cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 709 Documents
Pengaruh Iklan Skintific terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Melalui E-Commerce Taufik, Faiza Khairunnisa Amani; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33401

Abstract

Many e-commerce platforms are crucial tools for product promotion in this digital age. Shopee is one of the most popular e-commerce platforms. Shopee is renowned for its cutting-edge features, like Shopee Live and Shopee Video, which let companies display interactive and visual ads to draw in customers. These characteristics are used by Skintific, a skincare company, to advertise its goods. The purpose of this study is to examine how Skintific advertising influences Shopee customers' decisions to buy. This study employs a quantitative method using purposive sampling and the concepts of marketing communication, advertising, and purchase decisions. One hundred respondents who have bought Skitific products on Shopee and are fans of the SKINTIFIC Offical Store account participated in this survey. With a determination value of 68.1%, the study's findings show that Skintific advertising significantly influences consumers' decisions to buy, whereas other factors have an impact of 31.9%. This demonstrates how the attractiveness, content quality, and delivery method of Skintific ads on Shopee significantly influence the decisions made by customers. This study also shows that attracting consumer interest and trust in the digital age may depend on the combination of digital platforms and successful marketing communication tactics. Banyak platform e-commerce yang merupakan alat penting untuk promosi produk di era digital ini. Shopee adalah salah satu platform e-commerce paling populer. Shopee terkenal dengan fitur-fiturnya yang canggih, seperti Shopee Live dan Shopee Video, yang memungkinkan perusahaan menampilkan iklan interaktif dan visual untuk menarik pelanggan. Karakteristik ini digunakan oleh Skintific, sebuah perusahaan perawatan kulit, untuk mengiklankan produknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana iklan Skintific mempengaruhi keputusan pelanggan Shopee untuk membeli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling dan konsep komunikasi pemasaran, periklanan, dan keputusan pembelian. Seratus responden yang pernah membeli produk Skitific di Shopee dan merupakan fans dari akun SKINTIFIC Offical Store berpartisipasi dalam survei ini. Dengan nilai determinasi sebesar 68,1%, temuan studi menunjukkan bahwa iklan Skintific secara signifikan mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli, sedangkan faktor lain memiliki dampak sebesar 31,9%. Hal ini menunjukkan bagaimana daya tarik, kualitas konten, dan metode penyampaian iklan Skintific di Shopee secara signifikan mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh pelanggan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa menarik minat dan kepercayaan konsumen di era digital dapat bergantung pada kombinasi platform digital dan taktik komunikasi pemasaran yang sukses.
Pengaruh Tren Fashion ‘On Shopee vs On Me’ di TikTok terhadap Impulsive Buying Generasi Z Anggreany, Fanny Dwi; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33402

Abstract

The rapid expansion of social media, which has become a significant platform for many aspects of human existence, including socializing and purchasing items online. TikTok is a popular and frequently utilized communication medium. TikTok has also evolved into a platform for exchanging brief, entertaining material, such as product recommendations or trends. The purpose of this study is think about is to see at how the 'On Shopee vs On Me' trend on TikTok affects Generation Z's impulsive buying. The primary theoretical concepts used in this study are fashion trends and impulsive buying. This study takes a quantitative strategy, collecting information through a survey. This study's demographic and sample comprise TikTok Generation Z users who may have been exposed to the trend content 'On Shopee vs On Me,' with a add up to test measure of 96 respondents. Research findings, with a coefficient of determination test of 20.5%, appear that there's a positive and considerable affiliation among the trend ‘On Shopee vs On Me’ and Generation Z's impulsive buying behavior, while the remaining results are influenced by other factors. These findings demonstrate TikTok's effectiveness as a marketing medium for persuading the younger generation to become more consumerist. Pesatnya pertumbuhan media sosial yang menjadi platform penting untuk berbagai aspek kehidupan manusia, seperti untuk berinteraksi hingga membeli barang secara online. TikTok menjadi platform yang popular saat ini dan banyak digunakan untuk berkomunikasi. TikTok juga menjadi media untuk berbagi konten singkat dan menarik, seperti rekomendasi produk atau tren. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis dampak tren fashion‘On Shopee vs On Me’ di TikTok terhadap impulsive buying generasi Z. Konsep teori yang paling penting dalam penelitian ini adalah tren fashion dan impulsive buying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data kuesioner. Total sampel 96 responden yakni kuesioner disebarkan kepada generasi Z yang menggunakan TikTok dan berpotensial terpapar konten tren ‘On Shopee vs On Me’ dengan total sampel 96 responden Hasil penelitian didasarkan pada uji koefisien determinasi sebesar 20,5%. Hal ini menunjukkan adanya korelasi positif dan pengaruh yang signifikan antara tren ‘On Shopee vs On Me’ terhadap impulsive buying generasi Z, sementara sisa hasil uji dipengaruhi oleh faktor lainnya. Hasil ini menunjukkan adanya dampak TikTok sebagai platform pemasaran yang mampu mendorong generasi muda untuk menjadi konsumtif.
Pemanfaatan Media Sosial di Lapinea Cafe dalam Membangun Kepercayaan Konsumen Febryanti, Sefira; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33417

Abstract

Lapinea Cafe is a business brand under PT. Jala Senandung Bahagia located in Cikole, Bandung. This research aims to analyze the use of Instagram social media in building consumer trust at Lapinea Cafe. Digital Marketing staff acts as a PR technique of communication and responsible for managing the @lapineacafe Instagram account by uploading informative and persuasive content and building good relationship to build consumer trust. This research uses two-way communication theory according to Laswell, PR strategy theory according to Cutlip including fact finding, planning, action, and evaluating and thhe concept of social media utilization according to Kaplan and Heinlein including collaborative projects, social networking sites, and content. This research uses a descriptive qualitative methhod with a case study approach. Data was obtained through observation, interviews with the Director, Digital Marketing, and consumers of Lapinea Cafe. Thhe results showed that Instagram became the main communication media in building consumer trust. The strategies implemented include utilizing Instagram features to create two-way communication. This proved optimal in building brand credibility, as expressed by consumers who felt confident to visit after seeing content on Instagram. Lapinea Cafe adalah merek usaha di bawah naungan PT. Jala Senandung Bahagia yang berlokasi di Cikole, Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial Instagram dalam membangun kepercayaan konsumen di Lapinea Cafe. Meskipun tidak memiliki divisi khusus PR, staf Digital Marketing berperan sebagai PR technique of communication yang bertanggung jawab dalam mengelola akun Instagram @lapineacafe dengan mengunggah konten informatif dan persuasif dan menjalin hubungan yang baik untuk membangun kepercayaan konsumen. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi dua arah menurut Laswell, teori strategi PR menurut Cutlip meliputi fact finding, planning & programming, action, dan evaluating dan konsep pemanfaatan media sosial menurut Kaplan dan Heinlein meliputi collaborative project, social networking sites, dan content. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Direktur, Digital Marketing dan konsumen Lapinea Cafe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram menjadi media komunikasi utama dalam membangun kepercayaan konsumen. Strategi yang diterapkan mencakup pemanfaatan fitur Instagram dan menciptakan komunikasi dua arah. Hal ini terbukti optimal dalam membangun kredibilitas merek, sebagaimana diungkapkan oleh konsumen yang merasa yakin untuk berkunjung setelah melihat konten di Instagram.
Pengaruh Terpaan Konten Media Sosial Promotor terhadap Minat Beli Tiket Konser Gunawan, Thio Audrey Fransisca; Loisa, Riris
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36247

Abstract

The surge of the Korean Wave (Hallyu) in Indonesia has established social media as an essential instrument for concert promotion. This research investigates how exposure to Instagram content from @D, the organizer of the TDS 4 event,affects the purchase intentions of potential attendees. Grounded in Social Media Exposure theory and the AIDA marketing framework, the study utilized a survey-based approach. A sample of 100 dedicated fans and followers of @D was gathered through purposive sampling. Data analysis using simple linear regression confirms a statistically significant and positive correlation between social media engagement and the intent to buy tickets. Specifically, Instagram content exposure accounts for 58.3% of the variance in purchase intention. The results highlight that content relevance is the primary driver of consumer interest. Consequently, promoters are advised to refine the frequency and pertinence of their digital marketing strategies to further capitalize on the growing K-pop market.   Pesatnya tren Gelombang Korea (Hallyu) di Indonesia telah menempatkan media sosial sebagai instrumen promosi yang krusial bagi penyelenggaraan konser musik. Penelitian ini berupaya membedah sejauh mana paparan konten Instagram dari akun @D, selaku promotor TDS 4, memberikan dampak terhadap minat beli tiket calon penonton. Studi ini mengintegrasikan teori Terpaan Media Sosial dengan kerangka pemasaran AIDA. Melalui metode survei, data dihimpun dari 100 responden yang merupakan penggemar setia sekaligus pengikut @D yang dipilih menggunakan teknik pengumpulan data purposive sampling. Hasil analisis regresi linear sederhana membuktikan bahwa adanya pengaruh positif serta signifikan antara intensitas konten Instagram dengan keinginan membeli tiket. Temuan data menunjukkan bahwa paparan konten tersebut berkontribusi sebesar 58,3% terhadap fluktuasi minat beli tiket TDS 4. Faktor relevansi konten teridentifikasi sebagai elemen yang paling dominan dalam menarik perhatian audiens terhadap konten. Oleh karena itu, promotor disarankan untuk terus mengoptimalkan keterkaitan dan frekuensi publikasi digital guna memperkuat strategi pemasaran di masa mendatang.
Membangun Citra Artis melalui Komunikasi Interpersonal: Studi Relasi antara Manajer Intan dan Penyanyi Rossa Laeticia, Liora; Junaidi, Ahmad
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36252

Abstract

An artist's image is particularly important in supporting their work, as seen in the case of Indonesian pop diva Rossa. She successfully held a concert titled “Here I Am” to celebrate the 25th anniversary of her career, which took place on May 23, 2025, at the Indonesia Arena in Jakarta and was attended by 12,000 spectators. Rossa's success has been supported by her manager, Intan Sari, since 1998 until now, which was achieved through close interpersonal communication between the manager and the singer. The purpose of this study was to prove that interpersonal communication plays an important role in career success and building one's image in the entertainment world. The research methods used were in-depth interviews. The findings show that interpersonal communication plays a significant role in shaping the image and career resilience of Rossa as a singer and Intan as a manager. Good interpersonal communication is formed from sincerity and harmony in a relationship, as demonstrated by Rossa and Intan in seeking common values or goals to be achieved between individuals, considering the credibility and consistency of the two parties involved, ultimately resulting in professionalism in the form of a lasting career and a positive image to date.   Citra seseorang terutama untuk artis penting dalam menunjang pekerjaan mereka dan terlihat  pada Diva Pop Indonesia Rossa. Tahun 2025 ini ia berhasil mengadakan konser “Here I Am” untuk merayakan milestone 25 tahun beliau berkarir yang berlangsung pada tanggal 23 Mei 2025 lalu berlokasi di Indonesia Arena, Jakarta dan sukses dipenuhi oleh 12 ribu penonton. Kesuksesan Rossa didukung oleh manajer Rossa, Intan Sari sejak tahun 1998 hingga saat ini, hal itu bisa dicapai dengan komunikasi interpersonal erat antara seorang manajer dengan penyanyinya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa komunikasi interpersonal memegang peran penting dalam kesuksesan karir dan membangun citra seseorang di dunia hiburan. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal sangat berperan dalam pembentukan citra dan ketahanan karir Rossa sebagai seorang penyanyi dan Intan sebagai manajer. Komunikasi interpersonal yang baik terbentuk dari ketulusan dan keselarasan dalam suatu hubungan seperti yang dilakukan oleh Rossa dan intan dalam mencari kesamaan nilai atau tujuan yang ingin dicapai antar individu, mempertimbangkan kredibilitas dan konsistensi dua pihak terkait, hingga akhirnya menghasilkan profesionalisme dalam bentuk hubungan karir yang terus bertahan serta citra positif hingga saat ini.
Efektivitas Persepsi Kegunaan dan Tagline “15 Menit Sampai” terhadap Keputusan Pembelian Layanan Astro E-grocery Titania, Felisia; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36347

Abstract

This study analyzes how perceived usefulness and the quality of the “15-minute delivery” advertising message influence consumers’ purchasing decisions on purchase decisions for essential goods through the Astro e-grocery application. The rapid growth of e-grocery services and increasing competition in quick commerce emphasize the necessity of evaluating advertising message effectiveness and consumer perceptions regarding dgital shopping advantages. This research applies Davis’s Perceived Usefulness framework, the AIDA model for advertising message quality, and Kotler and Armstrong’s theory of consumer purchase decisions. Using multiple regression as the main analytical method, the study meets all classical assumption requirements, including normality, absence of multicollinearity, and heteroscedasticity. The result reveal that perceived usefulness and advertising message quality exert both simultaneous and partial significant effects on consumer purchasing decisions, demonstrating that the combination of practical service benefits and compelling message delivery enhances user confidence and decision-making efficiency. These findings emphasize that effective message delivery combined with meaningful functional value plays a crucial role in driving consumer purchasing decisions. Overall, the study offers strategic insights for digital marketing communication in the e-grocery sector, particularly in optimizing message relevance and strengthening consumer perceptions within the increasingly competitive e-commerce.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Persepsi Kegunaan dan Kualitas Pesan Iklan “15 Menit Sampai” terhadap keputusan pembelian kebutuhan konsumen pada aplikasi Astro e-grocery. Pesatnya perkembangan e-grocery serta persaingan salaquick commerce mendorong pentingnya analisis efektivitas pesan iklan dan persepsi konsumen terhadap manfaat layanan belanja digital. Penelitian ini menggunakan teori persepsi kegunaan dari Davis, model kualitas pesan iklan AIDA, dan teori keputusan pembelian dari Kotler dan Armstrong. Melalui analisis regresi berganda, prosedur pengujian asumsi klasik menunjukkan terpenuhinya kriteria normalitas, bebas multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan kualitas pesan iklan memberikan dampak dengan pengaruh simultan dan parsial yang signifikan, membantu konsumen memperoleh pengalaman berbelanja e-grocery yang lebih praktis. Temuan ini menyatakan bahwa persepsi kgunaan dan Kualitas Pesan Iklan memberikan dampak positif yang signifikan, penting dalam mendorong perilaku pembelian konsumen pada platform Astro e-grocery dan memberikan kontribusi strategis bagi komunikasi pemasaran digital di sektor e-grocery.
Kredibilitas Sumber Firm-Generated Content (FGC) pada Akun TikTok @roomihomie dalam Mendorong Awareness Pengikut Yola, Febi; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36364

Abstract

The development of social media has encouraged companies to utilize Firm-Generated Content (FGC) as a strategy to build credibility and increase audience awareness. Roomi Indonesia uses the TikTok account, @roomihomie, as a digital communication medium to convey a sense of closeness with users through content that is light, natural, and authentic. This study aims to describe the creative process of producing FGC and to analyze how this process shapes source credibility and fosters audience engagement. This research employs a qualitative approach using a case study method, with interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The data were analyzed through processes reduction, presentation, and conclusions drawing, and were validated using source triangulation and theory triangulation. The findings indicate that the creative process is carried out through team collaboration across the stages of brainstorming, content planning, production, and content review. The consistently published FGC reflects a positive, inclusive, and authentic work culture, thereby fulfilling the three aspects of source credibility: expertise, trustworthiness, and attractiveness. This credibility contributes to increased organic engagement, particularly in office-life themed content that is perceived as relevant and relatable to the audience. These findings affirm that credibility built through FGC fosters communicative, warm, and open relationships, while enhancing sustainable audience engagement.   Perkembangan media sosial mendorong perusahaan untuk memanfaatkan Firm-Generated Content (FGC) sebagai strategi membangun dalam kredibilitas dan meningkatkan awareness audiens. Roomi Indonesia memanfaatkan akun TikTok @roomihomie sebagai media komunikasi digital untuk menampilkan kedekatan dengan pengguna melalui konten yang ringan, natural, dan autentik. Penelitian ini bertujuan menguraikan proses kreatif pembuatan konten FGC serta menganalisis bagaimana proses tersebut dapat membentuk kredibilitas sumber dan mendorong terciptanya keterlibatan sebagai mekanisme pembentukan kesadaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teori untuk memvalidasi keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif dilakukan melalui kolaborasi tim pada tahap diskusi ide, perencanaan konten, produksi, hingga evaluasi konten. FGC yang dipublikasikan secara konsisten memperlihatkan budaya kerja yang positif, inklusif, dan autentik sehingga memenuhi tiga aspek kredibilitas sumber, yaitu keahlian, kepercayaan, dan daya tarik. Kredibilitas ini memberikan implikasi pada meningkatnya keterlibatan yang organik, terutama pada konten bertema office life yang dinilai relevan dan dekat dengan audiens. Temuan ini menegaskan bahwa kredibilitas yang dibangun melalui FGC menciptakan hubungan yang komunikatif, hangat, dan terbuka, serta meningkatkan keterlibatan audiens secara berkelanjutan.
FOMO dan Perilaku Pembelian Blind Box: Analisis Peran TikTok terhadap Konsumen Gen Z Suwirya, Theresa Indira; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36380

Abstract

This study aims to understand how social media and Electronic Word-of-Mouth (E-WoM) shape the FOMO phenomenon in the blind box trend among Gen Z. The theories used in this study include Media Dependency Theory, Prosumer Theory, Social Influence Theory, and Social Cognitive Theory. This study uses a qualitative approach with a case study method with non-participatory observation data collection techniques and in-depth interviews with four Gen Z informants and interviewed one digital communication expert. The results of the study indicate an initial exposure to viral content driven by the TikTok algorithm, namely UGC content of a K-Pop artist. Based on the findings of in-depth interviews with four informants, it was found that the algorithm participates in presenting blind box content through two mechanisms: through the virality of a content and the interaction and activity (likes, comments, shares, and viewing duration) of informants with similar content. Through the algorithm, UGC blind box content with high traffic will be recommended to informants. Repeated exposure creates curiosity and emotional involvement, especially in the feeling during unboxing, which encourages informants to participate in the trend. These factors are the drivers of FOMO.   Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana media sosial dan Electronic Word-of-Mouth (E-WoM) membentuk fenomena FOMO pada tren blind box di kalangan Gen Z. Teori – teori yang digunakan pada penelitian ini meliputi Teori Ketergantungan Media, Teori Prosumer, Teori Pengaruh Sosial, dan Teori Kognitif Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi non-partisipatif dan wawancara mendalam dengan empat informan Gen Z serta mewawancarai satu narasumber ahli pakar komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya paparan awal dari konten viral yang didorong oleh algoritma TikTok, yakni konten UGC salah satu artis K-Pop. Berdasarkan hasil temuan dari wawancara mendalam dengan empat informan, didapatkan bahwa algoritma berperan dalam menghadirkan konten blind box melalui dua mekanisme yaitu lewat viralitas suatu konten dan interaksi serta aktivitas (likes, comments, shares, dan durasi menonton) para informan dengan konten serupa. Lewat algoritma, konten UGC blind box dengan trafik tinggi akan direkomendasikan ke para informan. Paparan berulang ini menimbulkan rasa penasaran dan keterlibatan emosional terutama pada perasaan saat unboxing yang mendorong para informan untuk ikut berpartisipasi dalam tren. Faktor – faktor tersebutlah yang menjadi pendorong FOMO.
Pemaknaan Promosi Live Streaming YSL Beauty di TikTok oleh Generasi Z Urban Khaerunnisa, Amanda; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36381

Abstract

Changes in communication patterns in the digital era encourage luxury brands to reach audiences through open social media platforms. TikTok, with its interactive live streaming feature, has emerged as a new space for Yves Saint Laurent (YSL) Beauty Indonesia to build relationships with a broader audience. However, this strategy raises questions about how the exclusivity traditionally associated with luxury brands is interpreted by young consumers. This study aims to explore how urban Generation Z interprets YSL Beauty Indonesia’s live promotions on TikTok, using Stuart Hall’s encoding–decoding theory as the analytical framework. A qualitative phenomenological approach was employed through in-depth interviews with four informants who actively use TikTok and have watched YSL Beauty’s live sessions. In addition, a questionnaire was distributed to provide preliminary insights into audience experiences. The findings show that audiences occupy dominant, negotiated, and oppositional decoding positions, shaped by their experiences, preferences, and social backgrounds. Overall, the study demonstrates that the exclusivity of luxury brands in digital spaces is more fluid and can be negotiated through interactions between brands and audiences. Perubahan pola komunikasi di era digital mendorong merek mewah untuk menjangkau audiens melalui media sosial yang bersifat terbuka. TikTok, dengan fitur live streaming yang interaktif, menjadi ruang baru bagi Yves Saint Laurent (YSL) Beauty Indonesia untuk membangun relasi dengan audiens yang lebih luas. Namun, strategi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana eksklusivitas yang identik dengan merek mewah dimaknai oleh konsumen muda. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri pemaknaan Generasi Z urban terhadap promosi live YSL Beauty Indonesia di TikTok dengan menggunakan teori encoding–decoding Stuart Hall sebagai kerangka analisis interpretasi audiens terhadap pesan merek. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang aktif menggunakan TikTok dan pernah menonton TikTok Live YSL Beauty. Kuesioner disebarkan sebagai gambaran awal untuk memahami pengalaman audiens terhadap siaran langsung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens menempati posisi decoding yang beragam, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi, yang dipengaruhi oleh pengalaman, preferensi, serta latar belakang sosial masing-masing. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan eksklusivitas merek mewah di ruang digital bersifat lebih cair dan dapat dinegosiasikan melalui interaksi antara merek dan audiens.
Strategi Komunikasi dalam Membangun Citra Perusahaan Berkelanjutan (Studi Kasus Corporate Secretary Pertamina NRE) Natania, Moureen Keisya; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36450

Abstract

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), as a renewable energy subholding, requires a well-directed communication strategy to strengthen its sustainable corporate image. This study aims to describe the communication strategy of the Corporate Secretary of Pertamina NRE in building a sustainability-oriented image, as well as to understand the message design, channel selection, and stakeholder management implemented. The research employs corporate communication, corporate secretary, public relations, and corporate image theories as the analytical framework. The method used is descriptive qualitative through in-depth interviews with four informants from the Corporate Secretary division of Pertamina NRE. The results indicate that the communication strategy is structured through the Strategic Communication Framework as an annual guideline for directing ESG messages and the clean energy transition, coordinated with various relevant parties within Pertamina NRE. Implementation is carried out through media communication, stakeholder management, and CID programs. Challenges such as cross-unit coordination and data verification needs are addressed through regular evaluations and strengthened internal communication. Overall, the Corporate Secretary’s strategy contributes to shaping a credible and sustainability-oriented corporate image.   Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) sebagai subholding energi terbarukan memerlukan strategi komunikasi yang terarah untuk memperkuat citra perusahaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi Corporate Secretary Pertamina NRE dalam membangun citra keberlanjutan, serta memahami perancangan pesan, pemilihan kanal, dan pengelolaan pemangku kepentingan yang dilakukan. Penelitian menggunakan teori corporate communication, corporate secretary, public relations, dan citra perusahaan sebagai landasan analisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan empat informan dari divisi Corporate Secretary Pertamina NRE. Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi disusun melalui Payung Komunikasi Strategi sebagai pedoman tahunan dalam mengarahkan pesan ESG dan transisi energi bersih, dikoordinasikan dengan berbagai pihak yang berkepentingan di Pertamina NRE. Implementasi dilakukan melalui media komunikasi, stakeholder management, dan program CID. Tantangan seperti koordinasi lintas unit dan kebutuhan verifikasi data diatasi melalui evaluasi berkala dan penguatan komunikasi internal. Secara keseluruhan, strategi Corporate Secretary berkontribusi dalam membentuk citra perusahaan yang kredibel dan berorientasi keberlanjutan.