cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
VARIASI JARAK PENYINARAN LAMPU UV TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA ALAT MAKAN Dinny Nur Arrifa Herawati; Teguh Budi Prijanto; Yosephina Ardiani S; Agus Somad Saputra
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.155 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.724

Abstract

Abstrak Pencemaran makanan sering ditemukan pada penyelenggaraan makanan institusi yang belum memahami cara penanganan makanan yang tepat. Angka kuman pada alat makan di PT.X tidak memenuhi syarat dengan angka kuman rata-rata sebesar 74 koloni/cm2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil variasi jarak penyinaran lampu UV terhadap penurunan angka kuman pada alat makan di PT.X. Penelitian ini terdapat 3 perlakuan jarak penyinaran lampu UV yaitu 5 cm, 10 cm, 15 cm. Populasi penelitian sebanyak 86 piring dan 86 mangkuk. Besar sampel sebanyak 24 sampel. Berdasarkan hasil pemeriksaan Rata-rata persentase penurunan angka kuman jarak penyinaran 5 cm, 10 cm, dan 15 cm masing-masing sebesar 97,62%, 92,15%, dan 80,30%. Hasil penurunan yang paling tinggi yaitu pada jarak penyinaran ke 5 cm. Hasil penelitian Terdapat variasi jarak penyinaran sinar ultraviolet yang bermakna terhadap penurunan angka kuman pada alat makan di kantin PT.X
PERBEDAAN VARIASI KETEBALAN MEDIA ADSORBEN KARBON AKTIF DALAM MENURUNKAN KADAR FENOL PADA LIMBAH CAIR Kurnia Sari; Erlanda Fikri; Bambang Yulianto
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.797 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.727

Abstract

Industri tekstil mengahasilkan limbah cair yang berasal dari proses produksi. Limbah cair produksi tekstil mengandung kadar fenol yang berasal dari proses dyne sezing, yang jika di buang ke badan air tanpa dilakukan pengolahan akan menimbulkan pencemaran. Dari upaya yang dilakukan tersebut diharapkan limbah yang telah diolah tidak menimbulkan pencemaran apabila dibuang ke badan air, sehingga nilainya memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan variasi ketebalan media adsorben karbon aktif dalam menurunkan kadar Fnol pada limbah cair. Penelitian ini berjenis eksperimen dengan desain pre test-post test without control. Sampel penelitian ini adalah air limbah tekstil. Pengujian statistic dengan menggunakan one way anova menunjukan terdapat perbedaan variasi ketebalan media adsorbenkarbon aktif dalam menurunkan kadar fenol pada limbah cair. Penelitian dilakukan sebanyak 6 kali pengulangan. Persertase penurunan kadar fenol pada ketebalan 80 cm sebesar 55%, pada ketebalan 100 cm sebesar 68% dan pada ketebalan 120 cm sebesar 59%. Adapun ketebalan yang paling efektif dalam menurunkan kadar fenol pada limbah cair industri tekstil yaitu pada ketebalan 100 cm.
PERBEDAAN WAKTU KONTAK OZON TERHADAP PENURUNAN JUMLAH BAKTERI Escherichia coli DALAM AIR BERSIH Leontine Awalun Nisa; Dindin Wahyudin; Tati Ruhmawati; Zahra Nadia Putri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.642 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.728

Abstract

Kualitas bakteriologi air bersih merupakan parameter penting yang perlu diperhatikan terutama parameter bakteri Esherichia coli yang merupakan bakeri patogen penyebab penyakit diare. Air bersih yang terkontaminasi oleh bakteri Esherichia coli jika digunakan untuk kegiatan hygiene sanitasi seperti mencuci piring dapat mencemari alat makan sehingga dapat mengkontaminasi makanan yang akan dimakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan waktu kontak ozon terhadap penurunan jumlah bakteri Esherichia coli pada air bersih. Penelitian ini berjenis eksperimen lapangan dengan sampel penelitian yaitu air bersih. Mekanisme penelitian ini yaitu dengan mengkontakkan air bersih dengan ozon selama 5 menit; 7,5 menit; dan 10 menit di dalam tangki air bervolume 72 L. Hasil pengujian terhadap jumlah bakeri Esherichia coli yang dilakukan sebanyak enam kali pengulangan didapatkan rata-rata persentase penurunan pada waktu kontak 5 menit sebesar 23,68%; pada waktu kontak 7,5 menit rata-rata persentase penurunannya sebesar 63,64%; dan pada waktu kontak 7,5 menit rata-rata persentase penurunannya sebesar 90,95%. Pengujian Anova menunjukkan adanya perbedaan antar variasi waktu kontak, dan waktu kontak yang paling optimal dalam menurunkan bakteri Escherichia coli adalah 10 menit.
EFEKTIVITAS VARIASI WAKTU KONTAK SINAR INFRAMERAH TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA ALAT MAKAN Zahra Afifah Iskandar; Nia Yuniarti Hasan; Lubis Bambang
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.037 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.731

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan manusia yang utama dibutuhkan oleh tubuh. Gangguan kesehatan karena makanan dapat disebabkan karena alat makan yang tidak memenuhi syarat. Angka kuman pada alat makan tidak memenuhi syarat dengan angka kuman rata-rata sebesar 452 koloni/cm². Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan variasi waktu kontak sinar inframerah terhadap penurunan angka kuman pada alat makan. Hipotesis penelitian adalah adanya perbedaan waktu kontak penyinaran sinar inframerah terhadap penurunan angka kuman pada alat makan. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan rancangan post-test with control, dimana terdapat 3 perlakuan waktu kontak 6 menit, 8 menit dan 10 menit dengan banyak pengulangan sebanyak 6 kali. Populasi penelitian sebanyak 37 piring dan 42 sendok, besar sampel sebanyak 24 sampel. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Random Sampling. Analisa data yang dilakukan one way anova. Rata – rata persentase penurunan angka kuman waktu kontak 6 menit, 8 menit dan 10 menit masing – masing sebesar 29,15%, 76,69% dan 99,94%. Waktu kontak yang efektif adalah 10 menit.
PERBEDAAN TIPE FILTER UDARA DALAM PENURUNAN KADAR DEBU TOTAL alifia fitri fadli; Sri Slamet Mulyati; Nia Yuniarti Hasan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.099 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.733

Abstract

Berdasarkan hasil pengukuran kadar debu di area Drawing In PT Trisula Textile Industries, Tbk pada bulan Januari 2019, kadar debu di area tersebut adalah 0,21 mg/m3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar debu total setelah menggunakan filter udara yang terbuat dari kain spundbond dengan tipe atau bentuk filter yang berbada. Ruang lingkup penelitian ini meliputi pengaruh tipe filter udara berlipat (Pleated air filter) dan tipe filter udara tidak berlipat (flat filter) terhadap penyisihan kadar debu total di udara. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan melipat media filter, maka kapasitas pemuatan debu pada permukaan media filter (kain) akan lebih besar. Selain itu, waktu kontak udara dengan media filter akan cenderung lebih lama pula sehingga penyisihan kadar debu di udara lebih besar dibandingkan media filter datar. Adapun penurunan kadar debu setelah melewati filter berlipat (pleated filter) memiliki presentase rata-rata sebesar 21,21% sedangkan pada filter tidak berlipat (flat filter) memiliki presentase rata-rata sebesar 13,39%
PERBEDAAN WAKTU KONTAK KARBON AKTIF TERHADAP PENURUNAN KADAR AMONIA PADA LIMBAH CAIR DOMESTIK Alvi Adi Pradana; Pujiono Pujiono; Bambang Yulianto; Tati Ruhmawati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.053 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.734

Abstract

Limbah Cair domestik yang berasal dari air buangan kamar mandi (black water dan grey water), air wudhu dan air buangan bekas cuci peralatan makanan. Hasil pemeriksaan laboratorium kualitas air limbah domestik secara kimia didapatkan parameter amonia (NH3-N) sebesar 56,20 mg/l, hasil tersebut melebihi standar baku mutu kandungan amonia sebesar 10 mg/l sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dan persentase rata-rata penurunan kadar amonia. Jenis penelitian ini adalah semu eksperimen dengan desain penelitian pretest-postest with control, dimana terdapat 3 perlakuan perbedaan waktu kontak karbon aktif 20 menit, 40 menit dan 60 menit dengan pengulangan sebanyak 6 kali. Populasi pada penelitian ini adalah seluru limbah cair domestik dan sampelnya adalah limbah cair domestik dari effluent. Berdasarkan hasil penelitian, persentase rata-rata penurunan kadar amonia pada perlakuan waktu kontak 20 menit adalah 49,87%, perlakuan 40 menit adalah 63,28% dan perlakuan 60 menit adalah 75,46%. Untuk waktu yang efisien dalam menurunkan kadar amonia pada limbah cair domestik dengan menggunakan metode adsorpsi menggunakan media karbon aktif adalah waktu kontak 60 menit karena memiliki persentase penurunan hingga 85,52%.
EFEKTIFITAS VARIASI JUMLAH PLATE SETTLER GREASE TRAP MEREDUKSI KADAR MINYAK DAN LEMAK LIMBAH CAIR TEKSTIL Rizka Mareti Astuti; Nany Djuhriah; Teguh Budi Prijanto
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.736

Abstract

S merupakan salah satu industry tekstil yang memproduksi kain yang sudah di celup (diwarnai) sehingga menghasilkan limbah cair produksi sehingga perlu dilakukan pengolahan. Limbah cair produksi mengandung kadar minyak dan lemak yang tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu metode reduksi kadar minyak dan lemak limbah cair produksi adalah menggunakan reaktor grease trap dengan menggunakan variasi jumlah plate settler. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas variasi jumlah plate settler 16, 18, 20 plate pada reaktor grease trap terhadap penurunan kadar minyak dan minyak limbah cair produksi. Desain penelitian yang dilakukan adalah pre test-post test without control dengan jumlah sampel sebayak 36 sampel dari 6 kali pengulangan. Hasil menunjukkan rata-rata penurunan kadar minyak dan lemak untuk jumlah 16 plate, 18 plate dan 20 plate adalah 2,73 mg/L , 2,18 (74,94%) dan 1,57 (81,86%). Hasil uji One Way Anova menunjukkan nilai P value 0,000 < α (0,05) artinya terdapat efektifitas variasi jumlah plate settler terhadap penurunan kadar minyak dan lemak .Jumlah plate settler yang efektif untuk menurunkan kadar minyak dan lemak hingga memenuhi baku mutu adalah 20 plate.
PERBEDAAN KETEBALAN MEDIA ARANG SEKAM PADI TERHADAP PENURUNAN KADAR MANGAN (Mn) PADA AIR BERSIH Silvi Rendyta Wahyuningtyas; Teguh Budi Prijanto; Mimin Karmini
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.719 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.737

Abstract

Kadar mangan dalam air bersih merupakan salah satu parameter penting untuk diperhatikan. Dampak yang dapat ditimbulkan jika kadar mangan dalam air tinggi yaitu dapat merusak perpipaan dan instalasi serta merangsang pertumbuhan bakteri. Di PT. XX air bersih yang mengandung mangan digunakan untuk kegiatan hygiene sanitasi seperti mencuci sayur dan alat makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ketebalan arang sekam padi terhadap penurunan mangan pada air bersih dapur PT. XX. Dengan menggunakan teknologi filtrasi metode up flow (aliran dari bawah ke atas). Media yang digunakan yaitu pasir silika, manganese greensand,dan arang sekam padi dengan variasi ketebalan arang sekam padi 80 cm, 70 cm dan 60 cm. Sampel yang digunakan untuk penelitian sebanyak 678.24 L dari dapur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen skala lapangan dengan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan sampel dengan rata-rata kadar mangan sebelum diberi perlakuan 0.401167 mg/L. Sampel setelah diberi perlakuan pada ketebalan arang sekam padi 80 cm yaitu rata-rata kadar mangan sebesar 0.361 mg/L, ketebalan 70 cm yaitu rata-rata kadar mangan 0.3775 mg/L dan ketebalan 60 cm yaitu rata-rata kadar mangan 0.451833 mg/L. Ketebalan arang sekam padi yang paling efektif untuk menurunkan kadar mangan dalam air bersih di dapur PT. XX adalah pada ketebalan 80 cm dengan rata-rata kadar mangan 0.361 mg/L dibandingkan dengan ketebalan arang sekam padi 70 cm dan 60 cm. Agar arang sekam padi lebih efektif untuk menurunkan kadar mangan maka lebih baik jika menggunakan arang sekam padi dalam ukuran mesh dan melakukan aktivasi secara fisika-kimia.
PERBEDAAN VARIASI WAKTU KONTAK SINAR UV-C TERHADAP PENURUNAN ANGKA TOTAL KUMAN ALAT MAKAN Nur Endah Fitriani; Nany Djuhriah; Tati Ruhmawati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.031 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.738

Abstract

Makanan merupakan hal yang penting untuk mempertahankan kehidupan dan sebagai sumber energi bagi yang mengonsumsinya. Gangguan kesehatan dapat disebabkan oleh makanan dan bisa juga ter cemar melalui peralatan makan yang digunakan untuk menyediakan makan bagi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan variasi waktu kontak sainar UV-C terhadap penurunan angka total kuman pada alat makan (sendok dan gelas) di kantin PT. Chitose Internasional Tbk. rancangan post-test with control dengan 3 (tiga) perlakuan yaitu mengontakan sinar ultraviolet selama 15 menit, 18 menit dan 21 menit. Uji yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan uji anova. sampel penelitian sinar UV-C lama waktu 15 menit dengan persentase 90,31%, 18 menit dengan persentase 96.28% dan 21 menit dengan persentase 99,34%.
OPTIMASI VOLUME TEMPLAT DNA DAN SUHU DENATURASI UNTUK DETEKSI Brugia malayi MENGGUNAKAN REAL-TIME PCR Shafira Azzahra; Fusvita Merdekawati; Acep Tantan Hardiana; Yuliansyah Sundara Mulia; Ernawati Ernawati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.338 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.740

Abstract

Filariasis limfatik telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia sejak lama, lebih dari 70% kasus filariasis di Indonesia disebabkan oleh Brugia malayi. Tes PCR memiliki sensitivitas dan spesfitas yang lebih tinggi daripada kebanyakan tes lainnya. Real-time PCR adalah suatu metode dengan menggunakan fluoresens yang dapat mendeteksi DNA Brugia malayi. Volume templat DNA dan suhu denaturasi adalah komponen yang perlu dioptimasi karena keduanya menentukan kualitas produk real-time PCR. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan volume templat DNA dan suhu denaturasi yang optimal untuk deteksi Brugia malayi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen perbandingan kelompok statis. Variasi dari volume templat DNA yang dioptimasi adalah 2 µL, 3 µL, 4 µL dan 5 µL sedangkan variasi dari suhu denaturasi yang dioptimasi adalah 93ºC, 95ºC dan 97ºC. Pada penelitian ini templat DNA yang digunakan adalah templat DNA murni Brugia malayi. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari pengukuran nilai Ct (cycle threshold) pada setiap reaksi yang di optimasi. Hasil menunjukkan bahwa volume templat DNA 5 µL dan suhu denaturasi 93°C memiliki nilai Ct yang paling kecil. Pada penelitian ini, kondisi optimum untuk volume templat DNA adalah 5 µL dan suhu denaturasi adalah 93°C.

Page 11 of 55 | Total Record : 541


Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue