cover
Contact Name
Joseph Christ Santo
Contact Email
jurnal@sttberitahidup.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@sttberitahidup.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teologi Berita Hidup
ISSN : 26564904     EISSN : 26545691     DOI : https://doi.org/10.38189
Jurnal Teologi Berita Hidup merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan kepemimpinan dan pelayanan Kristiani, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup Surakarta. Focus dan Scope penelitian Jurnal Teologi Berita Hidup adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Pastoral, Etika Pelayanan Kontemporer, Kepemimpinan Kristen, Pendidikan Agama Kristen.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Pengharapan Orang Percaya Kepada Allah di Tengah Pandemi Covid-19 Meyva Polii; Justril Ircoy Tambajong
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.163

Abstract

Penyebaran covid-19 yang terjadi secara global mengubah pola hidup manusia dalam kesehariannya. Akibatnya terjadi berbagai krisis kehidupan dalam berbagai aspek baik aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya termasuk aspek spiritual. Pandemik covid-19 ini masih terus melanda kehidupan manusia sampai sekarang dan belum dapat dipastikan kapan akan berakhirnya. Dampak akibat covid-19 tidak hanya dirasakan secara jasmani tetapi ada juga orang merasakan dampaknya secara rohani. Situasi saat ini membuat banyak orang mengalami cemas, kuatir, takut menjadi putus asa dan kehilangan pengharapan seakan Allah lepas tangan dengan kehidupan  manusia dan Allah seakan tidak mampu mengendalikannya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membahas tentang pengharapan orang percaya kepada Allah yang memiliki kuasa dan berdaulat atas semua ciptaan-Nya di tengah kondisi pandemik covid-19. Pandemik Covid-19 sampai saat masih terus berlangsung bukan berarti Allah tidak turut campur tangan di dalamnya, tetapi dengan kedaulatan-Nya semua terjadi atas kehendak-Nya. Dengan demikian segala sesuatu tidak ada yang luput dari kendali-Nya Allah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan melalui literatur-literatur yang membahas tentang topik yang diangkat serta dihubungkan dan kemudian di integrasikan ke dalam Alkitab.
Pandangan dan Sikap Warga Jemaat terhadap Pengidap Skizofrenia (Studi di GMIT Jemaat Pniel Oebobo Klasis Kota Kupang) Novi O. Eli Manafe; Ezra Tari; Nelman A. Weny
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.112

Abstract

The inadequate understanding of society about mental disorders results in people behaving less pleasantly for those who experience it. The purpose of this study was to determine the views of the congregation towards members of the congregation with schizophrenia mental disorders. The author wants to find the support provided by the congregation for members of the congregation who experience schizophrenia at GMIT Pniel Oebobo, Klasis Kota Kupang. The research method used is qualitative. This research was conducted to obtain data for specific purposes and uses. The results of the study found that the attitudes and judgments of the congregation towards people with schizophrenia were handled accordingly. The attitude of the respondent has a feeling of discomfort when he is close to someone with schizophrenia. The whole group was shrouded in fear. Behaviour different from normal humans is a striking feature of a person with schizophrenia. The attitudes of the majority of people whom the authors interviewed revealed that they chose to avoid it when it coincided with the person with schizophrenia.
Pengenalan dan Transformasi Diri dalam Kepemimpinan Kristen Berkarakter Jacob Daan Engel
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.334

Abstract

This research aims to understand a person's quality in Christian leadership. This research is motivated by the fact of being incapable of Christian leadership. This research uses library research to find the data through the literature and analysis. The finding is to introduce in self – transforming to be a measure for a unique Christian leader with the characters through social interaction, which is communication and relationship.  
Peranan Alkitab Sebagai Otoritas Tertinggi dan Aplikasinya Dalam Misi Gereja Masa Kini Paulus Purwoto; Suhadi Suhadi; Paulus Kunto Baskoro
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.284

Abstract

The Bible is the Word of God has an inerrancy that cannot be wrong and has a position as the highest authority. The Church is an institution founded by the Lord Jesus who has roots in the Old Testament having a duty and a call to mission. The question is how the Bible plays the role of the Bible as the highest authority in the ministry of the church's mission. The method used in this research is qualitative descriptive with a library research approach. The conclusion in this study is that the Bible as the highest authority in the ministry of the church's mission plays a role in determining the motivation of the church's mission and formulating various methods of mission approaches that are sensitive to context and do not come out of the corridors of the Bible.Alkitab adalah Firman Allah memiliki sifat inerrancy tidak mungkin salah serta memiliki kedudukan sebagai otoritas tertinggi. Gereja merupakan lembaga yang didirikan oleh Tuhan Yesus yang telah memiliki akar dari Perjanjian Lama mempunyai tugas dan panggilan untuk bermisi. Persoalannya adalah bagaimanakah peranan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam pelayanan misi gereja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam pelayanan misi gereja berperan untuk menentukan motivasi misi gereja serta merumuskan berbagai metode pendekatan misi yang peka terhadap konteks serta tidak keluar dari koridor Alkitab.
Implementasi Kecerdasan Digital (Digital Quotient) Dalam Pelayanan Pendidikan Agama Kristen Monica Santosa
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.196

Abstract

Penulisan ini termotivasi karena kenyataan bahwa di era digital saat ini jemaat Tuhan tidak semua siap untuk menerima perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak orang menggunakan perangkat digital, tetapi tidak semua orang menggunakannya dengan benar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya tidak menjadi masalah, tetapi mendukung perluasan Injil untuk diberitakan ke ujung dunia. Karena itu, setiap pengguna perangkat digital, terutama anak Tuhan, harus bijak dalam menggunakannya. Dalam pendidikan, setiap pendidik dan siswa harus memiliki kecerdasan digital yang baik. dalam tulisan ini, kita akan membahas implementasi kecerdasan digital dalam pelayanan pendidikan Kristen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran yaitu kuantitatf dan kualititaf. Adapun alat ukur yang bisa digunakan untuk melihat skor kecerdasan digital yang nantinya dapat digunakan pendidik maupun siswa dalam proses pelayanan pendidikan agama kristen pada era digital.
Mentalitas Silo Ditinjau dari Perspektif Alkitab Styadi Senjaya; Tjutjun Setiawan; Tomi Yulianto; Yusup Heri Harianto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.260

Abstract

Pandangan tentang mentalitas silo ada dalam gereja dari waktu ke waktu. Faktor seperti cara komunikasi, penyampaian visi, dan lainnya ikut memengaruhi hal tersebut. Beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kekuatan organisasi, teknik silo-busting, dan tingkat kolaborasi dalam organisasi tertentu, organisasi yang menggunakan teknik silo-busting dibandingkan dengan organisasi yang memiliki tingkat kinerja yang lebih rendah, kolaborasi internal yang lebih baik dalam sebuah organisasi. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan perspektif Alkitab tentang mentalitas silo. Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini, yaitu metode kualitatif studi pustaka, menemukan cara Alkitab untuk dapat mengatasi mentalitas silo dalam melakukan pelayanan di gereja. Tulisan ini diharapkan dapat membantu gereja Tuhan untuk merumuskan manajemen gereja yang tepat dan sesuai dalam menjalankan organisasinya, hingga world view (pemahaman) pemimpin gereja menjadi benar. Kata Kunci: Manajemen Gereja, Mentalitas Silo, Kepemimpinan, Delegasi Abstract:This view of the silo mentality has existed in the church from time to time. Factors such as the way of communication, delivery of the vision, and others also influence this. Several studies show that there is a relationship between organizational strength, silo-busting technique, and the level of collaboration in a particular organization, organizations that use silo-busting techniques compared to organizations that have lower levels of performance, better internal collaboration within an organization. This paper aims to find a biblical perspective on the silo mentality. The research used in this paper, which is a qualitative method of literature study, finds the Bible's way to overcome the silo mentality in serving in the church. This paper is expected to help God's church to formulate appropriate and suitable church management in running its organization, so that the world view (understanding) of church leaders becomes correct. Keywords: Church Management, Silo Mentality, Leadership, Delegation
Integritas dan Moralitas sebagai Pesan dari Teguran Nabi Amos untuk Melestarikan Keadilan Timotius Avent Jordan; Gernaida Krisna R. Pakpahan
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.227

Abstract

Justice is something that cannot be removed in life. There is a reason that justice can fade, even at the court, it’s because of integrity is not maintained. The problem of today's injustice in the field of law is not something new, even in the Bible this problem exists. The prophet Amos' rebuke to the Northern Kingdom of Israel because of injustice. Based on that message, the writer takes the essence that can be applied to this mature life. The author uses a literature study research method, because it is in accordance with the need to get the essence of the writings of the prophet Amos. Based on the research, it was found that justice can be maintained with integrity and morality in each individual. Keadilan merupakan sesuatu yang tak boleh dihilangkan dalam kehidupan. Ada penyebabnya keadilan itu bisa luntur, bahkan di meja hijau sekalipun, seperti integritas yang tak dijaga. Persoalan hari-hari ini tentang ketidakadilan dalam bidang hukum bukanlah sesuatu yang baru, dalam Alkitab pun persoalan ini ada. Teguran nabi Amos pada Kerajaan Israel Utara memberikan gambaran mengenai ketidakadilan tersebut. Berdasarkan pesan itulah penulis mengambil intisari yang dapat diterapkan untuk kehidupan masak ini. Penulis menggunakan metode penelitian studi literatur, karena sesuai dengan kebutuhan untuk mendapatkan intisari dari tulisan nabi Amos. Berdasarkan penelitian, hasilnya didapati bahwa keadilan itu bisa terjaga dengan integritas dan moralitas dalam diri masing-masing pribadi.
Adam dan Kristus: Studi Komparasi Antara Penghukuman Dan Pembenaran Allah Berdasarkan Roma 5:18-19 Warseto Freddy Sihombing; Seri Antonius
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.268

Abstract

AbstractSalvation in Jesus Christ is only obtained by sinners through faith. Without faith in Jesus Christ, no one will be saved. God only justifies those who believe in Jesus Christ, so they will not receive God's wrath. By inductive method, this article explores the truth of apostle Paul's statement in Romans 5:18-19; that disobedience of first Adam made all men being sinful and cursed. On the other hand, the Jesus Christ’s obedience as the second / last Adam has made sinful men being right before God and have hope for eternal life. Paul gives a comparison between Adam and Christ — between the first Adam and the last Adam. The first Adam has caused men (his descendants) commite to sin, but the second/last Adam has finally provided a way out of God’s punishment and wrath. This is a great grace of God.Keywords: first adam; second adam; obedience; disobedience; justification; comparisonAbstrakKeselamatan di dalam Yesus Kristus hanya diperoleh orang berdosa melalui iman. Tanpa iman kepada Yesus Kristus, seorang pun tidak akan beroleh keselamatan. Allah hanya membenarkan mereka yang beriman kepada Yesus Kristus, dengan demikian mereka tidak akan mengalami murka Allah. Dengan metode induktif, artikel ini menggali kebenaran dari pernyataan rasul Paulus dalam Roma 5:18-19; bahwa ketidataaktaatan Adam pertama telah menjadikan semua manusia berdosa dan terkutuk. Di pihak lain, ketaatan Yesus Kristus sebagai Adam kedua/terakhir telah menjadikan manusia yang telah berdosa tersebut benar di hadapan Allah dan memiliki pengharapan untuk memperoleh hidup kekal. Paulus memberikan sebuah komparasi antara Adam dan Kristus—antara Adam pertama dan Adam terakhir. Adam pertama telah mengakibatkan manusia (keturunannya) berdosa, tetapi Adam kedua/terkahir telah  memberikan jalan keluar dari penghukuman dan murka Allah. Ini merupakan kasih karunia Allah yang besar.Kata-kata kunci: adam pertama, adam kedua, ketaatan, ketidaktaatan, pembenaran,                   komparasi
Epistemologi Hermeneutika dan Implikasinya bagi Pentakostalisme di Indonesia Hasudungan Sidabutar; Purim Marbun
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.282

Abstract

Epistemologi hermeneutika merupakan pokok penting dalam memahami Alkitab. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan landasan epsitemologis hermeneutika untuk menolong kaum Pentakosta dalam menginterpretasikan Alkitab. Penulis menggunakan analisis kepustakaan tentang epistemologi hermeneutik dan Pentakosta. Kesimpulan yang didapatkan bahwa epistemologi hermeneutika merupakan cara untuk meneliti dan memahami teks Alkitab secara hakiki dan dapat dipertangungwajabkan. Titik pokok hermeneutik pentakostalisme terletak pada penekanan pengalaman-pengalaman adikodrati lewat Roh Kudus bukan pada kognitif proporsional yang mengakibatkan  mereka terjebak pada aspek praktis dan bersifat pragmatis. Kaum Pentakostalisme perlu untuk merekontruksi ulang pendekatan hermeneutiknya sehingga ada keseimbangan antara pengalaman dan pengetahuan. Hal ini akan menolong untuk mampu membedakan proyeksi diri dan menempatkan secara epistemologis antara pengalaman individual maupun pengalaman secara kolektif dan tidak terlalu tergesa-gesa membangun doktrin diatasnya, dan apalagi mengklaim sebagai kebenaran yang paling Alkitabiah. Setiap ajaran yang bersumber dari hasil hermeneutika Alkitab, harus dapat dipertanggungjawabkan dan bukan asal diyakini.
Gereja dan Segregasi Digital Sesuai Narasi Teks 2 Petrus 1:1-11 Andreas Joswanto; Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto; Simon Simon
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.303

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mendorong segregasi sosial yang semula terjadi dalam dunia nyata, berkembang pesat pada ranah dunia maya sebagai segregasi digital. Adanya ekstensi dari dunia nyata kepada dunia maya menjadikan penanganan atas dampak dari segregasi digital sangat penting dilakukan. Tujuan dari kajian ini adalah mendeskripsikan tentang segregasi digital yang saat ini terjadi dan dampaknya. Kajian ini   menawarkan tahapan penting dan langkah-langkah praktis bagi gereja dalam upaya membina jemaat  menghadapi dampak segregasi digital yang kian marak. Kajian ini disusun menggunakan metode kualitatif dan dilakukan melalui pendekatan studi literatur. Kajian  menyimpulkan  bahwa dari hasil analisa terhadap narasi teks 2 Petrus 1:1-11 didapatkan tujuh tahapan bagi gereja dalam upaya  menyiapkan jemaat untuk menghadapi dampak segregasi digital. Tahapan tersebut dapat diaktualisasikan oleh gereja berupa pendampingan dalam komunitas sel, penyusunan program-program yang relevan, membangun keteladanan karakter Kristus dalam kepemimpinan  dan mendesain budaya Kristiani yang diimplementasikan dalam kehidupan bergereja.

Page 10 of 32 | Total Record : 313