cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
THE EFEKTIVITAS LARVA (Maggot) Black soldier fly (BSF) SEBAGAI ANTIBAKTERI DALAM MENGHAMBAT DAN MEMBUNUH Escherichia coli Iis Kurniati; Nina Marliana; Yeni Wahyuni; Asep Dermawan; Yuliansyah S Mulia
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v14i2.2034

Abstract

ABSTRAK Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens merupakan salah satu jenis lalat yang bukan merupakan vektor penyakit. Fase hidup BSF adalah singkat hanya sekitar rata-rata 7 hari. Berdasarkan hasil pengamatan, BSF betina akan menghasilkan sejumlah telur setelah melakukan mating dengan BSF jantan dan menghasilkan telur berjumlah 500-900 buah telur. Telur-telur ini akan menetas dan menjadi larva BSF atau sering disebut sebagai maggot. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas antibakteri ekstrak maggot BSF, konsentrasi hambat minimun (KHM), dan konsentrasi bunuh minimun (KBM) ekstrak maggot BSF terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode difusi Kirby Bauer, sedangkan untuk penentuan KHM dan KBM menggunakan angka lempeng total. Variasi konsentrasi ekstrak maggot yang digunakan adalah 0,12%; 0,24%; 0,36%; 0,48%; 0,60%; 0,72%; 0,84%; 0,96%; 1,08%; dan 1,20%, sedangkan konsentrasi filtrat etanol adalah 5%; 7,5%; 10%; 12,5%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; dan 25%; sebagai kontrol digunakan ciprofloxacin 30 µg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak (liofilisat) etanol maggot efektif sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli, dengan nilai signifikansi 0,002 < α (0,050), untuk satu atau lebih kelompok data. Sedangkan, analisis uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,317 (> 0,050%), untuk konsentrasi 1,08% dengan 1,20%. Ekstrak (filtrat) etanol maggot efektif sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli, dengan nilai signifikan 0,000 < α (0,050). Konsentrasi Hambat Minimun (KHM) ekstrak (liofilisat) larva (Maggot) Black soldier fly (BSF) yang efektif sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli adalah 0,60% dengan jumlah koloni 24,27 ± 2,137 CFU/mL, dan Konsentrasi Bunuh Minimun (KBM) terdapat pada konsentrasi 0,96% dengan jumlah koloni 0,0 CFU/mL.
PENGARUH METODE SCHOOL WATCHING TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA SD DALAM MENGHADAPI BENCANA DI KECAMATAN CICENDO KOTA BANDUNG Lia Meilianingsih; Sugiyanto Sugiyanto
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v14i2.2042

Abstract

West Java Province has the highest level of disaster vulnerability in Indonesia, which is dominated by landslides, floods and fires. The group that is most vulnerable to disasters is children. Elementary school student spends an average of 7 hours in school. So, the school can be categorized as a disaster-prone place. Disasters can occur at any time, including when students are in school. School children must have resilience in facing the threat of disaster. School Watching is one method that can assist students in improving disaster preparedness through activities carried out in schools and the surrounding environment. This study aims to determine the effect of the school watching method on the preparedness of elementary school students in dealing with disasters in Cicendo District, Bandung City. The research design used a quasi-experimental approach with a Pre-Post test control group design approach. The sample of this study was fifth grade elementary school students in Cicendo District. The sample size is 39 people for the intervention group and 39 people for the control group. The sampling technique is proportional random sampling. The intervention was given in 5 meetings. Intervention activities include: providing materials on disaster, observations, mapping, discussions and presentations. Analysis of the data used for the paired group using a statistical test T test dependent because the data is normally distributed. Meanwhile, for the unpaired group, the Mann-Whitney test was used because the data were not normally distributed. The results showed that there was an effect of the school watching method on the preparedness of elementary school students in dealing with disasters because the p value was 0.000. Therefore, it is suggested to the person in charge of the school health program to apply the school watching method to reduce disaster risk in the school community.
STUDI LITERATUR: PENGARUH FAKTOR KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA Nufla Ihsani; Onny Setiani; Suhartono Suhartono
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v14i2.2050

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hasil Kajian Gizi UNICEF, menyebutkan bahwa Sebagian besar anak di Indonesia berisiko stunting akibat kondisi lingkungan yang sanitasinya buruk. Penyebab stunting bisa secara langsung dan tidak langsung, oleh karena itu faktor lingkungan perlu dikaji sejauhmana menyebabkan stunting. Tujuan dari riview artikel ini adalah menganalisa pengaruh faktor kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Metode: Desain penelitian ini adalah literature review, penelusuran artikel dilakukan melalui E-Journal UNDIP, Google Scholars, ProQuest, PubMed, Jurnal PloS, Jurnal Kesehatan Masyarakat UI, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, yang di publikasikan antara 2015-2021. Kriteria inklusi dalam artikel yaitu menjelaskan faktor air, sanitasi, air minum, pajanan asap roko, pajanan pestisida dan logam berat dengan kejadian stunting. Hasil: Hasil studi 10 artikel menunjukan faktor air minum tidak layak serta jamban yang tidak layak berpotensi tiga kali lebih tinggi terjadi stunting. Faktor riwayat pajanan pestisida pada balita berpotensi 1,7 kali sebagai faktor risiko stunting. Faktor pajanan logam berat menunjukan kadar Pb dalam darah berhubungan signifikan dengan tinggi badan pada balita. Faktor pajanan asap roko berisiko menyebabkan stunting, karena pajanan nikotin yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan balita. Kesimpulan: Faktor kesehatan lingkungan memberikan kontribusi terhadap tumbuh kembang balita, oleh karena itu bisa menjadi faktor yang mempengaruhi stunting pada balita. Upaya promosi kesehatan terkait pentingnya intervensi gizi sensitif di faktor lingkungan perlu ditingkatkan untuk mencegah stunting.
PENGGUNAAN SIX SIGMA SEBAGAI EVALUASI KONTROL KUALITAS PADA HEMATOLOGY ANALYZER SYSMEX XN-1000 Eva Ayu Maharani; Rika Erviani; Rizana Fajruni'mah; Dewi Astuti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v14i2.2106

Abstract

Saat ini metode otomatisasi menggunakan hematology analyzer banyak dipilih dibandingkan metode manual dengan keutamaan mempunyai presisi yang lebih baik. Kontrol kualitas pada hematology analyzer umumnya hanya menggunakan aturan Westgard, dan belum digunakannya analisis six sigma di laboratorium RSUD Budhi Asih, walaupun analisis six sigma juga diperlukan untuk melihat tingkat akurasi dan presisi suatu metode. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan six sigma sebagai evaluasi kontrol kualitas hematology analyzer Sysmex XN-1000 di laboratorium klinik RSUD Budhi Asih pada parameter HGB, RBC, WBC, HCT dan PLT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data hasil kontrol kualitas internal laboratorium klinik RSUD Budhi Asih periode Januari s/d Februari 2022 dengan bahan kontrol level low, normal dan high. Analisis six sigma melibatkan CV dan bias. Perhitungan CV dibandingkan dengan nilai target kit insert dan nilai bias dibandingkan dengan standar Rico’s biological variation. Hasil menunjukkan, bahan kontrol masuk dalam kategori ‘in control’, nilai CV di bawah batas yang ditetapkan dan nilai bias umumnya berada di bawah standar, kecuali parameter HCT. Nilai sigma berada pada kategori world class performance sampai marginal performance. Kesimpulan penelitian ini analisis kontrol kualitas cukup digunakan dua level bahan kontrol setiap hari, yang disertai dengan analisis kurva Levey Jenning’s melalui aturan Westgard. Kata kunci: Kontrol Kualitas, Six Sigma, CV, Bias
EFEKTIVITAS BERBAGAI BENTUK LARVASIDA NABATI DAUN MIMBA (Azadirachta indica) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti Nurul Hidayah; Dindin Wahyudin
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai larvasida nabati yaitu tanaman mimba (Azadirachta indica). Tanaman mimba mengandung bahan aktif berupa meliacins, limonoid, azadirachtin, meliantriol, salanin, nimbin, tanin dan minyak margasa yang bersifat toksik sebagai insektisida. Bahan toksik pada tanaman mimba dapat mengganggu proses metamorfosa serangga sehingga dapat mengakibatkan kematian larva. Penggunaan larvasida nabati lebih ramah lingkungan daripada larvasida sintetik.Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan berbagai bentuk larvasida nabati yaitu ekstrak daun mimba berbentuk cair dan ekstrak daun mimba berbentuk serbuk terhadap kematian larva Aedes aegypti. Penelitian ini eksperimen menggunakan rancangan desain pre-post test with control design. Sampel pada penelitian ini yaitu larva Aedes aegypti instar III yang berjumlah 25 ekor pada setiap perlakuan. Penelitian dilakukan dengan cara membuat ekstrak daun mimba berbentuk cair dan serbuk dengan konsentrasi untuk 5 perlakuan yaitu masing-masing 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, dan 2,5%. Tiap konsentrasi dilakukan 4 kali pengulangan. Larva Aedes aegypti pada contener di paparkan menggunakan ekstrak daun mimba cair maupun serbuk kemudian diamati dan dihitung jumlah kematian selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukan kematian larva Aedes aegypti paling banyak pada konsentrasi 2,5% ekstrak daun mimba cair yaitu 48 ekor (48%) dibandingkan ekstrak daun mimba serbuk yaitu 28 ekor (28%). Pada kontrol tidak ada kematian larva Aedes aegypti. Hasil uji Two Way Anova nilai p-value 0,000 menunjukan ada perbendaan ekstrak daun mimba cair dan ekstrak daun mimba serbuk terhadap kematian larva Aedes aegypti. Saran penggunaan esktrak daun mimba diperuntukan untuk air minum maupaun air sanitasi.
DETERMINAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW Dian Isnaini Arifianti; Trini Sudiarti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2119

Abstract

Anemia remaja putri masih menjadi masalah Kesehatan di Indonesia. Remaja Putri di Pondok Pesantren rentan mengalami anemia. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui determinan anemia remaja putri di Pondok Pesantren di Indonesia. Literature review ini disusun untuk menemukan determinan anemia pada santri putri di Pondok Pesantren di Indonesia pada 22 artikel.  Penelusuran artikel dilakukan melalui electronic database yaitu Proquest, Google Scholar dan PubMed  dengan tahun publikasi 2017-2022.  Hasil dari review 22 artikel menunjukkan bahwa sarana kesehatan dalam pencegahan anemia, dukungan teman sebaya, umur, status gizi, konsumsi sumber zat besi, konsumsi inhibitor zat besi, asupan folat, kecukupan vitamin C, pengetahuan gizi, sikap gizi, praktik gizi, sikap dan perilaku guru, genotip polimorfisme gen transferin P570S dan menstruasi merupakan determinan anemia pada santri perempuan di Pondok Pesantren di Indonesia. Suplementasi zat besi, asam folat dan vitamin C, ketersediaan dan kualitas makanan yang disajikan di Pondok Pesantren perlu diperhatikan untuk pencegahan anemia santri perempuan di Indonesia. Pesantren dapat membuka kerja sama dengan Puskesmas setempat dalam penyediaan suplemen tablet tambah darah, konsultasi menu sehat yang dapat disajikan, dan dalam edukasi gizi dan kesehatan santri di Pondok Pesantren.  
HUBUNGAN PENGGUNAAN APD, KEBIASAAN MEROKOK, KEBIASAAN OLAHRAGA, DAN KADAR DEBU YANG TERHIRUP TERHADAP TERJADINYA GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA Pujiono Pujiono
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2211

Abstract

Lingkungan kerja pekerja dapat mempengaruhi kondisi kesehatannya. Jika persyaratan lingkungan kerja tidak terpenuhi, maka dapat menimbulkan risiko terjadinya salah satu penyakit akibat kerja yang umum dialami, yaitu gangguan fungsi paru. Debu yang masuk melalui saluran pernapasan dan masuk ke paru-paru dapat mengakibatkan gangguan fungsi paru. Gangguan fungsi paru dapat menyebabkan masalah pernapasan dan tentunya mempengaruhi fungsi paru-paru. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 90 pekerja di industri yang terpapar debu di udara yangdipilih secara random sampling. Data penggunaan alat pelindung diri (APD), kebiasaan merokok, dan kebiasaan olahraga digunakan kuesioner, sedangkan pengukuran dilakukan untuk mendapatkan tingkat debu yang dihirup. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan APD dengan tingkat debu yang terhirup dengan terjadinya gangguan fungsi paru di kalangan pekerja di industri, sedangkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dan kebiasaan olahraga dengan terjadinya gangguan fungsi paru di kalangan pekerja di industri. APD menjadi syarat utama digunakan bagi pekerja.
DUKUNGAN KELUARGA YANG KURANG BAIK DAPAT MENYEBABKAN DEPRESI PADA USIA LANJUT Ati Nuraeni; Amid Salmid
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v6i3.2214

Abstract

Hasil survey dari berbagai negara didunia diperoleh prevalensi rata-rala depresi pada lansia adalah 13.5%. Data Dinas Kesehatan Kola Bogor (2009), menunjukkan jumlah penduduk lansia 34.599 orang dan diantaranya dibina melalui posbindu 6431 orang, yang mengalami gangguan emosional 544 orang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan depresi di Kelurahan Pamoyanan Kec.Bogor Selatan Kola Bogor. Metodologi yang digunakan adalah studi croossectional dengan sampel 164 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposiv random sampling. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi (p= 0,007 dan POR=2,816). Dukungan keluarga jika dilihat dari jenis perilaku pendukung, yang relative paling tinggi mencegah terjadinya depresi adalah dukungan informasional dengan nilai POR = 0,443 pada 95% Cl: (0,210 - 0,934). Simpulan: yang lebih banyak mengalami depresi adalah lansia perempuan, berumur ????65 lahun, tidak bekerja, tidak bersekolah atau berpendidikan SD/ sederajat dan tidak mengalami penyakit kronis. Dukungan keluarga yang kurang baik berhubungan dengan terjadinya depresi pada lansia. Dukungan keluarga dari jenis perilaku yang relative paling tinggi mencegah depresi adalah dukungan informasional
VARIASI KETEBALAN MEDIA BIO CERAMIC BALL FILTER UNTUK MENURUNKAN TOTAL COLIFORM PADA AIR MINUM Devira Nuradzila Wahyudiniar; Pujiono Pujiono
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2219

Abstract

Air minum sebagai salah satu kebutuhan penting untuk manusia, sehingga harus sesuai dengan regulasi yang ditetapkan. Air minum yang ada di Kantin PT. X melakukan pengolahan hanya dengan memasak air hingga mendidih, hasil pemeriksaan kualitas bakteriologis tidak memenuhi syarat untuk parameter Coliform sebesar 119 APM/100 ml menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Sumber air berasal dari sumur bor, jarak sumur bor < 10 meter sumber pencemar. Perlu adanya pengolahan tambahan dengan metode filtrasi menggunakan filter Bio Ceramic Ball untuk menurunkan nilai total Bakteri Coliform. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas variasi ketebalan filter Bio Ceramic Ball terhadap penurunan total Coliform, dengan variasi ketebalan 25 cm, 30 cm, dan 35 cm. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan desain pretest postest whitout control. Besar sampel sebanyak 36 sampel dengan kebutuhan air minum untuk pemeriksaan sebanyak 3,6 liter. uji yang dilakukan menggunakan uji one way anova karena data penelitian berdistribusi normal. Rata-rata penurunan nilai total Coliform pada variasi ketebalan 25 cm sebesar 104 APM/100 ml, variasi ketebalan 30 cm sebesar 112 APM/100 ml dan variasi ketebalan 35 cm sebesar 116 APM/100 ml. Ini menunjukkan hasil penelitian  yang paling efektif  penurunan total Bakteri Coliform adalah ketebalan filter Bio Ceramic Ball 35 cm yang mencapai 99,02%. Ketebalan dapat ditingkatkan sehingga hasilnya lebih baik.
HUBUNGAN COVID-19 DENGAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI FASILITAS PELAYAN KESEHATAN KOTA TASIKMALAYA Tita Kartikadewi; Hera Nurnaningsih; Tritania Ambarwati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Virus merupakan penyebab dari penyakit Covid-19, proses penularan dapat terjadi terutama melalui droflet, kontak langsung, penularan dari orang tanpa gejala dan penularan dari anggota keluarga. Petugas Kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan covid, menempatkan pada posisi berisiko terkena infeksi virus, begitupun pada pelayanan kesekatan gigi dan mulut yang dalam pekerjaannya selalu berkontak dengan saliva, droplet dan aerosol. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan covid 19 dengan pelayanan Kesehatan gigi dan mulut di fasilitas kesehatan kota Tasikmalaya. Metode Penelitian : metode penelitian dilakukan dengan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional, sampel penelitian berjumlah 80 orang, 20 orang dokter gigi dan 60 orang perawat gigi, Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan tentang covid 19 pada pelayanan Kesehatan gigi di fasilitas Kesehatan kota Tasikmalaya dikategori sedang dengan jumlah 54 orang (70%). Kesimpulan menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara covid 19 dengan

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue