Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Abu Vulkanik Gunung Sinabung Sebagai Bahan Subtitusi Parsial Semen Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Mortar Widayanto Widayanto; Mizanuddin Sitompul
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i2.2321

Abstract

This research aims to find out the effect of the use of volcanic ash mount Sinabung on the compressive strength and absorption of mortar and its feasibility for the manufacture of solid concrete bricks and paving blocks that meet the quality standards of building materials in Indonesia. The study was conducted by making a test object in the form of a mortar cube measuring 5x5x5 cm with variations in the composition of volcanic ash as a cement substitution material is 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, and 15% against the initial weight of cement, and the cement-water factor is 0.60. Compressive strength and mortar water absorption test is carried out at the age of 28 days. The results showed that the factor of using volcanic ash mount Sinabung as a cement substitution material in mortar with a percentage of 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, and 15% had a very real effect on the compressive strength and water absorption of mortar. The greater the percentage of volcanic ash the lower the mortar compressive strength and the higher the absorption of water
Studi Eksperimental Kapasitas Geser Dinding Bata dengan Penambahan Jaring Kawat Nofriadi Nofriadi; Rhini Wulan Dary; Mizanuddin Sitompul; Annisa Prita Melinda
CIVED Vol 8, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v8i3.114150

Abstract

Kerusakan yang sering terjadi pada dinding bata adalah kerusakan geser yang dicirikan dengan adanya retak atau patahan searah diagonal bidang dinding bata. Kerusakan geser pada suatu bangunan harus sangat dihindari, hal ini disebabkan sifat dari keruntuhan geser yang tiba-tiba dan getas. Apabila suatu bangunan mengalami keruntuhan geser maka bangunan tersebut dapat secara tiba-tiba runtuh dan akibatnya penghuni tidak sempat untuk menyelamatkan diri. Untuk mengatasi keruntuhan geser yang teradi pada dinding bata perlu diberikan perkuatan. Pada penilitian ini akan dilakukan pengujian terhadap dinding bata yang diberikan variasi penambahan jaring kawat. Terdapat sembilan buah sampel dengan ukuran 35 cm x 35 cm yang akan dilakukan pengujian geser diagonal dinding bata, sampel tersebut 3 buah sampel dinding bata tanpa penambahan jaring kawat (DBK), 3 buah sampel dinding bata dengan penambahan jaring kawat 0,5” x 0,5 “(DBJK A), dan buah sampel dinding bata dengan penambahan jaring kawat 1”x1”(DBJK B). Pengujian geser diagonal dinding bata merah menggunakan alat UTM dilaboratorium. Dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa penambahan jaring kawat memberikan kontribusi peningkatan kemampuan dinding bata untuk menahan beban . terjadi peningkatan kekuatan sebesar 68,66 % dan 29,55 % antara dinding bata tanpa jaring kawat dan dinding bata dengan penambahan jaring kawat. Selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan nilai kapasitas geser dinding bata. Terjadi peningkatan  kapasitas geser dinding bata sebesar 68,42 % dan 29, 47 % dari dinding bata tanpa penambahan jaring kawat.
Evaluasi Ketersediaan Air DAS Deli Terhadap Kebutuhan Air (Water Balanced) Mizanuddin Sitompul; Rizki Efrida
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.525 KB) | DOI: 10.25077/jrs.14.2.121-130.2018

Abstract

Kebutuhan terhadap sumber daya  air  pada  saat  ini  cenderung  meningkat  seiring  dengan bertambahnya jumlah penduduk dan perkembangan pembangunan industri sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam memenuhi kebutuhan di  sektor  pertanian  dan  kebutuhan  air  baku.  Daerah Aliran Sungai  Deli adalah  salah  satu  sumber daya air  yang  digunakan  untuk memenuhi kebutuhan air di Daerah Irigasi Namorambe dan kebutuhan air  baku domestik  dan  non  domestik  di  Kabupaten  Deli Serdang dan Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi neraca air yaitu jumlah ketersediaan air dengan kebutuhan air di DAS Deli yang didasarkan kepada jumlah alokasi air. Penelitian ini mempunyai 3 tujuan khusus yaitu menganalisis ketersediaan air di DAS Deli, menganalisis kebutuhan air di DAS Deli, dan mengevaluasi neraca air antara ketersediaan air dengan kebutuhan air di masa mendatang. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data curah hujan bulanan dengan klimatologi, jumlah penduduk, kebutuhan air Daerah Irigasi Namorambe, dan alokasi air di DAS Deli. Data curah hujan dan klimatologi digunakan sebagai analisis data ketersediaan air di DAS Deli sementara jumlah penduduk dan data kebutuhan air irigasi dianalisis untuk menghitung jumlah kebutuhan air yang memanfaatkan air dari DAS Deli. Hasil analisis menunjukan bahwasanya jumlah ketersediaan air terhadap kebutuhan air di DAS Deli dapat dikatakan surplus dalam kurun waktu satu tahun. Potensi defisit atau kekurangan air terjadi pada Bulan Maret pertengahan pertama sehingga perlu dilakukan penanganan dalam menanggulangi defisit air tersebut oleh stakeholder atau pemerintah.
EVALUASI DAKTALITAS STRUKTUR BETON BERTULANG AKIBAT PENGARUH DINDING PENGISI BATA MERAH Mizanuddin Sitompul
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 3, No 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.551 KB) | DOI: 10.24114/eb.v3i2.8252

Abstract

Dinding pengisi bata merah sangat jarang diperhitungkan keberadaannya dalam perencanaan suatu struktur beton bertulang. Hal ini mengakibatkan pengaruh kekuatan dan kekakuan dinding pengisi tidak diperhitungkan dalam perencanaan suatu bangunan. Sering sekali dalam perencanaan bangunan diasumsikan sebagai struktur open frame dengan dinding bata non struktural hanya sebagai beban gravitasi yang bekerja pada balok. Padahal  pada berbagai kasus gedung dengan pengaruh gempa, ternyata dinding bata ikut memikul beban lateral. Hal ini dapat dilihat dengan terjadinya pola retakan pada dinding bata yang menunjukkan terjadi transfer beban dari portal ke dinding bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan daktilitas struktur akibat pengaruh dinding bata merah Kata Kunci : daktilitas, dinding pengisi, equivalent diagonal strut, analisis pushover, performance point  ABSTRACT The clay brick infill panels are seldom included in design analysis of reinforced concrete structural systems. So that it influences the strength and stiffness of the infill panels not considered in planning building construction. Usually, in designing, the structural system is assumed as an open frame structure with non structural clay brick panels considered as gravity loads on the beam. In facts, in many earthquake cases,  the panels  participates in carry on the lateral load. The crack pattern on panels show that the load transfering from frame to panels. The aim of this study was to find out the influence of the clay brick panels on structure ductility. Keywords: clay brick infill panel, ductility, equivalent diagonal strut, performance point, pushover analysis 
Pembangunan Lantai Jemur Pupuk Kompos bagi Kelompok Tani Songgo Mulyo pada Kabupaten Langkat Guna Meningkatkan Produktivitas Nofriadi Nofriadi; Dina Tri Septiningtiyas; Mizanuddin Sitompul; Samiran Samiran
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.350

Abstract

Abstrak: Pupuk sangat diperlukan tanaman agar bisa tumbuh subur. Dibanding pupuk kimiawi, petani di Kelompok Tani Songgo Mulyo Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat lebih memilih pupuk kompos karena banyak keunggulan. Pupuk kompos karena berasal dari limbah organik sehingga aman untuk tanaman. Pupuk kompos juga relatif mudah pembuatannya. Kelompok Tani Songgo Mulyo mulai memproduksi pupuk kompos sejak tahun 2017. Karena memang fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas sehingga mengurangi produktifitas pupuk kompos yang seharusnya bisa ditingkatkan. Dalam pengolahan sehari-hari, kelompok tani menggunakan bangunan sederhana dan untuk penjemuran menggunakan lantai tanah. Penjemuran bahan pupuk kompos pada lantai tanah tentu tidak efektif dalam mengurangi kadar air, terutama saat musim hujan. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini berupa pembangunan lantai jemur sebagai tempat penjemuran bahan pupuk kompos di bawah sinar matahari untuk mengurangi kadar airnya. Pelaksanaan dimulai dengan pengukuran dan pemasangan bowplank, kemudian pembersihan dan perataan tanah/lahan, pemasangan pondasi batu kali keliling, pengurugan dan pemadatan tanah/lahan, pengurugan dengan pasir urug di atas lapisan tanah urug setebal 5 cm, pengecoran beton rabat 1pc : 3ps : 5kr, tebal 10 cm, dan finishing lantai dengan acian pc. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah lantai jemur ukuran 5 x 10 m. Setelah kegiatan pengabdian, penjemuran limbah organik dilakukan pada lantai jemur yang telah dibangun dan hanya membutuhkan 1 hari saja untuk mendapatkan kekeringan yang diinginkan, dimana sebelum kegiatan, pengeringan membutuhkan waktu ± 2 hari.Abstract: Fertilizer is necessary for plants to thrive. Compared to chemical fertilizers, farmers in the Songgo Mulyo Farmer Group, Sidomulyo Village, Stabat District, Langkat Regency prefer compost because of its many advantages. Compost because it comes from organic waste so it is safe for plants. Compost is also relatively easy to make. The Songgo Mulyo Farmer's Group started producing compost since 2017. Because the available facilities are still very limited, thus reducing the productivity of compost which should be increased. In daily processing, farmer groups use simple buildings and for drying use earthen floors. Drying compost material on the ground floor is certainly not effective in reducing water content, especially during the rainy season. The solution offered in this activity is the construction of a drying floor as a place for drying compost material under the sun to reduce its water content. The implementation begins with measuring and installing the bow plank, then cleaning and leveling the soil/land, installing a stone foundation around the river, backfilling and compacting the soil/land, backfilling with backfill sand on top of a 5 cm thick layer of backfill, casting concrete rebates 1pc : 3ps : 5kr , 10 cm thick, and floor finishing with PC repair. The result of this activity is a drying floor measuring 5 x 10 m. After the devotion, drying of organic waste is carried out on the drying floor that has been built and only takes 1 day to get the desired dryness, where before the devotion, drying takes ± 2 days.
ANALISIS KEBUTUHAN TULANGAN DAN TULANGAN SISA (WASTE) PADA PEKERJAAN STRUKTUR KOLOM, BALOK DAN PELAT LANTAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR BARU KABUPATEN MANDAILING NATAL Samuel Stefanus Nasautama; Mizanuddin Sitompul
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i2.2316

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung kebutuhan tulangan kolom, balok dan pelat lantai serta untuk menentukan sisa tulangan kolom dan balok yang tidak digunakan pada Proyek Pembangunan Pasar Baru Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan gambar detail engineering design. Aturan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada SNI 2847:2013 dan SNI 2052:2017. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan tulangan balok, kolom dan pelat lantai pada Proyek Pasar Baru Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara menurut gambar DED sebesar 467.927,46 kg dan didapatkan waste tulangan berdasarkan perhitungan  menggunakan metode Bar Bending Schedule adalah 51.135,53 kg. Waste tulangan sebesar 10,92 %, memenuhi syarat toleransi dengan rentang 5% - 20%. 
Teknologi Penyediaan Air Irigasi Melalui Pemanfaatan Air Tanah Dangkal Di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Mizanuddin Sitompul; Tetra Oktaviani; Hadianti Muhdinar Pasaribu; Wirdatun Nafiah Putri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v1i1.1009

Abstract

Air merupakan salah satu unsur yang sangat penting pada sektor pertanian. Ketersediaan air harus terjamin agar tanaman dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi tim pelaksana untuk mengaplikasikan ilmunya kepada petani yang masih memanfaatkan irigasi tadah hujan seperti di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Hal utama dan prioritas yang menjadi permasalahan pada Desa Sambirejo khususnya Kelompok Tani Karya Tani yang menjadi mitra pengabdian adalah kurang bahkan tidak tersedianya air pada saat persiapan/pembajakan lahan, persemaian, dan pada masa tanam. Selain itu, hanya ada 1 saluran yang melintasi areal persawahan. Namun air dari saluran tersebut tidak bisa mengalir ke areal persawahan kelompok tani karena elevasi muka airnya yang berada di bawah sawah. Tidak tersedianya air baik saat persiapan lahan, persemaian, dan masa tanam dapat mengurangi produktivitas petani. Solusi yang ditawarkan untuk menyediakan air irigasi ini berupa pemanfaatan air tanah dangkal melalui pembangunan irigasi air tanah dangkal. Metode pemanfaatan air tanah dangkal dengan bantuan mesin pompa air yang mengalirkan air tanah yang sudah di bor sebelumnya untuk kemudian dialirkan langsung maupun melalui selang buang ke areal pertanian.
Perbandingan Metode Pelaksanaan Jaringan Pemipaan Dengan Anaerobik Baffled Reactor Proyek Optimalisasi Jaringan Air Limbah Kota Medan Muhammad Haikal; Mizanuddin Sitompul
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v2i1.3399

Abstract

Pada proses pengerjaan proyek, pemilihan metode pengerjaan konstruksi mempengaruhi besarnya biaya dan lama pengerjaannya. Pemilihan metode pelaksanaan harus mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya kondisi lapangan, fleksibitas wilayah pengangkutan material, dan aspek yang lain yang sangat berpengaruh Pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi proyek Optimalisasi Jaringan Limbah Kota Medan.. Metode Jaringan Pemipaan adalah metode yang sudah digunakan dalam waktu yang sangat lama dan sangat familiar di lingkungan masyarakat yang menghubungkan tiap saluran (pipa) antar rumah-kerumah lalu dialirkan ke saluran yang lebih besar dan seterusnya. Metode yang akan dijadikan metode pembanding adalah metodeAnaerobic Baffled Reactor (ABR) yang merupakan metode pengolahan limbahdengan melakukanpenggabungan proses-proses sedimentasi dengan penguraian lumpur secara parsial dalam kompartemen yang sama.Dari hasil analisis yang dilakukan, didapat bahwa untuk metode pelaksanaan, dipilih menggunakan metodeAnaerobic Baffled Reactor (ABR) dengan kemudahan pelaksanaan,Dari segi biaya dan waktu juga dipilih metodeAnaerobic Baffled Reactor (ABR) dengan biaya pengerjaan sebesar Rp. Rp141,531,301.000 dengan total waktu 150 hari. Sebagai metode yang telah dilaksanakan pengerjaanmetode Jaringan Pemipaan memerlukanbiaya sebesar Rp238,345,943.21 dengan total waktu 322 hari
CALCULATION OF HUMAN RESOURCES USING THE RESOURCE LEVELING FOR LABOR EFFICIENCY IN THE NEW MARKET DEVELOPMENT PROJECT OF MANDAILING NATAL REGENCY Nessi Deva Fitriani; Mizanuddin Sitompul
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v2i2.3994

Abstract

Manpower is one of the important human resources often limited availability, either due to quality factors or other reasons. In the construction phase, there is often a problem of unequal labor requirements that affect the allocation of labor. To minimize labor fluctuations using the resource leveling method. This study aims to determine the effect of resource leveling on the workforce on the allocation of labor on the construction under review and determine the allocation of human resources in implementation based on planning data. The object of this research is the construction of a new market in the Mandailing Natal district. The technique used in the resource leveling method research uses the help of the microsoft project program. This study shows that there is an influence of resources leveling on the workforce (workers, builders, head builders, foreman) on the allocation of labor in construction. The available workface are 50 workers, 32 carpenters, 22 carpenters, 2 head craftsmen, 1 foreman with a duration of work of 330 days. The leveling results show that with the available workforce, both with a fixed or unrestricted duration of work, there are some workers who are overallocated. From the results of the analysis, for a work duration of 330 days, the required number of workers includes 91 workers, 41 carpenters, 16 carpenters, 3 head craftsmen, 3 foreman.
The Influence of Changes to Earthquake Regulations SNI 1726:2019 on the Performance of Shop House Structures in North Sumatra Sitompul, Mizanuddin; Erwin, Syiril; Tobing, Palghe; Kusumadi; Zulkarnain, Fahrizal
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 3 No. 4 (2024): IJRVOCAS - Special Issues - International Conference on Science, Technology and
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v3i4.69

Abstract

Procedures for planning earthquake resistance for building and non-building structures, SNI 1726:2019 have been approved as a revision of procedures for planning earthquake resistance for building and non-building structures, SNI 1726:2012. With the implementation of SNI 1726:2019, existing buildings should be re-evaluated for their safety against this new regulation. This research examines changes in the performance of shophouse structures in the cities of Sidikalang, Tarutung, Padangsidimpuan, Sei Rampah, Tebing Tinggi, Limapuluh, and Lubuk Pakam. The results show that as a result of the change from SNI 1726:2012 to SNI 1726:2019 there was an increase in the value of the base shear force in the cities of Sidikalang, Sei Rampah, Tebing Tinggi, Limapuluh, and Lubuk Pakam with values respectively 32%, 8%, 11%, 7 %, and 10%. However, in the cities of Tarutung and Padangsidimpuan there was a decrease in the basic shear force value of 3% and 30%. The increase in base shear force is directly proportional to the increase in drift and interstory drift. The interstory drift that occurs is still below the permitted interstory drift.