cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Gaya Komunikasi Pemimpin Jemaat Gereja Every Nation Jakarta dalam Membangun Loyalitas Jemaat Joedea Aris Theofilus; H. H. Daniel Tamburian
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8180

Abstract

The leader of church congregation, has the role that is vital both in a church and a Christian community. This role is considered to be important due to the influence it has in many aspects of a church or community that he is leading. One of the things that needs to be highlighted in a leader is the communication style they use in conversing to his congregation. It is important to observe the communication style used as it could be a leader’s advantage in building the congregation’s loyalty. In this research, the writer is going to conduct a research regarding the communication style that is used by the leader of Every Nation Jakarta in terms of building congregation’s loyalty. In this research, the writer is going to conduct a qualitative research along with case study method. The results of this research will reveal the communication style of Ps Jahja Gani as the leader of the congregation in Every Nation Jakarta, things that are done in achieving congregation’s loyalty, congregation’s perspective of Ps Jahja Gani’s communication style, as well as the interviewee’s perspective of Ps Jahja Gani’s communication style that has been deemed to fit both the congregation’s situation and condition of Every Nation Jakarta.Pemimpin jemaat gereja, memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu gereja maupun suatu komunitas rohani Kristen. Peran ini dianggap penting, dikarenakan seorang pemimpin jemaat dapat memberikan pengaruh besar di berbagai aspek dalam gereja maupun komunitas yang ia pimpin. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari seorang pemimpin jemaat gereja adalah gaya komunikasi kepada para jemaat yang dipimpinnya. Gaya komunikasi perlu diperhatikan, karena gaya komunikasi yang sesuai dan tepat dapatlah menjadi keunggulan bagi pemimpin jemaat dalam membangun loyalitas jemaatnya. Pada penelitian ini, penulis akan meneliti gaya komunikasi pemimpin jemaat dari gereja Every Nation Jakarta dalam membangun loyalitas di dalam jemaatnya. Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil dari temuan penelitian yang dilakukan ini, mengungkapkan gaya komunikasi Ps. Jahja Gani selaku pemimpin jemaat gereja Every Nation Jakarta, hal – hal yang dilakukan dalam membangun loyalitas jemaat, sudut pandang jemaat terhadap gaya komunikasi dengan sifat pemimpin yang dimiliki Ps. Jahja Gani, serta pandangan para narasumber jemaat mengenai gaya komunikasi Ps. Jahja gani yang dinilai sudah tepat dan sesuai dengan situasi kondisi jemaat di gereja Every Nation Jakarta.
Back Matters Vol 4 No 2 Lydia Irena
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Matters Vol 4 No 2
Proses Gatekeeping Portal Media Daring (Studi Kasus pada Media Daring Okezone.com) Irene, Irene; Rusdi, Farid
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10123

Abstract

Peoples in the world are in needs of information. Verified information is producted through an long journalistic process. The selecting process of information to get in the media editorial is called gatekeeping. In this era of great technology, medias with network based or online that can be reached by internet connection are taking the hype. The gatekeeping process of every media, especially online media is influenced by various kinds of internal dan external factors. This causes the exact point of journalistic content that produced can be modified. The purpose of this research is to know how the gatekeeping process in an online media is being held. This research is using two models of gatekeepings and hiearchy influence theory to explain whole process of gatekeepings in online media. Case study method is used in this research. The results showed both of the gatekeepings model are applied in the Okezone.com’s gatekeeping process. Internal and external factors are also actively influence the gatekeeping process.Informasi merupakan kebutuhan setiap masyarakat di dunia. Informasi yang terverifikasi telah melalui sebuah proses jurnalistik yang panjang. Proses penyeleksian informasi untuk masuk dalam redaksional media disebut gatekeeping. Saat ini marak media dalam jaringan atau online yang dapat dijangkau setiap masyarakat dengan koneksi internet. Proses gatekeeping setiap media, khususnya media daring dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal organisasi media. Hal ini memungkinkan adanya pergeseran makna dalam setiap konten jurnalistik yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses gatekeeping dalam sebuah media daring berjalan. Peneliti menggunakan dua model gatekeeping dan teori hirarki pengaruh untuk menjelaskan keseluruhan proses gatekeeping yang berlangsung dalam media daring. Studi kasus peneliti lakukan pada media daring milik MNC Group yaitu Okezone.com. Hasil penelitian ditemukan bahwa kedua model gatekeeping yang digunakan oleh peneliti diterapkan dalam proses gatekeeping Okezone.com. Dalam proses gatekeeping Okezone.com juga menunjukkan adanya faktor internal dan eksternal media yang secara aktif mempengaruhi proses redaksional.
Analisis Semiotika Foto Jurnalistik: Evakuasi Orang Utan Sekarat Karya Jessica Helena Wuysang Pristia Astari; Moehammad Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10142

Abstract

This study aims to determine the meaning contained in the journalistic photo by Jessica Helena Wuysang which is published on the AntaraFoto website. As is well known, photojournalism is an image taken by a photographer or journalist for press publishing needs. Independent photojournalism is not only for complementary text. A picture can tell a lot more than a story. This study used Charles Sanders Pierce's semiotic analysis method to examine photos of dying orangutans in Kalimantan. Pierce's semiotics is used to determine signs through the triadic model and its tricotonomic concepts, namely representament (sign), object and interpretant. The results of the study show that the object in the photo describes an orangutan who is in pain due to burns. Then, the interpretation is that orangutan is a rare animal, there is still someone who wants to help an orangutan who is in pain, namely a medical officer. In addition, the meaning that can be taken is to make a lesson for all audiences in Indonesia not to carelessly burn land that is occupied by rare wildlife. If the orang-utan as an umbrella species really ceases to exist, the ecosystem life and diversity that exists around it will be threatened.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terdapat didalam foto jurnalistik karya Jessica Helena Wuysang yang dimuat di website AntaraFoto. Seperti diketahui foto jurnalistik merupakan gambar yang diambil oleh juru foto ataupun jurnalis untuk kebutuhan penerbitan pers. Foto jurnalistik bersifat Independen bukan hanya untuk pelengkap teks. Sebuah gambar dapat bercerita lebih banyak dibandingkan sebuah tulisan berita. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce untuk meneliti foto orang utan sekarat yang ada di Kalimantan. Semiotika Pierce dipakai untuk mengetahui tanda-tanda melalui model triadic serta konsep trikotonominya, yaitu representament (sign), object dan intepretant. Hasil penelitian menunjukan bahwa objek didalam foto tersebut menjelaskan orang utan yang sedang kesakitan akibat luka bakar, Lalu, interpretannya adalah orang utan termasuk hewan langka, masih ada seseorang yang ingin membantu orang utan yang sedang kesakitan yaitu petugas medis. Selain itu, Makna yang bisa di ambil adalah menjadikan sebuah pembelajaran oleh semua kalangan khalayak yang ada di Indonesia untuk tidak sembarangan untuk membakar lahan yang ditempati oleh satwa liar langka. Jika orang utan sebagai spesies payung benar-benar tidak ada lagi maka kehidupan ekosistem maupun keanekaragaman yang ada di sekitarnya akan terancam.
Pembelajaran Era Pandemi Covid-19 di Indonesia (Studi terhadap Aplikasi Discord) Edward Tjahjadi; Sinta Paramita; Doddy Salman
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10165

Abstract

The use of various applications such as ZOOM, Microsoft Teams, and Google Meets has become familiar to students and teachers thanks to their functionality. It is not widely known that there is one other application that has the same function, that is Discord. With the COVID-19 pandemic situation and the existence of this Discord application, a problem formulation emerged, namely How to use the Discord application as a learning medium for the COVID-19 pandemic era and whether the Discord application as a new innovation is suitable for use as an online learning medium in the COVID-19 pandemic era. The theoretical basis used in this research is the theory of learning media, the use of applications as learning media, social media theory and diffusion of innovation. The approach used in this research is qualitative research. The research method used is a case study. The data collection method used to collect the information needed in this study is to use semi-structured interviews and documentation. The data processing and analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. To test the validity of the data obtained, this study uses triangulation techniques by utilizing other data for comparison and data checking. The result of this research is that Discord is an ideal new innovation and has great potential as a learning medium in the era of the COVID-19 pandemic.Penggunaan berbagai aplikasi seperti ZOOM, Microsoft Teams, dan Google Meets sudah menjadi tidak asing lagi bagi siswa dan pengajar berkat fungsionalitas mereka. Tidak banyak diketahui ada satu aplikasi lain yang memiliki fungsi yang sama, aplikasi tersebut adalah Discord. Dengan situasi pandemi COVID-19 dan beserta keberadaan aplikasi Discord ini, muncul suatu rumusan masalah yakni Bagaimana penggunaan aplikasi Discord sebagai media pembelajaran era pandemi COVID-19 dan Apakah aplikasi Discord sebagai inovasi baru layak digunakan sebagai media pembelajaran online pada era pandemi COVID-19. Landasan Teori yang digunakan dalam penelitain ini adalah teori media pembelajaran, penggunaan aplikasi sebagai media pembelajaran, teori sosial media dan difusi inovasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data yang didapat penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dengan memanfaatkan data lain untuk perbandingan dan pengecekan data. Hasil dari penelitian ini adalah Discord merupakan inovasi baru yang ideal dan memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran di era pandemi COVID-19.
Persepsi Siswa SMA Selama Pembelajaran Daring Saat Pandemi Covid-19 Anastasia Br Sembiring; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10191

Abstract

The Coronavirus Disease (Covid-19) pandemic has a huge impact in every aspects of people's lives. One of the aspects is education. Currently, educational institutions are implementing online learning.  This research is about the issue of high school students' perception about online learning during the Covid-19 Pandemic. This research uses qualitative research with a case study method. The techniques used for data collection is interview. The  subjects of this research are students of SMA Santa Maria Medan based on their grade level. In this research, the researcher conduct an interview. The results showed that students of SMA Santa Maria Medan experienced difficulties during online learning. The difficulties faced is that high school students are required to independently understand the lessons that have been explained by the teacher, besides that unstable network is also considered as one of the factors that creates misunderstanding (miss communication) of the meaning received by students.  Students also find it so hard to interact with other students during online learning and students are not feeling motivated because the teacher learning system only provides material and assignments that absolutely makes students tired and bored of learning.Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) menyebabkan dampak yang begitu besar bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat salah satunya pendidikan. Pemerintah menerapkan aturan pembelajaran jarak jauh secara dalam jaringan (daring) pada seluruh sekolah untuk mencegah penyebaran virus corona. Pembelajaran daring ini membentuk persepsi yang berbeda bagi setiap peserta didik. Persepsi adalah kemampuan otak dalam menerjemahkan stimulus atau proses untuk menerjemahkan stimulus yang masuk ke dalam alat indera manusia. Penelitian ini mengangkat persoalan mengenai persepsi siswa SMA selama pembelajaran daring saat pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus penelitian ini dilaksanakan di SMA Santa Maria Medan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Subyek penelitian adalah siswa SMA Santa Maria Medan. Objek penelitian adalah persepsi siswa SMA selama pembelajaran daring saat pandemi Covid-19. Wawancara dilaksanakan melalui konferensi video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa SMA selama pembelajaran daring saat Pandemi Covid-19 adalah bahwa pembelajaran daring yang dilaksanakan selama pandemi tidak efektif. Siswa SMA dituntut untuk mandiri memahami pelajaran yang telah dijelaskan oleh guru. Selain itu, masalah jaringan menjadi faktor utama dalam kesalahpahaman makna yang diterima oleh siswa. Siswa juga jarang berinteraksi dengan siswa lainnya selama pembelajaran daring. Siswa merasa tidak memiliki motivasi karena sistem pembelajaran di mana guru hanya memberikan materi dan tugas yang membuat siswa jenuh.
Strategi Komunikasi Dosen Perguruan Tinggi Swasta dalam Perkuliahan Daring Saat Pandemi Covid-19 Michelle Levine; Septia Winduwati
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10220

Abstract

Covid-19 pandemic had brought significant changes in the education sector. Social distancing to suppress the spread of this virus is a main reason to arrange online learning activities using new media virtual meeting. This changes makes lecturers need to adapting in ability to convey learning material properly so that lecturers need to have a new strategies in online learning activities. This thesis aims to know how the communication strategies of lecturers on teaching and learning in online process during the Covid-19 pandemic. The main theoretical concepts are used strategy of communication, new media, educational communication, and distance learning. The main concept in this thesis is strategy of communication, new media, educational communication, and distance learning. The methods of data collection in this thesis were used interviews and literature study. Interviews were conducted with four informants who works as lectures at Jakarta. This thesis shows that the lecturer analyzes the media who used for online learning, online learning is also filled with problem-based learning methods, adding or subtracting substance.Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang signifikan dalam sektor Pendidikan. Pembatasan jarak untuk menekan penyebarluasan virus menjadi alasan utama diadakannya perkuliahan daring. Perubahan ini membuat dosen harus beradaptasi agar proses perkuliahan dapat berjalan dengan baik. Dosen harus memiliki strategi baru dalam perkuliahan daring. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu strategic komunikasi dosen perguruan tinggi swasta dalam perkuliahan daring di masa pandemi covid-19. Konsep utama yang digunakan adalah strategi komunikasi, media baru, komunikasi pendidikan, dan pembelajaran jarak jauh. Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan studi pustaka. Wawancara dilakukan kepada empat orang narasumber yang berprofesi sebagai dosen di perguruan tinggi swasta yang terletak di Jakarta. Penelitian ini menunjukkan bahwa dosen melakukan analisa terhadap media-media yang digunakan untuk pembelajaran daring, pembelajaran daring juga dipenuhi oleh metode problem based learning, memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia, melakukan pengurangan atau penambahan substansi atau bobot tugas dan materi, serta bermain dengan tempo dan intonasi saat berbicara.
Representasi Budaya Termarginalisasi dalam Game Orville Yonathan; Sinta Paramita
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10234

Abstract

Games as a form of mass communication carry messages for the audience. One of the games called marginalization was Player Unknown's Battlegrounds (PUBG). This study aims to identify the existence of marginalization in minority cultures in the PUBG game. The PUBG game is a survival game against 100 people where the players are placed on an island. How to survive is done by killing opposing players using the weapons that have been provided. This game can be done alone or in groups of four. The research method used by researchers is qualitative research methods. The research technique used is the Semiotic analysis of Roland Barthes. The data collection technique used was the observation technique. Observations made by researchers include how the characters in this game are made and how the forms of communication performed by the players while playing so that the marginalization of the minority culture appears. This study found that in an online game it has the potential to bring bad things to the intercultural society which is described by Roland Barthes that a bad habit will become a habit that is tolerated.Permainan atau game sebagai bentuk komunikasi massa membawa pesan bagi audiens. Salah satu game yang disebut melakukan marginalisasi adalah game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Penelitian ini ingin mengidentifikasi adanya marginalisasi pada budaya minoritas dalam game PUBG. Permainan PUBG merupakan permainan bertahan hidup dengan melawan 100 orang di mana para pemainnya ditempatkan di sebuah pulau. Cara bertahan hidup dilakukan dengan membunuh pemain lawan menggunakan senjata yang sudah disediakan. Permainan ini dapat dilakukan sendiri atau berkelompok dengan anggota empat orang. Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah metode penelitian kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah analisis Semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi. Pengamatan yang dilakukan peneliti meliputi bagaimana karakter dalam game ini dibuat dan bagaimana bentuk komunikasi yang dilakukan para pemain pada saat bermain sehingga muncul marginalisasi budaya minoritas tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa di dalam sebuah game online memiliki potensi memunculkan hal buruk untuk masyarakat antar budaya yang digambarkan menurut Roland Barthes bahwa sebuah kebiasaan buruk akan menjadi suatu kebiasaan yang ditoleransi.
Back Matters Vol 5 No 1 Lydia Irena
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Matters Vol 5 No 1
Kritik Sosial dalam Stand Up Comedy (Analisis Semiotika Show “Pragiwaksono World Tour”) Reynord Leonardo; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8077

Abstract

This study discusses the stand up comedy that is popular among the people. Stand up comedy itself is a singular comedic art whose contents from ordinary jokes contain social criticism. Pandji Pragiwaksono is one example of a comic where he likes to bring stand up comedy material containing social criticism where there are some social problems that we are experiencing in the form of comedy. The theory used by researchers is the theory of mass communication, mass media, social criticism, stand up comedy. This study uses a qualitative approach with the semiotic analysis technique method Ferdinand De Saussure which divides the selected sign into two namely signifier and signified. In this study it was found that the show stand up comedy made by Pandji Pragiwaksono namely Pragiwaksono World Tour slipped a number of social criticisms in which social criticisms were presented including criticism of children's names, criticism of children 's Youtubers, critics of PSSI chairmen, critics of the profession of people, criticisms of humanity , criticism about fans, criticism about animals, and criticism of the attitude of Indonesian citizens. The result is stand up comedy is not just a tool to entertain the public but can also slip social criticism in the form of comedy criticism delivered by Pandji made with satire and comedy so that the message received can be captured easily by his listeners.Penelitian ini membahas tentang stand up comedy yang sedang populer dikalangan masyarakat. Stand up comedysendiri merupakan seni melawak secara tunggal di mana isi dari lawakan berupa kritik sosial. Pandji Pragiwaksono menjadi salah satu contoh komika di Indonesia yang membawakan materi  stand up comedyberisi kritik sosial terhadap beberapa masalah sosial. Teori dan konsep yang digunakan peneliti adalah komunikasi massa, media massa, kritik sosial, stand up comedy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode teknik analisis semiotika Ferdinand De Saussure yang membagi tanda menjadi dua yaitu signifierdansignified. Penelitian ini menemukan bahwa pertunjukan stand up comedyPandji Pragiwaksono yaitu Pragiwaksono World Tourmenyelipkan beberapa kritik sosial antara lain kritik nama anak, kritik youtuberanak-anak, kritik ketua PSSI, kritik tentang profesi orang, kritik kemanusiaan, kritik tentang fans, kritik tentang satwa, dan kritik sikap warga Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu stand up comedybukan menjadi alat untuk menghibur masyarakat namun juga menyelipkan kritik sosial dalam bentuk komedi kritik yang dibuat dengan satir dan komedi sehingga pesan yang diterima dapat ditangkap dengan mudah oleh pendengarnya.