cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Analisis Perkuatan Soil Nailing pada Lereng Bawah Jembatan Gantung Alas Bayur Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo Hadi Hamid Abdullah; Paksitya Purnama Putra; Indra Nurtjahjaningtyas
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i1.2117

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng kondisi eksisting dan setelah mengalami perkuatan soil nailing. Analisis stabilitas lereng kondisi eksisting dilakukan dengan perhitungan rumus metode fellenius dan program Slope/W. Perkuatan soil nailing dianalisis terhadap stabilitas eksternal yakni terhadap keruntuhan global, gaya geser dan daya dukung tanah, serta terhadap stabilitas internal terhadap putus dan cabut tulangan. Analisis dilakukan dengan dan tanpa adanya pengaruh gempa, serta dalam kondisi tanah jenuh. Dari hasil analisis stabilitas eksisting lereng didapatkan bahwa lereng dalam kondisi labil/longsor sering terjadi karena memiliki nilai faktor keamanan 1,07. Dari hasil analisis perkuatan soil nailing didapatkan desain yang memenuhi kriteria aman yakni soil nailing dengan 13 nail bar berdiameter 32 mm, fy 520 MPa, panjang 6 meter, diameter lubang bor  20 cm dan sudut pemasangan sebesar 10° dengan nilai faktor keamanannya yakni; (1) stabilitas eksternal; (a) terhadap keruntuhan global, FSG(Slope/W) = 1,513 , FSG(Slope/W) = 1,305 (kondisi gempa), FSG(rumus) = 1,515 , FSG(rumus) = 1,389 (kondisi gempa); (b) terhadap gaya geser, FSSL = 2,163; (c) terhadap daya dukung tanah, FSH = 15,344, dan (2) stabilitas internal, (a) terhadap cabut tulangan; FSP = 2,404, (b) terhadap putus tulangan, FSST = 3,125.
ANALISIS PRODUKTIVITAS KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERINTEGRASI U2 TAHAP II KAMPUS UTU KAB. ACEH BARAT Sherly Novrida Ulfa; Nasrullah Mohammad; Heru Pramanda
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i1.2123

Abstract

Setiap kontruksi dalam menjalankan sebuah proyek tidak terlepas dari adanya masalah produktivitas. Ada banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja seperti pada tenaga kerja, peralatan kerja dan metode kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan survey yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pekerja. Pengolahan data menggunakan metode analisis data statistik deskriptif dengan bantuan aplikasi SPSS V26. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor utama yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja dan faktor variabel apa yang paling dominan yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah faktor metode kerja dari variabel pengukuran kerja dengan jumlah persentase 71,0 %, faktor peralatan kerja dari variabel kondisi alat kerja dengan jumlah persentase 58,1 %, faktor tenaga kerja dari variabel pengadaan barang dengan jumlah persentase 56,6 % dan faktor variabel yang paling dominan adalah faktor metode kerja dari variabel desain rekayasa mempunyai nilai koefisien beta terbesar yaitu 0,458.
Studi Perencanaan Pintu Air Irigasi Dengan Bahan Baja Ringan Pada Saluran Irigasi Tambak Di Desa Permisan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Handika Setya Wijaya
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.1979

Abstract

Sistem operasi pendistribusian air payau di Daerah Irigasi Tambak selama ini masih mengunakan sistem tradisional dan seringkali menimbulkan dampak tidak maksimal hasil produksi tambak. Untuk mengatasi hal tersebut diatas perlu dilakukan perencanaan konstruksi pintu air ini bertujuan untuk mendukung pendistribusian air irigasi dan mengoptimalkan sistem pembagian air lebih terstruktur serta menigkatkan produksifitas lahan tambak. Konstruksi pintu air yang direncanakan adalah pintu air dengan bahan baja ringan untuk pembagian air payau di daerah irigasi tambak. Dimensi saluran adalah berdasarkan kondisi di lapangan yaitu dengan kondisi pada titik P1, P2 dan P3. Daerah yang akan dilayani adalah Kali Buyuk dengan luas area 25 ha, kebutuhan air pada saat pengisian P1 = 3,33 lt/det/ha, P2 = 23,31t/det/ha, P3=  49,95 lt/det/ha, debit air yang kebutuhan pada setiap titik adalah P1 =  0,01 m3/det, P2 = 0,023 dan P3 = 0,049, dengan tebal pintu bahan baja ringan pada P1 = 0,266 cm, P2 = 0,28 cm dan P3 = 0,279 cm dan momen maximal pada setiap titik sebagai berikut P1 = 4865 kg/cm, P2 = 5382 kg/cm, P3 = 5382 kg/cm dengan diameter pada setiap stang pintu adalah P1 = 2,03 cm, P2 = 2,04 cm, P3 = 2,09 cm.
Analisis Kebutuhan Parkir di Pasar Tradisional Babat, Lamongan, Jawa Timur Hammam Rofiqi Agustapraja; Achmad Muzakin
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i2.2350

Abstract

Pasar Babat adalah salah satu pasar tradisional di Kabupaten Lamongan yang sangat sibuk. Pada jam-jam tertentu, banyak kendaraan sulit menemukan tempat parkir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik dan kebutuhan ruang parkir. Dari analisis karakteristik parkir, hasilnya adalah sebagai berikut: untuk parkir off street, volume parkir terendah dari pengamatan 9 jam adalah 270 sepeda motor di tempat parkir utara dan tertinggi mencapai 540 sepeda motor di D stand. Durasi rata-rata area parkir terendah di area parkir D stand adalah 1.295 jam / kendaraan. Yang tertinggi terletak di area parkir melengkung, mencapai 2.340 jam / kendaraan. Akumulasi parkir motor terendah adalah 60 kendaraan / jam dan tertinggi 143 kendaraan / jam yang terjadi antara 08.15-08.30 A.M. Kapasitas parkir sepeda motor terendah adalah 20, tertinggi 106 kendaraan / jam. Indeks parkir sepeda motor terendah adalah 1,3 dan tertinggi 2,3. Jumlah tempat parkir yang diperlukan di Pasar Babat untuk sepeda motor di area parkir utara adalah 24 plot, di area parkir melengkung adalah 14 plot, di area parkir adalah 15 plot, di area parkir B stand adalah 16 plot, inC stand 20 plot, dan di D stand adalah 22 plot.
Pengaruh Penggunaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Studi Kasus Pembangunan Gedung BAPELKES) Fathus Salim; Dedek Ariansyah; Bunyamin Bunyamin
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i1.2125

Abstract

Penggunaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi merupakan program pemerintah dalam upaya mendukung keselamatan pekerja saat di lingkungan proyek konstruksi. Permasalahan utama yang menyebabkan kecelakaan adalah rendahnya pemahaman K3 yang juga berpengaruh terhadap kinerja. Pembahasan dari penelitian ini adalah pengaruh penggunaan K3 terhadap kinerja pekerja pada proyek konstruksi Pembangunan Gedung Asrama dan Kelas Baru Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan K3 di lingkungan proyek tersebut dengan survei pengisian kuesioner oleh pekerja proyek tersebut sebanyak 50 responden. Hasil uji regresi berganda menggunakan program SPSS menghasilkan nilai koefisien regresi (X1) faktor komitmen top managemen terhadap K3 sebesar 0.414, (X2) faktor lingkungan kerja sebesar 0.582, (X3) faktor keterlibatan pekerja dalam K3 sebesar 0.670, (X4) faktor peraturan dan prosedur K3 sebesar 0.468. Sedangkan hasil pengaruh penggunaan K3 dari hasil koefisien determinsi R Square yaitu sebesar 0.587 mendefinisikan pengaruh sebesar 58,7% terhadap variabel (Y) kinerja pekerja proyek konstruksi.
Studi Eksperimental Penambahan Admixture Sikament-NN untuk Kekuatan Tekan Beton Khairul Miswar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i2.2277

Abstract

Salah satu yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah porositas. Porositas yang besar menyebabakan kuat tekan kecil, sebaliknya porositas yang kecil kuat tekannya semakin besar. Besar dan kecilnya porositas  dipengaruhi nilai FAS pada saat mix desing. Nilai FAS yang tinggi menyebabkan porositas besar dan sebaliknya nilai FAS rendah porositas kecil. Berdasarkan kenyataan tersebut, kita akan menggunakan nilai FAS yang rendah pada adukan beton tetapi pemadatannya tidak maksimal dan menyebabkan beton menjadi keropos sehingga menurunnya kuat tekan beton. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui workabilitas dan nilai slump beton dengan pemanfaatan sikament dan perbandingan kekuatan tekan awal dan akhir beton dengan pemanfaatan sikament tersebut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknologi dan Bahan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Almuslim Peusangan. Penelitian ini menggunakan bahan aditive sikament-NN sebagai bahan tambah yang manfaatnya berguna mempercepat pengerasan, mereduksi kebutuhan air, meningkatkan workability, meningkatkan nilai slump, meningkatkan kekuatan awal dan kekuatan akhir tinggi. Penelitian ini menggunakan benda uji kubus dengan FAS 0,45. Total benda uji 30 buah, 15 buah untuk beton normal, 15 buah untuk beton+sikament-NN. Penambahan bahan tambah sikament-NN untuk masing-masing benda uji sebesar 2% dari berat semen, pegujian kuat tekan beton dilaksanakan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian slump beton normal sebesar 8 cm dan beton +sikament-NN sebesar 24 cm atau meningkat (200%) dari beton normal. Nilai kuat tekan beton sikament NN (BSN) untuk setiap variasi umur meningkat secara signifikan sebesar 27.885 MPa, 30.044 MPa, 33.235 MPa, dan 36.717 MPa atau meningkat (20.30% , 9.92% , dan 9.65%%) dari beton normal. Terlihat bahwa sikament-NN bisa meningkatkan workability dan kekuatan awal dan akhir yang tinggi.
Pengaruh Penambahan Serat Tali Rafia terhadap Sifat Mekanis Mortar Geopolimer Fajri Fajri
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.2015

Abstract

Mortar Geopolimer seperti mortar umumnya, memiliki kekurangan berupa sifat getas dan rendah kekuatan lenturnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan serat terhadap sifat mekanis mortar geopolimer yang menggunakan fly ash, sebagai pengganti semen. Serat yang digunakan adalah serat tali rafia yang dipotong sepanjang 2 cm, dengan variasi berat serat 0%, 0,4%, 0,8%, 1,2 % dan 1,6% dari berat fly ash. Benda uji dibuat berbentuk prisma ukuran 30x30x130 mm dan berbentuk kubus ukuran 50x50x50 mm. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian kuat lentur dan kuat tekan pada umur mortar 1, 3, 7 dan 28 hari. Dari hasil pengujian diperoleh hasil, nilai kuat lentur maksimum terjadi pada persentase serat 0,8% dan kuat tekan maksimum terjadi pada persentase serat 0,4%. Peningkatan kuat lentur dan kuat tekan mortar geopolimer masing-masing terjadi sebesar 14,69 % dan 2,18 % dibanding mortar geopolimer tanpa serat pada umur 28 hari.
Waktu Yang Dibutuhkan Pondasi Tiang Pancang Memperoleh Daya Dukung Friksi Ideal Akibat Preboring Rasdinanta Tarigan
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i2.2352

Abstract

Bangunan yang berdiri di atas tanah lunak biasanya menggunakan pondasi tiang. Pondasi tiang yang umum digunakan adalah pondasi tiang pancang. Adakalanya ditemukan lapisan tanah keras yang tipis (lensa tanah) yang tidak terlalu dalam. Hal ini berakibat pada saat pemancangan lapisan tersebut tidak dapat ditembus tiang pancang. Sehingga kedalaman pondasi tiang pancang tidak sesuai dengan yang direncanakan, yang berakibat pondasi tiang pancang tidak dapat memikul beban yang direncanakan. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan melakukan pengeboran sampai lensa tanah tersebut ditembus, kemudian dilakukan pemancangan. Metode ini sering disebut dengan preboring. Efek dari preboring ini adalah menurunnya daya dukung friksi (skin friction) pada pondasi tiang pancang dalam waktu tertentu.Dari penyelidikan tanah diperoleh bahwa jenis tanah yang ada pada titik penelitian merupakan tanah berbutir (granular soil). Dengan muka air tanah (ground water level) sebesar 0,0 meter. Dalam penelitian ini juga diketahui bahwa penurunan nilai daya dukung friksi (skin friction) akibat preboring pada umur pemancangan 7 hari sebesar 197,87 ton, pada umur pemancangan 125 hari terjadi penurunan daya dukung friksi sebesar 41,47 ton, dan pada umur pemancangan 132 hari terjadi penurunan daya dukung friksi hanya sebesar 1,67 ton. Dengan prosentase penurunan daya dukung friksi sebesar 93,88% untuk umur pemancangan 7 hari, untuk umur pemancangan 125 hari sebesar 19,68% dan untuk umur pemancangan 132 hari sebesar 0,79%. Dibutuhkan minimal 132 hari daya dukung friksi tiang pancang kembali ke kondisi ideal. Oleh karena itu pada umur 132 hari sebaiknya tiang pancang diberikan beban layannya. Sehingga dapat mencegah kegagalan struktur suatu bangunan. Kata kunci: Pondasi Tiang Pancang, Daya Dukung Friksi (Skin Friction), Waktu  
MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA SEPEDA MOTOR DAN BUS KOTA DI KOTA MEDAN Andrian Kaifan; Fauzi A. Gani
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i1.2216

Abstract

Parameter utama penyebab kemacetan adalah volume lalulintas dan kapasitas jalan. Peningkatan volume lalulintas dipicu karena makin tingginya jumlah penduduk dan kepemilikan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. Ketika volume lalulintas melampaui kapasitas jalan, maka kemacetan akan terjadi, sebagai suatu keadaan kecepatan lalulintas yang berkurang. Kemacetan dapat diatasi dengan pembatasan kendaraan pribadi, peningkatan kapasitas jalan dan keberpihakan kepada angkutan umum.  Untuk solusi yang terakhir tersebut, memberikan layanan angkutan yang baik akan menjadi alternatif transportasi dan mendorong para pengguna kendaraan pribadi berpindah ke angkutan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model pemilihan moda antara moda sepeda motor dan bus kota di Kota Medan. Model dibentuk dalam Model Logit Biner dengan kuesioner Stated Preference, dengan atribut biaya perjalanan dengan bus kota, waktu menunggu bus kota, tingkat kesesakan bus kota, waktu perjalanan dengan bus kota, dan Toleransi keterlambata perjalanan dengan bus kota. Responden yang disurvai ada 50 orang dengan 800 respon. Dari hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa faktor biaya perjalanan dan tingkat kesesakan mempengaruhi pengguna sepeda motor di Kota Medan untuk beralih menggunakan moda bus kota sebagai kendaraan bermobilitasnya. Persamaan selisih utilitas sepeda motor – bus kota adalah USepedaMotor – UBusKota = 3,236 – 10,430 Selisih Biaya Perjalanan - 0,130 Selisih Tingkat Kesesakan dengan probabilitas pemilihan bus kota adalah:PiBusKota =
Pengaruh Penggunaan Abu Vulkanik Gunung Sinabung Sebagai Bahan Subtitusi Parsial Semen Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Mortar Widayanto Widayanto; Mizanuddin Sitompul
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i2.2321

Abstract

This research aims to find out the effect of the use of volcanic ash mount Sinabung on the compressive strength and absorption of mortar and its feasibility for the manufacture of solid concrete bricks and paving blocks that meet the quality standards of building materials in Indonesia. The study was conducted by making a test object in the form of a mortar cube measuring 5x5x5 cm with variations in the composition of volcanic ash as a cement substitution material is 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, and 15% against the initial weight of cement, and the cement-water factor is 0.60. Compressive strength and mortar water absorption test is carried out at the age of 28 days. The results showed that the factor of using volcanic ash mount Sinabung as a cement substitution material in mortar with a percentage of 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, and 15% had a very real effect on the compressive strength and water absorption of mortar. The greater the percentage of volcanic ash the lower the mortar compressive strength and the higher the absorption of water