cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
PENAMBAHAN LATEK ALAM PADA CAMPURAN LASTON BONGKARAN SEBAGAI POLIMER UNTUK PEREMAJAAN LAPISAN AC – WC Sulaiman AR; Gusrizal Gusrizal; Bustamin Bustamin
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i2.3373

Abstract

The durability of the Surface Course layer of road pavement construction is influenced by the mix between aggregate and asphalt according to each portion and the implementation system in the field. The material used must comply with predetermined specifications so that the construction will reach the design life if there is no overload during traffic service. In order to preserve the environment on the roadway overlays, construction is carried out on-site recycling or dismantling of the old coating elsewhere. Placement of demolition is also often a problem or pollution of the surrounding environment into waste. Avoiding this can be utilized by recycling and redesigning the demolition mixture by adding aggregate and asphalt content, or by adding other additives that can improve the AC-WC asphalt concrete mix. The author utilizes the results of the surface layer demolition material on KM 295-300 of the eastern causeway of Aceh Province by adding natural latex as a polymer material, specifically for the AC - WC surface layer because the layer is not structural. The research was started by extracting the demolition of the old asphalt layer so that the available bitumen content and aggregate granules were obtained. The research method is guided by applicable standards, grading using Bian Marga 2018 specifications and stability testing and others using the Marshall method. The extraction results obtained an asphalt content of 1.42%, while the optimum asphalt content was 6.2%, the marshall meter test showed that the addition of latex could increase the stability values, VMA, density, VFB, and MQ, while VIM was above 5% and flow was above 4 %, the optimum stability value at the addition of 15 % latex. Perfection needs further study by looking for other materials that can improve the value of flow and VIM in the mixture.
ANALISIS SKEMA PENGENDALIAN DRAINASE BANJIR DAN ROB KAWASAN INDUTRI TERBOYO Muhammad Taufiq; Vyxy Anggreini; Moh Faiqun Niam
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i2.3277

Abstract

Perubahan iklim pada kawasan pesisir terutama pada kawasan industri sebagai basis kawasan perekonomian, akhir-akhir ini menghadapi berbagai masalah dengan adanya banjir rob dan air hujan dari hulu yang tidak bisa lansung terbuang ke laut yang mengakibatkan banjir dan rob pada kawasan industri Terboyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Upayaa mengatasi permasalahan itu dilakukan penelitian kajian alternatif penanganan banjir dan rob kawasan industri Terboyo dengan aplikaasi epa-SWMM dan HEC-RAS. Penelitian ini dapat menangani kawasan industri Terboyo dari genangan banjir dan rob, dengan sistem drainase polder, dengan menghitung ketinggian rob dengan analisis hidro-oceanografi dan perhitungan analisa hidrologi. Selanjutnya disimulasikan dengan aplikasi HEC-RAS untuk memperoleh ketinggian muka air banjir dan rob. Penanganan sistem poder drainase dengan simulasi Epa-SWMM untuk mencari debit dan muka air pada tampungan, kapasitas dan oprasional pompa. Dengan analisis hidro-oceanografi dengan nilai HHWL (Highest High Water Level) = 167 cm, SLR (kenaikan muka air laut akibat pemanasan global) = 0.25 cm, Wind Setup = 20 cm, Wave Setup = 20 cm, DWL (Desain Water Level) = 2.33 m. Hasil analisis hidrologi dengan Catment Area 147,2 Ha menggunakan Q10 dapatkan hujan rencana =124,8 Pearson III dengan Debit keseluruhan 11.02 m3/s. Analisis Hidrolika dengan simulasi banjir pasang surut menggunakan program HEC-RAS didapat elvasi Muka Air Banjir (MAB) +2.35 m. Operasional pompa dengan bantuan aplikasi Epa SWMM dengan debit pada kolam (storage) dengan debit puncak 1.94 m3/detik dengan pompa kapasitas 0.5x2 m3/detik. Dengan elevasi dipertahankan 1,3 meter dengan pompa aktif 30 jam 1 m3/detik dan 0,5 m3/detik 5 jam. Kapasitas pompa 0,5x3 m3/detik pompa aktif 13 jam 1,5 m3/detik, 14 jam 1 m3/detik, dan 8 jam 0,5 m3/detik, total simulasi 35 jam.
ANALISIS KEBUTUHAN TULANGAN DAN TULANGAN SISA (WASTE) PADA PEKERJAAN STRUKTUR KOLOM, BALOK DAN PELAT LANTAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR BARU KABUPATEN MANDAILING NATAL Samuel Stefanus Nasautama; Mizanuddin Sitompul
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i2.2316

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung kebutuhan tulangan kolom, balok dan pelat lantai serta untuk menentukan sisa tulangan kolom dan balok yang tidak digunakan pada Proyek Pembangunan Pasar Baru Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan gambar detail engineering design. Aturan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada SNI 2847:2013 dan SNI 2052:2017. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan tulangan balok, kolom dan pelat lantai pada Proyek Pasar Baru Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara menurut gambar DED sebesar 467.927,46 kg dan didapatkan waste tulangan berdasarkan perhitungan  menggunakan metode Bar Bending Schedule adalah 51.135,53 kg. Waste tulangan sebesar 10,92 %, memenuhi syarat toleransi dengan rentang 5% - 20%. 
PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON UMUR 3 HARI, 14 HARI, DAN 28 HARI Moch Suranto; Supratikno Supratikno; Priya Sapta Atmaja; Sri Budiyono
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i2.3012

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh penambahan gula pasir sebesar 0,20% dan abu sekam padi sebesar 10% sebagai subsitutusi semen terhadap kuat tekan beton umur 4 hari, 14 hari, dan 28 hari. Beton memiliki banyak kegunaan di teknik sipil terutama dalam suatu struktur bangunan. Pendukung beban suatu struktur diperlukan adanya beton dengan kuat tekan yang tinggi. Perancangan beton kuat tekan tinggi dapat dipakai bahan tambah dalam adukan beton sesuai dengan fungsi kegunaan dan kadar yang tepat. Pemakaian Abu Sekam Padi dan gula pasir dinilai dapat menaikkan kuat tekan beton jika dipergunakan pada kadar yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian Abu Sekam Padi dan gula pasir dalam menaikkan kuat tekan pada umur 3 hari, 14 hari, dan 28 hari maka perlu dibuat sebuah penelitian. Penelitian ini menggunakan bahan tambah Abu Sekam Padi dan gula pasir. Penelitian ini menggunakan Abu Sekam Padi sebanyak 10% dan gula pasir 0,2% dari berat semen dan nilai fas 0,4. Variasi umur yang digunakan adalah usia 3 hari, 14 hari, dan 28 hari.  Beton dengan penggunaan bahan tambah Abu Sekam Padi dan gula pasir ini akan dibandingkan hasil kuat tekannya terhadap beton normal yang diwakili oleh masing-masing tiga sampel pada setiap variasi umur. Sampel yang digunakan adalah silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil penelitian menujukkan bahwa kuat tekan beton dengan bahan tambah Abu Sekam Padi dan gula pasir pada umur 3 hari mempunyai kuat tekan 15,84 Mpa dengan 80,89% dari kuat tekan beton normal. Pengujian kuat tekan pada umur 14 hari menunjukkan nilai kuat tekan 27,92 Mp dengan kenaikan 20,13 % dari kuat tekan beton normal. Pengujian  kuat tekan pada umur 28 hari mempunyai kuat tekan sebesar 36,49 Mpa dengan kenaikan 17,33 % dari beton normal.Kata kunci: beton, beton bertulang, gula pasir, abu sekam padi Abstrack — The purpose of this study was to determine and describe the effect of adding 0.20% granulated sugar and 10% rice husk ash as a cement substitute to the compressive strength of concrete aged 4 days, 14 days, and 28 days. Concrete has many uses in civil engineering, especially in a building structure. To support the load of a structure, it is necessary to have concrete with a high compressive strength. In the design of high compressive strength concrete, additional materials can be used in the concrete mix in accordance with the function of use and the right level. The use of rice husk ash and granulated sugar is considered to increase the compressive strength of concrete if used at the right levels. This study aims to determine the effect of using Rice Husk Ash and granulated sugar in increasing the compressive strength at the age of 3 days, 14 days, and 28 days, it is necessary to make a study. This research uses rice husk ash and sugar added. This study used Rice Husk Ash as much as 10% and 0.2% granulated sugar by weight of cement and a 0.4 phase value. The age variations used were 3 days, 14 days, and 28 days. Concrete with the use of rice husk ash and sugar added will be compared with the results of its compressive strength against normal concrete represented by three samples in each age variation. The sample used is a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. The results showed that the compressive strength of concrete with rice husk ash and sugar added at the age of 3 days had a compressive strength of 15.84 MPa with 80.89% of the normal compressive strength of concrete. The compressive strength test at the age of 14 days showed the compressive strength value of 27.92 Mp with an increase of 20.13% from the normal compressive strength of concrete. The compressive strength test at the age of 28 days has a compressive strength of 36.49 MPa with an increase of 17.33% from normal concrete.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE WARREN, PRATT DAN HOWE Musbar Ibrahim
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i2.2937

Abstract

Jembatan  rangka baja tipe warren lebih sering digunakan daripada tipe lainnya, sehingga diperlukan analisis untuk membandingkan penggunaan jembatan dengan tipe lain. Analisis perbandingan kinerja jembatan rangka baja ini bertujuan untuk mengetahui kinerja jembatan rangka baja berdasarkan nilai Demand Capacity Ratio (DCR) dan nilai lendutan jembatan rangka baja tipe warren, pratt dan howe. Dimensi jembatan dengan panjang bentang 50 m, lebar 9,13 m dan tinggi 6,37 m dipilih berdasarkan gambar standar Pedoman Bina Marga No:07/BM/2005. Peraturan yang digunakan dalam analisis ini adalah SNI 1725:2016, SNI 2833:2016 dan SNI 03-1729-2002, sedangkan untuk perhitungan analisis struktur digunakan software SAP2000 v.14. Hasil perhitungan nilai DCR maksimum pada jembatan tipe warren sebesar 0,934, tipe pratt dan tipe howe  sebesar 1,231. Lendutan pada jembatan tipe warren sebesar 0,097 m, tipe pratt sebesar 0,107 m dan howe sebesar 0,095 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa jembatan rangka baja tipe warren memiliki kinerja jembatan rangka baja terbaik dibandingkan dengan jembatan rangka baja tipe pratt dan tipe howe.
3 Floor Luxury House Structure Design Planning Using ETABS Software Fera Aysha; Meilandy Purwandito; Haikal Fajri
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i1.3049

Abstract

Structural planning is a mixture of basics with science in structural analysis, statics, mechanics of materials and dynamics to obtain structures that are safe and economical in their service life. The purpose of this study was to plan the dimensions of the building's portal structure that can withstand loads safely. This research was conducted in Karang Asem 1, Kuningan, Setia Budi, South Jakarta. The final result of structural planning can be concluded that there are several beams used including, 450/600 beams, 450/700 beams, 500/700 beams, 550/700 beams, 600/750 beams, 450/650 beams, 400 beams /550, and ring beams. All of the above beams use D16 longitudinal reinforcement with d10 stirrup reinforcement. while the columns used are 400/350 columns, 400/400 columns, 450/450 columns and 450/500 columns using D16 longitudinal reinforcement with d10 stirrup reinforcement. And the 650/650 column uses D22 for longitudinal reinforcement and d10 for stirrup reinforcement.Keywords: Reinforced concrete structure, ETABS software, Planning, design, house, 3rd floor
Evaluasi Deskriptif Sistem Pembayaran Bus Rapid Transit Raafi Widyaputra Yulianyahya
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i1.3767

Abstract

Salah satu dari proyek percobaan Kementerian Perhubungan dalam penyediaan layanan angkutan umum dengan skema kerjasama membeli layanan dikenal dengan istilah Buy The Service (BTS). Layanan ini sudah mulai dicoba diaplikasikan di bus Trans Jogja (TJ) sejak bulan Oktober 2020 pada saat kondisi Pandemi Covid-19. Sistem pembayaran non-tunai sudah diterapkan pada seluruh bus BTS TJ. Berbeda dengan bus TJ yang didanai oleh Pemerintah Daerah (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang masih dengan sistem pembayaran tunai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pembayaran antara moda bus TJ dari Kementerian Perhubungan dengan bus TJ dari Pemerintah Daerah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa diperlukan adanya integrasi sistem pembayaran menggunakan satu kartu yang sama, baik dengan kartu langganan Trans Jogja maupun kartu elektronik yang bekerjasama dengan perbankan.     
Perencanaan Koordinasi Sinyal di Ruas Jalan Yogyakarta - Solo (Studi Kasus: Simpang Stasiun Brambanan dan Simpang Taman Wisata Candi) Raafi Widyaputra Yulianyahya
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i1.3385

Abstract

Di sekitar Candi Prambanan (Indonesia) terdapat dua simpang bersinyal yang jaraknya berdekatan dalam jarak 436 meter. Jarak simpang yang berdekatan dan banyaknya volume kendaraan yang melewati ruas jalan Yogyakarta-Solo akan menimbulkan permasalahan lalu lintas karena kedua simpang bersinyal belum terkoordinasi yang akan mengakibatkan kemacetan pada saat jam sibuk. Untuk itu, diperlukan alternatif penyesuaian waktu siklus simpang untuk menciptakan kedua simpang menjadi terkoordinasi sehingga meminimalisir terjadinya kemacetan. Data primer volume dan waktu siklus simpang eksisting dikumpulkan dengan metode survei langsung di lapangan untuk melihat kinerja koordinasi sinyal eksisting. Metode pengolahan data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pemodelan software Vissim dan juga dilakukan analisis waktu hijau optimum dengan pendekatan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997) pada perencanaan koordinasi sinyal. Kondisi eksisting yang didapatkan pada penelitian ini adalah bahwa kedua simpang tersebut belum terkoordinasi, terlihat dari tingkat pelayanan jalan masih masuk dengan kategori E dan perbedaan waktu siklus di kedua simpang tersebut. Alternatif waktu siklus terbaik untuk kedua simpang adalah 117 detik. Nilai waktu tempuh (dari arah Timur-Barat) sebesar 31,73 detik dengan kecepatan perjalanan rata-rata 49,47 km/jam, dan arah sebaliknya (Barat-Timur) nilai waktu tempuh sebesar 50,99 detik dengan kecepatan perjalanan rata-rata 30,78 km/jam.
Manajemen Risiko K3 Konstruksi pada Proyek PLTA Peusangan Kabupaten Aceh Tengah Muhammad Reza; Irham Irham; Bakhtiar A Wahab; Zairipan Jaya; Muntaqim Muhammad Simamora
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i1.3965

Abstract

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan adalah proyek panjang jangka pekerjaannya. Proyek ini dimulai pada tahun 1998 dan direncanakan selesai pada tahun 2023. Banyak factor yang mengakibatkan keterlambatan proyek seperti konflik serta gempa dan tsunami yang terjadi di Provinsi Aceh. Proyek yang diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp2.100.000.000.000 (dua koma satu triliun) bersumber dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi terjadinya risiko K3 pada Proyek pembangunan PLTA Peusangan. Dengan diketahui potensi terjadinya risiko K3, diharapkan dapat dilakukan penanganan awal untuk mencapai tujuan penerapan K3 yaituzero accident. Manajemen risiko kecelakan kerja dilakukan dengan metode Hazard Identification, Risk Assesment, Risk Control (HIRARC). penilaian terhadap kemungkinan kecelakaan kerja tersebut dengan menggunakan Standar AS/NZS 4360:2004. Pada standar ini, kecelakaan kerja dinilai dengan dua kriteria yaitu berdasarkan tingkat kemungkinan terjadi (probability) dan tingkat keparahan (severity). Secara rerata, tingkat kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja pada kategori unlikely (36%) dan possible (64%). Sedangkan tingkat keparahan kecelakaan kerja pada kategori minor (32%) dan kategori moderate (68%). Tingkat risiko kecelakan kerja tidak ada yang masuk kepada kategori extreme. Tingkat risiko terbesar pada kategori moderate (46%), selanjutnya tingkat risiko kategori high (43%) dan tingkat risiko kategori low (11%). Hasilini menunjukkan bahwa Proyek Pembangunan PLTA Peusangan ini menerapkan K3 yang baik. Pekerjaan dapat disimpulkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), Alat Pengaman Kerja (APK), Alat Pemadaman Api Ringan (APAR) dan juga keselamatan lingkungan kerja dengan baik.
Prototype Jembatan Tipe Plate Girder U (PGU) dengan Lantai Orthotropic Komposit Erlina Yanuarini; Andi Indianto; Sukarman Sukarman
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i1.3140

Abstract

Makalah ini memaparkan tentang model jembatan berbahan pelat, baik untuk girder maupun untuk lantainya. Keduanya dibentuk orthotropic yang menyilang. Girder dibentuk orthotropic arah memanjang jembatan, dan lantai dibentuk orthotropic arah melintang jembatan. Untuk menambah kekakuan girder, maka diatas lantai orthotropic dipasang beton bertulang cor ditempat. Tipe struktur ini diberi nama Plate Girder Tipe U (PGU) orthotropic komposit. Untuk membuktikan apakah beton bertulang yang dipasang diatas lantai orthotropic dapat menambah kekakuan, maka dibuat model jembatan dengan skala 1:10. Model jembatan di uji pembebanan. Uji pembebanan dilakukan terhadap PGU orthotropic non komposit dan terhadap PGU orthotropic komposit. Hasil uji pembebanan menunjukkan bahwa PGU orthotropic komposit memiliki daya layan sebesar 2,7 kali dari daya layan PGU orthotropic non komposit