cover
Contact Name
Andri Permana Wicaksono
Contact Email
jurkes@polije.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurkes@polije.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 25795783     EISSN : 23545852     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan merupakan media interdisipliner sebagai media komunikasi penyebarluasan informasi hasil penelitian dan ulasan di bidang kesehatan. Ruang lingkupnya meliputi bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Manajemen Pelayanan Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
Sistem Pakar Diagnosis Typoid Fever dan Dengue Fever Berbasis Web Andri Permana Wicaksono; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 3 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v7i3.126

Abstract

Negara Indonesia salah satu negara tropis. Curah hujan yang tinggi dengan kepadatan penduduk di wilayah Indonesia menghasilkan berbagai banyak penyakit. Salah satu penyakit yang sering muncul adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi dan parasit tropis. Penyakit yang tergolong dengan infeksi dan parasit yang sering di negara Indonesia yaitu Thypoid fever dan Dengue fever. Sistem pakar adalah inovasi terbaru dalam mendeteksi kondisi awal. Sistem pakar dapat diimplementasikan di sektor kesehatan, salah satunya adalah sistem diagnosis ahli yang berguna untuk mendiagnosis penyakit dengan gejala demam pada manusia dengan melihat karakteristik dan gejala yang dialami pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis demam tifoid dan Dengue Fever yang disebabkan oleh gejala demam pada pasien. Metode penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan dengan menggunakan metode sanders yang meliputi definisi masalah, analisis sistem, perancangan sistem, dan implementasi sistem. Hasil penelitian ini, menggunakan metode dempster shafer untuk menentukan penilaian terhadapat penyakit Typoid fever dan dengue Fever sehingga dari hasil tersebut mendapatkan nilai kekauratan dengan persentase penyakit typoid fever mencapai 93%  dan dengue fever mencapai 94% dapat digunakan sebagai referensi untuk keakuratan diagnosis untuk mencegah penyakit Typoid Fever dan Dengue Fever.
Tinjauan Penyebab Penolakan Klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Kasus Bronchopneumonia Pediatri Faik Agiwahyuanto; Lucas Anggoro Setiawan; Via Ayusasmita
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i1.134

Abstract

Kasus bronkopneumonia di Kota Semarang masih berada dalam peringkat 10 penyakit paling umum (2015 = 53,31%, 2016 = 54,3% dan 2017 = 50,5%) dan ini merupakan masalah kesehatan utama bagi anak-anak di negara berkembang. Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di bawah 5 tahun (balita). 9,63% kasus dengan diagnosis utama bronkopneumonia di Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto ditolak oleh BPJS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan penolakan pengajuan klaim untuk kasus-kasus dengan diagnosis utama bronkopneumonia di rumah sakit dalam pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi. Analisis data menggunakan teknik univariat atau persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan diagnosis utama bukan bronkopneumonia di Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang adalah 36 kasus (9,63%). Ini karena diagnosis dokter adalah bronkopneumonia tetapi diagnosis tidak mengikuti pedoman manual verifikasi INA-CBGs dan hasil rontgen tidak menunjukkan diagnosis bronkopneumonia. Penolakan terhadap diagnosis utama harus segera diatasi untuk mencegah upcoding. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain sosialisasi diagnosis oleh petugas koding dan pembuatan Clinical Pathway untuk kasus bronkopneumonia yang sesuai dengan kriteria BPJS sehingga hasil klaim rumah sakit dapat berkelanjutan.
Kebiasaan Merokok Menurunkan Nafsu Makan Buruh Batako Nila Alfi Huriyati; Dahlia Indah Amareta
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i1.64

Abstract

Kebiasaan merokok menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Hasil survei Riskesdas pada tahun 2018, prevalensi perokok di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selain itu, beredar anggapan dikalangan para pekerja berat khususnya pekerja buruh batako di Desa Wringinputih tentang merokok dapat memberikan energi meskipun tanpa makan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan frekuensi makan dan tingkat konsumsi energi pada buruh batako. Penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Wringinputih Kecamatan Muncar. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 42 orang. Peenelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana (Simple Random Sampling) menggunakan teknik undian (lottery technique). Data Kebiasaan merokok dan frekuensi makan diperoleh menggunakan kuesioner, sedangkan data tingkat konsumsi energi diperoleh dari wawancara Recall 24 jam yang kemudia dibandingkan dengan AKG. Analisis data yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil analisis menujukkan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan frekuensi makan dan tingkat konsumsi energi pada buruh batako (p-value=0,028 dan p-value= 0,001). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan frekuensi makan dan tingkat konsumsi energi. 
Kajian Pembuatan Snack BarTepung Gembili (Dioscorea Esculenta) Dan Tepung Kedelai (Glycine Max) Sebagai Makanan SelinganTinggi Serat Winda Cahyani; Nita Maria Rosiana
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i1.98

Abstract

Perubahan pola konsumsi di Indonesia menyebabkan berkurangnya konsumsi sayur dan buah hampir diseluruh indonesia. Keadaan tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan pola penyakit penyebab mortalitas dan morbiditas di kalangan masyarakat, ditandai dengan perubahan penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif dan metabolik. Asupan serat dapat diberikan dalam bentuk makanan selingan berupa Snack bar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan gizi terutama serat pada snack bar tepung gembili dan tepung kedelai sebagai selingan tinggi serat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor yaitu persentase tepung snack bar tepung gembili dan tepung kedelai. Analisis yang dilakukan pada produk snack bar yaitu analisis kadar serat dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan serat pada snack bar menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan yang nyata pada setiap perlakuan dan berpengaruh terhadap uji organoleptik mutu hedonik warna dan aroma. Namun, tidak berpengaruh terhadap uji organoleptik hedonik. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah perlakuan A1 (90% tepung gembili + 10% tepung kedelai). Satu takaran saji snack bar sebanyak 2 batang (24 gram) dengan kandungan energi 113,28 kkal, lemak 4,57 gram, protein 5,06 gram, karbohidrat 12,94 gram dan serat pangan 3,01 gram. kontribusi energi 5,26%, lemak total 7,6%, protein 8,87%, karbohidrat total 4% dan serat pangan 10,03%.
Perbedaan Forced Vital Capacity (FVC) pada Wanita Menopause dan Wanita Usia Subur Pekerja Pabrik Tembakau Ayu Munawaroh Aziz; Ida Srisurani W. A.; Madha Qoyyulledy Tursina
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i1.145

Abstract

Pekerja pabrik tembakau dikelilingi oleh berbagai bahaya kesehatan kerja. Debu tembakau yang terhirup terus menerus menyebabkan akumulasi di saluran pernapasan yang menyebabkan peradangan dan menghasilkan jaringan fibrotik yang dapat mengurangi ekspansi paru-paru (restriction). Forced Vital Capacity (FVC) dalam hasil spirometri digunakan sebagai parameter untuk pola gangguan restriksi paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan FVC pada wanita menopause dan wanita pekerja pabrik tembakau usia subur. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah pekerja wanita menopause dan wanita usia subur yang bekerja di produksi pabrik tembakau. Pengumpulan data dilakukan wawancara dengan kuesioner, dan data FVC diperoleh dari hasil pemeriksaan spirometri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik cross-sectional dan Unpaired T-test. Pengumpulan data tentang karakteristik individu dilakukan dengan kuesioner, sedangkan data FVC diperoleh dari spirometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja pabrik tembakau perempuan mengalami penurunan nilai FVC dalam bentuk pembatasan paru-paru dan ada perbedaan nilai FVC yang signifikan antara wanita menopause dan wanita usia subur pada pekerja pabrik tembakau.
Formulasi Biskuit Buah Naga dan Daun Kelor untuk Mencegah Anemia Efri Tri Ardianto; Yani Subaktilah; Alinea Dwi Elisanti
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i1.124

Abstract

Angka kejadian anemia pada remaja putri pada tahun 2018 mencapai angka yang sangat fantastis yaitu 48,9%. Tingginya prevalensi anemia adalah karena kehilangan darah kronis, asupan zat besi yang tidak memadai, penyerapan yang tidak memadai, ataupun peningkatan kebutuhan zat besi. Dampak anemia dapat menyebabkan penurunan pada daya tahan tubuh, aktivitas, produktivitas, prestasi belajar, kebugaran dan tidak mencapai tinggi badan yang optimal. Suplementasi tablet tambahan darah (TTD) yang mengandung 60 mg zat besi dan 400 ug asam folat merupakan program yang kurang efektif, TTD tidak dikonsumsi karena rasanya tidak enak dan bau amis. Inovasi yang dapat dilakukan untuk memberikan pengganti produk suplementasi TTD adalah formula biskuit besi tinggi berbasis buah dan sayuran. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat formula biskuit menggunakan bahan nabati yaitu buah naga dan daun kelor. Metode yang digunakan adalah action research dengan pendekatan deskriptif. Pembuatan formula biskuit buah naga dan daun kelor pada penelitian ini adalah bubur buah naga 10% dan tepung daun kelor 2.5%, 5%, 7.5% dengan komposisi tambahan tepung terigu, tepung daun kelor, bubur buah naga, gula halus, margarin, tepung maizena, susu bubuk, baking powder garam, kuning telur dan air. Pengeringan menggunakan oven dengan suhu 18 °C selama 20 menit. Penelitian ini masih harus dilakukan pada tahapan selanjutnya yaitu uji organoleptik, uji mutu, uji proksimat, uji daya simpan dan uji SSA (Spektrofotometri Serapan Atom).
Audit Pelaksanaan Program Imunisasi BCG di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2019 (Studi pada Puskesmas Rowosari dan Puskesmas Tlogosari Kulon) Arif Setyawan; M. Sakundarno Adi M; Bagoes Widijanarko
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i1.138

Abstract

Proporsi kasus TB anak di antara kasus baru Tuberkulosis Paru yang tercatat di Jawa Tengah tahun 2017 sebesar 9,80%, hal ini mengalami kenaikan jika dibandingkan proporsi TB anak tahun 2016 yaitu 6,47% angka tersebut masih berada di atas target dari Kementrian Kesehatan yang hanya menetapkan 12%. Puskesmas Tlogosari Kulon menjadi Puskesmas dengan cakupan imunisasi BCG terendah se-Kota Semarang pada tahun 2017 yaitu hanya mencapai 43% dan 89,6% pada tahun 2018 dan Puskesmas Rowosari merupakan Puskesmas dengan capaian tertinggi pada tahun 2017 yaitu 163% dan 111% pada tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan audit pelaksanaan program imunisasi BCG di Puskesmas Rowosari dan Puskesmas Tlogosari Kulon tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif terdiri dari delapan orang. Analisis data menggunakan Content Analysis. Hasil penelitian didapat bahwa sumber daya manusia penanggungjawab pelaksana imunisasi BCG (Man) di Puskesmas Tlogosari Kulon mengalami kekurangan tenaga kesehatan dan double job, anggaran pelaksana imunisasi BCG (Money) kedua puskesmas sama-sama bersumber dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, standarisasi pelaksana imunisasi BCG (Methods) terkait buku pedoman pelaksanaan imunisasi BCG pada kedua puskesmas sudah tersedia akan tetapi pelaksanaan SOP masih belum terlaksana dengan baik, kualitas vaksin BCG (Materials) kedua puskesmas masih belum menggunakan thermometer digital untuk mengukur suhu vaksin serta ketersediaan vaksin di kedua puskesmas tersebut sudah cukup baik melalui aplikasi Si Manis (Sistem Informasi Instalasi Farmasi), dan peralatan imunisasi BCG (Machines) kedua puskesmas sudah disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang walaupun di Puskesmas Tlogosari Kulon pernah mengalami kekurangan alat suntik yang tidak sesuai dengan jumlah bayi yang diimunisasi.
Analisis Waste dengan Model Lean Hospital pada Pelayanan Poli Rawat Jalan Selly Apriani Lestari; Chriswardani Suryawati; J Sugiarto
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i1.133

Abstract

Salah satu indeks terpenting dari kualitas pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah waktu tunggu pelayanan. Manajemen lean adalah metode yang dapat meningkatkan proses pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat mempersingkat waktu tunggu. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi waste yang terjadi dalam pelayanan rawat jalan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung, in-depth interview, dan Focus Group DIscussion. Penelitian menunjukkan bahwa total rata-rata waktu tunggu untuk pasien rawat jalan di klinik penyakit dalam adalah 199 menit untuk pasien umum dan 408,4 menit untuk pasien JKN. Aktivitas terpanjang dalam rawat jalan adalah menunggu di loket pendaftaran dengan nilai rata-rata 27,5 menit untuk pasien umum dan 147,2 menit untuk pasien JKN.  Kedua menunggu aktivitas dokter dengan nilai rata-rata 83,3 menit untuk pasien umum dan 132,6 menit untuk pasien JKN dan yang ketiga menunggu obat di apotek 41,7 menit untuk pasien umum dan 72,9 menit untuk pasien JKN. Waste yang ditemukan saat penelitian yaitu defect, overproduction, transportation, waiting, inventory, motion, overprocessing, and non-utilized talent. Penelitian ini membuktikan penerapan prinsip, alat, dan metode lean dapat mengidentifikasi dan mengeliminasi waste di pelayanan rawat jalan, sehingga menurunkan waktu tunggu dan meningkatkan kualitas pelayanan
Perancangan Sistem Informasi Medical Check Up Guna Mempercepat Pelayanan MCU di RSUD Brebes Indra Gunawan; Farid Agushybana; Martha Irene Kartasurya
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i1.140

Abstract

Rumah Sakit Brebes belum menggunakan sistem informasi dalam layanan pemeriksaan medis sementara itu hanya digunakan di bagian pendaftaran. Selain itu, hasil pemeriksaan medis masih diproses secara manual, sehingga dapat diselesaikan dalam waktu 3 hari hingga 1 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi pemeriksaan medis untuk mempercepat layanan pemeriksaan medis di Rumah Sakit Brebes. Penelitian ini adalah penelitian tindakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Ini membantu untuk melanjutkan analisis masalah dan kebutuhan pengguna. Desain sistem informasi diselesaikan dengan metode air terjun melalui 4 langkah, seperti analisis dan definisi kebutuhan, desain sistem, implementasi dan pengujian unit, serta integrasi dan pengujian sistem. Pengujian sistem menggunakan pengujian Black Box. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam penelitian ini adalah versi php yang>> = 5.6 dan kerangka depan Codeigniter. Sementara, antarmuka menggunakan HTML, CSS dengan Framework Bootstrap, Javascript dengan database MySQL. Penelitian ini melibatkan 20 orang yang mengelola sistem informasi pemeriksaan medis di Rumah Sakit Brebes. Hasilnya dijelaskan dalam bentuk sistem informasi pemeriksaan medis, yang mengintegrasikan proses dan hasil pemeriksaan medis, serta laporan pemeriksaan medis keseluruhan pasien. Kualitas informasi tentang pengembangan sistem meningkat dalam semua aspek, yaitu ketersediaan, kenyamanan, kesesuaian, kelengkapan dan ketepatan waktu, dengan skor rata-rata tertimbang sebelum pengembangan 1,91 dan setelah pengembangan 3,16, sehingga terjadi peningkatan 1,25. Pengujian Black Box di entri akhir dan administrasi bagian pemeriksaan kesehatan menunjukkan tindakan pengguna dan respons sistem dilakukan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pengguna sistem. Sistem informasi pemeriksaan medis ini dapat mempercepat layanan pemeriksaan medis. Disarankan bahwa Rumah Sakit Brebes harus menerapkan sistem informasi pemeriksaan medis untuk layanan pemeriksaan medis.
Pengembangan Media Booklet dalam Membantu Pengaturan Diet Penderita DM Tipe 2 Vadira Rahma Sari; Agustina Endah Werdiharini
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i2.99

Abstract

Setting a diet for people with Diabetes Mellitus is an important element in the management of diabetes. The success level of dietary arrangement depends on the behavior of patients in following the recommended dietary rules. These rules include the food count, type of food and schedule of meals. Knowledge is the main thing that must be possessed in implementing dietary arrangement. Providing information that is usually done is through counseling. Supporting media can also be provided as a support to increase knowledge and make it easier for patients to do a diet. Booklet can be an alternative. The purpose of this study was to determine the properness of booklet based on the assessment of material expert and media expert. This research is research and development or R & D (Research and Development) using the ADDIE model which consists of five steps, namely analyze, design, development, implementation and evaluation. In this R & D the researcher developed a health education media in the form of booklet. Furthermore, the booklet was tested by material expert and media expert. The effectiveness of booklet will be tested by giving pretest and posttest and product assessment questionnaire on 10 people with type 2 Diabetes Mellitus. The conclusion of this study is that booklet are made suitable to help diet arrangement for people with type 2 Diabetes Mellitus and the level of knowledge of type 2 Diabetes Mellitus patients increases after giving pretest and posttest.

Page 7 of 19 | Total Record : 183