cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
APLIKASI SOFTWARE SWMM UNTUK STUDI PERMASALAHAN BANJIR PADA KAWASAN POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Ibrahim Ibrahim; Abdullah Irwansyah; Syarifah Keumala Intan
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v10i1.969

Abstract

Drainase berfungsi untuk memutus kelebihan air permukaan sehingga tidak mengganggu aktivitas manusia dan merusak infrastuktur lainnya. Kawasan Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe dan sekitarnya terdapat permasalahan drainase ini terutama banjir. Banjir ini terjadi hampir setiap tahunnya sehingga menggangu aktivitas perkantoran dan menyebabkan kerusakan dan ketidaknyaman. Untuk menjawab permasalahan ini perlu dilakukan analisa untuk mendapatkan sumber permasalahan dan solusi yang dapat dilakukan dalam rangka menyelesaikan permasalahan banjir pada Kawasan Politeknik Negeri Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan untuk meninventarisasi sistem/saluran drainase yang sudah ada/existing; mendapatkan peta topografi kawasan Penelitian; menganalisa kapasitas  saluran dengan menggunakan software SWMM (Storm   Water Management Model); dan merekomendasi sistem dan dimensi saluran. Berdasarkan hasil running model yang telah dilakukan, dihasilkan bahwa pada pias dari j29 (depan Jurusan Teknik Sipil) sampai dengan o5 (saluran di pintu masuk utama) terjadi permasalahan yaitu adalah luapan pada dua lokasi yaitu pada lokasi depan Mesjid dan lokasi depan kantin). Untuk mengatasi masalah ini salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperbesar dimensi saluran pada lokasi tersebut. Berdasarkan hasil model SWMM dimensi yang sesuai untuk lokasi pertama adalah dengan ukuran 50 x 50 cm dan lokasi kedua adalah dengan ukuran 60 x 80 cm.
ASESMEN DAN PERKUATAN JEMBATAN PIPA CIASEM Sumargo Sumargo; Noval Hasan; Achmad Abrar Haziri
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v11i1.1498

Abstract

Abstrak — Jembatan pipa Ciasem merupakan jembatan rangka baja yang digunakan sebagai dudukan pipa 8 inci untuk distribusi minyak mentah. Terdapat indikasi bahwa jembatan ini mengalami lendutan yang berlebihan sehingga perlu dilakukan asesmen dan perkuatan. Asesmen Jembatan dimaksudkan untuk mendukung infrastruktur transportasi minyak mentah yang sesuai dengan kriteria perencanaan teknis yang berlaku. Tujuan  Asesmen Jembatan ini adalah untuk mendapatkan dokumen perencanaan teknis perkuatan jembatan. Sasaran  yang hendak dicapai dari hasil layanan konsultansi ini adalah mengurangi lendutan pada tengah bentang yang terjadi saat ini serta mengusulkan metoda perkuatan yang ditunjukkan dengan gambar perencanaan. Dari hasil penelitian didapatkan tinggi deviator 1500 mm serta digunakan kabel prategang berdiameter ½ inci dengan, fu = 270 ksi. Jumlah kabel yang harus terpasang sebanyak 5 buah. Sehingga total kabel pada masing-masing sisi memanjang jembatan: 5 x ½ in = 2.5 in. Gaya prategang sebesar 70 ton yang diaplikasikan secara bersamaan pada kedua sisi memanjang jembatan yang berjarak 1.5 meter.Kata kunci : Asesmen, Perkutan, Jembatan Pipa, Ciasem.Abstract — Ciasem pipe bridge is a steel frame bridge that is used as an 8 inch pipe holder for distribution of crude oil. There are indications that this bridge is experiencing excessive deflection so that it needs to be assessed and strengthened. The Bridge Assessment is intended to support the infrastructure of crude oil transportation in accordance with applicable technical planning criteria. The objective of this Bridge Assessment is to obtain a bridge strengthening technical planning document. The target to be achieved from the results of this consultancy service is to reduce deflection in the middle of the current landscape and to propose a method of reinforcement which is shown in the planning picture. From the research results obtained 1500 mm high deviator and used prestressed cables ½ inch in diameter with, fu = 270 ksi. The number of cables that must be installed is 5 pieces. So that the total cable on each side extends the bridge: 5 x ½ in = 2.5 in. A prestressing force of 70 tons was applied simultaneously on both sides of the bridge extending a distance of 1.5 meters.Keywords: Assessment, Percutaneous, Pipe Bridge, Ciasem.
EVALUASI OPERASIONAL DAN PERBAIKAN KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG DENGAN SINYAL PADA RUAS JALAN MERDEKA LHOKSEUMAWE Rosalina Rosalina
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v1i1.434

Abstract

Suatu keadaan operasional lalu lintas pada persimpangan panjang siklus ( c ) mempengaruhi tundaan kendaraan rata-rata yang melewati persimpangan. Kesempatan melewati persimpangan diberikan secara bergiliran pada masing-masing pergerakan. Keadaan ini tidak ekonomis, sehingga dibuat sistem koordinasi lampu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat pelayanan dan pengaturan koordinasi sinyal pada tiga persimpangan bersinyal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jam puncak untuk tingkat pelayanan persimpangan bersinyal berdasarkan beban load factor untuk Simpang Bank Indonesia pada pukul 07.00-08.00 dan pukul 12.00-13.00 Wib tingkat pelayanan C. Tingkat pelayanan Simpang Baiturrahim pada pukul 07.00-08.00 tingkat pelayanan D, pada pukul 12.00-13.00 tingkat pelayanan C. Tingkat pelayanan Simpang Jam pada pukul 07.00-08.00 tingkat pelayanan C dan pada pukul 12.00-13.00 tingkat pelayanan D. Panjang siklus untuk koordinasi diambil 80 detik dengan kecepatan rata yang dikoordinasikan 35 km/jam. Dengan terkoordinasikannya ketiga simpang tersebut, maka akan mengurangi tundaan ( delay ) sehingga dapat menghemat waktu dan operasional perjalanan.Kata-kata kunci: sinyal, koordinasi, waktu siklus
SAMBUNGAN JOINT PADA RUMAH TAHAN GEMPA Khairul Miswar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v11i1.1515

Abstract

Abstrak — Indonesia adalah salah satu negara rawan bencana alam. Bencana yang terjadi meliputi banjir, kekeringan, tanah longsor dan gempa bumi. Tulisan ini hanya membahas masalah gempa bumi yang berefek pada kontruksi bangunan. Hal ini disebabkan oleh berat sendiri rumah yang meliputi struktur atap, balok kolom dan dinding. Semakin besar berat sendiri rumah, maka makin besar juga beban gempa yang bekerja pada rumah tesebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbandingan beban rata-rata pada joint dan perbandingan simpangan rata-rata pada joint.   Standar ASTM 2126-02a merupakan penyederhanaan dari beban gempa pada benda uji joint. Analisis struktur didasarkan pada beban gempa statik equivalen diambil dari peraturan gempa Indonesia SNI 03-1726-2002. Beban yang diberikan adalah beban bertahap. Beban rata- rata yang bekerja pada kedua joint  sebesar 0,6 kN. Pada saat yield beban yang bekerja pada joint 1 adalah 0,8 kN dan joint  2 adalah 0,7 kN. Pada saat peak), beban yang bekerja pada joint 1 adalah 1,2 kN dan joint 2 adalah 1,2 kN, saat failure, beban yang bekerja pada joint 1 adalah 0,9 kN dan joint 2 adalah 0,8 kN. Nilai beban yang bekerja pada joint 1 lebih besar dari joint 2.  Kerusakan awal simpangan joint 1 adalah 27.49 mm dan joint 2 adalah 28.75 mm. Pada  saat yield simpangannya joint 1 adalah 36.41 mm dan joint 2 adalah 33.53 mm. Saat peak, simpangan pada joint 1 adalah 50.88 mm dan joint 2 adalah 51.65 mm. Saat failure   simpangan pada joint 1 adalah 41.99 mm dan joint 2 adalah 38.96 mm. Kondisi kedua joint mampu menahan beban gempa rencana.Kata kunci : beban gempa, joint, simpangan joint, bencana alam.Abstract — Indonesia is one of the countries prone to natural disasters. Disasters that occur include floods, droughts, landslides and earthquakes. This paper only discusses the problem of earthquakes which affects the construction of buildings. This is due to the weight of the house itself which includes the roof structure, beam columns and walls. The greater the weight of the house itself, the greater the burden of the earthquake that works at the house. The purpose of this study is to determine the comparison of the average load on the joint and the ratio of the average deviation on the joint. ASTM 2126-02a standard is a simplification of earthquake load on joint test specimens. Structural analysis is based on equivalent static earthquake loads taken from Indonesian earthquake regulations SNI 03-1726-2002. The burden is a gradual burden. The average load acting on both joints is 0.6 kN. When the load yield that works on joint 1 is 0.8 kN and joint 2 is 0.7 kN. At peak times, the load acting on joint 1 is 1.2 kN and joint 2 is 1.2 kN, at failure, the load acting on joint 1 is 0.9 kN and joint 2 is 0.8 kN. The value of the load acting on joint 1 is greater than joint 2. The initial damage to joint junction 1 is 27.49 mm and joint 2 is 28.75 mm. When the yield of the joint 1 is 36.41 mm and joint 2 is 33.53 mm. At peak, the deviation in joint 1 is 50.88 mm and joint 2 is 51.65 mm. When the deviation failure in joint 1 is 41.99 mm and joint 2 is 38.96 mm. The condition of the two joints is able to withstand the burden of the planned earthquake.Keywords: earthquake load, joint, joint drift, natural disasters.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN STRUKTUR BALOK SEDERHANA BERDASARKAN ANALISIS DATA MODAL DINAMIK Musbar Musbar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v2i1.454

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengindentifikasikan kerusakan struktur balok dengan menggunakan data modal dinamik (mode shapes dan frekuensi) serta membandingkan efektivitas dari metodologi yang diusulkan dengan menerapkannya pada struktur yang sama dan disamping itu, untuk merumuskan metodologi identifikasi kerusakan struktur baru berdasarkan metoda pengujian yang dapat digunakan untuk menaksir kerusakan dari struktur yang ada. Beberapa metode yang diusulkan yaitu; metode berdasarkan perubahan mode shapes dan frekuensi, metode fleksibilitas. Metode-metode yang diusulkan ini mengindentifikasi kerusakan struktur balok berdasarkan beberapa skenario sebagai berikut : kerusakan tunggal (single), ganda (double) dan kerusakan banyak (multiple). Simulasi kerusakan awal pada struktur balok adalah dengan memberikan retak dan pengurangan kekakuan pada beberapa elemen balok. Balok dimodelkan sebagai balok Hermitian dengan jumlah diskritisasi sebanyak 15 elemen. Balok yang digunakan mempunyai propertis penampang dan berat jenis yang berbeda. Dua jenis kondisi perletakan digunakan untuk pemodelan yaitu sebagai berikut : balok (a) dengan tumpuan sederhana dan balok (b) dengan tumpuan jepit-jepit. Metode elemen hingga digunakan untuk menganalisis balok dan untuk menghitung nilai mode shapes dan frekuensi. Metode-metode yang diusulkan seperti perubahan mode shapes dan frekuensi, fleksibilitas mampu mengindentifikasikan lokasi kerusakan dengan baik pada struktur balok sampai dua lokasi kerusakan untuk balok (a) dan hanya satu lokasi kerusakan untuk balok (b). Kata kunci : Identifikasi kerusakan, mode shapes, frekuensi, taraf kerusakan
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON NORMAL Lissa Opirina; Dewi Purnama Sari; Muhammad Hanif
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v11i2.1522

Abstract

Abstrak — Serat yang digunakan pada penelitian ini adalah serat tandan kosong kelapa sawit hasil dari limbah pabrik kelapa sawit. Penggunaan serat tandan kosong kelapa sawit dalam campuran beton disini adalah selain untuk mengurangi limbah tandan kosong kelapa sawit juga dapat memberikan pengaruh pada beton yang pada dasarnya memiliki sifat  yang  kurang pada  tegangan tarik.  Penelitian  menggunakan serat  tandan  kosong  kelapa  sawit  dalam campuran beton sebagai subtitusi sebagian dari agregat halus terhadap beton normal 25 MPa. Persentase serat tandan kosong kelapa sawit yang digunakan dalam campuran beton mulai 4%, 5%, 6%, 7%, 8% dan tanpa tambahan serat (0%). Pengerjaan mulai dari memisahkan serat dari tandan kosong kelapa sawit, pemeriksaan sifat fisis agregat, pembuatan benda uji berbentuk silinder Ø 15 x 30 cm, hingga pengujian tarik belah dilakukan di Laboratorium Pekerjaan Umum Aceh Barat. Dari hasil penelitian menunjukkan penggunaan serat tandan kosong kelapa sawit dalam campuran beton dapat meningkatkan kuat tarik belah beton. Berat beton umur 28 hari mulai dari 0%, 4%, 5%, 6%, 7%, dan 8% secara berurutan adalah 12,59 kg, 12,09 kg, 12,19 kg, 12,09 kg, 12,13 kg, dan 12,16 kg. Pengujian kuat tarik belah rata-rata beton silinder dengan penambahan serat pada 0%, 4%, 5%, 6%, 7%, dan 8% pada umur 28 hari secara berurutan adalah 3,51 MPa, 2,78 MPa, 3,73 MPa, 3,49 MPa, 3,33 MPa dan 3,28 MPa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kuat tarik belah optimum berada pada persentase campuran serat tandan kosong kelapa sawit 5% yaitu sebesar 3,73 MPa, dan peningkatan kuat tarik belah terjadi sebesar 6,27% dari pada beton normal atau tanpa penambahan serat tandan kosong kelapa sawit. Sehingga pada 5% serat menghasilkan kondisi optimum fct = 0,64 √f’c..Kata kunci : Kuat Tarik Belah Beton, Beton Serat , TKKS.Abstract — The fibers used in this study are oil palm empty fruit bunches which are the result of palm oil mill waste. The use of oil palm empty fruit bunches in the concrete mix here is not only to reduce the waste of oil palm empty fruit bunches, it can also have an effect on concrete which basically has less tensile stress properties. The study used oil palm empty fruit bunches in a concrete mixture as a partial substitution of a fine aggregate of normal concrete 25 MPa. Percentage of oil palm empty fruit bunch fibers used in concrete mix starting from 4%, 5%, 6%, 7%, 8% and without additional fiber (0%). Work began from separating fibers from oil palm empty fruit bunches, examining aggregate physical properties, making Ø 15 x 30 cm cylindrical specimens, to pulling tensile testing carried out at the West Aceh Public Works Laboratory. From the results of the study showed the use of oil palm empty fruit bunches in a concrete mixture can increase the tensile strength of concrete. The 28-day concrete weights starting from 0%, 4%, 5%, 6%, 7%, and 8% respectively are 12.59 kg, 12.09 kg, 12.19 kg, 12.09 kg, 12, 13 kg and 12.16 kg. The average split tensile strength testing of cylindrical concrete with the addition of fiber at 0%, 4%, 5%, 6%, 7%, and 8% at 28 days respectively is 3.51 MPa, 2.78 MPa, 3, 73 MPa, 3.49 MPa, 3.33 MPa and 3.28 MPa. Based on the results of the study showed that the optimum split tensile strength was at a percentage of a 5% empty oil palm empty fruit bunch fiber mixture, which was 3.73 MPa, and an increase in split tensile strength was 6.27% compared to normal concrete or without the addition of oil palm empty fruit bunches. So that at 5% the fiber produces the optimum conditions fct = 0.64 'f' c..Keywords: Concrete Tensile Strength, Fiber Concrete, TKKS
PENGARUH PENGGUNAAN ABU SERBUK KAYU TERHADAP KUAT TEKAN BETON Sulaiman YH
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v2i2.492

Abstract

ABSTRAK Abu serbuk kayu ( ASK ) dapat mengandung banyak silika apabila dibakar mencapai suhu 500-700°C dalam waktu sekitar 1 sampai 2 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jumlah campuran ASK terhadap kuat tekan beton. Adapun komposisi campuran abu serbuk kayu sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari banyaknya campuran semen pada saat pengecoran. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kuat tekan beton kubus menurun dengan penambahan lebih besar abu serbuk kayu pada umur benda uji 28 hari. Kekuatan beton turun dikarenakan perbedaan jumlah persentase unsur kimia campuran beton sebagai akibat tambahan silikat dari abu serbuk kayu.Kata-kata kunci: abu serbuk kayu, kuat tekan, beton kubus
Backmatter (Back Cover) Editor Editor
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v9i2.665

Abstract

Backmatter (Back Cover)
PENGUATAN STRUKTUR PADA BANGUNAN DENGAN MUTU BETON RENDAH Anis Rosyidah; Dody Farouq Alfariez; Muhammad Ariq Wicaksono
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v11i1.1499

Abstract

Abstrak — Kategori bangunan kokoh apabila struktur pada bangunan tersebut kuat dan stabil, sehingga dapat menerima beban-beban yang bekerja pada bangunan tersebut tanpa terjadinya keruntuhan. Jika keruntuhan terjadi secara tiba-tiba tanpa ada gejala sebelumnya dapat mengakibatkan munculnya korban jiwa. Dengan ini diperlukan penguatan sebagai solusi mengatasi kerusakan struktur. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan komponen struktur mana yang tidak mampu menahan beban dan penguatan seperti apa yang perlu dilakukan terhadap struktur bangunan. Gaya-gaya dalam didapatkan dari analisis struktur eksisting dan asumsi beban-beban yang bekerja pada struktur dengan pemodelan struktur 3D (space frame). Hasil analisis pemodelan struktur berupa gaya-gaya dalam digunakan untuk mendapatkan momen ultimit (Mu) dan dibandingkan dengan momen eksisting (Mn) yang dihitung dengan data eksisting. Setelah diketahui komponen-komponen struktur yang tidak mampu menahan beban, maka metode penguatan yang sangat mungkin untuk dilaksanakan pada komponen struktur tersebut adalah Concrete Jacketing. Penambahan dimensi penguatan pada balok dan kolom sebesar 50 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur naik rata-rata sebesar 149.493% dan kekuatan geser naik rata-rata sebesar 496.814% setelah struktur balok diberi penguatan. Hasil analisis kekuatan kolom setelah diberikan penguatan, diperoleh hasil diagram P-M yang menunjukan bahwa pada kolom K1, K2 dan KP kekuatannya meningkat dan setelah diberi penguatan Concrete Jacketing aman.Kata kunci : Penguatan Struktur, Bangunan Eksisting, Concrete Jacketing.Abstract —The perfect building category is the structures on the structure are strong and stable, can receive the burdens working on the structure without any collapse. If the collapse occurs suddenly without prior symptoms can result in a loss of life. It requires reinforcement as a solution to structural damage. The research is done to determine which components of the structure are unable to bear weight and which reinforcement such as what needs to be done to the structure of the building. Internal forces are derived from spaceframe structural analysis and assumptions that burden work on structure with 3d modeling. The structure of modeling analysis is used to obtain the ultimit moments and compared to the moment of existence which is calculated with the existing data. Since the components of the structure are known for weight loss, the likely method of reinforcement to be performed in those components is the jacketing concrete. Adding the dimension of strengthening to the beam and column by 50 mm. Research shows that the bending power rose an average of 149,493% and the shifting power rose an average of 496,814% after the beam structure was reinforced. Analysis of the strength of the columns after strengthening, obtained from p-m diagrams showing that in the K1, K2, and KP column their strength increased and reinforced the safety of the jacketing concrete.Keywords: Strengthening Structure, Existing Building, Concrete Jacketing
ANALISIS PEKERJAAN PENGADAAN BAHAN BANGUNAN UNTUK RUMAH Bakhtiar A
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v5i1.955

Abstract

This study explain the method at work of the wood levying by contractor at execution of housing development. Two alternatives from method purchasing which generally in contractor application is doing by self or sub-contractor. This study get the sample from three house types : simple, middle, and luxuriant. The purpose of this study is compare the levying method which is in contractor application if they get the work. The method of data collecting is survey method. Data were analyzed by using the method of ranking and look at the frequency from the results of the questionnaire. Result of study indicate that for the simple house type, is more wise to execute by self. For the type of middle and luxuriant, better of the wood work has given to sub-contractor, a type middle house of case study for the confirmation of result of the empirical study.

Page 9 of 34 | Total Record : 337