cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Front Matters Koneksi Vol 8 No 1 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.29313

Abstract

Front Matters Koneksi Vol 8 No 1
Interaksi Simbolik pada Host Livestreamer di TikTok @Luunashop Halim, Regina Aurelia; Pribadi, Muhammad Adi
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27528

Abstract

Social media is a channel for product marketing and online communication. One of the selling accounts that uses TikTok social media as a promotional medium is @luunashop. There are various ways that sellers interact with audiences, one of which is through live-streaming activities. The purpose of this study is to analyze and describe the activities of live streamer hosts in conducting live streaming activities on the Tiktok @luunashop account. This research uses symbolic interaction theory and the concepts of live streamer host and brand recognition. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques with observation, documentation, and in-depth interviews. This research shows that livestreamer hosts play an important role in sales activities to make the brand recognized by many people.   Media sosial menjadi saluran pemasaran produk dan komunikasi secara online. Salah satu akun jualan yang menggunakan media sosial Tiktok sebagai media promosi adalah @luunashop. Terdapat berbagai macam cara yang dilakukan oleh penjual untuk berinteraksi dengan audiens, salah satunya melalui kegiatan live streaming. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kegiatan host livestreamer dalam melakukan kegiatan live streaming di akun Tiktok @luunashop. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dan konsep host livestreamer dan brand recognition. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Penelitian ini menunjukkan host livestreamer memegang peran penting dalam kegiatan penjualan untuk membuat brandtersebut dikenal oleh banyak orang.
Analisis Semiotika Pesan Afirmasi pada Lirik Lagu DAY6 ‘Marathon’ Cindy, Cindy; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27543

Abstract

Song lyrics can be an effective communication medium to convey affirmation messages. Affirmation is needed in everyday life, as many people, especially the younger generation, often feel anxious or worried due to pressure from the surrounding environment. This research aims to find out and describe the affirmation message represented in the lyrics of the song 'Marathon.' This research uses mass communication, song lyrics, popular culture, affirmation messages, and semiotic analysis. The research used a qualitative approach using Ferdinand de Saussure's semiotic analysis method. The results of this study show the representation of affirmation messages in the lyrics of the song 'Marathon' in developing positive thoughts, increasing self-confidence and self-belief, and increasing calmness.   Lirik lagu dapat menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan afirmasi. Afirmasi dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari melihat banyaknya masyarakat terutama generasi muda yang sering merasa cemas atau khawatir akibat tekanan dari lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pesan afirmasi yang direpresentasikan dalam lirik lagu ‘Marathon’. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi massa, lirik lagu, budaya populer, pesan afirmasi, dan analisis semiotika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan dengan menggunakan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya representasi pesan afirmasi pada lirik lagu ‘Marathon’ dalam mengembangkan pikiran positif, meningkatkan kepercayaan diri dan keyakinan diri, serta meningkatkan ketenangan.
Penggunaan Atribut Lightstick dalam Komunikasi dan Pembentuk Identitas Sosial Jessica, Jessica; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27545

Abstract

K-Pop, or Korean Pop, is a subgenre of pop music originating from South Korea. K-Pop is synonymous with boy groups and girl groups. Apart from their music, K-Pop idols are loved by the public because of their charming visuals and special trinkets that are not owned by other genres. Fans compete to buy attributes such as lightsticks because they are unique and different. Fans cheer, sing, and dance in concerts using lightstick attributes to convey support to their idols. K-Pop fans with similar interests and preferences for the same artist usually join a group called a fandom. In this fandom, fans do activities to support, express, and share information about their idols. This research aims to identify and describe the communication attributes that form the social identity of K-Pop fans in Indonesia. The concepts that support this research are non-verbal communication, artifactual communication, attributes in communication, and social identity. The study was conducted using a qualitative approach and phenomenological method. The results showed that fans use lightstick attributes to convey non-verbal messages to their idols, fellow fans in the same fandom, and the general public; lightsticks are also used to express social identity in a group. K-Pop atau Korean Pop adalah subgenre musik pop yang berasal dari Korea Selatan. K-Pop identik dengan boy group dan girl group. Selain karena karya musiknya, idola K-Pop digandrungi oleh masyarakat karena visual yang menawan dan pernak-pernik khusus yang tidak dimiliki oleh genre lain. Para penggemar berlomba-lomba untuk membeli atribut seperti lightstick karena dinilai unik dan berbeda. Penggemar bersorak, bernyanyi dan menari dalam konser menggunakan atribut lightstick untuk menyampaikan dukungan kepada idolanya. Penggemar K-Pop dengan minat dan kesukaan terhadap artis yang sama biasanya bergabung ke dalam satu kelompok yang disebut sebagai fandom. Dalam fandom ini, penggemar melakukan aktivitas mendukung, mengekspresikan dan berbagi informasi terkait idola mereka. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan atribut dalam komunikasi membentuk identitas sosial penggemar K-Pop di Indonesia. Konsep yang mendukung penelitian ini adalah konsep komunikasi non-verbal, komunikasi artifaktual, atribut dalam komunikasi dan identitas sosial. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut lightstick digunakan oleh penggemar untuk menyampaikan pesan non-verbal kepada idolanya, sesama penggemar dalam satu fandom yang sama serta kepada masyarakat umum, selain itu lightstick juga digunakan untuk menyatakan identitas sosial dalam sebuah kelompok.
Pola Komunikasi Keluarga dalam Membangun Kedisiplinan Anak Pengguna Media Sosial Agustinus, Michael; Loisa, Riris
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27549

Abstract

Communication in a family plays a vital role in the development and formation of individual children. Family communication can provide many benefits. In building discipline among children who use social media, it is necessary to pay attention to family communication patterns and how social media influences changes in children's interactions with others. Open and honest communication between family members is needed. In addition, it is also necessary to have motivation and harmony in helping the formation of individual children. With communication, motivation, and harmony in the family, children can grow and develop well, leading to discipline in children. This research is based on the concept of family communication patterns and interpersonal communication, which focuses on family communication, social media, and child discipline. This research was conducted using the phenomenological method. This study aims to provide an overview of how communication patterns occur in families with teenage children as middle-class social media users. This research shows that a consensual family communication pattern can help parents and children understand each other more effectively because this pattern prioritizes interaction between both parties. Komunikasi dalam sebuah keluarga memegang peran penting dalam perkembangan dan pembentukan individu anak. Komunikasi keluarga dapat memberikan banyak manfaat. Dalam membangun kedisiplinan anak pengguna media sosial, perlu diperhatikan mengenai pola komunikasi keluarga dan bagaimana pengaruh media sosial dalam perubahan interaksi anak dengan orang lain. Komunikasi yang terbuka dan jujur antar anggota keluarga diperlukan. Selain itu, perlu juga adanya motivasi dan juga keharmonisan dalam membantu pembentukan individu anak. Dengan adanya komunikasi, motivasi dan keharmonisan dalam keluarga, anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik yang dapat memunculkan kedisiplinan pada anak. Penelitian ini dilandasi dengan konsep pola komunikasi keluarga, komunikasi interpersonal yang berfokus pada komunikasi keluarga, media sosial dan juga kedisiplinan anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode fenomenologi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana pola komunikasi yang terjadi dalam keluarga yang memiliki anak remaja sebagai pengguna media sosial kelas menengah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga konsensual merupakan salah satu pola yang dapat membantu adanya pemahaman antara orang tua dan anak dengan lebih efektif karena pola ini mengedepankan interaksi dari kedua belah pihak. 
Konstruksi Nilai Kesedihan dalam Lagu Pop Alexander, Marilyn; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27564

Abstract

Music, as a universal means of communication, can be enjoyed by various groups. The uniqueness of communication through music lies in the message conveyed in the song lyrics. However, in the midst of the diversity of music types, there is one phenomenon that attracts the attention of the Indonesian people, namely their interest in sad songs. “Car's Outside” by James Arthur is an example of a song with sad lyrics. This study aims to describe the construction of sadness values contained in the lyrics of the song. Song lyrics are a tool to convey messages to a wide audience. The researcher uses a qualitative approach by applying Ferdinand De Saussure's semiotic analysis method which focuses on the signifier and signified. The research uses the concepts of mass communication, song lyrics, popular culture, and the construction of sadness value. The results showed that the construction of sadness value contained in the song lyrics raised the emotional aspects related to long-distance relationships. Obstacles in communication become the main highlight in strengthening feelings of sadness and loss. The sadness paradox phenomenon indicates that one can feel happiness listening to a sad song, creating a complex experience. When this theme is applied to long-distance relationships, pop songs become a relevant channel to express and feel the longing enveloping couples separated by distance. Musik sebagai sarana komunikasi universal dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Keunikan komunikasi melalui musik terletak pada pesan yang disampaikan pada lirik lagu. Namun di tengah keberagaman jenis musik, terdapat satu fenomena yang menarik perhatian masyarakat Indonesia yaitu ketertarikan mereka terhadap lagu bernuansa sedih. “Car’s Outside” oleh James Arthur merupakan contoh lagu dengan lirik yang mengandung kesedihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi nilai kesedihan yang terdapat dalam lirik lagu tersebut. Lirik lagu merupakan alat menyampaikan pesan kepada khalayak secara luas. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode analisis semiotika Ferdinand De Saussure yang berfokus pada penanda (signifier) dan petanda (signified). Penelitian menggunakan konsep komunikasi massa, lirik lagu, budaya populer, dan konstruksi nilai kesedihan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa konstruksi nilai kesedihan yang terdapat dalam lirik lagu tersebut mengangkat aspek emosional terkait dengan hubungan jarak jauh. Kendala dalam komunikasi menjadi sorotan utama dalam memperkuat perasaan sedih dan kehilangan. Fenomena sadness paradox mengindikasikan bahwa seseorang dapat merasakan kebahagiaan mendengarkan lagu sedih, menciptakan pengalaman kompleks. Ketika tema ini diterapkan pada hubungan jarak jauh, maka lagu pop menjadi saluran relevan untuk mengekspresikan dan merasakan kerinduan menyelimuti pasangan yang terpisah oleh jarak.
Analisis Pesan Persuasif dalam Kreativitas Iklan BCA “Anggun Ketipu? #AwasModus” Purnamasari, Dewi; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27572

Abstract

The rise in BCA-related fraud cases in 2022 led to customer worries. To address this, BCA launched the “Anggun Ketipu? #AwasModus” creative ad, urging customers to reject personal banking data fraud. The focus of this research is to analyze how the persuasive message is in BCA’s advertising creativity “Anggun Ketipu? #AwasModus”. The theories and concepts used are advertising creativity and persuasive messages, which are elements of AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, Action). The author uses a descriptive qualitative research approach with a case study method. Data collection used observation, interview, and literature study techniques. The validity of the data was checked through triangulation of data sources and theory. The results of this research are that the presence of celebrity Anggun Cipta Sasmi is able to attract the audience's attention at the beginning of the advertisement; showing several examples of fraud cases and their solutions which are packaged with comedy elements and positioning the fraud targets, as heroes can stimulate the audience's curiosity; the phrase “Rejecting Fraud Elegantly” prompts immediate action; narratives, music, and appreciation evoke audience emotions; repetition of “Rejecting Fraud Elegantly” emphasizes the relevance and prompting action. The author concludes that the AIDCA concept can be realized well in this advertising creativity. Kasus penipuan yang mengatasnamakan BCA marak terjadi pada tahun 2022 sehingga menimbulkan kekhawatiran nasabah. BCA lalu merilis iklan kreatif dengan judul “Anggun Ketipu? #AwasModus”. Iklan ini menyampaikan pesan kepada nasabah untuk menolak berbagai jenis penipuan data pribadi perbankan. Fokus dalam penelitian ini adalah menganalisis bagaimana pesan persuasif dalam kreativitas iklan BCA “Anggun Ketipu? #AwasModus”. Teori dan konsep yang digunakan adalah kreativitas iklan dan pesan persuasif elemen AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, Action). Penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber data dan teori. Hasil dari penelitian ini adalah kehadiran selebriti Anggun Cipta Sasmi mampu menarik perhatian audiens di awal penayangan iklan; tayangan beberapa contoh kasus penipuan beserta solusinya yang dikemas dengan unsur komedi dan memposisikan target penipuan sebagai pahlawan mampu merangsang rasa ingin tahu audiens; “Tolak dengan Anggun” menjadi kata kunci yang menggerakan keinginan audiens untuk segera melakukan penolakan; narasi yang diiringi latar musik serta adanya apresiasi dalam iklan mampu memengaruhi emosi audiens; pengulangan pesan “Tolak dengan Anggun” mampu menekankan relevansinya kepada audiens sehingga mendorong tindakan penolakan. Penulis menyimpulkan bahwa konsep AIDCA mampu terealisasi dengan baik dalam kreativitas iklan ini.
Analisis Semiotika Konten Sebat Cuy Episode Satu Bramantyo, Nicholas Galih Adhi; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27588

Abstract

This research analyzes comedy content or content that contains humor. The comedy content discussed is the content of Sebat Cuy episode 1 (one) with the theme “Terlilit Hutang (Indebtedness).” The content contains tragedy. This research focuses on the semiotic analysis of the tragedy that occurred in the “Sebat Cuy” episode one content characters, through this tragedy, the symbolic meaning of each element contained therein is sought. Semiotic analysis aims to get messages and morals that are expected to be useful for the community. This analysis can develop over time, but the symbolic meaning contained can still provide useful meaning for the surrounding environment. The theory used in this research is semiotic analysis, according to Roland Barthes, which will share the content of the “Sebat Cuy” content into several parts so that the meaning of all the symbols contained in each scene can be found. “Sebat Cuy's” content has various symbolic things that can be discussed through the tragedy contained, these aspects can be noticed through the props used as comedy support tools, the colors in the video, the expressions of the cast, and the words released from each cast have meaning both from intonation and also the terms in each word. Penelitian ini menganalisa tentang konten komedi atau konten yang mengandung humor. Konten komedi yang dibahas adalah konten Sebat Cuy episode 1 (satu) dengan tema “Terlilit Hutang”. Terkandung tragedi didalam konten tersebut. Penelitian ini berfokus pada analisis semiotika pada tragedi yang terjadi pada tokoh-tokoh konten Sebat Cuy episode satu, melalui tragedi ini dicari arti simbolik dari setiap unsur yang terkandung didalamnya. Melalui analisis semiotika bertujuan untuk mendapatkan pesan dan moral yang diharapkan dapat berguna bagi masyarakat. Analisis ini bisa berkembang seiring dengan berjalannya waktu, tetapi arti simbolik yang terkandung tetap dapat memberikan makna yang berguna bagi lingkungan sekitar. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis semiotika menurut Roland Barthes yang akan membagikan kandungan di dalam konten Sebat Cuy menjadi beberapa bagian sehingga dapat dicari arti dari semua simbol yang terkandung pada setiap adegannya. Konten Sebat Cuy ini memiliki berbagai hal simbolik yang dapat dibahas melalui tragedi yang terkandung, aspek-aspek ini dapat diperhatikan melalui: properti yang digunakan sebagai alat pendukung komedi, warna pada video, ekspresi para pemeran, dan kata-kata yang dikeluarkan dari setiap pemeran memiliki makna baik dari intonasi dan juga istilah pada setiap kata tersebut.
Efektivitas Konten Tiktok @Tribunnews terhadap Minat Baca Mahasiswa Veron, Jessica; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27607

Abstract

The use of social media is now able to be an incentive for the public to get news packaged shorter, more compact, clear and have an attractive visual. One of the social media that has an important role to play today is TikTok.TikTok is a soyaila media that delivers interesting and unique special effects that can be used by all users. Not only that, Tiktok also provides mass media accounts to sign in so users can keep up with what's happening every day. One of the mass media that is making news and information content is Tribunnews. Now TikTok @Tribunnews account already has 2.9 million followers. In this case, Tribunnews and other digital media should compete with the creative ideas created by other content creators so that their audiences are not far different and the information provided is easy to accept users of TikTok This research is aimed at finding out how effective the content of tikTok @Tribunnews against the interest of reading news students of the Faculty of Communications University of Tarumanagara. The researchers used the mass communication theory and the new media theory. The research method is quantitative and the survey of 100 respondents as samples with the questionnaire as the research instrument used by the researchers. The results of the research gained a positive influence between the variable of the effectiveness of TikTok @Tribunnews content (X) on the interest in reading news students Fikom University of Tarumanagara. Penggunaan media sosial kini mampu menjadi pendorong untuk masyarakat mendapatkan berita yang dikemas lebih singkat,padat, jelas dan memiliki visual yang menarik. Salah satu media sosial yang mempunyai peranan penting saat ini adalah TikTok. TikTok ialah media sosial yang menyuguhkan efek spesial yang menarik dan unik yang bisa dipergunakan oleh semua pengguna. Tiktok juga memberikan kesempatan pada akun media massa untuk berpartisipasi menciptakan konten sehingga para pengguna dapat mengkonsumsi berita yang terjadi setiap harinya. Salah satu media massa yang ikut membuat konten berita dan informasi adalah Tribunnews. Kini akun TikTok @Tribunnews sudah memiliki 2,9 juta pengikut. Dalam hal ini, Tribunnews dan media digital lainnya patut bersaing dengan ide kreatif yang dibuat oleh content creator agar para audiens mereka tidak jauh beda dan informasi yang disampaikan mudah untuk diterima pengguna TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif konten TikTok @Tribunnews terhadap minat baca berita mahasiswa. Peneliti menggunakan teori komunikasi massa dan teori media baru. Metode penelitian berupa kuantitatif dan survei terhadap 100 responden sebagai sampel dengan kuisioner sebagai instrument penelitian yang dipergunakan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif antara variabel efektivitas konten TikTok @Tribunnews (X) terhadap minat baca berita mahasiswa. Efektivitas konten Tiktok @Tribunnews memiliki pengaruh terhadap variabel terhadap minat baca berita mahasiswa sebesar 81,8%.  
Mask Girl: Wacana Kritis Sara Mills terhadap Kecantikan Perempuan yang Terstandarisasi Helena, Helena; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27610

Abstract

Korean drama is one of the Korean wave outputs that is increasingly popular around the world. One of the Korean dramas that has recently become a topic of discussion among the public is Mask Girl. This drama tells the story of a talented woman who, since childhood, has been treated badly by her environment because of her physical appearance, which is considered not in accordance with South Korean beauty standards. This research aims to find out how female beauty is standardized and constructed by Korean society. With a qualitative approach to phenomenological methods, this study is analyzed using Sara Mills' critical discourse analysis with a focus on the position of subjects-objects and viewers through three main points: scenes, characters, and dialogues. The researcher interviewed one South Korean citizen, one Indonesian citizen living in South Korea, a watcher of the drama Mask Girl, and two female experts. The result of this research is that female beauty is still standardized and constructed by society. Women are called beautiful if they have a small face, double eyelids, a sharp nose, white skin, red/pink lips, and attractive breast size. As a result of the standardized beauty and construction by society, there is appearance discrimination and injustice in society. Drama Korea merupakan salah satu hasil dari Korean wave yang semakin populer di seluruh dunia. Salah satu drama Korea yang menjadi topik perbincangan di kalangan masyarakat adalah drama Mask Girl. Drama ini menceritakan mengenai seorang perempuan berbakat bernama Kim Mo Mi yang sejak kecil menerima perlakuan buruk oleh lingkungan sekitar karena penampilan fisiknya yang dianggap tidak sesuai dengan standar kecantikan Korea Selatan. Penelitian ini ingin mengetahui dan menujukkan bagaimana kecantikan seorang perempuan distandarisasi dan dikonstruksikan oleh masyarakat Korea. Dengan pendekatan kualitatif metode fenomenologi, analisis wacana kritis Sara Mills digunakan sebagai teknik analisis data dengan fokus pada posisi subjek-objek dan penonton melalui tiga poin utama yaitu adegan, karakter dan dialog. Penulis mewawancarai satu warga Korea Selatan, satu warga Indonesia yang tinggal di Korea Selatan, penonton drama Mask Girl dan dua ahli kajian media kritis. Hasil dari penelitian ini adalah kecantikan perempuan sampai saat ini masih terstandarisasi dan dikonstruksi oleh masyarakat. Perempuan dianggap cantik jika memiliki wajah yang mungil, kelopak mata ganda, hidung mancung, kulit putih, bibir berwarna merah atau merah muda dan tubuh yang langsing dengan ukuran payudara yang menarik. Akibat kecantikan yang terstandarisasi oleh masyarakat tersebut, terjadilah diskriminasi penampilan dan ketidakadilan yang dialami oleh perempuan yang tidak memenuhi standar kecantikan dalam kehidupan bermasyarakat.