cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Analisis Penerapan Kode Etik Jurnalistik Pada Pemberitaan Pemindahan Ibu Kota Indonesia di Liputan6.com Wiwin Fitriyani; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8094

Abstract

Freedom of the Press is the right to express, disseminate ideas, organize, and so forth. Freedom of the Press is based on the provisions made by the Press Council called the Journalistic Code of Ethics. The Journalistic Code of Ethics is the professional ethics of journalists. As the party that disseminates information to the public, journalists need to practice the provisions of the Journalistic Code of Ethics which consists of 11 articles, because various news reports that journalists report should have an impact on society. Then, one of the news that received more attention from the public, namely regarding the relocation of the Indonesian capital. At that time, the news received various responses from various parties. Therefore, various media are aggressively producing news related to this, such as Liputan6.com. In this study, the Journalistic Code of Ethics analyzed with the news included article 1, 2, and 3. The purpose of this study was to determine the application of the Journalistic Code of Ethics in reporting the removal of the Indonesian Capital City on Liputan6.com. Theories used include news reporting and the Journalistic Code of Ethics. Then, for the research method used, namely quantitative content analysis using coding sheets to process, and analyze the data. The results of this study indicate Liputan6.com has implemented a Journalistic Code of Ethics, although of the 55 news samples there are still 19 news that do not meet the element of balance.Kebebasan pers merupakan hak untuk berekspresi, menyebarluaskan gagasan, dan berorganisasi. Kebebasan pers dilandasi oleh ketentuan yang dibuat Dewan Pers yang disebut Kode Etik Jurnalistik. Kode Etik Jurnalistik adalah etika profesi wartawan. Sebagai pihak yang menyebarkan informasi kepada khalayak, jurnalis perlu mempraktikan ketentuan Kode Etik Jurnalistik yang terdiri dari 11 pasal. Hal ini karena berbagai berita yang jurnalis laporkan akan memberi dampak pada masyarakat. Salah satu pemberitaan yang mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat, yaitu mengenai pemindahan ibu kota Indonesia. Pada saat itu, kabar tersebut mendapatkan berbagai respon dari berbagai pihak. Oleh karena itu, berbagai media gencar dalam memproduksi berita terkait hal tersebut, salahsatunya Liputan6.com. Pada penelitian ini, Kode Etik Jurnalistik yang dianalisis dengan pemberitaan tersebut, antara lain pasal 1, 2, dan 3. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui penerapan Kode Etik Jurnalistik pada pemberitaan pemindahan Ibu Kota Indonesia di Liputan6.com. Teori yang digunakan diantaranya pemberitaan, dan Kode Etik Jurnalistik. Metode penelitian yang dipakai yakni analisis isi kuantitatif dengan memakai lembar codinguntuk mengolah, dan menganalisis datanya. Hasil dari penelitian ini menunjukan Liputan6.com sudah menerapkan Kode Etik Jurnalistik, meskipun dari 55 sampel berita masih terdapat 19 berita yang tidak memenuhi unsur keberimbangan.
Tindakan Bullying dalam Komunikasi Antarpribadi Semasa SMA dan Dampaknya pada Nilai Public Speaking dan IPK Jesica Sharon Agatha; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8116

Abstract

The act of bullying is one of the dark sides of interpersonal communication. The act of bullying is experienced by many teenagers when hanging out with friends or in life in the family. A person's academic ability in high school tends to be influenced by the conditions of the surrounding environment. As for those who want to be involved in the world of modern communication, the ability of public speaking is an important part of it. This study wants to find out how much frequency the types of bullying experienced by students during high school (SMA), and how these types of bullying have an impact on academic ability and public speaking. The research method used is mixed (Mix Method) to find out how much frequency the type of bullying is towards the victim, and how the type of bullying has an impact on the academic ability and public speaking of the victim. In this study, the respondents selected by the researchers had certain criteria, one of which was the second-semester students of the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University. Therefore, the measurement of the respondent's academic ability uses a GPA. Based on the results of the study indicate that the act of bullying has a different impact on the victims. Not a few who experienced a decrease in academic ability and public speaking. The highest frequency of bullying is verbal bullying in the form of physical insults.Tindakan bullyingmerupakan salah satu sisi gelap dalam komunikasi antarpribadi. Tindakan bullyingbanyak dialami para remaja ketika bergaul dengan teman-teman atau dalam kehidupan di keluarga. Kemampuan akademis seseorang pada masa SMA cenderung dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar. Hal ini menjadi persoalan ketika bullying yang dialami pada saat SMA membawa dampak bagi kemampuan siswa terutama ketika memasuki jenjang perguruan tinggi. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan public speaking selama perkuliahan. Penilaian juga beralih menjadi sistem Indeks Prestasi Kumulatif. Penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar frekuensi jenis bullying yang dialami mahasiswa semasa Sekolah Menengah Atas (SMA), dan bagaimana jenis bullying tersebut berdampak pada nilai public speaking dan IPK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui seberapa besar frekuensi jenis bullyingpada siswa semasa SMA. Sementara metode kualitatif digunakan untuk menjawab bagaimana jenis bullyingtersebut berdampak pada kemampuan publicspeakingdan nilai IPK mahasiswa.Responden yang dipilih adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara semester dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan bullyingmemiliki dampak yang berbeda-beda bagi korbannya. Tidak sedikit yang mengalami penurunan dalam nilai public speaking dan IPK. Frekuensi tindakan bullyingdialami mahasiswa semasa SMA adalah bullyingverbal berupa hinaan fisik.
Maskulinitas yang Berubah: Analisis Wacana Konten Youtube Tysna Saputra Sherly Angeline; Farif Rusdi
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8143

Abstract

Masculinity has the understanding that a man should have a strict, male and rude attitude. A man who has a gentle nature, does not like heavy sports and others will be considered a taboo in society. Masculinity that has changed in society along with the development of the times, this is indicated by the emergence of male beauty vloggers who discuss about beauty, self-care, style of dress and so on. One of them is Tysna Saputra. Through his YouTube channel, Tysna Saputra uploaded a video titled SKIN CARE GUYS at CHILDREN COST! Tysna practices self care steps for men. This, builds men's awareness to be more able to take care of themselves and not feel taboo when doing it. The method used by the author is a qualitative research method, namely by using Van Djik's critical discourse analysis techniques. The method used is online data observation and tracking using data triangulation. The author's observation was to watch Tysna's YouTube video repeatedly and explain each scene and product used. Observations made by the writer will prove that by doing self-care, will not reduce the value of masculinity that exists in a man. This will be related to Van Djik's theory of analysis.Maskulinitas memiliki pengertian bahwa seorang laki-laki sudah seharusnya memiliki sikap yang tegas, jantan dan kasar. Seorang laki-laki yang memiliki sifat lemah lembut, tidak menyukai olahraga berat dan lainnya akan dianggap sebagai hal yang tabu di maskyarakat. Maskulinitas yang telah berubah di masyarakat seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini ditunjunkkan dengan bermunculannya para beauty vlogger laki-laki yang membahas mengenai kecantikan, perawatan diri, gaya berpakaian dan sebagainya. Salah satunya adalah Tysna Saputra. Melalui kanal YouTubenya, Tysna Saputra mengunggah video dengan judul SKIN CARE COWOK harga ANAK KOST!. Tysna mempraktekkan langkah – langkah merawat diri untuk laki-laki. Hal ini, membangun awareness kaum laki-laki untuk bisa lebih merawat diri dan tidak merasa tabu saat melakukannya. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif, yaitu dengan memakai teknik analisis wacana kritis Van Djik. Metode yang digunakan adalah observasi dan penulusuran data online menggunakan triangulasi data. Observasi yang penulis lakukan adalah menonton video YouTube Tysna dengan berulang – ulang dan menjelaskan setiap adegan dan produk yang digunakan. Observasi yang dilakukan penulis akan membuktikan bahwa dengan melakukan perawatan diri, tidak akan mengurangi nilai maskulinitas yang ada pada seorang laki-laki. Hal ini akan dikaitkan dengan teori analisis Van Djik.
Tinjauan Strategi Komunikasi Program Edutainment di Televisi Angel Dinata; Eko Harry Susanto; Sudarto Sudarto
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8155

Abstract

Oh Gitu is one of the Edutainment genre programs that aired on Trans Tv television station. Oh Gitu has a goal to educate while entertaining his audience by choosing hosts from comedians. Information about public service, the production of a product, to the unique information about a culture that is still rarely known by people, is packed lightly by Oh Gitu. But unfortunately after 3 months from its premiere in November 2019, Oh Gitu had to stop airing at the end of February 2020. The purpose of this research is to determine the cause of the program Oh Gitu to stop airing and to know what kind of strategy the team is doing in an effort to attract the audience. In this research authors use qualitative methods of case studies to help achieve research results. Authors use data collection methods from interviews, Internet data observation, and data documentation. The results of this research author found that the edutainment program Oh Gitu stopped airing because more people are interested in pure entertainment program, decreased program rating, and strategy mistakes in promoting the program. And the authors hope, this research can be beneficial for Trans Tv in the future to be able to maximize the impressions and programs that educate for many people.Program Oh Gitu merupakan salah satu program bergenre Edutainment yang tayang di stasiun televisi Trans Tv. Oh Gitu memiliki tujuan untuk mengedukasi sekaligus menghibur penontonnya dengan memilih host dari kalangan komedian. Informasi mulai dari pelayanan umum, produksi suatu produk sampai informasi unik mengenai suatu budaya yang masih jarang diketahui oleh orang, dikemas secara ringan oleh Oh Gitu. Namun sayang setelah 3 bulan dari tayang perdananya bulan November 2019, Oh Gitu harus berhenti tayang pada akhir bulan Februari 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab program Oh Gitu berhenti tayang dan untuk mengetahui strategi seperti apa yang dilakukan oleh tim dalam upaya menarik minat menonton masyarakat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif studi kasus untuk dapat mencapai hasil penelitian. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dari hasil wawancara, observasi data internet, dan dokumentasi data. Hasil penelitian ini penulis menemukan bahwa program edutainment Oh Gitu berhenti tayang karena lebih banyak masyarakat yang tertarik dengan program pure entertainment, menurunnya rating tayangan, dan kesalahan strategi dalam mempromosikan program. Dan penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi Trans Tv kedepannya untuk dapat memaksimalkan tayangan dan program yang mengedukasi bagi masyarakat.
Kreativitas Seorang Pelatih dalam Membangun Motivasi Berlatih pada Pemain Futsal (Studi Kasus Conan Futsal Academy) Vicky Finley Sutirta; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8198

Abstract

Creativity is a person's ability to produce new compositions or anything that is a new foundation and previously unknown by the creator. Creativity is the ability to think to achieve varied and new results and the ability to be applied both in the fields of science, sports, literature and other fields of life can be used with creativity. Development of creativity to develop skills to combine creative power with experience, insight, and relationships with the environment for the better. Interpersonal communication theory that discusses the stages of interpersonal relationships, factors that influence interpersonal relationships. The purpose of interpersonal communication is to create motivation. This motivation is the ability of a coach in building the motivation of the players at Conan Futsal Academy. By using interpersonal communication, coaches use personal assistance to build players so they can help in training. The methodology in this study uses qualitative case study methods. Data collection obtained by interview, observation and literature study.Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi baru atau gagasan apa saja yang menjadi dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal oleh pembuatnya. Kreativitas adalah kemampuan berpikir untuk meraih hasil yang variatif dan baru serta memungkinkan untuk diaplikasikan baik dalam bidang keilmuan, keolahragaan, kesusastraan maupun bidang kehidupan yang lain dapat berkaitan dengan kreativitas. Pengembangan kreativitas proses untuk mengembangkan kemampuan untuk mengkombinasikan daya kreatif dengan pengalaman, wawasan, maupun hubungan dengan lingkungan menjadi lebih baik. Teori komunikasi interpersonal mencakup tahapan hubungan interpersonal, faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal. Tujuan komunikasi interpersonal tersebut untuk menciptakan motivasi. Motivasi ini merupakan kemampuan dari seorang pelatih dalam membangun motivasi para pemain yang ada di Conan Futsal Academy. Dengan menggunakan komunikasi interpersonal pelatih menggunakan pendekatan secara personal untuk membangun motivasi pemain agar dapat semangat dalam berlatih. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data yang didapat yaitu dengan wawancara, observasi dan studi kepustakaan.
Cover Vol 4 No 2 Lydia Irena
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol 4 No 2
Pola Komunikasi Suami Istri Berbeda Agama dalam Membangun Keharmonisan Herlita Tan; Daniel Tamburian
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10126

Abstract

Communication is one of crutial aspect in human life. When done right, communication certainly make relationship grows better and in harmony. In many occation, miscommunication happen when there is a failure in delivering messages to the interlocutor. Hence, the miscommunication could cause problem to married couple. Successful marriage is created when husband and wife could communicate well while holding on their religius value. Nonetheless, there always families which is not living in harmony. Therefore, the purpose of this thesis is to analyse marriage couple communication pattern, especially in different religion to create a happy family. This study uses qualitative approaches with descriptive research method. Researches interviewed 6 resource which consist of a married husband and have a different religious but still harmonized. The result of this study showed that husband and wife who had lived up many years and there is an attitude that relented and understanding of each other, as well as a variety way to maintain it.Komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi yang benar tentunya dapat membuat hubungan menjadi lebih baik dan harmonis. Sebaliknya kesalahpahaman dalam komunikasi bisa menimbulkan masalah yang serius. Seringkali dalam proses komunikasi terdapat kegagalan dalam penyampaian pesan kepada lawan bicaranya. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan khususnya bagi pasangan suami istri yang sudah menikah. Keharmonisan suami istri terjadi hanya jika mereka dapat berkomunikasi dengan baik dan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai agama yang dianut. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa di dalam tatanan rumah tangga menjadi tidak harmonis yaitu salah satunya adalah perbedaan agama pada suami istri. Maka dari itu penelitian ini ingin mengetahui pola komunikasi suami istri berbeda agama dalam membangun keharmonisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pada penelitian ini peneliti mewawancarai enam narasumber yang terdiri dari pasangan suami istri yang sudah menikah dan memiliki perbedaan agama namun masih tetap harmonis. Hasil penelitian lewat kajian pola komunikasi suami istri ini memperlihatkan bahwa pasangan suami istri yang telah menjalani kehidupan rumah tangganya bertahun- tahun terdapat sikap saling mengalah dan pengertian antara satu sama lain, serta memiliki cara-cara yang beragam untuk tetap mempertahankannya.
Makna Ritual Perayaan Mapag Sri bagi Warga Desa Segeran Kidul Indramayu Ega Rifa Lifiani; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10148

Abstract

Segeran Kidul is a village in Indaramayu area, West Java Province. Segeran Kidul  Villagers are mostly working  as a farmers. Segeran Kidul Village has traditional rituals related to farmers, it is called “Mapag Sri”, Mapag means welcoming and Sri is the goddess of rice, Mapag Sri is a sacred activity for local community, this activity is carried out to welcome the arrival of the big harvest. The purpose of this research is to find out more about the meaning in the Mapag Sri ritual which is carried out once a year. The meaning contained in the Mapag Sri ritual is the gratitude of villagers of Segeran Kidul Village to God Almighty who gives bountiful harvests. The ritual is usually performed using an offering or “sesajen” as well as the Mapag Sri ritual which uses sesajen and tumpeng rice. The symbol attached to the Mapag Sri ritual is sharing activities for  people in need and always be grateful to God by giving the bountiful harvest result. This   research uses the symbolic interaction theory popularized by George Herbert Mead. This theory explains how the meaning that comes from the human mind about oneself at a social level which aims to interpret it in society.Desa Segeran Kidul merupakan desa yang berada di Daerah Indaramayu Provinsi Jawa Barat, Desa Segeran Kidul memiliki mayoritas masyarakatnya sebagai petani. Desa Segeran Kidul memiliki ritual adat yang berkaitan dengan petani yaitu ritual Mapag Sri, Mapag berarti menyambut dan Sri adalah dewi padi, Mapag Sri adalah ucapara adat atau kegiatan sakral bagi masyarakat setempat, kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh lagi makna yang ada didalam ritual Mapag Sri yang dilakukan satu tahun sekali. Makna yang terdapat didalam ritual Mapag Sri adalah rasa syukur masyarakat Desa Segeran Kidul kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan hasil panen yang melimpah. Ritual biasanya dilakukan dengan menggunakan sebuah sesajen sama halnya dengan ritual Mapag Sri yang menggunakan sesajen dan juga nasi tumpeng. simbol yang melekat pada ritual Mapag sri yaitu melakukan kegiatan saling berbagi kepada orang yang membutuhkan dan selalu berterima kasih kepada Tuhan dengan memberikan hasil yang diingkan. Penelitian menggunakan teori interaksi simbolik yang dipopulerkan oleh George Herbert Mead. Teori ini menjelaskan bagaimana makna yang berasal dari pikiran manusia mengenai diri sendiri yang tengah berinteraksi sosial yang bertujuan untuk menginterpretasikan ditengah masyarakat. 
Analisis Key Opinion Leaders di Media Sosial dalam Membentuk Opini Khalayak Jacksen Jacksen; Eko Harry Susanto; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10170

Abstract

Content is a new way of doing promotions that have various forms, such as videos and images. This research discusses the process of creating content created by a key opinion leader. The person who acts as the key opinions leader is the owner of his own business. The theories used in this study are advertising, social media, marketing content, key opinion leaders, two-stage communication, diffusion of innovation and opinion. The method used is case study with qualitative approach and using interview, observation, and documentation techniques. The results of this study can be known that the content created by a key opinion leader must be diverse in order to attract the attention of the audience. The diversity of content produced must have a clear purpose, so that later the message can be conveyed properly and the goal can be achieved. Content created by engaging business owners directly will increase credibility in the business. Therefore, it can be concluded that the creation of a content must be diverse, informative, educational. While content involving its own business owners will increase high credibility.Konten merupakan cara baru seseorang dalam melakukan promosi yang memiliki berbagai macam bentuk, seperti video dan gambar. Penelitian ini membahas tentang proses pembuatan konten yang diciptakan seorang key opinion leaders. Orang yang berperan sebagai key opinions leader adalah pemilik bisnisnya sendiri. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah periklanan, media sosial, marketing content, key opinion leaders, komunikasi dua tahap, difusi inovasi dan opini. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa konten yang diciptakan oleh seorang key opinion leader harus lah beragam agar dapat menarik perhatian penontonnya. Keberagaman konten yang dihasilkan harus memiliki tujuan yang jelas, sehingga nantinya pesan dapat tersampaikan dengan baik dan tujuan dapat tercapai. Konten-konten yang diciptkana dengan melibatkan pemilik bisnisnya secara langsung akan meningkatkan kredibilitas pada bisnis yang dijalani. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa pembuatan sebuah konten harus lah beragam, informatif, mengedukasi. Sedangkan konten yang melibatkan pemilik bisnisnya sendiri akan meningkatkan kredibilitas yang tinggi.
Representasi Kekerasan Non Fisik Pada Film Joker (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure) William William; Septia Winduwati
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10195

Abstract

The Joker film is a film with the psychology genre by director Todd Phillips which is produced by the Warner Bros. studio with Joaquin Phoenix as the main character. The story of this film tends to be dark and dark and is considered to also affect one's psychology. Most of the communication and information obtained by the public comes from the mass media. Mass media is a form of media or means of communication used to disseminate information or news to the public or the public. The method used by the researcher is qualitative using the research method with semiotic analysis of Ferdinand De Saussure which analyzes the existing signs with documentation techniques carried out by the researcher. This study focuses on the process carried out to prove the existence of representations of non-physical violence in the Joker film. The researcher aims to show that there is an element of non-physical violence representation through the selection of scenes, text and images. The results of this study can be concluded that violence can be done non-physically, such as slander, abuse, and made jokes for those around him. Film Joker merupakan film dengan genre psikologi karya sutradara Todd Phillips yang diproduksi studio Warner Bros dengan Joaquin Phoenix sebagai pemeran utama. Kisah dari film ini cenderung kelam dan gelap serta dinilai juga bisa mempengaruhi psikologi seseorang. Komunikasi dan informasi yang diperoleh masyarakat sebagian besar berasal dari media massa. Media massa merupakan salah satu bentuk media atau sarana komunikasi yang digunakan untuk menyebarluaskan informasi atau berita kepada publik atau masyarakat. Metode yang digunakan oleh peneliti merupakan metode kualitatif dengan melakukan analisis semiotika Ferdinand De Saussure, yang menganalisa tanda-tanda yang ada dengan teknik dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini berfokus pada proses yang dilakukan untuk membuktikan adanya representasi kekerasan non-fisik pada film Joker. Peneliti bertujuan menunjukkan adanya unsur representasi kekerasan non-fisik melalui pemilihan scene-scene, teks dan gambar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan bisa dilakukan secara non-fisik seperti difitnah, dimaki, dijadikan bahan tertawaan bagi orang di sekitarnya. Individu yang lemah kemudian mempertahankan dirinya sendiri dalam keinginan untuk melukai atau mengikuti orang. Ini membuat individu menjadi tertekan, dan depresi. Tindakan perundungan atau bullying dalam bentuk kekerasan non-fisik dapat menyebakan permasalahan serius yang seharusnya lebih diperhatikan masyarakat seperti depresi, anti sosial, kecemasan, dan lainnya.