cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Komunikasi Antarbudaya dalam Proses Adaptasi Turis Asing di Pulau Bali, Indonesia Aprillia, Widya; Oktavianti, Roswita
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.21644

Abstract

Culture shock is a common problem in intercultural communication or cultural differences. This also happens to tourists in Bali, Indonesia, one of the favourite destination islands for local and foreign tourists. Foreign tourists visiting Bali Island will initially experience discomfort with the environment due to different cultural backgrounds, especially Bali, which has powerful customs. Foreign tourists must make cultural adaptations to understand and accept new cultural values. This research wants to know the self-adjustment process of foreign tourists in dealing with culture shock on the island of Bali and the obstacles experienced during the adjustment process. This research uses a descriptive approach with primary and secondary data sources in the form of interviews, observation and documentation. Interviews were conducted with foreign tourists living on the island of Bali. Observations were made by going to the field and directly observing tourist interactions with residents. This research shows that each tourist experiences five stages of cultural adaptation: planning, frustration, honeymoon, readjustment, and resolution. Foreign travellers have a different adjustment process at each stage, depending on the country of origin. Culture shock usually occurs during the frustration phase, where travellers have to adapt to the language, food tastes, weather conditions, cost of living, and homesickness. Gegar budaya atau culture shock merupakan masalah umum dalam komunikasi antarbudaya atau perbedaan budaya. Hal ini juga terjadi pada wisatawan di Pulau Bali, Indonesia, sebagai salah satu pulau destinasi favorit turis lokal maupun mancanegara. Wisatawan luar negeri yang mengunjungi Pulau Bali, awalnya akan mengalami ketidaknyamanan terhadap lingkungan karena latar belakang budaya yang berbeda, terlebih Bali memiliki adat istiadat yang sangat kuat. Wisatawan mancanegara perlu melakukan adaptasi budaya untuk memahami dan menerima nilai-nilai budaya baru. Penelitian ini ingin mengetahui proses penyesuaian diri wisatawan mancanegara dalam menghadapi gegar budaya di pulau Bali dan kendala yang dialami selama proses penyesuaian tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan sumber data primer dan sekunder berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan wisatawan mancanegara yang tinggal di Pulau Bali. Sementara observasi dilakukan dengan cara turun ke lapangan dan melakukan pengamatan langsung terhadap interaksi turis dengan penduduk setempat. Penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing wisatawan mengalami lima tahap adaptasi budaya yaitu fase perencanaan, frustrasi, bulan madu, penyesuaian, dan resolusi. Wisatawan mancanegara memiliki proses penyesuaian yang berbeda pada setiap tahapnya, tergantung pada negara asal. Gegar budaya atau culture shock biasanya muncul pada fase frustrasi, dimana wisatawan harus beradaptasi dengan bahasa, rasa makanan, kondisi cuaca, biaya hidup dan kerinduan dengan keluarga di rumah.
Persepsi Generasi Z dengan Pernyataan “Kerja Sesuai Passion” dalam Menentukan Profesi Octavia, Shinta; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.21659

Abstract

This research was conducted because researchers wanted to see Generation Z's (Gen Z) perceptions of the statement "Work According to Passion" which is widely discussed on social media. Reporting from katadata.id, Gen Z is the largest internet user in Indonesia, with almost 40 million people. Social media can be accessed by various groups of people, one of them is teenagers or Gen Z. With social media, information can develop rapidly, so that it can create different perceptions for everyone. The purpose of conducting this research is to find out Gen Z's perception of the statement "Work According to Passion" and as a reference when Gen Z chooses a profession. This research approach is quantitative with descriptive statistical data processing techniques to find the average value of Gen Z perceptions. The sampling technique used is simple random sampling (SRS) with a total of 130 respondents. The results of this study show that the highest average result is in the statement "I want a job that matches my passion," and the lowest average result is the statement "Work According to Passion," which is a pressure for me. It can be concluded that the results of Gen Z perceptions show that the majority of Gen Z want to be able to work according to their passion. Ramai diberitakan di media sosial terhadap pernyataan “Kerja Sesuai Passion” terutama di kalangan generasi Z. Dilansir dari katadata.id, Gen Z merupakan pengguna internet terbanyak di Indonesia yaitu hampir 40 juta jiwa. Media sosial dapat diakses oleh beragam kalangan masyarakat, salah satunya remaja atau Gen Z. Dengan adanya media sosial, informasi dapat berkembang dengan pesat, sehingga hal tersebut dapat menciptakan persepsi yang berbeda di setiap orang. Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi Gen Z terhadap pernyataan “Kerja Sesuai Passion” serta sebagai acuan ketika Gen Z menentukan profesi. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengolahan data statistik deskriptif untuk mencari nilai rata-rata dari persepsi Gen Z. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling (SRS) dengan jumlah sebanyak 130 responden. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa hasil hitung rata-rata tertinggi yaitu ada pada pernyataan “Saya menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan passion saya” dan hasil hitung rata-rata terendah dengan pernyataan ‘Kerja Sesuai Passion’ merupakan tekanan bagi saya”. Dapat disimpulkan bahwa hasil persepsi Gen Z menunjukkan bahwa mayoritas Gen Z menginginkan untuk dapat bekerja sesuai dengan passion.
Harga Diri dan Kepercayaan Diri terhadap Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa Oktaliany, Vallentcia Naomi; Erdiansyah, Rezi
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.21677

Abstract

Interpersonal communication skills are important skills that every individual carries out in their daily lives. Interpersonal communication skills can be linked to self-esteem and self-confidence. This study was conducted to meet the curiosity of Taruna Bangsa Sentul High School teachers about what causes students to have difficulty communicating their ideas and opinions. This study intends to analyse the effect of self-esteem and self-confidence on the interpersonal communication skills of Taruna Bangsa Sentul High School students. This research uses survey techniques with a quantitative approach. This study took 88 respondents who were students of Taruna Bangsa Sentul High School. Sample withdrawal is done with a non-probability sampling technique. The achievement is to show the influence of self-esteem and self-confidence on the interpersonal communication skills of Taruna Bangsa Sentul High School students. Thus, students of SMA Taruna Bangsa Sentul need to improve their self-esteem and self-confidence first to be able to improve interpersonal communication skills. Kemampuan komunikasi interpersonal merupakan kemampuan penting yang dilaksanakan tiap individu dalam kesehariannya. Kemampuan komunikasi interpersonal dapat dikaitkan dengan harga diri dan kepercayaan diri. Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi rasa keingintahuan guru SMA Taruna Bangsa Sentul mengenai hal yang menyebabkan siswa dan siswinya mengalami kesulitan dalam mengomunikasikan ide dan pendapatnya, sehingga penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pengaruh harga diri dan kepercayaan diri pada kemampuan komunikasi interpersonal siswa – siswi SMA Taruna Bangsa Sentul. Penelitian ini menggunakan teknik survei dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mengambil responden sebanyak 88 responden yang merupakan siswa – siswi SMA Taruna Bangsa Sentul. Penarikan sampel dikerjakan dengan teknik non-probabillity sampling. Capaiannya ialah memperlihatkan adanya pengaruh harga diri dan kepercayaan diri pada kemampuan komunikasi interpersonal siswa SMA Taruna Bangsa Sentul. Dengan demikian, siswa SMA Taruna Bangsa Sentul perlu meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri terlebih dahulu untuk bisa meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal.
Tinjauan Semiotika Desakralisasi Posisi Laki-Laki dalam Film ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ Suryanto, Nathan; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.21694

Abstract

This research will discuss the desacralisation of men in the film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibalas Tuntas'. The film tells of various social conflicts, including discrimination against women and making women mere objects. But on the other hand, the women in the film have a heroic nature and have the same strength as men. Therefore, this film is interesting to study in seeing the desacralisation of the position of men throughout the film. This research uses the theoretical basis of mass media, mass communication, feminism and semiotics. This research uses a qualitative approach with data collection methods of observation, documentation and interviews. As a result, the film contains many scenes that show the desacralisation of men. To strengthen the desacralisation, the film shows the discriminatory side towards women. The film shows that women can fight back and have the same power as men. The film is also very much related to feminist views, with a rebuttal to misogynist views. Penelitian ini akan membahas mengenai desakralisasi terhadap kaum laki-laki dalam film ‘Seperti Dendam Rindu Harus Dibalas Tuntas’. Film tersebut menceritakan berbagai konflik sosial termasuk diskriminasi terhadap kaum perempuan dan menjadikan perempuan sebagai objek belaka. Namun di sisi lain, kaum perempuan pada film tersebut memiliki sifat yang heroik dan memiliki kekuatan yang sama dengan kaum laki-laki. Oleh karenanya, film ini menjadi menarik untuk diteliti dalam melihat desakralisasi terhadap posisi kaum laki-laki yang ada sepanjang film. Penelitian ini menggunakan landasan teori media massa, komunikasi massa, feminisme dan semiotika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasilnya, film banyak mengandung adegan-adegan yang menunjukkan desakralisasi kaum laki-laki. Untuk memperkuat desakralisasi tersebut, film menunjukkan sisi diskriminatif terhadap kaum perempuan. Film menunjukkan bahwa perempuan dapat melawan dan memiliki kekuatan yang sama dengan laki-laki. Film ini juga sangat berkaitan dengan pandangan feminisme dengan bantahan terhadap pandangan misoginis.
Meriam Sebagai Media Komunikasi Tradisional (Studi Tradisi Dentuman Meriam Sebagai Penanda Buka Puasa) Suiwidjaja, Mikhael Alfian; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.25240

Abstract

The blast produced by the cannon is one of the traditional communication media. The blast of the cannon is a tradition carried out by the community at the Al-A'raaf Great Mosque in Rangkasbitung. Tradition is a form of culture that is maintained and passed down from generation to generation by the local community. The tradition of the cannon blast became a culture for the people of Rangkasbitung. The cannon blast is used to mark the time during the month of Ramadan every year. This research will discuss the function of the cannon as a traditional communication media in the tradition of the cannon blast to mark the breaking of the fast at the Al-A'raaf Great Mosque in Rangkasbitung. In this research, the author uses the theory of cultural studies from Stuart Hall and uses a qualitative approach method with the phenomenological method from Bogdan and Taylor. The data in this study were obtained through interviews, observations, literature studies, and documentation. The results showed that the use of cannons as a marker of breaking the fast has existed since the colonial era. Other findings also showed that the tradition of the cannon blast as a marker of breaking the fast was formed due to the influence of the power of the dominant group, namely the people of Rangkasbitung, especially those who practiced fasting. The cannon acts as a persuasive traditional communication medium and develops into a culture in the community. Dentuman yang dihasilkan meriam merupakan salah satu media komunikasi tradisional. Dentuman meriam merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat di Masjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung. Tradisi merupakan bentuk kebudayaan yang dipertahankan dan diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat. Tradisi dentuman meriam menjadi budaya bagi masyarakat Rangkasbitung. Dentuman meriam digunakan untuk menandakan waktu saat bulan Ramadhan setiap tahun. Penelitian ini akan membahas fungsi meriam sebagai media komunikasi tradisional dalam tradisi dentuman meriam penanda buka puasa di Masjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori kajian budaya dari Stuart Hall dan menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dari Bogdan dan Taylor. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui hasil wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan meriam sebagai penanda buka puasa sudah ada sejak zaman penjajahan. Temuan lain juga menunjukan bahwa tradisi dentuman meriam sebagai penanda buka puasa terbentuk karena adanya pengaruh dari kekuatan kelompok dominan yakni masyarakat Rangkasbitung terutama yang menjalankan ibadah puasa. Meriam berperan sebagai media komunikasi tradisional yang mengandung komunikasi persuasif dan berkembang menjadi budaya di tengah masyarakat.
Penetrasi Sosial Generasi Muda Melalui Aplikasi Kencan Online Teguh, Fiola; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27439

Abstract

This research discusses the phenomenon of social penetration in the context of online dating apps with a focus on the younger generation of Coffee Meets Bagel users. As one of the online dating apps, Coffee Meets Bagel provides a new alternative to finding and establishing romantic relationships by utilizing features such as searches based on preferences, interests, and location. Statistics show a significant increase in online dating app users, especially in Indonesia, with Coffee Meets Bagel as an app that emphasizes quality over quantity. In this context, social penetration is an interesting aspect to research, given its influence on the stages of the communication process in online dating apps. This research asks the main question, namely, how the process of social penetration stages among the younger generation establishes relationships through the Coffee Meets Bagel online dating application. This research is based on the Social Penetration Theory using the phenomenological method through a qualitative approach. The results of this study focus on the four stages of social penetration, according to Taylor and Altman. Through these four stages, the process of stages in a relationship that starts from online dating can be clearly described, both from the process of self-disclosure to the obstacles experienced. Penelitian ini membahas fenomena penetrasi sosial dalam konteks aplikasi kencan daring dengan fokus pada generasi muda pengguna Coffee Meets Bagel. Sebagai salah satu aplikasi kencan online, Coffee Meets Bagel memberikan alternatif baru dalam menemukan dan menjalin hubungan asmara dengan memanfaatkan fitur-fitur seperti pencarian berdasarkan preferensi, minat, dan lokasi. Statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengguna aplikasi kencan online, khususnya di Indonesia, dengan Coffee Meets Bagel sebagai aplikasi yang mengedepankan kualitas daripada kuantitas. Dalam konteks ini, penetrasi sosial menjadi aspek yang menarik untuk diteliti, mengingat pengaruhnya terhadap tahapan proses komunikasi dalam aplikasi kencan online. Penelitian ini mengajukan pertanyaan utama, yaitu bagaimana proses tahapan penetrasi sosial di kalangan generasi muda dalam menjalin hubungan melalui aplikasi kencan online Coffee Meets Bagel. Penelitian ini berlandaskan pada Teori Penetrasi Sosial dengan menggunakan metode fenomenologi melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini berfokus pada empat tahapan penetrasi sosial menurut Taylor dan Altman. Melalui keempat tahapan tersebut, proses tahapan dalam sebuah hubungan yang berawal dari kencan daring dapat digambarkan dengan jelas, baik dari proses pengungkapan diri hingga hambatan yang dialami.
Intensitas Komunikasi terhadap Kualitas Hubungan Berpacaran Mahasiswa Wijaya, Adeline Felice Gunawan; Loisa, Riris
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27531

Abstract

Communication intensity plays an important role in determining the quality of a romantic or dating relationship. The quality of a relationship will determine its success or failure. This study aims to determine the effect of communication intensity on the quality of dating relationships. This research uses the concept of interpersonal communication, and the method used is the survey method, which is done by distributing questionnaires to samples that have been determined according to the Slovin formula with a quantitative approach. The calculation of statistical data in this study was assisted by using SPSS 25.0. The result of this study is that communication intensity has a strong influence on the quality of paired relationships based on the results of the determination test obtained an R-value of 0.841 and an R square value of 0.708 (70.8%) Intensitas komunikasi berperan penting dalam menentukan kualitas hubungan romantis atau pacaran. Kualitas suatu hubungan akan menentukan berhasil tidaknya sebuah hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas komunikasi terhadap kualitas suatu hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi interpersonal dan metode yang digunakan adalah metode survei dengan membagikan kuisioner kepada sampel yang telah ditentukan sesuai rumus Slovin dengan pendekatan kuantitatif. Perhitungan data statistik pada penelitian ini dibantu dengan mengggunakan SPSS 25.0. Hasil dari penelitian ini adalah intensitas komunikasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap kualitas hubungan berpasangan berdasarkan dari hasil uji determinasi, diperoleh nilai R 0,841 dan nilai R square sebesar 0,708 (70,8%). 
Komunikasi Instagram Narasi.tv dengan Generasi Z melalui Empat Pilar Media Sosial Michael, Michael; Rusdi, Farid
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27559

Abstract

Currently, people rely more on social media to get information. In Indonesia, as many as 79% of the population uses social media to get information. One media company that disseminates information via social media is Narasi.tv which uses Instagram social media. The Narasi.tv Instagram account presents information in a different format. By using four pillars of social media strategy, this research wants to find out how the Narasi.tv Instagram account's communication strategy is in conveying messages to Generation Z. Researchers use descriptive qualitative research methods to be able to explore a phenomenon, an event, social activities, attitudes, views, beliefs, and an individual or a group. Data collection techniques include interviews, observation, and literature study. The results of this research show that the Narasi.tv Instagram account uses four strategic pillars to reach generation Z, consisting of communication, collaboration, education, and entertainment. Of these four pillars, the most prominent is entertainment using jokes which is a concern for Gen Z and makes interaction with the target audience easier. Saat ini masyarakat lebih mengandalkan media sosial untuk mendapatkan sebuah informasi. Di Indonesia, sebanyak 79% penduduk menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi. Salah satu perusahaan media yang menyebarkan informasi lewat media sosial adalah Narasi.tv yang menggunakan media sosial Instagram. Akun Instagram Narasi.tv menyajikan informasi dengan format berbeda. Dengan menggunakan empat pilar strategi media sosial penelitian ini ingin mengetahui bagaimana strategi komunikasi akun Instagram Narasi.tv dalam menyampaikan pesan kepada Generasi Z. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif untuk bisa mendalami sebuah fenomena, sebuah peristiwa, kegiatan secara sosial, sikap, pandangan, kepercayaan, dan seorang individual atau suatu kelompok. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan akun Instagram Narasi.tv menggunakan empat pilar strategi untuk menggapai generasi Z yang terdiri dari komunikasi, kolaborasi, edukasi, dan hiburan. Dari keempat pilar ini yang paling menonjol adalah hiburan dengan menggunakan guyonan yang menjadi keresahan para Gen Z dan membuat interaksi dengan target audiens menjadi lebih mudah.
Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Politik @puterikomarudin melalui Instagram Hardianto, Aldi; Pribadi, Muhammad Adi
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27560

Abstract

Political communication through online media is important for an election candidate to achieve their goals. One of the political communication activities of political elites with the public is carried out by DPR member Puteri Komarudin. This study aims to determine how the role of symbolic interaction in political communication planning through Instagram social media @puterikomarudin aimed at Generation Z as election voters. This research uses qualitative research methods. The results showed that the symbolic interaction applied in @puterikomarudin's political communication planning was carried out by instilling clear identities and values. The strong role of symbolic interaction in the @puterikomarudin account has an impact on the political communication planning process in achieving the goal of the DPR RI general election and team performance. Komunikasi politik melalui media online merupakan hal penting dilakukan bagi seorang kandidat pemilu dalam mencapai tujuannya. Salah satu kegiatan komunikasi politik elit politik dengan masyarakat dilakukan oleh anggota DPR Puteri Komarudin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran interaksi simbolik dalam perencanaan komunikasi politik melalui media sosial Instagram @puterikomarudin yang ditujukan ke generasi Z sebagai pemilih pemilu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi simbolik yang diterapkan dalam perencanaan komunikasi politik @puterikomarudin dilakukan dengan menanamkan identitas dan nilai-nilai yang jelas. Kuatnya peran interaksi simbolik dalam akun @puterikomarudin berdampak pada proses perencanaan komunikasi politik dalam mencapai tujuan pemilihan umum DPR RI, dan kinerja tim.
Analisis Semiotika Representasi Maskulinitas Karakter Perempuan dalam Film Love and Leashes Putri Rossa, Aldila; Setyanto, Yugih
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27562

Abstract

In gender research, there are terms called masculine and feminine. In traditional environments, women are seen as more feminine characters who are restricted in expression. Meanwhile, the modern environment provides a platform for women to perform the roles they want. Men don't have to have a character, and women don't have to have a feminine character. This is shown in the Korean movie Love and Leashes, which attaches masculinity to female characters. This research uses a descriptive qualitative approach that refers to John Fiske's semiotic analysis method and is divided into three aspects: the level of reality, the level of representation, and the level of ideology. The results of this study show that there are messages of masculinity through female characters, which are conveyed through independent, assertive, and rational female figures. Masculinity is displayed in terms of appearance, shooting angle, and ideology that wants to be given in the movie. Dalam penelitian mengenai gender, ditemukan istilah yang disebut maskulin dan feminim. Di lingkungan tradisional, perempuan lebih dipandang sebagai karakter yang feminim namun terbatas dalam berekspresi. Sementara itu, lingkungan modern memberikan wadah bagi perempuan dalam menunjukkan peran yang diinginkannya. Laki-laki tidak harus berkarakter, Perempuan tidak harus memiliki karakter feminim. Hal itu ditunjukkan pada film Korea berjudul Love and Leashes yang justru melekatkan maskulinitas pada karakter perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang merujuk pada metode analisis semiotika John Fiske dan dibagi menjadi tiga aspek, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya penyampaian pesan maskulinitas melalui karakter perempuan, yang disampaikan melalui sosok perempuan yang mandiri, tegas, dan rasional. Maskulinitas itu diperlihatkan baik dari segi penampilan, sudut pandang kamera maupun ideologi yang ingin disampaikan dalam film.