tahap member check. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif melalui langkah-langkah (a) koleksi data (data collection), (b) reduksi data (data reductionaI), (c) penyajian data (data display) dan (d) penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion/ verifying). Pelaksanaan pelatihan kewirausahaan budi daya ikan merupakan proses transformasi pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang cara pembenihan, pendederan, pembesaran, penampungan, dan pemasaran ikan hasil budi daya. Pelatihan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, metode berkelompok dan teknik ceramah, tanya jawab, demontrasi, penugasan (drill), kerja kelompok, dan praktek lapangan. Hasil pelatihan kewirausahaan budi daya ikan yang telah diperoleh para santri berdasarkan ranah kognitif, afektif, dan keterampilan budi daya ikan. Para santri setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan budi daya ikan, memperoleh peningkatan pendapatan. Dampak pelatihan memberikan bekal bagi para santri tentang aspek managerial skill, production technical skill, dan personality develovmental skill. Intinya adalah menanamkan sikap dan semangat mandiri serta kemampuan kerjasama dan tertanamnya paradigma kewirausahaan bagi para santri.    

Page 8 of 36 | Total Record : 358


Filter by Year

2012 2021