cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Representasi Kesenjangan Sosial dalam Film Dua Hati Biru Setiawan, Cindy Natania; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33332

Abstract

Social disparity frequently emerges as a topic highlighted in mass media, as exemplified by the film “Dua Hati Biru”. Disparities in social, economic, access to education and healthcare resources are challenges encountered by many countries, including Indonesia. As a continuation of the film Two Blue Stripes, “Dua Hati Biru” narrates the story and obstacles faced by Bima and Dara within their household, which originate from the disparities and differences in social backgrounds. This study aims to reveal how the film “Dua Hati Biru” represents social disparity through signs and to explore the meanings behind these signs. The theoretical framework utilized in this research includes mass communication, mass media, film, Roland Barthes’ semiotics, representation and social disparity. This study uses descriptive qualitative approach with Roland Barthes’ semiotic analysis method that’s categorized into denotation, connotation and myth. The subject of this research is the film itself, while the object consists of signs representing social disparity. The findings indicate that “Dua Hati Biru” portrays the reality of social disparity and class differences through visual elements and dialogues, such as the type of vehicles used, education, occupation and perspective on child’s education and parenting. Isu kesenjangan sosial kerap menjadi topik yang diangkat dalam media massa, seperti film berjudul “Dua Hati Biru”. Kesenjangan dalam sosial, ekonomi, akses terhadap pendidikan dan kesehatan merupakan masalah yang dihadapi banyak negara seperti Indonesia. Sebagai kelanjutan dari film “Dua Garis Biru”, film “Dua Hati Biru” menceritakan kisah dan tantangan yang dihadapi dalam rumah tangga Bima dan Dara yang disebabkan dari kesenjangan dan perbedaan latar belakang sosial antara kedua karakter. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bagaimana film “Dua Hati Biru” merepresentasikan isu kesenjangan sosial melalui tanda-tanda dan mengeksplorasi makna di balik tanda-tanda tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian berupa komunikasi massa, media massa, film, semiotika Roland Barthes, representasi dan kesenjangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotasi dan mitos. Subjek penelitian adalah film “Dua Hati Biru” dan objek penelitian berupa tanda-tanda yang merepresentasikan kesenjangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Dua Hati Biru” menampilkan realitas kesenjangan dan perbedaan kelas sosial melalui elemen-elemen visual dan dialog seperti jenis kendaraan, pendidikan, pekerjaan, serta pandangan terhadap pendidikan dan pola asuh anak.
Analisis Semiotika Representasi Budaya dalam Film "Agak Laen” Maulana, Azzahra Putri; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33499

Abstract

Film as a communication medium in shaping public opinion, spreading values, and preserving culture. This study focuses on the role of film as a mass communication medium that is able to convey moral messages and social values. This study uses a descriptive qualitative method with Roland Barthes' semiotic theory to analyze signs and symbols in the film Agak Laen. This study analyzes how the film Agak Laen reflects the shift in Batak cultural values ​​in the context of modern society, although the film Agak Laen does not focus on indications of Batak culture. By focusing on the philosophy of Dalihan Na Tolu, this study examines how these traditional values ​​adapt to changing times. The results of the study show that this film presents a complex picture of the Batak cultural identity that continues to develop. In addition, the film Agak Laen shows a form of self-criticism for the government through the symbol of the night market. This is considered a representation of the government's lack of attention to local businesses and it is hoped that through this social criticism the government can pay attention to how local businesses that provide jobs for the lower classes can continue to operate. Film sebagai media komunikasi dalam membentuk opini publik, menyebarkan nilai-nilai, dan melestarikan budaya. Penelitian ini berfokus pada peran film sebagai media komunikasi massa yang mampu menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori semiotika Roland Barthes untuk menganalisis tanda dan simbol dalam film berjudul “Agak Laen”. Penelitian ini menganalisis bagaimana film “Agak Laen” merefleksikan pergeseran nilai-nilai budaya Batak dalam konteks masyarakat modern. Meskipun film “Agak Laen” tidak fokus pada indikasi kebudayaan Batak, dengan fokus pada falsafah Dalihan Na Tolu, penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai tradisional ini beradaptasi dengan perubahan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menyajikan gambaran yang kompleks tentang identitas budaya Batak yang terus berkembang. Selain itu film “Agak Laen” menunjukkan sebuah bentuk otokritik untuk pemerintah melalui simbol pasar malam. Hal tersebut dianggap sebagai representasi dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap usaha-usaha lokal dan diharapkan melalui kritik sosial tersebut pemerintah dapat memperhatikan bagaimana usaha-usaha lokal yang menjadi lapangan pekerjaan untuk masyarakat kecil bisa tetap beroperasi.
Dinamika Proses Produksi Berita oleh Jurnalis RTV pada Penyajian Berita Lensa Indonesia Asami, Andriansyah Sofwan Jabar; Mujianto, Haryadi; Hendrawan, Heri
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33562

Abstract

Mass media plays an essential role in disseminating information to the public. In the digital era, television must adapt to technological advancements to remain relevant. Rajawali TV (RTV), through its news program Lensa Indonesia, strives to deliver accurate and engaging news. This study aims to analyze the dynamics of news production by RTV journalists, including the challenges they face, particularly female journalists. This research employs a case study method with a descriptive qualitative approach. The hierarchy of media influence theory is used to understand the internal and external factors that influence news production. The findings indicate that editorial policies influence journalists’ independence in structuring news. Additionally, digitalization requires journalists to be more adaptive in presenting news across multiple platforms. Other challenges include external pressures such as political and economic interests, as well as persistent gender stereotypes affecting female journalists. Nevertheless, journalists strive to uphold professionalism and journalistic ethics in delivering news. This study is expected to provide insights for the media industry to enhance journalistic quality and promote gender equality in the broadcasting sector. Media massa memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Di era digital, televisi harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan. Rajawali TV (RTV) memulai program Lensa Indonesia berupaya untuk menyajikan berita yang akurat dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika proses produksi berita oleh jurnalis RTV, termasuk tantangan yang dihadapi, terutama oleh jurnalis perempuan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriprif kualitatif. Teori hierarki pengaruh media digunakan untuk memahami faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi produksi berita. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan redaksi mempengaruhi indenpendensi jurnalis dalam menyusun berita. Selain itu, digitalisasi menuntut jurnalis lebih adaptif dalam menyajikan berita di berbagai platfrom. Tantangan lain yang dihadapi adalah tekanan eksternal, seperti kepentingan politik dan ekonomi, serta stereotip gender yang masih ada terhadap jurnalistik perempuan. Meskipun demikian, jurnalis tetap berusaha menjaga profesionalisme dan etika jurnal dalam menyampaikan informasi. Peneletian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi industri media dalam meningkatkan kualitas jurnalistik serta memperjuangkan kesetaraan gender di dunia jurnalistik.
Implementasi Konsep Komunikasi Pembangunan Berkelanjutan pada Program Jogja Heritage Green Tour oleh Sebumi Jamino, Indriani; Arifin, Pupung
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33677

Abstract

The Special Region label of Yogyakarta emphasizes its cultural richness that makes it a popular tourist destination in Indonesia. The Yogyakarta Palace and all its rich culture and rituals are a magnet for visiting tourists. Environmental issues are a threat lurking behind Yogyakarta's tourism euphoria. Seeing this condition, Sebumi, as one of the social entrepreneurs, introduced the Jogja Heritage Green Tour program. This program is an eco-walking tour to get to know Jogja from a sustainable perspective to make the city a better place to live. The activism initiated by Sebumi is interesting from the perspective of sustainable development communication. This research uses a case study research method with in-depth interview data collection techniques. The implementation of sustainable development communication can be seen from Sebumi who strives to build dialogical mutual understanding from various parties ranging from partners, internal teams, participants, and other collaborators as an implementation of the concept of sustainable development communication in the Jogja Heritage Green Tour Program. Label Daerah Istimewa pada Yogyakarta menekankan kekayaan budayanya yang menjadikan destinasi wisata populer di Indonesia. Kraton Yogyakarta dan semua kekayaan budaya dan ritualnya menjadi magnet bagi wisatawan yang berkunjung. Isu lingkungan menjadi ancaman yang mengintai di balik euphoria pariwisata Yogyakarta. Melihat kondisi ini, Sebumi sebagai salah satu wirausaha sosial, memperkenalkan program Jogja Heritage Green Tour. Program ini merupakan eco-walking tour untuk mengenal Jogja dari perspektif berkelanjutan untuk menjadikan kota tempat tinggal yang lebih baik. Aktivisme yang digagas sebumi ini menarik dilihat dari perspektif komunikasi pembangunan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui implementasi konsep komunikasi pembangunan berkelanjutan pada Program Jogja Heritage Green Tour oleh Sebumi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Implementasi komunikasi pembangunan berkelanjutan terlihat dari Sebumi yang berusaha untuk membangun mutual understanding yang dialogis dari berbagai pihak mulai dari mitra, internal tim, peserta, dan kolaborator lainnya sebagai implementasi konsep komunikasi pembangunan berkelanjutan pada Program Jogja Heritage Green Tour.
Cover Koneksi Vol 9 No 1 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33862

Abstract

Cover Koneksi Vol 9 No 1
Front Matters Koneksi Vol 9 No 1 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33863

Abstract

Front Matters Koneksi Vol 9 No 1
Back Matters Koneksi Vol 9 No 1 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33864

Abstract

Back Matters Koneksi Vol 9 No 1
Peran Jurnalis ANTV dalam Menjaga Objektivitas Berita di Era Persaingan Media Televisi dan Media Sosial Mumtaz, Aliya; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33278

Abstract

Journalists at ANTV face significant challenges in maintaining news objectivity amid the rapid growth of social media and technology. This study uses a qualitative research method with a case study approach to provide an in-depth understanding of how ANTV journalists manage these challenges. Through in-depth interviews, observations, and documentation, the research found that the widespread dissemination of hoaxes on social media poses a significant challenge to information credibility. To address this, ANTv journalists conduct strict information verification using technology and field teams while upholding ethical journalistic principles such as accuracy, balance, and independence. ANTV is also committed to enhancing media literacy among the public, enabling them to critically evaluate information from various sources. Despite social media often spreading unverified information, ANTV continues to strive to maintain the integrity and quality of its news by clearly distinguishing between facts and opinions. Overall, ANTV plays a crucial role in providing accurate, verified, and objective information while combating hoaxes through media literacy education. Jurnalis ANTV menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga objektivitas berita di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana jurnalis ANTV mengelola tantangan tersebut. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa penyebaran hoaks di media sosial menjadi tantangan utama yang mempengaruhi kredibilitas informasi. Untuk mengatasi hal ini, jurnalis ANTV melakukan verifikasi informasi secara ketat menggunakan teknologi dan tim lapangan, serta mengedepankan prinsip jurnalistik yang etis seperti akurasi, keberimbangan, dan independensi. ANTV juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi media masyarakat agar lebih kritis dalam menyaring informasi. Meskipun media sosial sering menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, ANTV tetap berupaya mempertahankan integritas dan kualitas berita dengan memisahkan fakta dan opini. Secara keseluruhan, ANTV berperan penting dalam menyediakan informasi yang akurat, terverifikasi, dan objektif, serta memerangi hoaks melalui edukasi literasi media.
Konstruksi Tragedi sebagai Humor dalam Film Agak Laen (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough) Davilia, Feilyn; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33280

Abstract

A movie interprets and constructs societal realities, often embedding significant insights and issues. In comedy, humor is central to entertaining and attracting audiences, sometimes derived from tragedy. Tragedy and humor, as two sides of the same coin, can provide significant insight and issues, leading to critical reflections. The horror-comedy film Agak Laen demonstrates this discourse by portraying the struggles of the main characters as representing the difficulties of the lower class in the form of humor. This research investigates the construction of tragedy as humor and its moral messages using Norman Fairclough's critical discourse analysis, focusing on language, power, and societal representation. The study identifies 15 scenes that frame tragedy as humor dominated by power, aiming to make subtle critiques of unresolved social structures and capitalist interests. It also highlights the importance of appropriate framing and boundaries by filmmakers to prevent ambiguity or misunderstanding. The findings emphasize that interpreting societal realities as humor requires careful construction to positively impact society. Sebuah film diproduksi dengan memaknai dan mengkonstruksikan realitas yang terjadi dalam masyarakat. Dalam genre komedi, film memiliki humor sebagai konten utama untuk menghibur, mencari dan menarik perhatian. Humor dapat berasal dari terjadinya tragedi. Tragedi dan humor diibaratkan sebagai dua sisi diatas koin yang mampu memberikan wawasan dan isu-isu yang signifikan. Pengemasan tragedi sebagai humor dapat ditemukan pada film horror-komedi Agak Laen yang menggabungkan tragedi para tokoh utama dengan merepresentasikan kesulitan masyarakat kelas bawah dalam bentuk humor. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses konstruksi tragedi sebagai humor dan pesan-pesan moral yang terkandung didalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis Norman Fairclough yang berfokus pada bahasa dengan mengkaji proses kekuasaan dan berbagai tindakan representasi yang ada dalam masyarakat. Dalam penelitian ini, penulis menemukan 15 adegan yang merepresentasikan bentuk tragedi sebagai humor yang didominasi kekuasaan bertujuan memberikan kritikan halus terhadap sistem sosial dan kepentingan kapitalis. Penulis juga menemukan pentingnya bagi  para sineas untuk membuat pembingkaian yang tepat dan batasan-batasan agar pemaknaan tidak rancu atau menimbulkan kesalahpahaman dalam masyarakat. Dapat disimpulkan, konstruksi tragedi sebagai humor dalam film Agak Laen dimaknai dari realitas masyarakat sehingga memerlukan riset yang mendalam dan konstruksi yang tepat untuk membawa dampak yang positif bagi masyarakat.
Film Animasi “Inside Out 2” sebagai Media Edukasi Mengenai Kecemasan Remaja Adiwinata, Arcelia Emmanuella; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33281

Abstract

The development of technology and information presents various types of media as information channels to the public, one of which is through films. Film as an audio-visual medium involves the concept of signs and symbols to convey meaning, messages, and significance to the audience. The researcher is interested in studying a film entitled “Inside Out 2” which aims to determine the representation form of teenage anxiety. This research was conducted because of the increasing rate of anxiety in teenagers, especially in Indonesia, with minimal learning to control emotions. The theories and concepts used in this research include the theory of mass communication, film, semiotics, representation, mental health, and anxiety. The approach employed is a descriptive, qualitative method with semiotic techniques. The subject of this research is the film Inside Out 2, and the object is the representation of teenage anxiety in the movie. Researchers collected data through documentation, which will be analyzed using Ferdinand de Saussure's semiotics, as well as through interviews with experts. Researchers found signs regarding the representation of teenage anxiety in 12 scenes. Several representation forms include excessive anxiety, negative thought patterns, low self-esteem and insecurity, extreme actions, bad self-identity, aggressive behavior and selfish attitudes, poor emotional expression and regulation, as well as a closed attitude and harboring emotions. Perkembangan teknologi dan informasi menghadirkan berbagai macam media sebagai saluran informasi kepada khalayak, salah satunya melalui film. Film sebagai sebuah media audio visual melibatkan konsep tanda dan simbol untuk penyampaian arti, pesan, dan makna kepada penontonnya. Peneliti tertarik untuk mengkaji sebuah film berjudul “Inside Out 2” yang bertujuan untuk mengetahui bentuk representasi kecemasan remaja. Penelitian ini dilakukan karena meningkatnya angka kecemasan remaja, khususnya di Indonesia, namun minimnya pembelajaran pengendalian emosi kepada remaja. Teori dan konsep yang digunakan penelitian ini adalah teori komunikasi massa, film, semiotika, representasi, kesehatan mental, dan kecemasan. Pendekatan yang diaplikasikan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode semiotika. Subjek penelitian ini adalah film Inside Out 2 dan objeknya adalah representasi kecemasan remaja dalam film. Peneliti melakukan pengumpulan data melalui dokumentasi yang akan dianalisis menggunakan semiotika Ferdinand de Saussure serta wawancara dengan pihak ahli. Peneliti menemukan adanya tanda – tanda mengenai representasi kecemasan remaja dalam 12 adegan yang memberikan penggambaran kecemasan remaja. Beberapa bentuk representasi meliputi kecemasan berlebihan, pola pikir negatif, harga diri rendah dan kurang percaya diri, tindakan ekstrem, jati diri buruk, perilaku agresif dan sikap egois, ekspresi dan regulasi emosi yang buruk, serta sikap tertutup dan memendam emosi.