cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
Peranan Pemberian Cookies Kedelai Mocaf Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Gizi Kurang Hanifa Zakiah Muslimah; Judiono Judiono; Suparman Suparman; Ichwannudin Ichwannudin; Amanda Kania Diandini
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.838 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.680

Abstract

Data hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 menunjukan prevalensi gizi kurang pada anak balita usia 0-59 bulan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 12,1% menjadi 12,2%. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan kegiatan suplementasi yang bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan gizi balita gizi kurang dan membantu meningkatkan berat badan sesuai umur. Salah satu bentuk PMT yaitu cookies kedelai mocaf bertujuan sebagai salah satu alternatif makanan tambahan balita yang berbasis bahan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies kedelai mocaf terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan 2 kelompok sampel (pretest postest with control group design), dilakukan pada bulan April-Mei 2019. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sebanyak 10 sampel perlakuan dan 10 sampel kontrol. Data yang dianalisis adalah berat badan sebelum dan setelah diberi cookies selama 14 hari berturut-turut yang diuji dengan T-dependent test. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan berat badan sebesar 0,33 kg namun tidak ada perbedaan berat badan sebelum dan setelah intervensi pada kelompok perlakuan. Pemberian cookies kedelai mocaf tidak berpengaruh terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang (p>0,05). Kata kunci: Gizi kurang, berat badan balita, makanan tambahan, cookies kedelai mocaf
Penyuluhan Anemia Gizi dengan Media Motion Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Shafira Dwiana Fitriani; Rizza Umamah; Dadang Rosmana; Mamat Rahmat; Gurid Pramintarto Eko Mulyo
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.528 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.686

Abstract

Anemia merupakan salah satu dari lima masalah gizi utama di Indonesia. Salah satu usaha untuk menanggulangi masalah anemia yaitu melakukan penyuluhan dengan media motion video sehingga pesan akan lebih baik dalam ingatan karena melibatkan lebih banyak panca indra serta kesan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan anemia gizi dengan media motion video terhadap pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah intervensi pada remaja putri. Design penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan one group pre-post test. Sampel penelitian adalah siswi Sma Bina Muda Cicalengka sebanyak 21 orang. Pengukuran pengetahuan dan sikap dilakukan sebanyak dua kali yaitu pre test dan post test. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pengetahuan dan sikap anemia sebelum diberikan penyuluhan anemia gizi adalah 5.10 dan 23.19, setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 8.71 dan 25.51. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan anemia gizi dengan media motion video terhadap pengetahuan (p=0.000) dan sikap (p=0.001) remaja putri di SMA Bina Muda Cicalengka. Disarankan media motion video dapat digunakan lebih lanjut sebagai media untuk pendidikan gizi mengenai anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Anemia, Motion video, Pengetahuan, Penyuluhan, Remaja Putri Sikap.
Penyuluhan Gizi Menggunakan Film Kartun Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Makanan Jajanan Pada Anak Usia Sekolah Ana Dina Sakinah; Anissa Ridha Sania; Nitta Isdiany; Fred Agung S; Dadang Rosmana
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.767 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.687

Abstract

Penyuluhan merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi menggunakan film kartun terhadap pengetahuan makanan jajanan. Film kartun merupakan salah satu bentuk media audiovisual yang merupakan salah satu media pembelajaran untuk meningkatkan ketertarikan siswa sehingga siswa lebih mudah menangkap informasi yang diberikan. Penelitian ini berjenis quasi experiment dengan one group pre-post test design. Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali dengan jumlah sampel sebanyak 21 orang. Pengaruh penyuluhan gizi terhadap pengetahuan siswa dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan film kartun (p<0,05). Dapat disimpulkan terdapat pengaruh penyuluhan gizi menggunakan film kartun terhadap pengetahuan makanan jajanan. Agar siswa dapat mengaplikasikan informasi yang telah didapat, maka pihak sekolah disarankan untuk mengadakan kantin sehat yang menyediakan jajanan sehat.
EFEK PENDIDIKAN GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA REMAJA DI ASRAMA Hada Shauti Sadida; Nelly Olifa Ilyas; Mona Fitria; Pusparini Pusparini; Salma Fauzia Azka
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.706 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.688

Abstract

Masih banyaknya masalah gizi dan masalah kesehatan dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai gizi. Hal ini dapat terjadi pada berbagai kelompok usia termasuk remaja. Salah satu masalahnya adalah pengetahuan mengenai pentingnya mengonsumsi sayur dan buah. Diperlukan pendidikan gizi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan konsumsi sayur dan buah pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efek pemberian pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan konsumsi mengenai sayur dan buah pada remaja. Penelitian ini dilakukan di Asrama Mahasiswi. Desain penelitian ini yaitu Quasy Eksperiment, dengan rancangan preposttest. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 34 orang. Intervensi dilakukan sebanyak 3 kali dalam 3 minggu. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji univariat menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sampel sebanyak 91.17%, konsumsi sayur sebanyak 70.58% dan konsumsi buah sebanyak 55.88%. Hasil uji bivariat menunjukan bahwa terdapat efek pendidikan gizi terhadap pengetahuan mahasiswi dengan nilai p(sig)=0.000. Ada efek pendidikan gizi terhadap konsumsi sayur mahasiswi dengan nilai p(sig)=0.010 dan tidak ada efek pendidikan gizi terhadap konsumsi buah mahasiswi dengan nilai p(sig)=0.714. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat efek pendidikan gizi terhadap perubahan pengetahuan dan konsumsi sayur namun tidak dengan konsumsi buah. Diharapkan agar materi pendidikan ini disosialisasikan kepada seluruh mahasiswi yang tinggal di asrama dengan membagikan leaflet dan memasang poster di asrama agar mahasiswi tersebut memahami pentingnya fungsi sayur dan buah bagi kesehatan tubuh.
EDUKASI GIZI DENGAN PERMAINAN KOMUNIKATA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KONSUMSI SAYUR BUAH, JAJANAN DAN SARAPAN Ninda Risti Amanah; Fred Agung Suprihartono; Rr Nur Fauziyah; Holil M. Par'i; Ulfah Sofindra Syahidatunnisa
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.757 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.691

Abstract

Masalah konsumsi yang sering terjadi pada anak sekolah ialah anak-anak cenderung kurang mengonsumsi buah dan sayur, sering melewatkan sarapan pagi dan konsumsi jajanan yang tidak sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan permainan komunikata terhadap pengetahuan dan sikap konsumsi sayur buah, makanan jajanan dan sarapan pada siswa kelas 4. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan model rancangan pre and post test control group design dengan sampel purposive sampling. Sampel berjumlah 17 orang untuk masing masing kelompok. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji t-dependen dan uji t-independen dengan uji alternatif Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil uji statistik pengetahuan didapatkan nilai p = 0,031 (p ≤ 0,05) yang berarti terdapat perbedaan selisih atau pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan menggunakan media permainan komunikata pada siswa sekolah dasar, untuk sikap didapatkan nilai p sebesar 0,322 (p ≤ 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan selisih atau pengaruh pendidikan gizi terhadap sikap menggunakan media permainan komunikata pada siswa sekolah dasar. Bagi sekolah perlu adanya edukasi berulang menggunakan media komunikata dari pihak guru pada siswa disela kegiatan belajar mengajar mengenai pentingnya mengonsumsi sayur dan buah, makanan jajanan dan sarapan. Kata kunci: Edukasi gizi, komunikata, pengetahuan, sikap, konsumsi sayur buah, makanan jajanan, sarapan
Catenfee Crispy Berbasis Arrowoot Dan Kacang Hijau Pada Selingan Anak Autis Dengan Diet CFGF Nada Nur Shadrina; Yenny Moviana; Mira Mutiyani; Rr Nur Fauziyah; Tyas Rahmawati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.199 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.693

Abstract

Makanan selingan anak autis yang sesuai dengan diet CFGF (Casein Free Gluten Free) masih sulit didapatkan. Oleh sebab itu, produk Catenfee Crispy berbasis tepung arrowoot dan tepung kacang hijau yang bebas gluten dan bebas kasein ditujukan sebagai alternatif selingan anak autis. Tepung arrowoot merupakan salah satu tepung substitusi terigu yang bebas gluten dan tepung kacang hijau merupakan salah satu makanan kaya protein. Tujuan peneltian ini untuk mendapatkan produk cookies terbaik menurut sifat organoleptik, tingkat kesukaan, dan kadar protein produk. Desain penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap(RAL). Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi uji organoleptik, uji hedonik, dan uji kadar protein metode Kjeldahl. Penelitian ini melibatkan 30 panelis agak terlatih dan 40 panelis anak. Analisis Data yang dilakukan yakni uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian uji statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna pada warna (p=0,000) dan rasa (p=0,046) crispy dan tidak adanya perbedaan bermakna pada aroma (p=0,061), tekstur (p=0,155), dan tingkat kesukaan (p=0,323) crispy. Didapatkannya produk unggulan yaitu Formula 3 dengan imbangan 65% tepung arrowoot : 35% tepung kacang hijau. Produk unggulan tersebut mencakup sifat organoleptik terbaik, tingkat kesukaan tertinggi (72,5%), dan kadar protein tertinggi (7,5g/100g).
EDUKASI DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI DAN POWERPOINT MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH Salma Tia Salsabila; Mamat Rahmat; Fred Agung Suprihartono; Mulus Gumilar; Ellya Safaatun Ni'mah; Eka Wardatul Jannah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.308 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.696

Abstract

Rendahnya konsumsi sayur dan buah pada penduduk umur ≥ 5 tahun di Jawa Barat sangatlah tinggi di atas proporsi secara nasional (95.5%) yaitu 98.2%. Maka dari itu, perlu dilakukan intervensi berupa edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan konsumsi sayur dan buah. Media yang digunakan dalam intervensi adalah media video animasi dan power point. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi gizi dengan media video animasi & Slides Power Point terhadap peningkatan pengetahuan dan konsumsi sayur dan buah pada anak sekolah dasar. Metode Penelitian ini adalah Quasi Experiment with controlled group pre-post test design. Jumlah sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan diberikan video animasi (n=35) dan kelompok kontrol diberikan media power point (n=38). Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan video animasi dan powerpoint nilai p <0.05, tidak ada pengaruh perbedaan rata-rata perbedaan konsumsi sayur dan buah sebelum dan sesudah intervensi nilai p bernilai >0.05, tidak ada pengaruh perbedaan antara media video animasi dan power point dalam edukasi gizi terhadap pengetahuan siswa kelas V mengenai jumlah dan pentingnya konsumsi sayur dan buah nilai p>0.05, dan tidak ada pengaruh perbedaan antara media video animasi dan powerpoint dalam edukasi gizi terhadap asupan konsumsi sayur dan buah pada siswa kelas V nilai p>0.05. Untuk meningkatkan asupan konsumsi perlu melibatkan orang tua dan guru. Kata kunci: Edukasi Gizi, Pengetahuan, Konsumsi Sayur dan buah
Formulasi Makanan Enteral Berbasis Tepung Tempe Sebagai Alternatif Makanan Enteral Tinggi Protein Fida Husnul Faidah; Yenny Moviana; Nitta Isdiany; Surmita Surmita; Putri Widi Hartini
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.941 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.702

Abstract

Malnutrisi merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi rumah sakit dalam upaya penyembuhan pasien. Pasien malnutrisi yang tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi dari makanan direkomendasikan untuk diberikan makanan enteral. Tempe sebagai sumber protein nabati dapat dijadikan bahan baku alternatif pembuatan makanan enteral tinggi protein yang lebih ekonomis dibandingkan makanan enteral komersial. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan bahan dasar tepung tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh imbangan tepung tempe terhadap sifat organoleptik dan sifat fisik makanan enteral. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian mutu hedonik dan osmolalitas terhadap 3 imbangan makanan enteral. Hasil penelitian menunjukkan makanan enteral berbasis tepung tempe memiliki sifat organoleptik warna putih kekuningan, rasa manis, aroma sedikit beraroma khas tempe, dan kekentalan cair. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat pengaruh formulasi imbangan tepung tempe dan susu skim terhadap warna (p:0,002), rasa (p:0,001), dan aroma (p:0,000). Osmolalitas produk yang dihasilkan diatas batas ideal yang dianjurkan. Untuk mengembangkan produk diperlukan formulasi dengan penggunaan bahan-bahan yang memiliki osmolalitas rendah.
Pemberian Jus Tomat Untuk Penurunan Tekanan Darah Hipertensi Pada Usia Dewasa Assyfa Qoltsum Nurrofawansri; Judiono Judiono; Holil M Par'i; Rizki Amalia Novita
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.94 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.703

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia pada umur ≥18 tahun berdasarkan Riskesdas 2013 sebesar 25,8 persen. Kalium yang tinggi dapat meningkatkan eksresi natrium dalam urin, sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Tomat adalah bahan makanan yang mengandung tinggi kalium. Tujuan penelitian, mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada orang dewasa. Desain penelitian, quasytwo group experimentaldesign denganmenggunakan pre test danpost test. Masing-masing kelompok terdiri dari 14 orang sampel. Jus tomat diberikan sebanyak 200 ml selama 5 hari dan penyuluhan sebanyak 2x. Hasil penelitian, pemberian jus tomat menunjukan penurunan tekanan darah sistolik (p=0,001) dan diastolik (p=0,003) pada kelompok perlakuan. Sedangkan pada kelompok kontrol terjadi penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik tetapi tidak bermakna. Pemberian jus tomat akan memberikan pengaruh terhadap penurunan tekanan darah lebih besar pada laki-laki dibandingkan pada perempuan, dan pada orang yang memiliki status gizi gemuk dibandingkan pada orang dengan status gizi normal. Saran, untuk menurunkan tekanan darah hipertensi seyogyanya diberikan jus tomat sebanyak 200 ml setiap hari. Pemberian jus tomat pada laki-laki dan pada orang dengan status gizi gemuk memberi pengaruh yang lebih besar. Kata kunci: Jus Tomat, Penyuluhan, Tekanan Darah, Status Gizi, Natrium, Kalium
penyuluhan menggunakan media lembar balik terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita mengenai Kadarzi Ulfah Sofindra Syahidatunnisa; Holil M Par'i; Fred Agung Suprihartono; Rr. Nur Fauziyah; Ninda Risti Amanah; annisa triwahyuni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.293 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.705

Abstract

Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian Kadarzi adalah pengetahuan, dan sikap ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan media lembar balik terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita tentang Kadarzi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan model rancangan pre – post test control group dengan jumlah sampel sebanyak masing – masing 28 orang untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan intervensi berupa penyuluhan menggunakan media lembar balik, sedangkan kelompok kontrol diberi intervensi berupa penyuluhan menggunakan media leaflet. Hasil yang didapat dari uji Wilcoxon pada kelompok eksperimen dan uji t – dependent pada kelompok kontrol yaitu terdapat perubahan peningkatan pengetahuan dan skor sikap pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi (p<0,005). Hasil dari uji Mann – Whitney menunjukan tidak ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan dan skor sikap pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p>0,005). Sebaiknya, dilakukan penelitian lanjut terkait perilaku Kadarzi agar penerapan indikator Kadarzi dapat terpantau sehingga dapat menggambarkan hasil dari perubahan sikap, dan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap Kadarzi pada ibu balita disarankan untuk penyuluhan menggunakan media lembar balik.

Page 9 of 55 | Total Record : 541


Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue