Articles
670 Documents
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
Jessica Gunawan;
Suzy Azeharie
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v5i1.10221
This research discusses of rituals for Dewi Kwan Im celebration that is the day Dewi Kwan Im leaving the world. Dewi Kwan Im is the Goddess who was highly respected by Khonghucu people’s because Dewi Kwan Im trusted can be helps Khonghucu people’s who need helps. Therefore Khonghucu people’s always celebrate the biggest day of Dewi Kwan Im. Dewi Kwan Im Temple where located at KM 12 Palembang also held a celebration ceremony in welcoming the great day of Dewi Kwan Im with has its own rituals tradition in carrying out the celebration ceremony of Dewi Kwan Im. Every rituals procession which help held in Dewi Kwan Im Palembang Temple has a meaning in it. The purpose of this research is to know the meaning of rituals celebration for Dewi Kwan Im at Dewi Kwan Im Temple Palembang and to know the tradition which did by the Khonghucu people’s at Dewi Kwan Im Temple Palembang in celebrating the rituals of Dewi Kwan Im. The theories which used in this research are semiotics theory, transcendental communication theory and assimilation theory. The research methods that used is qualitative research methods with a case study approach. The data results were obtained through direct observation to Dewi Kwan Im Palembang Temple, interviews with five sources, and literature studies. The conclusion of this research is the celebration rituals of Dewi Kwan Im at Dewi Kwan Im Palembang Temple is a form of respect and gratitude of Khonghucu people’s to Dewi Kwan Im for the blessings and help which recieved by the Khonghucu people’s during this time. Other than that the tradition which there at Dewi Kwan Im Palembang Temple is a combination of Hokkien culture society.Penelitian ini membahas upacara perayaan Dewi Kwan Im yaitu hari Dewi Kwan Im meninggalkan dunia. Dewi Kwan Im merupakan dewi yang sangat dihormati oleh umat Khonghucu sebab Dewi Kwan Im dipercaya dapat membantu umat Khonghucu yang membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu umat Khonghucu selalu merayakan hari besar Dewi Kwan Im. Kelenteng Dewi Kwan Im yang berada di KM 12 Palembang turut mengadakan upacara perayaan dalam menyambut hari besar Dewi Kwan Im dengan memiliki tradisi upacara sendiri dalam melaksanakan upacara perayaan Dewi Kwan Im. Setiap prosesi upacara yang dilaksanakan di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang mempunyai makna di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna upacara perayaan Dewi Kwan Im yang dilaksanakan di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang dan untuk mengetahui tradisi yang dilakukan oleh umat Khonghucu di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang dalam merayakan upacara Dewi Kwan Im. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori semiotika, teori komunikasi transendental dan teori asimilasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil data diperoleh melalui observasi langsung ke Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang, wawancara dengan lima narasumber, dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah upacara perayaan Dewi Kwan Im yang dilaksanakan di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang merupakan bentuk rasa hormat dan terima kasih umat Khonghucu kepada Dewi Kwan Im atas berkat dan pertolongan yang diterima oleh umat Khonghucu selama ini. Selain itu tradisi yang ada di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang merupakan gabungan dari budaya masyarakat Hokkien.
Studi Komunikasi Pengungkapan Diri Remaja Laki-Laki Feminin
Ai Ching;
Suzy Azeharie
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v5i1.10247
Gender is a difference between women and men which is judged by their behavior and character which is feminine or masculine. Self disclosure is the process of disclosing personal information that is not necessarily known by others. When someone experiences a difference between sex, which is a reproductive tool, and gender which is his nature, then that person will be underestimated by some societies. The subject of this research is male adolescents who are feminine while the object is self-disclosure by male adolescents who are feminine. In this study, the authors will examine the self-disclosure communication process carried out by teenage boys who are feminine. The theory used in this research is the concept of gender, intrapersonal communication, self-disclosure and self-concept. The author uses literature study, interviews, observation and documentation to gather the required information. In the interview process, the writer chose three main sources, namely three teenage boys who have feminine traits and one psychologist as justification. The results showed that male adolescents who have feminine traits are different from gay and transsexual men. Intrapersonal communication is needed by teenage boys in expressing themselves which is feminine. Communicating with himself can make it easier for feminine boys to make decisions. After expressing themselves, male adolescents who are feminine know themselves better and accept the shortcomings and differences between male adolescents who are feminine and male adolescents in general.Gender adalah suatu perbedaan antara perempuan dan laki-laki yang dinilai dari kelakuan dan sifat mereka yang feminin atau maskulin. Self disclosure adalah proses pengungkapan informasi pribadi yang belum tentu diketahui oleh orang lain. Saat seseorang mengalami perbedaan antara sex yang merupakan alat reproduksi dengan gender yang merupakan sifatnya, maka orang tersebut akan dianggap remeh oleh beberapa masyarakat. Subjek dari penelitian ini adalah remaja laki-laki yang bersifat feminin sedangkan objeknya adalah pengungkapan diri yang dilakukan oleh remaja laki-laki yang bersifat feminin. Dalam penelitian ini penulis akan meneliti proses komunikasi pengungkapan diri yang dilakukan oleh remaja laki-laki yang bersifat feminin. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep gender, komunikasi intrapersonal, self disclosure atau pengungkapan diri, dan konsep diri. Penulis menggunakan studi kepustakaan, wawancara, observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Dalam proses wawancara, penulis memilih tiga narasumber utama yaitu tiga remaja laki-laki yang memiliki sifat feminin dan satu ahli psikolog sebagai pembenaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja laki-laki yang memiliki sifat feminin berbeda dengan gay dan transeksual. Komunikasi intrapersonal dibutuhkan oleh remaja laki-laki dalam mengungkapkan dirinya yang bersifat feminin. Berkomunikasi dengan dirinya sendiri dapat mempermudah remaja laki-laki yang feminin dalam mengambil keputusan. Setelah melakukan pengungkapan diri remaja laki-laki yang bersifat feminin lebih mengenal dirinya sendiri dan menerima kekurangan dan perbedaan antara remaja laki-laki yang bersifat feminin dengan remaja laki-laki pada umumnya.
Komunikasi Antarpribadi Ibu dan Anak dalam Membangun Rasa Percaya Diri
Sarah Cecil;
H.H. Daniel Tamburian
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v4i2.8080
Communication is the most important thing in life. Communication is an interaction between one person and one or more people. This study will focus on interpersonal communication that occurs between mother and child in building self-confidence. The character of a child is determined by a mother, because of the closeness of a mother while at home. Child time with mother at home is much more than father. Therefore, the nature of a child is completely passed on by the mother. A mother's love and concern greatly affect a child's self-confidence. The mother communicates with her child so that the child feels happy and comfortable. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques by means of semi-structured interviews with mothers and children who are high school students. This research shows that the closeness between the child and the mother is not determined by gender. Mothers have a crucial role in making children appear confident. You do this by reminding children to be themselves, supporting children's hobbies, inviting intensive communication, reprimanding without violence, and creating a comfortable atmosphere at home.Komunikasi merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan. Komunikasi merupakan interaksi antara satu orang dengan satu orang atau lebih. Penelitian ini akan memfokuskan pada komunikasi antarpribadi yang terjadi antara ibu dengan anak dalam membangun rasa percaya diri. Karakter seorang anak ditentukan oleh seorang ibu, karena adanya kedekatan seorang ibu selama berada di rumah. Waktu anak dengan ibu di rumah jauh lebih banyak daripada seorang ayah. Oleh karena itu, sifat seorang anak sepenuhnya diturunkan oleh ibu. Kasih sayang dan rasa perhatian seorang ibu sangat mempengaruhi rasa percaya diri anak. Ibu berkomunikasi pada anaknya agar anak merasa senang dan nyaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara semiterstruktur pada ibu dan anak yang merupakan siswa SMA. Penelitian ini menunjukkan bahwa, kedekatan antara anak dan ibu tidak ditentukan oleh jenis kelamin. Ibu memiliki peran krusial dalam membuat anak tampil percaya diri. Caranya dengan mengingatkan anak untuk menjadi diri sendiri, mendukung hobi anak, mengajak berkomunikasi secara intensif, menegur tanpa kekerasan, serta menciptakan suasana yang nyaman di rumah.
Aktivitas Komunikasi Interpersonal Barista dalam Mempertahankan Citra Starbucks Chinatown
Ivan Setiawan;
Septia Winduwati
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v4i2.8095
Thisthesis.aims to find out how baristas communicate to consumers in order to maintain. the company's.image. The.theory used is.the theory of interpersonal communication, interpersonal communication in business. This research.uses qualitative approach and uses the case.study methods. The subject.of this.research was Barista who was placed in Starbucks Chinatown. Researchers get information about what is needed by conducting online interviews with informants. The results showed that Barista applied all aspects of attitude related to the purpose of interpersonal communication in business, namely conveying information, sharing experiences, feeling sympathy, collaborating, overcoming complaints from customers, and also motivating or supporting consumers. Conveying information done by Barista often occurs between Barista and consumers at the POS (cash register). Sharing experiences occurs two-way communication between baristas and consumers. Barista also keeps in a relationship and cooperates outside working hours. Barista is professional in dealing with resentment or disappointment of consumers.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara barista berkomunikasi kepada konsumen.demi mempertahankan citra perusahaan. Teori yang dipakai adalah teori komunikasi antarpribadi, komunikasi interpersonal dalam bisnis. Dalam penelitian.ini, peneliti.melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan.kualitatif dan menggunakan metode studi kasus. Subyek penelitian ini yaitu barista di Starbucks Chinatown. Peneliti mendapatkan informasi tentang apa yang dibutuhkan dengan melakukan wawancara secara online dengan para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa barista menerapkan semua aspek sikap yang berhubungan dengan tujuan komunikasi interpersonal dalam bisnis, yaitu.menyampaikan.informasi, berbagi pengalaman, rasa simpati, melakukan.kerja sama, mengatasi keluhan dari pelanggan, dan juga memotivasi atau mendukung konsumen.Penyampaian informasi sering terjadi antara barista dan konsumen di POS (mesin kasir). Terjadi komunikasi dua arah antara barista dan konsumen. Barista juga tetap menjalin hubungan dan melakukan kerjasama.di luar jam kerja. Barista juga professional ketika menghadapi kekesalan atau kekecewaan konsumen.
Budaya Anak Punk di Yayasan Laskar Berani Hijrah (Studi Komunikasi Budaya Anak Punk di Depok)
Mikael Rainer Anggiprana;
Suzy Azeharie
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v4i2.8119
Punk community are a distinguished group with its own unique culture. One of the most striking uniqueness of this community is their appearances which causes discomfort to the public and thus isolates them. Laskar Berani Hijrah Foundation is an institution which seeks to foster this punk community. The method used is based on Islamic teachings and the Holy Quran and its verses in it as a basis for guidance. This action is affecting the culture that the distinguished punk community held in the way they are communicating. The writer conduct a research that related to the cultural communication of the punk community in Laskar Berani Hijrah Foundation. Theories that is used in this research are ethnography theory and cultural theory. This research use qualitative approach that featured phenomenology as its method. Researcher choose four informants, whom are the chairman of the foundation, ustadz that also act as a mentor and two punks in the institution. This research conclude that the punk community in the Laskar Berani Hijrah Foundation performs cultural communication in verbal and nonverbal means, inside and also outside the routine activity that held by the foundation, influenced by two major factors that are their surroundings pressure as well as spiritual values implantation.Anak punk merupakan kelompok yang memiliki budayanya sendiri. Salah satu budaya kelompok ini dapat dilihat dari cara mereka berpenampilan. Namun tampilan yang berbeda tersebut menimbulkan rasa kekhawatiran di masyarakat dan membuat kelompok anak punk menjadi semakin terasing. Yayasan Laskar Berani Hijrah membimbing anak punk untuk mengarahkan dan membimbing mereka menuju arah yang lebih baik dengan dasar agama Islam dan ayat-ayat Al Quran dalam berkomunikasi dalam binaan. Hal ini berdampak pada budaya dalam kelompok anak punk sendiri terutama dalam berkomunikasi. Penulis melakukan penelitian yang berkaitan dengan komunikasi budaya anak punk di Yayasan Laskar Berani Hijrah. Teori yang digunakan adalah teori etnografi komunikasi dan teori budaya. Penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Penulis memilih empat informan yang antara lain adalah ketua yayasan, ustad sekaligus pembimbing dan dua anak punk di yayasan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah anak punk di Yayasan Laskar Berani Hijrah melakukan komunikasi budaya secara verbal dan nonverbal di dalam maupun di luar kegiatan rutin bersama yayasan yang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu tekanan lingkungan serta penanaman keimanan dan spiritualitas kepada anak punk.
Penerapan Kode Etik Jurnalistik Media Online Tribunnews dan Efek Pemberitaan pada Pembacanya
Rachel Yolanda Silalahi;
Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v4i2.8144
Freedom of the press is one thing that is a journalist's right which is regulated in Law of the Republic of Indonesia No. 40 of 1999 concerning the Press to weigh the rights obtained by members to carry out their duties as a connector between the community and what is most recent done there. In carrying out their duties, journalists must still determine the rules that have been made, while the right to freedom of the press is given equality. The rules are written in a journalistic code of ethics established by the Indonesian Press Council, where one of the codes of ethics requires journalists to report accurate matters, which means that the approved writing must have proven its truth. This research uses qualitative with content analysis methods. Theories used to support this research are mass media theory, journalism, online journalism, news, and news accuracy. The results showed that news about the virus that was published on the tribunnews.com news portal was actually in accordance with the journalistic code of ethics set by the Indonesian Press Council, and also in accordance with the theory put forward by Romli which actually happened.Kebebasan pers merupakan salah satu hal yang menjadi hak jurnalis yang telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers untuk menimbang hak-hak yang didapat anggota pers untuk menjalankan tugasnya sebagai penyambung antara masyarakat dengan keadaan terbaru yang terjadi di sekitar. Dalam menjalankan tugasnya, jurnalis harus tetap mengacu pada aturan-aturan yang telah dibuat, meskipun hak kebebasan pers diberikan mutlak. Aturan tersebut tertulis dalam kode etik jurnalistik yang ditetapkan oleh Dewan Pers Indonesia, yang mana salah satu kode etiknya mengharuskan jurnalis untuk memberitakan hal-hal akurat, yang mana berarti tulisan yang dipublikasikan harus sudah teruji kebenarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah teori media massa, jurnalistik, jurnalisme online, berita, dan akurasi berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita mengenai virus corona yang dipublikasikan di portal berita tribunnews.com aktual dan sudah sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku yang ditetapkan oleh Dewan Pers Indonesia, dan juga sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Romli bahwa berita yang dipublikasikan harus sesuai dengan apa yang sebenar-benarnya terjadi.
Komunikasi Verbal dan Nonverbal dalam Game Online League of Legends
Ivander Stefanus;
Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v4i2.8156
91% of Indonesian people use mobile phones in their daily lives and 22% of people use laptops or computers in their daily lives and not infrequently they also play games from their gadgets or computers. Game is known as a mere intermezo, but with globalization game that should’ve been entertainment to drive away fatigue after daily activities has growing rapidly to become competitive with the existence of online games. In team-based online games one of the factors to achieve victory is communication because with communication players can produce synergies and a plan to win the game. In analyzing this study, author uses the theory of verbal and nonverbal communication between players in League of Legends, in order to find out the forms of verbal and nonverbal communication between players in League of Legends. The main theory in this study is the theory of verbal and nonverbal communication. This Research use a qualitative approach that is descriptive and using phenomenology method. The results of this study indicate that in League of Legends, there are verbal communication in the form of in-game chat, voice chat, and through Discord. Whereas nonverbal communication is in the form of smart ping, and emotes.Sebanyak 91% masyarakat Indonesia menggunakan handphone dalam kehidupan sehari-hari serta sebanyak 22% masyarakat menggunakan laptop atau komputer dalam kehidupan sehari-hari mereka dan tak jarang pula mereka memainkan game dari gadget atau komputer mereka. Game lebih dikenal sebagai sebuah intermezo belaka, namun seiring berkembangnya zaman game yang seharusnya menjadi hiburan untuk mengusir penat setelah aktivitas sehari-hari secara pesat telah berkembang menjadi kompetitif dengan adanya game online. Dalam game online berbasis tim salah satu faktor untuk mencapai kemenangan dalam game adalah komunikasi karena dengan adanya komunikasi maka tim dapat menghasilkan sinergi dan rencana yang matang untuk memenangkan game. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk komunikasi verbal dan nonverbal di antara pemain dalam game online League of Legends dengan tujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi verbal dan nonverbal di antara pemain dalam game online League of Legends. Teori utama dalam penelitian ini adalah teori komunikasi verbal dan nonverbal. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan metode fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam game League of Legends terdapat saluran komunikasi verbal yaitu berupa in-game chat, voice chat, dan melalui Discord. Sedangkan komunikasi nonverbal berupa smart ping, dan emotes.
Manajemen Komunikasi Partai Gerindra dalam Membangun Kepercayaan Publik di Kalangan Milenial
Samuella Natalia Emika;
H.H Daniel Tamburian
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v4i2.8199
Indonesia is one of the countries that use a democratic political system. This system was adopted when Indonesia declared its independence in 1945. Politics in Indonesia is currently in a state of deterioration, because it is caused by politics in Indonesia that is not healthy. Many politicians in the country are involved in corruption cases. Gerindra party is a party that until now has never been entangled in corruption cases, this is because management in the party is structured in a directed manner and the Gerindra Party’s communication with the goverment regarding finances is open and notsome are covered. The Gerindra party is a newly formed party in 2008, but the Gerindra Party continues to compete with other parties by building trust in the community, especially newbie or millennial voters to the Gerindra Party. This research uses decriptive qualitative approach. The theoretical foundation used in this research is communication theory, communication management, and building trust. The results of this study indicate that the Gerindra Party communication management utilizes party cadres, party wings and party loyalists. While in terms of building trust among the novice or millennial voters, the Gerindra Party provides evidence for five years leading the community, especially millennials and also with political regeneration, as well as carrying outprograms at the grassroots level.Indonesia merupakan salah satu negara yang menggunakan sistem politik demokrasi. Sistem ini dianut mulai saat Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1945. Politik di Indonesia sekarang ini berada pada tahap keterpurukan, karena disebabkan perpolitikan di Indonesia yang tidak sehat. Banyak politisi di tanah air yang terlibat kasus korupsi. Partai Gerindra merupakan partai yang hingga saat ini belum pernah terjerat kasus korupsi, ini dikarenakan manajemen dalam partai yang tersusun secara terarah dan komunikasi Partai Gerindra dengan pemerintah terkait keuangan sangat terbuka dan tidak ada yang ditutupi. Partai Gerindra terbilang partai yang baru dibentuk pada tahun 2008 namun partai Gerindra tetap berusaha menyaingi partai-partai lain dengan membangun kepercayaan di masyarakat terutama kaum pemilih pemula atau milenial kepada Partai Gerindra. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori komunikasi, manajemen komunikasi dan membangun kepercayaan atau trust. Hasil penelitian ini menunjukkan, manajemen komunikasi Partai Gerindra memanfaatkan kader partai, sayap partai dan loyalis partai. Sedangkan dalam hal membangun kepercayaan di kalangan pemilih pemula atau milenial, Partai Gerindra memberikan bukti selama lima tahun ini memimpin kepada masyarkat terutama kaum milenial dan juga dengan regenerasi politik, serta menjalankan program-program pada masyarakat di tingkah bawah.
Front Matters Vol 4 No 2
Lydia Irena
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Digitalisasi Komunikasi Penggiat Backpacker (Studi Kasus Terhadap Komunitas Backpacker)
Nadya Febylia;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v5i1.10130
Along with the times, technology is something that we often encounter around us, including in the world of backpackers. In this digital era, backpakers are divided into two types, namely backpackers who use traveling applications and backpakers who don't. This study aims to determine the positive and negative impacts of digitizing communication on backpacker activists. The formulation of the problem is to determine the positive and negative impacts of new media on the backpacker community, therefore researchers will conduct research on the Jakarta backpacker community. Therefore, the researcher wanted to examine the impact resulting from the use of digital media on the backpacker community by using a qualitative descriptive method and using a phenomenological approach to find out firsthand the experiences of backpacker activists, the research location through zoom from their respective homes. From the results of the research that the researchers have done, the researcher can draw the conclusion that the use of technology in the backpaker world is more positive because the informants whom the researchers interviewed through zoom felt very helped by the current travel applications.Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi merupakan sesuatu hal yang sering kita jumpai disekitar kita, termasuk kedalam dunia backpacker. Pada era digital seperti ini, para backpaker menjadi dua tipe yaitu backpacker yang menggunakan aplikasi traveling dan backpaker yang tidak menggunakan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari digitalisasi komunikasi terhadap penggiat backpacker. Rumusan masalahnya adalah untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari media baru yang masuk ke dalam komunitas backpacker, oleh karena itu peneliti akan melakukan penelitian terhadap komunitas backpacker Jakarta. Maka dari itu peneliti ingin meneliti tentang dampak yang dihasilkan dari penggunaan media digital terhadap komunitas backpacker dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengetahui secara langsung pengalaman yang dilakukan oleh para penggiat backpacker, lokasi penelitian melalui zoom dari rumah masing-masing. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa penggunaan teknologi pada dunia backpaker lebih mengarah postif karena dari informan yang peneliti wawancarai melalui zoom merasa sangat terbantu dengan aplikasi traveling yang ada saat ini.