cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Transmedia Tokoh Wayang pada Budaya Populer (Karakter Gatotkaca pada Komik Garudayana) Henry Gunawan; Eko Harry Susanto; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6209

Abstract

Transmedia merupakan sebuah proses penyaduran, translasi, dan upaya untuk menyampaikan gagasan sebuah cerita menjadi bentuk lain. Penelitian ini bertujuan untuk membahas proses transmedia pada tokoh wayang di budaya popular karakter Gatotkaca pada komik Garudayana. Penelitian ini menggunakan landasan teori tradisi lisan, alih wahana, budaya popular, komik, tokoh, dan simbol. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif dengan strategi penelitian analisis wacana dan studi kasus untuk melengkapi pengumpulan data penulis. Penulis melakukan wawancara mendalam, observasi, penelusuran data online, dan studi kepustakaan. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah Garudayana merupakan hasil transmedia dari cerita Mahabharata.
Partisipasi Politik Generasi Milenial di Instagram dalam Pemilu 2019 Nadia Laksmitha; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6218

Abstract

Penelitian ini mengangkat mengenai partisipasi politik generasi milenial di Instagram dalam Pemilu 2019. Menjelang Pilpres 2019, banyak unggahan pengguna media sosial yang menyatakan dukungan terhadap salah satu kandidat presiden. Bentuk unggahan tersebut antara lain adalah memberikan informasi mengenai profil kandidat capres, meme calon presiden, atau sekedar komentar. Apa yang dilakukan para pengguna media sosial dalam mengunggah dukungan terhadap calon presiden tertentu bisa dikatakan sebagai partisipasi politik di era media sosial karena apa yang dilakukan mereka adalah bentuk partisipasi yang tujuannya mempengaruhi opini orang. Selain itu, dengan adanya bantuan media sosial kita dapat berpartispasi politik dalam bentuk lain misalnya turut serta menandatangani petisi- petisi online. Intinya, media sosial membuat orang lebih mudah berpartisipasi politik. Dari reaksi generasi milenial ini dapat dikatakan bahwa generasi milenial proaktif terhadap informasi politik dan mereka juga memiliki keyakinan dengan partisipasi yang mereka lakukan dapat membawa perubahan bagi masa depan bangsa. Tetapi dengan seiring berkembangnya teknologi tentu cara penyampaian partisipasi tiap generasi berbeda. Salah satunya dengan adanya internet yang mampu menjangkau segala penjuru dengan sangat cepat merupakan sarana media yang sangat mudah untuk kita menunukan partisipasi kita.
Kucing Hoki dalam Pandangan Etnis Tionghoa Micshir Leen; Eko Harry Susanto; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3923

Abstract

Kucing Hoki dianggap menjadi simbol keberuntungan bagi Etnis Tionghoa dan sering sekali ditemukan pada tempat usaha atau toko-toko. Komunikasi antar budaya yang terjalin pada budaya Kucing Hoki ini adalah dimana orang-orang Etnis Tionghoa yang mempunyai latar belakang ekonomi, politik, kepercayaan dan lainnya berusaha bergabung dengan menjalankan budaya Kucing Hoki. Simbol akan memiliki makna jika seseorang menaruh nilai terhadapnya khususnya Kuicng Hoki yang mempunyai arti sebagai simbol keberuntungan yang telah disepakati bersama. Penelitian ini berusaha untuk mengungkap apa yang menyebabkan budaya Kucing Hoki tersebar, pemaknaan yang berbeda dari Kucing Hoki, serta tujuan yang berbeda dari penggunaan Kucing Hoki. Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, studi kepustakaan. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah Kucing Hoki merupakan suatu budaya Etnis Tionghoa karena didalamnya mengandung karakteristik budaya serta penyebaran budaya Kucing Hoki disebabkan oleh berbagai saluran (keluarga, teman, agama dan lainnya). Kepercayaan seseorang menentukan pemaknaan pada Kucing Hoki sehingga nilai yang ditimbulkan akan mendorong tindakan komunikasi serta dampak yang ada pada Kucing Hoki yaitu keberuntungan bagi yang mempercayainnya. Kucing Hoki juga merupakan budaya yang terus berkembang dengan kebutuhan.
Pemberitaan Kasus Tindak Upaya Bunuh Diri di Media Siber Tahun 2018 (Studi Kasus Pedoman Peliputan Bunuh Diri oleh Dewan Pers) Laras Chandra Kencana; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6228

Abstract

Perkembangan media siber di Indonesia membuat rawannya tindak praktik penerapan kode etik jurnalistik oleh wartawan media siber. Pemberitaan yang diliput pun beragam, termasuk di dalamnya kasus tindak upaya bunuh diri. Pengetahuan masyarakat Indonesia tentang kesehatan mental terancam oleh pemberitaan wartawan yang terlalu detail dan terbuka. Dewan Pers sebagai lembaga khusus yang memiliki fungsi dan tanggung jawab mengawasi pers Indonesia, turut serta dalam pembatasan pemberitaan bunuh diri di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan gabungan dan menggunakan model studi kasus, metode analisis isi serta wawancara. Adapun sumber data primer dan sekunder penulis dapatkan dari wawancara, studi pustaka dan observasi. Penelitian ini menggunakan teori efek komunikasi massa. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penulis menemukan lima belas berita terkait pemberitaan tindak upaya bunuh diri yang belum mengikuti asas-asas Kode Etik Jurnalistik yang dapat menimbulkan efek behavioral berupa copycat suicide. Dewan Pers serta wartawan Indonesia diharapkan dapat terus mengawasi kesehatan pers serta menjalankan pedoman pemberitaan terkait tindak upaya bunuh diri.
Studi Komunikasi Ritual Perayaan Ceng Beng di Kota Pontianak Monica Sarita
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1371

Abstract

Indonesia memiliki beragam budaya dan etnis. Perayaan Ceng Beng merupakan budaya yang irayakan oleh etnis Tionghoa di Pontianak setiap tahun. Peneliti ingin melihat bagaimana komunikasi ritual Ceng Beng yang dilakukan oleh etnis Tionghoa. Teori yang digunakan adalah teori budaya, budaya material dan nonmaterial, tradisi dalam budaya, komunikasi, komunikasi antarbudaya, akulturasi budaya, komunikasi ritual dan tujuan komunikasi ritual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif secara deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan tiga narasumber yang memahami tradisi Perayaan Ceng Beng di Pontianak dan melakukan observasi mengenai Perayaan Ceng Beng di Pontianak. Esensi Perayaan Ceng Beng adalah untuk memberikan penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal dunia. Komunikasi ritual bermakna tertentu dalam suatu upacara dan makna tersebut melibatkan komunikator dan komunikan, dan pesan apa yang akan disampaikan dalam ritual upacara tersebut.
Analisis Makna Desain Tulisan “Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaksa” pada Brand Kaos @Yajugaya Ribka Valentina; Gregorius Genep Sukendro; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tafsiran dari desain tulisan yang dibuat dan apa yang melatarbelakangi desain tulisan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi kasus dan metode penafsiran seacara hermeneutika. Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dari wawancara dan studi kepustakaan. Data dianalisa dengan metode deskriptif analisis. Landasan teori yang digunakan adalah teori komunikasi, teori hermeneutika, dan teori kritis. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa makna yang tersirat di salah satu desain tulisan brand kaos @YAJUGAYA adalah segala bentuk kepercayaan terhadap apapun tidak bisa dipaksakan kepada siapapun.
Representasi Kemiskinan dalam Film Korea Selatan (Analisis Semiotika Model Saussure pada Film Parasite) Michelle Angela; Septia Winduwati
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6480

Abstract

This study discusses the social problems that occur in South Korea that represents poverty in the film Parasite by identifying the signs used in the film. The director as a mass communicator makes a film as a mass message delivering a message to a mass audience or audience about their representation of reality. The theory used in this research is the theory of mass communication, film, representation, discourse, and poverty. This study uses a qualitative approach with Ferdinand de Saussure semiotic analysis technique which divides the signs into two, namely signifier and signified. In this study it was found that the film Parasite represented poverty depicting the figure of a family who lived a difficult life, a small house that was dirty and cramped, difficulty in finding decent work, living in a slum area, a house flooded. Kim's family poverty in this film is relative poverty which explains even though their basic needs are met, but the difference is clearly seen when compared to the economy with the Park family. Some poverty indicators according to the World Bank are portrayed in the film such as land ownership and limited capital, limited infrastructure needed, development bias in cities, differences in human resources and economic sectors, poor living culture and poor governance. Penelitian ini membahas tentang adanya masalah sosial yang terjadi di Korea Selatan dalam sebuah film yang merepresentasikan kemiskinan dalam film Parasite dengan mengidentifikasi tanda-tanda yang digunakan dalam film tersebut. Sutradara sebagai komunikator massa membuat film menyampaikan pesan kepada audiens massa atau penonton tentang representasinya terhadap realitas. Teori yang digunakan penelitian ini adalah teori komunikasi massa, film, representasi, wacana, dan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis semiotika Ferdinand de Saussure yang membagi tanda menjadi dua yaitu signifier dan signified. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa film Parasite merepresentasikan kemiskinan menggambarkan sosok keluarga yang hidup sulit, rumah yang kecil kotor dan sempit, kesulitan dalam mencari pekerjaan yang layak, tinggal di daerah yang kumuh, rumah yang kebanjiran. Kemiskinan keluarga Kim dalam film ini adalah kemiskinan relatif yang menjelaskan meskipun kebutuhan pokok mereka terpenuhi, namun perbedaan terlihat jelas jika dibandingkan dengan ekonomi dengan keluarga Park. Film seperti kepemilikan tanah dan modal yang terbatas, sarana prasarana yang dibutuhkan terbatas, pembangunan yang bias di kota, perbedaan sumber daya manusia dan sektor ekonomi, budaya hidup yang jelek serta tata pemerintahan yang buruk.
Front Matters Vol 3 No 2 Asisten Jurnal Koneksi
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matters Vol 3 No 2
Analisis Kode Etik Jurnalistik Pemberitaan Keberagaman di Media Online Hana Elga Januari Christi; Farid Farid
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6495

Abstract

The press as a deliver of information not only has the right of freedom of the press but also has a responsibility to apply the ethics journalism to every news presented to the public. Implementing an ethics journalism is something that must be done and considered by every journalist in presenting news specifically about diversity. In Indonesia, an ethics journalism that is often used is a journalistic code of ethics established by the Indonesian Press Council. Therefore this research is about the application of ethics journalism in reporting the issue of diversity on the famous Indonesian online media that is called, detik.com. The purpose of this research is to show the application of ethics journalism among journalists. Applying ethics journalism is important among journalists because that is kind of a guide for journalists in carrying out their work. This research’s instruments in this thesis are from coding sheet, the coding sheets  filled  by two coder. The choice of the coder is based on educational background who takes journalistic studies. The results of this research indicate that detik.com has implemeted the journalistic code of ethics, but 13 of 40 news stories that have been posted, have no element of balance. Pers sebagai penyampai informasi tidak hanya memiliki hak kemerdekaan pers tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menerapkan kode etik jurnalistik pada setiap berita yang disajikan kepada masyarakat. Menerapkan kode etik jurnalistik adalah sebuah hal yang wajib diperhatikan dan dilakukan oleh setiap wartawan dalam menyajikan pemberitaan khususnya  pemberitaan mengenai keberagaman. Di Indonesia, kode etik jurnalistik yang sering digunakan ialah kode etik jurnalistik yang ditetapkan oleh Dewan Pers. Maka dari itu,  penelitian ini mengangkat tentang penerapan kode etik jurnalistik pada pemberitaan isu keberagaman  pada portal berita online, detik.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sifat deskriptif dan analisis isi sebagai teknik analisis data. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan penerapan kode etik jurnalistik di kalangan wartawan. Menerapkan kode etik jurnalistik adalah hal yang penting di kalangan wartawan karena kode etik jurnalistik adalah pedoman bagi wartawan dalam melaksanakan pekerjaanya. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa lembar coding yang diisi oleh dua orang coder. Pemilihan coder berdasarkan latar belakang pendidikan yaitu menempuh studi jurnalistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa detik.com telah menerapkan kode etik jurnalistik, namun masih ada berita yang tidak memiliki unsur keberimbangan.
Event Volunteering: Gaya Hidup Kelompok Milenial (Studi Kasus Pada Volunteer Asian Games 2018) Vanny Novella; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6518

Abstract

The use of new media especially by millennials in Indonesia has more or less changed the value and order of society. One interesting phenomenon is the event volunteering activities in which the dissemination of information is conveyed through new media. Events volunteering are increasingly in demand by millennials, particularly when 2018 Asian Games which is the event with the highest number of volunteers in Indonesia were held. This research aims to determine event volunteering as part of millennials’ lifestyle, especially the 2018 Asian Games volunteers. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data analyzed were obtained through interviews, observations, documentation studies and literature studies. Theories used in this research are communication theory, mass media, popular culture and lifestyle theory. The conclusion is event volunteering has become part of the millennials’ lifestyle which can be seen from the feelings, attitudes and opinions of millennials that are relatively positive for event volunteering activities. In addition, the existence of commercialization in event volunteering’s management is intended for the sake of public and event’s sponsor. However, commercialization is also often found on several organizing committees and millennials activists in event volunteering. Tingginya penggunaan media baru atau new media khususnya oleh kelompok milenial di Indonesia sedikit banyak telah mengubah nilai dan tatanan di masyarakat. Salah satu fenomena yang menarik untuk diteliti adalah kegiatan event volunteering yang penyebaran informasinya disampaikan melalui new media. Kegiatan event volunteering yang diminati oleh kelompok milenial yakni penyelenggaraan Asian Games 2018. Event olahraga ini merupakan event dengan jumlah volunteer terbanyak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui event volunteering sebagai bagian dari gaya hidup kelompok milenial khususnya volunteer Asian Games 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data yang dianalisis diperoleh melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi, media massa, budaya populer dan gaya hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa event volunteering telah menjadi bagian dari gaya hidup kelompok milenial ditinjau dari aspek perasaan, sikap dan opini kelompok milenial yang relatif positif terhadap kegiatan event volunteering. Selain itu ditemukan pula adanya komersialisasi dalam penyelenggaraan event volunteering yang ditujukan untuk kepentingan publik dan sponsor event. Namun tindakan komersialisasi juga kerap ditemui pada beberapa pihak panitia penyelenggara dan kelompok milenial penggiat event volunteering.