cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP PROFIL ALIRAN MUARA SUNGAI KRUENG BARO Kurniati Kurniati; Abdullah Irwansyah; Irham Irham; Rosalina Rosalina
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v10i2.973

Abstract

Krueng Baro merupakan salah satu sungai yang berada di wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Pidie. Sungai Krueng Baro merupakan sungai yang banyak digunakan untuk keperluan pertanian. Sebagai sungai yang berpotensi dan melintasi kota serta pemukiman penduduk, maka perlu diketahui bentuk profil alirannya. Profil aliran ini digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan design di lapangan. Pada daerah muara, profil aliran yang terjadi sangat dipengaruhi adanya pasang surut. Pasang surut yang terjadi dapat menyebabkan tinggi air maksimum dan juga menyebabkan turunnya permukaan air. Profil aliran dihitung dengan menggunakan metode tahapan langsung. Pengolahan data pasang surut ini mencapai  ketinggian rata-rata (Ho) adalah 1,5 m. Hasil data perhitungan dengan tahapan langsung, menunjukkan profil aliran mengikuti aliran dengan polynomial orde 6 dengan R mendekati 0,997. Garis Energi yang terbentuk dipengaruhi oleh pasang surut yang terjadi. Aliran akan menjadi normal ketika, aliran sungai tidak mendapat gaya dorong dari aliran pasang surut sejauh jarak 15 km dari garis pantai.Hasil perhitungan profil aliran ini menghasilkan pengempangan aliran air yang perlu perlindungan tanggul sungai disekitar daerah muara Krueng Baro, serta dapat dimanfaatkan untuk pengisi air pada bangunan sadap terdekat yaitu BAU 15.
DURABILITAS ASPAL BETON DENGAN AGREGAT ALAM PANTE BAHAGIA KABUPATEN ACEH UTARA Mizwar Mizwar; Mulizar Mulizar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v1i2.448

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan kendaraan yang semakin tinggi, maka kebutuhan akan prasarana transportasi terutama jalan raya yang lapisan permukaannya memiliki keawetan sangat perlu ditingkatkan. Salah satu jenis lapisan permukaan jalan raya adalah lapisan permukaan aspal beton. Lapisan permukaan aspal beton yang mampu menahan keausan akibat pengaruh cuaca, perubahan suhu ataupun keausan akibat gesekan kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui durabilitas campuran aspal beton dengan kategori 2 x 75 tumbukan untuk lalu lintas berat. Nilai durabilitas dengan rendaman 1 x 24 jam akan dibandingkan dengan Nilai Marshall standar dengan rendaman 30 menit. Pengujian awal dilakukan terhadap variasi kadar aspal yaitu 4,5 %; 5 %; 5,5 %; 6 % dan 6,5 % dibuat masing-masing 3 buah benda uji dan pada kadar aspal optimum dibuat 3 buah benda uji untuk rendaman 30 menit dan 3 buah benda uji untuk rendaman 1 x 24 jam; dengan total benda uji keseluruhan 21 benda uji. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari peneliti an di Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe diperoleh kadar aspal optimum sebesar 5,6 % dengan rendaman 30 menit yang menghasilkan Density sebesar 2,467 gr/cm3; VIM sebesar 6,256 %; VMA sebesar 19,669 %; VFB sebesar 68,304 %; stabilitas sebesar 802,834 kg; flow sebesar 5,883 mm dan MQ sebesar 1,409 KN/mm. Nilai parameter Marshall pada kadar aspal optimum dengan rendaman 1 x 24 jam menghasilkan density sebesar 2,355 gr/cm3; VIM sebesar 10,504 %; VMA sebesar 19,667 %; VFB sebesar 43,903 %; stabilitas sebesar 581,425 kg; flow sebesar 4,300 mm dan MQ sebesar 1,319 ( KN/mm ) . Hasil perbandingan persentase dari hasil pengujian durabilitas didapatkan sebesar 72,42%. Nilai tersebut tidak memenuhi persyaratan nilai durabilitas minimum 75%.Kata-kata kunci: Agregat alam Pante Bahagia, Pengujian Marshall, Durabilitas
EVALUASI PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN STRATEGIS MATANG SIJUEK-TRIENG PANTANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE Alfian Alfian
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v8i2.606

Abstract

Time and cost are important aspects in a construcrtion project to achieve a desired success of the project. One way to control cost and time is to use earned value analysis (return value) that informs the data against the cost and time accurately and clearly. The purpose is to evaluate the amount of cost and usage time has been used in the on road paving projects in the Idi city sub district idi rayeuk district east aceh. The method used in this study is the concept of the value of the result (earned value analysis) examines the tendency of schedule variance and cost variance at a period during the project. By conducting this study of earned value project completion with BCWP =Rp.253,429,607.35 BCWS = Rp. 897,091, 753.ll and ACWP = Rp. 306,453,335. 79. Judging from the cost variance (CV) 0, with cost performance index (CPI) l in order to get project completion cost of Rp6,564,l 33,232. While aspects of the project Schedule is extra time -29.2% or 31 weeks ahead ofplan indicated SPI value 1.Keywords : Cost, Performance, earned value, varians, index.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KEKUATAN MEKANIK BAHAN GENTENG KOMPOSIT POLIMER Milawarni Milawarni
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v5i1.954

Abstract

The research on the manufacture and characterization of polymer composite tile utilized the waste of polypropylene (PP) and coconut fiber (SSK) has been done. Asphalt material used is 10%, 10% PP and compositional variations of sand and SSK are (80:0), (79:1), (78:2), (77:3), (76:4) and (75:5). To find out the characterization of polymer composite tile, the mechanical are done. In the mechanical testing that includes testing the maximum tensite, flexural strength testing and impact is on the composition of the sample 4 (77:3) by 53.26 kgf/cm2 133.39 kgf/cm2 or 13.08 MPa and 2.00 J/cm2. The addition of coconut fiber is as much as 3% can increase the mechanical stength polymer composite tile.
EKSPRIMENTAL PENGUKURAN KEPADATAN BASE COURSE DENGAN ALAT SAND CONE DAN NUCLEAR DENSITOMETER TEST Supardin Supardin; Teuku Riyadhsyah; Risma Agustina
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v3i1.496

Abstract

Material or base course pavement material consists of aggregate based on the well proportioned so that the density obtained in provides support on the road. This study aims to measure the achievement of the density of base course with a sand cone and nuclear densitometer. Case studies carried out on the road Banda Aceh - Calang along 1 km from sta 76 +510 s / d 77 +650 with the testing interval is 50 m. The results of the sand cone test parameters such as: water content (w) = 6.34%, by weight content of the soil (∂ b) = 2.36 gr/cm3, dry unit weight (∂ d) = 2.25 gr/cm3, Volume holes = 1671.68 gr/cm3 and the degree of density (Dr) = 99.60%, while the nuclear densitometer test results such as: water content (w) = 4.12%, by weight content of the soil (∂ b) = 2.38 gr/cm3, dry unit weight (∂ d) = 2.41 g / cm3, and the degree of density (Dr) = 100.01%. Validation of measurements according to sig. (2-tailed), ie 0546 0050 α, then there is no significant difference in density between the two tools. Results of testing sand cone and nuclear densitometers have 0.4% difference, then both the above test methods can be used. The advantage when using sandcone time it takes relatively longer and cost less, while for the testing of nuclear densitometer test time required faster and more expensive.Keywords: density, sandcone and nuclear densitometer
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN KOTA SABANG Nurlaili Nurlaili
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.945

Abstract

Upaya pengelolaan lingkungan dibuat untuk menghindari adanya tumpang tindih kepentingan yang dimungkinkan terjadi dari berbagai pihak untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang ada. Setiap kegiatan dipastikan menimbulkan dampak baik positif maupun negatif. Untuk menghindari dampak negatif dari kegiatan/obyek yang mungkin timbul terhadap masyarakat, pengelolaan lingkungan sangat diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengurangi gejolak yang diperkirakan ada dari dampak negatif tersebut. Pada dampak positif diusahakan untuk dapat lebih dioptimalkan. Uraian pengelolaan lingkungan hidup akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan dari kegiatan peningkatan ruas Jalan Lingkar Eumbung Paya Sinara dan Jalan Abeuk Reuteuk Kota Sabang yaitu tahap prakontruksi, tahap kontruksi dan tahap operasi. Komponen lingkungan hidup yang dikelola meliputi aspek lingkungan fisik-kimia,yaitu iklim, kualitas udara dan kebisingan, topografi, geologi dan sumber daya air. Untuk aspek lingkungan biologi meliputi flora, fauna teresterial kemudian aspek sosial, ekonomi dan budaya dan aspek sarana dan prasarana. Dari hasil survey tipe iklim Kota Sabang termasuk iklim tropis dan curah hujan Kota Sabang termasuk kelas B(basah), suhu udara rata-rata 26,810C dan rata-rata kelembaban 83,25 persen. Kualitas udara dan kebisingan nilainya masih memenuhi baku mutu lingkungan, tidak ada dampak yang timbul pada topografi,geologi dansumber daya air, penggunaan lahan di Kota Sabang sampai saat ini didominasi oleh pemanfaatan hutan,terutama hutan lindung dan produksi serta cagar alam, kawasan pemukiman didominasi oleh lingkungan hunian sebagai tempat tinggal yang mempunyai marfologi datar dan disekitar pantai serta disepanjang jalan, sedangkan dariaspek biologi berdasarkan hasil perhitungan dengan metode indeks diversitas Shannon Wiener(H) untuk Strata Herbadiperoleh nilai (H’) rata rata = 0,1425 pada sampling S1( lokasi pembangunan Jalan Lingkar Eumbung Paya Sinara )tergolong rendah dan pada lokasi S2 ( Jalan Abeuk Reuteuk) diperoleh nilai H’ rata-rata= 0,1345, dan begitu juga untuk strata perdu dan strata pohon diperoleh nilai H’  rendah seperti pada tabel 3 dan 4,artinya peningkatan ruas jalan Lingkar Embung Paya Sinara, Jalan Abeuk Reuteuk  Kota Sabang tidak menjadi kendala, selain itu tidak satupun spesies tergolong spesies yang dilindungi. Begitu juga dengan fauna terseterial pada saat survey dilakukan ditemukan beberapa jenis mamalia dan unggas, kedua jenis fauna ini tidak mengkhawatirkan mengingat kegiatan yang dilakukan tidak sampai merusak habitat habitat hidup spesies tersebut.Dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan jenis dampak penting adalah hilangnya tumbuhan/vegetasi di areal quarry, erosi tanah, hilangnya tumbuhan vegetasi dilokasi kegiatan, penurunan kualitas udara dan penerimaan tenaga kerja.
PENGARUH PEMANFAATAN TATA GUNA LAHAN PADA KORIDOR PASE KOTA LHOKSEUMAWE TERHADAP SISTEM TRANSPORTASI Munardi Munardi
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v2i2.487

Abstract

Di Kota Lhokseumawe, pengaruh perubahan pemanfaatan lahan, khususnya di sekitar koridor Pase, sangat mempengaruhi arus pergerakan sistem transportasi di sekitarnya. Fenomena lain, perkembangan kawasan pinggiran kota yang secara fisik dicirikan dengan hampir dekatnya Kota Lhokseumawe dengan wilay ah Keude Cunda ( fenomena mega urban ) turut pula membebani arus pergerakan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggetahui aspek-aspek yang mempengaruhi pemanfaatan lahan koridor Pase Kota Lhokseumawe terhadap sistem transportasi. Survei kuisioner dilakukan terhadap penghuni kawasan koridor pase yang meliputi Meunasah Kota, Keude Aceh, dan Mon Geudong dengan metode pengambilan sampel simple random sampling. Identifikasi faktor pengaruh didapatkan dari analisis terhadap aspek-aspek transportasi, lingkungan perumahan, perdagangan/jasa, dan pendidikan berdasarkan nilai rerata aspek. Aspek transportasi yang dijadikan variabel penelitian meliputi: aksesibilitas, kelancaran lalulintas, lebar jalan, waktu perjalanan, keamanan. Aspek lingkungan perumahan meliputi: aksesibilitas lingkungan perumahan. Aspek daerah perdagangan/jasa meliputi: aksebilitas daerah perdagangan/jasa, kebisingan, parkir. Aspek lingkungan pendidikan meliputi: aksesibilitas lingkungan pendidikan, kebisingan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variabel yang sangat berpengaruh dari perkembangan lahan terhadap sistem transportasi adalah variabel aksesibilitas.Kata-kata kunci: perubahan pemanfaatan tata guna lahan, koridor Pase, skala Likert
PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU SEBAGAI SUBTITUSI CAMPURAN BATA RINGAN KEDAP SUARA Nurmaidah Nurmaidah; R. Exaudi Simon Purba
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v9i2.620

Abstract

The increasing demand for housing nowadays causes the need for more building materials. It can provide an alternative to exploit industrial waste that is left alone. Wood powder is a waste obtained from sawmills using both machinery and manuals. Sawdust can also be used as a silencer. In this study, wood waste is used for partial substitution of fine aggregate used in light brick making mix. In this study discusses the characteristics of soundproofing with the utilization of wood sawdust waste, PC cement, and sand as its forming material. In this study, wood sawdust used is from North Sumatra with variation of 0%, 20%, and 30% (mass) compositions, while other material compositions are made constant. With a wooden powder size of 0.25 mm - 2.0 mm. For testing of silencer will be made of cylindrical test object with diameter 11 cm and thickness 6 cm as much as 6 specimen. The results of this study indicate that the 30% sawdust mixture in the third variation shows the highest absorption coefficient value of 0.6832 with the frequency of 1000 Hz with absorption coefficient 0.50% and with the velocity of the sound wave indicates 683.2 m / s . From this research, it can be concluded that the greater the percentage of sawdust mixture, the greater the ability to muffle the noise.Keywords: Lightweight soundproof brick, acoustic, absorption, sawdust
ANALISA PARAMETER MARSHALL DAN DURABILITAS ASPAL POROS DENGAN VARIASI GRADASI MENGGUNAKAN SPESIFIKASI JEPANG Syarwan Syarwan; Mulizar Mulizar; Budidarmawan Budidarmawan
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v10i2.985

Abstract

Penggunaan Asphal Concrete Wearing Coarse (AC-WC) lambat dalam proses pengaliran air ke saluran ke saluran samping pada musim hujan, sehingga bisa membuat jalan dalam keadaan berair dan dapat menyebabkan kecelakaan dan terpeciknya air ke kendaraan.  Untuk itu itu perlu mencari alternatif lain yaitu menggunakan aspal porous  dengan menggunakan material lokal yang berasal dari Krueng Mane Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat nilai parameter Marshall  dan durabilitas dari campuran aspal poros dengan variasi gradasi dengan menggunakan standar gradasi Jepang untuk lapisan permukaan. Metode pengujian mengikuti standar Marshall dengan perlakukan 3 variasi gradasi, yaitu gradasi batas bawah, gradasi tengah dan gradasi batas atas dari spesifikasi gradasi Jepang. Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter Marshall campuran aspal poros pada KAO = 5,0% untuk gradasi batas bawah adalah stabilitas = 76,19 Kg, Flow = 6,6 mm, VIM = 24,02 %, VFB = 26,99 %, VMA = 32,89 %, MQ = 12,22 Kg/mm dan durabilitas = 46,2%. Untuk gradasi tengah dengan KAO = 5,5% diperoleh parameter Marsahall adalah stabilitas = 218,14 Kg, Flow = 6,3 mm, VIM = 17,64 %, VFB = 37,37 %, VMA = 28,14 % , MQ = 35,70 Kg/mm dan Durabilitas = 59,7%. Untuk gradasi batas atas  dengan KAO = 4,6 % diperoleh parameter Marsahall adalah stabilitas = 614,88 Kg, Flow = 5,95 mm, VIM = 16,54 %, VFB = 35,47 %, VMA = 25,55 %, MQ = 105,51 Kg/mm dan Durabilitas = 65%. Dari hasil penelitian ini memperlihatkan  bahwa hanya campuran aspal poros dengan gradasi batas atas sebagian besar memenuhi parameter Marshall terutama nilai stabilitaS 500 kg kecuali nilai VFB dan Marshall Quantient (MQ). 
ANALISA PERBANDINGAN SIMPANGAN STRUKTUR GEDUNG SET BACK TANPA DINDING GESER DAN PEMODELAN LETAK DINDING GESER DI ZONA GEMPA TINGGI Tondi Amirsyah Putera; Fiqih Hidayat
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v9i1.611

Abstract

The high-rise building structure is prone to lateral forces, mainly due to the force generated by the earthquake. In calculating the multilevel building structure there are 2 ways, namely with Open Frame and Open Frame combination with shear wall. The shear wall is a wall that acts as a stiffener and is also a core wall for rigging entire buildings designed to withstand shear forces, lateral forces caused by earthquakes. so that the horizontal deformation (deflection) becomes small. The analysis used in this research is spectrum response analysis based on SNI 1726: 2012. This research has 3 model of set back building which will be reviewed, that is the model of set back building with special moment frame system, the model of backyard building with shear wall of each side and model of set back building with shear wall only on one side. All load inputs, stiffness and structural dimensions are the same, which differ only the special moment frame system model and the sliding wall placement used. This building has a height of 39.5 meters (10 floors). Based on this data it shows that the deviation result with the deviation modeling for the model is 0.075 m for the X and 0.064 direction for the Y direction for model 2 0.051 m for the X and 0.050 m directions for the Y direction and for model 3 is 0.074 m for the X and 0.048 for direction Y.Keywords: Set Back, Irregular Building, Drift Story, Shear Shear, Shear Wall, Special Moment Resume Frame.

Page 8 of 34 | Total Record : 337