cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Komunikasi Ritual Sembahyang Rebut bagi Etnis Cina di Kecamatan Parittiga Bangka Barat Enjelly, Enjelly; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27573

Abstract

Prayer is a religious activity carried out consciously to establish a relationship with the creator of the form of prayer. In religious traditions, prayer is associated with a ritualistic nature as a form of human communication with the Creator. One of the Chinese ethnic prayer celebrations in West Bangka, especially Parittiga subdistrict, is the Rebut Prayer Celebration. Sembahyang Rebut is a celebratory ritual to honor ancestral spirits which is held every 15th of the seventh month in the lunar calendar. During the Sembahyang Sebut celebration, many ethnic Chinese call this ritual the ghost moon festival or Chit Ngiat Pan, where it is believed that the spirits of ancestors return to the human world. The aim of this research is to find out how the ritual process of the Sembahyang Rebut celebration is and what symbolic meaning is contained in the Sembahyang Rebut celebration. The theory used in this research is the theory of ritual communication and symbolic meaning. The research method used is a descriptive qualitative phenomenology approach. The data that will be described was obtained from interviews with three sources. The conclusion of this research is that the Rebut Prayer Celebration is a tradition passed down from generation to generation which has the form of a symbol of balance with the intention of giving and receiving, which means that if we freely pay respects to the spirits of ancestors and others, we will receive blessings and good fortune. Sembahyang adalah kegiatan keagamaan yang dilakukan secara sadar guna menjalin hubungan dengan sang pencipta berbentuk doa. Dalam tradisi keagamaan, sembahyang dikaitkan dengan sifat ritualistik sebagai bentuk komunikasi manusia kepada sang pencipta. Salah satu perayaan sembahyang bagi etnis Tionghoa di Bangka Barat khususnya kecamatan Parittiga adalah perayaan Sembahyang Rebut. Sembahyang Rebut adalah ritual perayaan untuk menghormati arwah leluhur yang diadakan setiap tanggal 15 bulan tujuh dalam penanggalan kalender lunar. Dalam perayaan Sembahyang Rebut banyak etnis Tionghoa yang menyebut ritual ini sebagai festival bulan hantu atau Chit Ngiat Pan yang dipercayai bahwa arwah leluhur akan kembali ke alam manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses ritual perayaan Sembahyang Rebut dan apa makna simbolik yang terkandung dalam perayaan Sembahyang Rebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi ritual dan makna simbolik. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan tiga narasumber. Penelitian menemukan bahwa Perayaan Sembahyang Rebut merupakan tradisi turun temurun yang memiliki bentuk simbol keseimbangan dengan maksud memberi dan menerima yang artinya adalah apabila kita dengan lapang hati memberi penghormatan kepada arwah leluhur dan lainnya maka kita akan menerima berkah dan rezeki yang lancar.
Makna Insecurity, Video Klip, dan Generasi Z Patricia, Cherryes; Utami , Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27595

Abstract

Feeling insecure is a natural thing experienced by every individual. The feelings of insecurity faced by Generation Z encouraged musicians to convey their message through one of (G)I-DLE's 'Allergy' video clips. The video clip 'Allergy' tells about feeling inferior and wanting to follow life on social media. By using Roland Barthes' semiotic analysis, the researcher aims to find out and describe the representation of the meaning of insecurity in Generation Z through the video clip (G)I-DLE 'Allergy'. This research is descriptive with a qualitative research approach. The results of this research are a representation of the meaning of insecurity experienced by Generation Z, which includes a feeling of difficulty in achieving expectations of being like an "ideal woman", aloofness and difficulty socializing, a high sense of wanting to keep up with current developments even though they do not match preferences, and social media is one of the factors that makes someone feel competitive. Perasaan insecure, keadaan ketika individu merasa takut karena rasa tidak puas dan tidak percaya diri, merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap individu. Perasaan insecure yang dihadapi oleh Generasi Z mendorong musisi untuk menyampaikan pesannya melalui salah satu video klip (G)I-DLE ‘Allergy’. Video klip ‘Allergy’ menceritakan tentang rasa minder dan ingin mengikuti kehidupan yang ada di media sosial. Dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, peneliti bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan representasi makna insecurity pada Generasi Z melalui video klip (G)I-DLE ‘Allergy’. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah adanya representasi makna insecurity yang dialami oleh Generasi Z yaitu meliputi rasa sulit untuk mencapai ekspektasi untuk menjadi seperti “perempuan ideal”, sikap menyendiri dan sulit bersosialisasi, tingginya rasa ingin mengikuti perkembangan zaman walaupun tidak sesuai dengan preferensi, dan media sosial menjadi salah satu faktor seseorang dapat merasa tersaingi.
Komunikasi Love Language Anak Autisme dengan Orang Tua Krisjanto Kusuma, Angelina Maria; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27596

Abstract

The concept of Love Language serves as a foundation for understanding how children with special needs, specifically those with autism, communicate affection towards their parents and vice versa. Autism, as a genetic syndrome, often poses challenges to family dynamics, particularly in communication and expressing love towards family members due to the communication impairments associated with autism. The aim of this research is to examine how Love Language communication occurs between children with autism and their parents. Interpersonal Communication serves as the theoretical basis to explore how the Five Love Languages form the basis of communication in expressing affection between autistic children and their parents. The applied research methodology is qualitative and descriptive. Data collection involves interviews with families having a first-level autistic child and observations of interaction patterns between autistic children and their parents. The analysis of Love Language is used to understand the communication of affection between autistic children and their parents. The results indicate that the most commonly used Love Languages from children to parents are Quality Time (spending time together) and Physical Touch (physical contact). On the other hand, parents' Love Languages towards their autistic children include Acts of Service (providing assistance) and Quality Time (spending time together). Konsep Love Language menjadi landasan untuk memahami bagaimana cara komunikasi anak berkebutuhan khusus autisme dalam mengekspresikan kasih sayang anak kepada orang tua mereka dan juga sebaliknya. Autisme sebagai sindrom genetik sering menjadi tantangan dinamika keluarga dalam berkomunikasi terutama dalam mengekspresikan kasih sayang kepada anggota keluarga dikarenakan autisme sendiri merupakan sebuah gangguan anak dalam kemampuan berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana komunikasi Love Language dari anak berkebutuhan khusus autisme dengan orang tua mereka. Komunikasi Interpersonal menjadi landasan teori untuk mengeksplorasi bagaimana Five Love Languages menjadi sebuah dasar komunikasi dalam mengekspresikan kasih sayang antara anak autisme kepada orang tua dan sebaliknya. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, di mana pengumpulan data menggunakan teknik wawancara kepada keluarga yang memiliki anak autisme tingkat satu dan melakukan observasi kepada pola interaksi antara anak autisme dengan orang tuanya. Dari hasil penelitian ini analisis Love Language digunakan sebagai komunikasi pengekspresian kasih sayang antara anak autisme dengan orang tua. Dari anak kepada orang tua yang paling digunakan adalah Quality Time atau menghabiskan waktu bersama dan Physical Touch atau pemberian sentuhan, sedangkan love language yang digunakan dari orang tua dengan anak autisme adalah Act of service atau memberikan pelayanan dan Quality Time atau menghabiskan waktu bersama.
Konstruksi Aspek-Aspek Populisme Aktor Politik pada Media Online melalui Perspektif Identitas Sosial Gunawan, Kimberley Adonia; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27601

Abstract

According to researchers from the Indonesian Institute of Sciences, the 2017 DKI Jakarta Governor election was the worst election in the history of Indonesian democracy. The impact of the gubernatorial election caused polarization in the community which was delivered by the practice of populism by the political actors involved during the campaign period. Populism is present as a political rhetorical strategy that is able to build sentiment comparisons in the public by building a class comparison between "the people" and "the elite". The focus of this research is to analyze the types of populism strategies used by the political actors involved. The method used in this research is Norman Fairlcough's critical discourse analysis with a qualitative approach. The analysis and study in this research are constructed from the theory of Social Identity by Henri Tajfel through three processes namely social grouping, social identification, and social comparison. The results of this study show the aspects that are highlighted from the implementation of populism by the two political actors involved and the types of populism strategies they implement. It was concluded that Basuki Tjahja Purnama or Ahok implemented technocratic populism and Anies Rasyid Baswedan implemented social (democratic) populism in his campaign process. Menurut peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 merupakan pemilu terburuk dalam sejarah demokrasi Indonesia. Dampak dari Pilgub menimbulkan polarisasi di masyarakat yang dihantarkan oleh praktik populisme oleh para aktor politik yang terlibat pada masa kampanye. Populisme hadir sebagai sebuah strategi retorika politik yang mampu membangun perbandingan sentimen di publik dengan membangun kelas perbandingan antara “rakyat” dan “elit”. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis jenis strategi populisme yang digunakan oleh para aktor politik yang terlibat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis Norman Fairlcough dengan pendekatan kualitatif. Analisis dan kajian dalam penelitian ini dikonstruksi dari teori Identitas Sosial oleh Henri Tajfel melalui tiga proses yaitu pengelompokan sosial, identifikasi sosial, dan perbandingan sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukan aspek – aspek yang ditonjolkan dari implementasi populisme oleh dua aktor politik yang terlibat serta jenis strategi populisme yang diimplementasikannya. Basuki Tjahja Purnama atau Ahok mengimplementasikan populisme teknoratik dan Anies Rasyid Baswedan mengimplementasikan populisme sosial (demokratik) dalam proses kampanyenya.
Analisis Semiotika Representasi Penyintas Pelecehan Seksual Film Like & Share Rinaldi, Keyza Baby; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27603

Abstract

The film "Like & Share" is a teenage drama film from Indonesia. The movie narrates the experiences of two friends named Lisa, portrayed by Aurora Ribero, and Sarah, portrayed by Arawinda, as they navigate through their lives and explore their sexuality together. However, the two of them experienced many obstacles in their friendship and also in their traumatic romance. Sarah, who is in a relationship with Devan, experiences sexual thoughts carried out by her boyfriend. In this study, qualitative methods are employed, utilizing John Fiske's semiotic analysis techniques to investigate, scrutinize, and explore the degrees of reality, representation, and ideology in the film Like & Share. The film Like & Share shows acts of sexual violence and what the survivors did in dealing with this problem with persuasive communication so that the victim made peace with the situation by giving a peace statement, but Sarah, as the perpetrator of the sexual disclosure, did not want to embrace it and Sarah took revenge accompanied by her best friend. Lisa. Film “Like & Share” merupakan film drama remaja yang berasal dari Indonesia, film ini berkisah tentang dua orang sahabat bernama Lisa yang diperankan oleh Aurora Ribero dan Sarah yang diperankan oleh Arawinda yang sedang mengeksplorasi kehidupan dan seksualitas mereka bersama. Tetapi banyak rintangan yang mereka berdua alami dalam persahabatan dan juga dalam percintaan yang traumatis. Sarah yang tengah menjalin hubungannya dengan Devan mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis semiotika John Fiske guna mengetahui, menelaah, dan mendalami level realitas, level representasi, dan level ideologi dalam film Like & Share. Film Like & Share memperlihatkan tindakan pelaku kekerasan seksual dan apa yang dilakukan oleh penyintasnya dalam menghadapi masalah ini dengan komunikasi persuasif agar korban berdamai dengan keadaan tersebut dengan memberikan surat pernyataan damai namun Sarah sebagai penyintas pelecehan seksual tersebut tidak mau menerimanya dan Sarah membalas dendamnya ditemani oleh sahabatnya Lisa. 
Implementasi Peran Praktisi Humas dalam Mengkomunikasikan Kinerja Anggota Fraksi PKS DPR RI Jelang Pemilu 2024 Tri Yoga, Rahmadi; Yugih Setyanto
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27608

Abstract

In carrying out its vision and mission, the The Prosperous Justice Party (PKS) faction in the Indonesian Parliament (DPR RI) necessitates the involvement of public relations to effectively communicate the overall performance of its members to the public. This study aims to explore the role of public relations of the PKS DPR RI faction in socializing the performance of PKS faction members ahead of the 2024 elections. In this study, the author used descriptive qualitative methods and data collection techniques through interviews, non-participant observation, and recording. Based on the findings, the public relations of the PKS DPR RI faction plays a role in helping to communicate all the work of the PKS DPR RI faction in the form of activities, policies, and responses to issues that occur in the public sphere to build public perceptions in a more responsible way, which is assisted by a public relations work system that is integrated with all media expert devices, with outputs in the form of public relations products in the form of releases, photos and videos published to all official faction channels, faction members, and media crew. Technically, ahead of the 2024 election, the Faction's public relations campaign the performance of Faction members by making a recap of the performance of the last four years, which is presented in the form of public relations products, which will then be distributed to all internal and external parties of the Faction, including the media crew. The four indicators of the role of public relations practitioners applied by the public relations of the PKS DPR RI Faction include expert prescriber and communication facility The public relations practitioners of the PKS DPR RI Faction apply four indicators to define their role, which encompasses being an expert prescriber, communication facilitator, problem-solving process facilitator, and communication technician, problem-solving process facilitator, and communication technician. Dalam menjalankan visi dan misinya, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI membutuhkan peran humas untuk mengkomunikasikan seluruh kinerja anggota fraksi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Humas Fraksi PKS DPR RI dalam mensosialisasikan kinerja anggota Fraksi PKS jelang Pemilu 2024. Dalam penelitian ini penulis menerapkan teknik pengumpulan data melalui wawancara, metode deskriptif kualitatif, observasi non-partisipan dan dokumentasi. Berdasarkan temuan, humas Fraksi PKS DPR RI berperan dalam membantu mengkomunikasikan seluruh kerja Fraksi PKS DPR RI berbentuk kegiatan, kebijakan dan menanggapi isu yang terjadi di ruang publik, untuk membangun persepsi publik dengan cara yang lebih bertanggung jawab. Humas dibantu dengan sistem kerja kehumasan yang terintegrasi dengan seluruh perangkat tenaga ahli media, dengan luaran berbentuk produk humas berupa rilis, foto dan video yang dipublikasikan ke seluruh kanal resmi fraksi, anggota fraksi, dan awak media. Secara teknis, jelang pemilu 2024, humas fraksi melakukan kampanye kinerja anggota fraksi dengan membuat rekapitulasi kinerja empat tahun terakhir,  yang disajikan dalam bentuk produk humas yang disalurkan ke seluruh pihak internal dan eksternal fraksi. Adapun empat indikator peran praktisi humas yang diterapkan oleh humas Fraksi PKS DPR RI diantaranya penasehat ahli, fasilitator komunikasi, fasilitator proses pemecahan masalah, dan teknisi komunikasi.
Interaksi Simbolik pada Perencanaan Komunikasi: Studi Kasus Distributor Beras Pratama, Cindy Angelina; Pribadi, Muhammad Adi
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27609

Abstract

The Covid-19 pandemic has made the development of information technology and the internet grow rapidly. All face-to-face activities are hampered and shifted to online. This was felt by RiceMart, which initially only focused on conventional sales. One strategy is to utilize online shopping platforms and social media to introduce its brand and products. The purpose of this research is to find out the role of symbolic interaction in communication planning through Instagram case study on RiceMart Official. The theory used in this research is symbolic interaction in communication planning strategies. The research used a qualitative approach with a case study research method. Data were obtained through in-depth interviews, participant observation, and documentation. Data validity techniques are carried out by theoretically linked reconfirmation. The results showed that symbolic interaction is interrelated with the communication planning stage. In this stage, interactions occur that form symbols with the same meaning such as the use of taglines, the creation of company regulations (SOP), and consumer expectations. Pandemi Covid-19 membuat perkembangan teknologi informasi dan internet bertumbuh dengan sangat pesat. Segala aktivitas tatap muka menjadi terhambat dan beralih ke online. Hal ini juga dirasakan oleh RiceMart yang awalnya hanya berfokus pada penjualan secara konvensional. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan platform belanja online dan media sosial untuk memperkenalkan merek dan produknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran interaksi simbolik dalam perencanaan komunikasi melalui instagram studi kasus pada RiceMart Official. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah interaksi simbolik dalam strategi perencanaan komunikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan konfirmasi ulang dikaitkan secara teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi simbolik saling berkaitan dengan tahap perencanaan komunikasi. Dalam tahapan tersebut terjadi interaksi yang membentuk simbol-simbol dengan makna yang sama seperti penggunaan tagline, terciptanya peraturan peruashaan (SOP), dan harapan konsumen.
Komunikasi Simbol Tradisional Jawa pada Ruang Pendopo di Restoran Warisan By Lordji Lauw, Laura; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27617

Abstract

Each restaurant certainly has its own charm and characteristics, one of which is the Warisan By Lordji Restaurant. This restaurant has a unique concept, which is a restaurant with a traditional Javanese concept. This can be seen from the shape of the building, indoor and outdoor decorations, until the food menu. In the restaurant building with a traditional Javanese concept, of course it has certain spatial functions, symbols and meanings in communication. In this case, researcher will discuss how spatial functions as a medium for communicating traditional Javanese symbols at the Warisan By Lordji Restaurant. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The theories used are intercultural communication, traditional architecture, spatial, symbols, pavilions as symbols, and store atmosphere. The results and conclusions that can be drawn from this research are that in today's modern world, most restaurants that use traditional Javanese concepts no longer have or contain sacred symbolic values. Most of the symbols on pavilions in restaurants have been negotiated or mixed and adapted to modern values. However, even though it has been mixed with modern values, restaurants with a traditional Javanese concept are still considered attractive and unique to this day.   Setiap restoran memiliki daya tarik dan ciri khas tersendiri, salah satunya Restoran Warisan By Lordji. Restoran ini memiliki konsep yang unik yaitu dibangun dengan konsep tradisional Jawa. Hal ini dapat dilihat dari bentuk bangunannya, dekorasi dalam ruangan maupun luar ruangan, hingga menu makanan. Bangunan restoran dengan konsep tradisional Jawa, memiliki fungsi ruang, simbol-simbol dan arti tertentu pada komunikasi. Penelitian ini mengenai bagaimana fungsi ruang sebagai media komunikasi simbol tradisional Jawa pada Restoran Warisan By Lordji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan antara lain komunikasi antarbudaya, arsitektur tradisional, ruang (spatial), sampai simbol, pendopo, serta store atmoshphere. Kesimpulan yang dapat ditarik melalui penelitian ini antara lain di dunia modern sebagian besar restoran yang menggunakan konsep tradisional Jawa sudah tidak memiliki atau mengandung nilai-nilai simbolik yang bersifat sakral. Sebagian besar simbol pada pendopo di restoran sudah dinegosiasikan atau bercampur dan disesuaikan dengan nilai modern. Namun meskipun telah bercampur dengan nilai modern, restoran dengan konsep tradisional Jawa masih tetap dianggap menarik dan diaggap unik sampai saat ini.
Produk Kolaborasi dan Perilaku Konsumtif Penggemar K-Pop Octaviany, Karen; Setyo Utami, Lusia Savitri
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27630

Abstract

Indonesia, as a country that doesn't close its doors to the cultural influx of other nations, has seen the entry and growth of many foreign cultures, one of which is the Korean Wave, specifically K-Pop from South Korea. The enthusiasm of K-Pop fans in Indonesia has made them a target market for various companies. Scarlett Whitening is one local skincare brand that launched co-branded products with a South Korean K-Pop idol to gain the loyalty of Indonesian K-Pop fans. Furthermore, persuasive communication from idols to their fans also supports this co-branding strategy. This research aims to describe the consumptive behavior of Indonesian K-Pop fans in purchasing the product line collaboration between Scarlett Whitening and EXO. In its discussion, this research utilizes co-branding marketing communication, persuasive communication, and fan behavior. To delve deeper into the phenomenon, a qualitative research approach is employed using phenomenological research methods. The research findings describe how co-branding and persuasive communication by EXO trigger consumptive behavior among Indonesian K-Pop fans in purchasing the collaboration products of Scarlett Whitening and EXO. The aspects of consumptive behavior exhibited by fans revolve around seeking pleasure. Elements of impulsive buying and wastefulness may still exist, but they may vary with each purchase case. Sebagai negara yang tidak menutup jembatan masuknya budaya negara lain Inoneisa telah memberikan peluang bagi negara lain untuk memperkenalkan budayanya di Indonesia. Salah satu akibatnya adalah terjadinya Korean Wave, K-Pop milik Korea Selatan. Antusiasme penggemar K-Pop di Indonesia menjadikan penggemar K-Pop sebagai target pasar yang diincar oleh berbagai perusahaan. Scarlett Whitening merupakan salah satu perusahaan local brand skincare yang meluncurkan produk co-branding dengan idola K-Pop asal Korea Selatan untuk mendapatkan loyalitas penggemar K-Pop Indonesia. Selain itu, komunikasi persuasif idola kepada penggemarnya juga turut dilakukan untuk mendukung strategi co-branding tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku konsumtif penggemar K-Pop Indonesia dalam melakukan pembelian rangkaian produk kolaborasi Scarlett Whitening dan EXO. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan komunikasi pemasaran co-branding, komunikasi persuasif dan penggemar. Untuk mendalami fenomena, digunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Hasil penelitian mendeskripsikan co-branding dan komunikasi persuasif oleh EXO, memicu perilaku konsumtif penggemar K-Pop Indonesia dalam melakukan pembelian produk kolaborasi Scarlett Whitening dan EXO. Aspek perilaku konsumtif yang dilakukan penggemar merupakan mencari kesenangan. Aspek impulsive buying dan pemborosan dapat tetap ada, namun dalam setiap kasus pembelian dapat berbeda.
Pengaruh Konten TikTok terhadap Perubahan Perilaku Menjaga Kebersihan Pengikut Pandawara Group Bernadeth, Gabriella Yosiana; Junaidi, Ahmad
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27632

Abstract

The phenomenon of unbalanced waste accumulation in its management requires collective awareness and community involvement in overcoming and preventing the intensity of waste accumulation. Entering the digital era opens many opportunities for Pandawara Group in spreading effective social movements, social movements are carried out by Pandawara Group through the TikTok platform with the aim of reducing waste and expect awareness of maintaining the cleanliness of the Indonesian people to be embedded as an effort to deal with the phenomenon of waste accumulation. Therefore, researchers chose the topic of the influence of Pandawara Group's TikTok content on its followers in maintaining cleanliness. This research uses new media theory, persuasive communication, and planned behavior theory as research identification. This research uses a quantitative approach with descriptive research methods. Sampling technique using Probability Sampling - Simple Random Sampling with Cochran formula through questionnaire method data collection. The total number of respondents in the study amounted to 96 people. The population and sample of the study were TikTok Pandawara Group followers aged teenager-adult (15-35 years). The study found a Spearman Rank correlation value that there was a significant influence of 0.001, there was a very strong and unidirectional relationship strength with a value of 0.783 on TikTok content with behavior change. This study included the results of Crosstabs Spearman Correlation with the aim of deepening the meaning of research through age categories and TikTok content with a significance value of 0.891, age categories and behavior changes with a significance value of 0.624. Fenomena penumpukan sampah membutuhkan kesadaran kolektif dan keterlibatan masyarakat dalam mengatasi dan mencegah intensitas penumpukan sampah. Namun, era digital telah membuka banyak peluang bagi Pandawara Group dalam penyebaran gerakan sosial efektif. Gerakan sosial dilakukan oleh Pandawara Group melalui platform TikTok dengan tujuan mengurangi sampah dan mengharapkan kesadaran menjaga kebersihan masyarakat Indonesia tertanam sebagai upaya penanganan fenomena penumpukan sampah. Oleh karena itu peneliti memilih topik pengaruh konten TikTok Pandawara Group terhadap pengikutnya dalam menjaga kebersihan. Penelitian ini menggunakan teori new media, komunikasi persuasif, dan teori perilaku terencana sebagai indentifikasi penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling - Simple Random Sampling dengan rumus Cochran melalui pengumpulan data metode kuesioner. Total responden dalam penelitian berjumlah 96 orang. Populasi dan sampel penelitian merupakan followers TikTok Pandawara Group berusia remaja-dewasa (15-35 tahun). Penelitian menemukan nilai korelasi Spearman Rank bahwa terdapat pengaruh signifikan sebesar 0,001, terdapat kekuatan hubungan sangat kuat dan searah dengan nilai sebesar 0,783 terhadap konten TikTok dengan behaviour change. Penelitian ini menyertakan hasil Crosstabs Spearman Correlation dengan tujuan memperdalam makna penelitian melalui kategori usia dan konten TikTok dengan nilai signifikansi 0,891, kategori usia dan perubahan perilaku dengan nilai signifikansi 0,624.