cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 709 Documents
Strategi Komunikasi CSR Beasiswa Sobat Bumi dalam Pengelolaan Citra PT Pertamina (Persero) Larasati, Atifa Dinar; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36459

Abstract

The Sobat Bumi Scholarship Program is a Corporate Social Responsibility (CSR) initiative of PT Pertamina (Persero) that focuses on supporting education and strengthening sustainable values among university students. This study aims to analyze the implementation of CSR communication strategies within the program as an effort to manage the company’s image. The research employs a descriptive qualitative approach grounded in communication strategy concepts, CSR theory, and image management theory. Data were collected through in-depth interviews, documentation, and indirect observation, and were analyzed using NVivo 12 through data reduction, data display, and verification techniques. The findings indicate that the communication strategy is implemented through the integration of online and offline channels, including social media, digital publications, campus outreach, training programs, and alumni forums. This implementation contributes to strengthening stakeholder relationships and shaping a positive corporate image, aligned with the agenda and role of Government Public Relations in enhancing national public communication. However, communication effectiveness still faces challenges in message consistency and outreach to audiences with low exposure levels, requiring a more adaptive and participatory communication approach. Program Beasiswa Sobat Bumi merupakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) yang berfokus pada dukungan pendidikan dan penguatan nilai keberlanjutan bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi komunikasi CSR dalam program tersebut sebagai upaya pengelolaan citra perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan konsep strategi komunikasi, CSR, dan teori manajemen citra. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta observasi tidak langsung, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 dengan teknik reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dijalankan melalui integrasi kanal daring dan luring, seperti media sosial, publikasi digital, sosialisasi kampus, pelatihan dan forum alumni. Implementasi tersebut berkontribusi dalam memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan dan membentuk citra positif perusahaan, yang selaras dengan agenda dan peran Public Relations Pemerintah dalam memperkuat komunikasi publik nasional. Namun, efektivitas komunikasi masih menghadapi kendala dalam konsistensi pesan dan jangkauan kepada publik dengan keterpaparan rendah, sehingga diperlukan pendekatan komunikasi yang lebih adaptif dan partisipatif.
Analisis Brand Image Franchise Kopi di Kalangan Mahasiswa Jakarta Barat Hanaka, Febrina; Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36460

Abstract

This research aims to analyze how students perceive the brand image of Tomoro Coffee as a coffee shop franchise in Jakarta. The background of this research is the proliferation of coffee shop franchises in Jakarta, one of which is Tomoro Coffee. Using a qualitative approach with a case study method, data were obtained thru in-depth interviews with ten students from five different universities in West Jakarta, and direct field observation. Data analysis includes data collection, data reduction, data presentation, and concludes with drawing conclusions. The author will use data source triangulation as one method to test data validity. The research results indicate that the brand image of Tomoro Coffee among students is trending toward positive. This is evidenced by the fulfillment of the three dimensions of brand image used as a reference in analyzing the data results, namely brand strength, brand favorability, and brand uniqueness. These three dimensions contain aspects such as logo, facilities, service, taste, price, and uniqueness. Tomoro Coffee significantly demonstrates its influence by fulfilling all of these aspects.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa/i melihat brand image Tomoro Coffee sebagai franchise kedai kopi di Jakarta. Latar belakang dari penelitian ini adalah menjamurnya franchise kedai kopi di Jakarta, salah satunya adalah Tomoro Coffee. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sepuluh mahasiswa/i dari lima universitas berbeda di Jakarta Barat, dan observasi langsung ke lapangan. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan berakhir dengan penarikan kesimpulan, Penulis akan menggunakan triangulasi sumber data sebagai salah satu metode untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan citra merek Tomoro Coffee di kalangan mahasiswa/i menuju ke arah positif. Hal itu dibuktikan dengan terpenuhinya ketiga dimensi dari brand image yang dijadikan acuan dalam melakukan analisis hasil data, yaitu brand strength, brand favorability, dan brand uniqueness. Ketiga dimensi tersebut memuat aspek-aspek seperti logo, fasilitas, pelayanan, rasa, harga, dan keunikan. Tomoro Coffee secara signifikan menunjukkan pengaruhnya melalui pemenuhan keseluruhan aspek tersebut.
Pemaknaan Publik terhadap Narasi Iklan dalam Platform Digital Christian, Charles; Loisa, Riris
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36467

Abstract

Over the past decade, the development of digital technology has significantly transformed marketing communication practices, particularly through digital advertising. One increasingly adopted approach is narrative, as it is considered effective in building emotional connections and creating more relevant experiences for audiences. This study aims to analyze how audiences interpret the narrative presented in a digital advertisement for a UHT milk product that offers a different approach compared to conventional milk advertisements, which typically emphasize nutritional value and positive family imagery. The research employs the narrative paradigm theory, focusing on the concepts of coherence and fidelity. A qualitative case study method was applied through in-depth interviews with four informants who had watched the advertisement. The findings reveal that audience interpretations vary, yet generally converge on a central meaning related to self-restoration and maintaining balance, both physically and emotionally. These results confirm that the meaning of digital advertising is constructed through the interaction between narrative structure and the audience’s lived experiences, rather than solely through the explicit message conveyed by the advertiser. Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir, telah membawa perubahan signifikan dalam praktik komunikasi pemasaran, khususnya melalui iklan digital. Salah satu pendekatan yang semakin sering digunakan adalah narasi, karena narasi diyakini mampu menghadirkan pengalaman yang lebih relevan bagi audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana khalayak memaknai narasi dalam iklan digital produk susu UHT yang menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan iklan susu konvensional yang umumnya menekankan aspek gizi dan citra keluarga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori paradigma naratif dengan menitikberatkan pada konsep koherensi dan fidelitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang telah menyaksikan iklan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan khalayak bersifat beragam, namun secara umum mengarah pada makna pemulihan dan penjagaan keseimbangan diri, baik secara fisik maupun emosional. Temuan ini menegaskan bahwa makna iklan digital terbentuk melalui interaksi antara struktur narasi dan pengalaman hidup audiens, bukan semata-mata dari pesan eksplisit yang disampaikan pembuat iklan.  
Analisis Regresi User Generated Content (UGC) dan Brand Image terhadap Keputusan Pembelian Produk Emina pada Generasi Z Wibawa, Winona Michelle; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36472

Abstract

The rapid growth of social media has transformed marketing communication by shifting consumers’ roles from passive message recipients to active content creators who influence consumption behavior. In digital marketing contexts, User Generated Content (UGC) is understood as an external stimulus that conveys authentic and experience-based information, shaping consumers’ perceptions and attitudes. Meanwhile, Brand Image represents a set of brand associations stored in consumers’ memory that influences trust and evaluation of a product. This study aims to analyze the effect of UGC and Brand Image on purchasing decisions of Emina cosmetic products among Generation Z in DKI Jakarta. A quantitative descriptive approach was employed using an online survey administered to 100 respondents selected through purposive sampling. The data were analyzed using classical assumption tests and multiple linear regression analysis. The results indicate that UGC and Brand Image have a significant effect on purchasing decisions, both partially and simultaneously. UGC influences purchasing decisions through visual appeal and emotional experience, while Brand Image affects purchasing decisions through positive perceptions and brand reputation. However, the model explains only 25.1% of the variance in purchasing decisions, suggesting the presence of other influencing factors. These findings highlight that the integration of UGC and strong Brand Image can enhance the effectiveness of digital marketing communication strategies for local cosmetic brands in influencing Generation Z’s purchasing decisions.   Perkembangan media sosial telah mendorong perubahan dalam proses komunikasi pemasaran, di mana konsumen tidak hanya berperan sebagai penerima pesan, tetapi juga sebagai produsen konten yang memengaruhi perilaku konsumsi. Dalam konteks pemasaran digital, User Generated Content (UGC) dipandang sebagai stimulus eksternal yang bersifat autentik dan mampu membentuk persepsi serta sikap konsumen, sementara Brand Image merepresentasikan asosiasi merek yang tertanam dalam ingatan konsumen dan memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh UGC dan Brand Image terhadap keputusan pembelian produk Emina pada Generasi Z di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner online terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UGC dan Brand Image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan. UGC berperan dalam membentuk pengalaman emosional dan ketertarikan visual konsumen, sedangkan Brand Image memengaruhi keputusan pembelian melalui persepsi positif dan reputasi merek. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa variabel UGC dan Brand Image hanya mampu menjelaskan 25,1% variasi keputusan pembelian, sehingga mengindikasikan adanya faktor lain yang turut memengaruhi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi UGC dan penguatan Brand Image dapat meningkatkan efektivitas strategi komunikasi pemasaran digital produk kosmetik lokal, khususnya dalam memengaruhi keputusan pembelian Generasi Z.
Eksistensi Brand Rokok Lewat Strategi Stealth Marketing di Ajang Formula One Lesilolo, Chieka Serafino Adhista; Sukendro, Gregorius Genep
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36483

Abstract

This Following the implementation of the Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), which imposed a global ban on tobacco sponsorship, cigarette companies have continued to maintain their brand presence in Formula One (F1). This study explains how such brand persistence has been sustained despite strict regulatory restrictions. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with F1 fans, academics, and industry practitioners, supported by relevant literature and regulatory documents. The findings identify three main strategies. First, Visual Cues, such as consistent color schemes and abstract patterns, evoke brand recognition without displaying explicit logos. Second, Corporate Branding, exemplified by abstract identities such as Mission Winnow, constructs corporate narratives that distance the brand from direct tobacco promotion. Third, Brand Switching promotes alternative products that comply with local regulations while maintaining symbolic continuity with tobacco brands. This study also positions Surrogate Advertising as a manifestation of the brand-switching strategy. By developing a systematic typology of stealth marketing in F1, this research offers a new analytical framework for understanding marketing communication in highly regulated industries and emphasizes the importance of creative strategy in navigating legal constraints. Setelah Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) memberlakukan larangan sponsor tembakau di seluruh dunia, sponsor rokok terus mempertahankan eksistensi merek mereka di Formula One (F1). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana ini terjadi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan penggemar F1, akademisi, dan praktisi industri menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tipologi yang sistematis guna mengkategorikan strategi stealth marketing di ajang F1 sebuah upaya yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Beberapa strategi yang dianalisis meliputi penggunaan Visual Cues (warna dan pola), Corporate Branding (dengan identitas abstrak seperti Mission Winnow), dan Brand Switching (dengan produk alternatif yang sesuai regulasi). Ketiganya memanfaatkan pendekatan kreatif guna mempertahankan visibilitas merek tanpa melanggar ketentuan yang berlaku. Selain itu, iklan atau sponsor pengganti (Surrogate Advertising) diposisikan dalam penelitian ini sebagai sebuah manifestasi dari strategi pergantian merek. Ini memberikan kerangka analisis baru untuk memahami fenomena komunikasi pemasaran di industri dengan regulasi ketat sekaligus menegaskan betapa pentingnya kreativitas dalam menghadapi pembatasan hukum.
Pengaruh Konten Visual Influencer TikTok terhadap Minat Beli Fashion Wanita Generasi Z Marcella, Viona; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36504

Abstract

Generation Z in Jakarta is known for being highly responsive to digital trends and demonstrating a strong purchase intention toward various products, including fashion items—especially those promoted through visually oriented social media platforms. This study examines the influence of visual content created by TikTok influencer Nazwa Adinda on the purchase intention of women’s fashion products among Generation Z in Jakarta. The objective of this research is to determine the extent to which an influencer’s visual content can capture attention and affect young consumers’ buying intentions toward fashion products. The study is grounded in the theories of User-Generated Content (UGC), purchase intention, and personal branding. The research method employs a survey distributed to 400 female respondents aged 15–29 who are active TikTok users and follow Nazwa Adinda’s account. Data were analyzed using statistical tests, including simple linear regression. The results show that influencers’ visual content on TikTok significantly enhances purchase intention for fashion products, primarily due to the influencer’s creativity and credibility. The visual strategies employed by TikTok influencers are proven effective as digital marketing tools. The implications of these findings suggest that visual content from TikTok influencers serves not merely as entertainment but as a vital instrument in shaping young consumers’ behavior, particularly in fashion purchasing decisions. Fashion industry players can optimize the quality and authenticity of creative visual content to strengthen audience engagement and boost sales.   Generasi Z di Jakarta dikenal sangat responsif terhadap tren digital serta memiliki tingkat minat beli yang tinggi terhadap berbagai produk, termasuk fashion, terutama yang dipromosikan melalui media sosial berbasis visual. Penelitian ini membahas pengaruh konten visual dari influencer TikTok Nazwa Adinda terhadap minat beli produk fashion wanita di Generasi Z Jakarta. Tujuan penelitian adalah mengetahui seberapa besar konten visual influencer bisa menarik perhatian dan memengaruhi niat beli anak muda terhadap produk fashion. Penelitian memakai teori User Generated Content (UGC), minat beli, dan konsep personal branding. Metode yang digunakan adalah survei kuesioner sebanyak 400 responden pada perempuan usia 15–29 tahun yang aktif di TikTok dan mengikuti akun Nazwa Adinda. Data dianalisis dengan uji statistik, termasuk regresi linier sederhana. Hasilnya menunjukkan konten visual dari influencer di TikTok sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat beli produk fashion, terutama berkat kreativitas dan kredibilitas influencer. Strategi visual influencer TikTok efektif sebagai pemasaran digital. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa konten visual dari influencer TikTok bukan hanya sekadar media hiburan, tetapi telah menjadi instrumen penting dalam memengaruhi perilaku konsumen muda, khususnya dalam konteks pembelian produk fashion. Pelaku industri fashion dapat mengoptimalkan kualitas dan kreativitas konten visual yang autentik untuk memperkuat keterlibatan audiens dan meningkatkan penjualan.
Curhat Digital: Self-Disclosure Pengguna Ruang Live TikTok Halorindu Ningsih, Nia Fitria; Putri, Sekartaji Anisa
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37180

Abstract

Pouring your heart online via live streaming in social media becoming phenomenon in every day live today in this digital era. The availability of the newest feature in social media and the ability of user being online anytime they wanted creating a new safe space for sharing online. This study examines about self-disclosure in the Halorindu, TikTok live streaming room via content analysis. This methods used for discovering themes of sharing sessions happened in Halorindu five live streaming sessions. Five sessions of Halorindu live streaming being researched aired from June, 15th 2025 until Juni, 19th 2025. The time limit of sessions examined is adjusted with researcher time limitations. The findings were analyzed based on the concept of self-disclosure and social penetration theory. Findings shows the most common topic of sharing sessions online is about love life. Lofe live is being followed by psychological burden, family drama and daily life challenge. Benefits of this research for society is expected as a source of knowledge about themes of digital sharing sessions. This research also expected as a contibution to the development of the communications science specifically about how the live streaming in digital realms becoming media for self-disclosure. Fenomena mencurahkan isi hati pribadi melalui siaran langsung di media sosial menjadi salah satu kebiasaan baru yang berkembang di era digital. Tersedianya teknologi yang mendukung seperti fitur media sosial terkini dengan pengguna yang dapat aktif kapan saja menimbulkan ruang aman baru untuk berbagi secara daring. Studi ini meneliti mengenai keterbukaan diri (self-disclosure) dalam ruang live TikTok Halorindu melalui analisis konten. Analisis konten dilakukan untuk melihat tema-tema curahan hati (curhat) pada lima sesi live curhat Halorindu. Lima sesi live berjalan yang diteliti ialah pada tanggal 15 Juni 2025 sampai tanggal 19 Juni 2025. Terbatasnya sesi live yang diteliti disesuaikan dengan keterbatasan waktu peneliti. Temuan dianalisis berdasarkan konsep self-disclosure serta teori penetrasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema curhat yang paling sering muncul berkisar antara persoalan hubungan asmara. Kemudian diikuti oleh tema beban psikologis, masalah keluarga serta tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat dari studi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tambahan bagi masyarakat luas terkait tema-tema curhat digital. Kemudian juga menjadi literatur yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan komunikasi terkait bagaimana ruang siar digital dapat menjadi media ekspresi diri.
Cover Vol. 10 No. 1 Irena, Lydia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37182

Abstract

Cover Vol. 10 No. 1
Front Matters Vol. 10 No. 1 Irena, Lydia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37183

Abstract

Front Matters Vol. 10 No. 1
Back Matters Vol. 10 No. 1 Irena, Lydia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37184

Abstract

Back Matters Vol. 10 No. 1