cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Edukasi Seks Akan Kontrol Diri Remaja dalam Film Dua Garis Biru Patmadewahni, Latiffah Kesnin; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27635

Abstract

  This research aims to explain teenagers' self-control education regarding free sexual behavior in the film entitled Two Blue Lines. The research uses a descriptive qualitative approach. The research method uses Roland Barthes' semiotic analysis which leads to two-way significance with meaning. The subjects in this research are the main characters Dara and Bima. The object of this research is self-control in the film scene being studied. Research data collection methods are observation, documentation and literature study. The film entitled Two Blue Lines is a drama film from Indonesia which tells the story of a pair of teenagers who fall in love in high school who are determined to engage in promiscuous sexual acts outside of marriage, which causes Dara to become pregnant and destroys the future of the two teenagers. Education related to casual sex and reproductive health is still very lacking in adolescence. This film explains that abortion is not a way out of an out-of-wedlock pregnancy. The results of this research show that sex education is very important in adolescence with the presence of free sexual behavior in adolescence resulting from a lack of strong self-control in a teenager which can be interpreted in footage from scenes in films which also present the consequences of sexual behavior who is free. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan edukasi kontrol diri remaja terhadap perilaku seks bebas dalam film yang berjudul Dua Garis Biru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode penelitian menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yang mengarah pada signifikasi dua arah dengan makna. Subjek dalam penelitian ini yaitu pemeran utama Dara dan Bima. Objek dalam penelitian ini yaitu kontrol diri yang ada dalam adegan film yang sedang diteliti. Metode pengumpulan data penelitian yakni observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Film berjudul Dua Garis Biru merupakan sebuah film drama asal Indonesia yang bercerita tentang sepasang remaja yang menjalin kasih di bangku SMA yang nekat melakukan perbuatan seksual bebas di luar nikah, yang menyebabkan Dara hamil dan menghancurkan masa depan kedua remaja tersebut. Edukasi yang berkaitan dengan seks bebas dan kesehatan reproduksi masih sangat kurang di usia remaja. Film ini menjelaskan bahwa tindakan aborsi bukan jalan keluar dalam sebuah kehamilan di luar nikah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi seks sangat penting dalam usia remaja dengan adanya perilaku seks bebas di usia remaja terjadi yang ditimbulkan tidak adanya kontrol diri yang kuat dalam diri seseorang remaja yang dapat dimaknai dalam cuplikan adegan dalam film yang turut serta menyajikan konsekuensi dari perilaku seksual yang bebas. 
Analisis Semiotik Kesadaran Palsu dalam Media Baru (Augmented Reality) dalam Film Ketika Berhenti di Sini Santoso, Maria Regina Yanuarika Putri; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27636

Abstract

The film When Stop Here combines the romance genre with a sci-fi theme which highlights innovative technological advances in creating new media based on virtual reality, Augmented Reality. This technological reality projection can trigger individuals to experience disorientation and change their beliefs about the reality they see, this is what is called false consciousness. The aim of this research is to show a picture of false consciousness in new media (Augmented Reality) contained in the film Kapan Stop Here using Charles Sander Pierce's semiotic method. The concept of depicting false consciousness is characterized by changes brought about by individuals through gestures and speech which are associated with hegemony, which is the dominance of one group over another group. The results of the analysis of this film show that there is a picture of false consciousness in new media (Augmented Reality) experienced by the character Dita which is caused by disorientation from the Augmented Reality projection which causes dependency, thereby triggering changes in attitudes and behavior that disrupt her relationships with the people around her. Film Ketika Berhenti di Sini menggabungkan genre romansa dengan tema sci-fi yang menonjolkan inovasi kemajuan teknologi dalam menciptakan media baru berbasis realitas virtual Augmented Reality. Projeksi realitas teknologi tersebut dapat memicu individu untuk mengalami disorientasi dan merubah keyakinan individu terhadap realitas yang dilihatnya, hal inilah yang disebut dengan kesadaran palsu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan gambaran kesadaran palsu dalam media baru (Augmented Reality) yang terkandung dalam film Ketika Berhenti Di Sini dengan menggunakan metode semiotik Charles Sander Pierce. Konsep penggambaran kesadaran palsu ditandai oleh perubahan yang ditimbulkan oleh individu lewat gestur maupun tutur kata yang dikaitkan dengan hegemoni yang merupakan dominasi satu kelompok terhadap kelompok lainnya. Hasil analisis dari film ini menunjukkan adanya gambaran kesadaran palsu dalam media baru (Augmented Reality) yang dialami oleh tokoh Dita yang disebabkan oleh disorientasi realitas dari projeksi Augmented Reality yang menyebabkan ketergantungan sehingga memicu perubahan sikap dan perilaku yang mengganggu relasinya dengan orang-orang di sekitarnya. 
Studi Semiotika Kelas Sosial Masyarakat Korea Utara dalam Serial Crash Landing On You Nathania, Metta; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27646

Abstract

This research was motivated by the popularity of Korean dramas in Indonesia. This research aimed to determine: 1) the representation of social class in North Korea in the Crash Landing on You series; 2) the elements of signs, objects, and interpretants about social class in the Crash Landing on You series. This research uses a qualitative approach and discourse analysis methods. The research subject is the Crash Landing on You series, and the research object is the social class representation. This research used Karl Marx's social class theory. The data collection method used primary and secondary data. Researchers interviewed two South Korean citizens, one Indonesian citizen living in South Korea, and a sociologist as a triangulator. The data analysis technique used Charles Sanders Peirce's semiotic and Miles and Huberman’s data analysis stages. The results showed that the representation of social class is shown through employment, income, and education indicators. The upper social class has better access to various fields, while the lower social class has limited access to government facilities, work, and education. The analysis results of the sign, object, and interpretant elements show contrasting differences between the upper and lower social classes in the Crash Landing on You series.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepopuleran drama Korea di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui: 1) representasi kelas sosial pada masyarakat Korea Utara dalam serial Crash Landing on You; 2) elemen sign, object dan interpretant tentang kelas sosial dalam serial Crash Landing on You. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis wacana. Subjek penelitian yaitu serial Crash Landing on You dan objek penelitian yaitu representasi kelas sosial. Kelas sosial dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori kelas sosial Karl Marx. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Peneliti mewawancarai dua warga Korea Selatan, satu warga Indonesia yang tinggal di Korea Selatan, dan sosiolog sebagai triangulator. Teknik analisis data menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Peirce yang memuat sign, object dan interpretant serta tahapan analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi kelas sosial pada masyarakat Korea Utara dalam serial Crash Landing on You ditampilkan melalui indikator pekerjaan, pendapatan dan pendidikan. Kelas sosial atas memiliki akses yang lebih baik dalam berbagai bidang, sedangkan kelas sosial bawah memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pemerintah, pekerjaan, dan pendidikan. Analisis pada elemen sign, object, dan interpretant menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang kontras antara kelas sosial atas dan bawah dalam serial Crash Landing on You.
Kreativitas Konten Iklan Mobil Listrik untuk Meningkatkan Brand Awareness Rahmat, Sandia Ivan; Erdiansyah, Rezi
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27650

Abstract

Electric cars are the latest innovation in the modern era and have become a popular trend among young people, both in Indonesia and abroad. Several automotive companies have introduced the latest innovations in electric vehicle production to reduce air pollution. This research employs a quantitative research method using survey techniques by distributing questionnaires to collect data from respondents through Google Forms. The study population consists of individuals aged 18-25 who have seen electric car advertisements in various media, with a sample size of 100. The collected research data is tested using the IBM SPSS version 29. The research findings indicate that creativity in advertising has a positive impact on brand awareness related to electric car advertising content, amounting to 66.2%. These findings affirm that innovative advertising strategies, particularly in the form of creative content, play a role in shaping perceptions and increasing awareness among the target audience, contributing to the formation of brand awareness. This research also provides insights into how the role of creativity in advertising can be a key factor in attracting interest and brand awareness regarding innovations such as electric cars among young people. Creating innovative advertising creativity becomes an effective tool in shaping brand image and enhancing public acceptance of environmentally friendly technology. Mobil listrik merupakan inovasi terkini dalam era modern dan menjadi tren yang digemari oleh anak muda, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Beberapa perusahaan otomotif telah menghadirkan inovasi terbaru dalam produksi kendaraan listrik guna mengurangi polusi udara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik survei dengan cara melakukan penyebaran kuesioner untuk mengumpulkan data dari responden menggunakan google form. Populasi individu dalam melakukan penelitian ini adalah remaja yang berusia 18-25 tahun yang pernah melihat iklan mobil listrik di berbagai media dengan sampel yang digunakan berjumlah 100. Data peneliti yang diperoleh diuji menggunkaan aplikasi IBM SPSS versi 29. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dalam iklan memberikan dampak yang positif terhadap kesadaran merek terkait konten iklan mobil listrik sebesar 66,2%. Dalam temuan ini menegaskan bahwa strategi periklanan inovatif dalam bentuk kreativitas konten iklan yang dapat memainkan peran dalam membentuk persepsi dan meningkatkan kesadaran di kalangan target audiens, yang memiliki berkontribusi dalam pembentukan brand awareness. Penelitian ini juga dapat memberikan pengetahuan tentang bagaimana peran kreativitas dalam iklan dapat menjadi faktor kunci dalam menarik minat dan kesadaran merek terhadap inovasi seperti mobil listrik di kalangan remaja. Dalam membuat kreativitas iklan yang inovatif menjadi alat efektif dalam membentuk citra merek dan meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap teknologi ramah lingkungan.
Pengelolaan Self-disclosure Generasi Z melalui Penggunaan Multiple Accounts di Instagram Tandres, Herliany; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27659

Abstract

This research extensively explores the phenomenon of Self-disclosure among Generation Z in the context of using Multiple Accounts on the Instagram platform, aiming to gain a deeper understanding of how Generation Z carefully manages their self-disclosure. Within the theoretical framework of Self-disclosure theory and the Johari Window, a qualitative constructivist phenomenological approach is applied, focusing on individuals from Generation Z who actively use more than two Instagram accounts. The research findings indicate that Generation Z consciously categorizes their accounts into three separate categories: a personal account for general content, a private account for more profound self-disclosure to trusted followers, and a professional account for specialized content showcasing their expertise. These findings reflect Generation Z's early awareness of the importance of shaping and maintaining their personal branding and digital identity through tailored openness based on the type of account they manage. This research provides deeper insights into how Generation Z manages Multiple Accounts, and these implications can be used to understand their digital self-disclosure dynamics in this modern era. Penelitian ini secara rinci mengeksplorasi fenomena Self-disclosure Generasi Z dalam konteks penggunaan Multiple Accounts di platform Instagram, bertujuan untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana Generasi Z secara hati-hati mengelola pengungkapan diri mereka. Dalam kerangka teoretis teori Self-disclosure dan Johari Window, pendekatan kualitatif fenomenologi konstruktivisme diterapkan dengan fokus pada individu Generasi Z yang aktif menggunakan lebih dari dua akun Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z dengan sadar mengelompokkan akun mereka menjadi tiga kategori yang terpisah, akun personal untuk konten umum, akun privat untuk pengungkapan yang lebih mendalam kepada followers terpercaya, dan akun profesional untuk konten khusus yang menunjukkan keahlian mereka. Temuan ini mencerminkan kesadaran dini Generasi Z akan pentingnya membentuk dan merawat personal branding serta identitas digital mereka melalui keterbukaan yang disesuaikan dengan jenis akun yang mereka kelola. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana Generasi Z dalam mengelola Multiple Accounts, dan implikasi ini dapat digunakan untuk memahami dinamika pengungkapan diri mereka secara digital dalam era modern ini.
Gaya Kepemimpinan Perempuan Pemimpin dalam Membangun Reputasi Perusahaan Mentari Group Kyra, Ancilla; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27672

Abstract

This research discusses the leadership style of women leaders in building corporate reputation. Leaders are an important factor in determining the success of an organization. Therefore, this research aims to find out the leadership style of women leaders applied in building the company's reputation. This research uses Organizational Communication Theory and three leadership style concepts, namely assertive communication style, situational leadership of Paul Hershey and Kenneth H. Blanchard, and transactional female leadership style. The researcher used a qualitative approach with a case study method. In obtaining data, researchers conducted in-depth interviews, non-participatory observations, and documentation studies. The results showed that goal-oriented leadership while still focusing on fostering relationships between members is a good thing. In addition, a balanced collaboration between communication styles, leadership styles, and consistency in living the company's vision, mission, and values can create a positive organizational culture. Penelitian ini membahas gaya kepemimpinan perempuan pemimpin dalam membangun reputasi perusahaan. Pemimpin menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan perempuan pemimpin yang diterapkan dalam membangun reputasi perusahaan. Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Organisasi dan tiga konsep gaya kepemimpinan, yakni gaya komunikasi asertif, kepemimpinan situasional Paul Hershey dan Kenneth H. Blanchard, dan gaya kepemimpinan perempuan yang transaksional. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Dalam memperoleh data, peneliti melakukan wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan yang berorientasi pada tujuan namun tetap fokus membina hubungan antar anggota merupakan hal yang baik. Selain itu, kolaborasi yang seimbang antara gaya komunikasi, gaya kepemimpinan, dan konsistensi untuk menghidupi visi, misi, serta nilai perusahaan mampu menciptakan budaya organisasi yang positif.
Partisipasi Publik pada Postingan Instagram @narasinewsroom terkait UU Ciptaker Nahas, Maria Pricilia Rahmawati; Junaidi, Ahmad
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27687

Abstract

At the beginning of its preparation, the Ciptakerja Law received a huge response from the public, many of whom provided support, but most of them gave rejection. one of the media that became a source of information by the public was Instagram, especially the @narasinewsroom account. Narasi newsroom presents actual information on the issue of the Ciptaker Law from the beginning of its formation to its ratification, so that it has a wide reach, this can be seen from how the public participates in the content uploaded by Narasi newsroom. This research uses a Qualitative approach with a case study method. The subject in this study is audience research related to the ciptaker law on the Instagram content of the Narasi newsroom with comments on the Narasi newsroom Instagram account as the object of research. Data collection techniques use primary data, namely interviews and observations and secondary data, namely online data searches, tada analysis techniques using content analysis and sentiment analysis with data validity techniques using data triangulation, research and topic deepening carried out since March 23, 2023. The conclusion of this research is that through Instagram the dissemination of information is easier and reaches a wider public, this can be seen from the various responses from the public to the information disseminated. Pada awal penyusunannya UU ciptakerja mendapat respon yang begitu besar dari masyarakat banyak yang memberikan dukungan, namun sebagian besar memberikan penolakan. salah satunya media yang menjadi sumber informasi oleh masyarakat adalah Instagram khususnya akun @narasinewsroom. Narasi newsroom menghadirkan informasi aktual mengenai isu UU Ciptaker sejak awal pembentukan hingga pengesahannya, sehingga dengan jangkauan yang luas, hal ini dilihat dari bagaimana publik berpartisipasi pada konten yang di unggah oleh Narasi newsroom. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah partisipasi publik terkait UU ciptaker di konten Instagram narasi newsroom dengan komentar pada akun Instagram narasi newsroom sebagai objek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yakni wawancara dan observasi serta data sekunder yakni penelusuran data online, teknik analisis tada menggunakan analisis konten dan analisis sentimenm dengan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data, penelitian dan pendalaman topik dilakukan sejak 23 maret 2023. Simpulan dari penelitian ini adalah melalui Instagram penyebaran informasi lebih mudah dan menjangkau publik lebih luas hal ini dilihat dari berbagai respons dari masyarakat pada informasi yang disebarkan.
Pengalaman Komunikasi Penyintas Gangguan Psikomatik Akibat Ketakutan terhadap Covid-19 di Masa Pandemi Paraswati, Vellyana; Dida, Susanne; Hafiar, Hanny
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.28367

Abstract

Psychosomatic symptoms can range from mental symptoms such as stress to physical symptoms such as the appearance of complaints in the body which, when checked, show no dysfunction in any part of the body. This research aims to find out and understand the communication experiences of survivors of psychosomatic disorders due to fear of COVID-19 during the pandemic This research uses a qualitative approach with phenomenological methods. The research subjects consisted of 8 (eight) informants who were carried out by snowballing. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. The results of the first research revealed that the COVID-19 pandemic was interpreted personally as causing fear and giving rise to various kinds of anxiety that had an impact on a person's physical and mental health. So, it is necessary to take preventive measures so that this virus does not spread further. On the other hand, excessive anxiety that causes physical complaints can cause a person to experience psychosomatic disorders. Psychosomatic symptoms can range from mental symptoms such as stress to physical symptoms such as the appearance of complaints in the body which, when checked, show no dysfunction in that part of the body. The psychosomatics experienced by a person can become an obstacle for a person in communicating. Someone who experiences psychosomatic disorders that are so severe that they interfere with daily activities need treatment by visiting a professional, either a psychologist or psychiatrist. The final findings that researchers obtained from the effects after therapeutic communication that was established, survivors became aware of the importance of consulting with professional staff to obtain relief so that they could return to normal activities. From the results of the research, researchers concluded that the anxiety experienced by a person can weaken their immune system, causing physical illness. When anxiety has an impact on daily activities, people need to go to professionals to get treatment so that the impact does not get worse. Gejala psikosomatik dapat berupa gejala mental seperti stress hingga menimbulkan gejala fisik seperti munculnya keluhan ditubuh yang ketika dilakukan pengecekan tidak terdapat disfungsi pada bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pengalaman komunikasi penyintas gangguan psikosomatik akibat ketakutan terhadap COVID-19 di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subyek penelitian terdiri atas 8 (delapan) orang informan yang dilakukan secara snowball. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang pertama mengungkapkan bawah pandemic COVID-19 dimaknai secara personal membuat ketakutan dan memunculkan berbagai macam kecemasan hingga berdampak pada fisik dan mental seseorang. Sehingga perlu adanya upaya pencegahan yang dilakukan agar virus ini tidak semakin menyebar. Disisi lain kecemasan yang berlebihan hingga memunculkan keluhan fisik membuat seseorang mengalami psikosomatik. Gejala psikosomatik dapat berupa gejala mental seperti stress hingga menimbulkan gejala fisik seperti munculnya keluhan ditubuh yang ketika dilakukan pengecekan tidak terdapat disfungsi pada bagian tubuh tersebut. Psikosomatik yang dialami seseorang dapat menjadi penghambat seseorang dalam berkomunikasi. Seseorang yang mengalami psikosomatik hingga yang parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari perlu melakukan pengobatan dengan mendatangi tenaga professional baik psikolog atau psikiater. Temuan terakhir yang peneliti peroleh dari efek setelah adanya komunikasi terapeutik yang terjalin penyintas menjadi sadar pentingnya berkonsultasi dengan tenaga professional untuk memperoleh kelegaan sehingga ia dapat beraktivitas kembali secara normal. Dari hasil penelitian peneliti menyimpulkan bahwa kecemasan yang dialami seseorang dapat membuat daya tahan tubuhnya melemah sehingga menyebabkan penyakit fisik. Ketika kecemasan sudah berdampak pada aktivitas sehari-hari maka masyarakat perlu mendatangi tenaga professional untuk memperoleh pengobatan sehingga dampaknya tidak semakin berat.
Cover Koneksi Vol 8 No 1 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.29122

Abstract

Cover Koneksi Vol 8 No 1
Back Matters Koneksi Vol 8 No 1 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.29123

Abstract

Back Matters Koneksi Vol 8 No 1