cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Penyebaran Budaya Tionghoa melalui Akun Instagram @Peranakan.Story Jesica, Meini; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33296

Abstract

The development of digital communication technology, which facilitates easy access to information, has led to the erosion of past cultural preservation. One such culture in Indonesia is Chinese culture, which views the past as a reflection of present success. To preserve Chinese culture, a group of young people formed a community called Peranakan Story as a forum for spreading Chinese culture, especially Peranakan. This study aims to analyze message production through Instagram @peranakan.story in promoting Chinese culture. The study applies Stuart Hall’s Encoding/Decoding theory. Using a descriptive qualitative approach and case study method, data were collected through interviews with three core members of the Peranakan Story community (Encoding) and four Instagram followers (Decoding). The findings indicate that the Peranakan Story community produces cultural content based on a series of knowledge aligned with social, political, and ideological conditions, utilizing technology and social media. The content shared on Instagram receives diverse audience feedback, contributing to the ongoing process of message production. Perkembangan teknologi komunikasi digital yang memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi mengakibatkan lunturnya kelestarian budaya lampau. Salah satu budaya lampau di Indonesia adalah Budaya Tionghoa yang memiliki memiliki pandangan bahwa masa lampau merupakan cermin keberhasilan masa kini. Dalam pelestarian budaya Tionghoa, sekelompok anak muda membentuk sebuah komunitas yang bernama Peranakan Story sebagai wadah penyebaran budaya Tionghoa terutama Peranakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produksi pesan melalui Instagram @peranakan.story dalam menyebarkan budaya Tionghoa. Teori pendekatan produksi pesan yang digunakan adalah Teori Encoding Decoding Stuart Hall. Pendekatan penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menganalisis data hasil wawancara dengan 3 anggota inti Komunitas Peranakan Story sebagai pihak Encoding dan 4 pengikut akun Instagram @peranakan.story sebagai pihak Decoding. Hasil penelitian ini adalah Komunitas Peranakan Story memproduksi konten budaya berdasarkan serangkaian pengetahuan sesuai dengan kondisi sosial, politik, dan ideologi yang dikemas menggunakan produk teknologi serta disebarkan melalui media sosial Instagram dengan berbagai tanggapan audiens sebagai keberlanjutan produksi.
Musik sebagai Penguatan Spiritual dan Emosional: Semiotika Lagu “You Raise Me Up” oleh Josh Groban Titaley, Given Yudho; Loisa, Riris
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33299

Abstract

Music or songs are a form of communication media because they often connect with humans and contain messages that can be conveyed through lyrics or text. This research aims to identify and uncover the meaning of the messages found in the lyrics of the song “You Raise Me Up” by Josh Groban. The study is conducted using a qualitative approach with Roland Barthes' semiotic analysis to examine the meanings, including denotation, connotation, and myth or ideological understanding of the song. This research is limited to the song's lyrics and does not include the music video to focus solely on the meaning conveyed through the verbal text, without being influenced by visuals or musical elements.The analysis results reveal that the denotative and connotative meanings depict the condition of someone in despair who needs emotional strength. Furthermore, the myth analysis highlights a spiritual or supernatural encouragement that is universal and relevant across cultures and traditions. The symbols in the text are also associated with ancient mythologies, such as Greek, Roman, and Norse mythology. Musik atau lagu adalah salah satu bentuk media komunikasi yang sering bersentuhan dengan manusia. Pesan di dalamnya disampaikan melalui lirik atau teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau mengungkap makna pesan yang terdapat dalam lirik lagu “You Raise Me Up” yang dinyanyikan oleh Josh Groban. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk dapat mengkaji makna pesan yaitu makna denotasi, konotasi, dan mitos atau pemahaman ideologis dari lagu ini. Penelitian ini dibatasi hanya pada lirik lagu, tidak sampai kepada video klip, agar dapat fokus pada makna yang terkandung dalam teks verbal tanpa dipengaruhi visual atau musikal. Dari hasil analisis, diperoleh hasil yaitu, analisis makna denotasi dan konotasi yang memperlihatkan dan menggambarkan kondisi seseorang pada saat terpuruk dan membutuhkan kekuatan emosional. Selain itu, pada analisis mitos menunjukan sebuah dorongan spiritual atau supranatural yang bersifat universal dan relevan terhadap lintas budaya dan tradisi. Simbol-simbol yang terdapat dalam teks relevan dengan mitologi-mitologi kuno seperti Yunani, Romawi, dan Nordik.
Strategi Promosi Program Radio Trijaya melalui @mnctrijayafm Wibowo, Jovan Raphael; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33303

Abstract

The development of information and communication technology over the past two decades has given rise to a new medium: social media. Social media facilitates communication and information dissemination, while also serving as a platform for education, entertainment, and business opportunities. These opportunities have encouraged companies, including Trijaya FM, to leverage social media. The author chose the use of Instagram (@mnctrijayafm) as a promotional medium for the radio's programs as the object of this study. The subjects of this research include a Social Media Specialist, a Trijaya Producer, and Trijaya listeners. This study examines Trijaya FM's marketing strategies using a qualitative approach with a case study method, referencing theories of strategy, marketing communication, promotion, and Instagram. The findings show that marketing strategies focusing on current issues and delivering engaging content on social media successfully captured the audience's attention, significantly increasing Trijaya FM's listenership. Media sosial memberikan kemudahan proses komunikasi dan penyebaran informasi serta menjadi sarana edukasi, hiburan, dan peluang bisnis. Salah satu radio, Trijaya FM, memanfaatkan media sosial Instagram (@mnctrijayafm) sebagai media promosi program radio. Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi pemasaran Trijaya FM menggunakan instagram @mnctijayafm. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mengacu pada konsep strategi, komunikasi pemasaran, promosi, dan Instagram. Objek dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Trijaya FM dalam mempromosikan programnya, sementara subjek dalam penelitian ini adalah Trijaya FM.  Spesialis media sosial, produser dan salah satu pendengar Radio Trijaya menjadi narasumber penelitian untuk menggali strategi pemasaran  dalam memasarkan program radio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang mengangkat isu terkini dan menyajikan konten menarik di media sosial berhasil menarik perhatian audiens sehingga  meningkatkan jumlah pendengar Trijaya FM.
Representasi Sikap Pantang Menyerah (Ganbaru): Analisis Semiotika Saussure pada Film Haikyuu!! ‘The Dumpster Battle’ Chery, Nabila Aurellia; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33304

Abstract

This study aims to analyze the representation of perseverance, or ganbaru, in Japanese anime using a semiotic approach in the film Haikyuu!! The Dumpster Battle. The primary focus is on the narrative and visual representation of characters in the anime and how the emerging symbols reflect ganbaru values through Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis. The theories utilized include mass communication, representation, Ferdinand de Saussure’s semiotics, Japanese animation (anime), and ganbaru (perseverance). The methodology employs a qualitative approach with semiotic and Saussurean semiotic techniques for data analysis. The findings reveal that Haikyuu!! The Dumpster Battle represents ganbaru as a core element of Japanese culture. Through Ferdinand de Saussure’s semiotic approach, it is found that the characters, dialogues, and visuals in this anime consistently convey strong determination, teamwork, and resilience in overcoming challenges—elements that form the essence of ganbaru. This positions ganbaru not only as a narrative element but also as a philosophy that inspires audiences. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi sikap pantang menyerah atau ganbaru dalam anime Jepang melalui pendekatan semiotika pada film Haikyuu!! The Dumpster Battle. Fokus utama penelitian ini adalah analisis representasi narasi dan visual pada karakter-karakter dalam anime dan bagaimana simbol-simbol yang muncul mencerminkan nilai-nilai ganbaru menggunakan analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi massa, representasi, semiotika Ferdinand De Saussure, animasi jepang (Anime), sikap pantang menyerah (Ganbaru). Metodologi yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian semiotika serta menggunakan teknik analisis data semiotika Saussure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anime Haikyuu!! The Dumpster Battle merepresentasikan konsep ganbaru atau sikap pantang menyerah sebagai bagian dari nilai budaya Jepang. Melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure ditemukan bahwa karakter, dialog, dan visual dalam anime ini secara konsisten menunjukkan tekad kuat, kerja sama tim, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan yang menjadi inti dari ganbaru. Hal ini menjadikan ganbaru tidak hanya sebagai elemen naratif tetapi juga sebagai filosofi yang memberi inspirasi.
Analisis Semiotika Ilustrasi Infografik dalam Pemaknaan Berita Bisnis.com Edisi Agustus 2024 Marus, Maria Jessica Elvira; Salman, Doddy
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33309

Abstract

The increasingly rapid growth and advancement of technology has made online media a media that is popular with many people. To make it easier for readers to see the news, online journalism has emerged which has an impact on journalism practice. News, articles, investigations and informastion are presented in the form of efficient mass media. Infographics are used as an internet medium and online media to visualize complex statistical data to present news. This research uses qualitative observation because the object studied is related to mass communication. This research is to find out the meaning of each Bisnis.com infographic illustration in the August 2024 edition with different topics using Charles Sanders Peirce Semiotics theory based on the Triangle of Meaning concept namely sign, object ,and interpretant. The effectiveness of news using infographics and attractive visuals makes it easier for readers to digest news that is full of data and numbers. This is an effevtive way to communicate information with graphics in a detailed and quick manner. The infographics presented involve elements, objects in the form of text,images, photos, graphs, narratives and illustration which are combined to form short, interesting and practical combinations  so that readers who are less literate or bored with long news narratives are helped as the right step. Pertumbuhan dan kemajuan teknologi yang makin pesat membuat media online menjadi media yang banyak digemari masyarakat. Dalam memudahkan pembaca melihat berita, hadirlah jurnalisme online yang berdampak pada praktik jurnalisme. Berita, artikel, investigatif dan informasi disajikan dalam bentuk media massa yang efisien. Infografik digunakan sebagai salah satu media internet dan media online untuk menvisualisasikan data-data statistik yang kompleks dalam menyajiakan berita. Penelitian ini menggunakan kualitatif bersifat observasi karena objek yang diteliti berhubungan dengan komunikasi massa. Penelitian ini untuk mengetahui makna setiap ilustrasi infografik Bisnis.com edisi Agustus 2024 dengan topik yang berbeda menggunakan teori Semiotika Charles Sanders Peirce berlandaskan pada konsep Triangle of Meaning yaitu sign (tanda),object (objek), dan interpretant (interpretasi). Efektivitas berita dengan menggunakan infografik serta daya visual menarik memudahkan pembaca dalam mencerna berita yang penuh dengan data dan angka. Ini menjadi sesuatu yang efektif untuk mengkomunikasikan informasi dengan grafik secara terperinci dan cepat. Infografik yang disajikan menyangkut elemen-elemen, objek berupa teks, gambar, foto, grafik, narasi, dan ilustrasi yang dipadukan untuk membentuk kombinasi pendek, menarik, dan praktis sehingga pembaca yang minim akan literasi atau tidak menyukai sajian narasi berita yang panjang terbantu sebagai langkah yang tepat.
Fenomena Mahasiswa FOMO Kekinian dalam Studi FOMO dan Pengendalian Diri di TikTok Michelle, Samantha; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33311

Abstract

This study aims to explore the phenomenon of FOMO (Fear of Missing Out) and self-control strategies among university students who use TikTok as a social media platform. Data collection techniques include interviews and observations with three informants, as well as documentation. The data analysis method used is triangulation, which involves comparing data from different sources: the informants, who are university students with FOMO experiences on TikTok, and a psychologist expert. The results of this study show that the FOMO phenomenon is evident in the urge to follow viral trends and purchase popular items in order to stay connected with one's social group. On the other hand, students display varying levels of self-control, including behavioral control, cognitive control, and information control. These self-control efforts are demonstrated through managing their budget, redirecting attention to productive activities, and limiting time spent on social media. This study provides new insights into the dynamics of TikTok usage among university students and emphasizes the importance of self-control in managing the growing influence of social media. Penelitian ini membahas mengenai fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) dan pengendalian diri di media sosial TikTok. Penelitian ini betujuan untuk melihat fenomena FOMO dan cara pengendalian diri di kalangan mahasiswa pengguna media sosial TikTok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi dengan sejumlah informan serta dokumentasi. metode teknik analisis data menggunakan metode triangulasi yang berarti membandingkan data-data yang ada dengan informan yaitu mahasiswa pengguna media sosial TikTok yang memiliki pengalaman FOMO dan ahli psikologi. Hasil penelitian ini adalah Fenomena FOMO terlihat dari dorongan untuk mengikuti tren viral dan membeli barang yang sedang populer demi menjaga keterhubungan dengan kelompok sosial. Di sisi lain, mahasiswa menunjukkan kemampuan pengendalian diri yang berbeda-beda, termasuk pengendalian perilaku, pengendalian kognitif, dan pengendalian informasi. Upaya pengendalian diri ini dilakukan dengan menmgatur anggaran, mengalihkan perhatian ke aktivitas produktif, serta membatasi waktu pengguna media sosial. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika penggunaan TikTok di kalangan mahasiswa dan pentingnya cara pengendalian diri. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika penggunaan TikTok di kalangan mahasiswa dan pentingnya pengendalian diri dalam menghadapi dampak media sosial yang semakin kuat.
Pesan Kesadaran Sosial dalam Lirik Lagu Taylor Swift “Mean” Tanoto, Olivia; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33319

Abstract

Low social awareness can lead to bullying, which has a negative impact on individuals. Therefore, social awareness is essential to prevent bullying. Social awareness can be raised through various media, like song lyrics. Lyrics containing messages of social awareness can be used to grow social awareness on society. Song lyrics are a form of mass communication that can convey messages to a wide audience. Through lyrics, songs can deliver various messages, including those related to social awareness. This research aims to identify and describe the representation of social awareness messages in the lyrics of the song "Mean" using a qualitative approach and Ferdinand de Saussure's semiotic analysis method. The study is grounded in concepts of mass communication, song lyrics, popular culture, popular music, and social awareness messages. The results reveal that the lyrics of "Mean" in stanzas 1, 2, 5, and 6 represent social awareness messages to prevent bullying by potraying its harmful effects. Meanwhile, stanzas 3, 4, 7, 8, 9, and 10 provide motivation and support to the bullying victims, encouraging them to build self-confidence and courage to stand on their own feet. Rendahnya kesadaran sosial dapat mengakibatkan terjadinya perundungan yang berdampak buruk pada individu. Oleh karena itu, kesadaran sosial diperlukan untuk mencegah perundungan. Kesadaran sosial dapat dibangun melalui berbagai media salah satunya melalui lirik lagu. Lirik lagu yang mengandung pesan kesadaran sosial dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran sosial dalam masyarakat. Lirik lagu merupakan salah satu bentuk komunikasi massa yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak luas. Melalui lirik lagu, lagu dapat mengandung berbagai pesan, termasuk pesan kesadaran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pesan kesadaran sosial yang direpresentasikan dalam lirik lagu “Mean” menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Penelitian dilakukan menggunakan landasan konsep komunikasi massa, lirik lagu, budaya populer, musik populer dan pesan kesadaran sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu “Mean” pada bait 1, 2, 5 dan 6 merepresentasikan pesan kesadaran sosial guna mencegah perundungan dengan menggambarkan dampak buruk perundungan serta pada bait 3, 4, 7, 8, 9 dan 10 memberi motivasi dan dukungan kepada korban perundungan untuk membangun kepercayaan dan keberanian diri agar dapat bangkit dari perundungan.
Pemanfaatan Platform TikTok dalam Strategi Komunikasi Politik pada Pilkada Purwakarta 2024 (Studi pada Akun @sahabataayofficial) Aulia, Shabila; Junaidi, Ahmad
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33322

Abstract

The rise of digital technology and the internet has brought about significant changes in many areas of life, including politics. One of the most noticeable changes is the use of social media as a forum for political communication. Information published on social media has the power to shape people's beliefs. TikTok is one social media site that is seen as strategically helpful for disseminating political messages. In the Purwakarta Pilkada context, using TikTok for political campaigning is new. Yadi Rusmayadi does this by using the @sahabataayofficial account. Given the many challenges that must be addressed in order to effectively express political topics, the appropriate strategy must be developed. The purpose of this study is to clarify Yadi Rusmayadi using the @sahabataayofficial TikTok platform, the Purwakarta Pilkada campaign has a political communication plan. This study combined a qualitative-descriptive methodology with a case study approach. Data was collected by observing TikTok content uploaded during the campaign time and conducting in-depth interviews with Yadi Rusmayadi and the winning team. The results of the study led to the creation of a political communication plan by Yadi Rusmayadi and the successful social media campaign by @sahabataayofficial, the team that won a political campaign on TikTok. Perkembangan teknologi digital dan internet telah menciptakan perubahan yang signifikan dalam berbagai macam aspek kehidupan, salah satunya dalam dunia politik. Satu di antara fenomena yang mencuri perhatian pada saat ini adalah penggunaan media sosial sebagai instrumen untuk komunikasi politik. Media sosial memiliki kemampuan untuk memengaruhi pandangan masyarakat melalui informasi yang disampaikan. TikTok menjadi salah satu media sosial yang dinilai strategis dalam menyampaikan pesan politik. Dalam konteks Pilkada Purwakarta, penggunaan TikTok untuk kampanye politik merupakan hal baru dan Yadi Rusmayadi memanfaatkan TikTok melalui akun @sahabataayofficial untuk berkampanye. Mengingat berbagaib macam tantangan yang ada, perlu merancang strategi yang tepat agar pesan politik dapat tersampaikan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeksripsikan strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh Yadi Rusmayadi melalui platform TikTok @sahabataayofficial pada kampanye Pilkada Purwakarta. Pendekatan kualitatif-deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Yadi Rusmayadi dan tim pemenangan serta observasi terhadap konten TikTok yang diunggah selama masa kampanye. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa strategi komunikasi politik yang diterapkan oleh Yadi Rusmayadi dan tim pemenangan pada saat melakukan kampanye politik di TikTok @sahabataayofficial berhasil menciptakan kampanye yang strategis di media sosial.
Strategi Komunikasi pada Instagram dalam Mempertahankan Eksistensi "Rumpi (No Secret)" Sirait, Angel Yunisari; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33324

Abstract

As the current development of technology and information, various fields have been affected, one of which is the media industry. The impact of industrial advancement of 5.0 has had on conventional media such as television, radio, newspapers, and other media. Various forms of new media continue to emerge such as Instagram, Youtube, Twitter, TikTok, and others. Trans TV is a television station in Indonesia. One of the programs from Trans TV is Rumpi (No Secret), first aired on November 10, 2014 with host Feni Rose discussing the life of a homeland celebrity. This research focuses on finding out the Rumpi (No Secret) communication strategy on the Instagram platform to maintain its existence. Researchers use qualitative research methods by conducting interviews to obtain data. The research results show that the use of appropriate communication strategies on Instagram media has an important role in increasing the Rumpi (No Secret) program's engagement and awareness to the public. By presenting a viral guest star, researching a guest star who is loved by public, and uploading content in the form of video pieces containing statements that can attract audiences. Cepatnya perkembangan teknologi dan informasi saat ini, berbagai bidang telah terkena dampaknya salah satunya adalah industri media. Dampak kemajuan industri 5.0 berdampak pada media konvensional seperti televisi, radio, koran, dan media lainnya. Berbagai bentuk media baru terus bermunculan seperti Instagram, Youtube, Twitter, TikTok, dan lainnya. Trans TV merupakan salah satu stasiun televisi di Indonesia. Salah satu program dari Trans TV adalah Rumpi (No Secret). Pertama kali ditayangkan pada 10 November 2014 dengan host Feni Rose yang membahas mengenai kehidupan selebriti tanah air. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui strategi komunikasi Rumpi (No Secret) pada platform Instagram untuk mempertahankan eksistensinya. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara untuk mendapatkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi komunikasi yang tepat pada media Instagram memiliki peran penting dalam meningkatkan engagement dan awareness program Rumpi (No Secret) kepada masyarakat. Dengan menghadirkan bintang tamu yang sedang viral, melakukan riset bintang tamu yang digemari masyarakat, dan mengunggah konten berupa potongan-potongan video yang berisi statement yang dapat menarik audiens.
Representasi Kekerasan Simbolik dalam Film “It Ends with Us” (Analisis Semiotika Peirce) Angelia, Cayla Shiva; Candraningrum, Diah Ayu
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33328

Abstract

Film, as a form of mass media, has a significant ability to communicate messages to a wide audience through visual, auditory, and narrative components. This study aims to examine how violence is portrayed in romantic relationships in It Ends with Us by using Charles sanders Peirce’s semiotic theory (sign, object, interpretant) and Pierre Bourdieu’s symbolic violence theory. The movie tells the story of Lily Blooms who struggles to get out of a toxic relationship full of emotional and physical violence. A descriptive qualitative method was used to reveal signs of violence, both overt and covert. The findings show that the scenes of violence shown explicitly in It Ends with Us also contain symbolic violence. The movie represents relationship violence that often occurs in society that shows the complexity between perpetrators and victims, especially in the form of emotional manipulation and verbal violence. Film sebagai salah satu bentuk media massa, memiliki kemampuan yang signifikan dalam mengkomunikasikan pesan kepada khalayak luas melalui komponen visual, pendengaran, dan narasi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana kekerasan digambarkan dalam hubungan romantis dalam film It Ends with Us dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce (tanda, objek, interpretan) dan teori kekerasan simbolik Pierre Bourdieu. Film ini mengisahkan Lily Blooms yang berjuang untuk keluar dari hubungan toksik yang penuh kekerasan emosional dan fisik. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengungkap tanda-tanda kekerasan, baik secara jelas maupun yang terselubung. Temuan menunjukan bahwa adegan kekerasan yang ditampilkan secara eksplisit dalam film It Ends with Us juga mengandung kekerasan simbolik. Film ini merepresentasikan kekerasan dalam hubungan yang sering terjadi di masyarakat yang menunjukan kompleksitas antara pelaku dan korban, terutama dalam bentuk manipulasi emosional dan kekerasan verbal.