cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Analisis Penilaian Stabilitas Timbunan dan Perkuatan Tanah pada Open Dumping TPA Ngipik Gresik Ria Asih Aryani Sumitro; Trihanyndio Rendy S; Aqil Rausanfikr M
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.2025

Abstract

Abstrak — Aspek tinjauan dalam penilaian stabilitas TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Ngipik adalah analisa kondisi stabilitas timbunan sampah eksisting, analisa stabilitas timbunan sampah dengan tinggi maksimum (tanpa perkuatan) yang akan terjadi pada area baru TPA dan analisa alternatif perkuatannya. Adapun alternatif perkuatannya adalah pemasangan minipile, geotextile, dan stone column terhadap tinggi timbunan sampah 30 m dengan merujuk peraturan SNI 8460:2017. Area eksisting TPA Ngipik pada tahun 2020 mendapati kelebihan volume daya tampung dengan tinggi timbunan eksisting 14,11 m dan nilai faktor keamanan 1,230. Pada area baru TPA Ngipik tinggi kritis timbunan maksimum yang dapat dicapai adalah 9,22 m dengan nilai pemampatan akibat timbunan bertahap selama 128 minggu sebesar 2,254 m. Dalam hasil analisis didapatkan perkuatan tanah terhadap tinggi timbunan sampah 30 m dapat menggunakan minipile menggunakan minipile 74 buah dengan jarak 0,303 m, atau  geotextile 24 lapis dengan total Panjang 595,92 m/m’, atau stone column diameter 0,8 m dengan jarak 1,71.Kata Kunci : Geotextile, Minipile, Open Dumping, Stone Column, TPA Ngipik.Abstrak — Performed stability assessments of TPA (End Disposal Area) Ngipik in this study are the existing landfill, the maximum landfill height (without reinforcement) at new area and the reinforcement alternatives. The alternatives are installation of minipile, geotextile and stone column with 30 m of landfill height in accordance with Indonesian National Code (SNI 8460:2017). The result of this research is that the existing area of TPA Ngipik in 2020 suffers from excessive height as much as 14.1 m and the safety factor is 1.230. In the new area of TPA Ngipik, the maximum landfill height (without reinforcement) is 9.2 m with the total settlement due to landfill stages is 2.25 m (in 128 weeks). Reinforcement alternatives are using 74 Minipiles with spacing 0.3 m, or using geotextile in 24 layers with a total length of 596 m/m', or using stone column with diameter of 0.8 m and spacing 1.7 m.Kata Kunci : Geotextile, Minipile,  Open Dumping,  Stone Column,  TPA Ngipik.
Evaluasi Karakteristik Campuran AC-BC menggunakan Abu Cangkang Kemiri sebagai Bahan Substiusi Filler terhadap Parameter Marshall Kusmira Agustian; Roni Agusmaniza; Syaifuddin Syaifuddin
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i2.2355

Abstract

The quality of the asphalt mixture was influenced by using the type and arrangement of aggregate, asphalt and, filler. Filler Stone ash, fly ash is commonly used in asphalt mixtures. However, these fillers are hard to find and not cheap. Candlenut shell ash (CSA) is expected to be an alternative. This research was conduct to evaluate the effect of using CSA as filler substitution on Marshall characteristics of the AC-BC mixture. The research method begins with making test samples with variations in asphalt percentage to obtain optimum asphalt content for each percentage of CSA substitution to the weight of filler in the mixture, which is 0%, 10%, and 20%. Research results show that the highest stability value is obtained when using 20% CSA, which is 2,373.06 kg. The increase of the percentage of CSA in the asphalt mixture causes the VIM and flow values to decrease, while the VFA and MQ increase. density and VMA values did not change significantly. The highest durability value was obtained at 20% CSA, which was 101.8%.
PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT JALUR TRANSPORTASI DI KELURAHAN PONDOK CINA Monicha Sari Putri Utami; Dyah Nurwidyaningrum
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i1.2152

Abstract

Kelurahan Pondok Cina berdekatan dengan jalur transportasi sehingga suara mesin kendaraan, klakson, serta gesekan roda kendaraan dapat menimbulkan suara bising yang mengganggu. Berdasarkan hasil observasi awal, kebisingan yang terjadi mengganggu warga sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kebisingan jalur transportasi yaitu jalan Margonda Raya dan jalur kereta api pada kawasan pemukiman di lokasi yang ditinjau yang berada di Kelurahan Pondok Cina. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode survei. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan PerMenKes nomor 718 tahun 1987 dan KepMenLH nomor 48 tahun 1996. Sedangkan alat penelitiannya menggunakan SLM, tripod, dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar wilayah yang ditinjau terdampak kebisingan melebihi nilai baku mutu kebisingan, yaitu tergolong pada zona hijau dengan range 55,1 – 60 dBA dan zona kuning dengan range 60,1 – 65 dBA. Hasil kuesioner menunjukkan 53% responden merasa sangat bising, 41% responden sering mengalami gangguan susah tidur, dan 68% responden menginginkan pindah tempat tinggal ke lokasi yang lebih tenang.Kelurahan Pondok Cina berdekatan dengan jalur transportasi sehingga suara mesin kendaraan, klakson, serta gesekan roda kendaraan dapat menimbulkan suara bising yang mengganggu. Berdasarkan hasil observasi awal, kebisingan yang terjadi mengganggu warga sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kebisingan jalur transportasi yaitu jalan Margonda Raya dan jalur kereta api pada kawasan pemukiman di lokasi yang ditinjau yang berada di Kelurahan Pondok Cina. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode survei. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan PerMenKes nomor 718 tahun 1987 dan KepMenLH nomor 48 tahun 1996. Sedangkan alat penelitiannya menggunakan SLM, tripod, dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar wilayah yang ditinjau terdampak kebisingan melebihi nilai baku mutu kebisingan, yaitu tergolong pada zona hijau dengan range 55,1 – 60 dBA dan zona kuning dengan range 60,1 – 65 dBA. Hasil kuesioner menunjukkan 53% responden merasa sangat bising, 41% responden sering mengalami gangguan susah tidur, dan 68% responden menginginkan pindah tempat tinggal ke lokasi yang lebih tenang.
Evaluasi Sisa Umur Dan Struktur Tangki Penimbun Berdasarkan Data Percepatan Tanah Pada Daerah Rawan Gempa Fajar Syuhada
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.1929

Abstract

Dalam studi kasus ini membahas mengenai tangki penimbun yang digunakan untuk menampung fluida. Seiring dengan berjalannya waktu, tangki penimbun mengalami penurunan daya tahan sehingga perlu dilakukan perawatan untuk kelayakannya. Peninjauan dilakukan berdasarkan ketebalan aktual inspeksi (tahun 2017) dari pelat dinding dan roof (atap) yang kemudian dibandingkan dengan ketebalan inspeksi periode sebelumnya (tahun 2006). Dari peninjauan tersebut didapatkan laju korosi beserta sisa umur operasinya.Dari hasil perhitungan, didapatkan bahwa ketebalan aktual dari keempat pelat dinding dan roof memiliki nilai diatas ketebalan minimum yang dipersyaratkan, sehingga masih layak untuk dioperasikan dengan sisa umur ≥ 19 tahun untuk semua shell dan roof dengan umur tertinggi pada shell #4 yaitu 185 tahun dan terendah pada shell#1 yaitu 19 tahun. Kemudian berdasarkan analisis respon strukturnya, tangki penimbun masih memiliki nilai tegangan yang lebih rendah dari tegangan yang diijinkan, baik pada lokasi aktual yaitu Kabupaten Siak serta lokasi uji yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Analisis Tingkat dan Faktor Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Struktur Atas di Proyek X Gita Ambarwati Wijaya; I Ketut Sucita; Jonathan Saputra
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i2.2336

Abstract

Produktivitas pada bidang konstruksi adalah suatu hal fundamental yang mempengaruhi kinerja pekerja di industri konstruksi. Tingkat produktivitas berpengaruh tinggi terhadap jam kerja dan mampu menekan biaya produksi, terutama biaya tenaga kerja agar menjadi minimum. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui waktu penyelesaian pekerjaan struktur atas oleh tenaga kerja, mendapatkan nilai produktivitas yang dimiliki tenaga kerja, dan menganalisis faktor dominan dari unsur produktivitas yang mempengaruhi tenaga kerja. Penelitian menggunakan observasi lapangan dan kuesioner yang melibatkan 30 responden dalam pengumpulan data. Pengolahan analisis dilakukan dengan perhitungan LUR dan uji ANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu penyelesaian yang dibutuhkan pekerja pada pekerjaan struktur atas lantai 13 tower A3 di proyek X adalah 13 hari. Tingkat produktivitas tenaga kerja memiliki nilai rata-rata LUR sebesar 86,63%. Nilai produktivitas yang berada di atas 50% menunjukkan bahwa produktivitas ada di tingkat memuaskan. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan uji ANOVA, lingkungan pekerjaan adalah faktor dominan yang mempengaruhi tenaga kerja.
Analisa Gaya Geser Dasar dan Gaya Dalam Pada Kolom tehadap Penambahan Dinding Geser Yayan Adi Saputro
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.1895

Abstract

A flat plate is a two-way plate system with the plate load to be transferred directly to the column without having to pass through the beam structure. One of the advantages and strengths of this structure is that it can shorten or enhance the building. However, there are also some shortcomings in the use of flat plate structures, which are prone to lateral forces, mainly due to earthquake loads, because there is no beam structure causing the column and plate junction is not too strong, so that the structure is flexible and can cause danger of sliding the foundation. An alternative appeared to increase the strength of the structure is to add shear walls, where the influence of the shape and placement of the right layout is very important. The research method in the form of analysis in a 10-story building using a flat plate structure system with six shear wall modeling. With a distance between floors three meters, with four x-axis spans with a length of six meters and three y-axis spans with a length of five meters. The function of the building as a low-cost apartment is located in Jepara district with a medium type of land category. Analysis was performed with a SAP2000 software in three dimensions. The dynamic behavior reviewed includes the basic shear forces and internal forces in the column using the spectrum response analysis method. The shear force results are increased in Model VI for the X direction and Model III for the Y direction. The addition of lateral wall stiffener to the flat plate structure system affects the internal forces in the corner, edge and center columns.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI DENGAN KONDISI KADAR AIR AWAL TERHADAP SIFAT POROSITAS BETON PERFORMA TINGGI Aiyub Aiyub
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i1.2276

Abstract

Perkembangan industri konstruksi di Indonesia cukup pesat hampir 60% material yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi adalah beton. Penggunaan abu sekam padi (ASP) sebagai bahan pengganti sebagian semen karena kandungan silica yang tinggi didalamnya adalah pilihan  terbaik karena dapat mengurangi limbah sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu sekam padi pada beton terhadap sifat porositas melalui pengujian  water absorbtion, sorptivity, dan permeability. 20% berat semen disubtitusikan dengan ASP kemudian kadar airnya divariasikan sebanyak 0%, 10%, 20% dari air pencampuran beton. Kode pencampuran beton ASP disebut dengan  ASP20-0, ASP20-10, dan ASP20-20. Mix design yang digunakan adalah metode Department of Environment (DoE) dengan nilai slump direncanakan 180 mm. Benda uji yang digunakan yaitu silinder ukuran 100x200 mm dan kubus 100x100x100 mm, sebanyak 16 benda uji. Hasil water absorption pada usia benda uji 1,3,7, dan 28 hari menujukkan penyerapan air paling rendah adalah beton  ASP20-20 sebesar 0,062% menurun 0,003% dari beton normal 0,065%. Hasil pengujian sorptivity menunjukkan nilai penurunan pada 28 hari pada beton normal (OPC) sebesar 0,0049 mm/mm0,5, dan nilai penyerapan ASP20-20 yaitu sebesar 0,0079 mm/mm0,5. Nilai permeabilitas menunjukkan bahwa ASP20-20 adalah beton paling baik dengan pori-pori beton paling kecil dibandingkan dengan beton normal dari beton campuran ASP lainnyan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian permeability dengan waktu rembesan terlama selama 19 jam dari waktu pengujian 24 jam dengan tekanan 30 bar.
Penilaian Kondisi Bangunan RSUD Meuraxa berdasarkan Analisis Biaya Pemeliharaan Cut Zukhrina Oktaviani; Abdullah Mahmud; Khairul Amna
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.1944

Abstract

RSUD Meuraxa merupakan BLUD sejak Desember 2009, sehingga biaya operasional seluruhnya bersumber dari pendapatan rumah sakit. Bangunan rumah sakit memiliki umur yang bervariasi dan yang terlama sudah beroperasi selama 12 tahun lebih. Karenanya ditengarai keandalan bangunan mulai berkurang, bahkan ada komponen bangunan yang sudah dalam keadaan rusak. Indikator mutu keandalan bangunan rumah sakit mensyaratkan bangunan harus selalu dalam kondisi 100% untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi pasien dan pengguna gedung lainnya. Untuk maksud tersebut dapat dilakukan pemeliharaan gedung secara berkala/rutin. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi intensitas kerusakan bangunan dan ruang lingkup penelitian dibatasi pada intensitas kerusakan komponen gedung rumah sakit dengan observasi (pengamatan) langsung ke lapangan. Selanjutnya dilakukan analisis biaya, sehingga didapat besaran biaya pemeliharaan bangunan. Hasil perbandingan biaya pemeliharaan dengan biaya aset gedung, maka diperoleh intensitas kerusakan bangunan sebesar 2,93% dan masuk dalam kategori pemeliharaan ringan yaitu ≤ 35% dari biaya bangun baru. Kerusakan yang dominan adalah pada komponen non-struktur.
Kuat Tekan Beton Normal Menggunakan Butiran Halus Ban Bekas Kendaraan sebagai Substitusi Agregat Halus dan Tambahan Serat Ban Bekas Kendaraan Muhammad Iqbal; Imransyah Idroes; Munirul Hady
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i1.2848

Abstract

Limbah ban bekas merupakan salah satu penyumbang limbah terbanyak. Oleh karena itu perlunya penelitian terhadap campuran beton dengan menggunakan limbah ban bekas sebagai bahan substitusi maupun bahan tambah. Serat limbah ban bekas digunakan sebagai bahan tambah dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap berat semen serta butiran halus ban bekas kendaraan yang digunakan sebagai subsitusi pasir halus dengan variasi 0%, 5% dari berat pasir halus. Hasil dari penelitian ini ialah dengan variasi beton normal dan dengan menggunakan butiran halus ban bekas kendaraan sebagai subsitusi agregat halus dan tambahan serat ban bekas kendaraan 0% menghasilkan kuat tekan sebesar 17,10 MPa. Sedangkan variasi 5% dan 10% serta 15% mengalami penurunan yaitu sebesar 15,48 Mpa, 13,10 Mpa dan 9,44 Mpa, penurunan tersebut disebabkan kurangnya daya ikatan antar material campuran, sedangkan untuk perbandingan berat volume beton dengan variasi 0% sebesar 2465,6 Kg/m3, serta berat volume beton pada variasi 5%, 10%, dan 15% ialah sebesar 2392,4 Kg/m3, 2329,4 Kg/m3 dan 2293,8 Kg/m3.
Analisis Kinerja Ruas Jalan Hasan Saleh akibat Hambatan Samping (Studi Kasus Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh) Armia Armia; Dedek Ariansyah; Rafika Muhnita Yusputri
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i1.2880

Abstract

Salah satu lokasi rawan kemacetan di Kota Banda Aceh berada pada ruas Jalan Hasan Saleh, Kecamatan Baiturrahman yang menyebabkan kapasitas dan kinerja jalan menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja lalu-lintas pada ruas Jalan Hasan Saleh. Untuk menganalisa kinerja jalan ini digunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil pengamatan geomterik jalan didapatkan klarifikasi jalan berupa (2/2 UD) dengan lebar penampang melintang jalan 14 m dan lebar masing-masing 3,50 m serta ukuran bahu jalan yaitu 2 m yang dimanfaatkan beberapa PKL untuk berjualan maka didapat volume lalu-lintas puncak dari tiga hari pengamatan pada ruas Jalan Hasan  Saleh yaitu pada hari Minggu 14 November 2021 terjadi pada pukul 17.00 - 18.00 WIB sebesar 1.452,45 smp/jam dan hari Kamis 18 November 2021 terjadi pada pukul 08.00 - 09.00 WIB sebesar 1.662,8 smp/jam serta hari Senin 22 November 2021 terjadi pada pukul 07.00 - 08.00 WIB sebesar 2.006,8 smp/jam. Sehingga kecepatan kendaraan dapat menurun dan untuk derajat kejenuhan dari jam puncak selama tiga hari pengamatan sebesar 0,79. Maka dapat disimpulkan bahwa untuk tingkat pelayanan pada ruas Jalan Hasan Saleh dapat digolongkan pada kelas D sesuai yang disyaratkan MKJI yaitu arus mulai tidak stabil, kecepatan arus bebas ≥ 40 serta DS = ≤ 0,93.