Articles
670 Documents
Retorika Deliberatif Selebgram dalam Memotivasi Audiens Melalui Media Sosial (Konten “Level Up” di Akun Instagram Benakribo)
Jerry Alberico;
Riris Loisa
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6215
Media berkembang dengan sangat cepat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Seiring dengan munculnya media baru, terdapat pula beberapa orang yang menjadi selebgram baru. Salah satunya Benazio Rizki Putra, yang sudah mulai berkarir di media sosial sejak tahun 2008 hingga sekarang. Saat ini, Bena dikenal melalui konten motivasinya yang berjudul “Level Up” di media sosial Instagram. Penulis meneliti bagaimana retorika deliberatif dari Benazio dalam memotivasi audiens melalui media sosial. Berdasarkan teori retorika yang meliputi kanon retorika dan faktor pendukung efektivitas retorika, penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif. Penulis menemukan bahwa Bena menerapkan kanon retorika dan beberapa faktor pendukung efektivitas retorika. Penelitian ini menyimpulkan, retorika deliberatif yang diterapkan oleh selebgram ini didasari pengalaman dan bersifat terus terang. Kanon retorika bercirikan penemuan ide yang kreatif dengan menggunakan mind mapping, gaya bahasa yang digunakan juga bersifat kekinian dan terkesan akrab. Struktur pengaturan ada kalanya mengadopsi logika retorika forensik. Disamping itu, terlihat bahwa selebgram merupakan komunikator yang meyakinkan, sehingga dapat memotivasi followers-nya. Oleh karena itu, sikap yang diberikan oleh para followers juga menunjukkan sikap yang terbuka dan positif.
Interaksi Sosial Antar Etnis Tionghoa dan Etnis Jawa di Kawasan Petak Sembilan
Kevin Kurniawan;
Sinta Paramita
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v1i2.2020
Indonesia merupakan negera multikultural sehingga rentan konflik antaretnis. Dalam menghindari konflik antaretnis diperlukan tingkat toleransi untuk menjaga kerukunan antaretnis. Petak Sembilan merupakan salah satu kawasan yang dapat memelihara kerukunan antaretnis karena memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Petak Sembilan merupakan kawasan dengan mayoritas warga beretnis Tionghoa. Namun,i Petak Sembilan juga memiliki warga dari etnis selain Tionghoa salah satunya adalah etnis Jawa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep komunikasi antarbudaya, interaksi sosial oleh Gillin dan Gillin. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif studi kasus, dengan tujuan untuk mencari bentuk interaksi sosial sehingga kerukunan dapat terus terjalin dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan hasil penelitian bahwa bentuk interaksi sosial yang dianut oleh warga Petak Sembilan, khususnya yang warga etnis Tionghoa dan Jawa mengarah pada bentuk interaksi sosial proses asosiatif. Warga Petak Sembilan saling hidup rukun antarkelompok etnis walaupun terdapat perbedaan nilai yang dianut oleh masing-masing etnis. Tingginya tingkat toleransi menjadikan warga Petak Sembilan hidup rukun satu sama lain.
Interaksi Sosial dan Komunikasi Antar Etnik di Tempat Kerja (Studi Kasus interaksi Etnik Tionghoa dan Melayu di PT. Permata Topaz Khatulistiwa Pontianak)
Vivian Vivian;
Riris Loisa
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6225
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan interaksi sosial dan komunikasi antar etnik di tempat kerja pada PT. Permata Topaz Khatulistiwa Pontianak, Kalimantan Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, interaksi sosial yang menyatakan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antara orang- orang perorangan dan kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa interaksi antar etnis Tionghoa dan etnis Melayu di lingkungan kerja berlangsung dalam konteks formal ditandai saling menghargai, terbuka, dan bersifat kekeluargaan dan saling membantu ketika bekerjasama untuk mengerjakan tugas. Namun dalam berkomunikasi antar budaya, terdapat sedikit hambatan antar etnis, yaitu kendala bahasa daerah dan gaya berbahasa yang berindikasi dapat menimbulkan prasangka.
Komunikasi Transendental Antara Penari Tamborin dan Tuhan
Dhea Marianti;
Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v2i2.3897
Penelitian ini merupakan hasil penelitian kualitatif membahas tentang komunikasi ritual Tarian Tamborin. Tarian Tamborin merupakan suatu bentuk wujud penyampaian pujian dan penyembahan umat Kristiani kepada Tuhan. Tarian ini biasanya dilakukan pada setiap hari minggu dalam Ibadah Raya Gereja Bethel Indonesia di Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi ritual Tarian Tamborin dalam Ibadah Raya Gereja Bethel Indonesia di Jakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi ritual, teori komunikasi non verbal dan teori komunikasi transendental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara fenomenologi deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis menggunakan wawancara dan observasi. Data diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan enam narasumber. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan bahwa komunikasi ritual dalam Tarian Tamborin adalah penari Tamborin dapat menyampaikan bentuk pujian, penyembahan dan ucapan syukur kepada Tuhan melalui Tarian Tamborin yang terdiri dari lima unsur yaitu berbagi, partisipasi, perkumpulan atau asosiasi, persahabatan dan keyakinan bersama. Komunikasi transendental dalam penelitian ini adalah dari kelima narasumber penulis menemukan bahwa mereka dapat berkomunikasi dengan Tuhan melalui tarian Tamborin.
Analisis Semiotika Tato Tradisional Suku Mentawai
Ian Handani;
Suzy Azeharie
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6144
Penelitian ini mengangkat tentang tato tradisional Suku Mentawai. Tato adalah sebuah karya seni yang memiliki nilai dan makna dari setiap gambar atau motifnya. Penelitian tentang makna tato Mentawai penting untuk dilakukan karena sejauh ini tidak banyak penelitian mengenai makna pada tato masyarakat Mentawai. Praktik tato sendiri sudah dijalankan mulai Sebelum Masehi tepatnya pertama kali di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Dari tahun ke tahun peminatan tato tradisional ini mulai menurun karena dianggap sudah kuno dan ketinggalan zaman. Data hasil penelitian diambil dari wawancara dengan tiga narasumber yang pernah tinggal di Mentawai serta dokumentasi, guna mendapatkan data yang bisa dipercaya. Data yang didapat akan dibedah dengan Teori Semiotika Model Charles Sanders Pierce yang memakai segitiga makna untuk menganalisa data dan bertujuan untuk mengetahui arti dan kegunaan dari tato yang dipakai oleh suku Mentawai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suku Mentawai mengganggap tato merupakan sebuah hal yang sakral karena berhubungan dengan alam dan arwah. Dari hasil penelitian ada delapan jenis tato antara lain sarepak abak dan sibalubalu. Setiap tato yang dipakai oleh suku Mentawai juga memiliki makna yang berbeda dari setiap motifnya.
Pengaruh Komunikasi Antar Pribadi Orang Tua Dengan Anak dan Pengetahuan Tentang Seks Terhadap Perilaku Seks Remaja Siswa SMA Jakarta Pusat
Devin Saputra;
Rezi Erdiansyah
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6139
Penelitian ini menguji variabel pengaruh komunikasi antar pribadi dengan pengetahuan tentang seks. Tujuannya untuk mengetahui apakah terdapat dampak negatif komunikasi antar pribadi orangtua dengan perilaku seks, apakah terdapat pengaruh negatif pengetahuan terhadap perilaku seks, dan untuk mengetahui apakah komunikasi antar pribadi orangtua dan pengetahuan bersama-sama berpengaruh negatif terhadap perilaku seks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Inti dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh negatif komunikasi antar pribadi orangtua dengan anak terhadap perilaku seks. Artinya semakin baik komunikasi antar pribadi orangtua dengan anak maka akan berpengaruh terhadap penurunan perilaku seks bebas. Adanya pengaruh negatif pengetahuan tentang seks terhadap perilaku seks. Artinya semakin baik pengetahuan tentang seks maka akan berpengaruh terhadap penurunan perilaku seks, dan komunikasi antar pribadi orangtua dengan anak dan pengetahuan tentang seks bersama-sama berpengaruh negatif terhadap perilaku seks.
Komunikasi Antarpribadi Dokter Dengan Pasien dalam Membantu Penyembuhan Pasien di Klinik Cendana
Tommy Dwi Panitra;
H.H., Daniel Tamburian
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6147
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peran komunikasi antarpribadi yang terjadi antara dokter dengan pasien di Klinik Cendana. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, teori komunikasi antarpribadi, efektivitas komunikasi antarpribadi, hambatan komunikasi antarpribadi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan menjelaskan hasil temuan. Metode pengumpulan data dari penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan mendokumentasikan. Wawancara dan observasi dilakukan kepada tiga narasumber yang terdiri dari satu dokter dan dua pasien. Hasil dari penelitian ini menjelaskan peran komunikasi antarpribadi dokter dengan pasien dalam penyembuhan pasien di klinik Cendana
Produksi Kritik Iklan Politik melalui Memes
Dyon Liuswanto;
Sinta Paramita
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6152
Iklan politik adalah sebuah iklan yang mengandung unsur politik didalamnya. Bentuk pesan politik ini digunakan untuk kampanye. Nurhadi dan Aldo hadir untuk mengkritik kampanye yang dilakukan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang ada dengan menggunakan media sosial facebook sebagai media. Bedasarkan teori goals – planning – action, penggunaan meme itu sendiri dapat menjadi sebuah rencana yang digunakan untuk mengkritik. Meme dilihat sebagai sebuah bentuk penyampaian pesan yang dinamis dimana perlu interpretasi dari penerima pesan untuk mengerti isi dari meme itu sendiri. Etnografi virtual menjadi sebuah basis dalam pembahasan ini dimana ditemukan bahwa selain tujuan untuk mengubah persepsi seseorang agar menjadi lebih waspada terhadap post, mereka juga menggunakan fanpage ini sebagai sebuah sarana lain seperti pembelajaran terhadap situasi politik baik politik negara, maupun politik internal.
Kajian Semiotika Lagu Kebangsaan Afrika Selatan Nkosi Sikelel ‘iAfrika
Michelle Gabriela;
Suzy Azeharie
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6157
Penelitian ini mengkaji semiotika Lagu Kebangsaan Afrika Selatan Nkosi Sikelel ‘iAfrika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian Semiotika dalam lagu kebangsaan Afrika, Nkosi Sikelel ‘iAfrika. Lagu ini terdiri dari lima bahasa resmi di Afrika Selatan, sedangkan pada lagu kebangsaan negara lain hanya ditulis dalam satu bahasa. Penulis memilih lagu kebangsaan Afrika Selatan ini karena di dalamnya terdapat nilai agama, sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan metode semiotika yaitu metode yang menganalisis tentang tanda. Penelitian akan menggunakan observasi pada lagu, wawancara mendalam dengan staff bagian Politik dan Budaya Kedutaan Besar Afrika Selatan di Jakarta. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara, studi pustaka dan data online. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah analisis semiotika dari Ferdinand de Saussure. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lagu kebangsaan Afrika Selatan mengandung konsep ketuhanan karena agama penting bagi masyarakat Afrika Selatan dan mayoritas penduduknya beragama Kristen. Kemudian lagu ini mengandung nilai sejarah khususnya perjuangan rakyat kulit hitam saat masa politik Apartheid. Selanjutnya lagu ini juga mengandung filosofi ‘Ubuntu’ yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Afrika Selatan.