cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Kompetensi Penulis Popmama IDN Media dan Minat Baca Mahasiswa Fikom Untar Yovianny, Laurentia; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33306

Abstract

Popmama IDN Media is one of the leading digital platforms in Indonesia, focusing on content related to family life, pregnancy, health, lifestyle, parenting, and various other topics. The writing ability of a creative writer plays a crucial role in enhancing the quality of content, driving innovation in news delivery, and attracting readers to engage with a story every day. Reading interest is a strong and deep attention, accompanied by a feeling of pleasure in reading activities, which can invite someone and increase their interest in reading on their own accord, without coercion. Researchers aim to determine the extent to which the competence of creative writers at Popmama IDN Media influences the reading interests of Fikom Untar students.  By using a quantitative approach and survey techniques, questionnaires were distributed to Fikom Untar students. Data analysis of 100 respondents using the SPSS version. 29. In the correlation coefficient results, a positive relationship is obtained. It can be said that an increase will also follow every increase in Creative Writer Competence in Reading Interest. The results of the coefficient of determination showed that Creative Writer Competence had a 58.8% effect on Reading Interest. Popmama IDN Media, adalah salah satu platform digital di Indonesia yang berfokus pada konten seputar kehidupan keluarga, kehamilan, Kesehatan, gaya hidup, parenting, dan berbagai topik lainnya. Kemampuan menulis seorang penulis kreatif berperan sangat penting untuk meningkatkan kualitas konten, inovasi dalam penyampaian berita, dan menarik minat pembaca untuk membaca sebuah berita setiap harinya. Minat baca adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam, juga diikuti dengan perasaan senang dengan kegiatan membaca sehingga dapat mengajak seseorang dan meningkatkan minat baca seseorang dengan kemauannya sendiri tanpa paksaan. Peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi penulis kreatif di Popmama IDN Media terhadap minat baca mahasiswa Fikom Untar.  Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan dengan menggunakan teknik survei dengan cara menyebarkan kuesioner yang ditujukan kepada mahasiswa Fikom Untar. Analisis data terhadap 100 responden menggunakan aplikasi SPSS ver. 29. Pada hasil koefisien korelasi, diperoleh hubungan yang bersifat positif. Hal ini dapat dikatakan setiap kenaikan dari Kompetensi Penulis Kreatif akan diikuti juga pada kenaikan dari Minat Baca. Pada hasil koefisien determinasi, diperoleh bahwa Kompetensi Penulis Kreatif berpengaruh sebesar 58,8% terhadap Minat Baca.
Kontroversi Pernyataan Joko Widodo tentang Kampanye dalam Pemilu 2024 di Media Detik.com dan Viva.co.id Salim, Richard Neilson; Rusdi, Farid
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33310

Abstract

In 2024, Indonesia will hold presidential and vice-presidential elections and legislative elections. One of the news that attracted attention was a controversial statement from President Joko Widodo regarding the president being allowed to campaign and take sides. The statement elicited mixed responses, both positive and negative, not only that, but the mass media also reported Joko Widodo's statement. One of them is online media Detik.com and Viva.co.id. The reason researchers chose Detik.com and Viva.co.id was because in the IPWS survey, the two media were included in the most popular and most widely read online media in Indonesia. This study aims to determine the framing analysis of Detik.com and Viva.co.id on the news of Joko Widodo's statement regarding the president who is allowed to campaign and take sides in the 2024 election. The approach in this research uses a constructivist paradigm, with Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki's framing analysis, namely syntax, script, thematic, and rhetoric. In this research, the data collection method used is observation, online data search, and literature study. The findings show that there is emphasis in the presentation of news by Detik.com and Viva.co.id. Detik.com seems to be trying to maintain neutrality while Viva.co.id seems to be leaning or supporting Jokowi's statement. Pada tahun 2024, Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum presiden dan wakil presiden (Pilpres) serta Pemilihan Umum Legislatif (Pileg). Salah satu berita yang menarik perhatian adalah pernyataan kontroversial dari Presiden Joko Widodo mengenai presiden yang diperbolehkan berkampanye dan berpihak. Pernyataan tersebut menimbulkan tanggapan yang beragam, baik yang positif maupun yang negatif, tidak hanya itu, media massa juga memberitakan pernyataan Joko Widodo tersebut. Salah satunya media online Detik.com dan Viva.co.id. Alasan peneliti memilih Detik.com dan Viva.co.id dikarenakan pada survei IPWS, kedua media tersebut termasuk dalam media online terpopuler dan paling banyak dibaca di Indonesia. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui framing Detik.com dan Viva.co.id terhadap pemberitaan pernyataan Joko Widodo mengenai presiden yang diperbolehkan berkampanye dan berpihak dalam pemilu 2024. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yakni sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, penelusuran data daring, dan studi kepustakaan. Temuan menunjukkan bahwa ada penekanan dalam penyajian berita oleh Detik.com dan Viva.co.id. Detik.com terlihat berusaha menjaga netralitas sedangkan Viva.co.id terlihat condong atau mendukung pernyataan Jokowi.
Gaya Penyajian Berita Kumparan dan Minat Baca Generasi Z di Media Digital Gunawan, Mirecle Othniel; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33316

Abstract

Technological developments cause all aspects to adapt to keep up with the times. The process of disseminating information is one that is affected by developments over time, this certainly has a positive impact because the speed of information dissemination does not require a long time. News media as companies are starting to shift in disseminating information from print media to digital media. This impact has caused many digital media companies to start competing to provide speed in presenting news. Kumparan is a news media that takes advantage of current developments. This research will focus on the news presentation style used by Kumparan, which is considered capable of influencing reading interest, especially generation Z. This research uses a quantitative approach with a survey method conducted on active students of the Faculty of Communication Sciences, Tarumanagara University. Data analysis on respondents used the SPSS version 2.9 application. The results of the Correlation Coefficient show that there is a positive relationship between the two variables: News Presentation Style and Reading Interest. This statement is reinforced by the results of the coefficient of determination which shows that News Presentation Style has an influence of 54.4% on Reading Interest. Perkembangan teknologi menyebabkan segala aspek melakukan adaptasi mengikuti perkembangan zaman. Proses penyebaran informasi menjadi salah satu yang terdampak perkembangan zaman, hal ini tentu berdampak positif karena kecepatan penyebaran informasi tidak memerlukan waktu yang lama. Media berita sebagai perusahaan yang mulai beralih dalam menyebarkan informasi dari media cetak menjadi media digital. Dampak ini menyebabkan banyak perusahaan media digital mulai berlomba-lomba memberikan kecepatan pada penyajian berita. Kumparan merupakan salah satu media berita yang memanfaatkan perkembangan zaman. Pada penelitian ini akan berfokus kepada gaya penyajian berita yang dilakukan oleh Kumparan, yang dinilai mampu memberikan pengaruh terhadap minat membaca khususnya generasi z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan pada mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Analisis data pada responden menggunakan aplikasi SPSS versi 2.9. Hasil Koefisien Korelasi menunjukan adanya hubungan yang positif terhadap kedua variabel Gaya Penyajian Berita dengan Minat Membaca. Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil koefisien determinasi yang menunjukan bahwa Gaya Penyajian Berita memberikan pengaruh sebesar 54,4% terhadap Minat Membaca.
Culture Shock dalam Adaptasi Sosial Remaja Perantau Sumiati, Juli Veni; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33323

Abstract

When someone migrates to a new area, they inevitably face challenges and require time to adjust to the local environment and new culture. The process of adaptation experienced by migrants when encountering different cultures often leads to Culture Shock. The purpose of this study is to describe the phenomenon of Culture Shock in the social adaptation of youth from Pulau Halang who migrate to Jakarta. This research employs a qualitative approach, utilizing a phenomenological method, and is supported by concepts of Culture Shock and social adaptation. The findings indicate that youth from Pulau Halang who migrate go through several stages in their adjustment process. It begins with an optimistic phase full of enthusiasm, followed by a phase of disappointment marked by discomfort or surprise. Subsequently, the youth experience a recovery phase where they become more stable, and finally, a phase of adjustment where they feel more comfortable and can adapt by adopting communication styles and managing their time in accordance with Jakarta's societal tempo. Ketika seseorang merantau ke suatu daerah baru, tentunya akan menghadapi tantangan dan memerlukan waktu dalam penyesuaian diri dengan lingkungan setempat dan budaya baru. Proses adaptasi yang dialami perantau ketika berhadapan dengan budaya yang berbeda seringkali mengakibatkan Culture Shock. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fenomena Culture Shock dalam adaptasi sosial remaja Pulau Halang yang merantau ke Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, serta konsep yang mendukung yaitu Culture Shock dan adaptasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Pulau Halang yang merantau melewati beberapa tahapan dalam penyesuaian diri mereka. Diawali dengan fase optimis yang penuh dengan rasa antusias, kemudian dengan fase kekecewaan yakni muncul rasa ketidaknyamanan atau kejutan. Setelah itu, remaja juga mengalami fase pemulihan yang lebih stabil dan akhirnya tahap fase penyesuaian atau mereka mulai merasa lebih nyaman dan dapat beradaptasi dengan dapat mengikuti gaya komunikasi dan bisa mengatur waktu sesuai dengan tempo masyarakat di Jakarta.
Harmoni Antarbudaya dalam Secangkir Teh: Kajian Gong Fu Cha Pantjoran Tea House Nathania, Angela Cheryl; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33325

Abstract

Harmony in society is the key to peaceful and positive coexistence. Gong Fu Cha has great potential as a bridge of intercultural communication to support the harmonization of multicultural Indonesian society. The problem examined in this research centers on the practice of Gong Fu Cha as a bridge of Chinese cultural communication carried out by Pantjoran Tea House and as a form of marketing communication that makes its business differentiation. This research uses Intercultural Communication Theory and Marketing Communication Theory to observe the harmony between its participants that strengthens cross-cultural understanding and appreciation. This research employs a qualitative approach with ethnographic methods, utilizing data collection techniques such as participatory observation and in-depth interviews, complemented by literature reviews. Thematic analysis was used to identify patterns of social interaction and data triangulation was utilized to ensure data validity. The outcome of this research is that Gong Fu Cha at Pantjoran Tea House is an effective means of marketing communication in communicating Chinese culture through direct experience, opening space for dialogue, and building harmony between its participants, especially in terms of tolerance between ethnicities. Gong Fu Cha can be a symbol of equality, enabling harmonious interactions for its participants and enhancing appreciation in a multicultural society. Harmoni dalam masyarakat adalah kunci hidup berdampingan secara damai dan positif. Gong Fu Cha memiliki potensi besar sebagai jembatan komunikasi antarbudaya untuk mendukung harmonisasi masyarakat Indonesia yang multikultural. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini berfokus pada praktik Gong Fu Cha sebagai jembatan komunikasi budaya Tionghoa yang dilakukan Pantjoran Tea House serta sebagai bentuk komunikasi pemasarannya yang menjadikan diferensiasi bisnisnya. Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Antarbudaya dan Teori Komunikasi Pemasaran dalam mengamati harmoni antar partisipannya yang tercipta serta memperkuat pemahaman dan penghargaan lintas budaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif dan wawancara mendalam, serta dilengkapi dengan studi literatur. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi sosial dan memastikan validitas data melalui triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah Gong Fu Cha di Pantjoran Tea House menjadi sarana efektif sebagai komunikasi pemasaran dalam mengkomunikasikan budaya Tionghoa melalui pengalaman langsung, membuka ruang dialog, dan membangun keharmonisan antar partisipannya terutama dalam segi toleransi antar etnis. Gong Fu Cha dapat menjadi simbol kesetaraan, memungkinkan interaksi harmonis bagi partisipannya serta meningkatkan apresiasi dalam hidup bermasyarakat yang multikultural.
Praktik Kambing Hitam Sebagai Gambaran Ketidakadilan dalam Masyarakat (Studi Pada Film Penyalin Cahaya) Valanchie, Blinda; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33327

Abstract

Films are an effective medium of communication for addressing social issues. Generally, films play a significant role in shaping societal mindsets and influencing awareness about the topics they portray. In the effort to reveal the social problems, the film Photocopier (Penyalin Cahaya) tells the story of the main character, Suryani, who strives to seek justice but is ignored by the relevant parties. The purpose of this study is to explore the theory of scapegoating and identify the practice of scapegoating in Photocopier, focusing on how it resolves conflicts from the victim's perspective. The theories used in this research include film theory, social construction, power, Rene Girard's scapegoat theory, and Roland Barthes' semiotics. This study employs a qualitative research approach using Roland Barthes' semiotic analysis technique. The research data is derived from scenes or texts in the film, film observation, documentation, and literature studies. This research concludes that the scapegoating mechanism is unavoidable. Society needs a vulnerable party to be marginalized and excluded for the sake of collective interests. Film merupakan sarana komunikasi yang efektif dalam mengungkapkan isu-isu sosial. Pada umumnya, film memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan pola pikir masyarakat serta memengaruhi kesadaran mengenai suatu hal yang disampaikan melalui film. Dalam upaya mengungkapkan isu sosial, film Penyalin Cahaya menceritakan tokoh utama, Suryani yang berusaha untuk mencari keadilan namun diabaikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai teori Kambing Hitam dan menemukan praktik Kambing Hitam dalam film Penyalin Cahaya dalam menyelesaikan konflik dari sudut pandang korban. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah film, konstruksi sosial, kekuasaan, teori Kambing Hitam menurut Rene Girard dan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Data penelitian diperoleh dari adegan-adegan atau teks pada film, observasi pada film, dokumentasi dan studi kepustakaan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah praktik Kambing Hitam merupakan praktik yang tidak bisa dihindari. Masyarakat membutuhkan pihak lemah untuk diasingkan dan dikucilkan demi kepentingan bersama.
Analisis Komunikasi Kelompok Adi and Friends Organizer Menggunakan Teori Leader-Member Exchange (Studi Pada Pernikahan Klien) Sissy, Cecilia; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33330

Abstract

The wedding organizer builds a work team to organize and ensure the event runs smoothly according to the agreement in the planning process. Smoothness of group communication, there is a good team dynamic, when a group is a whole unit and is not separated from each other, so that it influences each other. This research uses the Leader-Member Exchange theory and the concept of group communication in Wedding organizing. This research also aims to know the group communication process, obstacles, and barriers of the Adi and Friends Organizer team. The subjects of this research are Adi and Friends Organizer, and the object of research is their group communication. The results of the research showed that comfort in the work grew from the comfort of the family atmosphere and understanding the requests and needs at wedding events to achieve client loyalty or satisfaction. This research found that obstacles are sudden changes that affect time and communication tools, also, the crew's communication experience was not good in using words that caused miscommunication and misinformation. The management barriers included a lack of understanding of the wedding organizer's sense of responsibility and work culture. Wedding organizer membentuk tim kerja untuk mengatur dan memastikan acara berjalan dengan baik sesuai kesepakatan dalam proses perencanaan. Kelancaran komunikasi kelompok terdapat dinamika tim yang bagus, yaitu ketika sebuah kelompok sebagai kesatuan yang utuh dan tidak terlepas satu sama lain sehingga saling mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan teori Leader-Member Exchange dan menggunakan konsep komunikasi kelompok dan wedding organizer. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi kelompok, kendala, dan hambatan tim Adi and Friends Organizer. Subjek penelitian ini adalah Adi and Friends Organizer dan objek penelitian adalah komunikasi kelompok Adi and Friends Organizer. Hasil penelitian menunjukan bahwa kenyamanan dalam lingkungan kerja tumbuh karena rasa solidaritas dari suasana kekeluargaan yang diberikan serta memahami keinginan dan kebutuhan klien pada acara pernikahan untuk mencapai loyalitas atau kepuasan klien. Selain itu, penelitian ini mengetahui kendala seperti perubahan mendadak yang mempengaruhi waktu yang terbatas serta tidak mendukungnya alat komunikasi dan mengetahui hambatan komunikasi serta hambatan manajemen dalam tim Adi and Friends Organizer. Hambatan komunikasi yang dialami crew adalah kurang baik dalam penggunaan kata yang menimbulkan miskomunikasi dan misinformasi. Hambatan manajemen yaitu belum memahami rasa tanggung jawab dan budaya kerja Wedding organizer.
Strategi Komunikasi Konten Kreator Edsa Estella di TikTok Christina, Christina; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33335

Abstract

TikTok has become one of the most popular informative social media applications in the digital era, encompassing various aspects of life, including health. Edsa Estella, a content creator on TikTok, provides her audience with educational and inspiring content about healthy lifestyles. This study employs a qualitative method to analyze data, with data collection techniques conducted through observation of the TikTok account @edsaestella and in-depth interviews. The findings reveal that Edsa’s content covers various aspects of a healthy lifestyle, including exercise, nutrition, diet, and mental health, emphasizing the importance of self-love. Her content is dominated by motivational themes that aim to encourage a healthy lifestyle, presenting information in an engaging and easily digestible manner for her audience. Through an inspiring and motivational approach, Edsa Estella’s content successfully encourages her audience to adopt healthy lifestyles by utilizing compelling storytelling, appealing visuals, and trending music. The @edsaestella account also optimizes factors that enhance a strong connection with its audience. This study aims to provide deeper insights into the role of content creators as information disseminators, social media as a medium for distribution, and healthy living as an increasingly popular positive trend. TikTok menjadi salah satu aplikasi media sosial informatif terpopuler di era digital ini, yang berisikan berbagai macam aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Edsa Estella, seorang kreator konten di TikTok, menyajikan informasi mengenai gaya hidup sehat melalui konten yang mengedukasi dan menginspirasi kepada audiensnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi terhadap akun TikTok @edsaestella dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konten yang diproduksi Edsa mencakup berbagai aspek gaya hidup sehat, mulai dari olahraga, nutrisi, dan pola makan, hingga kesehatan mental yang menggarisbawahi pentingnya mencintai diri sendiri (self-love). Edsa mendominasi tema kontennya dengan motivasi untuk menjalani hidup sehat, menghadirkan informasi yang menarik dan mudah dipahami oleh audiensnya. Melalui pendekatan yang inspiratif dan penuh motivasi, konten yang dibuat Edsa Estella mampu menginspirasi audiens untuk menjalani gaya hidup sehat dengan memperhatikan daya tarik bercerita, visual, dan penggunaan tren musik. Akun @edsaestella juga mengoptimalkanm faktor yang dapat mendukung hubungan kuat dengan audiensnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut mengenai peran konten kreator sebagai penyampai informasi, media sosial sebagai sarana penyebaran, dan gaya hidup sehat sebagai tren positif yang semakin berkembang.
Hubungan Antara Kredibilitas Keanu Angelo dengan Sikap Penonton terhadap Iklan YouTube Miracles Hair Supplement Pantene Patricia, Yolanda; Hafiar, Hanny; Komariah, Kokom
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.34701

Abstract

Pantene's Miracles Hair Supplement commercial starring Keanu Angelo is one of the media used by the Pantene brand to promote products while conveying the message of gender inclusiveness that Pantene wants to convey to the public. However, the responses given by ad viewers certainly vary according to the understanding obtained by each individual. This makes Pantene get some negative comments from ad viewers that are opposite to the brand's goals. The purpose of this study is to determine the extent of the relationship between Keanu Angelo's credibility as Pantene's Miracles Hair Supplement YouTube brand ambassador and the audience's attitude towards the advertisement based on the theory of source credibility. The sample studied consisted of 61 ad viewers who were randomly selected using simple random sampling technique. This study uses a quantitative approach with correlational research methods. The data obtained were analyzed descriptively and inferentially with the SPSS 29.0 application test tool. The results of this study indicate that there is a significant and strong positive relationship between Keanu's expertise, trustworthiness, and attractiveness as a brand ambassador with the audience's attitude towards Pantene's Miracles Hair Supplement YouTube ad. Iklan Miracles Hair Supplement Pantene yang dibintangi Keanu Angelo merupakan salah satu media yang digunakan brand Pantene untuk mempromosikan produk sekaligus menyampaikan pesan inklusifitas gender yang ingin disampaikan Pantene kepada masyarakat. Namun, respons yang diberikan penonton iklan tentunya berbeda-beda sesuai dengan pemahaman yang didapatkan masing-masing individu. Hal tersebut membuat Pantene mendapatkan beberapa komentar negatif dari penonton iklan yang berlawanan dari tujuan brand tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana hubungan antara kredibilitas Keanu Angelo sebagai brand ambassador YouTube Miracles Hair Supplement Pantene dengan sikap penonton terhadap iklan tersebut berdasarkan teori kredibilitas sumber. Sampel yang diteliti terdiri dari 61 penonton iklan yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan alat uji aplikasi SPSS 29,0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan dan kuat antara keahlian, keterpercayaan, dan daya tarik Keanu sebagai brand ambassador dengan sikap penonton terhadap iklan YouTube Miracles Hair Supplement Pantene.
Cover Vol. 9 No. 2 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35362

Abstract

Cover Vol. 9 No. 2