cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 709 Documents
Interpretasi Generasi Z terhadap Kredibilitas Tasya Farasya sebagai Influencer Kecantikan dalam Promosi Produk Somethinc di TikTok Seftyani, Alfina Injily; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37194

Abstract

The rise of social media, especially TikTok, has transformed how audiences receive information and evaluate influencer credibility. This study examines how Generation Z perceives Tasya Farasya’s credibility as a beauty influencer in promoting Somethinc products, and how these perceptions affect their view of the brand. The research is grounded in Source Credibility Theory, which includes expertise, trustworthiness, and communicator attractiveness. Using a qualitative approach, in-depth interviews were conducted with six Generation Z informants who had watched Tasya’s Somethinc product reviews on TikTok. The findings show that Generation Z views Tasya as competent, authentic, and persuasive in her delivery, leading them to consider her content credible. This credibility influences how they perceive Somethinc as a transparent, informative, and trustworthy brand. TikTok’s short video format, strong visual appeal, and algorithmic support further enhance message reception. Overall, the study confirms that influencer credibility plays a strategic role in shaping brand perception among Generation Z. Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah membawa perubahan signifikan dalam cara audiens menerima informasi serta membentuk penilaian mereka terhadap kredibilitas seorang konten kreator. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Generasi Z memaknai kredibilitas Tasya Farasya sebagai konten kreator kecantikan dalam mempromosikan produk Somethinc, serta bagaimana persepsi tersebut memengaruhi pandangan mereka terhadap merek. Studi ini mengacu pada Teori Kredibilitas Sumber yang menekankan tiga aspek utama, yakni keahlian, kejujuran, dan daya tarik komunikator. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan enam informan Generasi Z yang pernah menonton ulasan Tasya mengenai produk Somethinc di TikTok. Temuan penelitian mengungkap bahwa Generasi Z memandang Tasya sebagai figur yang memiliki kompetensi, keaslian, dan daya tarik penyampaian, sehingga kontennya dinilai kredibel. Kredibilitas tersebut kemudian memengaruhi cara informan menilai kualitas serta citra Somethinc, yang mereka anggap sebagai merek yang transparan, informatif, dan layak dipercaya. Selain itu, karakteristik TikTok yang menonjolkan video singkat, elemen visual yang kuat, serta dukungan algoritma FYP turut memperkuat penerimaan pesan yang disampaikan Tasya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kredibilitas seorang konten kreator memainkan peran strategis dalam membangun persepsi merek di kalangan Generasi Z.
Integrated Marketing Communication dalam Persaingan Bisnis Kopi Keliling Kopi X dan Kopi Y Cahyawangsa, Aurelia Regina; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37196

Abstract

This study aims to analyze marketing communication within the competitive mobile coffee business between Kopi X and Kopi Y using the Integrated Marketing Communication (IMC) approach. The background of this research stems from the growing trend of mobile coffee businesses in Indonesia, which encourages business owners to implement effective communication strategies to remain competitive. This study employs a qualitative method through interviews, observations, and document analysis to explore how both brands apply the eight elements of IMC, namely personal selling, sales promotion, advertising, word of mouth, event and experience marketing, public relations, interactive marketing, and direct marketing. The findings indicate that both brands implement all IMC elements, but with varying levels of effectiveness. Kopi X excels in digital advertising, application-based interaction, event participation, and consistent direct marketing. Meanwhile, Kopi Y demonstrates stronger performance in word-of-mouth strategies and positive brand image built through direct interaction. Overall, the study concludes that Kopi X has a more integrated and comprehensive IMC implementation, while Kopi Y needs to strengthen its digital communication strategy to enhance competitiveness. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi pemasaran dalam persaingan bisnis kopi keliling antara Kopi X dan Kopi Y melalui pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC). Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya tren bisnis kopi keliling di Indonesia yang mendorong pelaku usaha untuk menerapkan strategi komunikasi yang efektif agar mampu bersaing. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi untuk menggali bagaimana kedua brand menerapkan delapan elemen IMC, yaitu personal selling, sales promotion, advertising, word of mouth, event and experience marketing, public relations, interactive marketing, serta direct marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua brand mempraktikkan seluruh elemen IMC, namun dengan tingkat efektivitas yang berbeda. Kopi X unggul dalam periklanan digital, interaksi melalui aplikasi, partisipasi event, serta direct marketing yang konsisten. Sementara itu, Kopi Y lebih kuat pada strategi word of mouth dan citra positif yang dibangun melalui interaksi langsung. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa Kopi X memiliki penerapan IMC yang lebih terintegrasi dan menyeluruh, sedangkan Kopi Y memerlukan penguatan pada strategi komunikasi digital untuk meningkatkan daya saing.
Pengaruh Strategi Co-Branding Good Day terhadap Brand Awareness Pada Komunitas Gamer Generasi Z Pratiwi, Ayu; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37197

Abstract

This research examines how Good Day's collaborative branding initiative with Mobile Legends influences brand recognition among Generation Z gaming enthusiasts. The partnership between an instant coffee brand and gaming platform, executed during August to November 2025, addresses challenges faced by FMCG companies in connecting with younger demographics. Through quantitative methodology, data was gathered via surveys from 100 Mobile Legends Discord community members using purposive sampling techniques. A 4-point Likert scale questionnaire, validated for consistency and accuracy, served as the data collection instrument. Simple linear regression analysis through SPSS 31 revealed the collaborative branding approach significantly enhanced Good Day's brand recognition, explaining 52.1% of variance (t value 10.323 exceeding critical value 1.984, p<0.001). All four collaborative branding dimensions brand compatibility, quality perception, brand linkages, and market reach received favorable evaluations. Good Day achieved strong brand recognition levels (3.46 out of 4.0), demonstrated through comprehensive metrics: brand identification (96 to 99%), spontaneous brand recall (96 to 99%), and primary brand awareness (98%). These findings validate the success of inter industry partnerships in establishing brand consciousness among young consumer segments. Studi ini menginvestigasi dampak inisiatif kolaborasi merek antara Good Day dan Mobile Legends terhadap pengenalan merek Good Day di kalangan konsumen Generasi Z. Kerja sama lintas sektor antara merek kopi instan dan ekosistem gaming yang berlangsung pada periode Agustus hingga November 2025 merepresentasikan strategi dalam menghadapi hambatan industri FMCG dalam meraih perhatian demografi muda. Riset menerapkan pendekatan kuantitatif melalui teknik survei kepada 100 partisipan dari komunitas Discord Mobile Legends yang terseleksi menggunakan purposive sampling. Kuesioner berskala Likert 4 tingkat yang telah terverifikasi validitas serta reliabilitasnya menjadi instrumen pengumpulan data. Pengolahan data melalui regresi linear sederhana menggunakan aplikasi SPSS 31 memperlihatkan bahwa inisiatif kolaborasi merek memberikan dampak positif bermakna pada pengenalan merek Good Day dengan kontribusi varian sebesar 52,1% (nilai t hitung 10,323 melampaui t tabel 1,984, nilai signifikansi <0,001). Seluruh dimensi kolaborasi merek (brand fit, perceived quality, brand associations, market expansion) menunjukkan evaluasi favorable. Tingkat kesadaran merek Good Day berada pada kategori kuat (skor 3,46 dari skala maksimal 4,0) yang terwujud secara menyeluruh pada identifikasi merek (96 sampai 99%), recall merek (96 sampai 99%), serta kesadaran prioritas (98%). Riset ini memvalidasi keefektifan kerja sama lintas sektor dalam membangun kesadaran merek pada segmen konsumen muda.
Media Komunikasi Pilihan Generasi Z sebagai Ruang Aman dan Media Ekspresi Fahlevy, Bulan Zerlina; Utami, Lusia Savitri Setyo
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37198

Abstract

The development of digital media has encouraged Generation Z to utilize various communication platforms as a means of self-disclosure and privacy management in their interactions. This study aims to understand how Generation Z engages in self-disclosure through Instagram Close Friends and WhatsApp Groups, as well as the reasons behind their preference for these two media. This study uses the theoretical foundations of Computer Mediated Communication (CMC), Communication Privacy Management (CPM), and Theory of Reasoned Action (TRA) to analyze individuals' considerations in choosing digital communication media. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method, with data collection through in-depth interviews, observation, and documentation of seven main informants and one expert informant. The results show that the choice of communication media is not random, but is influenced by communication goals, perceptions of privacy security, feature characteristics, and norms of use within the group. Instagram Close Friends is used to selectively share personal stories without the demand for a response, while WhatsApp Group is used for quick two-way conversations, discussions, and direct emotional support. These findings confirm that the compatibility between the nature of the message and the capabilities of the medium is a major factor in Generation Z's self-disclosure preferences. Perkembangan media digital mendorong Generasi Z untuk memanfaatkan berbagai platform komunikasi sebagai sarana self-disclosure sekaligus pengelolaan privasi dalam berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z melakukan self-disclosure melalui fitur Instagram Close Friends dan WhatsApp Group serta alasan yang melatarbelakangi preferensi terhadap kedua media tersebut. Penelitian ini menggunakan landasan teori Computer-Mediated Communication (CMC), Communication Privacy Management (CPM), dan Theory of Reasoned Action (TRA) untuk menganalisis pertimbangan individu dalam memilih media komunikasi digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan utama serta satu informan ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan media komunikasi tidak bersifat acak, melainkan dipengaruhi oleh tujuan komunikasi, persepsi terhadap keamanan privasi, karakteristik fitur, serta norma penggunaan dalam kelompok. Instagram Close Friends dimanfaatkan untuk membagikan cerita personal secara selektif tanpa tuntutan respons langsung, sementara WhatsApp Group digunakan untuk percakapan dua arah yang cepat, diskusi, serta dukungan emosional secara langsung. Temuan ini menegaskan bahwa kecocokan antara karakteristik pesan dan kemampuan media menjadi faktor utama dalam preferensi self-disclosure Generasi Z.
Analisis Regresi E-WOM oleh Affiliator TikTok terhadap Purchase Intention Alamii Food Augustine, Michelle; Sari, Wulan Purnama; Irena, Lydia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37201

Abstract

TikTok has solidified its position as a leading social media platform, boasting 184.95 million active users in Indonesia. Its TikTok Affiliate feature enables creators to promote products via videos with yellow shopping carts, generating Electronic Word-of-Mouth (E-WOM) that influences consumer purchase decisions. This study employs the Theory of Reasoned Action (TRA) and Information Adoption Model (IAM) to examine how E-WOM from TikTok affiliator affects purchase intention for Alamii Food products. Using a quantitative approach, data were collected through surveys from 130 respondents exposed to affiliate content and analyzed with Partial Least Square (SmartPLS). The results demonstrate a significant positive influence of E-WOM on purchase intention (T-statistic = 26.657, p-value = 0.000), with E-WOM explaining 69.0% of the variance in purchase intention (R-Square = 0.690) and the model showing strong predictive power (Q-Square = 0.415). The findings confirm that proactive collaboration with affiliates through product seeding effectively builds E-WOM that enhances purchase intention. Therefore, businesses are advised to actively partner with TikTok affiliator to optimize their digital marketing communication strategies. TikTok telah berkembang menjadi platform media sosial terbesar kelima di dunia, dengan 184,95 juta pengguna aktif di Indonesia. Fitur TikTok Affiliate memungkinkan kreator mempromosikan produk melalui video berkeranjang kuning, membentuk Electronic Word-of-Mouth (E-WOM) yang berpotensi memengaruhi minat beli audiens. Penelitian ini menggunakan Theory of Reasoned Action (TRA) dan Information Adoption Model (IAM) untuk memahami bagaimana sikap, norma subjektif, serta kualitas dan kredibilitas informasi dari E-WOM affiliator TikTok dapat memengaruhi niat beli audiens. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi sederhana diterapkan pada 130 responden yang terpapar konten affiliator, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (SmartPLS) dengan pengujian reliabilitas, validitas, R-Square, Q-Square, dan bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-WOM berpengaruh signifikan dan positif terhadap purchase intention dengan nilai T-statistic 26,657 dan p-value 0,000. Variabel E-WOM mampu menjelaskan 69,0% variasi purchase intention (R-Square = 0,690), sementara nilai Q-Square sebesar 0,415 mengindikasikan model memiliki daya prediksi kuat. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa strategi kolaborasi aktif dengan affiliator melalui product seeding efektif membangun E-WOM yang berdampak pada peningkatan minat beli. Implikasinya, pelaku usaha disarankan secara proaktif menjalin kemitraan dengan affiliator untuk mengoptimalkan komunikasi pemasaran digital.
Pemanfaatan Instagram dalam Kampanye Online Advokasi Isu Palestina oleh Beauty Brand Kula Awantara, Nathalie Tresya; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37202

Abstract

This study analyzes KULA’s online campaign as a value-driven beauty brand in advocating for humanitarian issues in Palestine and in developing a positive brand image through Instagram. The research is grounded in digital communication, audience engagement, public relations, corporate social advocacy (CSA), and corporate image theory. Using a qualitative descriptive approach with a case study design, data were collected from digital documentation of KULA’s 2025 campaign uploads and semi-structured interviews with two Instagram followers and one public relations practitioner, supported by validation from an expert informant. The findings indicate that KULA consistently integrates humanitarian values such as solidarity, empathy, and transparency into its online campaign strategies. Overall, the study concludes that value-driven communication and accountable digital practices significantly contribute to the formation of a credible and positive brand image. These results highlight how social advocacy, when communicated authentically, enhances audience trust and strengthens brand positioning in the digital landscape. Penelitian ini menganalisis kampanye online KULA sebagai value-driven beauty brand dalam mengadvokasi isu kemanusiaan Palestina serta mengembangkan citra positif melalui Instagram. Penelitian ini dilakukan berdasarka sejumlah konse maupun teori komunikasi digital, keterlibatan audiens, public relations, corporate social advocacy (CSA), dan manajemen citra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui dokumentasi digital atas unggahan kampanye KULA selama tahun 2025 serta wawancara semi-terstruktur dengan dua pengikut Instagram KULA dan satu praktisi PR, yang kemudian dikonfirmasi melalui narasumber ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KULA konsisten mengintegrasikan nilai kemanusiaan seperti solidaritas, empati, dan transparansi melalui storytelling, pembaruan rutin, serta dokumentasi distribusi bantuan. Integrasi PR dan CSA terlihat dari keberanian brand mengambil posisi moral dan menampilkan proses donasi secara terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi berbasis nilai dan praktik digital yang akuntabel berperan penting dalam mengembangkan citra positif, kredibel, dan relevan bagi brand kecantikan di era media sosial.
Optimalisasi Strategi Komunikasi Media Sosial Instagram @OfficialNusantaraTV dalam Meningkatkan Brand Awareness Nusantara TV AR, Shabilla Deliana Zahra; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37203

Abstract

This study explores the social media communication strategies employed by the Instagram account @officialnusantaratv of Nusantara TV to enhance brand awareness. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with the account managers and active followers, providing a comprehensive understanding of the communication practices applied. The findings indicate that consistent visual content, strategic use of Instagram features such as Stories and Reels, and intensive audience interaction are key factors in strengthening brand recognition and recall. Maintaining a consistent visual identity, including distinctive colors and design elements, further reinforces the brand’s position in the audience’s mind. Moreover, audience engagement through comments, direct messages, and interactive content fosters stronger relationships between the brand and its followers, enhancing loyalty and active participation. The study emphasizes that structured and adaptive digital communication strategies not only increase brand visibility but also strengthen social and emotional connections with the audience. These findings offer valuable insights for media practitioners and digital marketers on effective social media management in the highly competitive television industry, highlighting that integrating creative content, consistent branding, and active audience interaction is essential for successful digital branding. Penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi media sosial yang diterapkan oleh akun Instagram @officialnusantaratv Nusantara TV dalam meningkatkan brand awareness. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola akun dan pengikut aktif, memungkinkan pemahaman menyeluruh terhadap praktik komunikasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi konten visual, pemanfaatan fitur Instagram seperti Stories dan Reels secara strategis, serta interaksi intens dengan audiens menjadi faktor utama dalam memperkuat pengenalan dan ingatan merek. Identitas visual yang konsisten, termasuk penggunaan warna dan elemen desain khas, turut memperkuat posisi merek di benak audiens. Selain itu, keterlibatan audiens melalui komentar, pesan langsung, dan konten interaktif menciptakan hubungan yang lebih erat antara merek dan pengikut, meningkatkan loyalitas serta partisipasi aktif. Penelitian ini menunjukkan strategi komunikasi digital yang terstruktur dan adaptif tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan visibilitas merek, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan emosional dengan audiens. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi praktisi media dan pemasar digital mengenai pengelolaan media sosial secara efektif dalam industri televisi yang kompetitif, menunjukkan bahwa integrasi kreativitas konten, konsistensi identitas, dan interaksi audiens menjadi kunci keberhasilan branding digital.
Analisis Motif Generasi Z Bermain Game Online Roblox Shintya; Paramita, Sinta; Irena, Lydia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37204

Abstract

The development of digital technology has led to the rise of various interactive entertainment platforms, including online games which continue to grow rapidly in Indonesia, such as Roblox. Roblox is an online game platform that containing multiple games and has become popular among young users, particularly Generation Z, due to its accessibility and diverse game options, serving as a medium for social interaction, brand engagement, and self-expression. This study aims to explore the motives of Generation Z in playing Roblox by using Alfred Schutz’s theory of motives, which categorize motives into because motive and in-order-to motive. Using a qualitative phenomenological study approach, data were collected through focus group discussion with six active Roblox players. The results show that because motives come from media exposure and trends, while in-order-to motives relate to social needs. This study is expected to provide valuable insight and serve as a reference for future research on online gaming motives. Perkembangan teknologi digital saat ini telah mendorong hadirnya berbagai platform hiburan yang interaktif, salah satunya adalah game online. Fenomena game online saat ini semakin berkembang pesat di Indonesia, salah satunya adalah game online Roblox. Roblox adalah salah satu platform game online yang berisikan beberapa permainan di dalamnya dan menjadi populer dikalangan pemain game online karena kemudahan dalam mengaksesnya serta beragam permainan yang tersedia. Roblox populer dikalangan pengguna muda, terutama Generasi Z dan menjadi medium untuk berinteraksi sosial, brand engagement, serta eskpresi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif Generasi Z dalam bermain Roblox dengan menggunakan teori motif Alfred Schutz yang menggolongkan motif menjadi dua, yaitu motif sebab (because motive) dan motif tujuan (in-order-to motive). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui focus group discussion dengan enam informan yang aktif bermain Roblox. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif sebab pemain muncul melalui paparan media dan tren, sedangkan motif tujuan pemain berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta menjadi referensi bagi kajian motif bermain game online ke depannya.
Strategi Promosi Pariwisata Bawah Air di Biak Papua Melalui Instagram @catalinadivecenter Lawari, Virya Bhavaniyo Kho; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37205

Abstract

This research aims to analyze the promotional strategies used by @catalinadivecenter on Instagram to market tourism on Biak Island through the social media platform. This study is grounded in the concepts of digital marketing communication and social media marketing, which emphasize visual storytelling, audience engagement, and interactive communication as key elements in shaping a destination's image. Indonesia is a country with great potential in the tourism sector because it is an archipelago, and Biak is one of the diving destinations for domestic and foreign tourists due to the advantages of Biak Island, such as its rich coral reefs, marine life, and dive spots with historical relics from World War II that attract domestic and foreign tourists. This study employs a qualitative approach and case study method to explore digital marketing communication strategies and their outcomes. Data was collected through in-depth interviews, Instagram content analysis, visual documentation, and Google reviews. The findings indicate that the use of authentic visual content, diving activity videos, storytelling, and digital interaction has proven effective in enhancing brand awareness and tourist interest. Tourists' real experiences also exceeded their initial expectations formed through Instagram content, thereby encouraging positive digital word-of-mouth. The promotional strategies of @catalinadivecenter consistently contribute to shaping the image of Biak Papua as an exclusive and sustainable diving destination, despite challenges such as destination competition and limited human resources. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis penggunaan strategi promosi di Instagram yang diterapkan oleh @catalinadivecenter dalam memasarkan pariwisata di pulau Biak. Penelitian ini didasarkan pada konsep komunikasi pemasaran digital dan pemasaran media sosial yang menekankan peran konten visual, storytelling, serta keterlibatan audiens dalam membentuk citra destinasi wisata. melalui platform media sosial yaitu instagram. Indonesia adalah negara yang mempunyai potensi besar dalam sektor pariwisata dikarenakan Indonesia adalah negara kepulauan, dan Biak menjadi salah satu destinasi penyelam bagi para wisatawan nusantara Dan mancanegara dikarenakan keunggulan yang dimiliki di pulau Biak seperti kekayaan terumbu karang, biota lau serta dive spot yang mempunyai peninggalan sejarah Perang Dunia II yang menarik wisatawan domestik Dan mancanegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus untuk mengeksplorasi strategi komunikasi pemasaran digital dan hasilnya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengamatan konten Instagram, dokumentasi visual, dan ulasan Google. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konten visual autentik, video reels aktivitas penyelaman, storytelling, dan interaksi digital terbukti efektif meningkatkan brand awareness dan minat kunjungan wisatawan. Pengalaman nyata wisatawan juga terbukti melampaui ekspektasi awal yang dibentuk melalui konten Instagram, sehingga mendorong word-of-mouth digital yang positif. Strategi promosi @catalinadivecenter secara konsisten berkontribusi dalam pembentukan citra Biak Papua sebagai destinasi diving yang eksklusif Dan berkelanjutan, meskipun masih terdapat Tantangan seperti persaigan destinasi dan keterbatasan sumber data manusia.